close

Jalan-jalan

Jalan-jalan

Santai sambil menikmati Lutung Jawa bersantai

lutung jawa (swara owa)

Rapatnya pepohonan Sokokembang Petungkriyono menjadikan hutan ini menjadi habitat alami Lutung Jawa (Trachypithecus auratus). Hewan yang terancam punah dan dilindungi berdasarkan UU no 5 Tahun 1990, tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan Permenhut no P.106 /MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.

Primata endemik yang biasa hidup berkelompok ini masih dapat kita jumpai di perjalanan menjelajah ruas Petungkriyono. Sesekali Lutung Jawa turun ke tanah atau jalanan untuk memangsa serangga, meski makanan utamanya adalah dedaunan.

Kelompok primata Lutung Jawa biasanya terdiri dari dua sampai dengan 15 individu. Saat ini masih ada enam kelompok yang mudah dijumpai di rerimbunan pohon Petungkriyono.  Dalam tiap kelompok, terdiri dari satu jantan dewasa dan beberapa betina (polyginous).

Mereka mudah diamati di pinggir jalan, tanpa merasa terganggu. Namun demikian, kita harus menjaga jarak dan tidak membuang sampah sembarangan untuk tetap menjadikan hutan Sokokembang tetap natural.

Aktivitas Lutung Jawa lebih banyak beristirahat yang digunakan untuk mencerna makanan yang dikonsumsinya. Pencernaannya hampir menyerupai ruminant, lambung bersekat-sekat dengan bantuan bakteri pencernaan untuk mencerna daun-daun. Meskipun terlihat tidur rebahan di cabang pohon, Lutung -lutung ini sebenarnya sedang mencerna makanannya.

Aktivitas lainnya yakni petan (mencari kutu_jawa), merupakan aktivitas sosial kawanan Lutung Jawa untuk membersihkan badan, memperkuat ikatan kelompok dan juga melepas ketegangan atau stress.

Pengamatan yang dilakukan oleh aktivis lingkungan swaraowa, selama Februari 2021 ditemukan enam betina yang sedang menggendong bayi. Bayi Lutung Jawa berwarna orange, kemudian berubah menjadi hitam dalam waktu 2,9 bulan. Perubahan warna ini merupakan bentuk adaptasi dan evolusi dimana semua anggota Lutung Jawa dalam kelompok akan mudah mengawasi dan melindungi bayi Lutung Jawa dari ancaman predator atau gangguan lainnya.

Beberpa kali perjalanan ke Petungkriyono, Lutung Jawa sering muncul di lapangan dekat SMA Negeri 1 Petungkriyono pada sore hari. Jika kalian ingin bersantai sambil menikmati sejuknya udara dan kawanan primata ini bersantai, tidak ada salahnya untuk datang. (Bono)

 

Terkait
Hilang dua hari, pemancing asal Kayupuring ditemukan meninggal

Petungkriyono, WartaDesa. - Warga Dukuh Tinalum, Desa Kayupuring, Petungkriyono, Pekalongan berinisial (S) 50) yang hilang dua hari saat berpamitan memancing Read more

Obyek wisata di Pemalang, Pekalongan, Batang kembali dibuka

Pemalang, Wartadesa. - Kepala pemerintahan di wilayah Pemalang, Pekalongan dan Batan kembali membuka obyek wisata yang beberapa bulan ini tutup Read more

Kedutaan Ceko dan Ostrava Zoo dukung kegiatan ekonomi di habitan Owa Jawa

Petungkriyono, Wartadesa. - Konservasi Owa Jawa melalui kegiatan ekonomi berkelanjutan di daerah Hutan Petungkriyono, Pekalongan didukungoleh Kedutan Republik Ceko dan Read more

Panen raya bawang putih di Petungkriyono, hasilkan 14 ton/HA

Petungkriyono, Wartadesa. - Panen raya petani bawang putih di Dukuh/Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono, Pekalongan dibuka Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Sabtu Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Pusat Kuliner Gemek Plaza kotor dan kumuh

gemek

Kedungwuni, Wartadesa. – Minimnya kebersihan di Pusat Kuliner Gemek Plaza (lapangan Gemek) Kedungwuni membuat area dengan ratusan pedagang UMKM tersebut terlihat kotor dan kumuh. Para pedagang membuang sampah tidak pada tempatnya disinyalir menjadi penyebab kekumuhan di obyek wisata kuliner kebanggaan warga Kota Santri.

Hal tersebut terungkap dalam rapat penataan Pasar Gemek sebagai tindak-lanjut kunjungan kerja Wakil Bupati Pekalongan, Jum’at (15/01). Rapat dihadiri oleh Sekcam Kedungwuni, Kakel.Kedungwuni Barat, Pengelola Pasar Gemek, Pengurus PPKG, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kel. Kedungwuni Barat yang sekaligus mewakili Kapolsek yang berhalangan hadir.

Terjadi over kapasitas pedagang yang berjualan pada hari Jum’at dan Ahad, sehingga rawan penularan Covid-19. Hal tersebut perlu dilakukan pendisipinan protokol kesehatan Covid-19.

Selain penerapan prokes, minimnya kebersihan lingkungan Pusat Kuliner Gemek, pengelola dan pengurus PPKG diharapkan mengupayakan kualitas, kebersihan dan ketertiban pasar Gemek mulai Senin (18/01) mendatang.

Setelah kegiatan berjualan, gerobak atau tempat berdagang segera dibongkar atau dibawa pulang dan tempat tersebut dibersihkan, tidak meninggalkan sampah di lokasi.

Rapat juga memutuskan, para pengelola akan mengambil tindakan tegas dengan mengedepankan pendekatan humanis agar para pedagang segera mentaati aturan agar tercipta lingkungan yang sehat dan terbebas dari Cobid-19. (Bono)

Terkait
Yayasan Setia Pejuang Pantura Salurkan Bantuan Kepada Warga Terdampak Covid-19

Kab Pekalongan, Wartadesa. - Masih adanya Virus Covid – 19 dan disertai cuaca ekstrim beberapa hari yang lalu di wilayah Read more

Aaf prioritaskan penanganan banjir dan rob, Agung benahi infrastruktur

Program 100 hari Pekalongan, Wartadesa. - Afzan Arslan Djunaid (Aaf)-Salahudin, Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan memasukkan penanganan banjir dan rob Read more

WarungMu gratis hari ini dibuka

Kajen, Wartadesa. - Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Pekalongan hari ini, Jum'at (26/02) akan membuka warung gratis untuk dhuafa, Read more

3.700 warga Kabupaten Pekalongan dan 2.351 warga Kota Pekalongan masih bertahan di pengungsian

Pekalongan, Wartadesa. - Sedikitnya 3.700 warga terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan dan 2.351 warga Kota Pekalongan masih bertahan di beberapa Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

OW Widuri tutup saat libur Nataru, OW di Batang tetap buka

widuri

Pemalang,  WartaDesa. –  Kebijakan tiap pemda menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) saat pandemi korona berbeda-beda. Diketahui, Pemkab Pemalang akan menutup pantai Widuri selama libur panjang tersebut, sementar Pemkab Batang membuka akses seluruh obyek wisata dengan menerapkan protokol kesehatan.

Penutupan aktivitas di obyek wisata Pantai Widuri ini diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Suharto. Menurutnya penutupan Widuri diambil menyusul bertambahnya kasus korona di Kota Ikhlas.

“Untuk wisata yang dikelola pemerintah akan ditutup selama libur panjang,”  ujar Suharto, Jum’at (18/12). Ia menambahkan, OW Widuri tutup pada 24-27 Desember, dan 31Desember hingga 3 Januari 2021.

Untuk obyek wisata yang dikelola oleh masyarakat masih buka.

Kebijakan berbeda dilakukan oleh Pemkab Batang. Wihaji mengatakan bahwa obyek wisata tidak dilarang beroperasi pada libur Nataru, namun diperketat protokol kesehatan demi mencegah penularan virus korona.

“Kita tidak melarang objek wisata untuk tetap buka, namun kita imbau agar ada pembatasan jumlah pengunjung dan penerapan protokol kesehatan yang ketat,”  tutur Wihaji.

Wihaji menyebut pihaknya bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk mengamankan dan menjaga protokol kesehatan pada obyek wisata.  (Bono)

Terkait
Remaja ternggelam di Pantai Widuri ditemukan

Pemalang, Wartadesa. - Jasad Didit Pramana (17) remaja asal Kelurahan widuri Rt 04/01 yang tenggelam terbawa arus laut Pantai Widuri Read more

Remaja tenggelam di Pantai Widuri Pemalang

Pemalang, Wartadesa. - Didit Pramana (17) remaja asal Kelurahan widuri Rt 04/01 tenggelam terbawa arus laut selepas memasang jaring.  Senin Read more

Pengunjung Pantai Widuri keluhkan sampah

Pemalang, Wartadesa. - Minimnya tempat pembuangan sampah di obyek wisata Pantai Widuri, Kabupaten Pemalang dikeluhkan oleh pengunjungnya. Pantai dipenuhi dengan Read more

Diterjang ombak, anjungan Pantai Widuri hampir roboh

Pemalang, Wartadesa. - Anjungan (bangunan yang menjorok) Pantai Widuri kondisinya hampir roboh akibat diterjang ombak. Anjungan kondisinya memprihatinkan dan rusak, Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

kerap terjadi kecelakaan, jalan rabat beton Bawang-Dieng dipasang rambu

jalan bawang-dieng

Batang, Wartadesa. –  Sembilan kecelakaan terjadi di ruas jalan baru rabat beton Bawan-Dieng terjadi semenjak ruas jalan tersebut dibuka. Dinas Perhubungan Kabupaten Batang mencatat tiga mobil dan tujuh motor mengalami kecelakaan saat melintas ruas jalan yang menanjak terjal tersebut.

“Dua orang meninggal dalam sembilan kecelakaan itu,” tutur Murdiono, Kepala Dishub Batang, Senin (22/06).

Ruas jalan Bawang-Dieng viral di media sosial lantaran keindahan panorama alam di sisi kiri-kanan jalan tersebut. Jalan yang sedianya diperuntukkan untuk akses perekonomian warga menjadi ramai dilewati para wisatawan.

“Kondisi jalan saat ini memang tidak dimungkinan untuk jalan wisata, karena kelaikan jalan belum diperhitungkan dari segi keamananya,” jelas Murdiono.

Murdiono menambahkan, jika selama satu tahun terjadi 15 korban meninggal akibat kecelakaan, ruas jalan akan ditutup oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Untuk meminimalisir angka kecelakaan Dishub dan Satlantas Polres Batang memasan rambu-rambu peringatan. “Oleh karena itu, Dishub dengan Satlantas Polres Batang sebagai langkah antisipasi memasang peringatan untuk berhati – hati dan kalau kendaraan bermotor tidak laik jalan agar tidak melawatinya,” lanjut Murdiono.

Sementara itu, Kanit Dikyasa Satlantas Pokres Batang, Ipda Sukorinto mengatakan bahwa pemasangan rambu dan PJU (penerangan jalan umum), guard rail, dan kaca cekung akan dilakukan segera.

“Jalan yang sangat curam, dan naiknya sangat tinggi maka akan ada rekayasa jalan untuk arah dari atas atau Dieng bisa melewati Dukuh Sigemplong-Mranten -Rejosari -Deles agar kendaraan tidak berpapsan dijalur Deles – Sigemplong,” tutur Sukorinto.

Sukorinto meminta warga yang melewati ruas jalan tersebut untuk berhati-hati. “Saya himbau kalau mau melewati jalan Bawang -Dieng jangan gunakan metik, kalau terpaksa harus dalam keadaan laik jalan, dan kendaraan apapun harus laik ajalan baik sepeda motor maupun mobil,” tutupnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Batang berwarna hijau, bagaimana nasib nelayan?

Batang, Wartadesa. - Fenomena air laut berwarna hijau di Pantai Batang menjadi pembicaraan hangat di grup media sosial Facebook, Pigura Read more

Aaf prioritaskan penanganan banjir dan rob, Agung benahi infrastruktur

Program 100 hari Pekalongan, Wartadesa. - Afzan Arslan Djunaid (Aaf)-Salahudin, Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan memasukkan penanganan banjir dan rob Read more

Ratusan warga Kecamatan Kajen ambil BST di GPU

Kajen, Wartadesa. - Ratusan KPM (keluarga penerima manfaat) BST (Bantuan Sosial Tunai) Kecamatan Kajen, Pekalongan menerima penyaluran bantuan yang digelar Read more

PPKM Mikro Kota Santri, tiga desa masuk zona merah

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerapkan PPKM Mikro sejak 9-22 Pebruari 2021. Penerapan pembatasan wilayah berskala RT/RW ini diterapkan Read more

selengkapnya
Jalan-jalanKesehatan

Meski obyek wisata mulai dibuka, waspada jangan sampai jadi klaster baru

kalipaingan

Kajen, Wartadesa. – Pembukaan kembali obyek wisata secara bertahap di Kota Santri, menjadi angin segar bagi pelaku wisata. Namun juga perlu diwaspadai, jangan sampai muncul klaster baru Covid-19 dari pembukaan tempat wisata tersebut. Demikian disampaikan oleh Imam Nurhuda, pelaku pariwisata di Kabupaten Pekalongan yang juga aktivis lingkungan, Sabtu (13/06).

Menurut Imam, pembukaan obyek wisata, khususnya di Pekalongan sebaiknya harus dipertimbangkan lagi, boleh saja dibuka tapi harus mengikuti protokol kesehatan dan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. “Seandainya protokol kesehatan tidak diterapkan secara ketat, ketika wisata dibuka bisa jadi akan menjadi tempat penyebaran virus.” Ujarnya.

Meski demikian, Imam mengaku telah menyiapkan protokol kesehatan pada obyek wisata yang dikelolanya.

Pemuda yang mengaku secara informal menjadi marketing (memasarkan) obyek wisata Kalipaingan Linggoasri dan Lolong Adventure ini menambahkan bahwa tutupnya seluruh obyek wisata saat pandemi, berdampak besar bagi para pengelola obyek wisata.

Obyek wisata di Pekalongan yang kebanyakan dikelola oleh masyarakat memang sudah hampir tiga bulan tutup total. Pastilah ini menjadi sebuah kerugian karena berhentinya pemasukan. Bahkan bisa dikatakan sebagian karyawannya kemungkinan besar dirumahkan. Tapi saya melihat teman-teman pengelola sangat bersabar dan tetap mengikuti aturan yang dikeluarkan Pemda masing-masing,” papar Imam.

Menurut Imam, diluar masa pandemi Covid-19, momen (saat) liburan seperti lebaran atau libur hari besar, pengunjun obyek wisata membludak, namun saat ini turun drastis. Meski demikian pemerintah daerah kuran responsif terhadap pelaku wisata.

“Pada moment lebaran Idulfitri atau liburan hari besar, obyek wisata tetap tutup dengan harus menanggung kerugian tidak adanya pemasukan. Padahal biasanya pemasukan bisa mencapai 10 kali lipat dari pendapatan bulan- biasa.” Ujar pria yang akrab dipanggil Kang Hoed ini.

Saya juga melihat tutupnya tempat wisata, kurang mendapat perhatian, baik pemda setempat maupun pemrov. Harapan kami sebagai pelaku wisata, mohon perhatian kepada pemda/pemrov baik Bupati Pekalonan, Asip Kolbihi maupun Gubernur Ganjar Pranowo selama masa pandemi seluruh wisata tutup total, khususnya wisata yang dikelola oleh kelompok masyarakat bisa dapat pengganti sembako atau uang kebijaksanaan. Karena sudah tidak bekerja selama masa itu.” Pungkas Imam.  (Buono)

Berita terkait:

Obyek wisata di Pemalang, Pekalongan, Batang kembali dibuka

Terkait
Obyek wisata di Pemalang, Pekalongan, Batang kembali dibuka

Pemalang, Wartadesa. - Kepala pemerintahan di wilayah Pemalang, Pekalongan dan Batan kembali membuka obyek wisata yang beberapa bulan ini tutup Read more

Kabupaten Batang tambah empat orang positif Korona

Batang, Wartadesa. -  Ada empat kasus tambahan, positif Korona di Kabupaten Batang. Empat orang positif Covid-19 tersebut merupakan OTG (Orang Read more

Bupati Batang terapkan new normal di Pasar Batang

Batang, Wartadesa. - Meski data pada Sabtu (06/06) dari corona.batangkab.go.id menyisakan 21 orang positif korona yang dirawat, 18 orang sembuh, Read more

Seluruh desa di Pemalang deklarasikan kelaziman baru

Pemalang, Wartadesa. - Seluruh desa di Kabupaten Pemalang, Kamis (04/06) mendeklarasikan pelaksanaan new normal (kelaziman baru). Deklarasi tersebut merupakan kebijakan Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Obyek wisata di Pemalang, Pekalongan, Batang kembali dibuka

black canyon

Pemalang, Wartadesa. – Kepala pemerintahan di wilayah Pemalang, Pekalongan dan Batan kembali membuka obyek wisata yang beberapa bulan ini tutup akibat pandemi virus Korona. Pembukaan kembali obyek wisata kala masa pandemi menjadi dilema, satu pihak, tren positif Korona di Indonesia selalu naik, dilain pihak, warga sudah mulai bosan dan ingin refreshing menikmati indahnya alam raya. Pun bagi pelaku usaha pariwisata, pembukaan kembali obyek wisata menjadi angin segar, agar mereka tidak semakin terpuruk.

Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan pada Rabu (10/06) mengatakan akan pelan-pelan membuka obyek wisata di seluruh Kota Santri, dimulai dari Petungkriyono, yang merupakan zona hijau.

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Pemalang akan mulai membuka obyek wisata Pantai Widuri secara secara simulasi dan bertahap mulai Sabtu (13/06).

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso menjadikan Forest Kopi sebagai pilot project (percontohan) obyek wisata yang dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Lampu hijau dibukanya kembali obyek wisata di beberapa wilayah tersebut membawa angin segar bagi pelaku wisata di Kabupaten Pekalongan. Cahyono, salah seorang pengelola obyek wisata Black Canyon Petungkriyono mengunkapkan bahwa kondisi di negeri di atas awan saat ini aman, lantaran setiap wisatawan maupun warga yang naik ke Petungkriyono diwajibkan menengenakan masker. “Aman inshaAllah…. Seng munggah petung diwajibkan pake masker pak….” Ujarnya, Sabtu (13/06).

Cahyono menambahkan bahwa Black Canyon di Desa Kayupuring, Petunkriyono sudah menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjun maupun pengelola. “Terutama di setiap sudut warung disiapkan pancuran buat cuci tangan plus sabun cair.” Jelasnya

“Yang boleh masuk (ke obyek wisata) yang pake masker…. Dan (para wisatawan) diberi edukasi jaga jarak,” lanjut Cahyono.

Saat ini obyek wisata Black Canyon sudah dibuka sejak beberapa hari lalu, sedang obyek wisata lainnya, seperti obyek wisata Welo Asri baru akan dibuka Senin lusa.

Sebagai pelaku dunia pariwisata, Cahyono mengaku selama pandemi Korona ini pengunjung wisatawan ke Petungkriyono turun drastis, “90 % turun derastis… setelah adanya lampu hijau oleh pemerintah, membuka kembali obyek wisata, kami berharap agar pengunjung Petungkriyono kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. (Buono)

Terkait
Santai sambil menikmati Lutung Jawa bersantai

Rapatnya pepohonan Sokokembang Petungkriyono menjadikan hutan ini menjadi habitat alami Lutung Jawa (Trachypithecus auratus). Hewan yang terancam punah dan dilindungi Read more

Hilang dua hari, pemancing asal Kayupuring ditemukan meninggal

Petungkriyono, WartaDesa. - Warga Dukuh Tinalum, Desa Kayupuring, Petungkriyono, Pekalongan berinisial (S) 50) yang hilang dua hari saat berpamitan memancing Read more

Kedutaan Ceko dan Ostrava Zoo dukung kegiatan ekonomi di habitan Owa Jawa

Petungkriyono, Wartadesa. - Konservasi Owa Jawa melalui kegiatan ekonomi berkelanjutan di daerah Hutan Petungkriyono, Pekalongan didukungoleh Kedutan Republik Ceko dan Read more

Panen raya bawang putih di Petungkriyono, hasilkan 14 ton/HA

Petungkriyono, Wartadesa. - Panen raya petani bawang putih di Dukuh/Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono, Pekalongan dibuka Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Sabtu Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Lomba dayung Dragon Boat ke-4 digelar, perebutkan motor

lomban

Batang, Wartadesa. – 84 peserta mengikuti gelaran Festival Dragon Boat Racing (lomban –lomba dayung) di sungai Sambong, Desa Klidang Wedan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang dengan hadiah utama sepeda motor. Pun, Bupati Batang, Wihaji menambah hadiah uang tunai Rp 1,5 juta untuk menambah kemeriahan acara. Gelaran acara dihelat pada Selasa 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.

Agenda acara yang keempat kalinya ini menurut Wihaji menjadi daya tarik wisata. “Tentu ini bisa menjadi daya tarik wisata dari luar daerah, jadi semoga setiap tahunnya bisa digelar lebih meriah lagi,” ujarnya.

Untuk menarik wisata berkunjung dalam acara tersebut, Wihaji meminta agar warga selalu menjaga kebersihan sungai. Ia pun mengangkarkan Rp 100 juta untuk mendukung pembangunan sungai Sambong. “Pemkab juga sudah mengusulkan Pembangunan Pelabuhan Ikan higeinis dan direspon pemerintah pusat sehingga 2021 mendapatkan anggatan Rp 50 juta,” jelasnya.

Wihaji berharap agar warga setempat tidak buang air besar di sepanjang kali, untuk menjaga kali tetap bersih. “Saya masih lihat Sungai Sambong menjadi tempat BAB, itu yang harus dihilangkan,” pungkasnya.

Ketua Panitia,   Dana khodolik  mengungkapkan bahwa acara ditahun keempat ini memperebutkan motor untuk juara pertama dan uang pembinaan. (Eva Abdullah)

Terkait
146 tim meriahkan lomban Klidanglor Batang

Batang, Wartadesa. - Tak kurang dari 146 tim dengan peserta sebanyak 391 memeriahkan gelaran lomba dayung tradisional (lomban) di Klidanglor Read more

Korsleting, dua rumah di Adinuso hangus terbakar

BATANG, WARTADESA. - Dua rumah di Desa Adinuso, Reban, Batang hangus terbakar akibat dugaan arus pendek listrik (korsleting). Api membakar Read more

Razia di Banyuputih dan Limpung, ratusan botol miras diamankan

LIMPUNG, WARTADESA. - Jajaran Polsek Limpung, Batang menggelar razia minuman keras dalam Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (KKYD) di wilayah Banyuputih Read more

Cemburu! Istri dianiaya hingga meninggal, suami gunakan alibi kecelakaan

BATANG, WARTADESA. -  Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, bau busuk akan tercium juga. Seperti pepatah, ulah DK alias Congli (25) warga Desa Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Tips menghindari tenggelam ketika liburan di pantai

tenggelam

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Kabar duka disampaikan oleh PMI Kota Pekalongan, Mohammad Fahmi (6) siswa SD asal Boyongsari, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan meninggal tenggelam di Pantaisari, Boom saat berenang di pantai. Sementara rekannya, Miftahul Ababil (10) warga Boyongsari, selamat dan kini dirawat di RS Budi Rahayu.

Keterangan dari petugas PMI Kota Pekalongan keduanya berenang di Pantai Boom bersama rekan-rekan mereka, total ada 10 anak. Dua dari mereka yakni Fahmi dan Miftah tenggelam, keduanya diselamatkan penjaga gudang ikan asin, Jum’at (20/12) sore.

Berwisata ke pantai dan berenang menikmati deburan ombak memang mengasyikkan. Untuk menjaga diri agar tidak terseret arus ombak maupun tenggelam, berikut tipsnya,

1. Mengecek Keadaan Ombak sebelum Berenang

Keadaan ombak di laut diketahui menunjang kenyamanan wisatawan selama berenang. Untuk itu, jangan ragu bertanya kepada penjaga pantai terlebih dahulu mengenai kondisi terkini ombak. Bila sudah mendapat konfirmasi aman dari mereka, anda tentu bisa menjalankan aktivitas berenang dengan perasaan tenang.

Perlu anda ketahui, ombak dengan karakteristik ‘liar’ dapat menyulitkan seseorang untuk mengatur gerakan tubuh selama berenang. Tidak hanya itu, ombak yang besar juga ditakutkan membuat wisatawan terseret jauh dari garis pantai. Jadi, pastikan kondisi ombak terlebih dahulu sebelum menjajal berenang ya bro!

2. Tidak Berenang ketika Badai Datang

Sebelum berenang di perairan laut tertentu, ada baiknya wisatawan memerhatikan situasi atau keadaan agar terhindar dari risiko buruk. Salah satu waktu paling tidak tepat untuk berenang di laut adalah saat badai tiba. Bila nekat berenang ketika badai datang, anda dikhawatirkan terkena sambaran petir yang mengancam nyawa. Seram sekali, bukan?

Oleh sebab itu, hindari aktivitas berenang di laut saat badai atau cuaca buruk karena dapat membahayakan keselamatan diri. Himbauan ini juga berlaku bagi wisatawan yang gemar menghabiskan waktu di area panta dengan berjemur atau bermain. Intinya, tetap utamakan keselamatan diri selama berwisata ya bro!

3. Memandang tanpa Menyentuh

Selain berenang, aktivitas lain yang banyak dilakukan wisatawan di laut adalah diving dan snorkeling. Banyak orang tertarik melakukan kegiatan ini untuk menikmati keindahan alam bawah laut di suatu perairan. Melihat terumbu karang dan kawanan ikan kecil tentunya bakal mengurangi beban dalam pikiran.

Keelokan flora dan fauna laut sebaiknya tidak membuat anda terlena untuk menyentuhnya secara langsung. Hal ini dimaksudkan agar penyelam tidak menyakiti makhluk laut. Selain itu, menjauhkan kontak langsung dengan hewan dan tumbuhan laut juga ditujukan agar anda tidak mengalami hal buruk tak terduga.

Jadi, penyelam baiknya memandangi fauna dan flora laut saja selama snorkeling atau diving. Urungkan niat untuk menyentuh mereka secara langsung demi keamanan diri serta kelestarian lingkungan laut. anda yang mengaku sebagai pencinta alam sejati tentu mampu memahami hal ini dengan baik. Setuju ‘kan bro?

4. Tidak Berkunjung ke Perairan yang Dihuni Ubur-ubur Menyengat

Ubur-ubur menyengat merupakan salah satu hewan laut yang mesti diwaspadai wisatawan selama berenang. Meski kebanyakan ubur-ubur menyengat, makhluk laut ini rata-rata tidak memiliki racun mematikan. Agar terhindar dari sengatan ubur-ubur, wisatawan baiknya menanyakan lokasi berenang yang aman dari hewan tersebut.

Bila terkena sengatan ubur-ubur, wisatawan perlu meminta bantuan penjaga pantai agar segera mendapat penanganan medis secara cepat. Dengan begitu, luka yang anda alami dapat segera terobati. anda pun menghindari berbagai macam kemungkinan buruk. Jadi, perhatikan lokasi berenang yang anda pilih ya bro!

5. Beristirahat Sejenak di Sela-sela Kegiatan Berenang

Di sela-sela aktivitas liburan, anda juga perlu mengambil waktu istirahat demi menjaga kondisi daya tahan tubuh. Ada banyak hal tidak baik yang didapat wisatawan jika terlalu lama terkena sinar matahari, misalnya seperti hipotermia, heat stroke atau kenaikan suhu tubuh hingga 40 derajat celcius, kelelahan, serta kulit terbakar. Tidak enak sekali, bukan?

Jika ingin terhindar hal-hal tersebut, sempatkanlah waktu untuk istirahat selama beberapa menit. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi air mineral segar serta makanan ringan. Selain itu, anda juga perlu menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari panas sinar matahari. Oke, bro?

6. Tidak Menyelam di Perairan dengan Tingkat Kedalaman yang Tak Diketahui

anda dihimbau tidak menyelam di perairan yang tingkat kedalamannya tidak diketahui. Jangan sampai keinginan untuk menjajal diving membuat anda terseret dalam situasi berbahaya. Selain itu, hindari menyelam dengan posisi kepala masuk ke dalam air terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah risiko benturan terhadap bongkahan batu besar yang berbahaya. Oke, bro? anda disarankan bertanyalah lebih dahulu kepada penjaga pantai mengenai lokasi aman untuk menyelam demi keselamatan diri.

Dengan mengamati enam hal di atas, anda dapat meminimalisir risiko tenggelam dan bahaya-bahaya lainnya yang mungkin terjadi saat berenang. Tetap berhati-hati ya bro! (Eva Abdullah, dirangkum dari berbagai sumber)

 

Terkait
Bedak Tabur Baby Multifungsi dari Rambut hingga Kaki

Semarang - Feminesia. Aroma bedak tabur untuk bayi yang kental dengan hint cotton yang lembut dan mild seringkali membuat kita Read more

Tips hemat menggunakan shampo

Wartadesa一Feminesia Bagi pemilik rambut panjang dan tebal, borosnya shampo menjadi masalah yang memusingkan. Tidak cukup satu atau dua, kadang empat sampai Read more

Lazismu Kabupaten Pekalongan diganjar penghargaan Program Kemanusiaan Terbaik

KAJEN, WARTADESA. - Lembaga Amil Zakat dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai lembaga dengan Program Kemanusiaan Terbaik tingkat Read more

Kota Pekalongan belum terapkan pembelajaran tatap muka, Januari mendatang

KOTA PEKALONGAN, WARTADESA. - Pemerintah Kota Pekalongan memutuskan untuk tidak melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka pada Januari 2021 Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Susur jalur perdagangan sesepuh Lebakbarang-Kalibening

1

Lebakbarang, Wartadesa. – Sejak lama jalur Lebakbarang-Kalibening melalui Dukuh Totogan, Desa Kutorembet dijadikan jalur perdagangan para sesepuh warga Lebakbarang untuk melakukan niaga di pasar Kalibening, Kabupaten Pekalongan. Jalur tersebut sudah lama hilang, lantaran kondisi medan yang sangat sulit.

Lima orang Trabasser, Feri, Sugiono keduanya warga Kutorembet, Slamet Haryadi, warga Sidomulyo, Akbar Fauzan dan Bambang Sukma Hendra, keduanya warga Tembelanggunung melakukan penyusuran jalur perdagangan sesepuh Lebakbarang. Dimulai dari Dukuh Totogan, Desa Kutorembet Selatan. Jum’at (11/10) Pukul 13.00 WIB.

Penyusuran jalur lawas tersebut dilakukan lantaran kelima Trabasser sangat penasaran untuk membuka kembali jalur tersebut. Menggunakan tiga sepeda motor, mereka berboncengan.  Perjalanan yang dilakukan kali ini, harus masuk kedalam hutan blantara melalui jalan yang lumayan ekstrim yang sebagian  menanjak dengan tanah licin dan bebatuan.

Perjalanan dimulai dari Selatan Desa Kutorembet

Tim yang baru saja masuk ke dalam hutan, langsung  dihadapkan dengan kesulitan, yang memaksa mereka untuk mendorong satu-persatu sepeda motor yang dinaiki, teruuuuus menuju keatas sampai menemukan jalan yang mudah dilewati. Tak cukup satu dua kali, lagi-lagi mereka harus mendorong motor saat harus berhadapan dengan jalanan yang licin dan menanjak.

Baca: Petungkriyono berpotensi jadi tempat wisata pegamatan burung

Setelah itu, perjalananpun dilanjutkan lebih dalam lagi masuk menuju hutan dengan suasana yang agak berkabut. Di sepanjang jalan, sara kicauan burung, ranting yang saling beradu saat diterpa angin, serta suara tupai dan hewan aneh lainnya, menambah sensasi tersendiri yang tak bisa di jelaskan dengan kata-kata.

Setengah jam lebih berlalu, daaaan, yak!, mereka berhenti di jalan yang agak rata–posisi jalan tersebut berada hampir dipuncak gunung–. Sembari melihat beberapa pemukiman yang berada agak jauh dibawah posisi mereka, pemukiman tersebut masih di daerah Lebakbarang, yaitu Desa Tembelanggunung yakni Dukuh Jrakah, Pomahan, Kedawung, dan Petungkon.

Pemandangan desa-desa di Lebakbarang dari puncak ketinggian

Selepas istirahat sejenak, perjalanan dilanjutkan kembali dengan rasa penasaran. Alhamdulillah, jalanya rata dan sedikit menurun, hinga membuat otot santuy (baca: santai) tanpa harus mendorong-dorong motor.

Namun, baru beberapa menit, ternyata medan jalan sudah mentok.  Ya, mentok alias pol, dan jalan yang sekarang ada di hadapan mereka, hanyalah jalan setapak yang dipenuhi rumput liar yang lumayan tinggi, yang membiat mereka sempat hampir putus asa.

Jalan setapak jalur Lebakbarang-Kalibening

Dengan berjalan kaki, mereka menulusuri jalan setapak, sembari mengamati. Dan akhirnya, mereka kembali dan memutuskan bahwa jalan tersebut masih bisa dilewati motor. Merekapun melanjutkanya dengan menelusuri jalan setapak itu menggunakan motor. Tiba-tiba, mereka merasaakan kaki dan tangan terasa perih tergesrek duri-duri dan terserempet akar-akar rumput liar.

Setelah bersusah payah agak lama, akhirnya mereka menjumpai tanah lapang (sekitar 10 m²) dengan sebuah tugu, di perempatan jalan setapak, disana ada dua orang sedang mengumpulkan gelagah (bahan untuk membuat sapu lantai) yang sedang dijemur.

Tugu perbatasan

Merekapun berhenti dan kemudian bertanya kepada mereka berdua. Dan ternyata, perempatan jalan tersebut adalah jalan menuju Kutorembet, Gunung Surat, Bulu pitu dan Sijaha. Dengan perasaan senang mereka melanjutkan perjalanan kembali melewati jalan setapak tapi dengan kondisi yang lebih gampang.

Diperkirakan jalan tersebut dulunya sudah di lebarkan, hanya saja saat ini sudah tertutup rumput lagi. Namun, selang beberapa menit, hujan gerimis turun dan kabut mulai menutupi jalan. Jalan mulai kembali licin, penglihatan kurang jelas karena kabut, yang kemudian membuat mereka agak khawatir.

Hujan semakin lebat dan pendokumentasian perjalanan yang mereka lakukan dengan perekam video dihentikan. Cuaca semakin dingin, baju dan tubuh basah kuyup. Namun setelah itu, hujan sedikit reda walaupun kabut masih menghalangi jalan.

Jalur Trabas Lebakbarang-Kalibening

Dan akhirnya pukul 14.46 WIB, tim sampai di pertigaan, dan kemudian berteduh di sebuah gubuk, disitu ada sekelompok orang yang sedang melakukan pengaspalan jalan Petungkon. Di pertigaan tersebut, arah kiri adalah jalan menuju Petungkon, dan arah kananya menuju Gunung surat. (±200-300 meter lagi)

Trabas pun dihentikan, namun mereka akan melakukan perjalanan lagi karena mereka yakin bahwa jalur tersebut dapat digunakan warga Lebakbarang menuju Kalibening dengan lebih cepat, khususnya jika melalui jalur Kutorembet.

Bila jalur tersebut difungsikan kembali, jalur perdagangan jaman dulu tersebut akan dapat meningkatkan ekonomi warga Lebakbarang untuk melakukan perniagaan ke Kalibening dengan rute yag sangat dekat. (Sumber: laman media sosial Kutorembet)

Editor: Buono

Kredit Foto: Desa Kutorembet

Terkait
Swadaya, warga Simonet bikin tanggul antisipasi genangan rob

Wonokerto, Wartadesa. - Warga Dusun Simonet, Desa Semut, Wonokerto, Pekalongan secara swadaya membangun tanggul darurat. Mereka bergotong-royong dengan material dan Read more

Bawaslu Jateng telusuri dugaan politik uang dalam Pilkada Kabupaten Pekalongan

Semarang, WartaDesa. - Bawaslu Provinsi Jawa Tengah akan menelusuri dugaan praktik politik uang yang terjadi dalam gelaran Pemilukada di Kabupaten Read more

Lazismu Kabupaten Pekalongan diganjar penghargaan Program Kemanusiaan Terbaik

KAJEN, WARTADESA. - Lembaga Amil Zakat dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai lembaga dengan Program Kemanusiaan Terbaik tingkat Read more

Kota Pekalongan belum terapkan pembelajaran tatap muka, Januari mendatang

KOTA PEKALONGAN, WARTADESA. - Pemerintah Kota Pekalongan memutuskan untuk tidak melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka pada Januari 2021 Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Petungkriyono berpotensi jadi tempat wisata pengamatan burung

swaraowa

Petungkriyono, Wartadesa. – Kawasan hutan Petungkriyono, di puncak Kabupaten Pekalongan berpotensi menjadi obyek wisata birdwaching.  Dalam sebuah diskusi yang digelar di Sokokembang, Petungkriyono, 6 Juli lalu terungkap bahwa kawasan tersebut memilik potensi untuk diterapkannya wisata minat khusus, pengamatan burung.

Birdwatching merupakan kegiatan pengamatan terhadap spesies burung liar yang dilakukan dalam hutan dengan mata telanjang ataupun dengan bantuan teropong binokular pun monokular. Jenis kegiatan ini termasuk dalam kegiatan wisata minat khusus yang dapat memberikan manfaat pro lingkungan dan Edukasi.

Namun ancaman wisata ini adalah telah, dan sedang terjadi perburuan burung, kerusakan habitat, dan wisata yang tidak berwawasan lingkungan mengakibatkan burung-burung di alam sebagai atraksi wisata juga hilang.

Perhelatan yang merupakan seri diskusi konservasi ke-3 yang digelar oleh Swara Owa tersebut menghadirkan dua narasumber pelaku industri wisata minat khusus pengamatan burung di Indonesia. Diskusi ini menarik minat peserta dari beragam kalangan, mahasiswa, warga, perhutani, LMDH, perangkat desa Mesoyi, Kayupuring dan Tlogohendro.

Imam Taufiqurrahman, ornithologist (ahli ilmu burung), narasumber asal Jogja yang merupakan pelaku usaha wisata minat pengamatan burung mengatakan bahwa wisata minat mengamati burung mempunyai karakter tersendiri, seperti ketertarikan yang tinggi terhadap burung di habitat asli, dari kalangan terpelajar, melakukan perjalanan dalam kelompok kecil dan mampu secara finansial.

Menurut Imam, potensi keanekaragaman yang tinggi, jenis-jenis endemik dan keragaman lansekap (pemandangan, bentang alam, lanskap),  dan budaya memilik potensi untuk di terapkannya wisata minat khusus pengamatan burung. Namun ancaman wisata ini telah, dan sedang terjadi perburuan burung, kerusakan habitat, dan wisata yang tidak berwawasan lingkungan mengakibatkan burung-burung di alam sebagai atraksi wisata juga hilang.

Imam menambahkan, paket wisata tersebut, membutuhkan keseriusan dalam menangani wisatawan. Amerika dan Eropa merupakan pasar potensial bagi paket wisata pengamatan burung.

Kukuh Wibowo, pembicara kedua, mengatakan bahwa tantangan dari pengembangan wisata minat khusus pegamatan burung adalah  laju kehancuran dan kepunahan burung-burung di alam, ketrampilan bahasa inggris, karena target pasarnya adalah orang luar negeri, hospitality (keramahan) dan standar operasional prosedur (SOP) dari mitra tour operator lokal, persaingan dengan tour operator dari luar negeri, penetrasi pasar, dan peralatan yang kurang memadai.

Kukuh menambahkan bahwa  Birdwatching tours merupakan salah satu alternatif untuk menekan dampak eksploitasi burung di alam, dan menjadi solusi kompromi antara ekonomi dan ekologi yang sering kali berseteru satu sama lain. (Redaksi, diambil dari sumber Swara Owa)

Terkait
Hilang dua hari, pemancing asal Kayupuring ditemukan meninggal

Petungkriyono, WartaDesa. - Warga Dukuh Tinalum, Desa Kayupuring, Petungkriyono, Pekalongan berinisial (S) 50) yang hilang dua hari saat berpamitan memancing Read more

Obyek wisata di Pemalang, Pekalongan, Batang kembali dibuka

Pemalang, Wartadesa. - Kepala pemerintahan di wilayah Pemalang, Pekalongan dan Batan kembali membuka obyek wisata yang beberapa bulan ini tutup Read more

Kedutaan Ceko dan Ostrava Zoo dukung kegiatan ekonomi di habitan Owa Jawa

Petungkriyono, Wartadesa. - Konservasi Owa Jawa melalui kegiatan ekonomi berkelanjutan di daerah Hutan Petungkriyono, Pekalongan didukungoleh Kedutan Republik Ceko dan Read more

Panen raya bawang putih di Petungkriyono, hasilkan 14 ton/HA

Petungkriyono, Wartadesa. - Panen raya petani bawang putih di Dukuh/Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono, Pekalongan dibuka Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Sabtu Read more

selengkapnya