close

Hiburan

Hiburan

Waridin, kelucuan saat pesan menjadi ranah publik

andin waridin

BAGI warga ngapak Tegal, sosok akun Facebook Waridin menjadi fenomenal. Lantaran setiap postingannya menjadi hiburan tersendiri, dan selalu dinanti. Pria yang mengaku tinggal di Kota Laka-Laka ini setiap posting, dikomentari oleh ratusan ‘penggemarnya’.

Bahasa panginyongan –merujuk bahasa ngapak ala Banyumasan–. menjadi ciri setiap postingannya. Hampir seluruh postingan di Facebook, menggunakan Bahasa Ibu–baca bahasa Tegal– dengan gaya nyeleneh nyewah (Jawa) seperti status menjadi staksus, karma menjadi krama dan lain sebagainya. Dan gaya khas kirim SMS minta dibalas dalam setiap postingannya.

Awalnya, penulis tergelitik dan ingin mencari tahu lebih lanjut terkait Waridin. Berawal dari tangkapan layar postingan Waridin yang diunggah oleh Ade Candra, teman yang tinggal di Pemalang.

Tangkapan layar postingan Waridin di Facebook yang diunggah Ade Candra, Rabu (17/03).

Bahkan. Bloger Mufid Majnun, pernah menulis di kompasiana, dibalik foto profil Waridin yang ‘jelek’ sebenarnya hanyalah topeng dari kegantengannya. “Inyong asline ganteng, tapi inyong lagi nyamar dadi wong elek”. Mufid mengulas status Waridin dari sisi filosofi.

Waridin dalam ulasan Mufid Majnun di kompasiana

Dalam banyak status di Facebook, Waridin mengaku sebagai tukang jahit yang sering mendapat pelanggan. Disela-sela kesibukannya menjahit, ia menyempatkan untuk menulis status di media sosial. Status nyentriknya sering berupa pesan kepada seseorang, dengan model kirim pesan singkat (SMS) “bales” meminta balasan. Saat diposting di Facebook menjadi ranah publik. Ini menjadi hiburan tersendiri bagi lingkungan pertemanannya.

Status model SMS ala Waridin

Gaya bahasa panginyongan, status media sosial keseharian Waridin yang diposting menjadi mode yang ditiru dan digunakan oleh penggemarnya. Tidak ada yang baper (bawa perasaan) dan marah menanggapi setiap postingan Waridin, meski ia menyebut nama. Bahkan beberapa penggemarnya mengirimkan meme, foto Waridin yang diedit dengan beberapa artis.

Foto kiriman Anwar dalam laman akun Facebook Waridin.
Foto kiriman Adipati Firmansah dalam laman akun Facebook Waridin

Waridin  menjadi terkenal lantaran low profile dan status-statusnya di media sosial menjadi fenomena tersendiri. Akankan ia melenggang ke Istana Negara seperti pasangan calon presiden fiktif Nurhadi-Aldo, disingkat Dildo? Kita tunggu saja. (Bono)

Terkait
Warga Batang, pelaku penculikan di Tegal sudah dikenal nenek korban

Tegal, WartaDesa. - Nailul Munafila (26), warga Batang yang merupakan pelaku penculikan dua bocah kakak beradik M (8) dan A Read more

Oknum pegawai BPN Slawi dipecat akibat pelanggaran disiplin

Slawi, Wartadea. - Oknum pegawai kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Tegal yang berkantor di Kota Slawi, Af (52) terpaksa Read more

Pendaki asal Lebaksiu Tegal tersambar petir di Gunung Slamet

Purbalingga, Wartadesa. - Dua pendaki Gunung Slamet dilaporkan tersambar petir. Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Purbalingga, Read more

Polsek Serbelawan sambut Parade Musik Milenial

Simalungun, Wartadesa. - Parade musik trailer dalam semarak Millenial Road Safety Festival (MRSF) Polres Simalungun keliling menghibur warga melintasi beberapa Read more

selengkapnya
Hiburan

Ternyata bakso dijual di Kutub Selatan

bakso sakerah1

Dingin-dingin apalagi musim hujan seperti saat ini, paling enak makan bakso. Makanan ini banyak tersedia di sekitar kita. Tapi, tahukan Anda bahwa bakso juga dapat dijumpai di salah satu pulau di Antartika?

Akun LoseUrself2D mengunggah video yang menunjukkan lokasi Bakso Sakerah yang berada di Unnamed Road, Davis Station, Antartica, dalam media sosial reddit r/indonesia (reddit–di Indonesia hanya bisa dibuka dengan menggunakan vpn) Sabtu (06/03).

Beberapa warganet menganggap postingan ini sekedar guyon. Namun, akun waralaba mengecek peta lokasi tersebut. Dan ternyata benar ada. “anjay gua cek beneran ada” yang kemudian dijawab oleh pengunggah video, “masa gw boong sih :(”

Jadi buat kamu yang ingin menikmati bakso di kutub es, silakan mampir ke Bakso Sakerah. Bila kesulitan mencari arah, LoseUrself2D telah memberi petunjuk arah berdasarkan peta google di https://maps.app.goo.gl/Xcj9ftP9McTUpp5B8

Tentu, itu bukan alamat sebenarnya Bakso Sakerah ya, bisa jadi itu editan, seperti dikatakan oleh akun jeffreym3 “pasti yang ngedit dari sekitaran jatim atau madura, tapi sadis amat ngedit sampai ke kutub selatan” (.*.)

Terkait
Ikke Nurjanah dan Didi Kempot jadi magnet puluhan ribu penonton

Wuled, Wartadesa. - Gelaran Pentas Hiburan Rakyat yang menghadirkan penyanyi papan atas, Ikke Nurjanah dan Didi Kempot beserta artis-artis kenamaan Read more

Didi Kempot dan Ikke Nurjanah bakal edukasi Dangdut di Lapangan Desa Wuled

Tirto, Wartadesa. - Artis Didi Kempot, Ikke Nurjanah bersama Feby Maharani, Lilin Herlina, Rena Movie, dan pedangdut-pedangdut kenamaan lainnya bakal Read more

Karsok “Nongol” Stand Up Comedy asal Dobana lolos 18 besar

Simalungun, Wartadesa.  - Remaja Komika (stand up comedy)  berbakat asal Dolok Batu Nanggar Prayudha yang akrab di panggil Karsok (18) akan Read more

Polsek Serbelawan sambut Parade Musik Milenial

Simalungun, Wartadesa. - Parade musik trailer dalam semarak Millenial Road Safety Festival (MRSF) Polres Simalungun keliling menghibur warga melintasi beberapa Read more

selengkapnya
Hiburan

Ikke Nurjanah dan Didi Kempot jadi magnet puluhan ribu penonton

ikke nurjanah

Wuled, Wartadesa. – Gelaran Pentas Hiburan Rakyat yang menghadirkan penyanyi papan atas, Ikke Nurjanah dan Didi Kempot beserta artis-artis kenamaan lainnya menjadi magnet bagi puluhan ribu penonton. Mereka memadati lapangan Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan sejak selepas sholat Isya. Bahkan hingga pukul 10.00 WIB masih banyak penonton yang rela berjalan kaki menuju ke lapangan.

Wasduki Jazuli, Kepala Desa Wuled, saat dihubungi Wartadesa mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada warga yang telah membantu mensukseskan acara bertajuk Gebyar Seni dan Budaya sebagai Alat Pemersatu Bangsa tersebut.

“Rasa terima kasih sedalam-dalamnya kami haturkan kepada seluruh warga yang telah membantu mensukseskan acara Pentas Hiburan Rakyat ini mas … Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh penonton yang tertib menikmati gelaran acara ini, dan seluruh pihak-pihak yang telah terlibat suksesnya acara ini,” tutur Wasduki, Rabu (31/07).

Acara dibuka dengan menampilkan sejumlah penyanyi lokal diiringi musik OM Coplax Nusantara. Saat Ikke Nurjanah dan Didi Kempot tampil suasana semakin meriah. Ribuan orang ikut bernyanyi bersama ketika diva dangdut Ikke Nurjanah melantunkan tembang bertajuk Terlena.  Pun demikian saat Didi Kempot menyanyikan lagu andalannya,   Sewu Kuto.

Diberitakan Wartadesa sebelumnya, artis Didi Kempot, Ikke Nurjanah bersama Feby Maharani, Lilin Herlina, Rena Movie, dan pedangdut-pedangdut kenamaan lainnya bakal menghibur dan mengedukasi warga Pekalongan dan sekitarnya di Lapangan Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, akhir bulan ini. Selasa (30/07) mendatang.

Wasduki Jazuli, Kepada Desa Wuled, dikonfirmasi Wartadesa pagi ini, Sabtu (27/07) membenarkan hadirnya Didi Kempot, Ikke Nurjanah dan 12 artis lainnya untuk melakukan edukasi dan hiburan dangdut di desanya.

Menurut Wasduki, hadirnya mereka dalam rangka untuk memberikan upaya edukasi warga dalam mengapresiasi dangdut sebagai kesenian rakyat. “Musik dangdut ini dijiwai oleh kehidupan masyarakat kita dan tidak lekang oleh waktu. Dari waktu ke waktu, musik dangdut akan berada dihati para penggemarnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Wasduki, dangdut selain menjadi hiburan warga, juga  diakui sebagai etnik (jenis) musik yang diakui oleh dunia sebagai musik khas Indonesia.

Gelaran Pentas Hiburan Rakyat tersebut digelar sebelum Wasduki mengakhiri masa jabatannya pada Oktober mendatang. “Sebelum purna tugas, 09 oktober 2019 mendatang saya ingin sesekali menghibur masyarakat Desa Wuled.  Pingin rasanya nanggap penyanyi fenomenal yang sudah mendunia, mas Didi Kempot dan satunya lagi pedangdut yang anggun sederhana pribadinya mbak Ike Nurjanah.” Tuturnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Ternyata bakso dijual di Kutub Selatan

Dingin-dingin apalagi musim hujan seperti saat ini, paling enak makan bakso. Makanan ini banyak tersedia di sekitar kita. Tapi, tahukan Read more

Didi Kempot dan Ikke Nurjanah bakal edukasi Dangdut di Lapangan Desa Wuled

Tirto, Wartadesa. - Artis Didi Kempot, Ikke Nurjanah bersama Feby Maharani, Lilin Herlina, Rena Movie, dan pedangdut-pedangdut kenamaan lainnya bakal Read more

Karsok “Nongol” Stand Up Comedy asal Dobana lolos 18 besar

Simalungun, Wartadesa.  - Remaja Komika (stand up comedy)  berbakat asal Dolok Batu Nanggar Prayudha yang akrab di panggil Karsok (18) akan Read more

Polsek Serbelawan sambut Parade Musik Milenial

Simalungun, Wartadesa. - Parade musik trailer dalam semarak Millenial Road Safety Festival (MRSF) Polres Simalungun keliling menghibur warga melintasi beberapa Read more

selengkapnya
HiburanPendidikanSosial Budaya

Didi Kempot dan Ikke Nurjanah bakal edukasi Dangdut di Lapangan Desa Wuled

ikke

Tirto, Wartadesa. – Artis Didi Kempot, Ikke Nurjanah bersama Feby Maharani, Lilin Herlina, Rena Movie, dan pedangdut-pedangdut kenamaan lainnya bakal menghibur dan mengedukasi warga Pekalongan dan sekitarnya di Lapangan Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, akhir bulan ini. Selasa (30/07) mendatang.

Wasduki Jazuli, Kepada Desa Wuled, dikonfirmasi Wartadesa pagi ini, Sabtu (27/07) membenarkan hadirnya Didi Kempot, Ikke Nurjanah dan 12 artis lainnya untuk melakukan edukasi dan hiburan dangdut di desanya.

Menurut Wasduki, hadirnya mereka dalam rangka untuk memberikan upaya edukasi warga dalam mengapresiasi dangdut sebagai kesenian rakyat. “Musik dangdut ini dijiwai oleh kehidupan masyarakat kita dan tidak lekang oleh waktu. Dari waktu ke waktu, musik dangdut akan berada dihati para penggemarnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Wasduki, dangdut selain menjadi hiburan warga, juga  diakui sebagai etnik (jenis) musik yang diakui oleh dunia sebagai musik khas Indonesia.

Gelaran Pentas Hiburan Rakyat tersebut digelar sebelum Wasduki mengakhiri masa jabatannya pada Oktober mendatang. “Sebelum purna tugas, 09 oktober 2019 mendatang saya ingin sesekali menghibur masyarakat Desa Wuled.  Pingin rasanya nanggap penyanyi fenomenal yang sudah mendunia, mas Didi Kempot dan satunya lagi pedangdut yang anggun sederhana pribadinya mbak Ike Nurjanah.” Tuturnya.

Sementara itu, Ribut Achwadi dari Komunitas Omah Sinau Sogan mengungkapkan bahwa musik dangdut dapat menjadi upaya penyadaran kehidupan berbangsa dan bernegara. “Musik dangdut, selain menghibur, juga memiliki peran penting bagi upaya penyadaran moral dan etika. Dangdut juga menjadi bagian penting bagi upaya penyadaran kehidupan berbangsa dan bernegara.” Ujarnya dikutip dari ISP.

Ribut mengungkapkan bahwa gelaran Pentas Hiburan Rakyat akan mengambil tema “Seni dan Budaya sebagai Pemersatu Bangsa” dengan tujuan untuk memupuk dan menanamkan rasa patriotisme, kebangsaan, serta cinta tanah air di kalangan generasi muda khususnya dan masyarakat pada umumnya. Menumbuhkan kesadaran setiap pribadi warga Negara akan pentingnya kecintaan terhadap budaya sendiri. Memelihara terus menerus kewaspadaan dan daya juang terhadap ancaman-ancaman terhadap Negara, Bangsa dan Pancasila. Lanjutnya.

Selain Didi Kempot dan Ikke Nurjanah, acara juga akan dimeriahkan 12 artis jebolan kontes dangdut KDI, D’academia, dan juga Dangdut Pantura. Selain itu, ada juga artis lokal, Ayu Sekar. Pungkas Ribut. (Eva Abdullah dengan tambahan sumber dari ISP)

Terkait
Pilih mana! Copiraits, Copileft atau Creative Commons di radiomu?

Kepada Yth Seniman Yang musik dan lagunya boleh tak puter Gratis Di radio Komunitas siapa ya. Kalau harus bayar Ya Read more

Dua atap ruko Pasar Pagi Pemalang rubuh

Pemalang, Wartadesa. - Dua atap bagian depan ruko (rumah toko) nomor A03 dan A04 Pasar Pagi Pemalang, Kelurahan Mulyoharjo, Comal,  Read more

Ma’ruf Amin pimpin Pemuda Muhammadiyah Doro

Doro, Wartadesa. - Ma'ruf Amin terpilih menjadi Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Doro dalam sidang formatur Musyawarah Cabang (Musycab) Read more

Nazar! Bayi pasangan ini diberi nama Dinas Komunikasi Informatika Statistik

Brebes, Wartadesa. - Unik! Lantaran nazar (janji) pasangan Slamet Wahyudi (38) dan Ririn Linda Tunggal Sari (33), warga Dukuhturi, Kecamatan Read more

selengkapnya
Hiburan

Karsok “Nongol” Stand Up Comedy asal Dobana lolos 18 besar

karsok

Simalungun, Wartadesa.  – Remaja Komika (stand up comedy)  berbakat asal Dolok Batu Nanggar Prayudha yang akrab di panggil Karsok (18) akan kembali tampil 5 April 2019 mendatang diajang pencarian bakat ‘Kudeta Stand Up Competition’ di Cafe Warung Kudeta jalan .Cik Ditiro No 128 Medan.

Itu diketahui saat wartadesa Simalungun bincang bincang dengannya di cafe ABR Brother di bilangan jalan. KH Ahmad Dahlan Serbelawan Sabtu (30/3). bersama group fans pendukungnya “Karso Uyee”. Saya mohon doa dan dukungan dari warga Dolok Batu Nanggar agar lolos dalam seleksi tahap kedua. Harapnya penuh.

Karso menyebutkan, saat tampil di ajang bergengsi itu pada Jumat (29/3) dengan segala daya upaya dan skill yang dia miliki berhasil menyisihkan puluhan Stand Up dari berbagai wilayah Sumatera Utara hinga meraih urutan di 18 besar dengan materi “Anak Jaman Sekarang”.

Materi selanjutnya di tahap penyaringan tahap dua di ajang yang sama akan di bawa remaja bergigi nongol kelahiran 31 Januari2001 di Huta II Purwosari Nagori (desa) Dolok Mainu Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun Sumatera Utara ini dengan judul “Masa Kecil”. Kata dia semangat.

Warga Dolok Batu Nanggar pendukungnya yang tergabung dalam Komunitas “Karsok Uyee” akan terus mendukungnya . “Kami akan dukung dia semoga sukses hingga tingkat nasional bang. Kata para pendukungnya kepada wartadesa Simalungun.

Semoga dia bisa lolos sampai di tahap akhir hingga final merebut juara I dengan hadiah pembinaan sebesar 5 juta rupiah. Dia asset yang telah mengharumkan keluarga dan warga Serbelawan Dobana. Mohon doa dan dukungannya. Kata Feri Ilhami Hasugian kerabat Karsok. (wd-bay) *

Terkait
Cekcok di Warung Tuak, Nyawa Mananda Melayang

SIMALUNGUN (Wartadesa). -  SADIS. Gara gara cekcok mulut, nyawa Mananda Siadari melayang setelah dihujam senjata tajam milik pelaku AM warga Read more

ertangkap Tangan Jual Togel, Ance Pasrah Tidur di Sel Polsek Serbelawan

SIMALUNGUN, (WARTA DESA). -  JUAL Togel jenis 'Sydney' SAL alias Ance (50) warga Dusun I PMT Desa Dolok Tenera Kecamatan Read more

Polisi Gagalkan Transaksi Sabu, 2 Pria Diamankan Polsek Perdagangan

PERDAGANGAN, (WARTADESA). -  SAAT transaksi sabu, LS alias Lilik dan AM alias Dika di ringkus Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Read more

Tiga Pelarian Komplotan Pencuri Bermobil Akhirnya Tertangkap

SILAU KAHEAN (WARTADESA). - TIGA pelarian dari 5 komplotan pencuri bermobil di Perladangan Raya Usang Kecamatan Dolok Masagal Kabupaten Simalungun Read more

selengkapnya
HiburanSosial Budaya

Polsek Serbelawan sambut Parade Musik Milenial

simalungun

Simalungun, Wartadesa. – Parade musik trailer dalam semarak Millenial Road Safety Festival (MRSF) Polres Simalungun keliling menghibur warga melintasi beberapa kecamatan di Kabupaten Simalungun Sumatera Utara Sabtu (23/2).

Panggung hiburan berjalan ini mengambil start dari Ibu kota Kabupaten Pematang Raya melintasi kecamatan Panei-Panombean Panei-Siantar-Tapian Dolok dan finish di Kecamatan Dolok Batu Nanggar (Dobana) . Jelas Kanit Laka Polres Simalungun IPTU Amir Mahmud didampingi Kapolsek Serbelawan AKP Leston Siregar saat menanti parade memasuki gerbang Kecamatan Dobana.

Ditambahkan Amir Mahmud, setelah finish di Polsek Serbelawan Dolok Batu Nanggar acara berlanjut berbagi paket alat tulis kepada siswa siswi sekolah yang spontan hadir saat parade musik berhenti di inti kota Serbelawan. katanya.

Hadir pada acara parade yang finish di Polsek Serbelawan, Kapolres Simalungun dan wakil AKBP Marudut Liberty Panjaitan, Kompol Zulkarnaen Pane beserta seluruh Pejabat Jajaran Utama, bupati Simalungun dan wakil serta jajaran, Dandim 0207/SML serta pejabat pemerintahan kecamatan Dobana di pimpin camat Susilo. (wd-bay)

Terkait
PTPN IV Dolok Ilir basahi Kelurahan Serbelawan dengan tiga ton disinfektan

Simalungun, Wartadesa. -  PTPN IV Unit Kebun Dolok Ilir menyemprotkan 3000 liter (3 ton) disinfektan ke ruang terbuka publik di Read more

Terbidik … Kapolsek Serbelawan ngaduk semen

Simalungun, Wartadesa. - Kapolsek serbelawan AKP Leston Siregar beserta semua unit jajarannya tertangkap kamera sedang mengaduk semen pada pembangunan Mesjid Al Read more

Lagi, Polsek Serbelawan ringkus pengguna narkoba

Simalungun, Wartadesa. - Jajaran kepolisian Polsek Serbelawan kembali meringkus pengguna narkoba. Pelaku dibekuk dalam Giat Operasi Antik Toba kemarin. Supriadi alias Read more

Nazar! Bayi pasangan ini diberi nama Dinas Komunikasi Informatika Statistik

Brebes, Wartadesa. - Unik! Lantaran nazar (janji) pasangan Slamet Wahyudi (38) dan Ririn Linda Tunggal Sari (33), warga Dukuhturi, Kecamatan Read more

selengkapnya
FeminisiaHiburan

Merindukan Sinetron Televisi

sobuj chaya_youtube

Drama sinetron Shabu Chaya adalah judul sebuah drama mingguan yang pernah diputar selama 13 minggu di Bangladesh. Drama Shabu Chaya menceritakan tentang problem sosial masyarakat Bangladesh.

India dan Bangladesh memang mempunyai banyak program drama untuk melakukan kampanye soal kondisi masyarakat disana. Soal kesehatan, soal HIV/AIDS dan soal perempuan. Mereka banyak menayangkan soal kemiskinan yang menimpa perempuan dan anak-anak disana.

Hal lain yang sering ditayangkan adalah soal pernikahan dini, tentang kesehatan reproduksi yang diselipkan dengan info kekerasan terhadap perempuan.

Drama ini pernah banyak diputar di radio dan Televisi. Program ini umumnya memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat misalnya pengetahuan tentang klinik kesehatan dan bagaimana menggunakan alat kontrasepsi modern. Yang menarik dari acara ini adalah bagaimana mereka mampu mengetengahkan cerita-cerita ini dalam sebuah drama yang sederhana dan memikat.

Di Indonesia, kita jadi teringat drama radio yang berjudul “Butir-Butir Pasir di Laut” atau drama-drama serial di Televisi yang mengetengahkan persoalan kemiskinan di Indonesia seperti Keluarga Cemara. Walaupun keluarga Cemara kembali diangkat di film layar lebar saat ini, namun sayang, hingga sekarang drama dengan pesan perubahan sosial dan pengetahuan tentang situasi di masyarakat seperti ini, minim kita jumpai di televisi.

Di televisi misalnya, kita lebih banyak melihat tayangan drama yang muncul menjadi sinetron (sinema elektronik). Memang tak ada bedanya antara drama dan sinetron sebagaimana terminologinya, karena sama-sama merupakan sebuah tayangan yang menampilkan tentang manusia dan kompleksitas hidupnya.

Bedanya, jika sejumlah drama di India dan Bangladesh banyak menampilkan problem sosial masyarakat, namun sinetron di Indonesia justru bertubi-tubi memberikan label atau stereotype terhadap perempuan.

Sinetron selalu diisi oleh karakter manusia jahat versus manusia baik. Sinetron seolah hanya menjadi ruang drama yang menampilkan kisah perlawanan antara Tuhan dan iblis. Tak ada identitas dan karakter manusia dengan segala persoalannya disana. Padahal manusia selalu punya sisi baik, sisi buruk atau mempunyai sifat antara sisi baik dan buruk. Karena manusia jelas bukan Tuhan maupun iblis.

Di India dan Bangladesh, drama merupakan sebuah cara yang digunakan untuk melakukan perubahan sosial dengan menggunakan pendekatan emosi. Cara ini secara populer digunakan sejak tahun 1970 dan dianggap ampuh untuk mengkomunikasikan sebuah pengetahuan baru.

Tidak hanya pada satu kelompok audience yang bisa diberikan pengetahuan baru, namun seluruh keluarga bisa diajak untuk menonton atau mendengarkan drama. Misalnya orangtua bisa belajar bagaimana menerapkan metode pendidikan kesehatan reproduksi untuk anak, sedangkan anak-anak juga bisa belajar tentang kesehatan reproduksi dari tayangan drama tersebut. Disitulah tercipta komunikasi antara orangtua dan anak.

Di Amerika Latin, bahkan metode penyampaian pesan melalui drama ini sudah dilakukan sejak tahun 1940. Mereka banyak memproduksi drama yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari sambil disisipkan informasi soal pengetahuan baru.

Tak hanya drama, beberapa contoh acara yang biasa dibuat untuk mengajak masyarakat melakukan perubahan sosial misalnya : musik populer, komedi situasi, film dan Iklan layanan masyarakat. Selain itu ada pula testimoni program, talkshow, interview dan juga berita.

Karena media pada dasarnya adalah alat utk mengajak orang berpartisipasi. Salah satu filsuf, Jurgen Habermas dalam teorinya mengatakan tentang publik yang harus diberikan ruang di media. Media sudah seharusnya memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam lingkungannya.

Drama merupakan salah satu cara untuk memberikan kesadaran baru dan mengajak masyarakat untuk aktif melakukan perubahan sosial. Jika bukan sekarang, kapan lagi?Jadi, setuju khan jika sinetron televisi kita harus berubah? Tak hanya menayangkan drama-drama panjang tanpa pendidikan, dan hanya semakin memperpanjang stereotype dan sensasionalisme? (Luviana – www.konde.co)

Tulisan diambil dari sumber http://www.konde.co/2019/01/merindukan-sinetron-televisi.html

Terkait
Waridin, kelucuan saat pesan menjadi ranah publik

BAGI warga ngapak Tegal, sosok akun Facebook Waridin menjadi fenomenal. Lantaran setiap postingannya menjadi hiburan tersendiri, dan selalu dinanti. Pria Read more

Ternyata bakso dijual di Kutub Selatan

Dingin-dingin apalagi musim hujan seperti saat ini, paling enak makan bakso. Makanan ini banyak tersedia di sekitar kita. Tapi, tahukan Read more

Ikke Nurjanah dan Didi Kempot jadi magnet puluhan ribu penonton

Wuled, Wartadesa. - Gelaran Pentas Hiburan Rakyat yang menghadirkan penyanyi papan atas, Ikke Nurjanah dan Didi Kempot beserta artis-artis kenamaan Read more

Didi Kempot dan Ikke Nurjanah bakal edukasi Dangdut di Lapangan Desa Wuled

Tirto, Wartadesa. - Artis Didi Kempot, Ikke Nurjanah bersama Feby Maharani, Lilin Herlina, Rena Movie, dan pedangdut-pedangdut kenamaan lainnya bakal Read more

selengkapnya
HiburanSeni BudayaSosial BudayaTekno

Salurkan bakat pemuda kampung, Karangtaruna bikin radio komunitas

bara fm

Pemalang, Wartadesa. – Malam ini, Rabu (05/12), Warta Desa menyambangi radio komunitas Bara FM di Desa ketapang, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, untuk melepas penat sembari mencari inspirasi malam, selepas kativitas sehari-hari yang melelahkan.

Dalam sebuah ruangan yang disulap sebagai studio radio, Warta Desa bertemu dengan anggota Karangtaruna Bakhti Mulya Desa Ketapang. Sembari menikmati alunan musik karya pemuda setempat. Musik Indie, mereka menyebutnya.

Karangtaruna Bakhti Mulya dengan motto “Berkarya tanpa batas” ini mewujudkan siaran radio komunitas sejak 2013 lalu. Siaran radio yang bisa dinikmati warga seputaran Kecamatan Comal, dan Ulujami ini menjadi wadah silaturahmi pemuda Desa Ketapang dan sekitarnya.

Sebagai wadah kreatifitas warga, siaran radio komunitas Bara FM menayangkan karya pemuda Ketapang dan sekitarnya, berupa karya-karya musik ciptaan warga setempat (musik indie), menampung dan menyuarakan aspirasi warga setempat. Beberapa ajang pencari bakat warga seperti lomba karaoke digelar menjadi agenda tahunan setiap bulan Agustus. Demikian informasi yang kami dapatkan saat ngobrol-ngobrol dengan penggiatnya.

Menurut Samsudin(36), Ketua Karangtaruna Bakhti Mulya, dia berharap  dengan hadirnya radio komunitas Bara FM yang merupakan kreatifitas pemuda Desa Ketapang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk mendukung program dan agenda kegiatan mereka.

Hal senada juga disampaikan Taufik (30), tokoh pemuda setempat, dia  berharap, kedepan Bara FM bisa lebih maju dan berjaya di udara, tidak kalah dengan radio siaran swasta lainnya.  Taufik juga minta dukungan warga untuk selalu mendukung karya anak desa mereka.

Sementara, salah seorang pendengar setia yang ikut nimbrung dalam obrolan kami, Kardiman, mengungkapkan bahwa kehadiran Bara FM ini sangat membantu warga dalam menyampaikan informasi lokal yang penting bagi warga sekitar. Selain sebagai sarana hiburan warga saat sedang bekerja, terlebih saat bulan Ramadhan tiba. Tuturnya. Bara FM menjadi rujukan utama warga untuk mengetahui waktu imsak dan berbuka. Pungkasnya. (Eky Diantara)

Terkait


Pilih mana! Copiraits, Copileft atau Creative Commons di radiomu?


Kepada Yth Seniman Yang musik dan lagunya boleh tak puter Gratis Di radio Komunitas siapa ya. Kalau harus bayar Ya Read more


Radio Komunitas jadi corong warga sampaikan kritik dan keluhan


Aceh, Wartadesa. - Kehadiran radio komunitas (rakom) di Aceh, dirasakan manfaatnya bagi pendengarnya. Ia mampu menjadi corong warga dalam menyampaikan Read more


Tugas Berat Pengurus Rumah Besar Radio Komunitas Indonesia


Oleh: Buono Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) baru saja menggelar Konggres III dengan menghasilakan kepengurusan baru periode 2017-2021. Terpilih secara Read more


Ajang pencarian bibit gamers Mobile Legends, Karang Taruna Desa Pandanarum gelar lomba


Tirto, Wartadesa. - Gandrungnya paramuda dengan gim (game) mobile legends membuat Karang Taruna Desa Pandanarum, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan menggelar Read more

selengkapnya
HiburanSeni Budaya

Ibunda artis Dewi Sanca dimakamkan di Pemalang

dewi sanja

Pemalang, Wartadesa. – Tjasmirah, ibunda Dewi Sanca (34), artis asal Kota Ikhlas yang meninggal pada usia 70 tahun, hari ini, Ahad (02/09) dimakamkan di Pemalang, Jawa Tengah. Tjasmirah, sang ibunda meninggal setelah menghadapi penyakit asma menahun dan paru-paru.

Artis Dangdut, Dewi Sanca yang kondang lantaran ular sanca yang menemaninya saat manggung tersebut mengungkapkan bahwa ibunya menderita asma sejak dia berada di SMA.  “Asma menahun dari sejak aku SMA. Tambah lagi dua bulan terakhir sakit paru-paru,” kata Dewi Sanca.

Tjasmirah sempat mengalami muntah darah, namun belum sempat dibawa ke rumah sakit,  “Yang terakhir sebulan lalu, sempat muntah darah. Seminggu yang lalu ke klinik cuma tadi malam jam 02.00 WIB belum sempat (dibawa untuk berobat), sudah tidak ada (meninggal),” lanjut pelantun  lagu Bunglon ini.

Ibunda Dewi dimakamkan sore ini, bakda sholat Asar.  Menurut dewi, sang ibu merupakan sosok yang hebat, dia mampu membesarkan dirinya sejak kecil tanpa bantuan suami.

“Mama wanita hebat. Dia membesarkan aku tanpa seorang ayah dari umurku 11 bulan. Dia wanita kuat dan hebat,” kata Dewi.  (Sumber: Kumparan)

Terkait


Paguyuban Seni Karawitan ‘Hijau Laras’ diluncurkan


Keterangan Foto: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi (tanpa masker) meresmikan peluncuran (launching) Paguyuban Seni Karawitan "Hijau Laras" PGRI Kabupaten Pekalongan, Senin Read more


Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur


Batang, Wartadesa. - Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur! Demikian disampaikan oleh penggiat seni hiburan Kabupaten Batang usai audiensi Read more


Korsleting, dua rumah di Wales Blado ludes terbakar


Batang, Wartadesa.- Berita duka menimpa Sari'ah (80) dan Siti Fatimah (47), ibu dan anak warga Dukuh Wales, Desa Wonobodro, Kecamatan Read more


Kegiatan seni budaya dalam hajatan boleh digelar di Pemalang


Pemalang, Wartadesa. - Warga Pemalang sudah diperbolehkan menggelar acara seni budaya dalam resepsi maupun hajatan. Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Read more

selengkapnya
HiburanJalan-jalanSosial Budaya

Scooterist Pemalang serbu Bukit Gambangan Cempaka Wulung

fksp

Pemalang, Wartadesa. – Tiga ratus scooterist (pengguna dan pecinta vespa) menyerbu Bukit Gambangan Cempaka Wulung Desa Banyumundal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Ahad (24/05). Kedatangan pecinta vespa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Scooteris Pemalang (FKSP) ini dalam rangka gelaran Halal bi Halal.

Fasikhin, Ketua FKSP mengungkapkan bahwa kegiatan Halal bi Halal tersebut dilaksanakan di obyek wisata Bukit Gambangan adalah untuk bersilaturahmi, saling memaafkan dan sekaligus untuk refreshing.

“Halal bi halal kali ini semoga terus menyambung silaturahmi kita dan barangkali ketika berinteraksi ada kesalahan yang tidak disengaja, ini momen yang tepat untuk saling memaafkan, selain itu juga untuk efreshing sekaligus pengenalan wahana wisata yang baru-baru ini sedang giat dibenahi oleh teman-teman dari Moga.” Ujar Fasikhin.

Selain dari pecinta vespa dari Kabupaten Pemalang, hadir pula scooterist dari wilayah tetangga seperti dari Pekalongan, Cilacap, dan Tegal.

Dalam kesempatan tersebut juga dibagikan kartu tanda anggota baru bagi klub Banyumudal Scooter Independent (BASI). Selain itu, dilakukan pergantian pengurus FKSP. delapan calon ketua diajukan masing-masing klub dan independent.

Terpilih sebagai Ketua FKSP baru yakni, Riyanto dengan perolehan 55 Suara yang menggantikan ketua demisioner Fasikhin. Selepas pemilihan ketua baru, kegiatan ditutup dengan acara menikmati “sego jagung” dan hiburan dangdut.  (Eva Abdullah)

Terkait


Bagi takjil, ratusan scooterist serbu Randudongkal


Pemalang, Wartadesa. - Ratusan scooterist (pecinta vespa) menyerbu wilayah Randudongkal Pemalang, kedatangan mereka dalam rangka berbagi takjil (makanan/minuman untuk berbuka Read more


Dua atap ruko Pasar Pagi Pemalang rubuh


Pemalang, Wartadesa. - Dua atap bagian depan ruko (rumah toko) nomor A03 dan A04 Pasar Pagi Pemalang, Kelurahan Mulyoharjo, Comal,  Read more


Ma’ruf Amin pimpin Pemuda Muhammadiyah Doro


Doro, Wartadesa. - Ma'ruf Amin terpilih menjadi Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Doro dalam sidang formatur Musyawarah Cabang (Musycab) Read more


Nazar! Bayi pasangan ini diberi nama Dinas Komunikasi Informatika Statistik


Brebes, Wartadesa. - Unik! Lantaran nazar (janji) pasangan Slamet Wahyudi (38) dan Ririn Linda Tunggal Sari (33), warga Dukuhturi, Kecamatan Read more

selengkapnya