close

Hiburan

Hiburan

Ikke Nurjanah dan Didi Kempot jadi magnet puluhan ribu penonton

ikke nurjanah

Wuled, Wartadesa. – Gelaran Pentas Hiburan Rakyat yang menghadirkan penyanyi papan atas, Ikke Nurjanah dan Didi Kempot beserta artis-artis kenamaan lainnya menjadi magnet bagi puluhan ribu penonton. Mereka memadati lapangan Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan sejak selepas sholat Isya. Bahkan hingga pukul 10.00 WIB masih banyak penonton yang rela berjalan kaki menuju ke lapangan.

Wasduki Jazuli, Kepala Desa Wuled, saat dihubungi Wartadesa mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada warga yang telah membantu mensukseskan acara bertajuk Gebyar Seni dan Budaya sebagai Alat Pemersatu Bangsa tersebut.

“Rasa terima kasih sedalam-dalamnya kami haturkan kepada seluruh warga yang telah membantu mensukseskan acara Pentas Hiburan Rakyat ini mas … Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh penonton yang tertib menikmati gelaran acara ini, dan seluruh pihak-pihak yang telah terlibat suksesnya acara ini,” tutur Wasduki, Rabu (31/07).

Acara dibuka dengan menampilkan sejumlah penyanyi lokal diiringi musik OM Coplax Nusantara. Saat Ikke Nurjanah dan Didi Kempot tampil suasana semakin meriah. Ribuan orang ikut bernyanyi bersama ketika diva dangdut Ikke Nurjanah melantunkan tembang bertajuk Terlena.  Pun demikian saat Didi Kempot menyanyikan lagu andalannya,   Sewu Kuto.

Diberitakan Wartadesa sebelumnya, artis Didi Kempot, Ikke Nurjanah bersama Feby Maharani, Lilin Herlina, Rena Movie, dan pedangdut-pedangdut kenamaan lainnya bakal menghibur dan mengedukasi warga Pekalongan dan sekitarnya di Lapangan Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, akhir bulan ini. Selasa (30/07) mendatang.

Wasduki Jazuli, Kepada Desa Wuled, dikonfirmasi Wartadesa pagi ini, Sabtu (27/07) membenarkan hadirnya Didi Kempot, Ikke Nurjanah dan 12 artis lainnya untuk melakukan edukasi dan hiburan dangdut di desanya.

Menurut Wasduki, hadirnya mereka dalam rangka untuk memberikan upaya edukasi warga dalam mengapresiasi dangdut sebagai kesenian rakyat. “Musik dangdut ini dijiwai oleh kehidupan masyarakat kita dan tidak lekang oleh waktu. Dari waktu ke waktu, musik dangdut akan berada dihati para penggemarnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Wasduki, dangdut selain menjadi hiburan warga, juga  diakui sebagai etnik (jenis) musik yang diakui oleh dunia sebagai musik khas Indonesia.

Gelaran Pentas Hiburan Rakyat tersebut digelar sebelum Wasduki mengakhiri masa jabatannya pada Oktober mendatang. “Sebelum purna tugas, 09 oktober 2019 mendatang saya ingin sesekali menghibur masyarakat Desa Wuled.  Pingin rasanya nanggap penyanyi fenomenal yang sudah mendunia, mas Didi Kempot dan satunya lagi pedangdut yang anggun sederhana pribadinya mbak Ike Nurjanah.” Tuturnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Didi Kempot dan Ikke Nurjanah bakal edukasi Dangdut di Lapangan Desa Wuled

Tirto, Wartadesa. - Artis Didi Kempot, Ikke Nurjanah bersama Feby Maharani, Lilin Herlina, Rena Movie, dan pedangdut-pedangdut kenamaan lainnya bakal Read more

Karsok “Nongol” Stand Up Comedy asal Dobana lolos 18 besar

Simalungun, Wartadesa.  - Remaja Komika (stand up comedy)  berbakat asal Dolok Batu Nanggar Prayudha yang akrab di panggil Karsok (18) akan Read more

Polsek Serbelawan sambut Parade Musik Milenial

Simalungun, Wartadesa. - Parade musik trailer dalam semarak Millenial Road Safety Festival (MRSF) Polres Simalungun keliling menghibur warga melintasi beberapa Read more

Merindukan Sinetron Televisi

Drama sinetron Shabu Chaya adalah judul sebuah drama mingguan yang pernah diputar selama 13 minggu di Bangladesh. Drama Shabu Chaya Read more

selengkapnya
HiburanPendidikanSosial Budaya

Didi Kempot dan Ikke Nurjanah bakal edukasi Dangdut di Lapangan Desa Wuled

ikke

Tirto, Wartadesa. – Artis Didi Kempot, Ikke Nurjanah bersama Feby Maharani, Lilin Herlina, Rena Movie, dan pedangdut-pedangdut kenamaan lainnya bakal menghibur dan mengedukasi warga Pekalongan dan sekitarnya di Lapangan Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, akhir bulan ini. Selasa (30/07) mendatang.

Wasduki Jazuli, Kepada Desa Wuled, dikonfirmasi Wartadesa pagi ini, Sabtu (27/07) membenarkan hadirnya Didi Kempot, Ikke Nurjanah dan 12 artis lainnya untuk melakukan edukasi dan hiburan dangdut di desanya.

Menurut Wasduki, hadirnya mereka dalam rangka untuk memberikan upaya edukasi warga dalam mengapresiasi dangdut sebagai kesenian rakyat. “Musik dangdut ini dijiwai oleh kehidupan masyarakat kita dan tidak lekang oleh waktu. Dari waktu ke waktu, musik dangdut akan berada dihati para penggemarnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Wasduki, dangdut selain menjadi hiburan warga, juga  diakui sebagai etnik (jenis) musik yang diakui oleh dunia sebagai musik khas Indonesia.

Gelaran Pentas Hiburan Rakyat tersebut digelar sebelum Wasduki mengakhiri masa jabatannya pada Oktober mendatang. “Sebelum purna tugas, 09 oktober 2019 mendatang saya ingin sesekali menghibur masyarakat Desa Wuled.  Pingin rasanya nanggap penyanyi fenomenal yang sudah mendunia, mas Didi Kempot dan satunya lagi pedangdut yang anggun sederhana pribadinya mbak Ike Nurjanah.” Tuturnya.

Sementara itu, Ribut Achwadi dari Komunitas Omah Sinau Sogan mengungkapkan bahwa musik dangdut dapat menjadi upaya penyadaran kehidupan berbangsa dan bernegara. “Musik dangdut, selain menghibur, juga memiliki peran penting bagi upaya penyadaran moral dan etika. Dangdut juga menjadi bagian penting bagi upaya penyadaran kehidupan berbangsa dan bernegara.” Ujarnya dikutip dari ISP.

Ribut mengungkapkan bahwa gelaran Pentas Hiburan Rakyat akan mengambil tema “Seni dan Budaya sebagai Pemersatu Bangsa” dengan tujuan untuk memupuk dan menanamkan rasa patriotisme, kebangsaan, serta cinta tanah air di kalangan generasi muda khususnya dan masyarakat pada umumnya. Menumbuhkan kesadaran setiap pribadi warga Negara akan pentingnya kecintaan terhadap budaya sendiri. Memelihara terus menerus kewaspadaan dan daya juang terhadap ancaman-ancaman terhadap Negara, Bangsa dan Pancasila. Lanjutnya.

Selain Didi Kempot dan Ikke Nurjanah, acara juga akan dimeriahkan 12 artis jebolan kontes dangdut KDI, D’academia, dan juga Dangdut Pantura. Selain itu, ada juga artis lokal, Ayu Sekar. Pungkas Ribut. (Eva Abdullah dengan tambahan sumber dari ISP)

Terkait
Waspada! Banjir dan rob saat musim penghujan

Pekalongan, WartaDesa. - Perkiraan musim penghujan yang jatuh pada pertengahan bulan ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Read more

Gudang reyeng terbakar, kerugian capai ratusan juta rupiah

Kajen, WartaDesa. - Kebakaran yang meluluhlantakkan gudang reyeng (anyaman bambu untuk tempat ikan) milik DL (54), Kepala Desa Kutorojo, Kajen, Read more

Warga Genting Gunung Prau tolak pemanfaatan mata air yang tidak kantongi PKS

Kendal, WartaDesa. - Warga Desa Genting Gunung, di lereng Gunung Prau, Sukorejo, Kendal menolak pemanfaatan mata air di wilayah Gunung Read more

Hiburan boleh digelar pada siang hari dengan pembatasan

Pemalang, WartaDesa. - Pemkab Pemalang akhirnya memperbolehkan digelarnya kegiatan sosial budaya, seni pertunjukan dalam bidang keagamaan maupun hajatan, dengan membatasi Read more

selengkapnya
Hiburan

Karsok “Nongol” Stand Up Comedy asal Dobana lolos 18 besar

karsok

Simalungun, Wartadesa.  – Remaja Komika (stand up comedy)  berbakat asal Dolok Batu Nanggar Prayudha yang akrab di panggil Karsok (18) akan kembali tampil 5 April 2019 mendatang diajang pencarian bakat ‘Kudeta Stand Up Competition’ di Cafe Warung Kudeta jalan .Cik Ditiro No 128 Medan.

Itu diketahui saat wartadesa Simalungun bincang bincang dengannya di cafe ABR Brother di bilangan jalan. KH Ahmad Dahlan Serbelawan Sabtu (30/3). bersama group fans pendukungnya “Karso Uyee”. Saya mohon doa dan dukungan dari warga Dolok Batu Nanggar agar lolos dalam seleksi tahap kedua. Harapnya penuh.

Karso menyebutkan, saat tampil di ajang bergengsi itu pada Jumat (29/3) dengan segala daya upaya dan skill yang dia miliki berhasil menyisihkan puluhan Stand Up dari berbagai wilayah Sumatera Utara hinga meraih urutan di 18 besar dengan materi “Anak Jaman Sekarang”.

Materi selanjutnya di tahap penyaringan tahap dua di ajang yang sama akan di bawa remaja bergigi nongol kelahiran 31 Januari2001 di Huta II Purwosari Nagori (desa) Dolok Mainu Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun Sumatera Utara ini dengan judul “Masa Kecil”. Kata dia semangat.

Warga Dolok Batu Nanggar pendukungnya yang tergabung dalam Komunitas “Karsok Uyee” akan terus mendukungnya . “Kami akan dukung dia semoga sukses hingga tingkat nasional bang. Kata para pendukungnya kepada wartadesa Simalungun.

Semoga dia bisa lolos sampai di tahap akhir hingga final merebut juara I dengan hadiah pembinaan sebesar 5 juta rupiah. Dia asset yang telah mengharumkan keluarga dan warga Serbelawan Dobana. Mohon doa dan dukungannya. Kata Feri Ilhami Hasugian kerabat Karsok. (wd-bay) *

Terkait
Kerugian 18 Juta, 2 Maling Pembobol Sekolah di Bukit Maraja di Ringkus Polisi

Simalungun, Wartadesa. - TIDAK sampai 24 jam. Pelaku pembobol ruang Perpustakaan/Kantor Kepala Sekolah Dasar Negeri 091253 Bukit Maraja di Dusun Read more

Ditabrak Panther, Mahasiswa pemotor rombongan wisata asal Kisaran meninggal

Simalungun, Wartadesa. - SEORANG mahasiswa peserta rombongan wisata touring motor asal Kisaran M. Ibrahim A Pulungan (20) warga jalan Batu Read more

Nyambi jual sabu, penjaga malam nyangkut di Polres Simalungun

Simalungun, Wartadesa. - DIINFORMASIKAN masyarakat sering melakukan transaksi sabu, Suferi alias Feri alias Eri (33) di duga jaringan narkotika antar Read more

Semalaman Hilang, Anju Ditemukan Terapung di Aliran Sungai Bah Tongguran Bandar

Simalungun, Wartadesa. - LEPAS dari perhatian, memaksa Irnawati Sianturi warga Huta III Nagori Raja Maligas Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Read more

selengkapnya
HiburanSosial Budaya

Polsek Serbelawan sambut Parade Musik Milenial

simalungun

Simalungun, Wartadesa. – Parade musik trailer dalam semarak Millenial Road Safety Festival (MRSF) Polres Simalungun keliling menghibur warga melintasi beberapa kecamatan di Kabupaten Simalungun Sumatera Utara Sabtu (23/2).

Panggung hiburan berjalan ini mengambil start dari Ibu kota Kabupaten Pematang Raya melintasi kecamatan Panei-Panombean Panei-Siantar-Tapian Dolok dan finish di Kecamatan Dolok Batu Nanggar (Dobana) . Jelas Kanit Laka Polres Simalungun IPTU Amir Mahmud didampingi Kapolsek Serbelawan AKP Leston Siregar saat menanti parade memasuki gerbang Kecamatan Dobana.

Ditambahkan Amir Mahmud, setelah finish di Polsek Serbelawan Dolok Batu Nanggar acara berlanjut berbagi paket alat tulis kepada siswa siswi sekolah yang spontan hadir saat parade musik berhenti di inti kota Serbelawan. katanya.

Hadir pada acara parade yang finish di Polsek Serbelawan, Kapolres Simalungun dan wakil AKBP Marudut Liberty Panjaitan, Kompol Zulkarnaen Pane beserta seluruh Pejabat Jajaran Utama, bupati Simalungun dan wakil serta jajaran, Dandim 0207/SML serta pejabat pemerintahan kecamatan Dobana di pimpin camat Susilo. (wd-bay)

Terkait
PTPN IV Dolok Ilir basahi Kelurahan Serbelawan dengan tiga ton disinfektan

Simalungun, Wartadesa. -  PTPN IV Unit Kebun Dolok Ilir menyemprotkan 3000 liter (3 ton) disinfektan ke ruang terbuka publik di Read more

Terbidik … Kapolsek Serbelawan ngaduk semen

Simalungun, Wartadesa. - Kapolsek serbelawan AKP Leston Siregar beserta semua unit jajarannya tertangkap kamera sedang mengaduk semen pada pembangunan Mesjid Al Read more

Lagi, Polsek Serbelawan ringkus pengguna narkoba

Simalungun, Wartadesa. - Jajaran kepolisian Polsek Serbelawan kembali meringkus pengguna narkoba. Pelaku dibekuk dalam Giat Operasi Antik Toba kemarin. Supriadi alias Read more

Hiburan boleh digelar pada siang hari dengan pembatasan

Pemalang, WartaDesa. - Pemkab Pemalang akhirnya memperbolehkan digelarnya kegiatan sosial budaya, seni pertunjukan dalam bidang keagamaan maupun hajatan, dengan membatasi Read more

selengkapnya
FeminisiaHiburan

Merindukan Sinetron Televisi

sobuj chaya_youtube

Drama sinetron Shabu Chaya adalah judul sebuah drama mingguan yang pernah diputar selama 13 minggu di Bangladesh. Drama Shabu Chaya menceritakan tentang problem sosial masyarakat Bangladesh.

India dan Bangladesh memang mempunyai banyak program drama untuk melakukan kampanye soal kondisi masyarakat disana. Soal kesehatan, soal HIV/AIDS dan soal perempuan. Mereka banyak menayangkan soal kemiskinan yang menimpa perempuan dan anak-anak disana.

Hal lain yang sering ditayangkan adalah soal pernikahan dini, tentang kesehatan reproduksi yang diselipkan dengan info kekerasan terhadap perempuan.

Drama ini pernah banyak diputar di radio dan Televisi. Program ini umumnya memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat misalnya pengetahuan tentang klinik kesehatan dan bagaimana menggunakan alat kontrasepsi modern. Yang menarik dari acara ini adalah bagaimana mereka mampu mengetengahkan cerita-cerita ini dalam sebuah drama yang sederhana dan memikat.

Di Indonesia, kita jadi teringat drama radio yang berjudul “Butir-Butir Pasir di Laut” atau drama-drama serial di Televisi yang mengetengahkan persoalan kemiskinan di Indonesia seperti Keluarga Cemara. Walaupun keluarga Cemara kembali diangkat di film layar lebar saat ini, namun sayang, hingga sekarang drama dengan pesan perubahan sosial dan pengetahuan tentang situasi di masyarakat seperti ini, minim kita jumpai di televisi.

Di televisi misalnya, kita lebih banyak melihat tayangan drama yang muncul menjadi sinetron (sinema elektronik). Memang tak ada bedanya antara drama dan sinetron sebagaimana terminologinya, karena sama-sama merupakan sebuah tayangan yang menampilkan tentang manusia dan kompleksitas hidupnya.

Bedanya, jika sejumlah drama di India dan Bangladesh banyak menampilkan problem sosial masyarakat, namun sinetron di Indonesia justru bertubi-tubi memberikan label atau stereotype terhadap perempuan.

Sinetron selalu diisi oleh karakter manusia jahat versus manusia baik. Sinetron seolah hanya menjadi ruang drama yang menampilkan kisah perlawanan antara Tuhan dan iblis. Tak ada identitas dan karakter manusia dengan segala persoalannya disana. Padahal manusia selalu punya sisi baik, sisi buruk atau mempunyai sifat antara sisi baik dan buruk. Karena manusia jelas bukan Tuhan maupun iblis.

Di India dan Bangladesh, drama merupakan sebuah cara yang digunakan untuk melakukan perubahan sosial dengan menggunakan pendekatan emosi. Cara ini secara populer digunakan sejak tahun 1970 dan dianggap ampuh untuk mengkomunikasikan sebuah pengetahuan baru.

Tidak hanya pada satu kelompok audience yang bisa diberikan pengetahuan baru, namun seluruh keluarga bisa diajak untuk menonton atau mendengarkan drama. Misalnya orangtua bisa belajar bagaimana menerapkan metode pendidikan kesehatan reproduksi untuk anak, sedangkan anak-anak juga bisa belajar tentang kesehatan reproduksi dari tayangan drama tersebut. Disitulah tercipta komunikasi antara orangtua dan anak.

Di Amerika Latin, bahkan metode penyampaian pesan melalui drama ini sudah dilakukan sejak tahun 1940. Mereka banyak memproduksi drama yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari sambil disisipkan informasi soal pengetahuan baru.

Tak hanya drama, beberapa contoh acara yang biasa dibuat untuk mengajak masyarakat melakukan perubahan sosial misalnya : musik populer, komedi situasi, film dan Iklan layanan masyarakat. Selain itu ada pula testimoni program, talkshow, interview dan juga berita.

Karena media pada dasarnya adalah alat utk mengajak orang berpartisipasi. Salah satu filsuf, Jurgen Habermas dalam teorinya mengatakan tentang publik yang harus diberikan ruang di media. Media sudah seharusnya memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam lingkungannya.

Drama merupakan salah satu cara untuk memberikan kesadaran baru dan mengajak masyarakat untuk aktif melakukan perubahan sosial. Jika bukan sekarang, kapan lagi?Jadi, setuju khan jika sinetron televisi kita harus berubah? Tak hanya menayangkan drama-drama panjang tanpa pendidikan, dan hanya semakin memperpanjang stereotype dan sensasionalisme? (Luviana – www.konde.co)

Tulisan diambil dari sumber http://www.konde.co/2019/01/merindukan-sinetron-televisi.html

Terkait
Ikke Nurjanah dan Didi Kempot jadi magnet puluhan ribu penonton

Wuled, Wartadesa. - Gelaran Pentas Hiburan Rakyat yang menghadirkan penyanyi papan atas, Ikke Nurjanah dan Didi Kempot beserta artis-artis kenamaan Read more

Didi Kempot dan Ikke Nurjanah bakal edukasi Dangdut di Lapangan Desa Wuled

Tirto, Wartadesa. - Artis Didi Kempot, Ikke Nurjanah bersama Feby Maharani, Lilin Herlina, Rena Movie, dan pedangdut-pedangdut kenamaan lainnya bakal Read more

Karsok “Nongol” Stand Up Comedy asal Dobana lolos 18 besar

Simalungun, Wartadesa.  - Remaja Komika (stand up comedy)  berbakat asal Dolok Batu Nanggar Prayudha yang akrab di panggil Karsok (18) akan Read more

Polsek Serbelawan sambut Parade Musik Milenial

Simalungun, Wartadesa. - Parade musik trailer dalam semarak Millenial Road Safety Festival (MRSF) Polres Simalungun keliling menghibur warga melintasi beberapa Read more

selengkapnya
HiburanSeni BudayaSosial BudayaTekno

Salurkan bakat pemuda kampung, Karangtaruna bikin radio komunitas

bara fm

Pemalang, Wartadesa. – Malam ini, Rabu (05/12), Warta Desa menyambangi radio komunitas Bara FM di Desa ketapang, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, untuk melepas penat sembari mencari inspirasi malam, selepas kativitas sehari-hari yang melelahkan.

Dalam sebuah ruangan yang disulap sebagai studio radio, Warta Desa bertemu dengan anggota Karangtaruna Bakhti Mulya Desa Ketapang. Sembari menikmati alunan musik karya pemuda setempat. Musik Indie, mereka menyebutnya.

Karangtaruna Bakhti Mulya dengan motto “Berkarya tanpa batas” ini mewujudkan siaran radio komunitas sejak 2013 lalu. Siaran radio yang bisa dinikmati warga seputaran Kecamatan Comal, dan Ulujami ini menjadi wadah silaturahmi pemuda Desa Ketapang dan sekitarnya.

Sebagai wadah kreatifitas warga, siaran radio komunitas Bara FM menayangkan karya pemuda Ketapang dan sekitarnya, berupa karya-karya musik ciptaan warga setempat (musik indie), menampung dan menyuarakan aspirasi warga setempat. Beberapa ajang pencari bakat warga seperti lomba karaoke digelar menjadi agenda tahunan setiap bulan Agustus. Demikian informasi yang kami dapatkan saat ngobrol-ngobrol dengan penggiatnya.

Menurut Samsudin(36), Ketua Karangtaruna Bakhti Mulya, dia berharap  dengan hadirnya radio komunitas Bara FM yang merupakan kreatifitas pemuda Desa Ketapang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk mendukung program dan agenda kegiatan mereka.

Hal senada juga disampaikan Taufik (30), tokoh pemuda setempat, dia  berharap, kedepan Bara FM bisa lebih maju dan berjaya di udara, tidak kalah dengan radio siaran swasta lainnya.  Taufik juga minta dukungan warga untuk selalu mendukung karya anak desa mereka.

Sementara, salah seorang pendengar setia yang ikut nimbrung dalam obrolan kami, Kardiman, mengungkapkan bahwa kehadiran Bara FM ini sangat membantu warga dalam menyampaikan informasi lokal yang penting bagi warga sekitar. Selain sebagai sarana hiburan warga saat sedang bekerja, terlebih saat bulan Ramadhan tiba. Tuturnya. Bara FM menjadi rujukan utama warga untuk mengetahui waktu imsak dan berbuka. Pungkasnya. (Eky Diantara)

Terkait


Tugas Berat Pengurus Rumah Besar Radio Komunitas Indonesia


Oleh: Buono Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) baru saja menggelar Konggres III dengan menghasilakan kepengurusan baru periode 2017-2021. Terpilih secara Read more


Ajang pencarian bibit gamers Mobile Legends, Karang Taruna Desa Pandanarum gelar lomba


Tirto, Wartadesa. - Gandrungnya paramuda dengan gim (game) mobile legends membuat Karang Taruna Desa Pandanarum, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan menggelar Read more


Dua pakar ini akan ngobrolin aplikasi video telekonferensi yang aman, tertarik?


Jakarta, Wartadesa. - Penggunaan aplikasi video telekonferensi pada masa pandemi Covid-19 makin meningkat. Hal tersebut terkait erat dengan kebijakan physical Read more


TPPC Covid-19 rekrut 200 relawan untuk edukasi warga


Kajen, Wartadesa. - Tim Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 (TPPC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan merekrut 200 orang relawan yang bertugas Read more

selengkapnya
HiburanSeni Budaya

Ibunda artis Dewi Sanca dimakamkan di Pemalang

dewi sanja

Pemalang, Wartadesa. – Tjasmirah, ibunda Dewi Sanca (34), artis asal Kota Ikhlas yang meninggal pada usia 70 tahun, hari ini, Ahad (02/09) dimakamkan di Pemalang, Jawa Tengah. Tjasmirah, sang ibunda meninggal setelah menghadapi penyakit asma menahun dan paru-paru.

Artis Dangdut, Dewi Sanca yang kondang lantaran ular sanca yang menemaninya saat manggung tersebut mengungkapkan bahwa ibunya menderita asma sejak dia berada di SMA.  “Asma menahun dari sejak aku SMA. Tambah lagi dua bulan terakhir sakit paru-paru,” kata Dewi Sanca.

Tjasmirah sempat mengalami muntah darah, namun belum sempat dibawa ke rumah sakit,  “Yang terakhir sebulan lalu, sempat muntah darah. Seminggu yang lalu ke klinik cuma tadi malam jam 02.00 WIB belum sempat (dibawa untuk berobat), sudah tidak ada (meninggal),” lanjut pelantun  lagu Bunglon ini.

Ibunda Dewi dimakamkan sore ini, bakda sholat Asar.  Menurut dewi, sang ibu merupakan sosok yang hebat, dia mampu membesarkan dirinya sejak kecil tanpa bantuan suami.

“Mama wanita hebat. Dia membesarkan aku tanpa seorang ayah dari umurku 11 bulan. Dia wanita kuat dan hebat,” kata Dewi.  (Sumber: Kumparan)

Terkait


Paguyuban Seni Karawitan ‘Hijau Laras’ diluncurkan


Keterangan Foto: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi (tanpa masker) meresmikan peluncuran (launching) Paguyuban Seni Karawitan "Hijau Laras" PGRI Kabupaten Pekalongan, Senin Read more


Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur


Batang, Wartadesa. - Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur! Demikian disampaikan oleh penggiat seni hiburan Kabupaten Batang usai audiensi Read more


Korsleting, dua rumah di Wales Blado ludes terbakar


Batang, Wartadesa.- Berita duka menimpa Sari'ah (80) dan Siti Fatimah (47), ibu dan anak warga Dukuh Wales, Desa Wonobodro, Kecamatan Read more


Kegiatan seni budaya dalam hajatan boleh digelar di Pemalang


Pemalang, Wartadesa. - Warga Pemalang sudah diperbolehkan menggelar acara seni budaya dalam resepsi maupun hajatan. Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Read more

selengkapnya
HiburanJalan-jalanSosial Budaya

Scooterist Pemalang serbu Bukit Gambangan Cempaka Wulung

fksp

Pemalang, Wartadesa. – Tiga ratus scooterist (pengguna dan pecinta vespa) menyerbu Bukit Gambangan Cempaka Wulung Desa Banyumundal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Ahad (24/05). Kedatangan pecinta vespa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Scooteris Pemalang (FKSP) ini dalam rangka gelaran Halal bi Halal.

Fasikhin, Ketua FKSP mengungkapkan bahwa kegiatan Halal bi Halal tersebut dilaksanakan di obyek wisata Bukit Gambangan adalah untuk bersilaturahmi, saling memaafkan dan sekaligus untuk refreshing.

“Halal bi halal kali ini semoga terus menyambung silaturahmi kita dan barangkali ketika berinteraksi ada kesalahan yang tidak disengaja, ini momen yang tepat untuk saling memaafkan, selain itu juga untuk efreshing sekaligus pengenalan wahana wisata yang baru-baru ini sedang giat dibenahi oleh teman-teman dari Moga.” Ujar Fasikhin.

Selain dari pecinta vespa dari Kabupaten Pemalang, hadir pula scooterist dari wilayah tetangga seperti dari Pekalongan, Cilacap, dan Tegal.

Dalam kesempatan tersebut juga dibagikan kartu tanda anggota baru bagi klub Banyumudal Scooter Independent (BASI). Selain itu, dilakukan pergantian pengurus FKSP. delapan calon ketua diajukan masing-masing klub dan independent.

Terpilih sebagai Ketua FKSP baru yakni, Riyanto dengan perolehan 55 Suara yang menggantikan ketua demisioner Fasikhin. Selepas pemilihan ketua baru, kegiatan ditutup dengan acara menikmati “sego jagung” dan hiburan dangdut.  (Eva Abdullah)

Terkait


Bagi takjil, ratusan scooterist serbu Randudongkal


Pemalang, Wartadesa. - Ratusan scooterist (pecinta vespa) menyerbu wilayah Randudongkal Pemalang, kedatangan mereka dalam rangka berbagi takjil (makanan/minuman untuk berbuka Read more


Gudang reyeng terbakar, kerugian capai ratusan juta rupiah


Kajen, WartaDesa. - Kebakaran yang meluluhlantakkan gudang reyeng (anyaman bambu untuk tempat ikan) milik DL (54), Kepala Desa Kutorojo, Kajen, Read more


Warga Genting Gunung Prau tolak pemanfaatan mata air yang tidak kantongi PKS


Kendal, WartaDesa. - Warga Desa Genting Gunung, di lereng Gunung Prau, Sukorejo, Kendal menolak pemanfaatan mata air di wilayah Gunung Read more


Hiburan boleh digelar pada siang hari dengan pembatasan


Pemalang, WartaDesa. - Pemkab Pemalang akhirnya memperbolehkan digelarnya kegiatan sosial budaya, seni pertunjukan dalam bidang keagamaan maupun hajatan, dengan membatasi Read more

selengkapnya
HiburanJalan-jalanSosial Budaya

Kopdar VLOC hasilkan pengurus baru

vloc

Pekalongan, Wartadesa. – Komunitas pemilik mobil Toyota Vios Limo, Vios Limo Owner Comunity (VLOC) wilayah Pekalongan berkumpul dalam ajang kopi darat (kopdar) di depan apotik Ibu Kota untuk memilih ketua komunitas. Jum’at (16/03).

Acara yang rutin dilaksanakan setiap Jumat malam sabtu ini diikuti oleh beberapa anggota yang berasal dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang.

Kopdar (kopi darat) istilah yang sering dipakai oleh para anggota komunitas, kopdar kali ini ada yang beda karena disamping agenda rutinan namun ada agenda yang lebih utama yaitu pemilihan ketua komunitas karena masa kepengurusan sebelumnya yang sudah berakhir.

Acara dilaksanakan dengan nuansa santai dan kekeluargaan dan secara aklamasi terpilih Ujang sebagai ketua komunitas. Pria asal kedungwuni ini dipercaya oleh semua anggota untuk menahkodai komunitas ini. Dalam sambutannya ketua terpilih menuturkan harapannya kepada semua anggota untuk bisa menyebarkan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya pemilik mobil Vios Limo agar dapat bergabung dalam Komunitas VLOC ini.

Komunitas VLOC ini disamping sebagai ajang silahturahmi juga banyak manfaat yang didapat bagi anggotanya. Manfaat yang paling terasa adalah sebagai bahan sharing berkaitan dengan kondisi mobil baik kerusakan ringan sampai berat. “Kami punya beberapa bengkel rekomendasi dan ada discount khusus bagi anggota VLOC” tutur Ujang.

Komunitas ini sudah beberapa kali melakukan kopdar, pemasangan stiker merupakan bukti keabsahan sebagai anggota,   “Bagi anggota yang sudah mengikuti beberapa kali kopdar akan ditempel stiker sebagai bukti keabsahan sebagai anggota dan diharapkan bisa rutin mengikuti acara kopdar minimal sebulan 2 kali” tutup ujang. (Eva Abdullah)

Terkait


Gudang reyeng terbakar, kerugian capai ratusan juta rupiah


Kajen, WartaDesa. - Kebakaran yang meluluhlantakkan gudang reyeng (anyaman bambu untuk tempat ikan) milik DL (54), Kepala Desa Kutorojo, Kajen, Read more


Warga Genting Gunung Prau tolak pemanfaatan mata air yang tidak kantongi PKS


Kendal, WartaDesa. - Warga Desa Genting Gunung, di lereng Gunung Prau, Sukorejo, Kendal menolak pemanfaatan mata air di wilayah Gunung Read more


Hiburan boleh digelar pada siang hari dengan pembatasan


Pemalang, WartaDesa. - Pemkab Pemalang akhirnya memperbolehkan digelarnya kegiatan sosial budaya, seni pertunjukan dalam bidang keagamaan maupun hajatan, dengan membatasi Read more


Kabur saat ketahuan gasak toko kelontong, warga Ambowetan dibekuk


Pemalang, WartaDesa. - Meski sempat kabur saat ketahuan menggasak (mencuri) toko kelontong Jaya, AP (25), warga Ambowetan, Ulujami, Pemalang, berhasil Read more

selengkapnya
HiburanSeni BudayaSosial Budaya

Paradise Pekalongan mendadak tilik bocah penderita sindrom nefrotik

kaji donal

Karanganyar, Wartadesa. – Paguyuban Artis dan Insan Seni (Paradise) Kabupaten Pekalongan yang terdiri dari musisi, artis, MC dan pekerja kesenian dangdut kabupaten Pekalongan mendadak tilik (menjenguk orang sakit) Ilham Fahri, bocah penderita sindrom nefrotik asal Desa Kaliombao Rt. 03/01 Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan, yang saat ini dirawat di RSUD Kajen. Ahad (25/02).

Bocah pasangan Mustakim dan Turipah tersebut divonis menderita sindrom nefrotik. Sindrom ini merupakan  gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh manusia kehilangan terlalu banyak protein yang dibuang melalui urine.

Ilham membutuhkan biaya pengobatan paling sedikit Rp. 20 juta. Sementara kondisi keluarga pasien masuk dalam kategori keluarga tidak mampu. Hal tersebut yang membuat Komunitas Pecinta Dangdut Pekalongan tergerak untuk langsung membantu.

“Dan keluarga membutuhkan uluran  bantuan dana untuk perawatan adik Ilham Fahri, kira-kira Rp. 20 juta, mungkin bisa lebih, ucap dari orang tua pasien, dan mereka tergolong orang yang kurang mampu,” tutur Sukarso, anggota Paradise, Ahad (25/02).

Purwanto, pria yang dalam komunitas ini dipanggail Pak Kaji Donald  mengungkapkan bahwa kedatangan mereka merupakan tindakan spontan, “Ini merupakan tindakan spontan dari kawan-kawan penggiat dan pecinta seni dangdut di Pekalongan, setelah mendengar berita ada anak yang menderita penyakit liver stadium empat di RSUD Karanganyar, dan termasuk keluarga tidak mampu,” ujarnya.

Untuk menggalang dana komunitas ini akan melakukan ‘ngamen‘ keliling untuk membantu biaya pengobatan Ilham Fahri. Komunitas pecinta dangdut ini beberapa kali melakukan acara serupa untuk membantu korban bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Direktur RSUD Kajen, Dwi Arie Gunawan mengungkapkan dalam laman media sosial bahwa pihak manajemen RSUD Kajen dengan rumah zakat RSUD berinisiatif  menyelesaikan masalah tersebut, berikut postingannya.

Assalamualaikum wr wb
Sudah menjadi viral di medsos kondisi pasien anak dengan syndroma nefrotik di RSUD Kajen yg membutuhkan dana sangat besar utk pengobatannya.
Alhamdulillah terima kasih atas atensi semua pihak yg telah merespon kasus ini dengan cepat.
Insha allah dari awal MANAJEMEN RSUD Kajen dengan RUMAH ZAKAT RSUD sudah berinisiatif menyelesaikan masalah ini, 5 hari yang lalu sudah kami survey ke kediaman ybs. Masalah pembiayaan kasus ini muncul disebabkan oleh hal administrasi yg tdk dapat diselesaikan lewat kartu kajen sehat maupun bpjs pada saat ybs membutuhkan penangan segera.
Insha allah Pasien akan di BACK UP SECARA PENUH OLEH RUMAH ZAKAT RSUD KAJEN sampai BPJS ybs aktif yaitu tgl 5 Maret 2018 utk selanjutnya akan kami referal ke RSDK Semarang utk penanganan yg lebih intensif
Demikian klarifikasi yg dapat kami sampaikan
Semoga tdk mengurangi amal jariah kami civitas blud rsud Kajen.
Wassalamualaikum wr wb

(Eva Abdullah)

Terkait


Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur


Batang, Wartadesa. - Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur! Demikian disampaikan oleh penggiat seni hiburan Kabupaten Batang usai audiensi Read more


Bagaimana pelaku seni dangdut Kota Santri bertahan ditengah pandemi Covid-19?


Dampak pandemi virus Korona (Covid-19) sudah dirasakan oleh pelaku seni dangdut di Kota Santri sejak Maret 2020. Tepatnya 4 Maret Read more


Komunitas pecinta dangdut gelar buka bersama, santuni anak yatim


Doro, wartadesa. - Ratusan pecinta musik dangdut wilayah Pantura dari Batang, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan menggelar buka bersama bertajuk Read more


Pentas dangdut di Silirejo Tirto diwarnai bentrok, tiga orang babak belur


Tirto, Wartadesa. - Pentas musik dangdut, Caesar Musik di Desa Silirejo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan berujung ricuh. Bentro warga sesama Read more

selengkapnya