close

Hiburan

Hiburan

Karsok “Nongol” Stand Up Comedy asal Dobana lolos 18 besar

karsok

Simalungun, Wartadesa.  – Remaja Komika (stand up comedy)  berbakat asal Dolok Batu Nanggar Prayudha yang akrab di panggil Karsok (18) akan kembali tampil 5 April 2019 mendatang diajang pencarian bakat ‘Kudeta Stand Up Competition’ di Cafe Warung Kudeta jalan .Cik Ditiro No 128 Medan.

Itu diketahui saat wartadesa Simalungun bincang bincang dengannya di cafe ABR Brother di bilangan jalan. KH Ahmad Dahlan Serbelawan Sabtu (30/3). bersama group fans pendukungnya “Karso Uyee”. Saya mohon doa dan dukungan dari warga Dolok Batu Nanggar agar lolos dalam seleksi tahap kedua. Harapnya penuh.

Karso menyebutkan, saat tampil di ajang bergengsi itu pada Jumat (29/3) dengan segala daya upaya dan skill yang dia miliki berhasil menyisihkan puluhan Stand Up dari berbagai wilayah Sumatera Utara hinga meraih urutan di 18 besar dengan materi “Anak Jaman Sekarang”.

Materi selanjutnya di tahap penyaringan tahap dua di ajang yang sama akan di bawa remaja bergigi nongol kelahiran 31 Januari2001 di Huta II Purwosari Nagori (desa) Dolok Mainu Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun Sumatera Utara ini dengan judul “Masa Kecil”. Kata dia semangat.

Warga Dolok Batu Nanggar pendukungnya yang tergabung dalam Komunitas “Karsok Uyee” akan terus mendukungnya . “Kami akan dukung dia semoga sukses hingga tingkat nasional bang. Kata para pendukungnya kepada wartadesa Simalungun.

Semoga dia bisa lolos sampai di tahap akhir hingga final merebut juara I dengan hadiah pembinaan sebesar 5 juta rupiah. Dia asset yang telah mengharumkan keluarga dan warga Serbelawan Dobana. Mohon doa dan dukungannya. Kata Feri Ilhami Hasugian kerabat Karsok. (wd-bay) *

selengkapnya
HiburanSosial Budaya

Polsek Serbelawan sambut Parade Musik Milenial

simalungun

Simalungun, Wartadesa. – Parade musik trailer dalam semarak Millenial Road Safety Festival (MRSF) Polres Simalungun keliling menghibur warga melintasi beberapa kecamatan di Kabupaten Simalungun Sumatera Utara Sabtu (23/2).

Panggung hiburan berjalan ini mengambil start dari Ibu kota Kabupaten Pematang Raya melintasi kecamatan Panei-Panombean Panei-Siantar-Tapian Dolok dan finish di Kecamatan Dolok Batu Nanggar (Dobana) . Jelas Kanit Laka Polres Simalungun IPTU Amir Mahmud didampingi Kapolsek Serbelawan AKP Leston Siregar saat menanti parade memasuki gerbang Kecamatan Dobana.

Ditambahkan Amir Mahmud, setelah finish di Polsek Serbelawan Dolok Batu Nanggar acara berlanjut berbagi paket alat tulis kepada siswa siswi sekolah yang spontan hadir saat parade musik berhenti di inti kota Serbelawan. katanya.

Hadir pada acara parade yang finish di Polsek Serbelawan, Kapolres Simalungun dan wakil AKBP Marudut Liberty Panjaitan, Kompol Zulkarnaen Pane beserta seluruh Pejabat Jajaran Utama, bupati Simalungun dan wakil serta jajaran, Dandim 0207/SML serta pejabat pemerintahan kecamatan Dobana di pimpin camat Susilo. (wd-bay)

selengkapnya
FeminisiaHiburan

Merindukan Sinetron Televisi

sobuj chaya_youtube

Drama sinetron Shabu Chaya adalah judul sebuah drama mingguan yang pernah diputar selama 13 minggu di Bangladesh. Drama Shabu Chaya menceritakan tentang problem sosial masyarakat Bangladesh.

India dan Bangladesh memang mempunyai banyak program drama untuk melakukan kampanye soal kondisi masyarakat disana. Soal kesehatan, soal HIV/AIDS dan soal perempuan. Mereka banyak menayangkan soal kemiskinan yang menimpa perempuan dan anak-anak disana.

Hal lain yang sering ditayangkan adalah soal pernikahan dini, tentang kesehatan reproduksi yang diselipkan dengan info kekerasan terhadap perempuan.

Drama ini pernah banyak diputar di radio dan Televisi. Program ini umumnya memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat misalnya pengetahuan tentang klinik kesehatan dan bagaimana menggunakan alat kontrasepsi modern. Yang menarik dari acara ini adalah bagaimana mereka mampu mengetengahkan cerita-cerita ini dalam sebuah drama yang sederhana dan memikat.

Di Indonesia, kita jadi teringat drama radio yang berjudul “Butir-Butir Pasir di Laut” atau drama-drama serial di Televisi yang mengetengahkan persoalan kemiskinan di Indonesia seperti Keluarga Cemara. Walaupun keluarga Cemara kembali diangkat di film layar lebar saat ini, namun sayang, hingga sekarang drama dengan pesan perubahan sosial dan pengetahuan tentang situasi di masyarakat seperti ini, minim kita jumpai di televisi.

Di televisi misalnya, kita lebih banyak melihat tayangan drama yang muncul menjadi sinetron (sinema elektronik). Memang tak ada bedanya antara drama dan sinetron sebagaimana terminologinya, karena sama-sama merupakan sebuah tayangan yang menampilkan tentang manusia dan kompleksitas hidupnya.

Bedanya, jika sejumlah drama di India dan Bangladesh banyak menampilkan problem sosial masyarakat, namun sinetron di Indonesia justru bertubi-tubi memberikan label atau stereotype terhadap perempuan.

Sinetron selalu diisi oleh karakter manusia jahat versus manusia baik. Sinetron seolah hanya menjadi ruang drama yang menampilkan kisah perlawanan antara Tuhan dan iblis. Tak ada identitas dan karakter manusia dengan segala persoalannya disana. Padahal manusia selalu punya sisi baik, sisi buruk atau mempunyai sifat antara sisi baik dan buruk. Karena manusia jelas bukan Tuhan maupun iblis.

Di India dan Bangladesh, drama merupakan sebuah cara yang digunakan untuk melakukan perubahan sosial dengan menggunakan pendekatan emosi. Cara ini secara populer digunakan sejak tahun 1970 dan dianggap ampuh untuk mengkomunikasikan sebuah pengetahuan baru.

Tidak hanya pada satu kelompok audience yang bisa diberikan pengetahuan baru, namun seluruh keluarga bisa diajak untuk menonton atau mendengarkan drama. Misalnya orangtua bisa belajar bagaimana menerapkan metode pendidikan kesehatan reproduksi untuk anak, sedangkan anak-anak juga bisa belajar tentang kesehatan reproduksi dari tayangan drama tersebut. Disitulah tercipta komunikasi antara orangtua dan anak.

Di Amerika Latin, bahkan metode penyampaian pesan melalui drama ini sudah dilakukan sejak tahun 1940. Mereka banyak memproduksi drama yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari sambil disisipkan informasi soal pengetahuan baru.

Tak hanya drama, beberapa contoh acara yang biasa dibuat untuk mengajak masyarakat melakukan perubahan sosial misalnya : musik populer, komedi situasi, film dan Iklan layanan masyarakat. Selain itu ada pula testimoni program, talkshow, interview dan juga berita.

Karena media pada dasarnya adalah alat utk mengajak orang berpartisipasi. Salah satu filsuf, Jurgen Habermas dalam teorinya mengatakan tentang publik yang harus diberikan ruang di media. Media sudah seharusnya memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam lingkungannya.

Drama merupakan salah satu cara untuk memberikan kesadaran baru dan mengajak masyarakat untuk aktif melakukan perubahan sosial. Jika bukan sekarang, kapan lagi?Jadi, setuju khan jika sinetron televisi kita harus berubah? Tak hanya menayangkan drama-drama panjang tanpa pendidikan, dan hanya semakin memperpanjang stereotype dan sensasionalisme? (Luviana – www.konde.co)

Tulisan diambil dari sumber http://www.konde.co/2019/01/merindukan-sinetron-televisi.html

selengkapnya
HiburanSeni BudayaSosial BudayaTekno

Salurkan bakat pemuda kampung, Karangtaruna bikin radio komunitas

bara fm

Pemalang, Wartadesa. – Malam ini, Rabu (05/12), Warta Desa menyambangi radio komunitas Bara FM di Desa ketapang, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, untuk melepas penat sembari mencari inspirasi malam, selepas kativitas sehari-hari yang melelahkan.

Dalam sebuah ruangan yang disulap sebagai studio radio, Warta Desa bertemu dengan anggota Karangtaruna Bakhti Mulya Desa Ketapang. Sembari menikmati alunan musik karya pemuda setempat. Musik Indie, mereka menyebutnya.

Karangtaruna Bakhti Mulya dengan motto “Berkarya tanpa batas” ini mewujudkan siaran radio komunitas sejak 2013 lalu. Siaran radio yang bisa dinikmati warga seputaran Kecamatan Comal, dan Ulujami ini menjadi wadah silaturahmi pemuda Desa Ketapang dan sekitarnya.

Sebagai wadah kreatifitas warga, siaran radio komunitas Bara FM menayangkan karya pemuda Ketapang dan sekitarnya, berupa karya-karya musik ciptaan warga setempat (musik indie), menampung dan menyuarakan aspirasi warga setempat. Beberapa ajang pencari bakat warga seperti lomba karaoke digelar menjadi agenda tahunan setiap bulan Agustus. Demikian informasi yang kami dapatkan saat ngobrol-ngobrol dengan penggiatnya.

Menurut Samsudin(36), Ketua Karangtaruna Bakhti Mulya, dia berharap  dengan hadirnya radio komunitas Bara FM yang merupakan kreatifitas pemuda Desa Ketapang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk mendukung program dan agenda kegiatan mereka.

Hal senada juga disampaikan Taufik (30), tokoh pemuda setempat, dia  berharap, kedepan Bara FM bisa lebih maju dan berjaya di udara, tidak kalah dengan radio siaran swasta lainnya.  Taufik juga minta dukungan warga untuk selalu mendukung karya anak desa mereka.

Sementara, salah seorang pendengar setia yang ikut nimbrung dalam obrolan kami, Kardiman, mengungkapkan bahwa kehadiran Bara FM ini sangat membantu warga dalam menyampaikan informasi lokal yang penting bagi warga sekitar. Selain sebagai sarana hiburan warga saat sedang bekerja, terlebih saat bulan Ramadhan tiba. Tuturnya. Bara FM menjadi rujukan utama warga untuk mengetahui waktu imsak dan berbuka. Pungkasnya. (Eky Diantara)

selengkapnya
HiburanSeni Budaya

Ibunda artis Dewi Sanca dimakamkan di Pemalang

dewi sanja

Pemalang, Wartadesa. – Tjasmirah, ibunda Dewi Sanca (34), artis asal Kota Ikhlas yang meninggal pada usia 70 tahun, hari ini, Ahad (02/09) dimakamkan di Pemalang, Jawa Tengah. Tjasmirah, sang ibunda meninggal setelah menghadapi penyakit asma menahun dan paru-paru.

Artis Dangdut, Dewi Sanca yang kondang lantaran ular sanca yang menemaninya saat manggung tersebut mengungkapkan bahwa ibunya menderita asma sejak dia berada di SMA.  “Asma menahun dari sejak aku SMA. Tambah lagi dua bulan terakhir sakit paru-paru,” kata Dewi Sanca.

Tjasmirah sempat mengalami muntah darah, namun belum sempat dibawa ke rumah sakit,  “Yang terakhir sebulan lalu, sempat muntah darah. Seminggu yang lalu ke klinik cuma tadi malam jam 02.00 WIB belum sempat (dibawa untuk berobat), sudah tidak ada (meninggal),” lanjut pelantun  lagu Bunglon ini.

Ibunda Dewi dimakamkan sore ini, bakda sholat Asar.  Menurut dewi, sang ibu merupakan sosok yang hebat, dia mampu membesarkan dirinya sejak kecil tanpa bantuan suami.

“Mama wanita hebat. Dia membesarkan aku tanpa seorang ayah dari umurku 11 bulan. Dia wanita kuat dan hebat,” kata Dewi.  (Sumber: Kumparan)

selengkapnya
HiburanJalan-jalanSosial Budaya

Scooterist Pemalang serbu Bukit Gambangan Cempaka Wulung

fksp

Pemalang, Wartadesa. – Tiga ratus scooterist (pengguna dan pecinta vespa) menyerbu Bukit Gambangan Cempaka Wulung Desa Banyumundal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Ahad (24/05). Kedatangan pecinta vespa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Scooteris Pemalang (FKSP) ini dalam rangka gelaran Halal bi Halal.

Fasikhin, Ketua FKSP mengungkapkan bahwa kegiatan Halal bi Halal tersebut dilaksanakan di obyek wisata Bukit Gambangan adalah untuk bersilaturahmi, saling memaafkan dan sekaligus untuk refreshing.

“Halal bi halal kali ini semoga terus menyambung silaturahmi kita dan barangkali ketika berinteraksi ada kesalahan yang tidak disengaja, ini momen yang tepat untuk saling memaafkan, selain itu juga untuk efreshing sekaligus pengenalan wahana wisata yang baru-baru ini sedang giat dibenahi oleh teman-teman dari Moga.” Ujar Fasikhin.

Selain dari pecinta vespa dari Kabupaten Pemalang, hadir pula scooterist dari wilayah tetangga seperti dari Pekalongan, Cilacap, dan Tegal.

Dalam kesempatan tersebut juga dibagikan kartu tanda anggota baru bagi klub Banyumudal Scooter Independent (BASI). Selain itu, dilakukan pergantian pengurus FKSP. delapan calon ketua diajukan masing-masing klub dan independent.

Terpilih sebagai Ketua FKSP baru yakni, Riyanto dengan perolehan 55 Suara yang menggantikan ketua demisioner Fasikhin. Selepas pemilihan ketua baru, kegiatan ditutup dengan acara menikmati “sego jagung” dan hiburan dangdut.  (Eva Abdullah)

selengkapnya
HiburanJalan-jalanSosial Budaya

Kopdar VLOC hasilkan pengurus baru

vloc

Pekalongan, Wartadesa. – Komunitas pemilik mobil Toyota Vios Limo, Vios Limo Owner Comunity (VLOC) wilayah Pekalongan berkumpul dalam ajang kopi darat (kopdar) di depan apotik Ibu Kota untuk memilih ketua komunitas. Jum’at (16/03).

Acara yang rutin dilaksanakan setiap Jumat malam sabtu ini diikuti oleh beberapa anggota yang berasal dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Batang.

Kopdar (kopi darat) istilah yang sering dipakai oleh para anggota komunitas, kopdar kali ini ada yang beda karena disamping agenda rutinan namun ada agenda yang lebih utama yaitu pemilihan ketua komunitas karena masa kepengurusan sebelumnya yang sudah berakhir.

Acara dilaksanakan dengan nuansa santai dan kekeluargaan dan secara aklamasi terpilih Ujang sebagai ketua komunitas. Pria asal kedungwuni ini dipercaya oleh semua anggota untuk menahkodai komunitas ini. Dalam sambutannya ketua terpilih menuturkan harapannya kepada semua anggota untuk bisa menyebarkan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya pemilik mobil Vios Limo agar dapat bergabung dalam Komunitas VLOC ini.

Komunitas VLOC ini disamping sebagai ajang silahturahmi juga banyak manfaat yang didapat bagi anggotanya. Manfaat yang paling terasa adalah sebagai bahan sharing berkaitan dengan kondisi mobil baik kerusakan ringan sampai berat. “Kami punya beberapa bengkel rekomendasi dan ada discount khusus bagi anggota VLOC” tutur Ujang.

Komunitas ini sudah beberapa kali melakukan kopdar, pemasangan stiker merupakan bukti keabsahan sebagai anggota,   “Bagi anggota yang sudah mengikuti beberapa kali kopdar akan ditempel stiker sebagai bukti keabsahan sebagai anggota dan diharapkan bisa rutin mengikuti acara kopdar minimal sebulan 2 kali” tutup ujang. (Eva Abdullah)

selengkapnya
HiburanSeni BudayaSosial Budaya

Paradise Pekalongan mendadak tilik bocah penderita sindrom nefrotik

kaji donal

Karanganyar, Wartadesa. – Paguyuban Artis dan Insan Seni (Paradise) Kabupaten Pekalongan yang terdiri dari musisi, artis, MC dan pekerja kesenian dangdut kabupaten Pekalongan mendadak tilik (menjenguk orang sakit) Ilham Fahri, bocah penderita sindrom nefrotik asal Desa Kaliombao Rt. 03/01 Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan, yang saat ini dirawat di RSUD Kajen. Ahad (25/02).

Bocah pasangan Mustakim dan Turipah tersebut divonis menderita sindrom nefrotik. Sindrom ini merupakan  gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh manusia kehilangan terlalu banyak protein yang dibuang melalui urine.

Ilham membutuhkan biaya pengobatan paling sedikit Rp. 20 juta. Sementara kondisi keluarga pasien masuk dalam kategori keluarga tidak mampu. Hal tersebut yang membuat Komunitas Pecinta Dangdut Pekalongan tergerak untuk langsung membantu.

“Dan keluarga membutuhkan uluran  bantuan dana untuk perawatan adik Ilham Fahri, kira-kira Rp. 20 juta, mungkin bisa lebih, ucap dari orang tua pasien, dan mereka tergolong orang yang kurang mampu,” tutur Sukarso, anggota Paradise, Ahad (25/02).

Purwanto, pria yang dalam komunitas ini dipanggail Pak Kaji Donald  mengungkapkan bahwa kedatangan mereka merupakan tindakan spontan, “Ini merupakan tindakan spontan dari kawan-kawan penggiat dan pecinta seni dangdut di Pekalongan, setelah mendengar berita ada anak yang menderita penyakit liver stadium empat di RSUD Karanganyar, dan termasuk keluarga tidak mampu,” ujarnya.

Untuk menggalang dana komunitas ini akan melakukan ‘ngamen‘ keliling untuk membantu biaya pengobatan Ilham Fahri. Komunitas pecinta dangdut ini beberapa kali melakukan acara serupa untuk membantu korban bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Direktur RSUD Kajen, Dwi Arie Gunawan mengungkapkan dalam laman media sosial bahwa pihak manajemen RSUD Kajen dengan rumah zakat RSUD berinisiatif  menyelesaikan masalah tersebut, berikut postingannya.

Assalamualaikum wr wb
Sudah menjadi viral di medsos kondisi pasien anak dengan syndroma nefrotik di RSUD Kajen yg membutuhkan dana sangat besar utk pengobatannya.
Alhamdulillah terima kasih atas atensi semua pihak yg telah merespon kasus ini dengan cepat.
Insha allah dari awal MANAJEMEN RSUD Kajen dengan RUMAH ZAKAT RSUD sudah berinisiatif menyelesaikan masalah ini, 5 hari yang lalu sudah kami survey ke kediaman ybs. Masalah pembiayaan kasus ini muncul disebabkan oleh hal administrasi yg tdk dapat diselesaikan lewat kartu kajen sehat maupun bpjs pada saat ybs membutuhkan penangan segera.
Insha allah Pasien akan di BACK UP SECARA PENUH OLEH RUMAH ZAKAT RSUD KAJEN sampai BPJS ybs aktif yaitu tgl 5 Maret 2018 utk selanjutnya akan kami referal ke RSDK Semarang utk penanganan yg lebih intensif
Demikian klarifikasi yg dapat kami sampaikan
Semoga tdk mengurangi amal jariah kami civitas blud rsud Kajen.
Wassalamualaikum wr wb

(Eva Abdullah)

selengkapnya
HiburanSosial Budaya

Kafe ilegal bandel beroperasi, pas digrebeg PL-nya lari tunggang-langgang

kafe wangandowo

Bojong, Wartadesa. – Kafe (Cafe) milik NA di Desa Wangandowo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah ini termasuk bandel. Meski beberapa kali didemo warga untuk tidak beoperasi karena tidak mengantongi ijin alias ilegal ini masih tetap beroperasi. Hal tersebut membuat warga nekad menggeruduk cafe tersebut. Alhasil Pemandu Lagu (PL) pun lari tunggang-langgang menyelamatkan diri. Jum;at (22/02) malam.

Cafe tersebut seyogyanya juga sudah di segel oleh Satpol PP Kab. Pekalongan dari tahun lalu, dimana saat itu cafe-cafe yang tidak berijin disegel semua oleh Satpol PP dengan pengawalan dari Polsek Bojong dan Koramil Bojong.

“Ada beberapa cafe yang telah benar-benar menatuhi aturan dan tidak buka lagi karena tidak berijin akan tetapi masih ada beberapa juga yang masih nekat buka.” Tutur Edi, salah seorang warga.

Petugas dari Polsek Bojong juga sering memperingatkan para pemilik cafe tak berijin di wilayahnya untuk tidak beroperasi, sebelum ada ijin resmi dari Pemkab Pekalongan. “Akan tetapi tetap masih juga ada yang tidak menghiraukan seruan anggota Polsek Bojong, bahwa sudah sering juga dilakukan operasi Tipiring (Tindak Pidana Ringan) baik minuman keras maupun pemilik dan pemandu lagu, akan tetapi mereka juga tidak jera.” Ujar salah seorang anggota kepolisian Polsek Bojong.

Puncak kekesalan warga tergambarkan pada malam hari ini, (Jum’at, 22/02), dengan berbondong-bondong menuju ke cafe yang buka dan tidak berijin. Warga menuntut agar cave milik  N A agar ditutup (tidak beroperasi).

Pemilik cafe N A dan para pemandu lagu yang melihat banyak warga berdatangan langsung berlarian meninggalkan cafe tersebut guna menyelamatkan diri.

Akhirnya peralatan sound sistem  dan komputer dilepas warga dan dibawa oleh salah satu keluarga pemilik cafe untuk diamanakan. Pencopotan peralatan cafe tersebut dilakukan warga untuk menjamin cafe tersebut tidak beroperasional lagi. (@JP)

selengkapnya
DaerahEkonomiHiburanJalan-jalanOlahraga

​Jalan Sehat Launching BUMDes Bondan Mandiri

img-20171105-wa0001-picsay637107536.jpg

Wiradesa-wartadesa. Jalan sehat dalam rangka launching BUMDes Bondan Mandiri Desa Bondansari Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan dilaksanakan di halaman Balai Desa setempat (5/11).
Acara yang bertujuan untuk memberikan informasi akan keberadaan BUMDes kepada masyarakat ini dikemas dalam bentuk jalan sehat yang tentunya melibatkan seluruh lapisan masyarakat dari semua kalangan.


Menurut Aklaudin selaku Ketua Panitia menuturkan bahwa acara ini diikuti kurang lebih 1250 peserta “Syukur alhamdulillah masyarakat antusias mengikuti jalan sehat ini”.
“Panitia menyediakan berbagai macam hadiah dari lemari es, kipas angin, dan banyak hadiah lainnya untuk menarik masyarakat” tutur ketua panitia yang juga perangkat desa.
Sementara itu Kepala Desa Bondansari Wa’ut menyampaikan bahwa acara ini sebagai wujud komitmen pemerintah desa dalam mengelola dana desa dalam bentuk BUMDes yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan kami perlu mensosialisasikannya kepada seluruh masyarakat.
Adapun bidang usaha BUMDes Bondan Mandiri adalah Pengelolaan air minum dan peralatan pertanian. “Bidang usaha yang kita jalankan yang langsung mengena dan dibutuhkan oleh masyarakat, besar harapan masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam memajukan usaha desa yang nantinya akan kembali ke masyarakat lagi”. tutup Kepala Desa. (D12)

selengkapnya