close
Sosial Budaya

Apa yang sebaiknya dilakukan ketika anak punk dinilai meresahkan?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90
Pictures: Freepict

Batang, Wartadesa. – Persepsi miring terhadap keberadaan anak punk diberbagai wilayah, kerap menjadikan mereka dicap sebagai biang onar dan meresahkan. Sejatinya komunitas punk ini merupakan gerakan perlawanan seperti layaknya sebuah ideologi. Kehadiran anak-anak punk ini, lebih kepada aspek pelampiasan atas ketidak-adilan yang mereka alami.

Gaya anak punk seperti gaya rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jins ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial. Melakukan gerakan perlawanan sosial melalui lirik lagu, dan lain sebagainya. Perlu dipahami  bahwa apa yang mereka lakukan merupakan upaya menunjukan jati diri.

Keberadaan anak-anak anti kemapanan sosial ini turut menjadi perhatian Bupati Batang, Wihaji saat memimpin upacara HUT Satpol PP dan HUT ke-59 Satlinmas yang bertempat di Jalan Veteran Batang, Rabu (3/3/2021).

“€œTolong anak punk hilangkan dari Batang, Bukan kita tidak menghormati selaku menusia, tapi karena dapat merusak dan mengakibatkan ketidak tentraman serta kenyamanan masyarakat,” ujar Wihaji saat mengisi pembianaan dalam upacara tersebut.

Wihaji menegaskan, dimanapun anak punk berada di wilayah Kabupaten Batang segara ditindak untuk diberikan edukasi secara persuasif.

Wihaji mengaku sudah banyak menerima laporan dari masyarakat yang merasa tidak nyaman dan merasa terganggu dengan anak punk dan tidak sedikit pula anak didiknya yang ikut-ikutan. Menurutnya anak punk yang masih sekolah bakal dimasukkan ke Pondok Pesantren, kata dia, dengan mendapat pendidikan agam lebih baik bisa merubah karakter anak.

Penanganan anak punk berbasis komunitas

Beberapa penelitian menyebut penanganan anak jalanan (anjal) termasuk anak punk perlu melibatkan komunitas untuk untuk turut serta mendorong potensi keluarga. Pendekatan komunitas diambil untuk  meningkatkan kemampuan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan sosial, melindungi anak-anak sesuai dengan haknya.

Basis penanganannya dilakukan dengan menitik beratkan pada fungsi-fungsi keluarga dan potensi seluruh masyarakat. Tujuan akhir adalah anak tidak menjadi anak jalanan dan mereka tetap berada di lingkungan keluarga.

Kegiatan penanganan dilakukan secara komprenhensif (menyeluruh), mulai dari keluarga, penanganan di jalanan, dan penanganan di pusat penanganan anak jalanan (panti rehabilitasi sosial).

Pada fase penanganan melalui keluarga–anjal masih pulang dan berkumpul dengan keluarga– dilakukan dengan peningkatan pendapatan keluarga, penyuluhan dan bimbingan pengasuhan anak, kesempatan anak untuk memperoleh pendidikan dan kegiatan waktu luang dan lain sebagainya.

Fase penanganan berbasis jalanan, tempat dimana anak-anak jalanan beroperasi–anjal sudah tidak teratur berhubungan dengan keluarga–, dilakukan dengan membawa pesan sosial menciptakan perkawanan, mendampingi dan menjadi sahabat untuk keluh kesah mereka, melalui pekerja sosial yang berperan sebagai kakak atau orang tua pengganti.

Berikutnya penanganan melalui rumah singgah (panti sosial dll) dilakukan ketika anjal sudah putus dengan keluarga.  Panti menjadi lembaga pengganti keluarga untuk anak dan memenuhi kebutuhan anak seperti kesehatan, pendidikan, ketrampilan waktu luang, makan, tempat tinggal, pekerjaan dan lain sebagainya.

Keberhasilan penanganan berbasis komunitas dipengaruhi oleh peran pekerja sosial yang mampu berkomunikasi dan bertindak tepat,  mampu berkomunikasi baik dengan anjal dan keluarga anjal, menyampaikan program kepada keluarga untuk mengikuti tahapan penanganan.

Apakah pendekatan penanganan hukum berhasil?

Hal lumrah yang kita lihat dalam menangani anjal (termasuk anak punk) adalah pendekatan hukum. Pendekatan ini kerapkali dilakukan. Mereka dijerat dengan tindak pidana ringan dengan pidana tiga bulan dan denda paling besar Rp 50 juta.

Melansir Republika, Sabtu 30 Jun 2012, Kementerian Sosial telah mengeluarkan surat edaran kepada pemerintah daerah yang intinya, Satuan Polisi Pamong Praja dilarang melakukan razia kepada anak jalanan karena dinilai pelaksanaan razia yang dilakukan kerap berujung pada cara pemaksaan untuk melakukan penangkapan.

Penertiban yang dilakukan melalui cara pemaksaan dinilai tidak akan menyelesaikan permasalahan. Untuk itu, penanganan anjal ataupun anak terlantar seharusnya dilakukan dengan melibatkan para pekerja sosial yang profesional, sebab mereka lebih memahami seluk-beluk pemasalahan anjal dan akar permasalahannya.

Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Koentjoro, menilai selama ini banyak yang salah memahami persoalan anjal, sehingga menyebabkan kekeliruan saat mencari cara penanggulangan permasalahannya.

Menurut  Koentjoro, penanganan anak jalanan sebaiknya dilakukan upaya pendekatan ke arah kehidupan yang normal.  Dengan membantu mereka  memahami norma-norma yang umum dipahami di tengah masyarakat, barulah perkenalkan dengan nilai-nilai baru. Jika sudah begitu, mereka pun siap diterjunkan kembali ke masyarakat. (Bono, dirangkum dari berbagai sumber)

 

 

Bahan bacaan

https://media.neliti.com/media/publications/52901-ID-mencegah-menjadi-anak-jalanan-dan-mengem.pdf

http://e-pushamuii.org/files.php?type=pdf&id=150

Terkait
Dianggap meresahkan warga, lima anak punk diamankan

Pemalang, Wartadesa. - Lima anak punk diamankan petugas lantaran dianggap warga meresahkan. Mereka diberikan pembinaan oleh petugas Polsek Petarukan, Jum'at Read more

Kembali, anak punk diamankan

Pemalang, Wartadesa. - Polsek Petarukan Kabupaten Pemalang kembali mengamankan tiga anak punk dalam operasi Cipta Kondisi yang menyasar premanisme, Selasa Read more

Dianggap meresahkan, anak punk dibina

Wiradesa, Wartadesa. - Sekelompok anak punk yang berkumpul di perumahan Kelurahan Pekuncen Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan dianggap meresahkan warga. Warga Read more

Malang nasib anak ini, diteriaki maling gara-gara tampang punk

LM harus babak belur dihajar massa karena diteriaki maling oleh warga desa Bener, Kec. Wiradesa, Jum'at Read more

Tags : anak punkpunk