close

Jalan-jalan

Jalan-jalan

Status Masih Tutup, Wisata Sikujang Kandangserang Tetap Ramai Pengunjung dan Minim Pengawasan

template berita foto warta desa

KANDANGSERANG, TAJUR, WARTADESA. – Objek wisata Sikujang yang terletak di Desa Tajur, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, hingga saat ini diketahui masih berstatus tutup secara resmi. Namun, pantauan di lapangan menunjukkan hal sebaliknya: kawasan wisata tersebut tetap bebas diakses oleh pengunjung tanpa adanya pungutan biaya masuk.

Kondisi ini mulai memicu sorotan dari masyarakat setempat. Pasalnya, aktivitas kunjungan terus berlangsung setiap harinya di tengah ketidakjelasan status pengelolaan resmi. Warga menyayangkan longgarnya akses di mana siapa pun bisa keluar masuk kawasan wisata tanpa pengawasan yang memadai.

Khawatirkan Keselamatan Pengunjung

Sejumlah warga mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait potensi risiko keselamatan bagi para pengunjung. Tanpa adanya sistem pengamanan, perlindungan, dan pengawasan yang jelas, kawasan tersebut dinilai rawan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami berharap ada kejelasan status pengelolaan serta langkah tegas dari pihak yang bertanggung jawab terhadap kawasan ini sebelum terjadi hal yang membahayakan pengunjung,” ujar salah seorang warga setempat.

Dulu Jadi Andalan, Kini Terkesan Terbengkalai

Selain masalah keamanan, warga juga menyayangkan belum adanya penataan yang optimal di lokasi tersebut. Padahal, Wisata Sikujang sebelumnya merupakan salah satu destinasi andalan yang memikat di wilayah Kandangserang. Kondisi saat ini dinilai memberikan kesan seolah-olah kawasan wisata tersebut dibiarkan telantar tanpa arah pengelolaan yang jelas.

Masyarakat mendesak pihak terkait—termasuk pengelola dan para pemangku kepentingan yang berwenang—untuk segera mengambil tindakan konkret. Warga berharap Wisata Sikujang bisa kembali ditata dan dikelola secara profesional serta aman, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola maupun instansi terkait mengenai status operasional terkini dan kejelasan pengelolaan objek wisata Sikujang.

(Reporter: Andi Purwandi | Editor: Redaksi)

Terkait
Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

Lebakbarang, Wartadesa. - Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya Read more

Festival Durian Lolong meriah

Karanganyar, Wartadesa. - Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga Read more

Pemkab Pekalongan targetkan 17 Desa Wisata terbentuk

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan 17 desa menjadi Desa Wisata pada tahun 2018 ini.  Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Read more

Objek Wisata Jembatan Buntu Sengon butuh sentuhan Pemda

Batang, Wartadesa. - Jembatan Buntu Sengon, Kecamatan Subah Kabupaten Batang, baru-baru ini menjadi destinasi wisata bagi kaum muda. Tempat selfie Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Libur Akhir Pekan, Wisata Siampel Paninggaran Dibanjiri Pengunjung

IMG-20260104-WA0026

WARTA DESA, PANINGGARAN – Objek wisata Siampel yang terletak di Desa Pedagung, Kecamatan Paninggaran, terpantau ramai dipadati pengunjung pada Minggu (4/1/2026). Momentum libur akhir pekan dimanfaatkan masyarakat dari berbagai wilayah untuk menikmati keindahan alam di dataran tinggi tersebut.

​Berdasarkan pantauan di lokasi, arus wisatawan mulai mengalir sejak pagi hari. Tidak hanya warga lokal, pengunjung juga datang dari berbagai daerah di luar kecamatan guna mencari suasana segar di awal tahun.

​Daya Tarik Alam yang Masih Asri

​Keunggulan utama Wisata Siampel terletak pada kondisi alamnya yang masih terjaga. Salah satu pengunjung yang diwawancarai di lokasi mengungkapkan kepuasannya berkunjung ke destinasi ini.

​”Sangat asik di sini. Cuacanya masih sangat sejuk dan pemandangannya benar-benar alami, cocok untuk melepas penat,” ujar salah satu wisatawan.

​Fasilitas Lengkap dan Harga Terjangkau

​Selain faktor keindahan alam, faktor ekonomi juga menjadi daya tarik tersendiri. Harga Tiket Masuk (HTM) yang dibanderol relatif murah membuat Siampel menjadi pilihan wisata keluarga yang ramah di kantong.

​Bagi para pecinta petualangan, Wisata Siampel juga menyediakan fasilitas pendukung yang mumpuni. Area untuk berkemah (camping ground) telah tersedia, lengkap dengan segala kebutuhan peralatan kemah yang bisa disewa atau diakses dengan mudah oleh pengunjung.

​Kombinasi antara udara sejuk, pemandangan asri, biaya murah, dan fasilitas ngekem yang lengkap menjadikan Wisata Siampel sebagai primadona baru pariwisata di wilayah Kecamatan Paninggaran. (Ridwan)

Terkait
Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

Lebakbarang, Wartadesa. - Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya Read more

Festival Durian Lolong meriah

Karanganyar, Wartadesa. - Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga Read more

Pemkab Pekalongan targetkan 17 Desa Wisata terbentuk

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan 17 desa menjadi Desa Wisata pada tahun 2018 ini.  Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Read more

Objek Wisata Jembatan Buntu Sengon butuh sentuhan Pemda

Batang, Wartadesa. - Jembatan Buntu Sengon, Kecamatan Subah Kabupaten Batang, baru-baru ini menjadi destinasi wisata bagi kaum muda. Tempat selfie Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLingkungan

Pantai Wonokerto Mulai Tercemar Sampah, Pengelola Dinilai Kurang Tegas

IMG-20260104-WA0004

Warta Desa, Wonokerto, 2 Januari 2025 — Pantai Wonokerto, salah satu destinasi wisata andalan di Kabupaten Pekalongan, mulai menunjukkan persoalan serius terkait kebersihan lingkungan. Pantai yang selama ini dikenal dengan panorama alamnya yang indah kini terlihat tercemar oleh sampah yang ditinggalkan pengunjung di sejumlah titik kawasan wisata.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sampah plastik, sisa makanan, hingga botol minuman tampak berserakan di area pantai. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan

Salah satu pengunjung yang peduli, mengingat Pantai Wonokerto merupakan salah satu pilihan hiburan alternatif yang ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

Minimnya kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan dinilai menjadi faktor utama permasalahan tersebut. Namun demikian, pengelolaan pantai juga disorot karena terkesan melakukan pembiaran tanpa adanya tindakan tegas atau pengawasan yang maksimal.

“Jika tidak segera ditangani, kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan ini akan terus berlanjut dan merusak ekosistem pantai,” ujar salah satu pengunjung.

Persoalan ini tidak dapat dianggap remeh. Sampah yang mencemari pantai dan laut berpotensi merusak lingkungan, mengancam biota laut, serta menurunkan daya tarik wisata Pantai Wonokerto ke depannya.

Di sisi lain, berbagai komunitas dan relawan peduli lingkungan terus bergerak mengampanyekan laut bersih dan pantai indah. Namun upaya tersebut dinilai belum cukup tanpa dukungan nyata dari pengelola wisata dan dinas terkait.

Masyarakat berharap adanya langkah konkret, seperti penambahan tempat sampah, papan imbauan, pengawasan rutin, serta sanksi tegas bagi pengunjung yang melanggar. Sinergi antara pengelola, pemerintah, dan pengunjung dinilai penting agar Pantai Wonokerto tetap terjaga kebersihannya dan dapat dinikmati secara berkelanjutan. (Andi Purwandi) 

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Jalan-jalanPendidikan

Kegiatan Studi Tour TK Dharma Pertiwi Desa Loragung Dikeluhkan, Wali Murid Anggap Memberatkan

studitur

Warta Desa, Kandangserang, 11 November 2025 — Sejumlah orang tua murid Taman Kanak-Kanak (TK) di Desa Loragung, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan mengeluhkan kegiatan studi tour yang dinilai memberatkan.

Menurut informasi yang diterima, pihak sekolah menetapkan biaya sebesar Rp560.000 bagi murid yang mengikuti kegiatan studi tour ke salah satu objek wisata di Semarang. Sementara bagi murid yang tidak ikut, tetap diwajibkan membayar Rp200.000.

Kebijakan tersebut menuai keberatan dari para wali murid yang menilai kegiatan tersebut tidak memperhatikan kondisi ekonomi keluarga.

“Saya rasa ini memberatkan dan terkesan memaksa. Yang tidak ikut pun tetap harus membayar. Tidak semua wali murid mampu, apalagi sekarang kondisi ekonomi lagi sulit,” ujar Yoga Aji (25), salah satu wali murid yang menolak kegiatan tersebut.

Yoga Aji (25) juga menambahkan, seharusnya sekolah bisa memilih lokasi wisata yang lebih terjangkau di daerah sekitar. “Kalau tujuannya hanya belajar sambil rekreasi, kan bisa di wisata lokal. Tidak harus jauh ke Semarang,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para orang tua murid tersebut. (Andi Purwandi)

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Mendikbud apresiasi produk siswa SMK Muhammadiyah Kajen

Kajen, Wartadesa. - Di sela kegiatannya mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Pekalongan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

GAMPENG HILLS, Wisata Alam Baru di Perbukitan Desa Botosari yang Tawarkan Pesona dan Ketenangan

gampeng hills

Warta Desa, Botosari, Paninggaran — Desa Botosari, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan kini memiliki destinasi wisata baru yang tengah ramai diperbincangkan, yaitu GAMPENG HILLS. Terletak di kawasan perbukitan Dukuh Gunung Surat, wisata ini menawarkan panorama alam yang asri, udara sejuk, serta pemandangan indah khas pegunungan yang memanjakan mata para pengunjung.

Kepala Desa Botosari menjelaskan bahwa selain GAMPENG HILLS, desanya juga memiliki beberapa destinasi wisata unggulan lainnya, seperti Telaga Sodong yang menawarkan keindahan air alami dan ketenangan, serta Candi Trenggalek yang menjadi daya tarik wisata religi bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya itu, Desa Botosari juga dikenal sebagai sentra penghasil sapu songket, di mana sebagian besar warganya menekuni usaha kerajinan tersebut sebagai mata pencaharian utama.

“Mayoritas masyarakat kami setiap hari bekerja membuat sapu songket. Produk ini sudah menjadi identitas Desa Botosari dan turut menunjang perekonomian warga,” ujar Kepala Desa.

Sementara itu, Nazar, selaku pengelola wisata sekaligus admin media sosial GAMPENG HILLS, mengungkapkan bahwa wisata ini telah resmi dibuka sekitar dua bulan yang lalu dan mulai ramai dikunjungi wisatawan, baik dari wilayah Paninggaran, Kajen, maupun daerah sekitarnya.

“Fasilitas yang tersedia di GAMPENG HILLS sudah cukup lengkap, seperti musala, toilet, lapangan untuk camping, serta penyewaan alat-alat camping bagi pengunjung yang tidak membawa perlengkapan sendiri. Selain itu, kami juga sudah menyediakan jaringan WiFi, penerangan listrik, dan area parkir yang memadai,” terang Nazar.

Untuk saat ini, pengelola belum menerapkan harga tiket masuk (HTM) resmi, namun setiap pengunjung dikenakan biaya kebersihan sebesar Rp10.000 per orang. Akses menuju lokasi juga terbilang mudah. Patokan lokasi jalan Dari arah Kajen ke arah Paninggaran, jalan menuju GAMPENG HILLS sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dengan keindahan alamnya dan keramahan warga sekitar, GAMPENG HILLS diprediksi akan menjadi salah satu destinasi unggulan baru di wilayah Kabupaten Pekalongan yang mampu menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Botosari. (Rohadi)

Terkait
Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

Lebakbarang, Wartadesa. - Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya Read more

Festival Durian Lolong meriah

Karanganyar, Wartadesa. - Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga Read more

Pemkab Pekalongan targetkan 17 Desa Wisata terbentuk

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan 17 desa menjadi Desa Wisata pada tahun 2018 ini.  Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Read more

Objek Wisata Jembatan Buntu Sengon butuh sentuhan Pemda

Batang, Wartadesa. - Jembatan Buntu Sengon, Kecamatan Subah Kabupaten Batang, baru-baru ini menjadi destinasi wisata bagi kaum muda. Tempat selfie Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Gedung KKLD Batang Terbengkalai, Warga Harap Difungsikan untuk Pariwisata

sigandu

Warta Desa, Batang, Kamis 30 Oktober 2025. – Gedung KKLD yang terletak di Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, tampak tidak terawat dan jarang digunakan sejak awal dibangun. Kondisi bangunan yang terbengkalai tersebut memunculkan keprihatinan warga setempat.

Nasihin (41), warga Ujungnegoro, menyampaikan bahwa sejak selesai dibangun, gedung tersebut jarang difungsikan.
“Dari awal dibangun jarang dipakai sampai sekarang. Sayang sekali kalau hanya dibiarkan begitu saja. Kalau diserahkan atau difungsikan untuk kegiatan Dinas Pariwisata mungkin akan lebih bermanfaat dan terawat,” ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kondisi fisik bangunan tampak tidak terurus, dengan halaman yang mulai ditumbuhi rumput liar.

Sementara itu, petugas dari Dinas Pariwisata setempat mengungkapkan bahwa kawasan wisata Pantai Ujungnegoro juga masih membutuhkan perhatian dalam hal peremajaan dan pengembangan.
“Pantai Ujungnegoro masih banyak dikunjungi wisatawan, terutama yang berziarah ke makam Syeh Maulana Maghribi. Harapannya, kawasan ini bisa lebih dikembangkan agar semakin menarik dan nyaman bagi pengunjung,” kata salah satu petugas.

Warga berharap agar pemerintah daerah dapat segera memanfaatkan gedung KKLD tersebut dan melakukan pembenahan kawasan wisata Ujungnegoro, mengingat potensi pariwisata dan religi di wilayah ini cukup besar. (Andi Purwandi)

Terkait
Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

Lebakbarang, Wartadesa. - Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya Read more

Festival Durian Lolong meriah

Karanganyar, Wartadesa. - Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga Read more

Pemkab Pekalongan targetkan 17 Desa Wisata terbentuk

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan 17 desa menjadi Desa Wisata pada tahun 2018 ini.  Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Read more

Objek Wisata Jembatan Buntu Sengon butuh sentuhan Pemda

Batang, Wartadesa. - Jembatan Buntu Sengon, Kecamatan Subah Kabupaten Batang, baru-baru ini menjadi destinasi wisata bagi kaum muda. Tempat selfie Read more

selengkapnya
Berita DesaJalan-jalan

Wisata X Paingan Adventure, Potensi Alam Desa Tenogo yang Kian Dilirik Wisatawan

IMG-20250511-WA0017

Warta Desa,  Pekalongan —11/05/2025- Keindahan alam Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran, kini makin dikenal lewat kehadiran Wisata X Paingan Adventure. Terletak di tengah lanskap alam yang masih alami, wisata ini menjadi destinasi pilihan bagi para pencinta petualangan sekaligus tempat edukasi berbasis pertanian dan lingkungan.

Menurut Kepala Desa Tenogo, pendirian Wisata X Paingan Adventure dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memanfaatkan potensi alam desa sebagai destinasi wisata unggulan. “Kami ingin menjawab kebutuhan masyarakat akan tempat wisata yang menyatu dengan alam, sekaligus memberdayakan warga sekitar dan mendorong ekonomi desa,” ungkapnya.

Salah satu pengelola, Agus Susilo atau yang akrab disapa Pak Agus, menjelaskan bahwa wisata ini menawarkan berbagai aktivitas seperti outbond, jelajah alam, camping, serta edukasi pertanian dan perkebunan. “Kami juga punya fasilitas aula, musala, toilet, dan layanan jeep adventure,” ujarnya.

Pak Agus menambahkan, pengunjung biasanya ramai saat akhir pekan, sedangkan di hari kerja dimanfaatkan untuk kegiatan rapat atau pelatihan. Tantangan utama adalah tingginya curah hujan yang kerap memengaruhi jumlah kunjungan. Namun, pihak pengelola terus berinovasi agar pengunjung tetap terlibat, termasuk dengan rencana peluncuran pusat edukasi agro wisata yang akan menjadi yang pertama di Kabupaten Pekalongan.

Salah satu pengunjung, Lukman, warga Perum Tanjung Sari, mengaku rutin berkunjung ke wisata ini setiap bulan bersama keluarganya. “Tempatnya masih asri, udaranya segar, cocok untuk healing. Kalau bukan orang Pekalongan yang memajukan wisata lokal, siapa lagi?” katanya.

Menurut Lukman, fasilitas sudah cukup baik dan kebersihan juga terjaga, meski terkadang ada sampah dari aliran sungai atas. Ia juga memberikan masukan agar disediakan villa untuk menambah kenyamanan pengunjung yang ingin bermalam.

Dengan pesona alam yang luar biasa dan pengelolaan berbasis masyarakat, Wisata X Paingan Adventure terus berkembang sebagai destinasi unggulan di wilayah selatan Kabupaten Pekalongan. (.*.)

Kelompok 1

Kontributor . Qoulan

 

QR Code

Terkait
Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

Lebakbarang, Wartadesa. - Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya Read more

Festival Durian Lolong meriah

Karanganyar, Wartadesa. - Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga Read more

Pemkab Pekalongan targetkan 17 Desa Wisata terbentuk

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan 17 desa menjadi Desa Wisata pada tahun 2018 ini.  Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Read more

Objek Wisata Jembatan Buntu Sengon butuh sentuhan Pemda

Batang, Wartadesa. - Jembatan Buntu Sengon, Kecamatan Subah Kabupaten Batang, baru-baru ini menjadi destinasi wisata bagi kaum muda. Tempat selfie Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalJalan-jalanSosial Budaya

Wisata X Paingan di Paninggaran Jadi Sorotan

0757c0da-c22f-4cd0-8705-30e58246ab8d
  • Perizinan Masih Dalam Proses

Warta Desa, Pekalongan, 18 Maret 2025 – Wisata X Paingan di Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran, yang menyediakan fasilitas jip off-road dengan tarif sewa Rp100.000 per orang perjalanan, kini menjadi sorotan terkait perizinannya.

Agus, Kepala Desa Tenogo selaku pengelola, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa perizinan wisata tersebut masih dalam proses pengajuan.

Namun, Alendra, selaku KSS Hukum, Kepatuhan, Agraria & Komunikasi Perusahaan, mengungkapkan bahwa pihak pengelola terkesan kurang aktif dalam pemrosesan izin.

“Untuk wisata tersebut, izinnya memang masih dalam proses pengajuan, tetapi pihak pengelola cenderung kurang aktif. Perhutani sudah aktif dalam proses, bahkan telah mengecek lokasi serta menemui pengelola, namun belum terlihat keaktifan dalam memproses perizinan,” jelas Alendra.

Selain itu, pihaknya juga telah memberikan himbauan agar kegiatan di wisata X Paingan dihentikan sementara hingga izin resmi diterbitkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan lebih lanjut dari pihak pengelola terkait tindak lanjut perizinan wisata tersebut. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

selengkapnya
Berita DesaEkonomiJalan-jalanLingkungan

Kontes Durian Unggulan Digelar di Paninggaran, Petani Antusias Tampilkan Hasil Terbaik

duren

Warta Desa, Pekalongan, 11 Februari 2025 – Kontes wujud durian unggulan digelar di halaman Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa (11/02/2025) mulai pukul 07.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh Yayasan Durian Nasional, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (SEKDIN), perwakilan KTNA Kabupaten Pekalongan, Forkompincam Paninggaran, serta 15 kepala desa di Kecamatan Paninggaran. Para petani durian dan masyarakat setempat juga turut memeriahkan acara ini.

Ketua panitia, Slamet Khairuddin (Baha), dalam sambutannya menyampaikan bahwa kontes ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas durian lokal serta memberikan apresiasi kepada para petani yang telah berupaya menghasilkan durian unggulan.

Peserta vestival durian Paninggaran, Selasa, 11 Pebruari 2025

“Kami ingin mengenalkan potensi durian dari Paninggaran agar semakin dikenal luas. Harapannya, para petani semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing durian lokal,” ujar Baha.

Camat Paninggaran, Arif Nugroho, yang turut hadir dalam acara ini, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kontes durian unggulan sebagai ajang promosi bagi durian Paninggaran.

“Kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya mendorong petani untuk menghasilkan durian berkualitas, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas. Kami berharap kontes ini bisa menjadi agenda tahunan dan semakin meningkatkan kesejahteraan petani durian di Paninggaran,” ungkapnya.

Dalam kontes ini, berbagai varietas durian unggulan dari Paninggaran dipamerkan dan dinilai berdasarkan ukuran, bentuk, ketebalan daging, serta cita rasa. Para peserta dan masyarakat tampak antusias mengikuti jalannya acara.

Selain sebagai ajang kompetisi, kontes ini juga menjadi kesempatan bagi petani untuk bertukar ilmu mengenai teknik budidaya dan perawatan durian agar menghasilkan buah dengan kualitas terbaik.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi wadah bagi para petani dalam meningkatkan produksi serta pemasaran hasil pertanian mereka, sehingga durian Paninggaran semakin dikenal di tingkat nasional. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Harga lombok di pasar tradisional Pekalongan tembus 40 ribu

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Harga lombok atau cabai di Kota Pekalongan dan sekitarnya tembus higga Rp. 32 ribu perkilogram, bahkan Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLingkungan

Mengenal Goa Lowo di Kabupaten Temanggung

goa lowo2

Warta Desa. Temanggung – Goa Lowo atau yang baru-baru ini dikenal juga sebagai Goa Karang Purba terletak di Desa Ngalian, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung. Goa ini berada di kawasan hutan KPH Kedu Utara, wilayah kerjanya Resort Petung/RPH Petung BKPH Candiroto.

Sebagai salah satu situs purba, goa ini perlu dilestarikan karena juga menjadi habitat bagi banyak satwa liar, salah satunya kelelawar. Selain kelelawar, di area hutan lindung ini juga terdapat monyet ekor panjang, lutung, landak dan berbagai jenis burung.

Selain sebagai habitat satwa, area ini juga masuk kawasan DAS BODRI, yang di mana saat ini DAS tersebut mengalami degradasi lahan yang cukup besar. Upaya konservasi sudah banyak dilakukan pihak-pihak pemangku, salah satunya FORDAS BODRI dan Perhutani. Aktifitas alih fungsi lahan hutan ke pertanian jagung yang masif membuat kawasan hutan di DAS Bodri ini nasibnya memperihatinkan.

Dunia pendidikan punya kewajiban mencetak insan-insan yang memiliki kepedulian terhadap alam, salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler Pencinta alam. SMA N 1 Sukorejo yang merupakan sekolah adiwiyata bahkan sudah masuk kategori tingkat nasional saat ini gencar menebar gerakan hijau. Melalui sispala yang ada di SMA tsb, yang tergabung dalam Organisasi KARPAMANSA, kegiatan pelestarian alam rutin dilakukan.

Setiap tahun, agenda rutin yang dilakukan KARPAMANSA adalah kegiatan aksi kolaborasi hijau. Pada kegiatan ini, Sabtu, 21/01/2025 para siswa meng kolaborasi kan dua Divisi yang ada di KARPAMANSA, yaitu divisi Caving dan Konservasi. Caving adalah kegiatan penelusuran goa, mengeksplorasi area goa dan mempelajari apa yang ada di dalamnya.
Pendataan keanekaragaman hayati menjadi hal wajib yang dilakukan supaya kita tahu langkah konservasi apa yang tepat untuk di aplikasikan di area tersebut.

Bidang konservasi menangkap hasil eksplorasi divisi Caving dan mendapati hasil berupa dominasi satwa kelelawar di kawasan goa Lowo. Dari hasil tersebut dilakukan upaya pengkayaan sumber pakan kelelawar dan satwa lain berupa penanaman pohon Ficus drupacea atau Karet Bulu. Pohon ini memiliki buah yang disukai satwa, sehingga diharapkan kelak menjadi sumber pakan tambahan dan mendukung proses persebaran tanaman melalui biji yang ada di feses satwa. Proses alami ini akan meringankan kita karena satwa² tersebut akan menebar kotoran di tempat-tempat yang sulit dijangkau manusia dan di situ akan tumbuh bibit pohon Ficus baru.

Selain untuk sumber pakan, tanaman Ficus juga bagus untuk konservasi lahan, perakaran nya yang kuat mampu mengikat lapisan tanah dan berpotensi menyimpan sumber mata air. Daunya yang rindang juga menjadi suplyer oksigen bagi sekitar. (Andi Gunawan)

QR Code

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya