close

Bencana

Bencana

Puluhan rumah rusak akibat puting beliung di Batang akan dibantu Rp. 3 juta

angin puting beliung

Batang, Wartadesa. – Puluhan rumah rusak akibat angin puting beliung di Desa Sukorejo, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Ahad (14/04) kemarin akan mendapat bantuan sebesar Rp. 3 juta. Demikian disampaikan oleh Wakil Bupati Batang, Suyono saat mendatangi korban di Desa Sukorejo, Selasa (16/04).

Data sementara total rumah rusak di Desa Sukorejo yakni empat rumah rusak berat dan 12 rumah rusak ringan. Sementara di Dukuh Bandungan sebanyak enam rumah rusak berat dan 100 rumah rusak ringan. Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Selain bantuan nominal Rp. 3 juta, PMI Kabupaten Batang juga memberikan bantuan berupa beras dan mi instan. Ujar Suyono.

Angin puting beliung yang menerjang Desa Sukorejo terjadi pada Ahad kemarin. Menurut warga, saat itu cuaca mendung  dan hujan lebat. “Saat kejadian cuaca mendung dan hujan lebat, tak lama kemudian angin berhembus kencang dan langsung menyapu 3 dusun di Desa Sukorejo, yaitu Dusun Kalenggangan, Bandungan, dan Kelampok,” ujarnya.

Evakuasi dan pembersihan material rumah maupun pohon yang tumbang langsung dilakukan oleh warga dibantu dengan petugas BPBD Kabupaten Batang, Muspika dan tim relawan PMI.

Hingga saat ini BPBD bersama pihak pemerintah desa sedang melakukan pendataan jumlah total rumah rusak ringan maupun rusak berat akibat bencana tersebut.

Keterangan dari Anggota Korps Sukarelawan (KSR) PMI Kabupaten Batang, Suryani, mengungkapkan bahwa hasil pendataan sementara kerusakan rumah akibat angin puting beliung di Desa Sukorejo sebagai berikut,  di Dukuh Bandungan terdapat enam rumah rusak parah yakni Ahmad nahrowi RT 2 RW 1, Misadi RT 1 RW 1, Zaenab RT 5 RW 1, Abdul mofit RT 5 RW 1, Solihin RT 5 RW 1, Haji slamet RT 4 RW 1

Sedangkan di Dukuh Kalenggangan terdapat tiga rumah rusak parah diantaranya Supar RT 5 RW 2
, Abdul rozak RT 5 RW 2 dan Muklasin RT 5 RW 2. (WD)

 

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Lilin sambar rumah, ramlan derita kerugian capai puluhan juta

kebakaran wonotunggal

Batang, Wartadesa. – Diduga akibat lupa mematikan lilin paska listrik padam, sebuah rumah milik Ramelan (65), warga Desa Wonotunggal Rt. 01/01 Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang, terbakar, Kamis (11/04) pukul 23.30 WIB.

Rumah yang ditempati oleh dua keluarga (KK) tersebut sempat dikabarkan terbakar lantaran kompor njebluk (Jawa). “Kompor njebluk kompor njembluk… ” Teriak tetangga korban. Saking paniknya, tetangga korban terbangun dan berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan kebakaran tersebut segera saja berdatangan menuju rumah korban.

Warga segera menghubungi pemadam kebakaran setempat. Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan Dinas Pemadam Kebakaran dari Bandar dan Batang untuk membantu memadamkan api.

Api akhirnya dapat ditaklukkan warga dan petugas sekitar pukul 00.30 WIB, namun, tak ayal seluruh rumah beserta seluruh perabotan didalamnya ludes, termasuk satu unit sepeda motor Supra X milik korban ikut ludes terbakar.

Keterangan dari Babinsa Koramil Wonotunggal, Serma Suko Widodo, kebakaran diketahui sekitar pukul 23.00 WIB oleh anak korban bernama Daliman. Ia melihat bagian belakang rumah terbkar. Daliman langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan berteriak minta tolong.

Warga yang mendengar teriakan anak korban, langsung berhamburan datang untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

“Warga sekitar berdatangan untuk membantu memadamkan api dan menyelamatkan barang-barang milik korban yang bisa di selamatkan,” tutur Suko Widodo.

Dugaan penyebab kebarakan adalah lilin yang lupa dimatikan yang menyambar dinding rumah yang terbuat dari kayu dan bambu. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir Rp. 55 juta. (WD)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Jalan Sibelis longsor lagi, warga berjaga 24 jam

sibelis longsor lagi

Paninggaran, Wartadesa. –  Hujan deras Senin malam (08/04) menyebabkan jalan Sibelis yang menghubungkan Kabupaten Pekalongan dengan Kabupaten Banjarnegara kembali longsor. Warga Desa Tenogo Kecamatan Paningaran berjaga 24 jam, mereka bergiliran mengatur lalu-lintas di tanjakan Sibelis yang kondisinya makin memprihatinkan.

Longsoran material tanah di titik pertama, menutup jalan sejak Senin malam. Material tanah di sisi kanan dan kiri masuk ke jalan. Sementara ruas jalan yang sebelumnya amblas pada bulan Februari lalu, kini semakin lebar dan luas. Kedalaman jalan yang amblas sekitar enam meter dengan lebar 20 meter dan panjang mencapai 30meter. Pada titik kedua tersebut merupakan tanjakan dan turunan yang menikung tajam.

Warga yang sudah mendirikan tenda sejak tiga bulan lalu, terpaksa harus siaga 24 jam untuk mengatur lalu-lintas kendaraan yang melintas, untuk menghindari korban. Keterangan dari warga Desa Tenogo, Wibowo (46), longsor kali ini merupakan longsor terparah hingga menyebabkan kemacetan panjang.

Wibowo menambahkan longsor pada sisi atas (titik longsor pertama) ditambah pada sisi atas amblas menyebabkan ruas jalan hanya bisa dilewat satu arah saja. “Jalan hanya bisa dilewati satu arah saja, hingga warga bergantian mengatur lalu-lintas untuk mengurai kemacetan yang memanjang,” ujarnya.

Sementara itu, siang tadi warga bersama petugas kepolisian membersihkan material longsor yang menutup jalan, dengan dibantu dua alat berat.

Warga berharap agar jalan lama diaktifkan kembali untuk menghindari ruas jalan yang saat ini sering longsor dan amblas.  (WD)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Hujan deras, talud pondasi Masjid al-Ikhlas ambrol

pondasi masjid longsor

Lebakbarang, Wartadesa. – Hujan deras pada Senin 25 Maret 2019 sore kemarin menyebabkan talud pagar masjid al-Ikhlas Dukuh Pesanggrahan, Desa/Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan longsor. Longsornya talud diduga lantaran tidak kuat menahan volume air hujan yang tinggi.

Akibat material longsor yang menutup sebagian ruas jalan, jalan lingkar sementara hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. “Jalan lingkar saat ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua mas …. Namun kondisi ini tidak mengganggu, lantaran jalan utama masih bisa dilalui. Untuk mobil masih menggunakan jalan utama untuk aktivitas warga,” tutur Amin, salah seorang warga, Rabu (27/03).

Evakuasi material longsor telah dilakukan oleh warga bersama koramil 17/Lebakbarang dan babinsa setempat dengan bergotong-royong, Selasa (26/03).

”Kita langsung cek ke lokasi saat itu juga di dukuh Pesanggrahan, kemudian kami berkoordinasi dengan perangkat desa setempat untuk besoknya melaksanakan gotong-royong membersihkan material longsor, karena sebagaian material menutup badan jalan antar pedukuhan,” Ungkap Danramil, Kapten Riyanto. (Budi R. Setiawan)

 

selengkapnya
Bencana

Longsor di Watukumpul, nenek tertimbun

tertimbun lumpur

Pemalang, Wartadesa. – Longsor di Desa Tundagan tepatnya di Dukuh Pedagung Rt.09/Rw.02 Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang merenggut satu korban jiwa. Nenek Warniti (sumber lain menyebut Wartini) yang berusia 60 tahun meninggal akibat tertimbun longsor.

Korban sempat dinyatakan hilang kemarin malam (Jum’at, 22/03) dan  ditemukan pukul 23.30 WIB oleh tim BPBD Kabupaten Pemalang dibantu para warga. Tim Tanggap Bencana Kecamatan dan Desa Tundagan kemudian mengevakuasi korban untuk dilakukan tindakan.

Longsor di Desa Tundagan menurut Kapolsek Watukumpul, Iptu M. Subagio lantaran kontur tanah yang miring dan labil. “Tundagan adalah desa dengan ketinggian lebih dari 800 meter diatas permukaan laut, kontur tanah yang miring dan tidak stabil memang beresiko tinggi terdampak longsor, jika terjadi hujan terus menerus,” ungkapnya di lokasi kejadian.

Subagio menghimbau warga desa setempat untuk tidak membangun permukiman di lokasi yang beresiko terkena longsor. Namun pihaknya memahami, karena keterbatasan kepemilikan tanah, warga tidak bisa menghindarinya.

Menurutnya butuh perhatian serius dari pihak pemerintah untuk melakukan relokasi warga yang berada di wilayah rawan longsor.

Warga dibantu oleh relawan dari BPBD, kepolisian dan TNI hari ini (Sabtu, 23/03) melakukan kerjabakti untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat longsor tersebut.  (WD)

 

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Angin Puting Beliung terjang Tanah Karo, puluhan rumah rusak

bagikan

Tanah Karo, Wartadesa. – Angin puting beliung menerjang puluhan rumah warga di desa Sukaramai Kecamatan Munte Kabupaten Karo Sumatera Utara, Rabu (6/3) pukul 19.30 dan beberapa rumah mengalami rusak parah hingga rata dengan tanah.

Informasi dihimpun wartadesa, tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu. Namun dua warga Termalem Sembiring (53) dan Bila Sembiring (8) mengalami luka. Keduanya menjalani perawatan di Puskesmas setempat.

Seorang Pegiat Radio Komunitas Tanggap Bencana, Radio Kekelengen, Rajab Tarigan mengabarkan kepada Wartadesa dari Tanah Karo.

“Puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi malam itu karena rumahnya hancur di terjang angin kencang” katanya.

Pasca bencana malam itu, pemerintah setempat segera bertindak menanggulangi bencana, berkoordinasi dengan BPBD kabupaten Karo serta pihak PLN untuk mendirikan posko bencana, menyalurkan bantuan pangan dan perbaikan jaringan listrik.

Pada Kamis (7/3) pagi, ibu ibu PKK menyalurkan 23 kardus mie instan dan 23 papan telur. Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karo Martin Sitepu memberi 32 karung beras, 11 kardus mie instan dan 3 kardus minyak goreng serta gula pasir.

Selanjutnya Jumat (8/3) seorang dermawan Lenni Purri Surbakti menyerahkan bantuan berupa 34 karung beras serta 34 papan telur diikuti anggota DPR RI Delia Pertiwi Sitepu.

Semua bantuan di terima langsung per-keluarga korban disaksikan unsur pemerintahan kecamatan Munte serta perangkat desa Sukaramai. Kata Rajab. (wd-bay) *

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Delapan titik longsor di Lebakbarang akibat hujan deras

longsor lebakbarang

Lebakbarang, Wartadesa. – Hujan deras yang mengguyur wilayah Lebakbarang mulai pukul 11.00 s/d 17.30 WIB mengakibatkan titik-titik longsor yang menutup akses jalan, Jumat (01/2). Sebagian besar lokasi longsor berada di dukuh Petungkon desa Tembelanggunung Kecamatan Lebakbarang.

Berdasarkan keterangan dari Sutomo selaku kadus Petungkon, terdapat 8 (delapan) titik longsor tepatnya di sepanjang jalan antar dukuh Dondong ke dukuh Petungkon.

“Longsor yang menutup / mengganggu akses jalan raya terdapat 4 titik di sepanjang jalan dukuh Dondong hingga dukuh Petungkon. 1 titik berada di halaman rumah Sugito dukuh Petungkon desa Tembelanggunung namun tidak sampai merusak bangunan,” ujarnya.

Lebih lanjut Sutomo mengatakan 1 titik berada di lokasi tiang listrik dan mengakibatkan tiang tersebut roboh sehingga menyebabkan terputusnya aliran listrik di wilayah dukuh Petungkon. Sementara 2 titik lainnya longsoran kecil.

Setelah hujan mulai reda, Polri bersama pemerintah desa dan warga melaksanakan kerja bhakti membuka akses jalan yang tertutup material longsor. Hingga saat ini, dari 4 titik jalan yang tertutupi material longsor sudah bisa dilalui untuk kendaraan roda dua, namun untuk 2 titik longsoran untuk akses kendaraan roda 4 harus bergantian apabila ingin melewati jalan tersebut.

Kegiatan kerja bhakti dihentikan pada sekira pukul 18.00 wib mengingat hari sudah petang dan akan dilanjutkan esok hari.

Sementara itu, pihak Kepolisian menghimbau kepada warga untuk selalu berhati-hati dan waspada saat hujan deras. (Humas Polres Pekalongan)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Ditinggal pergi, rumah Rosidin ludes terbakar

kebakaran

Pemalang, Wartadesa. – Kebakaran melanda rumah milik Rosidin (40) warga Dukuh Pelem Rt 08 Rw 02 Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jumat siang (01/03/2019). Rumah tersebut habis ludes terbakar saat ditinggal pergi penghuninya.

Kapolsek Pulosari , Polres Pemalang AKP Ketut Astawa mengatakan, peristiwa itu bermula sekitar pukul 13.30. Keluarga pemilik rumah tersebut pergi meninggalkan rumah,sang pemilik rumah Rosidin pergi keluar dan istrinya pergi berjualan

Ketika rumah dalam keadaan kosong, salah seorang tetangga korban yang bernama Suristo (46) melihat ada kobaran api di atap Rumah Korban, Melihat hal itu, dia langsung berteriak minta tolong kepada para tetangga lainnya.

Mereka kemudian berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Warga juga langsung melaporkan kejadian itu kepada pemerintah Desa dan Polsek Pulosari. Namun, api sudah terlanjur membesar, sehingga warga kesulitan memadamkannya karena rumah Korban terbuat dari papan kayu. Akibatnya, api lebih cepat melalap seluruh rumah hingga ludes.

“Rumah seisinya terbakar. Tidak ada korban jiwa,” kata AKP Ketut Astawa.

Adapun Penyebab kebakaran tersebut berasal dari hubungan pendek arus listrik dan kerugian di taksir kurang lebih 100 juta. Dan untuk sementara Keluarga Rosidin mengungsi di rumah tetangga nya yang berempati atas kejadian tersebut. (Humas Polres Pemalang)

selengkapnya
Bencana

Diguyur hujan, jalan Desa Bantarkulon longsor

longsor

Lebakbarang, Wartadesa. – Longsor terjadi di ruas jalan utama Desa Bantarkulon, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Rabu (27/02). Hujan deras selama satu jam lebih menjadi penyebabnya. Akibatnya, jalan sepanjang 20 meter dengan lebar dua meter longsor ke bawah tebing.

Penuturan warga, hujan deras terjadi sejak siang hingga sore hari. Sekitar pukul 16.30 WIB longsor terjadi. Ruas jalan utama Desa Bantarkulon yang mengalami longsor hanya tersisa 1,5 meter. Hingga saat ini hanya motor yang bisa melewati jalur tersebut.

Jalan yang merupakan akses utama warga ke Dukuh Bantarkulon dan Traje tersebut belum bisa dilewati moda transportasi roda empat.

Longsor juga terjadi di ruas jalan Kajen-Paninggaran. Tebing di Sibelis mengalami longsor akibat terjangan hujan. Tebing yang berada dibawah jalan Sibelis yang ambles sebelumnya, longsor. Pihak kepolisian berhasil mengewakuasi material longsor hingga ruas jalan bisa untuk dilewati. (WD)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Diterjang hujan dan angin lisus, tiga atap rumah roboh

tiga atap roboh

Pemalang, Wartadesa. – Hujan disertai dengan angin lisus di Dusun Sali Rt. 10/02, Desa Karangasem, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jum’at (01/02) sore kemarin membuat tiga atap rumah milik warga roboh.

Angin lisus sekitar pukul 17.00 WIB kemarin menyebabkan atap milik Nuryatin (57), Wijan (52), dan salah satu warga dukuh setempat roboh.

Angin kencang mengarah dari barat ke timur dan kejadian cukup lama sekitar satu jam. Akibat kejadian tersebut atap rumah milik korban yang terbuat dari rangka baja ringan dan atap seng terlepas dan menimpa dua atap rumah milik yang berada di sebelah timurnya. Jelas Nuryatin.

Nuryatin mengungkapkan bahwa hingga saat ini korban belum menerima bantuan dari pihak manapun. Warga sekitar bergotong-royong memperbaiki kedua atap rumah warga yang menjadi korban angin lisus tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp. 55 juta. (WD)

selengkapnya