close

Bencana

BencanaSosial Budaya

Diterjang hujan dan angin lisus, tiga atap rumah roboh

tiga atap roboh

Pemalang, Wartadesa. – Hujan disertai dengan angin lisus di Dusun Sali Rt. 10/02, Desa Karangasem, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jum’at (01/02) sore kemarin membuat tiga atap rumah milik warga roboh.

Angin lisus sekitar pukul 17.00 WIB kemarin menyebabkan atap milik Nuryatin (57), Wijan (52), dan salah satu warga dukuh setempat roboh.

Angin kencang mengarah dari barat ke timur dan kejadian cukup lama sekitar satu jam. Akibat kejadian tersebut atap rumah milik korban yang terbuat dari rangka baja ringan dan atap seng terlepas dan menimpa dua atap rumah milik yang berada di sebelah timurnya. Jelas Nuryatin.

Nuryatin mengungkapkan bahwa hingga saat ini korban belum menerima bantuan dari pihak manapun. Warga sekitar bergotong-royong memperbaiki kedua atap rumah warga yang menjadi korban angin lisus tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp. 55 juta. (WD)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Enam Dapur Umum siapkan 6 ribu nasi bungkus

*

Pelaksanan Try Out Ditunda

Batang, Wartadesa. – Bantuan berupa nasi bungkus saat ini menjadi kebutuhan mendesak warga Batang terdampak banjir, selain kebutuhan obat-obatan dan air bersih. Hingga saat ini, Selasa (29/01) Dapur Umum Posko Utama di Pendopo Kabupaten Batang, hanya mampu menyediakan seribu nasi bungkus. Hal tersebut membuat BPBD Kabupaten Batang mendirikan dapur umum di lima posko pengungsi banjir lainnya.

Kepala BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi menyebut saat ini ada enam Posko yang dilengkapi dapur umum, hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan logistik pengungsi.

”Permintaan ransum pengungsi dalam sehari mencapai 6.000 bungkus, permintaan itu bisa kita layani semua karena kita memilik 6 dapur umum yang dikelola oleh Tagana, PMI, Kodim 0736 bersama Polres Batang dan Masyarakat di masing – masing Posko,” kata Ulul Azmi, Selasa (29/01).

Relawan PMI hingga saat ini masih melayani distribusi logistik di enam lokasi posko hingga mengantarkan ke rumah warga, lantaran sebagian warga terdampak banjir sudah kembali kerumah masing-masing untuk membersihkan rumah mereka.

”Dihari ketiga paska banjir, ini posko masih melayani walaupun pengungsi sudah kembali ke rumah masing – masing untuk bersih – bersih, untuk logistik makanan kita distribusi ke rumah warga,” kata Ulum Azmi.

Hingga hari ketiga banjir Batang, Posko Dapur Utama fokus melayani wilayah Batang Utara seperti Karangasem Utara dan Desa Klidang. Dalam sekali masak menghabiskan 30 kg beras untuk 400 bungkus dengan lauk telur dadar dan mie. Semua bahan bakunya dari dinas sosial Kabupaten Batang dan Pemerintah Provinsi.

Try Out UN Ditunda

Try out Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Mandiri tingkat SMP di Kabupaten Batang, terpaksa ditunda terkait banjir yang masih menggenang di beberapa sekolah.

Beberapa sekolah, hingga hari ini masih meniadakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) lantaran kondisi sekolahan yang masih dibersihkan dari lumpur dan air yang menggenang.

Seperti dilakukan oleh SMPN9 Batang, pihaknya meminta izin untuk menonaktifkan KBM lantaran sedang fokus membersihkan lingkungan sekolah.

Bupati Batang, Wihaji mengungkapkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat untuk mencari solusi pelaksanaan try out tersebut.

“Kita sudah cek langsung ke sekolah-sekolah tidak bisa untuk peoses belajar mengajar, ruang kelasnya penuh dengan lumpur, Perpustakaanya bukunya hancur, padahal baru beli, serta dokumen dan soal-soal rusak.
Untuk mempertangungjawabkan itu semua, harus ada koordinasi dengan dinas pendidikan agar dicarikan solusi, karena banyak aset-aset yang tidak bisa dipakai sama sekali,” jelasnya.

Kepala Disdikbud Batang, Achmad Taufiq menyebut ada belasan sekolah di Batang yan terdampak banjir. Pihaknya menghimbau agar pihak sekolah melakukan pembersihan lingkungan sekolah dan melaporkan kepihaknya untuk dikirim mobil pemadam kebakaran guna membersihkan sekolah.

Achmad TAugiq menambahkan beberapa sekolah di Batang yang terdampak banjir diantaranya SMK SUPM, SMPN 1 Kandeman, SMPN 2 Batang, dan beberapa SD di Desa dan Kelurahan yang terdampak banjir.Tapi yang terparah di SMPN 9 Batang dan SDN Klidang Lor 1. (WD)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Mendesak, pengungsi banjir Pekalongan butuh logistik, obat-obatan dan air bersih

pengungsi

Pekalongan, Wartadesa. – Ribuan pengungsi banjir Pekalongan yang berada di beberapa titik pengungsian saat ini membutuhkan makanan siap saji, personal hygine seperti sabun mandi, odol dan lain-lain, obat-obatan, dan air bersih.

Selain itu, Adapun kebutuhan mendesak lainnya adalah pembentukan dapur umum mandiri, perlengkapan bayi dan selimut. “Obat-obatan dan dapur umum sangat dibutuhkan para pengungsi mengingat cuaca dingin seperti ini. Jangan sampai para pengungsi diserang sakit,” ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Sudaryanto, Senin (28/01) saat meninjau Posko Banjir Kabupaten Pekalongan di Kantor Kecamatan Wiradesa.

Sudaryanto menambahkan bahwa jumlah pengungsi di Kabupaten Pekalongan yang terdata sejumlah 2.021 orang. “Jumlah total berdasarkan pengecekan penanganan dan titik pengungsian di masing-masing wilayah pagi tadi mencapai 2.021 orang,” lanjutnya.

Mendesaknya kebutuhan logistik, obat-obatan dan air minum ini lantaran hingga hari ini kondisi di Pekalongan dan sekitarnya masih dilanda hujan secara sporadis. Meski beberapa wilayah sudah surut namun masih banyak wilayah yang masih tergenang.

Irfan Maulana, koordinator DERM-ACT Jateng menyampaikan bahwa sejumlah pengungsi di Kota Pekalongan juga membutuhkan makanan siap saji, personal hygine, obat-obatan, dan air bersih.

Warga terdampak banjir di Kota Pekalongan saat ini mengungsi di beberapa fasilitas umum seperti GOR, Masjid, Musholla, Balai desa dan rumah kerabat yang tidak terdampak banjir.
.
Sementara itu, dilaporkan sejak dinihari, Selasa (29/01) pukul 03.00 WIB relawan yang berada di Posko Bencana GOR Jetayu tengah menyiapakan ribuan nasi bungkus untuk didistribusikan kepada warga terdampak banjir yang mengungsi di posko maupun diantarkan ke beberapa kelurahan. (WD)

selengkapnya
BencanaKesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Banjir di Klego renggut satu korban meninggal

pmi

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Banjir bandang di Kota Pekalongan, Senin (27/01) kemarin merenggut satu korban meninggal di Kelurahan Klego, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Korban atas nama Salma (81) warga Jalan Truntung, Klego Gang 3 ditemukan warga dalam kondisi mengambang dalam genangan banjir.

Karmilah, warga setempat menuturkan bahwa pagi hari kemarin, Senin (27/01) warga menemukan Salma mengapung di dalam rumahnnya. Warga kemudian menggotong Salma ke mushola terdekat.

Kondisi di wilayahnya yang tergenang banjir, membuat warga segera menghubungi pihak PMI untuk melakukan evakuasi terhadap korban. Warga menghubungi PMI lantaran tidak memungkinkan membawa korban ke rumah sakit terdekat, akibat kampungnya terkepung banjir.

Petugas PMI yang datang untuk mengevakuasi membenarkan bahwa korban dalam kondisi meninggal. Adit Fahmi, petugas evakuasi PMI mengungkapkan, pihaknya segera mengevakuasi jenazah ke Yayasan Arrabitah Al-Alawiyah Daarul Aitam dari mushola setempat.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat adanya tubuh manusia yang mengapung di Klego. Kemudian kami mendatangi lokasi dan jenazah tersebut sudah dipindahkan ke mushola sekitar pemukiman.” Ujar Fahmi.

Menurut keterangan warga setempat, Salma tinggal sendirian di rumahnya, sehingga tidak ada yang mengetahui secara dini, kondisi Salma. (WD)

selengkapnya
BencanaDana DesaLingkungan

Diguyur hujan deras, jalan penghubung Desa Sigayam longsor

talud di batang ambrol

Batang, Wartadesa. – Longsor terjadi di jalan penghubung Dukuh Jumbleng menuju Dukuh Dawuhan, Desa Sigayam, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Ahad (27/01) akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Longsor mengakibatkan putusnya akses jalan sehingga tidak bisa dilalui kendaran roda empat. Untuk sementara hanya moda transportasi roda dua dan pejalan kaki yang bisa melintasi ruas jalan tersebut.

WakaPolsek Wonotunggal Polres Batang, Iptu Agung Sutanto melakukan koordinasi dengan warga dan perangkat Desa Sigayam untuk memberikan rambu-rambu atau tanda bahaya, agar moda transportasi roda empat tidak melintas.

Kapolsek Wonotunggal Polres Batang Iptu Sukamto didampingi Wakapolsek Iptu Agung Sutanto serta PS Kanit Intelkam Aiptu Hendri Risbiyanto sebelumnya memantau daerah rawan bencana.

Dalam pengecekan di Desa Kreyo didapati talud yang di bangun dengan Dana Desa tahun 2018 mengalami ambrol namun masih bisa di lalui kendaraan bermotor roda empat, Kapolsek melakukan koordinasi dengan warga dan perangkat Desa Kreyo untuk memberikan rambu- rambu peringatan atau tanda bahaya untuk menghindari jatuhnya korban. (WD)

selengkapnya
BencanaLingkunganSosial Budaya

6000 warga mengungsi, Pemkab Batang belum tetapkan tanggap darurat

banjir batang

Batang, Wartadesa. – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah belum menetapkan darurat bencana banjir, meski ada 6000 warga terdampak banjir yang mengungsi di beberapa lokasi. Banjir merendam 28 desa dan kelurahan di empat kecamatan yakni Batang, Warungasem, Tulis dan Banyuputih. Ahad (27/01).

Bupati Batang, Wihaji mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Kapolres dan Dandim 0736 sudah melakukan evakuasi terhadp korban banjir. Dia menambahkan bahwa berdasarkan rapat bersama seluruh organisasi pemerintah daerah (OPD) Pemkab Batang, belum diputuskan apakah akan menetapkan tanggap darurat bencana atau tidak.

“Kalau memang dua hari curah hujanya masih tinggi dan banjirnya bertambah akan kita tetapkan tanggap darurat bencana.” Ujar Wihaji.

Wihaji mengungkapkan saat ini yang menjadi prioritas adalah penanganan bencana, utamanya pendampingan dan pengawalan korban banjir untuk mendapatkan makanan, pengobatan gratis, yang disebar dalam sembilan lokasi posko.

”Ada 9 posko yang kita dirikan semua terlayani makan, dan ada pendampingan dari dokter untuk mengecek kesehatan meraka,” lanjut Wihahi.

Hingga Ahad (27/01) malam, tercatat data pengungsi sebanyak 6000 orang, sebanyak 400 orang mengungsi di Posko PMI Batang dan 128 orang berada di Posko Pendopo Kabupaten Batang.

“Dari 28 desa dan kelurahan banjir yang terparah di Kelurahan Karangasem Utara, Desa Klidanglor, Watusalit, Kalipucang, Desansri Wetan, Denasri Kulon,” jelas Wihaji.

Sedikitnya 50 orang mengungsi di Posko pengungsian Klidanglor yang didirikan oleh Kodim 0736/Batang di Aula Makodim, Jalan Jendral Sudirman No.41 Batang.

salah satu pengungsi asal Desa Klidanglor, Karmilah (40) mengungkapkan, dirinya bersama anak dan tetangganya mengungsi di Posko pengungsian Kodim Batang sejak Ahad (27/01) pagi tadi. Ia mengungsi karena ketinggian air didalam rumahnya sudah mencapai lutut orang dewasa, bahkan diluar rumah kondisi air sudah lebih tinggi.

Selain membuka Posko Bencana Alam ,Kodim Batang Juga mempersiapkan makanan untuk korban banjir di dapur umum dan meberikan pengobatan kepada korban banjir. (WD)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Warga bergotong-royong tangani pohon tumbang dan tebing longsor

longsor lebakbarang1

Lebakbarang, Wartadesa. – Warga Desa Lebakbarang bergotong-royong menangani pohon tumbang yang menyebabkan tebing longsor di wilayahnya. Ahad (27/01). Selain itu, listrik padam akibat kabel putus tertimpa pohon pinus yang tumbang tersebut.

Menurut warga setempat, sebuah pohon tumbang di Jalan Raya Lebakbarang, blok Karangkacil, Dukuh Tropong, Desa Lebakbarang, sekitar pukul 17.30 WIB.

Pohon tumbang yang melintang jalan tersebut berakibat longsor pada sebuah tebing. Hingga memutuskan arus lalu-lintas. Melihat hal tersebut, warga setempat dibantu oleh para sopir dan pengendara motor melakukan evakuasi pohon yang tumbang dan membersihkan material longsor.

Dengan peralatan milik warga, pemotongan pohon yang melintang dan evakuasi pohon serta material longsor berhasil dilakukan malam itu juka. Sekitar pukul 18.30 WIB, penanganan sementara, berhasil dilakukan.

Dalam kejadian tersebut KSPK Aiptu Priyo DA bersama Bripka Waryono Bhabinkamtibmas dan Babinsa Koramil Lebakbarang ikut serta dalam penanganan pohon tumbang dan longsor tersebut.

Selepas pembersihan material yang menutup ruas jalan Lebakbarang, arus lalulintas kembali lancar. Listrik kembali menyala sekitar pukul 19.30 WIB. (Budi Rahayu Setiawan)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Pekalongan Batang alami banjir terparah

banjir samborejo2

Kajen, Wartadesa. – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan serta Kabupaten Batang, Jawa Tengah sejak Sabtu (26/01) sore menyebabkan banjir merendam ribuan rumah di wilayah tersebut. Hingga Ahad (27/01) siang, nampaknya air belum akan surut, lantaran hujan secara sporadis masih mengguyur wilayah tersebut.

Di Kabupaten Pekalongan, air merendam wilayah Kecamatan Kedungwuni, Buaran, Tirto, Sragi, Siwalan, Wiradesa dan Wonokerto.

Menurut Muhammad Bahrizal, warga Desa Samborejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, banjir sejak Sabtu malam hingga Ahad (26-27/01) merupakan banjir terparah selama kurun waktu 40 tahun ini.

“Banjir yang terjadi tahun ini merupakan banjir terbesar sejak kurun 40 tahun lebih, banjir terakhir terjadi tahun 2014, namun saat itu banjir tidak separah banjir yang terjadi saat ini.” Ujarnya.

Warga Desa Samborejo yang menjadi korban banjir saat ini mengungsi di Masjid Jami’ Samborejo. “Posko banjir di masjid pak,” lanjutnya.

Data dihimpun dari laporan warga, banjir menggenangi wilayah-wilayah sebagai berikut,

Kec. Kedungwuni
Desa Ambokembang, Kelurahan Pekajangan, Desa Tangkil Kulon dan Tangkil Tengah, Kelurahan Kedungwuni Timur

Kec. Tirto
Desa Pacar, Desa Ngalian,Desa Curug, Desa Pandanarum, Desa Samborejo, Desa Tanjung, Desa Karangjompo, Desa Tegaldowo

Kecamatan Buaran
Desa Simbangkulon,  Desa Bligo sebelah timur

Kecamatan Wonokerto
Desa Sijambe, Desa Pesanggrahan, Desa Wonokerto Wetan dan Desa Wonokerto Kulon, Desa Api-Api, Bebel, Tratebang, dan Pecakaran

Di Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan, pagi ini, Ahad (27/01) banjir merendam wilayah Sragi, Gebangkerep, Banjardowo, hingga Tumbal.

Warga Pecakaran, Luthfi menyebut bahwa banjir di Kabupaten Pekalongan kali ini merupakan banjir terparah. Menurutnya hal tersebut akibat air tidak mampu mengalir ke muara lantaran pembangunan tanggul melintang. “Lantaran air hujan tak dapat mengalir ke laut. Sebab terhalang tanggul melintang yang saat ini masih dan proses pembangunan.” Ujarnya.

Warga berharap masalah tersebut segera bisa diatasi dan aktivitas warga bisa normal kembali dan kegiatan warga bisa lancar. di Kecamatan Wonokerto kondisi banjir sudah terjadi sejak dua tiga hari lalu.

Banjir Rendam Kota Pekalongan

Hujan lebat yang melanda Pekalongan sejak sabtu sore pukul 19.00 wib, mengakibatkan hampir sebagian kota Pekalongan di landa banjir, salah satunya yang terparah adalah wilayah kecamatan pekalongan utara dan Pekalongan Timur, Ahad (27/01)

Hampir seluruh wilayah pekalongan utara terdampak banjir, dengan ketingiam air bervariasi, dan yang paling parah adalah di dukuh bugisan kelurahan Panjang Wetan dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 1,5 meter.

Dari pantauan di lapangan, banjir merendam wilayah Tirto, Pabean, Krapyak, Jenggot, Buaran, Banyurip, Poncol, Pasirsari, Kramatsari, Kauman, Bugisan, Keputran, Kauman, Sampangan, Landungsari, Bendan, Kergon, Medono, Bandengan dan Pringrejo tak luput dari banjir.

Sebagian warga-pun terpaksa mengungsi di Balai Kelurahan maupun tempat ibadah seperti Masjid dan Musholla. Data dihimpun, pengungsi yang berada di Kantor PMI Kota Pekalongan hingga siang ini berjumlah 100 orang dan yang berada di pos pengungsi Gor Jetayu berjumlah 76 orang. Jumlah pengugsi masih akan bertambah mengingat masih banyaknya warga yang masih bertahan di rumah-rumah mereka.

Ribuan warga terendam di Batang

Curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Batang berakibat ribuan rumah di 9 Keluarah dan Desa terendam banjir. Menurut Kepala BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi mengatakan, ketinggian air rata – rata mencapai 1 meter, sampai dengan 1,5 meter.

“Dari 9 kelurahan dan Desa yang terendan banjir, yakni Kelurahan Proyonanggan Tengah, Kauman Karanganyar, Watusatit, Desa Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon, Klidang Lor Klidan Wetan,” kata Ulul.

Dijelaskan juga bahwa untuk pengungsi, semantara yang terdata di tempat Posko ada sedikitnya 1.000 orang meninggalakan rumah untuk mengungsi.

Pemkab Batang sudah mendirikan empat Posko pengungsian di Pendopo Kabupaten, Kecamatan Batang, Posko Kelurahan Karangasem Utara dan Po Masjid Baiturahman Kelurahan Watusalit.

Bupati Batang Wihaji, mangatakan dalam keadaan darurat kita sudah perintahkan BPBD dan semua OPD harus bergerak karena banjir ini terbesar selama ini.

“Saya sudah langsung turun ke rumah korban banjir, tindakan darurat kita ungsikan masyarakat korban banjir di Posko pengungsian yang di lengkapi tim kesehatan dan dapur umum dan bagi masyarakat korban banjir yang sakit akan kita bawa ke rumah sakit, relawan BPBD, PMI sudah kita sebar titik – titik banjir,” katanya. (WD)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Bahu jalan Tambakboyo-Adinuso longsor, kendaraan roda empat tak bisa lewat

longsor batang

Batang, Wartadesa. – Bahu jalan diperbatasan Desa Tambakboyo dengan Desa Adinuso, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang sepanjang 15 meter dengan lebar 5 meter longsor akibat guyuran hujan deras, Ahad (20/01) kemarin. Akibatnya kendaraan roda empat tidak bisa melintasi ruas jalan tersebut.

“Bahu jalan tersebut merupakan tanah urugan baru (pelebaran), Sebab kejadian diduga karena curah hujan tinggi, dan tidak ada drainasenya, sehingga air melimpah ke jalan, terus menggerus urugan baru di jembatan akhirnya longsor,” jelas Kapolsek Reban Polres Batang Iptu Suharsiyamto.

Suhariyamto menghimbau agar pengguna jalan waspada dan berhati-hati saat melintas ruas jalan tersebut. “Kami mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan untuk waspada dan berhati-hati saat melintas jalan tersebut karena licin mengingat masih tingginya curah hujan.” Lanjutnya.

Saat ini, Senin (21/01) anggota Polsek Reban dibantu warga bersama petugas Binamarga Provinsi Jawa Tengah telah memasang penanda dengan bambu dan tali, agar penguna jalan waspada dan berhati-hati saat melintas.

Akibat tebing penahan jalan yang longsor tersebut mengakibatkan akses jalan penghubung Kecamatan Reban Ke Kecamatan Bawang maupun sebaliknya sementara ditutup untuk kendaraan truk maupun kendaraan roda empat lainnya. (WD)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Kali Sragi meluap, ribuan rumah di Ulujami terendam

banjir tasikrejo

Pemalang, Wartadesa. – Ribuan rumah di tiga desa di kecamatan Ulujami yakni Desa Tasikrejo, Desa Samong, dan Desa Rowosari terdampak banjir dengan ketinggian 30-50 cm akibat meluapnya sungai Sragi, Sabtu (19/1/2019).

Kabag Ops Polres Pemalang, Polda Jawa Tengah, Kompol Alkaf Chaniago yang memimpin Satgas Bencana Polres Pemalang bersama Muspika langsung melakukan langkah-langkah untuk mengurangi dampak banjir tersebut.

“Di Desa Tasikrejo luapan air menggenangi sekitar 800 rumah yang dihuni sekitar 1500 jiwa dan sawah penduduk sekitar 80 hektar serta tambak seluas 20 hektar. Bangunan sekolah SMP dan 1 sekolah SD, 2 sekolah TK / Paud yang beberapa ruang kelas dan halaman sekolah terendam air,” jelas Kompol Alkaf.

Di dua dea lainnya, Desa Samong menggenangi 225 rumah dan sawah penduduk sekitar 92 hektar. Sedangkan di Desa Rowosari sebanyak 70 rumah.

“Meluapnya sungai banjir akibat debit air yang tinggi akibat hujan deras yang melanda beberapa hari terakhir. Saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut,” tambahnya.

Menurut Kompol alkaf, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Muspika, Satgas Bencana kecamatan Ulujami dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) di posko Bencana Balai Desa Tasikrejo.

“Dari hasil korodinasi, kami memutuskan untuk membendung tanggul dnegan karung yang diisi dengan tanah,” katanya.

Kapolsek Ulujami, AKP Harsono mengungkapkan 27 personel Polres dibantu dengan Satgas tingkat Kecamatan, Tagana Kabupaten Pemalang, mahasiswa KKN Undip dan BPBD bergerak bersama untuk menanggulangi akibat banjir tersebut.

“Sebanyak 65 personel bergerak bersama untuk mengambil tanah selanjutnya dibawa ke lokasi bencana untuk membendung tanggul,” jelasnya.

Menurut Kapolsek diperkirakan kerugian material mencapai 300 juta rupiah akibat sawah dan tambak penduduk terendam air.

“Tidak ada korban jiwa dan tidak ada yang mengungsi atau posko penampungan,” pungkasnya.

Ketinggian Pintu Air Kendaldoyong Dicek

Hujan yang beberapa hari mengguyur wilayah Kecamatan Petarukan berpotensi menyebabkan banjir, Untuk itu Kapolsek Petarukan AKP Amin Mezi. bersama Kades Temu ireng, Kendaldoyong, Kendalrejo, dan Bhabinkamtibmas setempat, ceking langsung ke Pimtu air di Desa Kendaldoyong dan Desa Kendalrejo wil Kec Petarukan Kab Pemalang Jawa Tengah. Saptu 19/1/2019

“Maksud kedatangan kami untuk monitoring debit air agar jika terjadi musibah banjir maka segera waspada dan dapat terdeteksi sehingga bisa diambil langkah-langkah antisipasi penanganan banjir secara cepat. “ ujar AKP Amin Mezi

Pengecekan ini dilaksanakan agar mengetahui situasi sungai berpotensi banjir atau tidak, dalam pengecekan tersebut petugas menemukan/melihat debit air di wilayah Kec Petarukan bagian utara mulai naik

Kapolsek Petarukan memberikan himbauan dilingkungan pemukiman tepi kali jamuran di dusun IV desa kalirandu agar tingkatkan kewaspadaan bencana banjir.

Cek lokasi dusun IV desa temuireng dimana air aliran kali jamuran naik dan menggena ngi badan jalan halaman rumah di lingkungan tersebut.

Cek pintu air kali jamuran, terpantau debit air naik dan menggenangi area persawahan disekitarnya, Cek pintu air kali talang di desa kendaldoyong, terpantau debit air naik dan menggenangi persawahan di sekitarnya.

Cek pintu air sigeseng Desa Kendalrejo, terpantau volume debit air meningkat namun arus air sungai lancar, pantau wilayah desa kendaldoyong, dimana badan jalan utama penghubung antar desa tergenang air kl 50 Cm.

Demikian informasi kegiatan monitoring kewilayahan di daerah rawan banjir secara umum situasi masih kondusif terkendali, bila ada perkembangan perubahan akan kami laporkan kembali pada kesempatan pertama. Pungkasnya. (WD/Humas Polres Pemalang)

selengkapnya