close

Bencana

BencanaSosial BudayaUncategorized

Ruas jalan Sibelis ambles, Pekalongan-Banjarnegara terputus

sibelis1

Paninggaran, Wartadesa. – Amblasnya jalan Sibelis di Desa Tenogo Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan sedalam satu meter dengan lebar 20 meter, sepanjang 30 meter, membuat jalur Pekalongan-Banjarnegara lumpuh total sejak pukul 04.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Kamis (22/02).

Kapolsek Paninggaran, AKP Priya membenarkan bahwa beberapa jam jalan tidak bisa dilalui. Dia menambahkan bahwa ruas jalan tersebut merupakan tanahyang labil dan sering amblas.

Amblasnya jalan tersebut langsung ditindak-lanjuti dengan upaya gotong-royong warga, TNI dan pihak Polri agar jalan tersebut bisa dilalui. “Baru bisa dilalui oleh motor,” tutur Adi, salah seorang pengguna jalan.

Sebelumnya  Januari 2014 lalu, ruas jalan tersebut amblas sedalam dua meter. Kemudian pada tanggal 15 Febuari 2018, mengalami hal yang sama.

Diperkirakan jalur akan normal kembali pekan depan. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Ruas Krandegan-Mendolo amblas 30 cm, Lolong tertutup longsor susulan

lebakbarang amblas

Lebakbarang, Wartadesa. – Ruas jalan Karanganyar-Lebakbarang di Dukuh Krandegan Desa Mendolo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan ambles sedalam 30 centimeter, mengakibatkan tiang listrik roboh. Hingga menyebabkan wilayah Lebakbarang listrik padam sejak semalam, Rabu (21/02).

Baca: Pembersihan material longsor di Lolong butuh 2-3 hari

Kembali longsor, Jalan Raya Karanganyar

jalan lebakbarang-karanganyar ditutup

Festival Durian Lolong bakal digelar, setelah absen

Obyek wisata Lolong Pekalongan kini makin cantik

Pantauan pewarta Wartadesa di lokasi kejadian, amblesnya jalan tersebut masih bisa dilalui pengguna kendaraan bermotor, namun demikian pengendara musti berhati-hati.

Sementara itu, longsor susulan terjadi di ruas jalan Karanganyar-Lebakbarang, tepatnya di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar. Seperti diberitakan Wartadesa, enam hari lalu. wilayah ini sebelumnya tertutup material longsor, hingga seluruh moda transportasi tidak lewat.

Warga setempat, pagi ini, Kamis (22/09) melakukan kerjabakti dengan membangun jembatan penghubung menggunakan kayu, agar pengendara motor bisa melewati ruas jalan tersebut.

Agus Trihandoko, petugas kepolisian Sektor Lebakbarang melaporkan, warga membangun jembatan sejak pukul 07.00 WIB. “Akses jalan menuju Lebakbarang tertutup longsor di daerah perbatasan Lebakbarang-Karanganyar, daerah Lolong … masyarakat membuat jembatan darurat agar motor bisa lewat, pukul 07.00 WIB,” tuturnya.

Hingga pukul 09.00 WIB, penanganan evakuasi material longsor masih menggunakan peralatan manual. Warga setempat masih menunggu bantuan alat berat dari pemerintah setempat. (Budi)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Rumah dokter di Kebonsari terbakar, satu meninggal

28377617_1739127376154950_1026637273118748963_n

Karangdadap, Wartadesa. – Kebakaran menimpa kediaman dokter Chairul Hadi, Dukuh Wora-wari, Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan, Senin (19/02.

Menurut seorang warga, Munir, kebakaran terjadi sejak selepas waktu sholat maghrib. Akibat kejadian tersebut, PLN langsung memutus arus untuk wilayah Karangdadap.

Tiga pembadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api di rumah dokter spesialis urologi tersebut.

Petugas pemadam kebakaran dibantu warga berusaha memadamkan api. Api baru bisa dipadamkan setelah tiga jam petugas bahu-membahu bersama warga.

Telah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh petugas Kepolisisan Resort Pekalongan, namun hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti kebakaran tersebut.

Satu orang korban meninggal dunia ditemukan dalam kebakaran tersebut, korban, Sri Purwatiningsih (70), warga Kebonsari. Jenazah korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam Pekajangan untuk dilakukan tindakan medis.

Kerugian material ditaksir mencapai Rp.200 juta.  (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Bupati: Pekalongan tanggap bencana

asip

Kajen, Wartadesa. – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menetapkan status tanggap bencana terkait dengan banyaknya bencana di wilayah tersebut. Cuaca ekstrem dan meningkatnya curah hujan yang tinggi dituding sebagai pemicunya.

Intensitas curah hujan yang cukup tinggi yang melanda sejumlah wilayah setempat telah menimbulkan bencana di Kecamatan Paninggaran, Lebakbarang, Petungkriono, dan Kandangserang.  “Curah hujan yang cukup tinggi telah menimbulkan longsor, amblesnya jalan yang menutup transportasi, dan putusnya jembatan di Desa Bubak dan Luragung Kecamatan Kandangserang,” ujar Asip.

Asip mengaku pihaknya akan melakukan respon cepat terhadap bencana yang datangnya mendadak, “Oleh karena, disamping melakukan tindakan cepat sebagai bentuk “Quick Respons” dari pemerintah. Ada yang tidak kalah pentingnya lagi yaitu melakukan koordinasi untuk menentukan skala prioritas penanganan bencana,” katanya.

Menurut Asip, empat kecamatan yang merupakan wilayah rawan bencana adalah Kandangserang, Lebakbarang, Paninggaran dan Petungkriyono. Penanganan bencana ini, masih menurut Asip, tidak ada istilah libur.  “Oleh karena, tidak ada istilah hari libur untuk menangani masalah bencana alam,” pungkasnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Unik: Daerah pegunungan di Pemalang dan Pekalongan ini terkena banjir

lambanggelun

Pemalang, Wartadesa. – Desa Pedagung di Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang yang merupakan wilayah dataran tinggi alias pegunungan di Kota Ikhlas, ternyata tak lebas dari banjir. Banjir sempat merendam wilayah desa, Kamis (15/02) kemarin.

Suryanto, warga Pedagung mengungkapkan bahwa banjir di wilayahnya akibat curah hujan yang tinggi, “Curah hujan yang tinggi dan lama, hingga ber jam-jam. Akibatnya air sungai meluap ke perkampungan warga,” tuturnya.

Kali Polaga Desa Pedagung Kecamatan Bantarbolang meluap, Kamis (15/02). Foto diambil dari grub media sosial PBP

Meluapnya kali Pedagung ke perkampungan warga di sekitar bantaran juga pernah terjadi pada tahun 2014 lalu. Beberapa rumah yang berdekatan dengan kali Polaga Desa Pedagung rusak. Jembatan gantung yang menuju Desa Waringin hanyut terbawa banjir bandang. Selain itu, jembatan yang menuju Desa Karangtuang keadaanya sudah miring.

Banjir bandang juga pernah melanda Desa Pedagung pada tahun 2014 lalu.

Selain Pedagung, banjir juga melanda wilayah Moga,  “Kecamatan Moga, ngarep pasar Moga banjir juga,” tutur Sholeh, warga setempat.

Selain di Pemalang, wilayah pegunungan yang mengalami banjir yakni Desa Lambanggelun Kecamatan Paniggaran Kabupaten Pekalongan.

Banjir melanda Desa Lambanggelun Kecamatan Paninggaran, Kamis (15/02) sore akibat hujan deras selama beberapa jam.

“Dukuh Mendelun Desa Lambanggelun, Paninggaran juga terendam banjir,” tutur Heri Wiyono, warga setempat.

Fenomena aneh dan langka ini, yakni daerah pegunungan yang notabene daerah atas, namun dilanda banjir tersebut disikapi oleh Rohani, warga Sragi sebagai tanda-tanda alam, bahwa manusia harus menjaga keseimbangan alam.

“Daerah resapan sekarang jadi permukiman, bukit-bukit dipapras, tanahnya diambil untuk proyek. Hutan resapan digunduli jadi lahan. Ketika alam sudah tidak seimbang maka itulah yang akan terjadi,” tuturnya.

Melihat kondisi semacam itu, harusnya kita menjaga kembali keseimbangan alam. Pungkas Rohani. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Diterjang angin, dua rumah di Petarukan roboh

ambruk petarukan

Pemalang, Wartadesa. – Dua rumah di Dusun Kecapang, Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang roboh akibat diterjang angin kencang, Kamis (15/02) sekitar pukul 13.45 WIB, kemarin.

Rumah semi permanen milik Suharmo (45), berukuran 5 kali 16 meter yang masih berupa tembok pasangan bata merah, roboh, mengenai rumah tetangganya, Kuswono (65). Akibatnya rumah Kuswono pun ikut roboh.

“Rumah milik Suharno berukuran 5 x 16 meter, tembok pasangan batu bata merah belum di plester, atap genteng dan rangka kayu. Kerusakan pada tembok rumah sebelah kanan ambruk sepanjang 16 meter, atap ambruk dan menimpa rumah yang ada di sebelah kirinya,” turur Ka SPK Polsek Petarukan, Aiptu Suwarna, Jum’at (16/02).

Suwarna menambahkan bahwa selain tembok yang runtuh, perabotan milik  Suharno  juga rusak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian ditaksir hingga Ro. 35 juta.

Sedangkan rumah Kuswono yang tertimpa atap rumah Suharno, menurut Aiptu Suwarna berukuran 5,5 × 12 meter, tembok pasangan batu bata merah sudah di plester, atap genteng dan rangka kayu, kerusakan pada atap rumah ambruk.

“Kerusakan pada perabotan rumah karena tertimpa atap yang roboh, korban jiwa nihil. Kerugian materiil ditaksir Rp. 25 Juta,” tambahnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Pencongan meluap, Pesanggrahan terendam, Jambean jebol

jambean

Tirto, Wartadesa. – Hujan deras seharian di wilayah Pekalongan dan sekitarnya disertai dengan kiriman air dari daerah atas Kota Santri menyebabkan kondisi Kali Pencongan (Kali Sengkarang di wilayah Pantura) meluap, Siaga 1. Akibatnya sebelah selatan jalan Pantura di Desa Pacar Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan terendam banjir.

Luapan Kali Pencongan di Pacar sudah diketahui warga sejak sore hari, hingga saat air masuk ke perkampungan, warga sudah siap-siaga dan berjaga-jaga hingga malam hari.

Ahmad Bejo, warga Pacar mengungkapkan bahwa bagi warga yang mau melewati Sepacar (Pacar) dibawah jembatan kereta, hendaknya berhati-hati karena banyak motor yang sudah mogok, “Bawah rel kereta api Desa Pacar banjir, bagi pengendara yang mau lewat, lebih baik cari jalan lain, motor banyak yang mogok, mas,” tuturnya Kamis (15/02).

Meluapnya Kali Pencongan, juga membuat puluhan hektar sawah di Pesanggrahan Kecamatan Wonokerto terendam banjir, “Mau mbengi kaline Pencongan mincip-mincip, trus Pesanggrahan banyune kaline luber neng sawah (Semalam kali Pencongan airnya meluap, terus Pesanggrahan, air sungainya luber ke sawah),” tutur Laeli Khikmawati, warga Pesanggrahan, Jum’at (16/02).

Laeli menambahkan, pagi ini (Jum’at) kondisi air sudah tidak naik lagi, “Banyune wis ora munggah maneh, mugo-mugo bae ora ono opo-opo,” lanjutnya.

 

 

Sementara itu, akibat luapan dan derasnya arus Kali Pencongan, tanggul di Desa Jambean Kecamatan Wonokerto jebol.  Jebolnya tanggul kali tersebut membuat wilayah Desa Jambean dan sekitarnya langsung terendam banjir. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Hujan seharian, dua jembatan di Kandangserang putus

27867990_155078128632560_7811968265404202538_n

Kandangserang, Wartadesa. – Hujan deras sehari penuh kemarin, menyebabkan dua jembatan vital di Kecamatan Kandangserang putus, bahkan badan jembatan hanyut diterjang derasnya air. Kamis (15/02).

Badan jembatan Kali Tonjong atau Kali Keruh di Desa Luragung patah, sebagian badan jembatan terseret arus derasnya air. Jembatan Luragung ini merupakan jembatan vital (penting) yang menghubungkan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang.

Cipto, warga setempat mengungkapkan bahwa jembatan putus dan badannya terbawa derasnya arus sungai, “Jembatan Luragung putus karena badannya patah diterjang air,” tuturnya.

Selain jembatan Luragung yang putus, jembatan Kali Asahan di Desa Bubak Kecamatan Kandangserang juga ambrol terbawa air sungai yang deras.

Tidak ada korban jiwa dalam putusnya dua jembatan di Kandangserang,  karena tidak ada warga yang melintas. Namun banyak warga yang menyaksikan kejadian putusnya jembatan tersebut. Masih lanjut Cipto. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Kembali longsor, Jalan Raya Karanganyar-Lebakbarang tertimbun

longsor

Lolong, Wartadesa. – Bencana longsor kembali terjadi di Jalan Raya Karanganyar-Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, Kamis, (15/02) sekitar pukul 17.00 WIB. Longsor terjadi akibat hujan yang mengguyur wilayah Desa Lolong dan sekitarnya, hingga jalan penghubung dua kecamatan yang berada di desa tersebut tertimbun material longsor.

Pewarta Wartadesa di lokasi kejadian melaporkan bahwa, akibat longsor tersebut, akses kendaran roda dua maupun roda empat terputus. Bahkan warga yang mengendarai motor, harus mengangkat motor atau menggotong motor, lewat tepi jalan yang timbunannya tidak terlalu tinggi, agar bisa melalui ruas jalan tersebut.

“Terpaksa kami harus gotong-royong mengangkat motor, lewat samping, yang tumpukan material longsornya tidak terlalu tinggi,” Ujar Arifin, warga Lebakbarang.

Timbunan longsor menutup ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar di Desa Lolong, dengan ketinggian 1,5 meter. Material berupa tanah, batu dan kayu menyebabkan warga terkendala untuk segera melakukan evakuasi material longsor dikarenakan hujan masih mengguyur wilayah tersebut.

Bagi warga Lebakbarang yang dari wilayah Karanganyar, dan hendak pulang, dihimbau untuk tidak melewati jalur Lolong, demikian juga sebaliknya, karena akses jalan terputus oleh tumpukan material longsor. Pungkas Arifin. (Budi)

 

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Pencari rumput diduga tertimbun longsor di Desa Tenogo

longsor tenogo

Paninggaran, Wartadesa. – Rali (45), seorang pencari rumput, warga Dukuh Godang, Desa Tenogo Kecamatan Paninggarak Kabupaten Pekalongan hilang di kawasan hutan petak 56 Perhutani KPH Pekalongan Timur. Diduga korban hilang tertimbun longsor pada tebing tersebut, Rabu (07/02).

Menurut Kepala Desa Tenogo, Agus Susilo, pihak keluarga Rali melaporkan bahwa korban hilang pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIB. “Kebiasaan korban memang mencari rumput saat pagi. Biasanya dia (korban) pergi dari rumah sekitar pukul lima dan pukul tujuh sudah berada di rumah,” kata Agus Susilo.

Agus menambahkan, korban biasa mencari rumput di sekitar lokasi longsor.

Petugas KPH Pekalongan Timur, Edi Harwono mengungkapkan korban berada di sekitar lokasi, karena ada jejak kaki dan rumput di wilayah longsor. “Disekitar lokasi ada jejak kaki dan rumput milik korban juga berada di sekitar lokasi,” jelasnya.

Korban sendiri saat pergi dari rumah mengenakan kaos kuning, celana hitam, topi hitam, sepatu blandong putih, serta membawa sabit dan tali bambu.

Hingga Rabu sore, masih dilakukan pencarian korban okeh warga, anggotaTNI dan Polri, BPBD, PMI, KPH Pekalongan Timur, SAR dan relawan. Pencarian sepat dihentikan saat senja, namun hari ini (Kamis, 08/02) pencarian korban akan dilanjutkan. (Eva Abdullah)

selengkapnya