close

Bencana

Bencana

UMPP kirim relawan ke Sulawesi Barat

umpp

Kedungwuni, Wartadesa. – Empat relawan tenaga kesehatan Universitas Muhamadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) akan bergabung dengan tim Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang telah berada di Sulawesi Barat untuk melaksanakan misi tanggap darurat. Mereka diberangkatkan Selasa (19/01).

Menurut rektor UMPP, Nur Izzah, tim diberangkatkan dibawah jalur MDMC. “Tim diberangkatkan dibawah jalur koordinasi MDMC PP Muhammadiyah, mohon untuk bisa menjaga nama baik UMPP,” pesannya dalam acara pemberangkatan di halamann Kampus 2 UMPP, Ambokembang, Kedungwuni, Pekalongan.

Empat relawan yakni, Dafid Arifiyanto sebagai koordinator, Tri Sakti Wirotomo, M. Gilang Maulud Setyawan, dan Riza Pahlevi akan berangkat menggunakan armada mobil beserta perlengkapan medis dan obat-obatan, melalui jalur darat menuju Surabaya kemudian menyeberang menggunakan jalur laut ke Makasar, dan selanjutnya ke lokasi bencana.

Untuk mendukung kegiatan relawan UMPP, Lazismu Kabupaten Pekalongan meberikan support (dukungan) dengan menyalurkan donasi sebesar Rp. 10 juta melalui tim tersebut guna membantu masyarakat di Mamuju. Bantuan diserahkan Ketua Badan Pengurus Lazismu Pekalongan,   Riyanto, kepada Perwakilan Relawan MDMC yang juga Dosen Keperawatan UMPP, Tri Sakti Wirotomo.

Lazismu Pekalongan juga mengajak para dermawan, orang baik dan berhati mulia untuk bergerak cepat membantu donasi kepada tim tersebut agar bisa bergerak lebih efektif di lapangan.

Ketua LPB, Rofiansa Sulthon,  saat pemberangkatan tim rewalan, berharap agar tim UMPP – MDMC Pekalongan, selalu berkoordinasi dengan tim yang sudah ada di sana terlebih dahulu. Selalu mengutamakan kesehatan dan keselamatan, apalagi saat ini masih dalam kondisi pandemi dan di lokasi masih sering terjadi gempa susulan.

Hadir dalam kesempatan itu jajaran pimpinan UMPP diantaranya Rektor UMPP, Wakil Rektor 1, Dekan FIKES, dan hadir pula Ketua Badan Pengurus dan Badan Eksekutif Lembaga Amil Zakat Infaq Sodaqoh Muhammadiyah (LAZISMU), serta Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB – MDMC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan. (Bono)

Terkait
Empat Kecamatan di Kota Santri terendam banjir

Kajen, Wartadesa. - Empat hari hujan yang mengguyur wilayah Kota Santri mengakibatkan empat kecamatan di wilayah tersebut terendam banjir. Kecamatan Read more

Hujan berhari-hari, Kabupaten dan Kota Pekalongan terendam banjir

Pekalongan, Wartadesa. - Guyuran hujan berhari-hari sejak Ahad hingga hari ini Selasa (17-19/01) membuat beberapa wilayah di Kabupaten dan Kota Read more

Tanpa hak suara, ini harapan suporter Persekap Pekalongan pada konggres mendatang

Kajen, Wartadesa. - Kongress Assosiasi PSSI Kabupaten Pekalongan (Askab Pekalongan) bakal dihelat pada Pebruari mendatang. Panitia akan membuka pendaftaran calon Read more

Pusat Kuliner Gemek Plaza kotor dan kumuh

Kedungwuni, Wartadesa. - Minimnya kebersihan di Pusat Kuliner Gemek Plaza (lapangan Gemek) Kedungwuni membuat area dengan ratusan pedagang UMKM tersebut Read more

selengkapnya
Bencana

Empat Kecamatan di Kota Santri terendam banjir

banjir siwalan

Kajen, Wartadesa. – Empat hari hujan yang mengguyur wilayah Kota Santri mengakibatkan empat kecamatan di wilayah tersebut terendam banjir. Kecamatan tersebut meliputi, Tirto, Sragi, Siwalan dan Kedungwuni, dengan ketinggian air berkisar 5 sampai 80 centimeter.

BPBD Kabupaten Pekalongan mencatat bahwa banjir terjadi sejak Senin (18/01) merendam hampir 2.075 rumah warga dengan rincian 717 unit rumah di Kecamatan Tirto, 495 unit rumah di Kecamatan Sragi, 894 unit rumah di Kecamatan Siwalan, dan 5 unit rumah di Kecamatan Kedungwuni.

Saat ini kebutuhan warga paling mendesak adalah bantuan pangan dan logistik lainnya seperti obat-obatan dan pakaian bersih.

Meski kondisi saat ini air mulai surut, namun dibeberapa lokasi air masih menggenang. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, wilayah Provinsi Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Pekalangon, menyebut bahwa wilayah ini berpotensi mengalami hujan ringan sampai sedang hingga 3 hari kedepan.

Warga diminta untuk tetap waspada terhadap curah hujan yang tinggi di wilayah Kabubatan Pekalongan hinga akhir Februari mendatang. (Bono)

Terkait
UMPP kirim relawan ke Sulawesi Barat

Kedungwuni, Wartadesa. - Empat relawan tenaga kesehatan Universitas Muhamadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) akan bergabung dengan tim Muhammadiyah Disaster Management Centre Read more

Hujan berhari-hari, Kabupaten dan Kota Pekalongan terendam banjir

Pekalongan, Wartadesa. - Guyuran hujan berhari-hari sejak Ahad hingga hari ini Selasa (17-19/01) membuat beberapa wilayah di Kabupaten dan Kota Read more

Tanpa hak suara, ini harapan suporter Persekap Pekalongan pada konggres mendatang

Kajen, Wartadesa. - Kongress Assosiasi PSSI Kabupaten Pekalongan (Askab Pekalongan) bakal dihelat pada Pebruari mendatang. Panitia akan membuka pendaftaran calon Read more

Pusat Kuliner Gemek Plaza kotor dan kumuh

Kedungwuni, Wartadesa. - Minimnya kebersihan di Pusat Kuliner Gemek Plaza (lapangan Gemek) Kedungwuni membuat area dengan ratusan pedagang UMKM tersebut Read more

selengkapnya
Bencana

Hujan berhari-hari, Kabupaten dan Kota Pekalongan terendam banjir

banjir

Pekalongan, Wartadesa. – Guyuran hujan berhari-hari sejak Ahad hingga hari ini Selasa (17-19/01) membuat beberapa wilayah di Kabupaten dan Kota Pekalongan direndam banjir.

Di wilayah Kranji, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, air menggenangi warga sejak Senin malam. Menurut warga setempat, Muhammad Aban Falakhi, banjir yang terjadi merupakan siklus 10 tahunan.  Air yang masuk ke rumah warga sejak malam, pagi ini sudah berangsur surut.

Air juga merendam 500 rumah di Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan. Ketinggian air 30-70 centimeter. Kontributor Wartadesa, Sahuri, melaporkan bahwa banjir merupakan luapan ar dari Sungai Sragi Lama lantaran curah hujan yang tinggi sejak Ahad hingga Senin.

Selain dampak curah hujan yang tinggi, luapan air tidak bisa segera surut lantaran pembangunan jalan tol yang menyebabkan penyerapan air tidak maksimal.

Kepala Desa Tengeng Wetan Kecamatan Siwalan, Rahmat mengatakan bahwa 700 kepala keluarga terdampak banjir.  “Hampir seluruh Pedukuhan di Desa Tengeng Wetan yang terdiri dari Dukuh Tengeng, Silumbu, Kendayaan, Buntu, Gandu Lor dan Kidul. Kemudian Gandu Gempol, Cangkring Kulon dan Dukuh Cangkring Wetan terendam banjir. Untuk rumah yang kena banjir ada sekitar 500 rumah lebih dan tercatat sekitar 700 an Kepala Keluarga, ” ujarnya.

Banjir juga merendam wilayah Kelurahan Sragi, yakni Dukuh Ringin Pintu, Dukuh Gembyang dan Dukuh Pesantren dengan ketinggian air mencapai 60 centimeter.

Desa lainnya di Kecamatan Sragi yang terdampak banjir adalah Desa Tegalontar dan Desa Gebangkerep. Wilayah ini merupakan daerah langganan banjir saat hujan deras turun.

Di Kota Pekalongan, air merendam wilayah Sampangan, Kelurahan Kauman, Pekalongan Timur. Luapan air Kali Loji masuk ke permukiman warga pada Senin malam pukul 19.00 WIB.  Ketinggian air di wilayah tersebut mencapai 120 centimeter yang merendam 72 rumah yang berisi 90 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa.

Warga saat ini mengungsi ke rumah kerabat mereka yang lebih aman dan gedung serbaguna Sampangan.  (Bono)

Terkait
UMPP kirim relawan ke Sulawesi Barat

Kedungwuni, Wartadesa. - Empat relawan tenaga kesehatan Universitas Muhamadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) akan bergabung dengan tim Muhammadiyah Disaster Management Centre Read more

Empat Kecamatan di Kota Santri terendam banjir

Kajen, Wartadesa. - Empat hari hujan yang mengguyur wilayah Kota Santri mengakibatkan empat kecamatan di wilayah tersebut terendam banjir. Kecamatan Read more

Tanpa hak suara, ini harapan suporter Persekap Pekalongan pada konggres mendatang

Kajen, Wartadesa. - Kongress Assosiasi PSSI Kabupaten Pekalongan (Askab Pekalongan) bakal dihelat pada Pebruari mendatang. Panitia akan membuka pendaftaran calon Read more

Pusat Kuliner Gemek Plaza kotor dan kumuh

Kedungwuni, Wartadesa. - Minimnya kebersihan di Pusat Kuliner Gemek Plaza (lapangan Gemek) Kedungwuni membuat area dengan ratusan pedagang UMKM tersebut Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Imbas cuaca ekstrim di Pemalang, jembatan rubuh hingga banjir rendam rumah warga

jembatan ambruk

Pemalang, Wartadesa. – Cuaca ekstrim berupa hujan deras yang mengguyur Kota Ikhlas sejak Rabu (13/01) malam berdampak Bendungan Sungapan meluap. Airpun melimpas ke permukiman warga. Banjir merendam wilayah Desa Pener, Sokowangi dan Gondang di Kecamatan Taman, Pemalang.

Sungai Comal-pun mengalami hal yang sama, limpasan air kali Comal merendam permukiman warga di Desa Mojo, sejak Rabu dinihari. Ketinggian air mencapai 50 centimeter, surut pada pagi menjelang siang hari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, Wahadi menyebut jumlah rumah yang terdampak banjir di Desa Mojo Kecamatan Ulujami mencapai 50 rumah. Warga masih bisa beraktivitas meski dengan keterbatasan.

Luapan Kali Elon mengakibatkan banjir merendam wilayah Desa Asemdoyong. Hingga Rabu malam, air masih masuk permukiman warga.

Sementara itu, di wilayah atas, curah hujan yang tinggi mengakibatkan jembatan penghubung Desa Pabuaran Bantarbolang rubuh dihantam luapan air, Selasa (12/01). Akses warga terhambat mengingat jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju desa lainnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang Suyanto menjelaskan, rubuhnya jembatan diakibatkan oleh pondasi jembatan yang tidak kuat menahan air bah saat debit air naik. “Pondasi jembatan tidak kuat menahan air bah saat debit naik, sehingga amblas di bagian ujung,”  ujarnya.

Untuk membantu akses keluar masuk warga, jembatan darurat dengan menggunakan material bambu dibuat. Jembatan ini hanya bisa dilalui pejalan kaki dan sepeda motor. (Bono)

Terkait
Puncak cuaca ekstrim Maret, Bupati Pekalongan akan perbanyak EWS

Paninggaran, Wartadesa. - Cuaca ekstrim berupa curah hujan yang tinggi diperkirakan bakal terjadi pada Maret 2021 mendatang. Hal tersebut akan Read more

Embrio, mengurai masalah sampah jadi solusi kemandirian pangan dan energi

Pemalang, Wartadesa. - Sampah menjadi permasalahan bagi sebagian besar diberbagai wilayah, padahal sampah bisa menjadi potensi menuju kemandirian pangan dan Read more

Kebanjiran, layanan KIR Dishub Pemalang tutup

Pemalang, Wartadesa. - Air dengan ketinggian hingga 50 centimeter yang merendam kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Pemalang membuat layanan uji kendaraan Read more

Hati-hati order fiktif pesan makanan via WA

Pemalang, Wartadesa. - Bagi para pedagang makanan, sebaiknya berhati-hati dan memastikan saat ada order/pesanan masuk. Sudah dua orang pedagang makanan Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Puncak cuaca ekstrim Maret, Bupati Pekalongan akan perbanyak EWS

ews

Paninggaran, Wartadesa. – Cuaca ekstrim berupa curah hujan yang tinggi diperkirakan bakal terjadi pada Maret 2021 mendatang. Hal tersebut akan berdampak bagi empat wilayah daerah atas Kota Santri, yakni, Petungkriyono, Paninggaran, Lebakbarang dan Kandangserang. Lempengan tanah pada empat wilayah tersebut sama, keempatnya memiliki masalah yang sama berupa tanah bergerak, dan longsor.

Antisipasi Pemkab Pekalongan yang akan dilakukan dalam menghadapi cuaca ekstrim tersebut, yakni dengan memasang lebih banyak EWS (early warning system–sistem peringatan dini).  “Karena itu sangat penting bagi para kepala desa se-Paninggaran ini nanti akan kita perbanyak EWS-nya daerah-daerah yang kemarin ada longsoran,” ujar Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan, Senin (04/01) di aula Kecamatan Paninggaran dalam acara pembinaan kepala desa se-kecamatan Paninggaran.

Asip menyebut bahwa emat kecamatan daerah atas masuk dalam peta bencana regional Jawa Tengah. “Daerah tersebut pelu diperhatikan, kami meminta para kades harus terus (memperhatikan), sekecil apapun perubahan yang terjadi di struktur geografis masyarakatnya agar dilaporkan.” Ujarnya.

Asip juga meminta agar para kepala desa memberikan pemahaman yang betul terhadap warga, tentang bagaimana menghadapi persoalan-persoalan seperti longsor maupun angin (mitigasi bencana_red).

Dalam kesempatan yang sama, Dandim 0710/Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan  meminta kerjasama para lurah dan camat memulai mengantisipasi terjadinya bencana alam di wilayahnya.

“Di kampung kita Paninggaran ini, mulai hari ini saya mengajak khususnya para lurah, kita sampaikan kepada warga yang belakang rumahnya ada tebing yang curam ataupun yang rawan longsor, itu sebelum terjadi longsor ayo kerahkan gotong royong. Saya juga sudah perintahkan Babinsa untuk turun tangan membantu kesulitan masyarakat,” ajak Dandim Hamonangan.

Dandim juga mengungkapkan pihaknya akan memonitor seluruh situasi yang terjadi di wilayah dan telah menyiapkan personel siaga. (Buono)

Terkait
Duh! Tiga alat pendeteksi dini bencana di Pekalongan rusak

Kajen, WartaDesa. - Tiga dari tujuh alat deteksi peringatan dini bencana atau Early Warning System (EWS) yang dipasang di wilayah Read more

Hujan berhari-hari, Kabupaten dan Kota Pekalongan terendam banjir

Pekalongan, Wartadesa. - Guyuran hujan berhari-hari sejak Ahad hingga hari ini Selasa (17-19/01) membuat beberapa wilayah di Kabupaten dan Kota Read more

Tanpa hak suara, ini harapan suporter Persekap Pekalongan pada konggres mendatang

Kajen, Wartadesa. - Kongress Assosiasi PSSI Kabupaten Pekalongan (Askab Pekalongan) bakal dihelat pada Pebruari mendatang. Panitia akan membuka pendaftaran calon Read more

Pusat Kuliner Gemek Plaza kotor dan kumuh

Kedungwuni, Wartadesa. - Minimnya kebersihan di Pusat Kuliner Gemek Plaza (lapangan Gemek) Kedungwuni membuat area dengan ratusan pedagang UMKM tersebut Read more

selengkapnya
Bencana

Ambles, akses Desa Sewidak dan Bandar putus

ambles

Banjarnegara, WartaDesa. – Akses jalan yang menghubungkan Desa Sewidak dan Desa Bandar, Banjarnegara lumpuh akibat tanah ambles yang terjadi pada Jum’at (18/12) kemarin.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara mengungkapkan bahwa hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut memperparah kondisi ruas jalan yang sebelumnya telah rusak karena tanah bergerak pada awal Desember 2020.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara, Budi Wahyono mengatakan bahwa hujan deras yang terus mengguyur menyebabkan ruas jalan yang ambles mencapai 50 meter.

“Sebelumnya ruas jalan tersebut sudah mengalami kerusakan karena pergerakan tanah yang terjadi pada awal Desember, namun hujan deras yang terus mengguyur mengakibatkan kondisi pagi ini makin parah hingga mencapai radius 50 meter,” ujar Budi.

Tanah ambles sedalam satu meter hingga 2,5 meter, lanjut Budi. Hal tersebut membuat tim gabungan yang menuju lokasi mengalami kesulitan lantaran wilayah perbukitan dan jalan yang terputus. “Kondisi jalan ambles sangat berbahaya sehingga untuk sementara ini tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” katanya.

Akibatnya,  lanjut Budi, dua desa tersebut terisolir untuk sementara waktu.

BPBD setempat mengerahkan alat berat untuk menangani amblasnya tanah tersebut. “Pagi ini tim tanggap darurat dari BPBD dan unsur lainnya sudah bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan. Upaya perbaikan jalan terus dilakukan dengan bantuan alat berat atau manual dan pengecoran,” kata Budi. (Bono)

Terkait
Empat Kecamatan di Kota Santri terendam banjir

Kajen, Wartadesa. - Empat hari hujan yang mengguyur wilayah Kota Santri mengakibatkan empat kecamatan di wilayah tersebut terendam banjir. Kecamatan Read more

Hujan berhari-hari, Kabupaten dan Kota Pekalongan terendam banjir

Pekalongan, Wartadesa. - Guyuran hujan berhari-hari sejak Ahad hingga hari ini Selasa (17-19/01) membuat beberapa wilayah di Kabupaten dan Kota Read more

Imbas cuaca ekstrim di Pemalang, jembatan rubuh hingga banjir rendam rumah warga

Pemalang, Wartadesa. - Cuaca ekstrim berupa hujan deras yang mengguyur Kota Ikhlas sejak Rabu (13/01) malam berdampak Bendungan Sungapan meluap. Read more

Puncak cuaca ekstrim Maret, Bupati Pekalongan akan perbanyak EWS

Paninggaran, Wartadesa. - Cuaca ekstrim berupa curah hujan yang tinggi diperkirakan bakal terjadi pada Maret 2021 mendatang. Hal tersebut akan Read more

selengkapnya
Bencana

Longsor di Kandangserang, material hempas rumah warga

longsor garungwiyoro

Kandangserang, WartaDesa. – Hujan di wilayah Lebakbarang, Pekalongan, Ahad (13/12) kemarin menyebabkan dua wilayah mengalami longsor. Turap di Dukuh Wiyoro RT 04 RW 07 Desa Garungiyoro sekitar pukul 19.00 WIB longsor dan materialnya menimpa rumah milik Kusno dan Suhemi dan Sani/Labuh.

Sementara pada pukul 03.00 WIB (Senin, 14/12) longsor terjadi di Dusun Karisan, Desa Gembong, Kandangserang yang menimpa rumah milik Tasmad.

Menurut warga, longsor di Garungwiyoro akibat hujan yang tidak kunjung berhenti.  “Hujan mulai pukul 19.00 wib sampai pukul 22.00 wib tidak kunjung berhenti, dan tiba tiba terdengar suara gemuruh. Setelah dicek ternyata tanah depan rumah longsor,” ungkap Kusno saat dimintai keterangan petugas.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, warga diminta untuk waspada terhadap bencana, utamanya saat hujan turun. (Bono)

Terkait
Puting Beliung Landa Dua Dusun, 17 Rumah Warga di Simalungun Porak Poranda

UJUNG PADANG (WARTA DESA). - CUACA ekstrim berakibat bencana. Tujuh belas (17) rumah warga porak poranda di hantam puting beliung Read more

Warga diminta cepat membaca perubahan alam saat musim hujan

Pemalang, WartaDesa. - Warga yang tinggal di daerah rawan bencana, diminta untuk cepat membaca perubahan alam, saat musim penghujan saat Read more

Masuk musim penghujan, ini pemetaan wilayah rawan longsor dan banjir di Pekalongan

Kajen, WartaDesa. - Masuknya musim penghujan di Kota Santri membuat Pemerintah Kabupaten Pekalongan menghimbau warga untuk waspada terhadap bencana longsor Read more

Alih fungsi lahan jadi penyebab longsor di Pranten Batang

Batang, Wartadesa. - Alih fungsi lahan di Desa Pranten Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang disinyalir menjadi penyebab longsor dan banjir bandang Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Rumah dilalap api, Risto alami kerugian hingga Rp 15 juta

kebakaran pemalang

Pemalang, WartaDesa. – Diduga akibat korsleting arus pendek, rumah milik pasangan Risto-Rofiah, warga Dusun Simadu RT 01/08, Desa Banyumudal, Moga, Pemalang mengalami kebakaran pada Sabtu (21/11) pukul 22.00 WIB.

Dilansir dari Headline News Pemalang, Ator dari MDMC Pemalang mengungkapkan bahwa warga sekitar bersama relawan MDMC berhasil memadamkan api sekitar pukul 22.50 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, api menghanguskan atap dan ruang tamu korban. Kerugian material mencapai Rp 15 juta, demikian dilaporkan oleh Ator dari MDMC Pemalang.

MDMC menambahkan, penyebab kebakaran diduga korsleting listrik di bagian atap rumah yang kemudian percikannya membakar ruang tamu. (Buono/Headline News Pemalang)
Terkait
Diduga masalah asmara, remaja bunuh diri di samping rumah pacar

Pemalang, Wartadesa. - Seorang remaja yang masih berstatus pelajar kelas 9 SLTP mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon nangka, Read more

KBM Tatap Muka Kabupaten Pemalang mulai Januari 2021

PEMALANG, WARTADESA. - Angin segar bagi siswa-siswi di Kabupaten Pemalang yang sudah merindukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka,  Dinas Read more

Warga Surajaya tutup paksa tambang Galian C

Pemalang, WartaDesa. - Aktivitas tambang Galian C di Desa Surajaya, Pemalang ditutup paksa oleh ratusan warga desa setempat. Padahal tambang Read more

Mayat laki-laki ditemukan di pesisir Pantai Blendung

Pemalang, WartaDesa. - Sosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan tergeletak di pesisir Pantai Blendung, Rt.04 Rw. 06, Kecamatan Ulujami, Pemalang. Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Puting Beliung Landa Dua Dusun, 17 Rumah Warga di Simalungun Porak Poranda

longsor

UJUNG PADANG (WARTA DESA). – CUACA ekstrim berakibat bencana. Tujuh belas (17) rumah warga porak poranda di hantam puting beliung dan tertimpa pohon di Dusun I Sidosemi dan Dusun II Kampung Melayu Desa Teluk Lapian Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, Ahad (15/11/2020) sekitar pukul 04.30 WIB.

Informasi di terima dari Kapolsek Bosar Maligas AKP August B Manihuruk melalui Kasubbag Humas Polres Simalungun AKP Lukman Hakim Sembiring menjelaskan, “Dalam bencana ini tidak ada korban jiwa, namun 17 rumah warga rusak berat dan ringan akibat tertimpa pohon serta atap terbawa pusaran angin. Ujarnya.

Di tambahkan Kapolsek. Setelah di data, rumah korban rusak di Dusun I Sidosemi ada tujuh (7) unit rumah masing masing milik: Tugimun. Wawan Setiawan, Loso, Kumis, Alm.Poniman
Mukti dan Suprat

Di Dusun II kampung Melayu merusak sepuluh (10) rumah milik; Dedi, Heri Harahap, Hendrik, Uyub, Sopiyan, Kardik, Nasib, Sipon, Pingah dan milik Yusuf

Personil Polsek Bosar Maligas di bantu Babinsa, unsur Forkopimca dan masyarakat, Senin pagi (16/11/ 2020) langsung terjun bergotong royong membersihkan material pepohonan tumbang. (wd-bay)

Terkait
Sindikat Togel lintas kabupaten dibekuk

Simalungun, Wartadesa. - Dua dari sindikat judi Tebak Angka (Togel) lintas Kabupaten, berhasil di bekuk tim opsnal unit Reskrim Polsek Read more

Warga diminta cepat membaca perubahan alam saat musim hujan

Pemalang, WartaDesa. - Warga yang tinggal di daerah rawan bencana, diminta untuk cepat membaca perubahan alam, saat musim penghujan saat Read more

Masuk musim penghujan, ini pemetaan wilayah rawan longsor dan banjir di Pekalongan

Kajen, WartaDesa. - Masuknya musim penghujan di Kota Santri membuat Pemerintah Kabupaten Pekalongan menghimbau warga untuk waspada terhadap bencana longsor Read more

Alih fungsi lahan jadi penyebab longsor di Pranten Batang

Batang, Wartadesa. - Alih fungsi lahan di Desa Pranten Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang disinyalir menjadi penyebab longsor dan banjir bandang Read more

selengkapnya
BencanaLingkunganSosial Budaya

Warga Kandang bergotong-royong bikin trucuk

trucuk

Pemalang, WartaDesa. – Banyak cara dilakukan warga secara swadaya untuk menanggulangi bahaya banjir, saat musim penghujan. Seperti dilakukan oleh puluhan warga Desa Kandang, Kecamatan Comal, Pemalang. Mereka bergotong-royong membangun trucuk (senderan) di bantaran Kali Comal untuk mencegah luapan air sungai meluap ke permukiman.

Para lelaki bahu-membahu memasang trucuk dari bambu di sepanjang kali Desa Kandang, sementara kaum perempuan menyiapkan makanan dan minuman untuk rasum para pekerja.

Mutahdin, Kepala Desa Kandang mengatakan bahwa kerja bakti yang dilakukan warganya merupakan antisipasi mencegah luapan air Kali Comal yang saat hujan besar airnya meluap ke permukiman warga.  Ia mengatakan bahwa pihaknya menaruh perhatian kepada warga yang tinggal di dekat bantaran Kali Comal.

“Kami menaruh perhatian khusus kepada warga yang tinggal di bantaran Kali Comal, dengan  guyup dan saling bahu membahu untuk mencegah meluapnya debet air Kali Comal pada musim penghujan. Karena tanggul yang sekaligus juga digunakan sebagai ruas jalan, saat ini kondisinya amblas akibat musim hujan pada tahun lalu dan berpotensi jebol apabila musim penghujan kembali datang.” Ujar Mutahdin.

Muhtadin berharap pemerintah daerah secepatnya menangani masalah amblasnya tanggul Kali Comal tersebut. “Pasalnya tanggul tersebut berfungsi sebagai penahan debet air ketika sungai Comal meluap,” pungkasnya. (Bono)

Terkait
Diterjang gelombang tinggi, nelayan Batang tenggelam saat menarik jaring

Batang, Wartadesa. - Nasib naas dialami oleh Roiwin (32) warga Seturi, Kelurahan Karangasem Utara, Kecamatan Batang itu hilang diperairan laut Read more

Jenazah perempuan yang mengambang di Kali Gawak dievakuasi

Batang, Wartadesa. - Petugas gabungan mengevakuasi sosok mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan warga, mengambang di Kali Gawak, Desa Sokomangli, Read more

Embrio, mengurai masalah sampah jadi solusi kemandirian pangan dan energi

Pemalang, Wartadesa. - Sampah menjadi permasalahan bagi sebagian besar diberbagai wilayah, padahal sampah bisa menjadi potensi menuju kemandirian pangan dan Read more

PPKM di Batang, jam buka warung kaki lima dibatasi sampai jam 8 malam

Batang, Wartadesa. - Pemkab Batang turut menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayahnya tanggal 11-25 Januari 2021. Aturan tersebut mengharuskan Read more

selengkapnya