close

Bencana

BencanaSosial Budaya

Bukit Banowati terbakar, api padam selang 2 jam

kebakaran bukit banowati

Pemalang, Wartadesa. – Api melahap tanaman perdu dan semak belukar sepanjang garis satu kilometer di lahan perhutani petak 68 Bukit Banowati, Desa, Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Senin (23/09) sore.

Warga dibantu dengan personel Polres, Kodim 07/11 Pemalang bersama petugas dari perhutani langsung memadamkan api. “Setelah menerima laporan adanya kebakaran lahan, Polsek Watukumpul melaksanakan koordinasi dengan Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Desa Bongas Kecamatan Watukumpul dan Keasperan Kecamatan Randudongkal,” kata Kapolres Pemalang melalui Kabag Ops Kompol Alkaf Chaniago.

Alkaf Chaniago mengungkapkan bahwa sepanjang satu kilometer lahan terbakar. “Lahan yang terbakar berupa tanaman perdu dan semak belukar dengan panjang segaris sekitar 1 km,” ungkapnya.

Kerjasama antara warga dan petugas yang tergabung dalam Kompi Tanggap Bencana akhirnya membuahkan hasil, setelah mereka berjibaku memadamkan api, dua jam kemudian api berhasil dipadamkan. “Berkat kerjasama personil TNI-Polri, Perhutani bersama sekitar 100 orang warga masyarakat, api dapat dipadamkan dalam waktu 2 jam,” kata Alkaf Chaniago.

Alkaf Chaniago mnghimbau warga untuk mengantisipasi sedini mungkin setiap potensi kebakaran hutan. “Kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan kita, diharapkan masyarakat dapat mengantisipasi sedini mungkin setiap potensi kebakaran hutan dan lahan di lingkungannya,” harapnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Hutan karet Rogoselo terbakar

kebakaran hutan karet

Doro, Wartadesa. – Hutan karet di Blok Sawahan, Dukuh Sawahan, Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan terbakar, Jum’at (13/09) siang, selepas sholat Jum’at. Penyebab kebakaran hingga saat ini tidak diketahui.

Kebakaran diketahui saat mandor Produksi getah Karet di Blok A PTPN IX Sawahan kebun Blimbing Afdeling Warangan, melihat asap dari PTPN 9 Warangan Blok Sawahan tahun tanam 2010. Saat dicek, ternyata api sudah membakar daun dan ranting kering.

Sang mandor kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Sinder, Fery Hariyanto. Bersama warga, anggota TNI/Polri, Fery langsung berusaha memadamkan api yang membakar lahan kebun karet seluas 5 hektar tersebut. Beruntung api dapat dipadamkan dua jam setelah kejadian, sekitar pukul 14.20 WIB.

Petugas bersama warga kemudian melakukan penyisiran untuk memastikan api benar-benar sudah padam di kebun karet Blok Sawahan, Dukuh Sawahan Desa Rogoselo   milik PTPN IX kebun Blimbing Afdelling Warangan.

Tidak ada kerugian baik materil maupun korban jiwa serta yang terbakar adalah dedaunan kering,ranting kering, rerumputan dan mangkok sadap getah karet. Hingga saat ini sumber api belum diketahui.

Kebakaran lahan dengan tanaman pohon jati, dialami oleh warga. Kebakaran terjadi, diduga ulah orang tidak bertanggung jawab yang membakar kebun jati milik Aban Falahi, warga Desa Kranji, Kabupaten Pekalongan.  Aban mengatakan bahwa kebakaran terjadi Jum’at siang, namun ia tidak tahu siapa pelakunya. Ia hanya geram kepada pelaku yang diduga sengaja melakukan pembakaran kebun.

Sebelumnya, Hutan Karet PTPN IX Jolotigo, Talun Kabupaten Pekalongan seluas 5 hektar terbakar, Rabu (11/09). Puluhan warga dibantu oleh petugas kepolisian Polsek Doro, bersama karyawan PTPN bahu-membahu memadamkan api yang melalap hutan karet di blok Blabar di Dukuh Kecembung, Desa Randusari Kecamatan Doro.

Pemadaman api dilakukan secara manual dengan menggunakan dahan dan ranting yang ada daun hijaunya. Beruntung, api segera dapat dipadamkan. “Yang terbakar hanya rerumputan yang kering serta semak-semak di bawah pohon karet,” ujar Aiptu Suharno.

Suharno berpesan serta menghimbau kepada warga masyarakat agar pada musim kemarau panjang ini jangan membakar sampah atau apapun tanpa adanya pengawasan, serta jangan membuang puntung rokok sembarangan sehingga dapat menimbulkan kebakaran yang dapat merugikan, baik material dan jiwa yang tidak kita kehendaki bersama. (Eva Abdullah/Suharno)

Terkait: https://www.wartadesa.net/hutan-karet-jolotigo-terbakar/

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Api lalap tempat perakitan sepeda, 32 unit dan uang 19 juta ludes

kebakaran kebondalem

Pemalang, Wartadesa. – Kabar duka menimpa rumah milik Ismail (50), warga Jalan Serayu Kelurahan Kebondalem, Kecamatan/Kabupaten Pemalang. Rumah sekaligus bengkel perakitan sepeda rusak parah, sementara 32 unit sepeda dan uang total senilai Rp. 19 juta ludes, dalam kebakaran, Jum’at (13/09) pukul 06.15 WIB.

Ismail bagi pecinta sepeda di Pemalang, dikenal sebagai Om Mail tidak menyangka bahwa rumahnya yang berada di Rt. 01 Rw 07 akan terbakar, saat itu ia sedang tidur. Tiba-tiba saja tangannya kejatuhan api dari atap kamarnya.  Ismail mengungkapkan, saat ia bangun api sudah membesar, kemudian ia minta tolong sembari keluar rumah.

Warga dibantu tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan api setelah satu jam upaya pemadaman. Diduga penyebab kebakaran akibat korsletig arus listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp. 200 juta.

Salah seorang warga setempat, Malvin Elzamany, membuka rekening donasi untuk meringankan beban Ismail. “Bagi teman sahabat yang berkenan ikut membantu meringankan beban musibah ini, silahkan bisa saya bantu menyampaikan kepada beliau dan keluarga melalui rekening BCA 8690755158 atas nama Malvin Elzamany.” Tuturnya. (Eky Diantara)

selengkapnya
BencanaLingkunganSosial Budaya

Hutan karet Jolotigo terbakar

hutan karet

Doro, Wartadesa. – Hutan Karet PTPN IX Jolotigo, Talun Kabupaten Pekalongan seluas 5 hektar terbakar, Rabu (11/09). Puluhan warga dibantu oleh petugas kepolisian Polsek Doro, bersama karyawan PTPN bahu-membahu memadamkan api yang melalap hutan karet di blok Blabar di Dukuh Kecembung, Desa Randusari Kecamatan Doro.

Pemadaman api dilakukan secara manual dengan menggunakan dahan dan ranting yang ada daun hijaunya. Beruntung, api segera dapat dipadamkan. “Yang terbakar hanya rerumputan yang kering serta semak-semak di bawah pohon karet,” ujar Aiptu Suharno.

Suharno berpesan serta menghimbau kepada warga masyarakat agar pada musim kemarau panjang ini jangan membakar sampah atau apapun tanpa adanya pengawasan, serta jangan membuang puntung rokok sembarangan sehingga dapat menimbulkan kebakaran yang dapat merugikan, baik material dan jiwa yang tidak kita kehendaki bersama. (Eva Abdullah/Suharno)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Kebakaran hutan landa Bukit Sipandu

kebakaran sipandu

Batang, Wartadesa. – Bukit Sipandu Dieng, perbatasan Batang-Banjarnegara, Jawa Tengah mengalami kebakaran. Warga dibantu petugas gabungan dan relawan, langsung melakukan pemadaman.  Kamis (05/09).

Diketahui bukit Sipandu terbakar sejak kamis sekitar pukul 18.30 WIB. Bukit yang berada di 2000 mdpl (meter diatas permukaan laut) terlihat membara. Warga dengan peralatan seadanya dan sumber air terbatas bersama tim gabungan dan relawan, bahu-membahu memadamkan api. Namun kondisi musim kemarau dan tiupan angin, api terus membakar kayu dan dedaunan kering di hutan tersebut.

Kobaran api terlihat jelas dari Dukuh Sigemplong, Desa Prantern, Kecamatan Bawang, Batang. Warga bersama petugas berusaha menggeser pipa air dari bukit Sipandu yang baru satu tahun dipasang, agar tidak ikut terbakar.

“Kalau sampai pipa air dari sumber mata air Gunung Perahu itu terbakar, warga akan kesulitan mendapatkan air lagi karena itu satu-satunya sumber air yang ada di desa kami,” kata Kepala Dusun Sigemplong, Sumadi, Jumat, 6 September 2019, dikutip dari Media Indonesia.

Kepala BPBD Batang, Ulul Asmi mengungkapkan bahwa pihaknya langsung mengerahkan petugas menuju titik api. Medan lokasi kebakaran cukup berat dan banyaknya kayu, ranting dan daun kering, lanjut Ulul, membuat pemadaman hutan sulit dilokalisir.

Sementara Komandan Koramil 04 Bawang, Kapte INf Amin mengatakan hingga saat ini petugas tim gabungan masih berjibaku memadamkan api.  “Kita masih terus berjibaku memadamkan api, dikhawatirkan akan merambat ke wilayah lain apalagi tidak jauh dari lokasi ada sumber gas bumi,” ucap dia. (Sumber: Media Indonesia)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Kebakaran rumah Sobirin belum diketahui penyebabnya

kebakaran bantarbolang

Pemalang, Wartadesa. – Penyebab kebakaran yang menghanguskan rumah beserta seluruh isinya keluarga Sobiri, warga Desa Wanarata, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Rabu (04/09) pukul 07.00 WIB kemarin belum diketahui. Petugas kepolisian setempat masih mencari dan melakukan penyelidikan.

Kebakaran pagi tersebut dilaporkan oleh warga setempat, petugas kemudian langung mendatangi tempat kejadian di Rt. 29/07 Bantarbolang, bersama dua unit pemadam kebakaran.

Api berhasil di padamkan 09.30 WIB oleh dua unit mobil Damkar Pemalang di bantu petugas dan warga sekitar.

“Dari hasil cek TKP bahwa titik api berasal dari dalam rumah, kerugian sekitar dua puluh lima juta rupiah dengan area yang terbakar dua kamar tidur, ruang tamu dan tidak ada korban jiwa” ujar Iptu Heru Irawan, Kapolsek Bantarbolang.

Heru menambahkan, penyebab pasti kebakaran   masih dalam penyelidikan lebih lanjut. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Percikan boks skring listrik bakar rumah di Klayeran

ilustrasi kebakaran

Pemalang, Wartadesa. – Akibat percikan boks (kotak) sekring listrik rumah milik Wasrun (50) warga Klayeran, Kecamtan Petarukan, Kabupaten Pekalongan, menyebabkan kebakaran dan merembet dua rumah di sebelahnya, Ahad (01/09) siang, sekitar pukul 12.00 WIB.

Keterangan dari istri Wasrun, saat ia sedang berada di dalam rumah. Ia melihat percikan api dari sekring boks listrik di dalam rumahnya. Api kemudian membesar dan melalap rumahnya. Melihat hal tersebut, ia keluar rumah sambil berteriak minta tolong.

Warga sekitarpun berhamburan datang untuk menolong korban, dengan peralatan seadanya warga bergotong-royong memadamkan api. Petugas kepolisian yang dihubungi warga, langsung menghubungi petugas kebakaran untuk memadamkan api.

Namun karena jarak rumah yang berdemptetan, api merembet ke rumah milik Rusminingsih (50), dan Casiyan (47), tetangganya.

Api baru bisa dipadamkan setelah sekitar satu jam, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dua rumah milik Wasrun dan Rusminingsih ludes terbakar, sementara rumah milik Casiyan hanya sebagian yang dilalap api. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.  (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Empat kios di Sugihwaras ludes, ini penyebabnya

kios terbakar

Pemalang, Wartadesa. – Empat kios di Dukuh Krasak, Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan/Kabupaten Pemalang ludes dilalap si jago merah. Kamis (29/08).

Kios dengan bahan bangunan semi permanen membuat api cepat membesar. Kebakaran yang terjadi sore sekitar pukul 15.30 WIB  tersebut berada di lahan milik Pemkab Pemalang, tanpa ijin.

Awal kebakaran diketahui oleh Warun (55), warga Dukuh Krasak Rt. 01/15 saat sedang mengecat peralatan layos (tenda seng) di kiosnya. Karena ada tamu di rumahnya, Warun pulang. Selang 15 menit berikutnya Jamsari dan Ariyanto, mendapati kios milik Warun dalam keadaan terbakar atapnya. Mereka kemudian mengabarkan kejadian tersebut kepada Warun.

Kondisi musim kemarau, angin kencang dengan kios yang terbuat dari papan, menyebabkan api semakin membesar. Api dari kios milik Warun pun merembet ke bengkel motor milik Ridwan (37), kios rongsok milik Imam (45), dan kios yang difungsikan untuk garasi milik Aji Wibowo (44), seorang TNI AL warga setempat.

Pemadam kebakaran yang datang, dibantu oleh warga segera memadamkan api. Api dapat ditaklukkan sekitar pukul 16.30 WIB.

Kerugian material yang dialami oleh Warun berupa satu unit mobil Suzuki Ertiga dan bngunan senilai Rp. 130 juta. Ridwan mengalami kerugian senilai Rp. 10 juta, sedangkan Imam menderita kerugian sebesar Rp. 1 juta.

Total kerugian materiil keseluruhan senilai kurang lebih Rp.144 juta. Penyebab kebakaran diperkirakan akibat korsleting arus listrik. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLingkunganSosial Budaya

Hutan pinus Gumelem Petungkriyono terbakar

kebakaran petung

Petungkriyono, Wartadesa. – Hutan pinus di petak 29 M RPH Gumelem BKPH Doro, KPH Pekalongan Timur di Desa Gumelem, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan seluas 1,70 hektar, terbakar kemarin, Senin (19/08) pukul 10.30 WIB.

Musim kemarau membuat api yang diduga berasal dari putung rokok yang dibuang warga, membuat semak yang terbakar merangsek ke pepohonan pinus hingga menyebabkan kebakaran hutan. “Api dengan cepat merambat ke pohon akibat tiupan angin, hingga hutan pinus ini yang diperkirakan 1,70 hektare mengalami kebakaran,” ujar Iptu Akrom, Kasubbag Humas Polres Pekalongan, Selasa (20/08).

Warga bersama-sama anggota Polsek Petungkriyono dibantu anggota Koramil setempat langsung saja melakukan pemadaman api di lahan yang terbakar. Syukur, api dapat dipadamkan sekitar pukul 12.38 WIB. Akibat kejadian tersebut kerugian material mencapai Rp. 6,3 jutaan, “diperkirakan kerugian mencapai Rp. 6.375 ribu,” lanjut Akrom.

Akrom menambahkan, pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak membakar hutan guna untuk membuka lahan ataupun tidak membuang sisa puntung rokok disembarang tempat, khususnya pada saat dikebun atau diladang. Dan apabila membakar sampah, setelah dibakar untuk ditunggui dan jangan langsung pergi meninggalkan lokasi. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkunganSeni BudayaSosial Budaya

Sinden asal Hongaria meriahkan peringatan HUT RI ditengah banjir rob

sinden

Tirto, Wartadesa. – Sinden Agnes Serfozo asal Hongaria bersama Ki Dalang Wiwit Sri Kuncoro memeriahkan HUT RI Ke-74 di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan dalam pagelaran wayang santri bertajuk Semar Tambak, Sabtu (17/08) malam di balai desa setempat.

Gelaran acara yang dimulai sehabis sholat Isya tersebut merupakan kerjasama Pemerintah Desa Jeruksari bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan dalam sosialisasi sadar bencana melalui budaya.

Agnes Serfozo menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar. Ribuan warga berduyun-duyun mendatangi lokasi wayang santri. Termasuk bagi Sastro (65), warga Jeruksari, ia mengungkapkan bahwa selama ini ia hanya menonton sinden Agnes Serfoyo melalui keping DVD. “Ya … selama ini saya hanya menonton lewat video, sekarang bisa langsung melihat dengan mata secara langsung,” tuturnya, Ahad (18/08).

Menurut Sastro, sosialisasi yang dilakukan dengan cara gelar budaya, menarik bagi warga. “Hampir semua warga keluar mas … untuk menonton, bahkan warga desa disekitar juga ikut berbondong-bondong menonton acara,” lanjutnya.

Ki Dalang Wiwit Sri Kuncoro menyentil kondisi rob di Pekalongan yang berlangsung lebih dari lima tahun, dalam pementasannya. Ia mengungkapkan bahwa kondisi rob di wilayah Jeruksari dan sekitarnya merupakan bencana yang merenggut nilai-nilai sosial, ekonomi warga. Banyak kehidupan sosial dan ekonomi warga yang tercerabut ketika rob semakin lama menggenangi warga Jeruksari.

Dengan pagelaran wayang santri bertajuk Semar Tambak, Ki Wiwit berharap warga tanggap akan bencana alam disekelilingnya, diharapkan warga bersama pemerintah bahu-membahu mengatasi rob yang makin ‘menggila’ di wilayah tersebut.

Lakon pewayangan Semar Tambak, menceritakan kisah Semar yang berada di Dukuh Klampisireng, pada suatu hari sedang duduk di pendapa dihadap Gareng, Petruk dan Bagong. Dalam pertemuan itu dibicarakan mengenai kesejahteraan rakyat Klampisireng, yang akhir-akhir ini terus merosot. Maka Semar mempunyai ide untuk membangun dam atau bendungan untuk mengairi sawah dan lahan pertanian penduduk. Untuk itu Semar mengutus Petruk pergi ke Amarta guna meminta dukungan moral maupun pembiayaan.

Setelah tiba di Amarta, Petruk melaporkan apa yang direncanakan Kyai Semar dan para Pandawa mendukung rencana itu serta memberikan dukungan dana. Sementara Prabu Suyudana yang dihadap Patih Sengkuni, Karna, Drona dan Kartamarma, mendengar rencana Semar akan membangun bendungan di Klampisireng merasa khawatir, sebab bilamana rakyat Klampisireng makmur berarti akan menambah kekuatan Pandawa dan kelak dalam perang Baratayuda akan menambah barisan perang pihak Pandawa.

Untuk itu ia memerintahkan Karna dan Kurawa agar mengacau serta menggagalkan rencana Semar itu. Niat Kurawa itu mendapat perlawanan rakyat Klampisireng yang dipimpin Petruk serta dibantu Pandawa. Walaupun mendapat gangguan dan rintangan dari pihak Kurawa akhirnya bendungan terwujud dan akan meningkatkan kesejahteraan penduduk Klampisireng. (Eva Abdullah)

selengkapnya