close
Layanan Publik

Ambil antrian bank jam 04.00 pagi, dapat nomor urut 60, kelar ambil insentif jam 14.00 WIB

antrean

Kajen, Wartadesa. – Pagi ini Wati sengaja mendatangi bank penyalur Tunjangan Kesra bagi Guru Honorer Kabupaten Pekalongan, di wilayah Paesan Kedungwuni, Rabu (20/05)  pukul 04.00 WIB, untuk mengambil antrian. Lantaran sehari sebelumnya ia mendapatkan antrean ke 200 saat datang ke bank tersebut pukul 08.00 WIB.

Wati yang merupakan bendahara sekolah   di Kecamatan Karangdadap mengaku dua hari harus antri dengan nasabah yang membludak. “Antrian dari kemarin banyak sekali, sampai depan bank penuh sesak. Makanya pagi ini habis sahur langsung datang ambil antrian” Ujarnya, Rabu.

Sayangnya antrean para kepala dan bendahara sekolah di bank yang ditunjuk tersebut minim dengan protokol kesehatan Covid-19. “Kalau di dalam bank sih ada batasan jaga jarak, tapi kalau di luar bank kondisinya sesak banget,” lanjutnya.

Diketahui jelang Lebaran 2020, guru di Kabupaten Pekalongan bisa bernafas lega. Pasalnya, tunjangan kesejahteraan guru sudah mulai cair. Tunjangan kesra ini sudah lama dinantikan oleh para guru, terutama guru wiyata bakti, guru swasta, dan guru TPQ/madin.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Sumarwati, Selasa (19/5), mengaku sangat lega karena uang kesejahteraan para guru sudah bisa diambil dan dinikmati untuk Lebaran. Menurutnya, tunjangan kesra guru itu sudah mulai dicairkan pada Senin (18/5) dan Selasa (19/5) kemarin, baik langsung ke rekening guru maupun sekolahan.

Sumarwati mengaku bahwa pencairan Tunjangan Kesra tersebut dilakukan sebelum lebaran atas arahan bupati, ”Ini semua berkat bimbingan dan arahan dari Bapak Bupati, Ibu Wakil Bupati dan Sekda yang meminta agar pencairan dilakukan sebelum Lebaran,” tandas dia.

Menurut Sumarwati, mereka (bupati, wakil bupati dan sekda) mengatakan, uang senilai Rp 100.000 akan lebih bermanfaat diberikan saat ini dari pada Rp 1 juta namun diberikan setelah Lebaran. Makanya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berusaha semaksimal mungkin supaya uang kesejehateraan guru bisa dicairkan sebelum Lebaran.

Sumarwati menjelaskan, untuk uang Tunjangan Profesi Guru (TPG) diberikan kepada 3547 orang. Dari sejumlah itu, 3234 guru cair di hari Senin dengan nominal lebih kurang Rp 39, 6 miliar. Sedangkan yang sudah masuk hari Selasa (19/5), jumlahnya Rp 169,2 juta untuk 13 orang.

Untuk guru TK dan pengawas, ada sebanyak 121 orang dan mulai kemarin sudah masuk ke rekening yang bersangkutan dengan jumlah nomial sekitar Rp 6,5 miliar.

Sedangkan khusus guru TPQ/Madrasah Diniyah (Madin) jumlahnya 7.591 guru dan 1.285 lembaga. Adapun guru wiyata bakti yang mengabdi di negeri maupun swasta melalui Bantuan Operasional Sekola Daerah (BOSDa) juga sudah dapat diambil untuk lima bulan. Untuk yang bertugas di sekolah negeri jumlahnya 1913 orang dan perbulan menerima Rp 550.000.

Sedangkan mereka yang bertugas di sekolah swasta mulai guru PAUD hingga SMP sederajat jumlahnya 3771 orang dan menerima masing-masing Rp 250.000. Uang tersebut kini berada di rekening sekolah masing-masing mulai kemarin, sehingga diharapkan hari ini sudah bisa diberikan kepada para guru. (Eva Abdullah)

Tags : guruinsentifKajen