close

Bencana

BencanaSosial Budaya

Api dapur sambar gas elpiji, satu rumah ludes

kebakaran bandar

Batang, Wartadesa. – Gara-gara api dari dapur yang menyambar kayu dan gas elpiji ukuran tiga kilo, rumah Mudi (70), warga Rt. 06/02 Desa Toso, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, hangus dilalap api. Api menyambar sekira pukul 07.45 WIB, Selasa (18/09).

Menurut keterangan warga, diduga api berasal dari tungku yang masih menyala yang ditinggal keluar rumah pemiliknya.

Selain meludeskan rumah milik pasangan Mudi dan Warmuti, rumah juga meluluh-lantakkan sebagian rumah milik Nando, tetangga korban yang masih berdampingan.

Ashadi, salah seorang warga mengungkapkan bahwa dia melihat kepulan asap dari dapur milik korban. Kemudian dia mengumumkan kebakaran melalui pengeras suara mushola setempat. ”Seketika itu warga segera kumpul dan bersama-sama menuju rumah korban, berusaha memadamkan api,” kata Ashadi.

Musim kemarau dan angin kencang membuat api semakin membesar, hingga satu unit pemadam kebakaran Batang dikerahkan untuk membantu memadamkan api.

Kerugian korban ditaksi r Rp. 70 juta, sedang kerugian Nando diperkirakan Rp. 5 juta. (WD)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Ditinggal nggolek suket, rumah Sakim ludes dilalap api

ludes terbakar

Pemalang, Wartadesa. – Duka menimpa Sakim, warga  Dusun Grendi Rt 04/02 Desa Pakembaran, Kecamatan Warungpring, Pemalang. Pasalnya hanya ditinggal nggolek suket (mencari rumput)  dalam sekejap rumahnya telah hangus terbakar dilalap api. Kamis(13/09).

Kejadian berlangsung sekira pukul 15.30 WIB. Warga sekitar yang berusaha menolong tidak bisa berbuat banyak karena besarnya api dan bangunan yang semi permanen membuat api sulit untuk di padamkan.

“Api sempat menjalar ke tembok rumahnya mas Edi namun berhasil di padamkan dan tidak sampai membesar. Api baru padam selang 30 menit kemudian atau sekitar pukul 16.00 wib.” Tutur Ucup salah satu warga yang membantu.

Kapolsek Warungpring Iptu Heru Irawan mengatakan dari hasil penyelidikan diduga kebakaran terjadi karena konsleting listrik. Akibat kejadian tersebut korban ditaksir mengalami kerugian materil sekitar Rp 126 juta.

“Anggota Polsek Warungpring beserta Forpimka Kec. Warungpring dan masyarakat sekitar rencananya akan mengadakan bhakti sosial pada hari ini untuk membantu membersihkan puing-puing sisa kebakaran dan memberikan santunan guna meringankan beban korban, “ ujarKapolsek. (WD)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Api dari kompor merembet, konveksi milik warga Pucung terbakar

kebakaran di pucung

Tirto, Wartadesa. – Api membakar rumah milik Hartono, warga Rt. 07/02 Desa Pucung, Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Rabu (05/09) dinihari tadi. Api diduga dari kompor yang merembet ke dinding bangunan yang difungsikan sebagai rumah produksi konveksi.

Menurut penuturan warga, api membakar rumah milih Hartono sekira pukul 03.00 WIB. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung mengontak petugas pemadam kebakaran setempat.

Dua unit pemadam kebakaran dari Kota dan Kabupaten  Pekalongan dikerahkan untuk memadamkan api. Bersama warga dan petugas pemadam kebakaran, mereka berjibaku, bahu-membahu memadamkan api. Api dapat ditaklukkan sekira pukul 04.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian material hingga saat ini masih dihitung. Namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. (WD)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Korsleting, satu rumah di Luragung Kadangserang luluh lantak

kebakaran luragung1

Kandangserang, Wartadesa. – Kebakaran hebat menimpa sebuah rumah milik Kadri, warga Dukuh Pedayeman Desa Luragung Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan hingga meluluh-lantakkan bangunan dan isinya. Ahad (02/09) pukul 03.00 WIB dinihari.

Kebakaran diduga akibat korsleting listrik di rumah Kodri yang sedang ditinggal pergi ke Jakarta. Warga setempat yang melihat kejadian sekira pukul 03.00 WIB, langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Namun kondisi kemarau dan bangunan yang mudah terbakar, mengakibatkan seluruh rumah dan isinya ludes dilalap si jago merah.

Anggota Polsek Kandangserang yang mengecek kondisi TKP kebakaran melihat kondisi rumah sudah menjadi abu dan arang.

Untuk meringankan beban Kodri, pemuda Luragung menginisiasi penggalangan dana untuk pembangunan kembali rumah korban yang kini jadi abu.

Bantuan untuk keluarga kodri akan disalurkan pemuda dan Karangtaruna desa setempat, informasi selanjutnya bisa menghubungi nomor 085722410255.   (WD)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Angin lisus terjang 200 rumah di Bantarbolang

angin lisus

Pemalang, Wartadesa. – Sedikitnya 200 rumah warga Desa Karanganyar, Kecamatan Bantarbolang, Pemalang diterjang angin lisus, Sabtu sore (01/09) lalu. Atap rumah warga sebagian mengalami rusak berat dan rusak ringan.

Angin lisus datang secara tiba-tiba, didahului mendung tebal dan hujan deras. Saat hujan deras tersebut, disertai dengan angin puting beliung yang kencang, hingga menyebabkan atap rumah berantakan.

Kapolsek Bantarbolang, AKP Sriyanto, membenarkan kejadian tersebut. Namun musibah lisus tidak merenggut korban jiwa.  ”Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa atau terluka. Karena saat angin datang penduduk cepat menyelamatkan diri dengan berlari dan berlindung di tempat yang aman,” ucapnya, Senin (03/09).

Selain meluluh-lantakkan atap rumah warga, dua ruang kelas, perpustakaan dan mushola SD Negeri 3 Karanganyar, atapnya porak poranda. Tiga kandang ayam milik warga juga roboh dalam kejadian tersebut.

Warga secara bergotong-royong langsung memperbaiki atap rumah yang rusak. Kerugian warga ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (WD)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Api dari tungku sambar rumah Sugiyono hingga ludes

kebakaran

Talun, Wartadesa. – Rumah milik Sugiyono, warga Desa Sengare di Dukuh Sumilir Rt. 02/01 Kecamata Talun Kabupaten Pekalongan ludes terbakar Rabu (29/08) kemarin. Api berasal dari tungku kayu bakar, saat korban merebus air yang merembet kerumah.

Sugiyono, saat kejadian mengaku, dia pergi mengantar anaknya sekolah. Dia lupa mematikan api sebelum meninggalkan rumanya.

Warga yang melihat kejadian tersebut, segara bergotong-royong membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Kapolsek Talun Iptu Edi membenarkan kejadian kebakaran tersebut, menurutnya, kebakaran rumah tersebut diduga dari perapian tungku kayu. Hal tersebut diperkuat dari pengakuan korban sendiri bahwa sebelum kejadian kebakaran terjadi, korban sedang merebus air di tunggu dengan menggunakan kayu bakar. Dan saat itu korban meninggalkan perapian guna untuk mengantar anaknya ke sekolah.

Edi menambahkan, api dengan cepat membumbung keatas rumah korban. Petugas kepolisian pun turut membantu memadamkan api.  Selang setengah jam kemudian api bisa dipadamkan.

Edi mengungkapkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian material yang dialami korban mencapai Rp. 20 juta lebih.

Agar tidak terulang kembali kejadian yang sama, Kapolsek Talun menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada sebelum meninggalkan rumah. Matikan kompor (perapian), Cek dan matikan aliran listrik yang tidak digunakan, dan apabila ada stop kontak atau kabel yang sudah tidak layak untuk sesegera mungkin diganti dengan yang baru. Hal itu dikandung maksud agar tidak terjadi konsleting hubungan arus listrik yang mengakibatkan kebakaran rumah, himbau Kapolsek Talun Iptu Edi. (WD)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikSosial Budaya

Relawan Gempa Lombok asal Pekalongan meninggal

relawan meninggal

Lombok, Wartadesa. – Relawan PMI Kabupaten Pekalongan,  Afni Fastabiqul Strata Utama (26) warga Desa Gandarum Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan, gugur saat bertugas dalam operasi tanggap darurat Gempa Lombok, NTB, Jum’at (24/8) pagi sekira pukul 07.30 WITA

Tata  (panggilan Afni Fastabiqul Strata Utama)  berangkat ke Lombok sejak 18 Agustus 2018 dan tergabung dalam Tim WASH ( Water Sanitation Hygiene) yang direncanakan akan bertugas selama satu bulan.

Ketua PMI Kabupaten Pekalongan sekaligus Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti mengungkapkan rasa duka cita dan merasa kehilangan. “Mas tata sebenarnya ditugaskan oleh PMI pusat, jadi kami atas dasar surat dari PMI pusat kami tugaskan mas Tata dari PMI provinsi, tentu kami sangat kehilangan,”ungkapnya.

Biaya pengurusan dan pemulangan jenazah Tata ditanggung oleh PMI, saat ini jenazah masih berada di Rumah Sakit Mataram. “Memang kemarin yang bersangkutan masih agak sakit, meninggalnya di tenda posko, saat ini divisum untuk keperluan bandara, dan nantinya akan dibawa oleh pesawat ke Semarang, kita tidak tau akan transit di Denpasar atau di Durabaya, tapi tujuannya di Semarang”jelas Arini.

Orang tua Tata mengaku ikhlas mendengar kabar duka tersebut.  Tata meninggal dalam tugas kemanusiaan di Lombok. (WD)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Lazismu Pekalongan galang 50 juta untuk korban bencana Lombok

lazismu gempa lombok

Kajen, Wartadesa. – Lazismu Kabupaten Pekalongan hingga saat ini telah menggalang dana untuk korban bencana gempa bumi di Lombok sebesar Rp. 50 juta lebih. Dana tersebut dikumpulkan melalui donasi dari berbagai elemen seperti kantor layanan Lazismu, amal usaha Muhammadiyah, Ortom maupun donatur secara perorangan.

Seperti diketahui, Lazismu secara nasional melakukan penggalangan dana untuk korban bencana gempa bumi Lombok.  manajer Program Lazismu Kab. Pekalongan, Sutiknyo mengungkapkan bahwa pihaknya menggalang dana dari seluruh elemen dan warga, dana tersebut kemudian disalurkan Lazismu Pusat kepada korban gempa Lombok.

Seperti terlihat pada Rabu (15/08) kemarin, kantor Lazismu Kabupaten Pekalongan kedatangan rombongan dari SMP Negeri 2 Kajen dan SMK Muhammadiyah Kesesi. Mereka menyerahkan donasi bagi korban bencana gempa Lombok.

Muhammad Yusuf, guru pendamping dari SMP Negeri 2 Kajen mengungkapkan bahwa jumlah donasi yang disalurkan melalui Lazismu Kabupaten Pekalongan sejumlah Rp. 2.800 ribu.

Sementara dana yang digalang IPM SMK Muhammadiyah Kesesi (Musi) sebanyak Ro. 1.347 ribu turut diserahkan ke kantor Lazismu Kabupaten Pekalongan.  (WD)

selengkapnya
BencanaEkonomi

Bakar sampah, Pasar Desa Pegiringan ikut terbakar

satu

Pemalang, Wartadesa. – Api membakar Pasar Desa Pegiringan, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Sabtu (11/08) sekira pukul 14.00 WIB. Menurut pedagang, api berasal dari pembakaran sampah yang kurang hati-hati hingga merembet dan membakar los pasar.

Pedagang yang melihat kejadian tersebut, langsug memadamkan api dengan peralatan seadanya, sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang.

Satu los milik Fahrudin, warga Pegiringan ludes dilalap si jago merah.  Kepala Desa Pegiringan, Duhari Daya menyebut bahwa penyebab kebakaran lantaran pembakaran sampah yang berada tidak jauh dari los pasar.

“Kejadian kebakaran di los pasar krempyeng mengakibatkan los milik Fahrudin hangus rata dengan tanah. Penyebabnya karena pembakaran sampah yang tidak jauh dari los milinya dan merembet ke bangunan los,” ujar Duhari, kemarin.

“Hanya satu kios saja yang ludes terbakar, karena los milik korban paling dekat dengan penyebab kebakaran. Los yang terbuat dari kayu dan bambu dengan cepat terbakar,” lanjut Duhari.

Petugas pemadam datang ke lokasi dengan satu unit mobil tangki akhirnya berhasil memadamkan api, dibantu dengan petugas dari TNI/Polri dan warga.

Sementara itu, Kapolsek Bantarbolang AKP Sriyanto mengatakan, “Kebakaran sebenarnya terjadi pertama kali di tempat sampah. Api tidak begitu besar, tetapi karena tertiup angin merembet ke lapak-lapak bambu.” Tuturnya.

Sriyanto menghimbau  agar warga lebih berhati-hati saat membakar sampah, harus diawasi jangan sampai lalai. Mengingat sekarang musim kemarau, ditambah kondisi cuaca angin kencang. (WD)

selengkapnya
Bencana

Pemalang, Pekalongan, Batang kirim bantuan bencana gempa Lombok

gempa lombok

Pekalongan, Wartadesa. – Bantuan kemanusiaan untuk korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berdatangan.  Pemerintah Kabupaten Pemalang, hari ini, Jumat (10/08), mengirim bantuan kemanusiaan kepada korban.

Berbagai jenis bantuan, yang akan diterbangkan melalui bandara Adi Sumarmo Solo tersebut, yakni, mie instan, selimut, beras, gula, roti, pembalut wanita dan pampers untuk balita.

Bupati Pemalang Junaedi, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang, Budi Rahardjo, didampingi Kapolres Pemalang dan Dandim 0711 Pemalang, melepas pemberangkatan bantuan kemanusiaan tersebut, di halaman Mapolres Pemalang.

Budi Rahardjo, saat melepas bantuan tersebut, berharap bantuan yang dikirim ke Lombok ini, dapat bermanfaat dengan baik, bagi korban bencana alam gempa bumi di Lombok.

“Semoga bantuan ini, dapat bermanfaat bagi korban bencana di Lombok”, tuturnya.

Lebih lanjut Budi Rahardjo menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pemalang, semula akan mengirimkan 1 ton beras, dan 1 ton gula pasir, namun karena pesawat yang akan mengangkut bantuan tersebut, dibatasi daya angkutnya, maka kemudian diputuskan untuk dikurangi volumenya, dan diganti dengan mie instan, dan selimut.

Dalam kesempatan itu, Budi Rahardjo, mengaku bangga dengan bangsa Indonesia, yang masih sangat kuat rasa persatuan dan kesatuannya, walaupun dalam kondisi hiruk pikuk politik yang menghangat, namun ketika ada bencana alam, warga Indonesia, saling bergandengan tangan, membantu saudaranya yang sedang mengalami musibah.

“Saya bangga dengan bangsa Indonesia, yang masih sangat kuat rasa persatuan dan kesatuannya, walaupun dalam hiruk pikuk politik, namun ketika ada bencana kita masih bergandengan tangan dengan baik”, ujarnya.

Pekalongan

Pengiriman bantuan kemanusiaan juga dilakukan oleh Polres bersama Kodim 0710 Pekalongan, sehari sebelumnya. Kamis (09/08). Kapolres Pekalongan,AKBP wawan Kurniawan,mengungkapkan bahwa pengumpulan bantuan tersebut merupakan tekad dari Polres Pekalongan dan Kodim 0710 Pekalongan.

“Bantuan berupa kebutuhan pokok dari makanan,kebutuhan bayi,makanan bayi,kebutuhan perempuan.Dan ini semua akan berkumpul di Boyolali,”ungkap Wawan.

Sementara itu Dandim 0710 Letkol Inf Muhammad Ridha mengungkapkan bahwa pengiriman bantuan yang masing-masing 1 truck dari Polres dan Kodim tersebut merupakan bentuk kepedulian bagi saudara-saudara di Lombok.

“Ini merupakan sawadaya dari kita,untuk turut merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang ada dilombok,”

Dikatakan,nantinya bantuan tersebut akan dikumpulkan di Boyolali dan selanjutnya akan diterbangkan ke NTB dengan menggunakan Pesawat Hercules.

Batang

Kepolisian Resor Batang dan Komando Distrik Militer 0736/Batang, mengirimkan bantuan dalam rangka tanggap darurat bencana gempa bumi berkekuatan 7 skala richter, di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga, mengatakan, pengiriman bantuan yang diprakasai oleh Polres dan Kodim itu merupakan bentuk kepedulian dan kemanusiaan bagi korban gempa, di Lombok.

“Sekaligus kami ingin memberikan gambaran betapa solidaritas yang selama ini dibangun di jajaran TNI dan Polri. Kita sinergikan bahwa kita semua peduli terhadap saudara-saudara kita yang mengalami bencana di NTB,” ujar Kapolres Batang.

Dikatakan, bantuan berupa beras, pakaian layak, dan mi instan itu akan diterbangkan menggunakan pesawat Hercules dari Bandara Adi Soemarmo Solo.

“Saya berharap bantuan ini setidaknya dapat mengurangi beban yang mengalami musibah di sana. Saya atas nama Polres Batang sekali lagi mengapresiasi karena telah memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita di Lombok,” ungkapnya.

Adapun bantuan kemanusian dari Polres Batang yang akan dikirim ke Lombok antara lain pakaian layak pakai 3.950 potong, mi instan 150 dus, dan beras sebanyak 1 ton. Sedang bantuan dari Kodim 0736/Batang antara lain, pakaian layak pakai 14 karung, mi instan 50 dus dan beras sebanyak 225 Kilogram. (WD)

selengkapnya