close

Jalan-jalan

Jalan-jalan

Restoran di Thailand ini sediakan menu serba ganja

Inside Ban Lao Reung, the first restaurant in Thailand to cook with marijuana.

Ban Lau Reung, salah satu restoran di Prachinburi, Thailand menyediakan aneka menu makanan serba ganja. Restoran ini merupakan tempat makan pertama di negeri gajah, setelah pada tahun 2018 pemerintah setempat melegalisasi penggunaan ganja untuk medis.

Pada akhir 2020 Thailand menjadi negara pertama di Asia yang memperbolehkan ganja dikonsumsi secara bebas. Dengan ketentuan kandungan THC (tetrahydrocannabinol–senyawa prikoatif dalam ganja) kurang dari 0,2 persen. Legalisasi ganja di Thailand ini membuat akar,cabang atau batang ganja kering yang sebelumnya dianggap sampah, menjadi mahal harganya.

Warga setempat boleh menikmati dan mengolah ganja secara legal baik akar, batang, daunnya untuk makanan dan kosmetik. Begitu juga dengan restoran Ban Lau Reung, mereka menyediakan telur dadar yang dihiasi dengan daun marijuana, sup dengan bumbu daun ganja kering dan sebagainya.

Penggunaan ganja dalam makanan di Thailand sebetulnya telah lama dilakukan, yakni sejak 1934.Hanya saja karena tekanan internasional, pencampuran ganja dalam makanan dilarang.

Menurut penuturan Sombat Kowtraul, direktur program Ban Lao Reung, daun ganja sudah digunakan untuk resep kari belut, seperti tertulis dalam buku resep masakan “Mae Khrua Hua Pa” yang cetak pertama tahun 1908. Dimungkinkan bahwa penggunaan ganja untuk pengobatan dan makanan di Thailand telah terjadi jauh sebelum tahun tersebut.

Ganja telah digunakan sebagai pengobatan sejak Kerajaan Sukhothai (1239-1438) ujar Dr. Waleerat Kraikosol, Wakil Direktur Medis Rumah Sakit Chao Phraya Abhaibhubejhr, melansir tulisan atlasobcura.com.

Sejak restoran Ban Lau Reung meluncurkan aneka makanan dan minuman seperti, sup, mie, pizza, buble tea, dll berbahan ganja, langkah yang sama dilakukan beberapa restoran di Thailand, menyajikan menu sejenis. (Sumber: atlasobcura)

Terkait
Bawa Ganja, Remaja ini Diringkus Polres Pematangsiantar dari Tepi Jalan

PEMATANGSIANTAR (WARTADESA). - LAGI lagi anak remaja terlibat Narkoba. I alias Ihk (18) warga Kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat di Read more

Ambil paket ganja dari ekspedisi, Kamal dibekuk Polisi

Kajen, WartaDesa. - Kamaludin alias Arab (25) warga asal Buaran, Pekalongan, dibekuk anggota Sat Narkoba Polres Pekalongan, Senin (07/09) saat Read more

Temannya buron! Maulana diamankan karena miliki ganja

Simalungun, Wartadesa. - DIAWALI pengintaian ke lokasi di jalan Perjuangan Tinjowan Ujung Padang desa Rawa Mesin Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Read more

Bawa ganja di areal parkir Hotel Sapadia, Kelly diringkus

Simalungun, Wartadesa. - Satres Narkoba Polres Pematang Siantar berhasil menangkap seorang remaja pria membawa narkotika jenis ganja di areal parkir Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Menikmati jetski di Pantai Batang musti rogoh kocek Rp 500 ribu

jetski

Batang, Wartadesa. – Pantai Sigandu Batang bakal menambah wahana olahraga pantai, jetski. Kemungkinan hadirnya wahana bagi kalangan menengah keatas di pantai tersebut masih menunggu proses perijinan, setelah sebelumnya di tempat yang sama sudah hadir banana boat.

“Banana boat sudah ada izinnya, dan jetski saya kira oke tinggal diurus  izinnya agar safety sehingga pengunjung nyaman,” ujar Bupati Batang, Wihaji. Usai menerima kunjungan dari komunitas pencinta  olahraga jetski dari Batang dan Kota Semarang Sabtu (3/4/2021).

Untuk menikmati wahana jetski, nantinya penyewa bakal merogoh kocek sedikitnya setengah juta rupiah untuk satu jamnya. Berbeda dengan wahana banana boat yang harga sewanya Rp 25 ribu.

Usai mencoba jetski, Wihaji menyatakan siap berkordinasi dan konsultasikan dengan Taman Safari Dholpin Center Batang untuk menambah wahana jetski di pantai Sigandu Batang, meski harga satu unit jet ski termasuk mahal.

“Kalau saya penambahan waham jetski di Pantai Sigandu sangat merekomendasikan untuk fun karena ombaknya sedang. Saya minta juga Disparpora bisa bersinergi dengan komunitas jet ski untuk bisa menjadi salah satu fasilitas wisata di Batang ,” lanjut Wihaji.

Selain Pantai Sigandu, menurut Wihaji, pantai lain yang direkomendasikan untuk olahraga jetski yakni, Pantai Ujungnegoro, Pantai Kuripan Subah dan pantai Jodo Gringsing, “karena pangsa pasarnya ada deket dengan PLTU dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB),” pungkas Wihaji.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang, Wahyu Budisantoso mengungkapkan siap menambah wahana jetski untuk promosi dalam meningkatkan pengunjung objek wisata Pantai di Kabupaten Batang.

“Jetski untuk kalangan menengah ke atas atau premium kalau banana boat untuk kalangan menengah ke bawah karena murah dan dapat dinikmati,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu untuk waktu 1 jam berkisaran Rp 500 ribu ke atas. Sedangkan banana boat nya satu orang hanya dikenakan harga Rp 25 ribu. “Uang sewa jetski sebenarnya tidak rugi bagi orang yang menikmati. Makanya wahana baru ini kita rintis dulu dengan komunitas,” katanya. (Eva Abdullah)

Terkait
Hidup sebatangkara, kakek ini makan seadanya

Batang, Wartadesa. - Tinggal sebatangkara, di rawa-rawa sebelah timur Mencawak, Sigandu Kabupaten Batang dengan gubuk berdinding terpal, itulah kondisi kakek Ra'adi Read more

Batang darurat sampah, TPA Randukuning kelebihan kapasitas

Batang, Wartadesa. - Kabupaten Batang memasuki darurat sampah. Pasalnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randukuning yang selama ini menampung sampah warga Read more

Ribuan petasan diamankan jajaran Polres Batang

Batang, Wartadesa. - Ribuan petasan berhasil diamankan Polres Batang melalui gelaran Kegiatan Kepolisian Yang ditingkatkan (KKYD) selama sepekan terakhir ini menyita Read more

Marak Galian C Ilegal di Batang

Batang, Wartadesa. - Aktivitas penambangan Galian C ilegal di wilayah Batang, Jawa Tengah masih marak terjadi. Misalnya di Kecamatan Bandar, Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Durian Gendis menangkan Kontes Durian Unggul III Kecamatan Karanganyar

lolong

Karanganyar, Wartadesa. – Durian Gendis Desa Pedawang, Kecamatan Karanganyar, Pekalongan memenangkan Kontes Durian Unggul ke-3 Kecamatan Karanganyar. Gelaran kontes durian lokal tersebut memakan delapan pekan proses penjurian dan diumumkan Sabtu (06/03).

Panitia Kontes Durian Unggul Tingkat Kecamatan Karanganyar Tuby Hartoyo mengatakan, ada 35 petani durian lokal yang mengikuti kontes tersebut. Juara pertama diraih oleh Sutrisno asal Desa Pedawang dengan Durian Gendis, juara kedua diraih oleh Taryali dari Desa Lolong dengan Durian Vino dan juara ketiga disabet ole Abdul Basir dari Desa Lolong dengan varian Durian Krikil.

Pada festival sebelumnya, Taryali meraih juara pertama dengan varian durian lokal Durian Putu Kembang.

Sedang, juara harapan 1 diraih jenis Durian Waris atas nama Restu, harapan 2 Durian Nanas atas nama Anas dan juara harapan 3 diraih Durian Pinggir atas nama Kusyanto.

Setiap even kontes durian lokal ditemukan varian durian unggul, termasuk pada gelaran kemarin, ada durian yang ketebalan dagingnya sampai dua cm dengan warna yang bagus. Plt Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Tauhid Margono berharap varietas unggul durian lokal dapat terus ditingkatkan.

“kita harapkan ada varietas durian unggul yang bisa menjadi ikon durian Kabupaten Pekalongan, dan dapat dikembangkan di kecamatan-kecamatan yang potensial ditanami durian,” ujar Tauhid.

Panitia Kontes Durian Unggul Tingkat Kecamatan Karanganyar Tuby Hartoyo mengatakan, ada 35 petani durian lokal yang mengikuti kegiatan ini. “kegiatan seperti ini sudah kali ketiga dilaksanakan. Khusus tahun ini karena pandemi, kita laksanakan secara sederhana, mematuhi protokol kesehatan,” paparnya.

Menurut Hartoyo, kontes yang dihelat bisa menaikkan harga jual durian.  “sebelumnya durian dari petani biasa dijual murah, dengan adanya kontes durian bisa dijual lebih tinggi. Tentu ini menguntungkan petani dari sisi ekonomi. Dan semoga durian dengan jenis terbaik bisa terus dikembangkan dan menjadi andalan Kabupaten Pekalongan. Karena durian kita tidak kalah dari segi rasa, cuma kalah dari segi nama,” katanya.

Wilayah Penghasil Durian Lokal Pekalongan

Berdasarkan data angka Kabupaten Pekalongan, jumlah tanaman durian pada tahun 2017 sebanyak 149.008 pohon, dan pada tahun 2018 triwulan II sebanyak 4.268 pohon. Tanaman yang berproduksi pada triwulan II tersebut berada di kecamatan Paninggaran, Lebakbarang, Wonopringgo dan Kedungwuni. Jarak tanam yang digunakan adalah 10×10 dengan populasi 100 pohon/ha. Panen terjadi pada bulan Januari – Maret.

Durian lokal pekalongan setiap satu  pohonnya bisa menghasilkan 250-300 butir, bahkan ada yang mampu menghasilkan 500 butir per pohonnya.

Zakaria, pemilik pohon durian Lolong menyampaikan bahwa durian Lolong adalah durian lokal yang belum disertifikasi sehingga dirinya mengharapkan bantuan pemerintah untuk mensertifikasi varietas durian lolong agar diakui secara nasional sehingga durian tersebut dapat terus dikembangkan untuk mendapatkan mutu dan jumlah hasil panen yang lebih baik dan bisa menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Pekalongan.

Sedikitnya terdapat 13 jenis durian unggul di Indonesia antara lain Bido, Bawor, Matahari, Namlung, Pelangi, Serombut, Super Tembaga, Petruk, Pelangi, Madu Racun, Malika, Merah Banyuwangi, Lai Mahakam dan jenis lainnya.

Durian yang sering dicari adalah jenis Petruk, Sitokong, dan Matahari, dan Pelangi Manokwari.

Durian lokal Pekalongan yang sering dicari adalah Durian Ketan dan Matahari. Durian ini dibudidayakan oleh petani di wilayah Rogoselo dan Talun.

Durian matahari merupakan durian langka dan hanya Wasro yang berhasil membudidayakan. Sehingga ketika pembeli menanyakan varian durian tersebut, langsung diajaknya untuk memilih sendiri durian sudah matang lalu langsung makan di kebunnya. Daging tebal dan manis Durian matahari ini asalnya dari Jawa Barat. Dinamakan matahari karena dagingnya kuning seperti pancaran sinar matahari dan berbiji kecil.

Harga untuk satu kilo durian matahari dibendrol Rp 75.000. Durian matahari rata-rata berbobot 2 kg sampai 3 kg. Pohon durian matahari tumbuh dengan tinggi maksimal 3 meter dan 4-5 tahun baru bisa berbuah. Spesialnya lagi, durian matahari baunya tidak menyengat. Jadi kalau dibawa di dalam mobil tidak terlalu bau durian.

Durian Ketan  merupakan durian asli dari Desa Lemahabang. Durian lokal asli desa ini jika dibuka dagingnya berwarna putih kekuningan, berdaging tebal serta baunya yang menyengat begitu menggugah selera.

Varian durian lokal Pekalongan lainnya adalah Durian Boyo yang dikembangkan di Doromantek, Doro, Pekalongan.  Keunggulan durian boyo antara lain postur besar bisa mencapai 5-6 kg per butir, warna kuning, daging tebal, rasa manis, legit, dan enak, harum, kulit tidak mudah merekah dan bisa untuk pengiriman luar kota bahkan bisa tahan hingga 3 hari setelah jatuh.

Dalam setiap gelaran festival durian di Kabupaten Pekalongan selalu didapati varian baru. Pemkab melalui dinas terkait seyogyanya melakukan pendataan seluruh varian durian lokal dan membantu para petani durian  untuk melakukan sertifikasi.

Sertifikasi itu perlu dilakukan tidak hanya untuk menegaskan ciri durian khas Pekalongan, tapi juga untuk meningkatkan nilai dari seluruh jenis durian lokal yang ada di Pekalongan. (Bono)

Terkait
Syawalan Gunungan Linggo Asri tidak digelar

Kajen, Wartadesa. - Tradisi acara Syawalan (sepekan lebaran) Gunungan Sego Megono di obyek wisata Linggo Asri, Kajen tidak akan dihelat Read more

Pemkot Pekalongan tak gelar Salat Id, anjurkan warga salat dirumah

Kota Pekalongan, Wartadesa. -  Pemerintah Kota Pekalongan tidak akan menggelar Salat Id di masjid maupun lapangan terbuka. Selain itu mereka Read more

Tren harian pemudik meningkat, namun terminal bus sepi

Pekalongan, Wartadesa. - Meski kondisi di stasiun dan terminal masih sepi. Namun tren kenaikan harian pemudik yang tiba di Pekalongan Read more

Hindari korban jiwa, Polres Pekalongan komit berantas miras

Kajen, Wartadesa. - Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan berkomitmen memberantas peredaran minuman keras di wilayah hukumnya. Polres Pekalongan berharap tidak ada lagi Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Santai sambil menikmati Lutung Jawa bersantai

lutung jawa (swara owa)

Rapatnya pepohonan Sokokembang Petungkriyono menjadikan hutan ini menjadi habitat alami Lutung Jawa (Trachypithecus auratus). Hewan yang terancam punah dan dilindungi berdasarkan UU no 5 Tahun 1990, tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan Permenhut no P.106 /MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.

Primata endemik yang biasa hidup berkelompok ini masih dapat kita jumpai di perjalanan menjelajah ruas Petungkriyono. Sesekali Lutung Jawa turun ke tanah atau jalanan untuk memangsa serangga, meski makanan utamanya adalah dedaunan.

Kelompok primata Lutung Jawa biasanya terdiri dari dua sampai dengan 15 individu. Saat ini masih ada enam kelompok yang mudah dijumpai di rerimbunan pohon Petungkriyono.  Dalam tiap kelompok, terdiri dari satu jantan dewasa dan beberapa betina (polyginous).

Mereka mudah diamati di pinggir jalan, tanpa merasa terganggu. Namun demikian, kita harus menjaga jarak dan tidak membuang sampah sembarangan untuk tetap menjadikan hutan Sokokembang tetap natural.

Aktivitas Lutung Jawa lebih banyak beristirahat yang digunakan untuk mencerna makanan yang dikonsumsinya. Pencernaannya hampir menyerupai ruminant, lambung bersekat-sekat dengan bantuan bakteri pencernaan untuk mencerna daun-daun. Meskipun terlihat tidur rebahan di cabang pohon, Lutung -lutung ini sebenarnya sedang mencerna makanannya.

Aktivitas lainnya yakni petan (mencari kutu_jawa), merupakan aktivitas sosial kawanan Lutung Jawa untuk membersihkan badan, memperkuat ikatan kelompok dan juga melepas ketegangan atau stress.

Pengamatan yang dilakukan oleh aktivis lingkungan swaraowa, selama Februari 2021 ditemukan enam betina yang sedang menggendong bayi. Bayi Lutung Jawa berwarna orange, kemudian berubah menjadi hitam dalam waktu 2,9 bulan. Perubahan warna ini merupakan bentuk adaptasi dan evolusi dimana semua anggota Lutung Jawa dalam kelompok akan mudah mengawasi dan melindungi bayi Lutung Jawa dari ancaman predator atau gangguan lainnya.

Beberpa kali perjalanan ke Petungkriyono, Lutung Jawa sering muncul di lapangan dekat SMA Negeri 1 Petungkriyono pada sore hari. Jika kalian ingin bersantai sambil menikmati sejuknya udara dan kawanan primata ini bersantai, tidak ada salahnya untuk datang. (Bono)

 

Terkait
Petani Petungkriyono ramai-ramai babat pohon kopi, ganti dengan kapulaga

MENJAMURNYA cafe yang menyediakan aneka minuman kopi 'mahal' di Pekalongan saat ini, tidak berkorelasi dengan petani kopi, khususnya petani kopi Read more

Selamatkan hulu Kali Kupang, Forum Kolaborasi Pengelolaan Hutan Petungkriyono gelar aksi konservasi

Petungkriyono, Wartadesa. - Perhutani KPH Pekalongan Timur, Cabang Dinas Kehutanan 4 Jawa Tengah dan SwaraOwa, menginisiasi aksi konservasi hutan dengan Read more

Hilang dua hari, pemancing asal Kayupuring ditemukan meninggal

Petungkriyono, WartaDesa. - Warga Dukuh Tinalum, Desa Kayupuring, Petungkriyono, Pekalongan berinisial (S) 50) yang hilang dua hari saat berpamitan memancing Read more

Obyek wisata di Pemalang, Pekalongan, Batang kembali dibuka

Pemalang, Wartadesa. - Kepala pemerintahan di wilayah Pemalang, Pekalongan dan Batan kembali membuka obyek wisata yang beberapa bulan ini tutup Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Pusat Kuliner Gemek Plaza kotor dan kumuh

gemek

Kedungwuni, Wartadesa. – Minimnya kebersihan di Pusat Kuliner Gemek Plaza (lapangan Gemek) Kedungwuni membuat area dengan ratusan pedagang UMKM tersebut terlihat kotor dan kumuh. Para pedagang membuang sampah tidak pada tempatnya disinyalir menjadi penyebab kekumuhan di obyek wisata kuliner kebanggaan warga Kota Santri.

Hal tersebut terungkap dalam rapat penataan Pasar Gemek sebagai tindak-lanjut kunjungan kerja Wakil Bupati Pekalongan, Jum’at (15/01). Rapat dihadiri oleh Sekcam Kedungwuni, Kakel.Kedungwuni Barat, Pengelola Pasar Gemek, Pengurus PPKG, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kel. Kedungwuni Barat yang sekaligus mewakili Kapolsek yang berhalangan hadir.

Terjadi over kapasitas pedagang yang berjualan pada hari Jum’at dan Ahad, sehingga rawan penularan Covid-19. Hal tersebut perlu dilakukan pendisipinan protokol kesehatan Covid-19.

Selain penerapan prokes, minimnya kebersihan lingkungan Pusat Kuliner Gemek, pengelola dan pengurus PPKG diharapkan mengupayakan kualitas, kebersihan dan ketertiban pasar Gemek mulai Senin (18/01) mendatang.

Setelah kegiatan berjualan, gerobak atau tempat berdagang segera dibongkar atau dibawa pulang dan tempat tersebut dibersihkan, tidak meninggalkan sampah di lokasi.

Rapat juga memutuskan, para pengelola akan mengambil tindakan tegas dengan mengedepankan pendekatan humanis agar para pedagang segera mentaati aturan agar tercipta lingkungan yang sehat dan terbebas dari Cobid-19. (Bono)

Terkait
Yayasan Setia Pejuang Pantura Salurkan Bantuan Kepada Warga Terdampak Covid-19

Kab Pekalongan, Wartadesa. - Masih adanya Virus Covid – 19 dan disertai cuaca ekstrim beberapa hari yang lalu di wilayah Read more

Aaf prioritaskan penanganan banjir dan rob, Agung benahi infrastruktur

Program 100 hari Pekalongan, Wartadesa. - Afzan Arslan Djunaid (Aaf)-Salahudin, Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan memasukkan penanganan banjir dan rob Read more

WarungMu gratis hari ini dibuka

Kajen, Wartadesa. - Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Pekalongan hari ini, Jum'at (26/02) akan membuka warung gratis untuk dhuafa, Read more

3.700 warga Kabupaten Pekalongan dan 2.351 warga Kota Pekalongan masih bertahan di pengungsian

Pekalongan, Wartadesa. - Sedikitnya 3.700 warga terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan dan 2.351 warga Kota Pekalongan masih bertahan di beberapa Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

OW Widuri tutup saat libur Nataru, OW di Batang tetap buka

widuri

Pemalang,  WartaDesa. –  Kebijakan tiap pemda menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) saat pandemi korona berbeda-beda. Diketahui, Pemkab Pemalang akan menutup pantai Widuri selama libur panjang tersebut, sementar Pemkab Batang membuka akses seluruh obyek wisata dengan menerapkan protokol kesehatan.

Penutupan aktivitas di obyek wisata Pantai Widuri ini diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Suharto. Menurutnya penutupan Widuri diambil menyusul bertambahnya kasus korona di Kota Ikhlas.

“Untuk wisata yang dikelola pemerintah akan ditutup selama libur panjang,”  ujar Suharto, Jum’at (18/12). Ia menambahkan, OW Widuri tutup pada 24-27 Desember, dan 31Desember hingga 3 Januari 2021.

Untuk obyek wisata yang dikelola oleh masyarakat masih buka.

Kebijakan berbeda dilakukan oleh Pemkab Batang. Wihaji mengatakan bahwa obyek wisata tidak dilarang beroperasi pada libur Nataru, namun diperketat protokol kesehatan demi mencegah penularan virus korona.

“Kita tidak melarang objek wisata untuk tetap buka, namun kita imbau agar ada pembatasan jumlah pengunjung dan penerapan protokol kesehatan yang ketat,”  tutur Wihaji.

Wihaji menyebut pihaknya bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk mengamankan dan menjaga protokol kesehatan pada obyek wisata.  (Bono)

Terkait
Remaja ternggelam di Pantai Widuri ditemukan

Pemalang, Wartadesa. - Jasad Didit Pramana (17) remaja asal Kelurahan widuri Rt 04/01 yang tenggelam terbawa arus laut Pantai Widuri Read more

Remaja tenggelam di Pantai Widuri Pemalang

Pemalang, Wartadesa. - Didit Pramana (17) remaja asal Kelurahan widuri Rt 04/01 tenggelam terbawa arus laut selepas memasang jaring.  Senin Read more

Pengunjung Pantai Widuri keluhkan sampah

Pemalang, Wartadesa. - Minimnya tempat pembuangan sampah di obyek wisata Pantai Widuri, Kabupaten Pemalang dikeluhkan oleh pengunjungnya. Pantai dipenuhi dengan Read more

Diterjang ombak, anjungan Pantai Widuri hampir roboh

Pemalang, Wartadesa. - Anjungan (bangunan yang menjorok) Pantai Widuri kondisinya hampir roboh akibat diterjang ombak. Anjungan kondisinya memprihatinkan dan rusak, Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

kerap terjadi kecelakaan, jalan rabat beton Bawang-Dieng dipasang rambu

jalan bawang-dieng

Batang, Wartadesa. –  Sembilan kecelakaan terjadi di ruas jalan baru rabat beton Bawan-Dieng terjadi semenjak ruas jalan tersebut dibuka. Dinas Perhubungan Kabupaten Batang mencatat tiga mobil dan tujuh motor mengalami kecelakaan saat melintas ruas jalan yang menanjak terjal tersebut.

“Dua orang meninggal dalam sembilan kecelakaan itu,” tutur Murdiono, Kepala Dishub Batang, Senin (22/06).

Ruas jalan Bawang-Dieng viral di media sosial lantaran keindahan panorama alam di sisi kiri-kanan jalan tersebut. Jalan yang sedianya diperuntukkan untuk akses perekonomian warga menjadi ramai dilewati para wisatawan.

“Kondisi jalan saat ini memang tidak dimungkinan untuk jalan wisata, karena kelaikan jalan belum diperhitungkan dari segi keamananya,” jelas Murdiono.

Murdiono menambahkan, jika selama satu tahun terjadi 15 korban meninggal akibat kecelakaan, ruas jalan akan ditutup oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Untuk meminimalisir angka kecelakaan Dishub dan Satlantas Polres Batang memasan rambu-rambu peringatan. “Oleh karena itu, Dishub dengan Satlantas Polres Batang sebagai langkah antisipasi memasang peringatan untuk berhati – hati dan kalau kendaraan bermotor tidak laik jalan agar tidak melawatinya,” lanjut Murdiono.

Sementara itu, Kanit Dikyasa Satlantas Pokres Batang, Ipda Sukorinto mengatakan bahwa pemasangan rambu dan PJU (penerangan jalan umum), guard rail, dan kaca cekung akan dilakukan segera.

“Jalan yang sangat curam, dan naiknya sangat tinggi maka akan ada rekayasa jalan untuk arah dari atas atau Dieng bisa melewati Dukuh Sigemplong-Mranten -Rejosari -Deles agar kendaraan tidak berpapsan dijalur Deles – Sigemplong,” tutur Sukorinto.

Sukorinto meminta warga yang melewati ruas jalan tersebut untuk berhati-hati. “Saya himbau kalau mau melewati jalan Bawang -Dieng jangan gunakan metik, kalau terpaksa harus dalam keadaan laik jalan, dan kendaraan apapun harus laik ajalan baik sepeda motor maupun mobil,” tutupnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Kepala Dinkes Batang mundur

Batang, Wartadesa. - Ditengah-tengah penanganan Covid-19 di Kabupaten Batang,  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, dr Muchlasin MKes mengundurkan diri Read more

Industri di Batang dilarang eksploitasi air bawah

Batang, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Batang melarang seluruh perusahaan dan industri mengeksploitasi air bawah tanah. Hal tersebut sesuai dengan Perda Read more

Banjir lumpur kembali landa Pantai Celong

Batang, Wartadesa. - Banjir bercampur dengan lumpur merah kembali melanda kawasan permukiman warga di Pantai Celong, Desa Kedawung, Banyuputih, Batang. Read more

Polri Cabut Kewenangan Penyidikan di Tingkat Polsek

Termasuk Sejumlah Polsek di Pekalongan Raya  Pekalongan, Wartadesa - Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghapus kewenangan melakukan penyidikan Read more

selengkapnya
Jalan-jalanKesehatan

Meski obyek wisata mulai dibuka, waspada jangan sampai jadi klaster baru

kalipaingan

Kajen, Wartadesa. – Pembukaan kembali obyek wisata secara bertahap di Kota Santri, menjadi angin segar bagi pelaku wisata. Namun juga perlu diwaspadai, jangan sampai muncul klaster baru Covid-19 dari pembukaan tempat wisata tersebut. Demikian disampaikan oleh Imam Nurhuda, pelaku pariwisata di Kabupaten Pekalongan yang juga aktivis lingkungan, Sabtu (13/06).

Menurut Imam, pembukaan obyek wisata, khususnya di Pekalongan sebaiknya harus dipertimbangkan lagi, boleh saja dibuka tapi harus mengikuti protokol kesehatan dan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. “Seandainya protokol kesehatan tidak diterapkan secara ketat, ketika wisata dibuka bisa jadi akan menjadi tempat penyebaran virus.” Ujarnya.

Meski demikian, Imam mengaku telah menyiapkan protokol kesehatan pada obyek wisata yang dikelolanya.

Pemuda yang mengaku secara informal menjadi marketing (memasarkan) obyek wisata Kalipaingan Linggoasri dan Lolong Adventure ini menambahkan bahwa tutupnya seluruh obyek wisata saat pandemi, berdampak besar bagi para pengelola obyek wisata.

Obyek wisata di Pekalongan yang kebanyakan dikelola oleh masyarakat memang sudah hampir tiga bulan tutup total. Pastilah ini menjadi sebuah kerugian karena berhentinya pemasukan. Bahkan bisa dikatakan sebagian karyawannya kemungkinan besar dirumahkan. Tapi saya melihat teman-teman pengelola sangat bersabar dan tetap mengikuti aturan yang dikeluarkan Pemda masing-masing,” papar Imam.

Menurut Imam, diluar masa pandemi Covid-19, momen (saat) liburan seperti lebaran atau libur hari besar, pengunjun obyek wisata membludak, namun saat ini turun drastis. Meski demikian pemerintah daerah kuran responsif terhadap pelaku wisata.

“Pada moment lebaran Idulfitri atau liburan hari besar, obyek wisata tetap tutup dengan harus menanggung kerugian tidak adanya pemasukan. Padahal biasanya pemasukan bisa mencapai 10 kali lipat dari pendapatan bulan- biasa.” Ujar pria yang akrab dipanggil Kang Hoed ini.

Saya juga melihat tutupnya tempat wisata, kurang mendapat perhatian, baik pemda setempat maupun pemrov. Harapan kami sebagai pelaku wisata, mohon perhatian kepada pemda/pemrov baik Bupati Pekalonan, Asip Kolbihi maupun Gubernur Ganjar Pranowo selama masa pandemi seluruh wisata tutup total, khususnya wisata yang dikelola oleh kelompok masyarakat bisa dapat pengganti sembako atau uang kebijaksanaan. Karena sudah tidak bekerja selama masa itu.” Pungkas Imam.  (Buono)

Berita terkait:

Obyek wisata di Pemalang, Pekalongan, Batang kembali dibuka

Terkait
Obyek wisata di Pemalang, Pekalongan, Batang kembali dibuka

Pemalang, Wartadesa. - Kepala pemerintahan di wilayah Pemalang, Pekalongan dan Batan kembali membuka obyek wisata yang beberapa bulan ini tutup Read more

Kabupaten Batang tambah empat orang positif Korona

Batang, Wartadesa. -  Ada empat kasus tambahan, positif Korona di Kabupaten Batang. Empat orang positif Covid-19 tersebut merupakan OTG (Orang Read more

Bupati Batang terapkan new normal di Pasar Batang

Batang, Wartadesa. - Meski data pada Sabtu (06/06) dari corona.batangkab.go.id menyisakan 21 orang positif korona yang dirawat, 18 orang sembuh, Read more

Seluruh desa di Pemalang deklarasikan kelaziman baru

Pemalang, Wartadesa. - Seluruh desa di Kabupaten Pemalang, Kamis (04/06) mendeklarasikan pelaksanaan new normal (kelaziman baru). Deklarasi tersebut merupakan kebijakan Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Obyek wisata di Pemalang, Pekalongan, Batang kembali dibuka

black canyon

Pemalang, Wartadesa. – Kepala pemerintahan di wilayah Pemalang, Pekalongan dan Batan kembali membuka obyek wisata yang beberapa bulan ini tutup akibat pandemi virus Korona. Pembukaan kembali obyek wisata kala masa pandemi menjadi dilema, satu pihak, tren positif Korona di Indonesia selalu naik, dilain pihak, warga sudah mulai bosan dan ingin refreshing menikmati indahnya alam raya. Pun bagi pelaku usaha pariwisata, pembukaan kembali obyek wisata menjadi angin segar, agar mereka tidak semakin terpuruk.

Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan pada Rabu (10/06) mengatakan akan pelan-pelan membuka obyek wisata di seluruh Kota Santri, dimulai dari Petungkriyono, yang merupakan zona hijau.

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Pemalang akan mulai membuka obyek wisata Pantai Widuri secara secara simulasi dan bertahap mulai Sabtu (13/06).

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso menjadikan Forest Kopi sebagai pilot project (percontohan) obyek wisata yang dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Lampu hijau dibukanya kembali obyek wisata di beberapa wilayah tersebut membawa angin segar bagi pelaku wisata di Kabupaten Pekalongan. Cahyono, salah seorang pengelola obyek wisata Black Canyon Petungkriyono mengunkapkan bahwa kondisi di negeri di atas awan saat ini aman, lantaran setiap wisatawan maupun warga yang naik ke Petungkriyono diwajibkan menengenakan masker. “Aman inshaAllah…. Seng munggah petung diwajibkan pake masker pak….” Ujarnya, Sabtu (13/06).

Cahyono menambahkan bahwa Black Canyon di Desa Kayupuring, Petunkriyono sudah menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjun maupun pengelola. “Terutama di setiap sudut warung disiapkan pancuran buat cuci tangan plus sabun cair.” Jelasnya

“Yang boleh masuk (ke obyek wisata) yang pake masker…. Dan (para wisatawan) diberi edukasi jaga jarak,” lanjut Cahyono.

Saat ini obyek wisata Black Canyon sudah dibuka sejak beberapa hari lalu, sedang obyek wisata lainnya, seperti obyek wisata Welo Asri baru akan dibuka Senin lusa.

Sebagai pelaku dunia pariwisata, Cahyono mengaku selama pandemi Korona ini pengunjung wisatawan ke Petungkriyono turun drastis, “90 % turun derastis… setelah adanya lampu hijau oleh pemerintah, membuka kembali obyek wisata, kami berharap agar pengunjung Petungkriyono kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. (Buono)

Terkait
Petani Petungkriyono ramai-ramai babat pohon kopi, ganti dengan kapulaga

MENJAMURNYA cafe yang menyediakan aneka minuman kopi 'mahal' di Pekalongan saat ini, tidak berkorelasi dengan petani kopi, khususnya petani kopi Read more

Selamatkan hulu Kali Kupang, Forum Kolaborasi Pengelolaan Hutan Petungkriyono gelar aksi konservasi

Petungkriyono, Wartadesa. - Perhutani KPH Pekalongan Timur, Cabang Dinas Kehutanan 4 Jawa Tengah dan SwaraOwa, menginisiasi aksi konservasi hutan dengan Read more

Santai sambil menikmati Lutung Jawa bersantai

Rapatnya pepohonan Sokokembang Petungkriyono menjadikan hutan ini menjadi habitat alami Lutung Jawa (Trachypithecus auratus). Hewan yang terancam punah dan dilindungi Read more

Hilang dua hari, pemancing asal Kayupuring ditemukan meninggal

Petungkriyono, WartaDesa. - Warga Dukuh Tinalum, Desa Kayupuring, Petungkriyono, Pekalongan berinisial (S) 50) yang hilang dua hari saat berpamitan memancing Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Lomba dayung Dragon Boat ke-4 digelar, perebutkan motor

lomban

Batang, Wartadesa. – 84 peserta mengikuti gelaran Festival Dragon Boat Racing (lomban –lomba dayung) di sungai Sambong, Desa Klidang Wedan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang dengan hadiah utama sepeda motor. Pun, Bupati Batang, Wihaji menambah hadiah uang tunai Rp 1,5 juta untuk menambah kemeriahan acara. Gelaran acara dihelat pada Selasa 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.

Agenda acara yang keempat kalinya ini menurut Wihaji menjadi daya tarik wisata. “Tentu ini bisa menjadi daya tarik wisata dari luar daerah, jadi semoga setiap tahunnya bisa digelar lebih meriah lagi,” ujarnya.

Untuk menarik wisata berkunjung dalam acara tersebut, Wihaji meminta agar warga selalu menjaga kebersihan sungai. Ia pun mengangkarkan Rp 100 juta untuk mendukung pembangunan sungai Sambong. “Pemkab juga sudah mengusulkan Pembangunan Pelabuhan Ikan higeinis dan direspon pemerintah pusat sehingga 2021 mendapatkan anggatan Rp 50 juta,” jelasnya.

Wihaji berharap agar warga setempat tidak buang air besar di sepanjang kali, untuk menjaga kali tetap bersih. “Saya masih lihat Sungai Sambong menjadi tempat BAB, itu yang harus dihilangkan,” pungkasnya.

Ketua Panitia,   Dana khodolik  mengungkapkan bahwa acara ditahun keempat ini memperebutkan motor untuk juara pertama dan uang pembinaan. (Eva Abdullah)

Terkait
146 tim meriahkan lomban Klidanglor Batang

Batang, Wartadesa. - Tak kurang dari 146 tim dengan peserta sebanyak 391 memeriahkan gelaran lomba dayung tradisional (lomban) di Klidanglor Read more

Batang darurat sampah, TPA Randukuning kelebihan kapasitas

Batang, Wartadesa. - Kabupaten Batang memasuki darurat sampah. Pasalnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randukuning yang selama ini menampung sampah warga Read more

Ribuan petasan diamankan jajaran Polres Batang

Batang, Wartadesa. - Ribuan petasan berhasil diamankan Polres Batang melalui gelaran Kegiatan Kepolisian Yang ditingkatkan (KKYD) selama sepekan terakhir ini menyita Read more

Marak Galian C Ilegal di Batang

Batang, Wartadesa. - Aktivitas penambangan Galian C ilegal di wilayah Batang, Jawa Tengah masih marak terjadi. Misalnya di Kecamatan Bandar, Read more

selengkapnya