close

Bencana

BencanaLingkunganSosial Budaya

Hutan pinus Gumelem Petungkriyono terbakar

kebakaran petung

Petungkriyono, Wartadesa. – Hutan pinus di petak 29 M RPH Gumelem BKPH Doro, KPH Pekalongan Timur di Desa Gumelem, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan seluas 1,70 hektar, terbakar kemarin, Senin (19/08) pukul 10.30 WIB.

Musim kemarau membuat api yang diduga berasal dari putung rokok yang dibuang warga, membuat semak yang terbakar merangsek ke pepohonan pinus hingga menyebabkan kebakaran hutan. “Api dengan cepat merambat ke pohon akibat tiupan angin, hingga hutan pinus ini yang diperkirakan 1,70 hektare mengalami kebakaran,” ujar Iptu Akrom, Kasubbag Humas Polres Pekalongan, Selasa (20/08).

Warga bersama-sama anggota Polsek Petungkriyono dibantu anggota Koramil setempat langsung saja melakukan pemadaman api di lahan yang terbakar. Syukur, api dapat dipadamkan sekitar pukul 12.38 WIB. Akibat kejadian tersebut kerugian material mencapai Rp. 6,3 jutaan, “diperkirakan kerugian mencapai Rp. 6.375 ribu,” lanjut Akrom.

Akrom menambahkan, pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak membakar hutan guna untuk membuka lahan ataupun tidak membuang sisa puntung rokok disembarang tempat, khususnya pada saat dikebun atau diladang. Dan apabila membakar sampah, setelah dibakar untuk ditunggui dan jangan langsung pergi meninggalkan lokasi. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkunganSeni BudayaSosial Budaya

Sinden asal Hongaria meriahkan peringatan HUT RI ditengah banjir rob

sinden

Tirto, Wartadesa. – Sinden Agnes Serfozo asal Hongaria bersama Ki Dalang Wiwit Sri Kuncoro memeriahkan HUT RI Ke-74 di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan dalam pagelaran wayang santri bertajuk Semar Tambak, Sabtu (17/08) malam di balai desa setempat.

Gelaran acara yang dimulai sehabis sholat Isya tersebut merupakan kerjasama Pemerintah Desa Jeruksari bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan dalam sosialisasi sadar bencana melalui budaya.

Agnes Serfozo menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar. Ribuan warga berduyun-duyun mendatangi lokasi wayang santri. Termasuk bagi Sastro (65), warga Jeruksari, ia mengungkapkan bahwa selama ini ia hanya menonton sinden Agnes Serfoyo melalui keping DVD. “Ya … selama ini saya hanya menonton lewat video, sekarang bisa langsung melihat dengan mata secara langsung,” tuturnya, Ahad (18/08).

Menurut Sastro, sosialisasi yang dilakukan dengan cara gelar budaya, menarik bagi warga. “Hampir semua warga keluar mas … untuk menonton, bahkan warga desa disekitar juga ikut berbondong-bondong menonton acara,” lanjutnya.

Ki Dalang Wiwit Sri Kuncoro menyentil kondisi rob di Pekalongan yang berlangsung lebih dari lima tahun, dalam pementasannya. Ia mengungkapkan bahwa kondisi rob di wilayah Jeruksari dan sekitarnya merupakan bencana yang merenggut nilai-nilai sosial, ekonomi warga. Banyak kehidupan sosial dan ekonomi warga yang tercerabut ketika rob semakin lama menggenangi warga Jeruksari.

Dengan pagelaran wayang santri bertajuk Semar Tambak, Ki Wiwit berharap warga tanggap akan bencana alam disekelilingnya, diharapkan warga bersama pemerintah bahu-membahu mengatasi rob yang makin ‘menggila’ di wilayah tersebut.

Lakon pewayangan Semar Tambak, menceritakan kisah Semar yang berada di Dukuh Klampisireng, pada suatu hari sedang duduk di pendapa dihadap Gareng, Petruk dan Bagong. Dalam pertemuan itu dibicarakan mengenai kesejahteraan rakyat Klampisireng, yang akhir-akhir ini terus merosot. Maka Semar mempunyai ide untuk membangun dam atau bendungan untuk mengairi sawah dan lahan pertanian penduduk. Untuk itu Semar mengutus Petruk pergi ke Amarta guna meminta dukungan moral maupun pembiayaan.

Setelah tiba di Amarta, Petruk melaporkan apa yang direncanakan Kyai Semar dan para Pandawa mendukung rencana itu serta memberikan dukungan dana. Sementara Prabu Suyudana yang dihadap Patih Sengkuni, Karna, Drona dan Kartamarma, mendengar rencana Semar akan membangun bendungan di Klampisireng merasa khawatir, sebab bilamana rakyat Klampisireng makmur berarti akan menambah kekuatan Pandawa dan kelak dalam perang Baratayuda akan menambah barisan perang pihak Pandawa.

Untuk itu ia memerintahkan Karna dan Kurawa agar mengacau serta menggagalkan rencana Semar itu. Niat Kurawa itu mendapat perlawanan rakyat Klampisireng yang dipimpin Petruk serta dibantu Pandawa. Walaupun mendapat gangguan dan rintangan dari pihak Kurawa akhirnya bendungan terwujud dan akan meningkatkan kesejahteraan penduduk Klampisireng. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Butuh bantuan, rumah Suwarjo dan seluruh isinya ludes terbakar

kebakaran

Pemalang, Wartadesa. – Rumah semi permanen   milik Suwarjo (60) dan istrinya Turyati (35), warga Rt. 03/01 Dusun Krajan, Limbang Mulya, Desa Badak, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang ludes dilalap si jago merah, Ahad (11/08) malam. Tak hanya itu, seluruh isi rumah, termasuk satu unit sepeda motor, tujuh ekor kambing milik mereka juga ludes dilalap api.

Kontributor Wartadesa di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Sumber api diperkirakan dari tungku perapian di rumah Suwarjo.

Saat kejadian, Karsono, anak korban tertidur di rumah mereka. Saat terbangun, ia melihat api sudah melalap atap rumah mereka. Karsono pun langsung keluar rumah dan berteriak minta tolong kepada warga sekitar.

Karsono merupakan satu-satunya anggota keluarga yang tinggal dirumahnya, lantaran orang tua mereka sedang pergi.

 Warga yang mendengar teriakan dari Karsono, kemudian berdatangan untuk membantu memadamkan api. Namun lantaran rumah korban semi permanen dengan material kayu, api meluluh-lantakkan seisi rumah.

Warga tidak dapat menyelamatkan harta benda korban berupa satu buah motor Jupiter MX, tujuh ekor kambing dan uang tunai Rp. 3.5 juta. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 80 juta.

Aris Susanto, Kadus Dukuh Gondang membenarkan kejadian tersebut. Menurut Aris, kondisi rumah korban saat itu sepi lantaran ditinggal pasangan Suwarjo-Turyati keluar rumah. Sementara anak korban tertidur dirumah hingga tidak melihat awal terjadinya kebakaran.

Surat edaran permohonan bantuan

Aris berharap agar warga sekitar turut membantu korban, “Kami berharap agar warga dan masyarakat lainnya bersedia membantu korban. Setidaknya untuk mendirikan kembali rumah korban, mengingat rumah tersebut satu-satunya tempat tinggal korban,” ujarnya, Senin (12/08).

Bagi warga Pemalang dan sekitarnya yang terketuk hati untuk berdonasi, bantuan dapat dikirimkan melalui Bank BRI atas Nama Burhanudin dengan rekening  597901037966536. Pungkas Aris. (Imamussholeh)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Tiga rumah di Moga ludes dilalap api

kebakaran moga

Pemalang, Wartadesa. – Tiga rumah milik warga Desa/Kecamatan Moga ludes dilalap api. Kejadian kebakaran yang terjadi di jalan Melati Rt. 02/02 tersebut meluluh-lantakkan rumah milik Maslukhi (60), Nasir (55) dan Muanas (53). Rabu (17/06) pagi pukul 05.00 WIB.

Kronologi kejadian dikutip dari Kabar Pemalang, menyebutkan bahwa kejadian bermula saat Takin (31) putra dari korban, Maslukhi  sedang tidur, mendengar teriakan dari Dul Nasir (70) ada kebakaran dari dapur milik Maslukhi.

Mendengar teriakan tersebut, Takin membangunkan anggota keluarganya. Ia melihat api semakin membesar. Mereka kemudian berteriak minta tolong kepada warga lainnya.

Api dari rumah Maslukhi yang kian membesar, merembet ke rumah Nasir dan Muanas hingga meludeskan seluruh isi rumah. Warga yang berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya tidak mampu menyelamatkan ketiga rumah tersebut dari jilatan api yang makin besar.

Penyebab kebakaran, menurut penuturan warga, diduga akibat korsleting arus listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian material yang diderita oleh Maslukhi ditaksir mencapai Rp 115 juta, korban Nasir menderita kerugian sebesar Rp. 135 juta dan Muanas menderita kerugian material sebesar Rp. 62 juta. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Korslet, rumah Yanto ludes dilalap api

korslet

Pemalang, wartadesa. – Diduga akibat korsleting arus listrik, rumah milik Yanto (40), warga Desa Batursari Dukuh Kacip Rt 02 / Rw 03 Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, ludes terbakar dilalap si jago merah, Rabu (10/07).

Kapolsek Pulosari AKP Trisno mengatakan bahwa, kejadian berlangsung sekitar pukul 13.40 wib. “Dalam kejadian kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, hanya mengalami kerugian materil kurang lebih Rp 70.juta,” terangnya.

Sementara itu saat kejadian kebakaran, rumah dalam keadaan kosong ditinggal pergi ke kebun oleh pemiliknya. Menurut Saksi Slamet Faizin yang pada waktu itu melihat pertama kali kejadian mengatakan, “Api berasal dari dalam rumah dan dengan cepat menghanguskan bangunan dengan ukuran 5×13 meter yang terbuat dari kayu sehingga api dengan cepat membakar seisi rumah.“ Terangnya. (Humas Polres Pemalang)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Ditinggal hadiri resepsi pernikahan, rumah terbakar

kebakaran

Doro, Wartadesa. – Duka menimpa keluarga Suwardi (47), warga Dukuh Lemahabang, Desa Lemahabang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Rumahnya terbakar saat ditinggal pergi menghadiri resepsi pernikahan di daerah Petungkriyono, Sabtu (06/07) kemarin siang.

Api diketahui melalap rumah Suwardi pada Sabtu pukul 11.00 WIB. Dua remaja, tetangga korban melihat kejadian tersebut. Mereka kemudian berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.

Melihat  kedua remaja tersebut meminta tolong, warga yang berada di obyek wisata Curug Madu kemudian secara bersama-sama warga mendatangi rumah Suwardi dan langsung memadamkan api menggunakan air dengan alat seadanya.

Api dapat dipadamkan beberapa waktu kemudian. Warga yang berjibaku memadamkan api,  berhasil melokalisir kebakaran hingga tidak merembet ke rumah warga lainnya.

Menurut keterangan kasubbag Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom, diduga kebakaran tersebut terjadi karena Konsleting Saklar lampu yang berada di belakang Rumah.

“Api cepat merambat dan membakar dapur milik korban karena dibelakang rumah tersebut ada tumpukan kayu kering dan ijuk (daun pohon aren), namun demikian akibat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, Korban hanya mengalami kerugian material kurang lebih Rp.5 juta.” Ujar Iptu Akrom. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikSosial Budaya

Penanggulangan rob dinilai masih parsial

rob

Kajen, Wartadesa. – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pekalongan menyoroti penanggulangan rob di Kota Santri yang masih parsial. Selain itu, fraksi tersebut juga menyayangkan lambanya pelayanan publik, kinerja PDAM Tirta Kajen yang dinilai lambat. Demikian terangkum dalam pandangan umum tentang Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2018, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (24/06).

“Penanggulangan Rob  masih parsial (sebagian dari suatu keseluruhan–red) serta karitatif (pemberian bantuan secara langsung kepada orang-orang yang membutuhkan, seperti memberi makan, menghibur orang sakit, memberi pakaian dan lain sebagainya–red.), padahal dampak rob sudah dirasakan lama, kepesertaan KIS (Kartu Indonesia Sehat) masih rendah di kawasan terdampak rob,” tutur Dodiek Prasetyo saat membacakan dokumen pandangan umum fraksi PDI Perjuangan.

Sebelumnya, Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti tentang kinerja PDAM Tirta Kajen yang dinilai lambat dalam memenuhi salah satu kebutuhan dasar masyarakat yaitu air bersih.Padahal PDAM Tirta Kajen didukung anggaran yang memadai serta potensi yang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan FPDIP dalam rapat paripurna,senin 24 juni 2019 dengan agenda pandangan umum Fraksi-fraksi terkait raperda pertanggung jawaban pelaksanaan APBD 2018.

Sementara itu, Fraksi PKB menyoroti masalah pelayanan kesehatan, limbah dan mutu pendidikan di Kota Santri. “Pelayanan kesehatan masih banyak disorot oleh masyarakat, limbah dari usaha UMKM seperti juga masih belum teratasi, dan Mutu Pendidikan harus disamakan karena pemerintah pusat sudah menerapkan sistem zonasi.” ujar Sabdo saat membacakan dokumen pandangan umum fraksi PKB. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Korsleting, penyebab kebakaran di Kandangserang

kebakaran kandangserang

Kandangserang, Wartadesa. – Korsleting arus listrik menjadi penyebab kebakaran yang meluluh-lantakkan rumah Danuri, warga Dukuh Sidamulya, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Kandangserang, Senin (16/06) kemarin.

Anggota Polsek Kandangserang  Iptu Suradi, rumah yang berasal dari kayu milik Danuri itu terbakar diduga akibat konsleting listrik yang hingga merambat dan membakar rumah semipermanan tersebut.

“Dari keterangan pemilik rumah, saat itu pemilik rumah sedang bekerja di sawah sebagai petani,” tutur Iptu Suradi.

Api dapat dipadamkan oleh warga setelah satu jam, dengan peralatan seadanya. “Sekitar satu jam api dapat dipadamkan, dengan dibantu bersama warga dengan alat seadaanya,” lanjut Iptu Suradi.

Diberitakan sebelumnya, gara-gara lupa mematikan kompor yang sedang menyala dan ditinggal bekerja di sawah, rumah Danuri (50), warga Dusun Sidamulya, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, ludes dilalap api.

Kejadian yang berlangsung Senin (17/06) pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung cepat. Pengakuan dari korban, Danuri pergi ke sawah beserta seluruh anggota keluarganya. Praktis rumah dalam keadaan kosong. Sementara korban lupa mematikan api kompor.

Diduga api dari kompor menyambar dinding rumah Danuri dan merembet hingga meluluh-lantakkan seisi bangunan rumah.

Warga yang melihat api berkobar di rumah Danuri langsung berteriak minta tolong dan memanggil warga lainnya untuk memadamkan api.

Dengan peralatan seadanya, warga bahu-membahu memadamkan api. Akhirnya api dapat ditaklukkan warga, setelah beberapa jam warga berjibaku memadamkan api.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian terebut, namun kerugian material yang diderita korban ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Korsleting bakar rumah, satu meninggal

konslet

Pemalang, Wartadesa. – Satu orang meninggal dalam kebakaran yang melalap rumah Suhaeni, warga Jalan Serayu Rt. 02/03, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan/Kabupaten Pemalang, Senin (17/06) dinihari pukul 02.20 WIB.

Kronologi kejadian diungkapkan oleh Kapolsek Pemalang, AKP I Ketut Mara, pada saat kejadian, penghuni rumah, ibu Suhaeni (67), warga Kebondalem, dikejutkan oleh api yang menyala di atas genting belakang rumahnya, akibat kosleting arus listrik.

Suhaeni yang melihat kejadian tersebut, berusaha membangunkan seluruh anggota keluarganya, yakni Nur Faizin (49), Turipah (48), Radun (75), dan Aulia (11).

Saat itu, api semakin membesar, ungkap Suhaeni. Seluruh anggota keluarga sempat menyelamatkan diri melalui pintu depan. Namun, naas, salah satu anggota keluarganya, Radun (75), terjebak di kamar mandi dekat sumur. Api menyambar tubuh Radun dan tubuhnya tertimpa reruntuhan bangunan. Radun meninggal di lokasi kejadian. Jelas Suhaeni.

Warga dan dua unit pemadam kebakaran yang datang berhasil memadamkan api selang beberapa jam. Korban meninggal, Radun, dievauasi dengan ambulan ke RSUD M. Asharri Pemalang. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Bencana

Lupa mematikan kompor, rumah petani dilalap api

kebakaran

Kandangserang, Wartadesa. – Gara-gara lupa mematikan kompor yang sedang menyala dan ditinggal bekerja di sawah, rumah Danuri (50), warga Dusun Sidamulya, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, ludes dilalap api.

Kejadian yang berlangsung Senin (17/06) pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung cepat. Pengakuan dari korban, Danuri pergi ke sawah beserta seluruh anggota keluarganya. Praktis rumah dalam keadaan kosong. Sementara korban lupa mematikan api kompor.

Diduga api dari kompor menyambar dinding rumah Danuri dan merembet hingga meluluh-lantakkan seisi bangunan rumah.

Warga yang melihat api berkobar di rumah Danuri langsung berteriak minta tolong dan memanggil warga lainnya untuk memadamkan api.

Dengan peralatan seadanya, warga bahu-membahu memadamkan api. Akhirnya api dapat ditaklukkan warga, setelah beberapa jam warga berjibaku memadamkan api.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian terebut, namun kerugian material yang diderita korban ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (Eva Abdullah)

selengkapnya