close

Bencana

Bencana

Hujan deras, batu seberat 300 kg timpa rumah warga

longsor

Paninggaran, Wartadesa. – Batu seberat hampir 300 kilogram menimpa dapur rumah Parman, warga Dukuh Sidayu, Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (14/12) siang.

Keterangan dari warga setempat, longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak  siang hingga sore hari. “Batu seberat 300 kilogram menimpa dapur milik Parman. Longsoran batu dari tanah milik Sukamto yang berada diatas kiri rumah Parman, akibat hujan deras,” tutur Sapar.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar  satu juta rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (humas_pngrn)

selengkapnya
Bencana

41 rumah dan 1 mushola rusak parah diterjang angin puting beliung

angin puting

Pemalang, Wartadesa. – Sedikitnya 41 rumah di Desa Bulakan Kecamatan Belik, Pemalang rusak diterjang angin puting beliung pada Senin (18/11/2019) pukul 15.05 WIB. Selain merusak rumah, angin puting beliung yang disertai hujan deras juga merusak satu mushola.

Musibah ini menimpa sejumlah wilayah di Desa Bulakan seperti Dusun Bulakan Timur, Dusun Bulakan Barat, Dusun Kalikeji, dan Dusun Dukuh Karang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Warga dibantu perangkat Desa Bulakan, TRC BPBD Kabupaten Pemalang, beserta tim relawan seperti Banser (Bagana), Sabhawana Rescue, Pemalang Mountain Rescue, SAR Pemuda Pancasila, Babinsa Koramil, BabinKamtibmas Polsek, Sie Trantib Kecamatan Belik, bergotong royong memperbaiki bagian rumah warga yang rusak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang bersama perangkat Desa Bulakan melakukan assement dan melakukan rapat koordinasi pembentukan struktur pos darurat bencana angin puting beliung.

Dari data BPBD Kabupaten Pemalang sebanyak 44 Kepala Keluarga dan 167 jiwa terdampak musibah angin puting beliung ini. Sebanyak 44 orang mengungsi. 28 rumah mengalami kerusakan ringan, 3 rumah rusak sedang dan 11 rumah mengamali kerusakan parah. (Kabar Pemalang)

sumber : Desa Bulakan dan BPBD Kabupaten Pemalang

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Hujan disertai angin, mobil tertimpa pohon

pohon tumbang

Batang, Wartadesa. – Sebuah mobil dan atap rumah warga porak-poranda akibat tertimpa pohon yang roboh akibat hujan deras disertai dengan angin kencang di daerah Blado, Kabupaten Batang, Sabtu (09/11) sore.  Pemilik mobil yang berada di dalam Pasar Blado tidak mengetahui kalau mobilnya tertimpa pohon tumbang, lantaran ia sedang berjualan di sebuah toko kompleks pasar.

Hujan yang turun sekitar pukul 17.45 WIB disertai angin kencang juga mengakibatkan enam rumah milik warga roboh dan puluhan pohon tumbang.  Peristiwa bencana tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa tetapi beberapa pohon yang tumbang sempat menghalangi ruas jalan.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), para relawan, dan masyarakat bergotong-royong menyingkirkan pohon yang tumbang dan melakukan evakuasi para korban ke tempat yang lebih aman. Hingga saat ini,  Kepala BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi masih menginventarisir besaran kerugian yang diderita warga.

“Saat ini, kami bersama masyarakat masih fokus melakukan evakuasi korban dan menyingkirkan pohon yang tumbang agar tidak mengganggu arus lalu lintas di jalan,” kata Azmi.

“Bagi pemilik rumah yang roboh, pasti akan kami berikan bantuan untuk rehab rumah. Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih pada masyarakat setempat yang secara antusias bergotong royong menyingkirkan pepohonan yang tumbang di tengah jalan,” lanjut Azmi.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Joko Tetuko mengatakan pemkab segera memberikan bantuan kepada enam pemilik rumah yang rumahnya roboh karena bencana tersebut.  Menurutnya, setelah melakukan pendataan, besok (Senin, 11/11) pihaknya akan menyalurkan bantuan  sebesar Rp. 3 juta perorang. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Api lalap enam rumah di Pulosari

kebakaran

Pemalang, Wartadesa. – Enam rumah hangus dilalap api di Dukuh Kandang Gotong, Desa Clekatan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Kamis (31/10).

Keterangan dari AKP Trisno, Kapolsek Pulosari menyebut bahwa kebakaran terjadi pukul 12.00 WIB. Api berawal dari rumah milik Muksori, warga Rt. 01/04 Dukuh Kandang Gotong saat rumah ditinggal oleh penghuninya. Percikan api terlihat oleh warga pada rumah yang terbuat dari papan.

Api semakin membesar lantaran tiupan angin. Kebakaran dari rumah Muksori kemudian merembet ke rumah Nur Kasani, Nur Salim, Saeful Mumin, Saefudin dan Ghojali. Jarak rumah yang berhimpitan membuat enam rumah tersebut ikut terbakar. Lanjut Trisno.

Empat truk tanki berisi bantuan air bersih dilibatkan untuk memadamkan api, dibantu warga, akhirnya api dapat ditaklukkan. Kapolsek menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut dan Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp 475 juta.

“Penyebab kebakaran diduga kuat akibat hubungan arus pendek pada instalasi listrik di rumah saudara Muksori, Karena api pertama kali muncul dan diketahui saksi pada rumah tersebut ,” ujar Trisno. (Eky Diantara/Humas Polres Pemalang)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Bukit Banowati terbakar, api padam selang 2 jam

kebakaran bukit banowati

Pemalang, Wartadesa. – Api melahap tanaman perdu dan semak belukar sepanjang garis satu kilometer di lahan perhutani petak 68 Bukit Banowati, Desa, Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Senin (23/09) sore.

Warga dibantu dengan personel Polres, Kodim 07/11 Pemalang bersama petugas dari perhutani langsung memadamkan api. “Setelah menerima laporan adanya kebakaran lahan, Polsek Watukumpul melaksanakan koordinasi dengan Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Desa Bongas Kecamatan Watukumpul dan Keasperan Kecamatan Randudongkal,” kata Kapolres Pemalang melalui Kabag Ops Kompol Alkaf Chaniago.

Alkaf Chaniago mengungkapkan bahwa sepanjang satu kilometer lahan terbakar. “Lahan yang terbakar berupa tanaman perdu dan semak belukar dengan panjang segaris sekitar 1 km,” ungkapnya.

Kerjasama antara warga dan petugas yang tergabung dalam Kompi Tanggap Bencana akhirnya membuahkan hasil, setelah mereka berjibaku memadamkan api, dua jam kemudian api berhasil dipadamkan. “Berkat kerjasama personil TNI-Polri, Perhutani bersama sekitar 100 orang warga masyarakat, api dapat dipadamkan dalam waktu 2 jam,” kata Alkaf Chaniago.

Alkaf Chaniago mnghimbau warga untuk mengantisipasi sedini mungkin setiap potensi kebakaran hutan. “Kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan kita, diharapkan masyarakat dapat mengantisipasi sedini mungkin setiap potensi kebakaran hutan dan lahan di lingkungannya,” harapnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Hutan karet Rogoselo terbakar

kebakaran hutan karet

Doro, Wartadesa. – Hutan karet di Blok Sawahan, Dukuh Sawahan, Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan terbakar, Jum’at (13/09) siang, selepas sholat Jum’at. Penyebab kebakaran hingga saat ini tidak diketahui.

Kebakaran diketahui saat mandor Produksi getah Karet di Blok A PTPN IX Sawahan kebun Blimbing Afdeling Warangan, melihat asap dari PTPN 9 Warangan Blok Sawahan tahun tanam 2010. Saat dicek, ternyata api sudah membakar daun dan ranting kering.

Sang mandor kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Sinder, Fery Hariyanto. Bersama warga, anggota TNI/Polri, Fery langsung berusaha memadamkan api yang membakar lahan kebun karet seluas 5 hektar tersebut. Beruntung api dapat dipadamkan dua jam setelah kejadian, sekitar pukul 14.20 WIB.

Petugas bersama warga kemudian melakukan penyisiran untuk memastikan api benar-benar sudah padam di kebun karet Blok Sawahan, Dukuh Sawahan Desa Rogoselo   milik PTPN IX kebun Blimbing Afdelling Warangan.

Tidak ada kerugian baik materil maupun korban jiwa serta yang terbakar adalah dedaunan kering,ranting kering, rerumputan dan mangkok sadap getah karet. Hingga saat ini sumber api belum diketahui.

Kebakaran lahan dengan tanaman pohon jati, dialami oleh warga. Kebakaran terjadi, diduga ulah orang tidak bertanggung jawab yang membakar kebun jati milik Aban Falahi, warga Desa Kranji, Kabupaten Pekalongan.  Aban mengatakan bahwa kebakaran terjadi Jum’at siang, namun ia tidak tahu siapa pelakunya. Ia hanya geram kepada pelaku yang diduga sengaja melakukan pembakaran kebun.

Sebelumnya, Hutan Karet PTPN IX Jolotigo, Talun Kabupaten Pekalongan seluas 5 hektar terbakar, Rabu (11/09). Puluhan warga dibantu oleh petugas kepolisian Polsek Doro, bersama karyawan PTPN bahu-membahu memadamkan api yang melalap hutan karet di blok Blabar di Dukuh Kecembung, Desa Randusari Kecamatan Doro.

Pemadaman api dilakukan secara manual dengan menggunakan dahan dan ranting yang ada daun hijaunya. Beruntung, api segera dapat dipadamkan. “Yang terbakar hanya rerumputan yang kering serta semak-semak di bawah pohon karet,” ujar Aiptu Suharno.

Suharno berpesan serta menghimbau kepada warga masyarakat agar pada musim kemarau panjang ini jangan membakar sampah atau apapun tanpa adanya pengawasan, serta jangan membuang puntung rokok sembarangan sehingga dapat menimbulkan kebakaran yang dapat merugikan, baik material dan jiwa yang tidak kita kehendaki bersama. (Eva Abdullah/Suharno)

Terkait: https://www.wartadesa.net/hutan-karet-jolotigo-terbakar/

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Api lalap tempat perakitan sepeda, 32 unit dan uang 19 juta ludes

kebakaran kebondalem

Pemalang, Wartadesa. – Kabar duka menimpa rumah milik Ismail (50), warga Jalan Serayu Kelurahan Kebondalem, Kecamatan/Kabupaten Pemalang. Rumah sekaligus bengkel perakitan sepeda rusak parah, sementara 32 unit sepeda dan uang total senilai Rp. 19 juta ludes, dalam kebakaran, Jum’at (13/09) pukul 06.15 WIB.

Ismail bagi pecinta sepeda di Pemalang, dikenal sebagai Om Mail tidak menyangka bahwa rumahnya yang berada di Rt. 01 Rw 07 akan terbakar, saat itu ia sedang tidur. Tiba-tiba saja tangannya kejatuhan api dari atap kamarnya.  Ismail mengungkapkan, saat ia bangun api sudah membesar, kemudian ia minta tolong sembari keluar rumah.

Warga dibantu tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan api setelah satu jam upaya pemadaman. Diduga penyebab kebakaran akibat korsletig arus listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp. 200 juta.

Salah seorang warga setempat, Malvin Elzamany, membuka rekening donasi untuk meringankan beban Ismail. “Bagi teman sahabat yang berkenan ikut membantu meringankan beban musibah ini, silahkan bisa saya bantu menyampaikan kepada beliau dan keluarga melalui rekening BCA 8690755158 atas nama Malvin Elzamany.” Tuturnya. (Eky Diantara)

selengkapnya
BencanaLingkunganSosial Budaya

Hutan karet Jolotigo terbakar

hutan karet

Doro, Wartadesa. – Hutan Karet PTPN IX Jolotigo, Talun Kabupaten Pekalongan seluas 5 hektar terbakar, Rabu (11/09). Puluhan warga dibantu oleh petugas kepolisian Polsek Doro, bersama karyawan PTPN bahu-membahu memadamkan api yang melalap hutan karet di blok Blabar di Dukuh Kecembung, Desa Randusari Kecamatan Doro.

Pemadaman api dilakukan secara manual dengan menggunakan dahan dan ranting yang ada daun hijaunya. Beruntung, api segera dapat dipadamkan. “Yang terbakar hanya rerumputan yang kering serta semak-semak di bawah pohon karet,” ujar Aiptu Suharno.

Suharno berpesan serta menghimbau kepada warga masyarakat agar pada musim kemarau panjang ini jangan membakar sampah atau apapun tanpa adanya pengawasan, serta jangan membuang puntung rokok sembarangan sehingga dapat menimbulkan kebakaran yang dapat merugikan, baik material dan jiwa yang tidak kita kehendaki bersama. (Eva Abdullah/Suharno)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Kebakaran hutan landa Bukit Sipandu

kebakaran sipandu

Batang, Wartadesa. – Bukit Sipandu Dieng, perbatasan Batang-Banjarnegara, Jawa Tengah mengalami kebakaran. Warga dibantu petugas gabungan dan relawan, langsung melakukan pemadaman.  Kamis (05/09).

Diketahui bukit Sipandu terbakar sejak kamis sekitar pukul 18.30 WIB. Bukit yang berada di 2000 mdpl (meter diatas permukaan laut) terlihat membara. Warga dengan peralatan seadanya dan sumber air terbatas bersama tim gabungan dan relawan, bahu-membahu memadamkan api. Namun kondisi musim kemarau dan tiupan angin, api terus membakar kayu dan dedaunan kering di hutan tersebut.

Kobaran api terlihat jelas dari Dukuh Sigemplong, Desa Prantern, Kecamatan Bawang, Batang. Warga bersama petugas berusaha menggeser pipa air dari bukit Sipandu yang baru satu tahun dipasang, agar tidak ikut terbakar.

“Kalau sampai pipa air dari sumber mata air Gunung Perahu itu terbakar, warga akan kesulitan mendapatkan air lagi karena itu satu-satunya sumber air yang ada di desa kami,” kata Kepala Dusun Sigemplong, Sumadi, Jumat, 6 September 2019, dikutip dari Media Indonesia.

Kepala BPBD Batang, Ulul Asmi mengungkapkan bahwa pihaknya langsung mengerahkan petugas menuju titik api. Medan lokasi kebakaran cukup berat dan banyaknya kayu, ranting dan daun kering, lanjut Ulul, membuat pemadaman hutan sulit dilokalisir.

Sementara Komandan Koramil 04 Bawang, Kapte INf Amin mengatakan hingga saat ini petugas tim gabungan masih berjibaku memadamkan api.  “Kita masih terus berjibaku memadamkan api, dikhawatirkan akan merambat ke wilayah lain apalagi tidak jauh dari lokasi ada sumber gas bumi,” ucap dia. (Sumber: Media Indonesia)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Kebakaran rumah Sobirin belum diketahui penyebabnya

kebakaran bantarbolang

Pemalang, Wartadesa. – Penyebab kebakaran yang menghanguskan rumah beserta seluruh isinya keluarga Sobiri, warga Desa Wanarata, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Rabu (04/09) pukul 07.00 WIB kemarin belum diketahui. Petugas kepolisian setempat masih mencari dan melakukan penyelidikan.

Kebakaran pagi tersebut dilaporkan oleh warga setempat, petugas kemudian langung mendatangi tempat kejadian di Rt. 29/07 Bantarbolang, bersama dua unit pemadam kebakaran.

Api berhasil di padamkan 09.30 WIB oleh dua unit mobil Damkar Pemalang di bantu petugas dan warga sekitar.

“Dari hasil cek TKP bahwa titik api berasal dari dalam rumah, kerugian sekitar dua puluh lima juta rupiah dengan area yang terbakar dua kamar tidur, ruang tamu dan tidak ada korban jiwa” ujar Iptu Heru Irawan, Kapolsek Bantarbolang.

Heru menambahkan, penyebab pasti kebakaran   masih dalam penyelidikan lebih lanjut. (Eva Abdullah)

selengkapnya