close

Bencana

BencanaLayanan PublikLingkungan

Bupati desak percepatan pembangunan tanggul melintang atasi rob

rob pekalongan

Tirto, Wartadesa. – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mendesak percepatan pembangunan tanggul melintang sepanjang 8,3 kilometer yang menghubungkan Kota dan Kabupaten Pekalongan untuk menangani banjir rob.

“Kita mendesak  agar pembangunan tanggul melintang sepanjang 8,3 km yang membentang dari Kota hingga kabupaten Pekalongan dapat dipercepat untuk diselesaikan, karena jika cepat jadi akan lebih baik.” tuturnya disela-sela rakor penanganan rob di Semarang, Jum’at (25/05) lalu.

Asip menyebut, untuk penanganan rob jangka pendek, pihaknya telah meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Propinsi Jawa Tengah  untuk meninggikan parapet. “Adapun dalam jangka pendek menengah, kami telah meminta pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Propinsi Jawa Tengah
untuk meninggikan parapet, karena indikasi ada beberapa Parapet yang sudah tidak dapat berfungsi dengan baik,” lanjutnya.

Percepatan pembangunan tanggul melintang penahan rob tersebut, sebelumnya pernah diungkapkan dalam surat terbuka untuk Presiden Jokowi dalam laman Wartadesa.

“Bapak presiden, kota kami sekarang hampir tenggelam, kampung kami sudah 3tahun terendam rob, jalan tol mungkin penting bagi kepentingan nasional, tp penanganan rob yg lebih komperhensif n cepat adalah yg paling / sangat kami butuhkan. Proyek tanggul memang sudah di mulai, tp tidak secepat proyek tol yg anda laksanakan. lebih dari 3 th kampung kami terendam, sabar sabar n sabar itulah yg sering kami dengar di minimnya penanganan musibah ini.” Tulis Andi Triyan.

Hingga saat ini, kondisi banjir rob di wilayah pesisir pantai utara Pekalongan masih merendam ribuan rumah warga. Bupati Pekalongan menetapkan masa tanggap darurat banjir rob dengan menyiapkan penanganan logistik bagi para pengungsi yang saat ini masih mengungsi di beberapa tempat penampungan, seperti TPQ Al Hidayah Karangjompo Kecamatan Tirto, Balaidesa desa terdampak rob  dan gedung Kopindo Wiradesa. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Longsor di Petungkriyono dan Lebakbarang, akses jalan terputus

longsor kasimpar

Petungkriyono, Wartadesa. – Hujan lebat yang mengguyur wilayah atas Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di ruas jalan Kasimpar-Yosorejo Petungkriyono dan jalan Timbangsari Lebakbarang. Akibatnya akses transportasi warga terputus.

“Terjadi longsor di  ruas Jalan Kasimpar-Yosorejo, tepatnya di Blok Jembatan Kali Bisu Kasimpar Petungkriyono,. Longsor terjadi pada hari ini sekitar pukul 14.30 WIB,”  tutur Hadi, warga setempat.

Kondisi longsor di Petungkriyono, Jum’at (25/05)

Lokasi longsor merupakan longsor lama, lanjut Hadi.

Hadi menyebut bahwa material longsor dan batu menutup jalan sehingga akses jalan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Inforamasi dari petugas Polsek Petungkriyono, tanah yang longsor merupakan tebing dengan tinggi kurang lebih 20 meter panjang kurang lebih 15 meter dan lebar kurang lebih 4 meter yang menutupi akses jalan dari Desa Kasimpar (dari arah Kec. Doro) menuju ke Desa Yosorejo dan Kecamatan Petungkriyono.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsor di Petungkriyono. Pihak BPBD juga telah berkoordinasi dengan Muspika agar material longsor segera disingkirkan dan dilakukan pengalihan arus lalu lintas.

“Tidak terdapat kerugian dan korban dalam kejadian tersebut. Untuk saat ini jalan belum bisa dilewati kendaraan roda empat maupun roda dua. Dan lalu lintas kendaraan dialihkan melewati jalan desa (Jalan tembus SMP 1 Perungkriyono). Tambah sumber dari Polsek Petungkriyono.

Saat ini sedang dilakukan pembersihan material tanah longsor sambil menunggu datangnya alat berat.

Longsor di Lebakbarang akibat hujan deras pada Jum’at (25/05). Foto: Budi Rahayu Setiawan

Sementara itu, tanah longsor di Lebakbarang juga terjadi kemarin karena hujan lebat. “Longsor terjadi karena hujan lebat higga menyebabkan ruas jalan Timbangsari tertutup longsor, dan jalan tidak dapat dilalui mobil,” tutur Budi Rahayu.

Pihak Muspika Lebakbarang, Kepaladesa serta DPU Taru Kabupaten Pekalongan langsung melakukan koordinasi untuk penanganan darurat wilayah terdampak longsor. (Eva Abdullah, Budi)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

400 warga Karangjompo masih mengungsi

mengungsi

Tirto, Wartadesa. – Sedikitnya 400 warga Pedukuhan Karangjompo Wetan Desa Karangjompo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan masih berada di pengungsian akibat banjir rob. Mereka menempati lantai dua TPQ Al Hidayah.

“Di Desa Jeruksari ribuan KK tergenang, di Desa Karangjompo Wetan ini 1 RW juga tergenang, ada sekitar 400 orang yang mengungsi di TPQ Al Hidayah, desa setempat karena ada lantai tingkatnya, sehingga aman,”  ujar Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan saat meninjau lokasi banjir rob, Kamis (24/05) kemarin.

Asip menambahkan bahwa banjir rob melanda hampir seluruh wilayah pesisir Pekalongan. “Ini kejadian rob yang terjadi hampir merata di sepanjang wilayah pesisir Pekalongan, semuanya terkena, baik Kota Pekalongan, maupun Kabupaten Pekalongan. Ketinggian airnya membuat warga harus mengungsi,” lanjutnya.

Wilayah Karangjompo Wetan  terendam rob dengan ketinggian lebih dari satu meter. Asip memerintahkan BPBD untuk segera melakukan pengamanan warga, membantu logistik terutama untuk sahur dan berbuka.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, langsung memerintahkan BPBD dan jajaran terkait segera melakukan pengamanan warga, kemudian membantu kebutuhan logistik warga terdampak, agar bisa memenuhi kebutuhan makan sahur dan buka puasa.

“Dalam kondisi seperti ini kita harus melangkah cepat, warga juga harus senantiasa siaga, begitu melihat kondisi kurang aman, air rob tinggi, jangan tunggu waktu langsung menyelematkan iri, mengungsi, dan kami dari Pemkab akan berusaha melakukan yang terbaik,” jelas bupati.

Sementara itu, banjir rob di wilayah Kota Pekalongan, terutama di Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat masih tinggi. Pemkot menyiapkan dapur umum untuk membantu logistik warga terdampak.

Sedikitnya 15 ribu bungkus nasi didistribusikan dapur umum yang telah disediakan Pemkot untuk  para korban terdampak rob.

Dapur umum terbesar yang berada di Gor Jatayu, dapat mendistribusikan makanan ke pengungsi sebanyak 5000 bungkus tiap kali distribusi.

“Dua hari ini kami membuat makanan berupa nasi bungkus untuk para pengungsi, setiap kali mendustribusikan 5.000 nasi bungkus, dan dalam sehari bisa dua kali karena untuk sahur dan berbuka puasa jadi total ada 15 ribu nasi bungkus yang sudah distribusikan,” ujar Amri Cusniaty Kabid Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial dari Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana  Kota Pekalongan. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Kokam Pemuda Muhammadiyah Wuled bagi bantuan korban rob Karangjompo

kokam bantu warga rob
  • Dua Kecamatan di Kota Pekalongan terendam rob

Tirto, Wartadesa. – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhahammadiyah (Kokam) Pemuda Muhammadiyah Cabang Wuled Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan menggelar bakti sosial dengan membagikan paket bantuan makan sahur kepada warga terdampak rob di Desa Karangjompo Kecamatan Tirto, dinihari tadi. Kamis (24/05).

Heru Gunawan, Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Cabang Wuled yang juga Pimpinan Pemuda Wilayah Jawa Tengah  mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Kokam Pemuda Muhammadiyah Wuled untuk membantu meringankan beban korban banjir rob di Desa Karangjompo.

Bantuan  langsung disalurkan kepada warga terdampak dengan menggunakan Mobil Peduli Umat Pemuda Muhammadiyah Cabang Wuled. Anggota Kokam dengan berjalan kaki, kemudian membagikan paket bantuan tersebut langsung dari pintu ke pintu korban terdampak rob.

Sementara itu, kondisi banjir rob di Kota Pekalongan makin mengkhawatirkan. Dua kecamatan di wilayah tersebut terendam banjir rob. Dua kecamatan tersebut yakni Kecamatan Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat.

Permukiman warga di Kelurahan Panjang Wetan, Kandang Panjang, Panjang Baru, Bandengan, Krapyak, Padukuhan Kraton Kecamatan Pekalongan Utara dan Kelurahan Pasirkratonkramat dan Tirto di Kecamatan Pekalongan Barat terendam air.

Sedikitnya 2.000 warga mengungsi akibat banjir rob tersebut. “Tempat pengungsian dibagi di beberapa titik, ada di Kecamatan Pekalongan Utara, SD Panjang Wetan 3, Citra Garden, Rusunawa Panjang Baru, Gor Jatayu, Stadion Hoegeng, aula kelurahan kandang panjang dan Jalan Patriot,” ujar Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih, Kamis dinihari.

Sri Ruminingsih mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyediakan dapur umum dan logistik di Gor Jetayu, Makam Pahlawan dan Jalan Patriot untuk membantu korban bencana rob.

Saat ini kondisi bantuan yang dibutuhkan oleh warga adalah perlengkapan bayi, air minum dan selimut. Sri Ruminingsih meminta bantuan kepada seluruh pihak yang tergerak untuk membantu Pemkot Pekalongan mengingat dana darurat telah habis digunakan untuk pasar darurat.

“Kami butuh bantuan dari semua pihak, anggaran memang ada sebesar Rp 2 miliar tapi sudah digunakan untuk pasar darurat 1,5 miliar, kemungkinan sisanya masih Rp 300 juta,” pungka Sri Ruminingsih. (Eva Abdullah)

 

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Tanggul Karangjompo jebol, rob makin tinggi

tanggul jebol

Tirto, Wartadesa. – Tanggul penahan sungai Bremi di Desa karangjompo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan jebol. Akibatnya air langsung meluap menggenangi rumah warga di sepanjang tujuh kilometer, wilayah yang dilanda banjir rob tersebut.

Jebolnya tanggul penahan sungai tersebut menambah ketinggian banjir rob di wilayah Tirto dan sekitarnya. Menurut warga, tanggul sungai Bremi jebol sudah dua hari lalu, hingga air meluap menggenangi permukiman warga.

“Memang kadang air hampir meluap tapi tak pernah parah seperti ini, sejak dua hari lalu air deras mengalir masuk ke pemukiman,”  tutur Kusrin, salah seorang warga.

Kusrin menambahkan bahwa jebolnya tanggul terjadi di beberapa titik karena tingginya air sungai Bremi hingga menutup jembatan yang sering digunakan aktivitas warga.

Wilayah Karangjompo berbatasan langsung dengan Jeruksari. Jebolnya tanggul jelas berimbas pada wilayah Jeruksari.

Ali Sahbana, warga Jeruksari mengungkapkan bahwa sudah lebih dari dua pekan, wilayah Jeruksari terendam lebih dari satu meter.   “Sudah dua pekan lebih pemukiman terendam, walaupun wilayah kami sering dilanda rob, tapi tidak separah kali ini,” ujarnya.

Hingga saat ini, sedikitnya 200 warga Kramatsari mengungsi. Seperti diberitakan Wartadesa sebelumnya, sedikitnya 2000 warga Jeruksari terendam banjir rob. Banjir rob terparah berada di RW 07 yang menggenangi 350 rumah sejak pukul 17.30 WIB dan akan surut pada pagi hari.

Ketinggian rob paling parah terjadi di RW 7 dengan tinggi lebih dari 1 meter yang dihuni sebanyak 350 rumah. Air pasang itu biasannya datang pada pukul 17.30 dan surut ketika pagi hari. Adanya fenomena pasang surut tersebut membuat petugas siaga bencana sempat mengalami kebingungan lantaran penanganannya tidak langsung selesai sekaligus. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaKesehatanLayanan Publik

Asip: 2018 puncak rob Kabupaten Pekalongan

rob jeruksari

Tirto, Wartadesa. – Tahun 2018 sebagai puncak rob di Kabupaten Pekalongan. Ribuan rumah terendam banjir di wilayah langganan rob, seperti Desa Karangjompo, Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo. Semuanya berada di Kecamatan Tirto. Adapun di Kecamatan Wonokerto meliputi, Desa Api-Api, Jambean, Tratebang, serta Wonokerto.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan puncak rob di Kabupaten Pekalongan, demikian disampaikan saat mengunjungi  Desa Jeruksari, yang merupakan wilayah terparah terkena rob. Selasa (22/05).

“Tahun 2018 ini merupakan puncak dari rob yang terjadi sejak tahun 2008. Ketinggian signifikan dan angin besar. Banyak yang mengungsi dan kami langsung memberikan bantuan, baik air bersih, kesehatan, selimut, peralatan sekolah untuk anak-anak, logistik dan dapur umum,” ujar Asip.

“Selasa siang ini kami melakukan pantauan rob di beberapa lokasi, Wonokerto Wetan, Pecakaran dan Jeruksari. Sebagai titik rob di Kabupaten Pekalongan. Tapi yang paling parah adalah di Jeruksari ini, hampir semua penduduk tergenang rob cukup tinggi, hampir satu meter,” lanjut Asip.

Asip mengungkapkan bahwa pihaknya langsung melakukan respon cepat untuk melakukan pembangunan bendung darurat di Jeruksari. Karena  tanggul laut dari APBN, progresnya baru di Kota Pekalongan, dan belum masuk Kabupaten Pekalongan.

“Selain itu kami siapkan, logistik dan tas khusus untuk para pelajar agar buku-buku tidak terkena air. Kami juga akan melakukan penanganan khusus yaitu membendung muara sembari menunggu tanggul raksasa rampung dibangun,” kata Asip.

Hingga saat ini, tanggul raksasa penahan banjir rob  baru berjalan sekitar 5 persen, membuat Pemkab bergerak cepat guna menangani permasalahan yang melanda masyarakat di Jeruksari. Hari ini (Rabu, 23/05) akan dilakukan pembendungan muara.

“Rabu (23/5) akan kami mulai membendung muara sebagai tindakan emergensi untuk mengatasi banjir rob,” timpal Asip.

Sementara Kepala Desa Jeruksari Kuswanto menambahkan, bahwa hampir seluruh penduduk tergenang, dan rob paling parah ini sudah terjadi sejak 17 hari berturut-turut.  “Yang dibutuhkan warga sekarang ini adalah pangan karena mereka kesulitan memasak, dapur dan semua peralatan tenggelam oleh air rob. Jadi untuk dapur umum sangat dibutuhkan, agar lebih membantu warga, apalagi saat buka puasa dan sahur,” tambah Kuswanto.

Kuswanto menambahkan bahwa sekitar dua ribu KK terdampak rob dan 200 orang mengungsi. “Ada sekitar 2139 kepala keluarga di Jeruksari semuanya terdampak rob dan banjir, sedangkan yang berada di pengungsian berjumlah 200 orang,” lanjutnya.

Menurut Kuswanto, banjir rob di wilayahnya sudah terjadi sejak tahun 2008 lalu, “Banjir rob di Jeruksari sudah terjadi sejak 2008, namun dampak terparah terjadi di 2018 ini. Karena ketinggian air naik secara signifikan ditambah angin kencang,” tuturnya.

Nur Hayati, salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa banjir rob semakin tinggi ketika siang hari, “Ya keadaan seperti ini, semakin hari semakin parah, siang hari biasanya air semakin tinggi,” ujarnya. (Eva Abdullah)

 

 

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Dua ribu rumah warga Jeruksari terendam rob hingga satu meter

rob jeruk sari

Tirto, Wartadesa. – Sedikitnya 2000 rumah warga di Desa Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan terendam air rob hingga satu meter. Banjir rob terparah berada di RW 07 yang menggenangi 350 rumah sejak pukul 17.30 WIB dan akan surut pada pagi hari.

Salah seorang warga setempat, Warkuni mengungkapkan bahwa banjir rob surut, namun datang langi. “Nek surut yo mesti surut..tapi mengko teko meneh.” Tuturnya, Ahad (20/05).

Data dari BMKG memprediksikan bahwa kenaikan air pasang terjadi pada 18 hingga 21 Mei 2018. Sebelumnya pada April lalu, banjir rob juga menggenangi wilayah RW 07 Desa Jeruksari hingga lebih dari satu meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan Bambang Sujatmiko, mengungkapkan bahwa pihaknya mendirikan dua posko darurat beserta logistik dan perahu karet untuk berjaga-jaga.

Dijelaskan, ketinggian rob paling parah terjadi di RW 7 dengan tinggi lebih dari 1 meter yang dihuni sebanyak 350 rumah. Air pasang itu biasannya datang pada pukul 17.30 dan surut ketika pagi hari. Adanya fenomena pasang surut tersebut membuat petugas siaga bencana sempat mengalami kebingungan lantaran penanganannya tidak langsung selesai sekaligus.

‘’Meskipun demikian kami tetap siaga dengan menyediakan dua posko darurat beserta logistik dan perahu karet. Kami juga akan melakukan perbaikan tanggul,’’ tuturnya.

Dengan adanya posko, secara otomatis masyarakat bisa melakukan evakuasi secara mandiri jika sewaktu-waktu air pasang meninggi. ‘’Air pasang ini setiap hari mengalami pasang surut sehingga juga menyulitkan masyarakat beraktivitas utamannya pada bulan Ramadan,’’ tuturnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Dua buruh tani tersambar petir, satu meninggal

ilustrasi tersambar petir

Pemalang, Wartadesa. – Dua buruh tani yang sedang bekerja di area persawahan Desa Cibelok Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang tersambar petir. Akibatnya Rasmini (69), warga Desa Sungapan Rt. 03 Rw.06 Kecamatan/Kabupaten Pemalang meninggal dunia. Sementara Roati (47), warga Dusun Kesembir Rt. 06 rw. 06 Desa Cibelok Kecamatan Taman dalam keadaan kritis. Selasa (08/05).

Menurut saksi mata, Tarwondo (19) yang merupakan putra dari korban, Rasmini mengungkapkan bahwa sekitar pukul 14.15 WIB  cuaca mendung dan angin kencang. Saat Tarwondo hendak mejemput ibunya, dia mendengar petir dua kali dan melihat ibunya dan satu rekan kerja ibunya jatuh tersungkur di sawah.

Rasmini   mulai mengerjakan sawah milik Kliwon bersama enam orang rekannya, sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Selepas bekerja, mereka pulang dengan melewati pematang sawah. Pada saat melewati pematang sawah tersebut, korban tersambar petir.

Saksi mata lainnya, Wasti’ah (55) warga Dusun Kesembir mengungkapkan bahwa saat mendengar petir menyambar, mereka merunduk. Namun naas petir tersebut menyambar dua rekan mereka.  ”Pada saat itu kejadian saya bersama empat teman lainnya merunduk kemudian Tarwondo menolong ibunya dan saya berusaha mencari Roati tetapi sudah tersungkur di sawah,” jelas Wastiah.

Kedua korban kemudian dilarikan ke RSI Taman. Namun sesampai di RSI, Rasmini sudah tak tertolong lagi. Korban bernama Roati dalam keadaan kritis hingga dirujuk ke RS Siaga Medika Pemalang.  (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Ditinggal nonton tv, rumah nenek Rukiah dilalap api

kebakaran mbah rukiyah

Pemalang, Wartadesa. – Rumah milih mbah Rukiyah (83) dilalap api saat sedang ditinggal nonton tv. Kejadian berlangsung pada Ahad (06/05) sekitar pukul 08.30 WIB.

Mbah Rukiyah yang tinggal di Dukuh Lumpang Rt. 08/06, Desa Bantarbolang, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, berukuran 9 x 8 meter persegi ludes.

Menurut informasi dari tetangga korban, kebakaran terjadi saat nenek yang dikenal tetangganya telah mengalami penyakit pikun tersebut ketika ditinggal nonton televisi di rumah tetangganya.

”Mbah Rukiyah tinggal sendirian dan sering lupa atau pikun,” ujar Tuti, tetangga korban.

Tuti melanjutkan ”saya mengetahui Kebakaran terjadi saat Mbah Rukiyah pergi numpang nonton televisi di rumah tetangga samping, tiba-tiba api sudah membesar dan melahap rumahnya, ” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Kanit Intelkam Polsek Bantarbolang, Aiptu Sukamta, penyebab kebakaran higga saat ini belum diketahui.

“Rumah Mbah Rukiyah yang terbakar sementara ini belum diketahui secara jelas sebabnya,masih didalami lebih lanjut,” ujar Sukamta.

Jumlah kerugian material ditaksir mencapai Rp. 50 juta.  Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tesebut. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Bencana

Gempa dirasakan di perbatasan Banjarnegara-Pekalongan

ilustrasi gempabumi_kepolink

Kajen, Wartadesa. – Gempa bumi tektonik kembali mengguncang sebagian wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Pekalongan, Kamis 3/05). Gempa terjadi sekitar pukul 09.46 WIB.

“Tepatnya di darat pada jarak 6 kilometer timur Kalibening, Kabupaten Banjarnegara pada kedalaman 15 kilometer,” kata Kepala Stasiun Geofisika Yogyakarta,Dr I Nyoman Sukanta SSi MT, dikutip dari republika.

Menurut Sukanta,  gempa di darat yang diakibatkan oleh aktivitas sesar lokal dan tidak berpotensi terjadinya tsunami. Analisa dari peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi ini menimbulkan guncangan pada I Skala Intensitas Gempabumi (SIG) BMKG (II MMI) di wilayah perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Menurut laporan dari masyarakat yang diterima Stasiun Geofisika Yogyakarta, guncangan akibat gempa tektonik ini bisa dirasakan oleh beberapa warga di Kecamatan Kalibening dan Kabupaten Pekalongan.

Hingga saat ini belum ada laporan lebih lanjut mengenai dampak gempa bumi. Termasuk adanya gempa susulan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu yang menyesatkan terkait dengan fenomena alam ini.

“BMKG akan terus memantau perkembangan pascaterjadinya gempa bumi tektonik ini dan akan disosialisasikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, gempa bumi tektonik mengguncang semenanjung Muria, pada pukul 05.47 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 6.42 LS dan 111.07 BT. Episenter gempa ini berada jarak 36,6 kilometer arah utara kota Pati dengan kedalaman 12 kilometer. (Sumber: Republika)

selengkapnya