close

Bencana

BencanaLayanan PublikLingkungan

Satu tahun beroperasi dengan alat berat, Galian C di Limpung tak berijin

galian c

Batang, WartaDesa. – Beroperasinya Galian C di Desa Babatan dan Plumbon, Limpung, Batang satu tahun terakhir dengan penambangan alat berat, membuat lahan seluas tiga hektar di bantaran sungai dan persawahan produktif rusak. Parahnya, penambang tidak mengantongi ijin galian.

Hal tersebut terungkap saat operasi mendadak (sidak) dilakukan oleh Komisi D DPRD Kabupaten Batang, Kamis (10/09) kemarin.

“Galian C di antara wilayah Desa Babatan dan Plumbon ini sudah sangat parah merusak lingkungan. Jika diteruskan, maka bisa membahayakan lingkungan sekitar,” ungkap Ketua Komisi D, Fathurrohman.

Fathurrohman menyebut bahwa dua alat berat digunakan untuk melakukan penambangan batu kali, dengan galian mencapai kedalaman beberapa meter. Hingga menyebabkan lubang cukup dalam tidak jauh dari jembatan penghubung dua desa tersebut.

Jika penambangan terus dilakukan, masih menurut Rohman, saat musim hujan dan debit air naik, akan terjadi dampak yang tidak diinginkan, seperti longsor dan banjir.

“Kita tadi sudah minta pada pihak Dinas Lingkungan Hidup yang juga ikut ke lokasi untuk secepatnya berkoordinasi dengan pihak terkait agar mengambil langkah tegas dalam menyikapi penambangan ilegal tersebut,” tegas Fathurrohman.

Keterangan dari perangkat Desa Plumbon, Eryanto menyebut bahwa tambang Galian C awalnya menggunakan alat manual, penggunaan alat berat dilakukan satu tahun terakhir. “Penggunaan alat berat mulai dilakukan sejak satu tahun yang lalu. Sedangkan untuk kawasan yang ditambang sendiri berada di wilayah Desa Plumbon dan Babatan,” tuturnya.

Sementara, Ibnu Djoko P dari DLH Pemkab Batang  menyebut akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengambil langkah selanjutnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Didatangi puluhan warga, sosialisasi galian C Desa Wisnu dibatalkan

Pemalang, Wartadesa. - Duh .... Gara-gara didatangi 50 orang warga Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, sosialisasi kegiatan galian C Read more

Galian C di Donowangun dan Kalirejo salahi aturan

Talun, Wartadesa. - Galian C di Desa Donowangun dan Desa Kalirejo, Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan dinilai menyalahi aturan. Hasil pengecekan Read more

Tekan persebaran Covid-19 di Batang, dua pengajian dibatalkan

Batang, WartaDesa. - Dua acara pengajian di Batang, Jawa Tengah dibatalkan dengan kesadaran penuh penyelenggaranya, guna menekan laju persebaran Covid-19 Read more

Muncul klaster pondok, perkantoran dan keluarga di Batang

Batang, WartaDesa. - Kurang patuhnya warga terhadap penerapan protokol kesehatan dianggap menjadi penyumbang bertambahnya jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Batang, Read more

selengkapnya
BencanaSeni Budaya

Korsleting, dua rumah di Wales Blado ludes terbakar

kebakaran wales

Batang, Wartadesa.- Berita duka menimpa Sari’ah (80) dan Siti Fatimah (47), ibu dan anak warga Dukuh Wales, Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Batang. Senin pagi sekitar pukul 08.30 WIB dua rumah milik satu keluarga di Rt 02 Rw 06 tersebut, luluh lantak akibat dilalap si jago merah.

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting arus listrik, mengingat dua pemilik rumah hari ini, Senin, sedang menjalani puasa sunah. “Dugaan penyebab kebakaran karena konsleting listrik mas (korsleting), karena pada hari Senin pemilik rumahnya sedang puasa sunah … otomatis masaknya sore hari. Jadi bukan dari tungku dapur penyebabnya,” tutur warga setempat. Nasuha saat dihubungi Wartadesa, Senin (15/06).

Menurut warga, api pertama diketahui saat ada kepulan asap pada atap rumah, warga kemudian langsung berteriak ada kebakaran. Pemilik rumah pun lansung keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Warga yang berdatangan kemudian berusaha memadamkan api dengan peralatan manual. Namun karena material rumah yang mudah terbakar, api merembet ke rumah milik Fatimah, anak korban.

Api semakin menggila akibat terpaan angin. Dua rumah tersebut luluh-lantak.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Kerugian material diduga mencapai puluhan juta rupiah.

Terpisah, kebakaran juga menimpa gudang rongsok milik Abdul Khodir, warga Desa Cemplik Rt 05/04, Pelutan, Kabupaten Pemalang. Ahad (14/06) tengah malam.

Penyebab kebakaran adalah sambaran api dari sampah yang dibakar dan melalap gudang rongsok tersebut.

Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Sapol PP Kabupaten Pemalang bersama warga memadamkan api yang membakar gudang tersebut.

Kerugian material dari kebakaran gudang rongsok sedang dihitung. (Eva Abdullah)

Terkait
Korsleting, rumah di Bondansari terbakar

Wiradesa, WartaDesa. - Terjadi kebakaran di Dukuh Kebonan RT 03/01, Desa Bondansari, Wiradesa, Pekalongan, Jawa Tengah, Jum'at pagi sekitar pukul Read more

Dugaan sementara kebakaran TPA Bojonglarang akibat ledakan gas metana

Kajen, WartaDesa. - Penyebab kebakaran hebat di Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Sampah Bojonglarang, Linggoasri, Kajen, Pekalongan pada Senin (14/09) sore hingga Read more

Listrik padam, lilin sambar rumah

Kesesi, Wartadesa. - Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB sebuah rumah milik AY (42) warga Dukuh Kedugblakan, Desa Sukorejo, Kesesi, Read more

Korsleting, rumah Ratini ludes dilalap api

Batang, Wartadesa. - Api melalap habis rumah milik Ratini (55) yang tinggal di Dukuh Kemadang RT 07/02, Desa Keteleng, Blado, Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Longsor, akses jalan Kasimpar-Yosorejo tertutup

longsor

Petungkriyono, Wartadesa. –  Akses jalan yang menuju kearah Desa Kasimpar dan Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan tertutup akibat longsor. Tebing setinggi 20 meter di jalan raya Dukuh Cokrowati, Kasimpar, Senin malam (08/06) longsor dan material longsoran tersebut menutup akses warga.

Untuk membuka akses ruas jalan tersebut, warga pada paginya, Selasa (09/06) melakukan kerjabakti dengan mengevakuasi material longsor berupa tanah dan batu setinggi dua meter dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar 10 meter yang menutup jalan.

Kepala Desa Kasimpar, Purwo Subechi mengatakan bahwa longsor menyebabkan akses jalan dari Kasimpar menuju ke Yosorejo tertutup, namun saat ini sudah bisa dilewati setelah material longsor dibersihkan. Dalam kejadian tersebut tidak ada warga yang menjadi korban longsor, karena kejadiannya pada malam hari, dimana warga saat itu berada di rumah masing-masing.

Untuk sementara akses jalan baru bisa dilewati oleh motor, sementara untuk mobil bisa melalui jalan aternatif di dalam kampung. Pungkas Purwo. (Eva Abdullah)

Terkait
Longsor di Petungkriyono dan Lebakbarang, akses jalan terputus

Petungkriyono, Wartadesa. - Hujan lebat yang mengguyur wilayah atas Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di ruas jalan Kasimpar-Yosorejo Petungkriyono dan jalan Read more

Longsor, satu desa di Petungkriyono terisolasi

Petungkriyono, Wartadesa. - Tebing setinggi 25 meter longsor menyebabkan akses jalan ke Desa Curugmuncar Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan tak bisa Read more

Warga Genting Gunung Prau tolak pemanfaatan mata air yang tidak kantongi PKS

Kendal, WartaDesa. - Warga Desa Genting Gunung, di lereng Gunung Prau, Sukorejo, Kendal menolak pemanfaatan mata air di wilayah Gunung Read more

Hiburan boleh digelar pada siang hari dengan pembatasan

Pemalang, WartaDesa. - Pemkab Pemalang akhirnya memperbolehkan digelarnya kegiatan sosial budaya, seni pertunjukan dalam bidang keagamaan maupun hajatan, dengan membatasi Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Regana KB PII bantu warga terdampak rob di Kota Pekalongan

kbpii

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Tingginya air laut pasang di pesisir utara Laut Jawa, Kota Pekalongan berdampak rob menggenangi beberapa wilayah di Pekalongan Utara, seperti terjadi di wilayah Krapyak, Slamaran, Randujajar, Pasirsari, Kesambi dan Panjang Baru.

Data hingga Sabtu (06/06) ketinggian air rob yang menggenangi permukiman warga berkisar antara 20 hingga 80 centimeter. Hal tersebut membuat Regana KB PII (Pelajar Islam Indonesia) Pekalongan Raya turut berkontribusi mengurangi beban warga terdampak dengan membagikan 380 paket nasi bungkus di sejumlah wilayah tersebut.

Imam Nurhuda, salah seorang relawan Regana KB PII Pekalongan Raya mengungkapkan bahwa paket bantuan nasi bungkus dibagikan dalam dua termin. “Alhamdulilah 2 hari ini, sedikit meringankan saudara-saudara kita yang terkena gelombang pasang air rob. Sebanyak 230 nasi bungkus hari ini  dan 150 nasi bungkus hari kemarin  yang  dibagikan di Krapyak, Slamaran, Randujajar Pasirsari dan Kesambi gang 8 Panjang Baru.” Ujarnya, Ahad (07/06).

Di Randujajar Pasirsari Rt 05 Rw 06 kita bagikan sebanyak 70 nasbung, Rt 04 RW 06 sebanyak 60 nasbung, Kesambi 8 Panjang Baru sebanyak 100 nasbung. Lanjut Imam.

Imam menambahkan bahwa paket nasi bungkus yang dibagikan merupakan sumbangan dari keluarga besar PII. “Berkat dukungan serta donasi dari Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) kegiatan bagi nasi bungkus kepada warga terdampak robterlaksana dengan baik. Dan didukung tim Relawan dari Regana Pekalongan Raya, dapur umum dan pendistribusian nasi bungkus bisa berjalan dengan lancar.” Lanjutnya.

Ketinggian air rob di wilayah terdampak berkisar antara 20 hingga 80 centimeter hingga Sabtu kemarin, namun, lanjut Imam, hari Ahad ini rob sudah mulai surut.  “Saat ini sudah mulai surut mas, namun di dalam rumah warga masih ada yang terendam hingga selutut orang dewasa,” ujarnya.

Warga terdampak rob yang mendapat perhatian dari Tim Regana KB PII Pekalongan Raya berterima kasih atas bantuan nasi bungkus tersebut, setidaknya bantuan tersebut sedikit membantu warga. (Eva Abdullah)
Terkait
Waspada! Banjir dan rob saat musim penghujan

Pekalongan, WartaDesa. - Perkiraan musim penghujan yang jatuh pada pertengahan bulan ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Read more

Bakal ada wisata pantai termegah di Kota Pekalongan

Pekalongan, Wartadesa. - Bakal hadirnya obyek wisata baru di Kota Pekalongan, yakni, wisata laut terbesar di Indonesia dalam waktu dekat Read more

Lima desa di Pemalang terendam rob

Pemalang, Wartadesa. - Dampak banjir rob di pesisir utara Kabupaten Pemalang dirasakan warga. Sedikitnya lima desa di Kota Ikhas terdampak, Read more

Bantu warga terdampak rob, Pemkab Batang buka dapur umum

Batang, Wartadesa. - Pemkab Batang mendirikan dapur umum di halaman Gor M Sarengat Batang, Jalan Letjend Soeprapto, Kasepuhan untuk membantu Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Banjir rob di Wonokerto capai 1,5 meter

simonet

Wonokerto, Wartadesa. – Banjir rob di Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto mencapai 1,5 meter. Akibatnya, 14 warga dukuh tersebut terpaksa diungsikan ke TPSR yang lokasinya lebih tinggi. Rabu (03/06).

“Untuk sementara yang dapat saya evakuasi 14 jiwa. Ini mereka yang minat untuk mengungsi. Namun jika nanti situasi robnya tidak surut warga lainnya akan kita paksa untuk ngungsi. Kita terus melakukan pantauan,” kata Sugiono, Kades Semut, Kamis (04/06).

Sebelumnya banjir rob hanya berkisar 30-40 centimeter, namun air laut pasang membuat ketinggian air pedukuhan Simonet semakin tinggi.  “Jika sebelumnya rob masih wajar sekitar 30 cm hingga 40 cm. Mulai kemarin dan hari ini kok ndak surut tapi malah tambah karena mungkin didorong angin yang kencang air pasang lautnya,” lanjut Sugiono.

Untuk memenuhi kebutuhan logistik pengungsi, Sugiono menambahkan bahwa saat ini kebutuhan ditanggung oleh pihak desa, sembari menunggu bantuan dari pihak lain.

Tingginya rob di Simonet diakibatkan oleh tanggul raksasa melintang, yang menyebabkan air laut yang meluap tidak bisa mengalir ke sisi selatan tanggul.

Sugiono meminta agar pemerintah membangun tanggul penahan gelombang di Simonet yang saat ini dihuni oleh 56 rumah dengan 250 kepala keluarga.

Menurutnya dulu tanggul penahan gelombang tingginya dua meter, namun saat ini tinggal satu meter ketinggiannya, hal demikian menyebabkan air dari laut langsung menyerbu Simonet. “Breakwater itu dulu tingginya sekitar dua meter, namun sekarang ambles hingga tingginya kurang dari 1 meter. Konstruksi batu untuk pemecah gelombang ini juga banyak yang bolong sehingga tidak berfungsi optimal saat air laut pasang,” lanjutnya.

Selasa (02/06) sebelumnya, Pemkab Pekalongan menawarkan relokasi warga yang tinggal di Simonet. “Kami menawarkan solusi relokasi bagi warga dukuh semonet untuk mendekati pemukiman warga lain. Tapi mata pencahariannya tetap di sini,” ucap Bupati Pekalongan saat mengunjungi pedukuhan tersebut.

Menurut Bupati Asip, untuk mewujudkannya kita butuh proses waktu yang cukup lama, namun minimal hari ini pihaknya sudah memulai untuk menyampaikan program-programnya melalui sosialisasi oleh kades setempat.

“Pemkab punya altenatif untuk pemukiman yang aman tanpa masyarakat meninggalkan basis mata pencahariannya yaitu nelayan”tandasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Warga Simonet dapat paket bantuan dari PDNA Kabupaten Pekalongan

Wonokerto, Wartadesa.- 55 paket bantuan sembako dibagikan kepada warga Dukuh Simonet--dukuh terisolir di pantai Wonokerto yang selalu terendam banjir rob, Read more

Regana KB PII bantu warga terdampak rob di Kota Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya air laut pasang di pesisir utara Laut Jawa, Kota Pekalongan berdampak rob menggenangi beberapa wilayah Read more

Lima desa di Pemalang terendam rob

Pemalang, Wartadesa. - Dampak banjir rob di pesisir utara Kabupaten Pemalang dirasakan warga. Sedikitnya lima desa di Kota Ikhas terdampak, Read more

Bantu warga terdampak rob, Pemkab Batang buka dapur umum

Batang, Wartadesa. - Pemkab Batang mendirikan dapur umum di halaman Gor M Sarengat Batang, Jalan Letjend Soeprapto, Kasepuhan untuk membantu Read more

selengkapnya
Bencana

Tanggul kali jebol, ratusan rumah warga Pekalongan terendam

tanggul meduri

Pekalongan, Wartadesa. – Jebolnya tanggul Kali Meduri, Tirto, Kota Pekalongan sepanjang 10 meter, Rabu (03/06) kemarin menyebabkan ratusan rumah warga di Dukuh Pasirsari, Kelurahan Pasir Kraton terendam. Meski demikian tidak ada warga yang mengungsi akiabat banjir rob tersebut. Tak hanya wilayah tersebut yang terimbas, beberapa desa lainnya di Kota dan Kabupaten Pekalongan turut terdampak rob.

Diberitakan Warta desa sebelumnya dalam laman media sosial,tanggul Kali Meduri Jebol, Rabu malam (03/06) akibatnya air meluap ke permukiman warga di Pasirsari Kulon, Randujajar dan Pasirsari Lor.Warga bersama BPBD setempat dan Pekalongan Rescue bahu-membahu membuat tanggul penahan darurat dengan patok bambu dan karung pasir untuk menahan limpasan air.

Selain tanggul Kali Meduri, kerusakan tanggu terjadi di daerah Randujajar, Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, serta di wilayah Slamaran, Pekalongan Utara.

Di Randujajar, tanggul yang terbuat dari tumpukan karung berisi tanah rusak di beberapa titik, dengan total mencapai kurang lebih sepanjang 200 meter. Kondisi ini sudah terjadi sejak sekitar sepekan kemarin.

Sementara di daerah Slamaran, tanggul darurat yang sebelumnya dibangun oleh BPBD di sebelah dermaga, ada yang sudah terbuka di beberapa titik. Hal ini menyebabkan limpasan air laut semakin parah menerjang tambak dan permukiman.

Kepala Bidang Sumber Daya Air, DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin mengungkapkan bahwa tanggul di Randujajar sudah satu minggu ini, dua titik jebol. Pihaknya akan menambah karung tanah untuk melapisi titik yang jebol tersebut.

Khaerudin menambahkan, tanggul darurat di Slamaran, beberapa titik terbuka. “Tanggul yang terbuka ini menyebabkan air laut melimpas ke tambak-tambak warga. Kalau tambak sudah penuh, airnya akan limpas ke perumahan. Upaya dari DPUPR adalah dengan menambah karung tanah tersebut sebagai tanggul darurat. Karena yang kondisi sekarang pun limpas, seingga ini perlu penambahan. Kurang lebih panjangnya 200 meter. Ini sedang kami hitung kebutuhan karung tanahnya berapa,” ungkapnya.

Sementara di sisi timur Slamaran yakni di Kali Sibulanan, di sebelah timur selatan sebetulnya sudah ada tanggul. Namun kapasitasnya tidak mampu menahan luaapn air.

“Ada kurang lebih 300 meter yang airnya limpas melewati tanggul. Upaya dari kami adalah di atas tanggul yang eksisting tersebut kita tambah karung-karung tanah sebagai tanggul darurat. Selain itu kami akan menormalisasi saluran yang ada di depan rusunawa. Di sana ada saluran lama, cuma sebagian sudah dalam kondisi mati karena diurug dan dipakai untuk kios atau warung. Nanti kami mohon bantuan dengan warga dan kelurahan untuk melakukan pendekatan. Nanti insyaallah akan kita aktifkan kembali salurannya,” lanjutnya.

Di Kabupaten Pekalongan, pada Rabu (03/06) sore parapet Kali Meduri sebelah timur, tepatnya di Desa Tegaldowo, Kabupaten Pekalongan rusak, akibatnya air meluap dan merendam rumah warga. Selain itu hampir sepanjang sungai meduri rata-rata parapet rembes. Warga kemudian membuat benteng darurat dengan karung yang diisi denan tanah.

Namun demikian, air tetap saja meluap ke Desa Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo dan Karangjompo, Kabupaten Pekalongan. (Eva Abdullah)

Terkait
Tanggul pantai jebol, warga Pekalongan Utara mengungsi

Tanggul Kali Pesanggrahan Jebol, air masuk rumah di Wonokerto Pekalongan Kota, Wartadesa. - Ratusan warga Pekalongan Utara mengungsi akibat tanggul Read more

Longsor, akses jalan Kasimpar-Yosorejo tertutup

Petungkriyono, Wartadesa. -  Akses jalan yang menuju kearah Desa Kasimpar dan Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan tertutup akibat longsor. Tebing Read more

Regana KB PII bantu warga terdampak rob di Kota Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya air laut pasang di pesisir utara Laut Jawa, Kota Pekalongan berdampak rob menggenangi beberapa wilayah Read more

Banjir rob di Wonokerto capai 1,5 meter

Wonokerto, Wartadesa. - Banjir rob di Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto mencapai 1,5 meter. Akibatnya, 14 warga dukuh tersebut Read more

selengkapnya
Bencana

BMKG perkirakan pertengahan bulan ini terjadi rob besar

rob pantaisari

Pekalongan Kota, Wartadesa. – BPBD Kota Pekalongan mengingatkan akan adanya gelombang laut tinggi yang bakal menyebabkan rob besar pada pertengahan bulan Juni 2020.

“Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Tanjung Emas, Semarang, potensi pasangnya gelombang air laut yang mengakibatkan banjir rob diperkirakan akan terjadi hingga akhir Juni 2020 mendatang,” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Saminta.

Saminta meminta warga Kota Pekalongan yang bermukim di pesisir laut Utara Jawa agar mewaspadai gelombang tinggi dan banjir rob. “Berdasarkan prediksi yang kami terima dari BMKG, puncak gelombang air laut pasang mulai tanggal 9 Juni hingga tanggal belasan (pertengahan Juni) hingga setinggi 100-110 sentimeter atau 1-1,1 meter. Oleh karena itu, kami minta masyarakat untuk tetap waspada, begitu juga dengan nelayan diimbau sementara ini saat kondisi gelombang laut tinggi agar tidak melaut,” lanjutnya.

Saminta menambahkan bahwa banjir rob di Kota Pekalongan sejak Mei kemarin merendam wilayah pesisir Pantai Slamaran, Kelurahan Krapyak.

“Banjir rob di Kota Pekalongan ini melanda hampir semua wilayah Kecamatan Pekalongan Utara yang ada tujuh kelurahan, namun yang paling terdampak di wilayah Slamaran, Kelurahan Krapyak setinggi 50-80 sentimeter atau selutut hingga lebih dari paha orang dewasa. Kami dari BPBD Kota Pekalongan telah melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan bencana dengan mengevakuasi warga yang rumahnya terendam rob tinggi dan mengalami sakit ke tempat pengungsian maupun kerabatnya yang lebih aman,” ujar Saminta.

Saminta menambahkan, banjir rob juga terjadi di wilayah Tirto RW 03, Kecamatan Pekalongan Barat dan Jalan Semarang, Kecamatan Pekalongan Timur. Namun, banjir rob di dua wilayah tersebut tidak separah di Kecamatan Pekalongan Utara. “Untuk yang di Kecamatan Pekalongan Barat ini terjadi karena luapan Sungai Meduri sebagai dampak gelombang pasang beberapa hari ini. BPBD bersama warga sudah melakukan penanganan kedaruratan dengan menutup tanggul bocor dengan karung isian tanah (sand bag) sebagaimana langkah awal penanganan kedaruratan banjir rob,” tambahnya.

Menurut Saminta, saat ini warga terdampak rob mengungsi di lima titik pengungsian. “Untuk titik pengungsian warga kami evakuasi ke beberapa titik lokasi yakni Mushola Al-Aqso Slamaran per malam hari tadi atau Selasa malam (2/6) ada 54 orang, Masjid Sunan Kalijaga Slamaran ada 37 orang, Masjid Muhajirin Slamaran ada 30 orang, di UPT Laboratorium Slamaran Fakultas Perinakanan Universitas Pekalongan ada 8 orang, dan di Kecamatan Pekalongan Barat tepatnya di Aula Kelurahan Tirto ada 10 orang pengungsi,” pungkas Saminta. (Eva Abdullah)

Terkait
Waspada! Banjir dan rob saat musim penghujan

Pekalongan, WartaDesa. - Perkiraan musim penghujan yang jatuh pada pertengahan bulan ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Read more

Bakal ada wisata pantai termegah di Kota Pekalongan

Pekalongan, Wartadesa. - Bakal hadirnya obyek wisata baru di Kota Pekalongan, yakni, wisata laut terbesar di Indonesia dalam waktu dekat Read more

Regana KB PII bantu warga terdampak rob di Kota Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya air laut pasang di pesisir utara Laut Jawa, Kota Pekalongan berdampak rob menggenangi beberapa wilayah Read more

Lima desa di Pemalang terendam rob

Pemalang, Wartadesa. - Dampak banjir rob di pesisir utara Kabupaten Pemalang dirasakan warga. Sedikitnya lima desa di Kota Ikhas terdampak, Read more

selengkapnya
Bencana

50 kios di Pasar Kalimas Pemalang hangus

pasar kalimas

Pemalang, Wartadesa. –  Api membakar Pasar Kalimas, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Ahad (24/05) sekitar pukul 14.00 WIB. Akibatnya 50 kios dalam pasar hangus.

Kepala Unit Pemadam kebakaran, Diar Hendrayanto mengatakan dugaan api berasal dari arus pendek atau korsleting. “Kami perkirakan api berasal dari salah satu kios yang disebabkan oleh hubungan pendek arus listrik,”kata Diar.

Beruntung kondisi pasar dalam keadaan sepi lantaran libur lebaran Idulfitri.

Regu pemadam kebakaran (Damkar) kata dia meluncur ke pasar Kalimas begitu mendapatkan informasi terjadi kebakaran. Bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri dan masyarakat Damkar berusaha memadamkan api.kobaran api.

Petugas mengalami kendala saat memadamkan api karena banyaknya warga yang menonton kebakaran dan angin kencang yang turut menambah kobaran api.

Kebakaran pasar Kalimas ini memang menarik perhatian warga yang saat itu menikmati libur Lebaran. Jalan Desa Kalimas yang menghubungkan Kalitorong-Randudongkal dan Kejene tersendat lalu lintasnya akibat kebakaran tersebut.

Syukur, saat jelang sore, api berhasil dipadamkan.  (Eva Abdullah)

Terkait
hendak ditangkap, ular sanca serang warga

Pemalang, WartaDesa. - Camin (60) petani asal Desa Sirangkang, Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah menjadi korban gigitan ular Sanca di pematang Read more

Hiburan boleh digelar pada siang hari dengan pembatasan

Pemalang, WartaDesa. - Pemkab Pemalang akhirnya memperbolehkan digelarnya kegiatan sosial budaya, seni pertunjukan dalam bidang keagamaan maupun hajatan, dengan membatasi Read more

Buron enam tahun, koruptor pupuk subsidi dibekuk

Pemalang, WartaDesa. - Dua tesangka pelaku tindak pidana korupsi pupuk subsidi PG Sumberharjo yang sempat buron selama enam tahun, berhasil Read more

Kabur saat ketahuan gasak toko kelontong, warga Ambowetan dibekuk

Pemalang, WartaDesa. - Meski sempat kabur saat ketahuan menggasak (mencuri) toko kelontong Jaya, AP (25), warga Ambowetan, Ulujami, Pemalang, berhasil Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Warga Simonet dapat paket bantuan dari PDNA Kabupaten Pekalongan

NA

Wonokerto, Wartadesa.– 55 paket bantuan sembako dibagikan kepada warga Dukuh Simonet–dukuh terisolir di pantai Wonokerto yang selalu terendam banjir rob, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan dan 60 paket sembako lainnya dibagikan kepada janda serta dhuafa, Kamis (21/05) lalu.

Pembagian paket sembako tersebut merupakan gelaran bakti sosial peduli bencana Covid-19 dan banjir rob di Dukuh Simonet, Desa Semut.

Ketua PDNA Kabupaten Pekalongan, Siti Khuzaiyah,  mengatakan bahwa paket bantuan merupakan kerjasama dengan Lazismu Kabupaten Pekalongan. “Saat ini telah terkumpul 115 paket dengan rincian 55 paket dibagikan kepada warga Semonet dan sisanya dibagikan kepada janda dan dhuafa di cabang ranting yang belum mendapatkan bantuan dari manapun,” kata Khuzaiyah.

Khuzaiyah menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Kabupaten Pekalongan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokerto, ortom, Kokam dan Ketua RT Semonet, yang sudah berkolaborasi dengan baik.

Selain itu, Khuzaiyah juga menyampaikan terima kasih kepada segenap masyarakat yang telah menyalurkan donasinya melalui PDNA Kabupaten Pekalongan.

“Ratusan warga Dusun Semonet, Desa Semut, Wonokerto memang hidup dikepungan banjir rob air laut ditengah wabah pandemi covid-19 selama bulan ramadhan ini. Bangunan pemecah gelombang yang dibangun pemerintah sudah tidak optimal mencegah banjir rob saat air laut pasang. Air rob pun terkadang masuk ke rumah hingga ketinggian 40 cm. Oleh karena itu warga Dukuh Semonet kesulitan mendapatkan kebutuhan sehari-hari karena nyaris terisolir.” Pungkas Khuzaiyah. (Fakhrudin/Jumadi/Eva Abdullah)

Terkait
Banjir rob di Wonokerto capai 1,5 meter

Wonokerto, Wartadesa. - Banjir rob di Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto mencapai 1,5 meter. Akibatnya, 14 warga dukuh tersebut Read more

Regana KB PII bantu warga terdampak rob di Kota Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya air laut pasang di pesisir utara Laut Jawa, Kota Pekalongan berdampak rob menggenangi beberapa wilayah Read more

Lima desa di Pemalang terendam rob

Pemalang, Wartadesa. - Dampak banjir rob di pesisir utara Kabupaten Pemalang dirasakan warga. Sedikitnya lima desa di Kota Ikhas terdampak, Read more

Bantu warga terdampak rob, Pemkab Batang buka dapur umum

Batang, Wartadesa. - Pemkab Batang mendirikan dapur umum di halaman Gor M Sarengat Batang, Jalan Letjend Soeprapto, Kasepuhan untuk membantu Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Warga Karangasem Utara tergenang rob, Dandim bagikan paket berbuka

rob

Batang, Wartadesa. – Banjir rob menggenangi warga warga kampung Nelayan Pasirsari, Karangasem Utara, Kabupaten Batang, Rabu (13/6/2020). Guna meringankan beban warga yang kena banjir, Dandim 0736/Batang Letkol Kav Henry RJ Napitupulu bersama Bupati Batang Wihaji dan Kapolres Batang AKBP Abdul Waras membagikan 350 kotak makanan berbuka puasa.

Dandim 0736/Batang Letkol Kav henry RJ Napitupulu mengatakan, kegiatan membagikan menu berbuka puasa ini adalah cara yang paling tepat karena langsung menyasar kepada warga terdampak yang membutuhkan.

“350 kotak menu berbuka ini dibagikan untuk masyarakat semua, karena ini tugas TNI/Polri selalu bersinergi membantu Pemda,” jelas Dandim Letkol Kav Henry RJ Napitupulu.

Semoga bantuan makanan siap saji yang diberikan oleh Forkopimda ini, dapat bermanfaat dan bisa meringankan beban warga yang terdampak banjir rob di tengah pendemi Covid-19 ,” kata Dandim.

Bupati Batang Wihaji menambahkan Forkopimda Batang berikhtiar semaksimal mungkin dengan memberikan makanan dari dapur umum yang diinisiasi oleh Kodim, Polres dan Pemkab yang langsung dibagikan kepada warga terdampak Covid-19 dan khusus hari ini di wilayah yang terkena rob,” ungkap Bupati Batang Wihaji.

Bupati menerangkan, melihat dari kondisi saat ini warga lebih membutuhkan makanan. Maka melalui dapur umum, Forkopimda akan berkelanjutan memgikannya kepada masyarakat untuk berbuka puasa, dengan tetap melihat skala prioritas.

“Kami selalu melihat prioritas sebelum membagikan menu berbuka puasa, saat ini dibagikan kepada warga terdampak rob, karena sudah tiga hari ini mereka tidak masak. Inilah bentuk ikhtiar Forkopimda, meskipun tidak sempurna tapi manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” terang Bupati Wihaji.

Sementara salah satu nelayan, Cahyo Basuki mengucapkan terima kasih kepada Pak Dandim bersama Pak Bupati dan Pak Kapolres , seluruh warga terutama para nelayan telah mendapatkan bantuan menu untuk berbuka puasa , yang sangat membantu ketika banyak yang terdampak Covid-19.

Kami berharap kepada pemerintah Kabupaten Batang selama banjir rob ini belum surut setiap harinya dapat meberikan bantuan berupa makanan untuk berbuka puasa,”harapnya.(Pen-0736)

Terkait
Waspada! Banjir dan rob saat musim penghujan

Pekalongan, WartaDesa. - Perkiraan musim penghujan yang jatuh pada pertengahan bulan ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Read more

Bakal ada wisata pantai termegah di Kota Pekalongan

Pekalongan, Wartadesa. - Bakal hadirnya obyek wisata baru di Kota Pekalongan, yakni, wisata laut terbesar di Indonesia dalam waktu dekat Read more

Regana KB PII bantu warga terdampak rob di Kota Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya air laut pasang di pesisir utara Laut Jawa, Kota Pekalongan berdampak rob menggenangi beberapa wilayah Read more

Lima desa di Pemalang terendam rob

Pemalang, Wartadesa. - Dampak banjir rob di pesisir utara Kabupaten Pemalang dirasakan warga. Sedikitnya lima desa di Kota Ikhas terdampak, Read more

selengkapnya