close

Bencana

BencanaSeni BudayaSosial Budaya

Jadi korban kebakaran dalam Workshop Batik Disperindag, Nur Maulidah butuh bantuan

korban luka bakar batik rifaiyah

Batang, Wartadesa. – Nur Maulidah (38) menjadi korban kebakaran dalam sebuah workshop (pelatihan) yang digelar oleh Disperindag Batang di pusat workshop Batik Rifaiyah, Desa Kalipucang Wetan, 11 Juli 2018 lalu.

Kejadian terjadi ketika tungku kayu bakar yang digunakan untuk proses pelorodan sulit dinyalakan. Berkali-kali api dinyalakan namun tidak berhasil menyala dengan sempurna. Melihat hal tersebut, salah seorang peserta pelatihan, menuangkan minyak tanah kedalam tungku kayu bakar.

Seketika api berkobar besar, dan menyambar salah seorang peserta bernama Nur Maulidah. Para peserta yang melihat kejadian tersebut panik. Korban kini dirawat di RSUD Kalisari Batang, di ruang isolasi Dahlia.

Kondisi Nur Maulidah sangat memprihatinkan. seluruh wajah dan sebagian tubuh hingga kaki mengalami luka bakar sangat kritis dan dalam keadaan hamil lima bulan.

Perempuan yang bersuamikan Abdul Kholik (45) yang sekarang dikaruniai dua orang anak tersebut telah lama meninggalkan aktivitas batik karena faktor ekonomi. Dia beralih menjadi pengrajin keset kaki. Pada saat digelar workshop batik oleh Disperindag, Nur Maulidah tertarik mengikuti pelatihan karena salah satu karya batiknya pernah dibeli oleh kolektor dari Jakarta.

Bupati Batang, Wihaji, Sabtu (14/07) menjenguk Nur Maulidah. Orang nomor satu di Alas Roban ini memberikan semangat atas musibah yang menimpa dirinya. Wihaji berharap agar Nur Maulidah tabah dan tetap semangat kembali menggeluti seni kerajinan batik.

“Musibah itu tentu menjadi perhatian pemerintah daerah dan problemnya selain pasien tersebut merupakan orang kurang mampu, maka atas nama pemerintah hadir untuk membantu semampu kita,” ujar Wihaji.

Wihaji memerintahkan dinas terkait untuk bisa menjenguk dan memberikan kepastian layanan. Dia juga meminta agar pihak rumah sakit memberikan pelayanan dan perhatian terbaik untuk Nur Maulidah.

Terpisah, mengingat kondisi ekonomi keluarga Abdul Kholik-Nur Maulidah,  komunitas BATANG HERITAGE  membuka layanan donasi untuk disalurkan kepada korban. Donasi dapat dikirimkan ke,

Nomer Rekening Donasi:

1. BANK MANDIRI
1390017762307
PRASETIYO WIDHI
HP/WA: 082225577959

2. BCA
2380374334
MJA NASHIR
0818288889

Bagi donatur yang telah mentransfer donasi dimohon konfirmasi ke nomer kontak tersebut. Donasi yang masuk rekening, diupdate secara transparan di FB Batang Heritage. (WD)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Pabrik tekstil Lokatex terbakar

lokatex terbakar

Pekalongan, Wartadesa. –  Kebakaran hebat terjadi di PT Lokatex di Desa Pait, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Rabu (11/07) sekira pukul 11.00 WIB. Akibatnya lalu-lintas di jalur pantura Pekalongan agak tersendat.

Menurut salah satu karyawan PT Lokatex, kebakaran terjadi akibat percikan las yang mengenai bahan yang mudah terbakar.

“Api dari lantai satu, saat ada pekerja yang sedang mengelas. Ada percikan api dari las yang mengenai bahan mudah terbakar. Awalnya api kecil namun dalam waktu singkat merambat dan menghanguskan kantor dilantai dua tepatnya di ruang percetakan,” Tutur Ahmad.

Beberapa karyawan sempat berusaha memadamkan api dengan alat pemadam api ringan. Namun api keburu makin membesar, hingga akhirnya diputuskan untuk menghubungi pemadam kebarkaran.

“Saya dan kariawan lain sempat berusaha memadamkan api, tapi api tetap membesar kemudian kami menghubungi pemadam kebakaran,” lanjut Ahmad.

Karyawan kemudian menyingkirkan gulungan kain dan bahan-bahan lain yang mudah terbakar untuk menghindari dari kobaran api.

Petugas kebakaran dari Kabupaten dan Kota pekalongan yang datang, berjibaku memadamkan api. Hingga sekira pukul 13.00 WIB api berhasil dipadamkan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, total kerugian material hingga saat ini masih di inverntarisir.  (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

1,3 KM geotube di Kandang Panjang ambles

ilustrasi geotube

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Geotube (tanggul penahan gelombang dengan menggunakan karung yang diisi dengan pasir) di pesisir Kelurahan Kandang Panjang dan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan ambles. Akibatnya, rob di wilayah tersebut masih tetap tinggi. Karena air dari laut langsung masuk ke permukiman warga.

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Pekalongan Slamet Miftahudin, sepanjang 1,3 KM geotube yang ambles teresebut, 200 meter diantaranya rusak, sehingga harus segera diperbaiki. Sedang yang mengalami ambles, harus segera ditinggikan.

Miftahudin menambahkan bahwa amblesnya geutube tersebut lantaran tergerus dari dua sisi. Geutube tergerus dari sisi belakang, yangki Kali Bitingan dan dari sisi depan, berupa terjangan ombak.

Walikota Pekalongan, Mochammad Saelany Machfudz, mengatakan bahwa ambles dan rusaknya geotube tersebut menjadi biang keladi rob di Kota Pekalongan yang tidak kunjung surut. Demikian disampaikan saat meninjau lokasi, Selasa (10/07).

Menurutnya, karena yang berwenang mengatasi permasalahan seputar pantai dan geotube adalah pemerintah provinsi. Pihaknya telah menyurati BBWS Pemali Juana. Dalam surat tersebut, Pemkot Pekalongan mengajukan bantuan dana untuk memperbaiki geotube yang rusak dan ambles tersebut.

”Saya sudah buat surat ke BBWS agar segera dibantu, diutamakan. Sebab, kalau menunggu pembangunan tanggul rob selesai, masih lama, Sehingga dalam rentang waktu tersebut masyarakat masih terkena rob. Untuk mengurangi hal itu, geotube harus segera diperbaiki,” paparnya. (WD)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikSosial Budaya

Longsor susulan Lebakbarang, akses hanya bisa lewat motor

longsor lanjutan lebakbarang

Lebakbarang, Wartadesa. – Hujan deras yang mengguyur Lebakbarang, Senin (25/06) siang menyebabkan longsor susulan terjadi di Desa Sidomulyo. Setelah sebelumnya, Sabtu (23/06) longsor sepanjang 20 meter, lebar 10 meter dan tinggi 10 meter memutus akses jalan Sidomulyo-Tembelang Kecamatan Lebakbarang, Kabuaten Pekalongan.

Longsor susulan pada Sabtu kemarin, menurut laporan pewarta Wartadesa di lokasi kejadian, terjadi sekira pukul 16.00 WIB. Longsor terjadi akibat hujan yang cukup deras mengguyur wilayah tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kemarin, sementara akses jalan hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki.

Longsor susulan di Sidomulyo Kecamatan Lebakbarang terjadi Senin sore akibat hujan deras. Foto: Budi Rahayu Setiawan/Wartadesa

Sebelumnya pada Ahad (24/06), warga bersama BPBD, PU dan Koramil dan Babhinsa Lebakbarang telah melakukan pembersihan material longsor yang terjadi sehari sebelumnya, Sabtu (23/04).

Dengan dibantu peralatan excavator dari PU Kabupaten Pekalongan, kondisi jalan sudah bisa dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, kondisi tanah yang labil dan retak-retak ditambah dengan guyuran hujan yang cukup deras, longsor kembali terjadi pada Senin sore.

Selain di Lebakbarang, longsor dan pohon tumbang juga terjadi di ruas jalan Linggo Asri Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Senin siang. Akibatnya ruas jalan Kajen-Linggo Asri hanya bisa digunakan pengguna moda transportasi roda dua.

Petugas mengatur lalu-lintas ketika terjadi longsor di ruas jalan Linggo Asri Kajen, Senin (25/06) siang.

Petugas dibantu warga langsung melakukan evakuasi material longsor dan pohon tumbang, agar ruas jalan dapat digunakan kembali oleh warga.

Rita Elvina (26), warga Wonopringgo yang melitas ruas jalan tersebut mengungkapkan bahwa longsor dan pohon tumbang terjadi  akibat hujan deras.

“Aku mau jam 11.00 WIB lewat Linggo Asri, arep neng Paninggaran, udan gede … ono wit ambruk sing ngalangi dalan. Pas baline malah terjadi longsor,” ujarnya, Senin (25/06). (Budi Rahayu Setiawan)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Fakta menarik jembatan Kalikeruh Luragung Kandangserang

warga luragung menyeberang kali
  • Keindahan kalikeruh Desa Luragung Kandangserang Kabupaten Pekalongan

Kandangserang, Wartadesa. – Paska jembatan Kalikeruh Desa Luragung Kecamatan Kandangserang yang menghubungkan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang, ini putus, warga harus menyeberangi sungai untuk berinteraksi dan beraktivitas. Bertaruh nyawa.

Jembatan tersebut menghubungkan wilayah Desa Luragung, Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, dengan Kecamatan Watu Kumpul, Kabupaten Pemalang.

Putusnya jembatan DAS Kalikeruh tersebut, bukan hanya menghambat jalur akses ekonomi, namun meyulitkan warga kedua kabupaten yang bekerja dan bersekolah di Kabupaten Pekalongan maupun Pemalang.

Bupati Asip mengungkapkan bahwa jembatan Kali Keruh dibangun pada tahun 2003 oleh Pemerintah Propinsi (Pemprov) Jateng dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat. “Jembatan ini merupakan akses bagi anak-anak sekolah dan pedagang, baik warga Kabupaten Pekalongan dan Pemalang yang melakukan aktivitas perekonomian di kedua kabupaten. Karena itu, menuntut penanganan segera,” katanya, Ahad (18/02)

Asip berjanji  dalam waktu dekat atau minggu akhir bulan Februari, segera dibangun jembatan darurat. Sehingga, warga kedua kabupaten tidak lagi kesulitan, mengingat jalan di Kabupaten Pekalongan menuju Kabupaten Pemalang sudah sangat bagus dengan posisi dicor dan diaspal bagus. “Untuk kepentingan masyarakat, karena vital, akses dua kabupaten, paling tidak dibangun jembatan darurat dahulu,” tandas Bupati Asip. (Dokumentasi dari berbagai sumber)

 

 

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Lupa mematikan pompa air, rumah warga Bebel ludes dilalap api

kebakaran

Wonokerto, Wartadesa. – Karena lupa mematikan pompa air (sanyo, sebutan orang Pekalongan), rumah milik Nadhirin (60), warga Desa Bebel Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan, ludes dilalap api.

Kejadian berlangsung Jum’at (22/06) malam tersebut dietahui oleh korban saat duduk-duduk di teras rumahnya. Nadhirin, selepas menyalakan pompa air, kemudian pergi ke teras depan rumanya untuk duduk-duduk. Selang 20 menit berikutnya, korban melihat kepulan asap dari dalam rumahnya.

Kontan saja korban berteriak meminta tolong warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan korban langsung berdatangan untuk membantu memadamkan api yang melalap rumah.

Kemudian warga langsung melapor ke Polsek Wiradesa bahwa ada kebakaran, mendapat laporan tersebut anggota pihak Kepolisian langsung menuju ke lokasi kejadian dan menghubungi pemadam kebakaran.

Selang beberapa menit kemudian sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Kota dan Kabupaten Pekalongan tiba di lokasi, hingga pukul 21.15 WIB api berhasil dipadamkan.

Tidak ada korban jiba dalam kejadian tersebut namun kerugian material ditaksir mencapai setengah miliar. “Kejadian kebakaran tersebut tidak sampai memakan korban jiwa, namun kerugian korban ditaksir mencapai Rp. 500.000.000,-.”, kata Iptu Akrom, Humas Polres Pekalongan.

Teras SMPN 3 Kajen Terbakar

Sementara itu, sebelumnya api membakar teras SMPN 3 Kajen di Desa Gandarum Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan, Rabu (20/06) siang.

Kebakaran terjadi sekira Pukul 11.30 WIB. Informasi kejadian bermula saat Eko (56), bersama kedua temannya Teguh (28) dan Rohman (28) sedang membongkar plafon teras ruang perpustakaan SMPN 3 Kajen. Saksi kemudian melihat percikan api di atas plafon dan langsung membakar aluminium foil yang berada di atas plafon tersebut.

“Para saksi ini kemudian bergegas mengambil air untuk memadamkan kobaran api dan meenghubungi Polisi serta pemadam kebakaran,” ucap Kasubbag Humas.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp. 3 juta.  “Alhamdulillah ketika petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi api sudah dapat dipadamkan oleh Eko dan kawan-kawannya. Sementara ini percikan api yang mengakibatkan kebakaran diduga karena hubungan arus pendek listrik,” pungkas Iptu Akrom. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Tertutup longsor di Sidomulyo, 4 travel tak bisa lanjutkan perjalanan

longsor sidumulyo

Lebakbarang, Wartadesa. – Sebanyak 70 penumpang dari empat mobil travel jurusan Jakarta tidak bisa berangkat melanjutkan perjalanan lantaran ruas jalan Lebakbarang-Sidomulyo tertimbun longsor. Sabtu (23/06).

Pewarta Wartadesa di lokasi kejadian melaporkan bahwa hujan berintensitas sedang sejak siang hari, yang mengguyur selama dua jam lebih membuat tanah di wilayah Desa Sidomulyo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan yang labil dan retak-retak, menjadi penyebab longsor.

Lokasi longsor di Sidomulyo merupakan wilayah rawan longsor, berjarak kurang dari 50 meter dari lokasi longsor sebelumnya.

Longsor menutup akses jalan Sidomulyo-Lebakbarang, Sabtu (23/06). Foto: Budi Rahayu Setiawan/Wartadesa

Sutoyo (40), salah seorang penumpang travel jurusan Lebakbarng-Jakarta yang hendak kembali bekerja di Ibukota menceritakan, longsor terjadi sekira pukul 17.10 WIB. “Longsor sekitar jam 17.0 WIB mas … akibat hujan turus dari siang hari, … kami ada empat buah travel dengan total penumpang 70 orang tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Ditunda sampai besok mas … nunggu warga membersihkan material longsor,” tuturnya.

Hal yang sama diungkapka oleh Andi (32), warga Sidomulyo. “Terpaksa saya menunda keberangkatan travel saya yang membawa penumpang tujuan Jakarta,” ujarnya.

Sementara salah seorang sopir jurusan Lebakbarang-Karanganyar, Wastejo (50) mengungkapkan bahwa kemungkinan dirinya tidak bisa segera bekerja seperti biasa, mengingat pembersihan material oleh warga yang akan dilakukan besok hanya menggunakan cara manual.

 “Kemungkinan besok libur narik angkutan. Jika hanya menggunakan tenaga manusia akan memakan waktu berhari hari.” Ujar Wastejo.

Pewarta Wartadesa melaporkan bahwa material longsor berupa tanah dan batu, menutup badan jalan dengan ketinggian dua meter. Hingga tidak bisa dilalui moda transportasi apapun, Akibatnya akses warga terisolasi.

Longsor juga menyebabkan beberapa rumah di wilayah Desa Sidomulyo disekitar area, mengalami retak-retak. Hingga berita ini diturunkan, penghuni rumah yang mengalami retak-retak belum melakukan pengungsian. Meski demikian warga bersiap-siap dan waspada menjaga kemungkinan yang terjadi. (Budi Rahayu Setiawan)

Bacaan terkait

Longsor, Lebakbarang terisolir

Longsor di Petungkriyono dan Lebakbarang, akses jalan terputus

Longsor Lebakbarang, evakuasi material dilanjutkan pagi ini

 

 

selengkapnya
BencanaKesehatanLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Warga Panjang Baru dirikan tanggul darurat penahan gelombang

ilustrasi karungpasir

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Warga Kelurahan Panjang Baru Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan bergotong-royong membangun tanggul penahan gelombang tinggi dengan karung berisi pasir dan batu. Pembangunan tanggul tersebut untuk mengatisipasi tingginya gelombang yang diprediksi akan terjadi di wilayah Utara Pekalongan.

Tanggul yang dibuat oleh warga memang sangat sederhana. Warga memanfaatkan karung sebagai media. Karung diisi dengan pasir dan batu kemudian ditata sedemikian rupa, berjajar sepanjang pantai di Jalan Kunti.

“Dengan bahan seadanya, warga bergotong royong, karung-karung yang ada kemudian kita isi dengan pasir dan batu. Kemudian kita taruh di sepanjang pantai Jalan Kunti,” tutur Winoto, warga setempat.

Winoto menambahkan bahwa tujuan dibanggunnya tanggul tersebut untuk menghalangi gelombang tinggi langsung ke daratan, tetapi mengenai dulu tanggul.

Selain itu, masih menurut Winoto, pemasangan karung di sepanjang pantai Jalan Kunti tersebut jug ntuk mengantisipasi banjir rob susulan.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Panjang Baru, Aiptu Haryanto mengungkapkan bahwa keterlibatan pihak kepolisian dalam kegiatan pemasangan karung yang difungsikan sebagai penahan gelombang tinggi merupakan kebahagiaan tersendiri.

Pihak kepolisian turut bangga serta mendukung penuh atas apa yang dilaksanakan jajarannya khususnya untuk membantu kesulitan rakyat.  (Eva Abdullah)

 

selengkapnya
BencanaLayanan PublikSosial Budaya

Korban banjir rob butuh pakaian layak

rob pekalongan senin

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Banjir rob di Kelurahan Pasirsari hingga wilayah Boyongsari di Kecamatan Pekalongan Utara paska lebaran 2018 ini sudah masuk ke rumah warga selama dua hari. Warga yang sejak awal sudah mengetahui bahwa akan ada lagi banjir rob pada lebaran hingga tanggal 20 Juni mendatang, sudah bersiap-siap mengungsikan barang-barang kepunyaan warga di tempat yang lebih tinggi.

Menurut Eka Septia, relawan banjir rob Kota Pekalongan, warga di wilayah Panjang Wetan dan Boyongsari di Kecamatan Pekalongan Utara, saat ini membutuhkan pakaian layak pakai.

Baca: Lebaran dua hari, Pekalongan kembali direndam rob

Seribu kado Ramadhan untuk korban banjir rob dibagikan 

Kota Santri diprediksi kembali dilanda rob

 

“Untuk saat ini, anak-anak membutuhkan pakaian layak pakai dan popok kertas bayi (orang Pekalongan menyebutnya pempers). Anak-anak ini sering menjadikan banjir sebagai mainan, sehingga pakaian mereka cepat basah dan butuh ganti secepatnya agar terhindar dari penyakit,” tuturnya kepada Wartadesa, Senin (18/06).

Kami juga membutuhkan pakaian layak pakai untuk orang dewasa, sehingga dalam kesempatan ini kami menghimbau bagi warga Pekalongan yang mempunyai pakaian bekas pantas pakai, untuk disumbangkan kepada para korban bencana rob. Lanjut Eka.

Eka menambahkan, “Mengingat bantuan pakaian layak pakai ini bersifat segera, mohon untuk para donatur bisa menyerahkan langsung kepada Tim Peduli Bencana Rob Pekalongan maupun posko bencana rob terdekat, atau langsung kepada warga terdampak,” Pungkasnya.

Seperti diberitakan wartadesa sebelumnya, banjir rob kembali masuk kerumah warga Pasirsari dan wilayah-wilayah langganan rob sejak dua hari selepas lebaran. Ketinggian air mencapai 20 hingga 30 centimeter. Banjir rob kali ini sebelumnya sudah diprediksi oleh BMKG dengan memberikan peringatan dan sosialisasi kepada warga. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Lebaran dua hari, Pekalongan kembali direndam rob

rob depan tpi kota

Pekalongan, Wartadesa. – Banjir rob kembali merendam wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan dua hari selepas lebaran, Ahad (17/06). Pantauan Wartadesa, kondisi rob di depan TPI Kota Pekalongan mulai naik sejak pukul 13.00 WIB. Demikian juga di wilayah Panjang Wetan, genangan air rob terus naik.

Nurul Annisa, warga Panjang Wetan mengungkapkan bahwa sejak pagi, air mulai naik, “Belum sebesar banjir rob yang kemarin, tapi air mulai naik sejak pagi hari. Hingga siang ini air terus naik. Semoga pemerintah kota segera tanggap,” tuturnya.

Baca: Kota Santri diprediksi kembali dilanda rob besar pada 20 Juni mendatang

Ketinggian air rob saat ini sekitar 30 centimeter di jalan depan TPI Kota Pekalongan meski jalan sudah ditinggikan.

Winoto, warga Pasirsari menyebut bahwa tiga jam terakhir, air rob makin naik. “Sejak pagi tadi mas …. air mulai naik, tiga jam ini hampir seluruh wilayah Pekalongan Utara terkena dampak rob.” Tuturnya.

Winoto menambahkan bahwa saat ini ombak di pantai pasir sari tinggi, “Ombak saat ini tinggi, hingga melewati tanggul. Kami disini sudah mulai siaga satu mas …. jika bajir rob besar kembali terjadi.” Lanjutnya.

Namun demikian, menurut Winoto, sore hari ini, air kembali surut. “Alhamdulillah …. mulai pukul 15.00 WIB ini air mulai surut,” tambahnya.

Kondisi air laut pasang dan rob yang semakin tinggi juga terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan, Dyan Retnanti, warga Api Api Wonokerto mengungkapkan bahwa air di kampungya mulai tinggi. “Air rob makin tinggi mas, ketinggian air sekarang bertambah sekitar 20 hingga 30 centimeter dari sebelumnya,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP), memprediksi akan terjadi peningkatan air pasang yang cukup tinggi di wilayah Laut Jawa Pekalongan. Sesuai prediksi air laut periode tanggal 14 Juni sampai dengan 20 Juni 2018.

Elevasi air laut atau air pasang tertinggi 40,37 akan terjadi pada hari Ŕabu Legi, tanggal 20 Juni 2018 Jam 16.00 WIB. Dan akan mengalami surut terendah pada hari yang sama jam 23.00 WIB, mencapai – 39,55. Hal ini menjadi ancaman rob besar bagi warga pesisir Kota Santri dan sekitarnya, di saat Hari Lebaran berlangsung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko mengungkapkan, kajian riset dari BRSDM KP, menyebutkan, bahwa pada tanggal 20 Juni akan terjadi puncak kenaikan air pasang di wilayah PPN Pekalongan.

Dijelaskan, prediksi elevasi air laut di lokasi PPN Pekalongan untuk periode 14-20 Juni 2018, akan terjadi air pasang tertinggi, tepatnya pada 20 Juni 2018, pukul 16.00 WIB. Kemudian, akan terjadi pula surut terendah pada 20 Juni 2018, tepatnya pukul 23.00 WIB. (Ali Bana)

selengkapnya