close

Jalan-jalan

Jalan-jalanLayanan Publik

Tol Fungsional Arus Balik dibuka 18 Juni

mudik

Semarang, Wartadesa. – Jalur tol fungsional untuk arus balik akan kembali dibuka pada 18 Juni mendatang atau Senin selepas lebaran. Jalur tol fungsional tersebut tetap akan diberlakukan satu arah saja. Seperti jalur Batang-Pemalang-Brebes, akan diberlakukan satu arah dari Semarang ke Jakarta (timur ke barat).

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi Condro Kirono mengungkapkan bahwa tol fungsional hanya akan dibuka satu arah saja saat arus balik Lebaran, termasuk tol fungsional Solo hingga Brebes.

“Senin (18/6) mulai pukul 06.00 WIB akan dibuka untuk arus balik,” kata Kapolda di Semarang, Rabu, 13/06).

Condro menambahkan hingga H+1, jalan tol fungsional masih dibuka untuk arus balik. Menurut dia, para pemudik diperkirakan kembali usai berlebaran di kampung halamannya mulai Senin (18/6). “Ada waktu tiga hari, Senin sampai Rabu (20/6) masih libur cuti bersama,” katanya.

Kapolda menilai waktu tiga hari tersebut cukup panjang bagi pemudik yang akan balik ke tempatnya bekerja. Untuk sementara, lanjut dia, tol fungsional akan dibuka mulai 18 hingga 20 Juni.

Selanjutnya, pengoperasian jalur tol fungsional akan dievaluasi dulu. “Kami lihat Senin sampai Rabu dulu, kalau memang masih tinggi akan dibuka,” pungkas Kapolda. (Eva abdullah/ant)

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Habis lebaran, warga sudah bisa ke Karimunjawa dari Pelabuhan Batang

pelabuhan-batang_20180123_193240

Batang, Wartadesa. – Pemkab Batang akan secara serius merealisasikan ide pembuatan rute Pelabuhan Batang-Karimunjawa untuk mendukung program pariwisata yang diusung. Hal ini akan diwujudkan sebagai respons kehadiran pembangunan pelabuhan niaga yang sekarang masih dalam proses pengerjaan.

”Kita ingin nanti ada kapal pariwisata yang membawa penumpang dari Batang ke Karimunjawa. Saya sudah berkomunikasi dengan Kepala Unit Penyelanggara Pelabuhan Kelas III Batang agar program ini bisa secepatnya dilakukan,” ujar Bupati Wihaji, Minggu (10/6).

Dia menyampaikan, ide-ide terobosan terus dilakukan dirinya untuk mendukung program pariwisata yang sekarang jadi prioritas. Salah satunya adalah membangun konektivitas pariwisata antara daerah. Dirinya melihat potensi yang besar dengan keberadaan pelabuhan niaga di Batang, apalagi tidak semua daerah memilikinya.

”Kita ingin mengembangkan pelabuhan Batang dengan konsep 4 in 1. Dalam satu kawasan pelabuhan tersebut, nantinya akan difungsikan untuk niaga, pengangkutan orang, pengangkutan ikan dan juga pariwisata. Salah satunya adalah menjadi rute akses Batang-Karimunjawa. Jadi bagi wisatawan yang ingin ke Karimunjawa tidak perlu ke Semarang atau daerah lain, cukup dari pelabuhan Batang saja,” tegasnya.

Kepala Unit Penyelanggara Pelabuhan Kelas III Batang, Cpt Hendrik Kurnia Adi, menyambut baik ide dari Bupati Wihaji. Menurut dia, pihaknya merespons apa yang menjadi keinginan bupati tersebut. Rencananya, uji coba kapal penumpang pariwisata Batang-Karimunjawa akan segera dilakukan.

”Habis Lebaran ini ujicoba kapal rute Batang-Karimunjawa akan direalisasikan. Kapal tersebut nantinya berupa kapal cepat dengan kapasitas untuk sekitar 300 orang,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pihaknya akan berkirim surat terlebih dahulu ke pusat terkait izin operasional hal ini. Dengan adanya uji coba, nantinya bisa diketahui kecepatan kapal, manuver sampai berapa lama waktu tempuh antara Batang-Karimunjawa. Jika rute Batang-Karimunjawa ini bisa benar-benar direalisasikan, maka kapal penumpang pariwisata nantinya dapat disediakan oleh para pengusaha kapal pariwisata.

”Kalau Pemkab Batang bisa menyediakan, juga tidak masalah. Salah satu konsekuensi dari program ini adalah penyedian fasilitas yang nyaman untuk para penumpang. Seperti terminal dan sarana penunjang lain. Ini agar para penumpang atau wisatawan benar-benar merasa nyaman,” tuturnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Tol Fungsional Pemalang-Pekalongan padat merayap

rest area kalangdepok

Kajen, Wartadesa. – Prediksi meningkatnya pemudik yang memanfaatkan pulang kampung pada Sabtu-Ahad ini terbukti. Pemudik yang melewati tol fungional wilayah Kabupaten Pekalongan meningkat. Laju kendaraan terlihat padat merayap.

Kendaraan pemudik setelah rest area Kalangdepok Pemalang hingga Pekalongan, Ahad (10/06) malam hanya bisa berjalan perlahan dengan kecepatan 10 kilometer perjam, bahkan lebih banyak tersendat.  Laju kendaraan yang lambat ini dirasakan sebelum KM 331, selepas rest area Kalangdepok, Pemalang.

Tersendatnya mobil yang melintasi ruas tol fungsional juga disebabkan banyaknya pemudik yang berhenti di rest area Kalangdepok untuk berbuka puasa. Hingga petugas menyarankan pemudik untuk tidak berhenti pada rest area tersebut.

Karena mereka tidak bisa menepi di rest area Kalangdepok, pemudik banyak yang menepikan kendaraan untuk beristirahat sembari buka puasa.

Kasatlantas Polres Pekalongan, AKP Bobby Anugrah Rachman mengatakan adanya penumpukan kendaraan terjadi karena antrean kendaraan menuju rest area. “Pada mengantre masuk ke rest area dan over capacity, akhirnya mengantre di jalan,” katanya.

Selain itu kata dia, penumpukan di jalur tol fungsional juga karena adanya peningkatan jumlah kendaraan yang masuk terutama waktu berbuka puasa hingga selepas pukul 19.00 WIB. (Sumber: Detik)

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Rawan tindak kriminalitas, petugas perketat pengamanan Pantai Depok

pantai depok

Siwalan, Wartadesa. – Pantai Depok dianggap sebagai daerah rawan tindak kriminal saat libur lebaran, hingga jajaran kepolisian Resort Pekalongan memperketat pengamanan obyek wisata tersebut.

Menurut Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, melalui Kasat Sabhara, AKP Prisandi Tiar, sejumlah obyek wisata, termasuk Pantai Depok Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan diprediksi dipadati pengunjung pada libur lebaran 2018. Untuk itu pihak kepolisian akan meningkatkan pengamanan di wilayah Pantai Depok.

“Objek wisata seperti Pantai Depok merupakan salah satu titik rawan terjadinya tindak kriminal saat libur lebaran sehingga perlu pengamanan dan kehadiran anggota Kepolisian.” Ujar AKP Prisandi, Sabtu (09/06)

Selain itu, upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian dimaksudkan untuk memberi rasa aman pengunjung. “Kami berharap dengan pengamanan yang dilakukan pihak Kepolisian nantinya dapat mencegah tindak kejahatan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang menikmati liburan,” jelasnya.

Kasat Sabhara juga menghimbau kepada masyarakat yang akan menikmati liburan di pantai Depok Kecamatan Siwalan dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun mobil, hendaknya untuk lebih berhati-hati karena akses jalan menuju ke objek wisata tersebut cukup sempit. Untuk itu kami harap masyarakat yang akan melintasi jalur tersebut agar lebih berhati-hati dan waspada agar terhindar dari kecelakaan, jelasnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Hukum & KriminalJalan-jalanLayanan PublikPemberantasan KorupsiSosial Budaya

Tarif parkir mencekik? Siapkan bukti, lapor ke Polisi

ilustrasi parkir

Batang, Wartadesa. – Pernahkan anda dikenai tarif parkir yang mencekik? Tarif parkir diluar ketentuan ditempat wisata maupun tempat lainnya merupakan pungli (pungutan liar). Dan apabila terdapat praktek pungutan liar dengan bukti yang kuat, laporkan kepada petugas kepolisian setempat. Akan dilakukan respon dan tindak lanjuti. Demikian disampaikan oleh Ketua Pokja pencegahan dan sosialisasi Tim Saber Pungli, Iptu Teguh Werdiyanto saat memberikan sosialisasi di Pantai Sigandu, Batang, Kamis (07/06) kemarin.

Menurut Teguh, pungutan parkir sudah diatur dalam Perbup No. 63 Tahun 2017 bahwa ada kenaikan tarif parkir yang semula sepeda motor Rp. 500 menjadi Rp.1000 rupiah dan mobil semula Rp.1000 menjadi Rp.2000 rupiah.

“Apapun pungutan yang tidak ada dasar hukumnya yang tidak sesuai perda atau peraturan yang berlaku sudah masuk dalam pungutan liar, baik hari puasa maupun hari lebaran tidak ada tiket maupun parkir yang naik,” kata Iptu Teguh Werdiyanto.

Ia juga mengatakan tim saber pungli akan terus memantau dan mengawasi petugas – petugas loket tiket maupun petugas parkir obyek wisata baik obyek wisata yang di kelola oleh Pemkab maupun yang di kelola oleh masyarakat, hal ini lebih pada pencegahan terhadap pungutan liar. Dan apabila terdapat praktek pungutan liar dan kita memiliki bukti yang kuat akan kita respon dan tindak lanjuti.

Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olah Raga Wahyu Budisantosi mengatakan, pariwisata adalah salah satu program Kabupaten Batang yang merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah. Sehingga tidaklah etis kalau wisata terkenal dengan pungutan yang menyalahi aturan.

Dengan program visit to Batang 202 kita harus memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengunjung wisata, dengan tetap menjaga kenyamanan, kesopanan kebersihan dan tentunya tidak ada pungutan yang tidak sesuai dengan Perda maupun Perbup.

“Kita akan memperbaiki sistem maupun regulasinya dan pendapatan agar sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga obyek wisata tidak menjadi sasaran tim saber pungli,” kata Wahyu Budi Santoso

Ia juga berharap untuk menghadapi lebaran yang salah satunya waktu dimana kita akan memperoleh pendapatan yang cukup besar, sehingga dapat meraih target pendapatan di sektor pariwisata.

“Kedisiplinan dan integritas petugas loket maupun parkir menentukan untuk memperoleh pendapatan pada libur lebaran idul fitri dan syawalan dapat meningkatkan signifikan dan apa yang di targetkan bisa berhasil,” pinta Wahyu Budi Santoso. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan PublikSosial Budaya

Balon tambat, akankan hilangkan tradisi balon udara di Pekalongan?

balon tambat

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Walikota Pekalongan, pagi tadi, Selasa (05/05) melihat ujicoba balon udara yang ditambatkan dalam rangka persiapan festival balon yang akan diselenggarakan oleh AirNav pada 21-23 Juni Mendatang.

Beberapa hari sebelumnya, AirNav juga menggandeng Ormas Islam untuk mensosialisasikan balon tambat. Seperti diketahui bahwa balon udara yang dilepaskan warga Pekalongan saat Syawalan (satu minggu setelah Idul Fitri) dianggap berbahaya bagi penerbangan.

“Adanya balon udara sampai ke jalur penerbangan tersebut sangat membahayakan penerbangan pesawat. Pihak kami sendiri sering mendapatkan laporan dari para pilot mengenai balon yang masuk ke jalur penerbangan.” Tutur Dadun, Kepala Otoritas Bandara Wilayah III.

Terkait berbahanyanya balon udara yang terbang hingga ketinggian pesawat komersial tersebut, AirNav bersama Pemkot Pekalongan menyelenggarakan lomba balon tambat dalam sebuah festival.

“Pada hari ini, kami Ainav Indonesia melaksanakan uji coba penerbangan balon sesuai dengan standar PM (Peraturan Menteri Perhubungan No 40 2018), tentang penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat,” kata Kristianto Petugas Ainav Indonesia.

Terkena ledakan mercon balon udara, atap rumah rusak

Meski disweeping kemarin, hari ini langit Pekalongan dipenuhi balon udara

Menerbangkan balon udara akan didenda setengah milyar

Tradisi Syawalan, pemuda Capgawen Selatan terbangkan balon

Tradisi puluhan tahun, Alek minta warga Pekalongan hentikan ‘ngeburke’ balon

Kristanto menambahkan bahwa standar balon dalam peraturan menteri tersebut berukuran lebar 4 meter, tinggi 7 meter dan dilepas dengan tali sepanjang 15 meter.

“Ini merupakan kegiatan budaya balon udara tradisional yang pertama yang ditambatkan di Indonesia. Harapan kami bisa melakukan peningkatan pelayanan penerbangan di jalur ini,” lanjut Kristanto.

Tradisi melepas balon diudara pada Syawalan sudah dilakukan sejak lama oleh warga Kota dan Kabupaten Pekalongan. Tradisi tersebut merupakan tradisi turun temurun sejak jaman penjajahan Belanda. Biasanya balon yang dilepaskan ke udara disertai dengan petasan. Bunyi petasan yang dipasang pada balon, menjadi tontonan menarik bagi warga.

Karena tradisi tersebut berbahaya bagi penerbangan, Walikota Pekalongan pada tahun ini mencoba untuk mengganti tradisi melepas balon dengan menambatkan balon.

“Untuk itu, kita coba balon udara yang ditambatkan ini. Dengan demikian tentu saja kita masih bisa mempertahankan tradisi lebaran sekaligus untuk keselamatan (penerbanga). Kita harus sesuai dengan peratuan pemerintah,” tutur Saelani, Walikota Pekalongan.

Sementara itu, Aminudin, salah seorang warga mengungkapkan bahwa untuk menghilangkan tradisi melepaskan balon di Pekalongan, sangat sulit.  “Itu sudah jadi tradisi turun-temurun warga, jadi sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan tersebut,” tuturnya.

Menurut Aminudin, kebiasaan warga tidak bisa hilang secara serta-merta. “Dengan adanya festival balon, mungkin sedikit demi sedikit akan mengubah tradisi dari balon lepas menjadi balon tambat.” Lanjutnya.

Tahun sebelumnya, pihak pemkot dan kepolisian setempat  melakukan sweeping balon udara di tiap kelurahan. Sweeping dilakukan untuk mencegah warga melakukan tradisi meluncurkan balon. Namun saat tradisi Syawalan tahun lalu, ribuan balon masih menghiasi langit di Pekalongan dan sekitarnya.

Hal tersebut mendorong Walikota Pekalongan sebelumnya,  Achmad Alf Arslan Djunaid (alm), mewacanakan lomba balon tambat sejak tahun lalu.  (Eva Abdullah)

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Gowes Mudik, cara asik pulang ke udik

gowes mudik pemalang ikhlas_foto aulia kangsadeva

Jakarta, Wartadesa. – Ada beragam cara warga untuk menikmati mudik di kampung halaman. Bila bagi sebagian warga lebih memilih transportasi bus, kereta, kapal, sepeda motor maupun mobil karena alasan tertentu. Komunitas Gowes Mudik juga mempunyai cara asik untuk pulang ke udik. Yakni dengan menggowes sepeda kesayanganya ke kampung halaman.

Sebelum melakukan mudik, biasanya anggota komunitas saling berbagi informasi terkait kapan akan melakukan mudik dan lewat jalur mana dalam grub media sosial Gowes Moedik.

Seperti yang dilakukan oleh Agunq CokiMamamia Oh Lezatoss yang mencari rekan untuk diajak bersama-sama mudik dengan menggowes sepeda ke Boyolali, “Nyari barengan mudik mas bekasi ke solo/boyolali ..” tulisnya.

Ilustrasi: Sesekali ditengah perjalanan gowes mudiker ini berswafoto. Foto Aulia Kangsadeva

Mudik dengan menggunakan sepeda kayuh merupakan kesenangan tersendiri bagi pelakunya. Seperti yang dilakukan oleh Raharjo (41) saat mudik tahun lalu. Pria asal Madiun tersebut mengayuh sepeda miliknya dari Cikopo, Bandung , Jawa Barat pulang kampung.

Selama empat hari, Raharjo mengayuh sepedanya dari Bandung hingga sampai Bantul. Sesekali dia mengabadikan aktivitasnya dengan berswafoto di lokasi-lokasi yang unik.  Selama perjalanan menggunakan sepeda, Raharjo mengaku tetap menjalankan ibadah puasa.

Ilustrasi: Istirahat sejenak sembari menikmati indahnya alam. Foto Dudeng Abidin

Menurut Raharjo, untuk melakukan perjalanan mudik dengan sepeda dibutuhkan usaha dan stamina yang luar biasa. Kadang ditengah perjalanan harus diguyur hujan yang deras, terik matahari, berpapasan dengan kendaraan besar dan harus melewati tanjakan dan turunan yang menguras tenaga.

Raharjo mengaku sudah melakukan perjalanan gowes mudik empat kali.

Hal yang sama dilakukan oleh Kusrelahadi (32), pria yang bekerja di Jakarta tersebut pada mudik lebaran tahun lalu (2017) memilih gowes mudik dari Jakarta ke Tasikmalaya, kampungnya.

Kusrelahati melakukan gowes mudik tahun lalu dari Jakarta ke Tasikmalaya. Foto: Detik

Kusrelahadi mengaku nekad mudik menggunakan sepeda karena hobinya bersepeda. Warga Kampung Pancasila, Desa Bebedahan, Kecamatan Lengkong, Tasikmalaya, ini bertekad menyusuri rute Jakarta-Tasikmalaya. Dengan menempuh waktu empat hari, akhirnya dia sampai di kampungnya.

Cerita unik dialami oleh Muhammad Abu Daud, demi membujuk istrinya untuk rujuk, dia pulang kampung dari Solo ke Cilacap dengan menggunakan sepeda gunung. Pria berusia 31 tahun tersebut, tahun lalu menerima cobaan keluarga, pisah dengan istrinya.

Demi membujuk istrinya, Daud menggunakan sepeda gunungnya pulang kampung, hanya berbekal pakaian seadanya dan tas.

Daud memulai perjalanannya dari Solo pukul 06.00 WIB dengan menyusuri Solo, Klaten, Jogja, Bantul, Kulonprogo, Purworejo, Kebumen, Banyumas hingga Cilacap.

Setelah menempuh jarak 130 kilometer, dari rumah Daud di Perumnas Mojosongo, Solo, dia sampai ke rumah mertuanya di Tritihkulon, Cilacap.

Mudik dengan sepeda tidak hanya dilakukan oleh kaum lelaki, Hatning Natalia Maindra (36), warga Blora yang tinggal di Bandung, juga tahun lalu melakukan aksi gowes mudik. Hatning mudik ke kampung halamannya dengan mengayuh sepeda onthel dari Bandung pada 17 Juni 2017 dan sampai Semarang pada 20 Juni 2017.

Hatning Natalia Maindra, perempuan yang tinggal di Bandung ini melakukan mudik ke kampungnya di Blora dengan sepeda pada tahun lalu. Foto: Info Blora

Hatning mengaku dalam perjalanannya, kendala yang paling berat dilewati adalah ketika sampai di alas roban, Batang. Ban depan sepedanya pecah hingga dia harus menggantinya.  Dia sengaja melakukan mudik dengan sepeda untuk mengkampanyekan bahwa sepeda juga bisa digunakan untuk transportasi mudik.

Selain kampanye untuk gowes mudik, Hatning juga ingin membuktikan bahwa wanita juga mampu bersepeda dengan jarak jauh hingga ratusan kilometer. (Eva Abdullah, dirangkum dari berbagai sumber)

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Begini alasan pemudik Pekalongan memilih menggunakan motor, catat jalurnya

mudik dengan motor

Pekalongan, Wartadesa. – Beberapa tahun belakangan ini, pemudik menggunakan motor terus menunjukkan trend peningkatan. Mudik menggunakan motor dinilai lebih ekonomis dan memudahkan pengguna sampai rumah, ketimbang dengan menggunakan moda lainnya seberti bus, kereta dan sebagainya.

Meski pemerintah maupun pihak lainnya menyediakan mudik gratis bagi warga, namun, menurut pakar komunikasi Universitas UnikaSoegijapranata Semarang Djoko Setijowarno, pemudik menggunakan motor akan sulit dilarang.

Dilansir dari Antara, Djoko mengungkapkan bahwa kenaikan pemudik yang menggunakan motor diperkirakan naik 106 persen. Untuk tahun ini diprediksi sebanyak 6,39 juta pemudik menggunakan motor.

Dipilihnya motor sebagai sarana mudik dikarenakan buruknya atau bahkan tidak adanya angkutan umum di tempat tujuan pemudik.

Pemerintah menghendaki pemudik untuk menggunakan angkutan umum, tetapi keberadaan angkutan umum di daerah-daerah semakin memburuk dan tidak mendapatkan perhatian. Masih menurut Djoko.

Untuk memastikan bahwa mudik menggunakan motor, aman, pemudik harus memperhatikan banyak hal. Seperti beristirahat setiap dua jam perjalanan, tidak membawa muatan barang berlebihan dan tidak mengendara motor melebihi dua orang.

Sesuai PP Nomor 74/2014 ketentuan motor yang dipakai harus sesuai dengan aturan,  seperti lebar barang muatan tidak boleh melebihi stang kemudi, tingginya kurang dari 900 milimeter dari tempat duduk.

Pemudik asal Jawa Tengah, seperti Pekalongan dan sekitarnya, mudik menggunakan motor merupakan pilihan favorit. Mereka lebih memilih jalur Pantura karena karakteristik jalan yang mudah dipahami bagi pemula, kondisi jalan yang minim persimpangan dan mudahnya mendapatkan akses rest area di sepanjang jalan.

Bagi warga Pekalongan yang akan menggunakan motor sebagai sarana mudik, bisa memulai perjalanan dengan menyusuri Jalan Raya Bekasi hingga ke Karawang. Kemudian mauk ruas jalur Cikampek, kemudian ke Simpang Jomin, dilanjutkan melewati Cikalong, Ciasem hingga Cirebon.

Selain itu, ada jalur alternatif dengan melewati jalur Krasak setelah melewati Karawang. Kemudian melintas ruas jalur Cikalong atau melewati Blanakan, keluar di jalur Ciasem, setelah itu langsung ke Cirebon.

Lepas dari Cirebon, pemudik yang menuju ke wilayah Jawa Timur bisa melewati jalur utama dengan melewati Losari-Pejagan-Brebes-Tegal-Pemalang-Pekalongan.

selengkapnya
Jalan-jalan

Mudik Ke Pekalongan? Begini rincian tarif tol Jakarta-Pekalongan

tarif tol jakarta pemalang

Pekalongan, Wartadesa. – Mudik lebaran tinggal menghitung hari. Bagi warga Pekalongan yang tinggal di Jakarta dan sudah bersiap-siap untuk melakukan mudik tahun ini harus merogoh kocek lebih dalam bila memilih jalur tol untuk mudik kali ini.

Berikut hitung-hitungan biaya tambahan tol, jika pemudik memanfaatkan mudik kali ini melewati jalur tol Jakarta-Pekalongan.

Ada lima ruas tol yang dilalui pemudik Pekalongan yang melewati jalur tol, yakni Tol Jakarta-Cikampek 73 km, Cikopo-Palimanan (Cipali) 116 km, Palimanan-Kanci 28,8 km, Kanci-Pejagan 35 km, Pejagan-Pemalang 57,5 km. Dan dilanjutkan dengan Tol Fungsional Pemalang-Pekalongan-Batang.

Hitung-hitungan yang dilakukan oleh admin Pemalangan, pemudik akan merogoh kocek sekitar Rp. 201.500 untuk bayar tol.

Skema transaksi di pintu tol diperkirakan tetap sama seperti tahun lalu, yakni dibagi sistem cluster terintegrasi, baik tunai maupun non-tunai.  Untuk cluster 1 mencakup Jakarta-Cikampek-Purbaleunyi-Cipali. Selanjutnya cluster 2, meliputi Palimanan-Kanci, Pejagan-Pemalang.

Hitung-hitungan tarif tol hingga Pekalongan sebagai berikut, dari Gerbang Cikarang Utama menuju Palimanan dikenakan tarif integrasi sebesar Rp 109.500.,-

Selanjutnya pengguna jalan akan mengeluarkan uang sebesar Rp 11.500 untuk tol Palimanan-Kanci, lalu Rp 21.500 untuk tol Kanci-Pejagan.

Pada ruas Pejagan-Pemalang, jika sudah beroperasi secara penuh jaraknya sepanjang 57,5, maka estimasi biaya yang dikenakan mencapai Rp 57.500 dengan tarif Rp 1.000/km.

Sedang ruas tol Pemalang hingga Gringsing (Batang) masih fungsional, sehingga masih bisa dinikmati dengan gratis. Bagi pemudik asal Pekalongan bisa keluar melalui pintu tol Bojong/Babalanlor.

  1. Tol Cikarang – Palimanan = Rp. 109.500,-
  2. Palimanan-Kanci = Rp. 11.500,-
  3. Kanci-Pejagan = Rp. 21.500,-
  4. Pejagan-Pemalang = Rp. 57.500,-
  5. Pemalang-Pekalongan = Gratis

Jadi jika dijumlahkan biaya tarif tol tersebut adalah sekitar 201.000.,-

Siapkan minimal saldo di kartu tol anda cukup, karena takutnya sudah tidak bisa lagi melakukan transaksi tunai lewat jalan tol.

Semoga mudik Anda membawa berkah. (Faruk/Pemalangan)

 

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Scooteris Tim Ekpedisi Kebangsaan disambut Bupati Pekalongan

tim ekspedisi sampai pekalongan

Tirto, Wartadesa. – Tim Ekspedisi Kebangsaan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM) tiba di Kabupaten Pekalongan. Tim scooteris  yang terdiri dari 30 orang ini disambut oleh orang nomor satu di Pekalongan, Bupati Asip Kholbihi dan Dandim Pekalongan. Setelah sebelumnya melakukan berbagai kegiatan di Desa Wuled, Kecamatan Tirto.

Tim yang dilepas sejak 05 Mei 2018 dari Jakarta kemarin bertolak dari Pemalang setelah sebelumnya singgah di Cirebon dan Tegal. Mereka mampir di Desa Wuled Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan Rabu (09/05).

Ahmad Fanani, Ketua Tim Ekspedisi yang mengusung jargon Keberagaman Kegembiraan” mengungkapkan bahwa tim tidak semata diikuti oleh kalangan Pemuda Muhammadiyah, namun dari beragam kalangan,.

“Jadi yang ikut ekspedisi ini tidak semua adalah dari Pemuda Muhamamdiyah, bahkan dari tim kami juga ada yang beragama selain Islam, karen jargon kami dalah keberagaman kegembiraan jadi kami ini benar-benar beragam dan kami bisa bergembira.” Ujar Fanani.

Keberagaman di bumi nusantara ini perlu dipupuk mengingat saat ini Indonesia diguncang dengan kesenjangan seperti adanya penyerangan terhadap para ulama. Dan yang saat ini sedang marak yakni perang tagar @2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi. Hal-hal demikian menjadi penyebab kesenjangan dikalangan warga.

Melalui ekspedisi ini Pemuda Muhammadiyah mengaharapkan agar kesenjangan yang terjadi bisa teredam, seperti jargon yang dibawanya yakni “Keberagaman Kegembiraan” yang maknanya bahwa kita bisa gembira karena kita beragam.

Tim ekspedisi yang tiba di Wuled disambut dengan beragam kegiatan seperti penampilan marching band PCPM Wuled, kerja bakti membersihkan mushola Aisyiyah Wuled, pengajian, pembagian sembako dan makan siang bersama kaum duafa.

Tim kemudian hadir di Pendopo Rumah Dinas Bupati dengan konvoi dari Wuled ke rumdin Bupati yang diikuti oleh segenap Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Pekalongan. (Eva Abdullah)

 

 

selengkapnya