close

Jalan-jalan

Jalan-jalanLayanan Publik

Diterjang ombak, anjungan Pantai Widuri hampir roboh

anjungan widuri

Pemalang, Wartadesa. – Anjungan (bangunan yang menjorok) Pantai Widuri kondisinya hampir roboh akibat diterjang ombak. Anjungan kondisinya memprihatinkan dan rusak, kondisi tersebut membahayakan bagi pengunjung obyek wisata kebanggaan wong Pemalang yang meniti anjungan.

Kerusakan terjadi pada lantai anjungan yang ambles, bahkan beberapa bagian lantai ikut terbawa ombak. Pagar anjungan sepanjang 500 meter juga mengalami kerusakan. Sementara ujung angungan yang direncanakan untuk rumah makan apun, lenyap ditelan ombak.

Menurut petugas pantai, kerusakan terjadi tidak serta-merta. Kerusakan bertahap lantaran sering disapu ombak besar. ”Bangunan dermaga wisata cukup menarik pengunjung untuk berselfi maupun berswafoto. Bahkan kini walaupun sudah rusak masih didatangi pengunjung terutama para pemancing,” kata Yudi, petugas pantai.

Kabid Sarpras Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pemalang, Imam Bandi mengungkapkan bahwa pihaknya akan memperbaiki anjungan yang rusak. Pemda juga akan membangun anjungan tambahan, nantinya akan berbentuk huruf T.  ”Kami sudah mengusulkan kepada Kementerian Pariwisata,” ucapnya. Namun belum diketahui kapan perbaikannya digarap dan berapa nilai anggarannya untuk perbaikan anjungan. (SM/WD)

selengkapnya
Jalan-jalanSeni BudayaSosial Budaya

Festival Wong Gunung, ratusan kilo sampah dibersihkan dari Gunung Slamet

festival wong gunung

Pemalang, Wartadesa. – Ratusan kilo sampah dibersihkan dari area Gunung Slamet. 225 kilogram sampah yang ada di gunung tersebut dibawa turun oleh para pendaki dalam kegiatan Resik Gunung dalam gelaran Festival Wong Gunung. Festival tersebut digelar pada 25 Agustus hingga 2 September 2018.

Para pendaki sebelumnya dilepas oleh Camat Pulosari, Ahmady.  Mereka mendaki bersama warga Pulosari melalui jalur Dipajaya Desa Clekatakan. Total peserta resik gunung sebanyak 118 pendaki yang berasal dari Pemalang, Tegal dan Pekalongan.

Peserta resik gunung membersihkan Bukit Melodi Cinta di Desa Cekatan dan area sekitar. Selain pendaki dewasa, peserta resik gunung juga diikuti oleh 500 siswa SD, SMP dan MTs di Kabupaten Pemalang.

Festival Wong Gunung merupakan agenda tahunan, pada 2018 merupakan kali ketiga event tersebut digelar. Selain kegiatan resik gunung, beragam acara disajikan dalam festival tersebut.

Festival Wong Gunung digelar sebagai ungkapan rasa syukur warga Pulosari atas anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa kepada desa tersebut. Agenta tahunan ini menjadi agenda wisata di Kabupaten Pemalang yang cukup dinantikan. Termasuk acara Ruwat Ageng Banyu Panguripan.

Ruwat Ageng Banyu Panguripan (air kehidupan) merupakan  kirab dan rayahan gunungan, hingga penyerahan banyu panguripan air Gunung Slamet kepada 12 kepala desa yang ada di Pulosari.

Kepala Desa Pulosari, Teguh Setyo Widodo, mengatakan festival diadakan untuk mengangkat potensi wisata yang ada di Pulosari. “Pulosari merupakan desa budaya dan wisata. Dengan meningkatnya wisata, kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” ujarnya, Jum’at (31/08) (WD)

 

selengkapnya
Jalan-jalan

Ditemukan 60 spesies kupu-kupu langka di Petungkriyono

ilustrasi kupu-kupu matamu

Petungkriyono, Wartadesa. – Tim LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) menemukan 60 jenis spesies kupu-kupu langka di hutan wisata Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.

Menurut Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, temuan itu berdasarkan hasil tim LIPI yang melakukan penelitian di hutan wisata Petungkriyono beberapa waktu lalu.

Meski tim belum merilis hasil temuan, karena masih bersifat untuk pemeliharaan, namun disampaikan wana wisata Petungkriyono memiliki 60 jenis spesies kupu-kupu langka.

“Tim dari LIPI melakukan penelitian selama tiga hari di hutan wisata Petungkriyono, dan hasilnya ditemukan 60 spesies kupu-kupu langka di Indonesia. Dan sekarang masih belum bisa dirilis ke publik, karena ada kepentingan lain untuk menjaga dan pemeliharaan,” kata bupati saat membuka kegiatan Sarasehan dan ulang janji menyambut Hari Pramuka Ke- 57 tahun 2018, di SMKN Karangdadap beberapa waktu lalu.

Dikatakan, Petungkriyono yang menjadi salah satu lokasi wisata unggulan Kabupaten Pekalongan, dan telah mendapatkan apresiasi wisatawan nasional dan mancanegara, tak hanya memiliki keindahan alam saja, melainkan juga memiliki kekayaan 60 spesies kupu-kupu langka di Indonesia. (WD)

 

selengkapnya
EkonomiJalan-jalan

Menikmati beras hitam dari negeri diatas awan

nasi beras hitam

Minggu lalu kami sempat menikmati sajian beras hitam yang dikenal juga dengan  “Forbidden Rice“. Beras hitam, di daratan Cina selama berabad-abad lalu hanya dikonsumsi oleh kaum bangsawan. Sayang kami tak dapat mengabadikan momen-momen “Satu jam jadi bangsawan” lantaran tidak membawa kamera.

Beberapa kali main ke rumah temen di bilangan Petungkriyono, tepatnya depan kecamatan, kami selalu menyempatkan diri untuk menikmati keindahan alamnya. Suasana dingin yang segar udaranya membuat kami selalu merasa “kelaparan”, maklumlah masih dalam masa pertumbuhan …

Kami sempat bertanya pada rekan yang asli Jogja tapi mempunyai istri asal Petungkriyono –dimana saat ini kami  main, adakah makanan khas dari beras hitam? Sempat menunggu lama, karena ternyata beras hitam bukan  makanan pokok warga setempat. Mereka masih mengkonsumsi beras biasa untuk kebutuhan sehari-hari, sedang beras hitam hasil panen warga, lebih banyak dijual.

Petungkriyono yang berada pada lereng Gunung Rogojembangan dengan ketinggian 1.000–1.900 m dpl (diatas permukaan laut) memiliki potensi plasma nuftah beras hitam dan beras merah yang melimpah. Beras hitam merupakan varietas lokal yang mengandung pigmen paling baik, berbeda dengan beras putih atau beras warna lain. Beras hitam memiliki rasa dan aroma yang baik dengan penampilan yang spesifik dan unik. Bila dimasak, nasi beras hitam warnanya menjadi pekat dengan rasa dan aroma yang menggugah selera makan.

Sambil menyantap sepiring beras hitam, kami sempat menanyakan keberadaan kelompok tani beras hitam. Di Desa Tlogopakis ada kelompok tani khusus bertani beras hitam. Kelompok tani ini dibentuk dengan difasilitasi oleh perguruan tinggi dari Pekalongan dan Semarang.

Menurut rekan kami, beras hitam berwarna pekat ini bisa menjadi makanan super untuk kesehatan. Karena kandungan gula yang rendah, kaya akan serat sehat dan  senyawa yang memerangi penyakit jantung dan kanker. Beras hitam juga mengandung antioksidan dan antosianin.

Antosianin ini berfungsi untuk menghentikan molekul-molekul berbahaya yang dapatmembantu melindungi arteri dan mencegah kerusakanDNA yang mengarah pada penyakit kanker. Warna beras diatur secara genetik, dan dapat berbeda akibat perbedaan gen yang mengatur warna aleuron, endospermia, dan komposisi pati pada endospermia.

Dari penelitian para ahli, beras hitam mempunyai khasiat meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit, memperbaiki kerusakan sel hati (hepatitis dan chirrosis), mencegah gangguan fungsi ginjal, mencegah kanker/tumor, memperlambat penuaan (Antiaging), dan sebagai antioksidan serta membersihkan kolesterol dalam darah.

Satu jam sudah kami ngobrol-ngobrol sambil menikmati lezatnya sajian nasi beras hitam. Jika anda berkunjung ke Petungkriyono, jangan lewatkan untuk membeli oleh-oleh beras hitam yang kaya akan manfaat. (Eva Abdullah)

selengkapnya
EkonomiJalan-jalan

Berburu kesegaran di surga kolang-kaling Lebakbarang

kolang kaling

Siapa yang tidak kenal Lebakbarang. Sebuah kecamatan di Selatan Kabupaten Pekalongan yang dikenal juga sebagai sentra penghasil kolang-kaling. Bagi sebagian warga, Lebakbarang merupakan surganya pohon aren, penghasil buah kolang-kaling. Pohon aren akan banyak dijumpai di sepanjang Lebakbarang, baik yang ditanam oleh warga maupun di hutan, yang tumbuh subur, meski tidak ada yang menanam maupun merawatnya.

Untuk menikmati segarnya kolang-kaling dengan melihat proses pemetikan, pembersihan hingga pengolahan. Anda cukup datang ke desa-desa di Lebakbarang yang dikenal sebagai penghasil camilan  kenyal berbentuk lonjong dan berwarna putih transparan dan mempunyai rasa yang menyegarkan. Ada tiga desa yang dikenal dengan kebun pohon aren, yakni Desa  Sidomulyo, Timbangsari dan Pamutuh.

Kolang-kaling yang dalam bahasa Belanda biasa disebut glibbertjes atau “benda-benda licin kecil” ini diolah dari biji pohon aren (Arenga pinnata) yang berbentuk pipih dan bergetah.  Untuk membuat kolang-kaling, para perempuan Lebakbarang biasanya membakar buah aren sampai hangus, kemudian diambil bijinya untuk direbus selama beberapa jam. Biji yang sudah direbus tersebut kemudian direndam dengan larutan air kapur selama beberapa hari sehingga terfermentasikan. Setelah itu baru bisa kita nikmati dengan beragam resep yang enak dan segar.

Kolang-kaling memiliki kadar air sangat tinggi, hingga mencapai 93,8% dalam setiap 100 gram-nya. Selain itu juga mengandung 0,69 gram protein, 4 gram karbohidrat, serta kadar abu sekitar satu gram dan serat kasar 0,95 gram. Selain memiliki rasa yang menyegarkan, mengonsumsi kolang kaling juga membantu memperlancar kerja saluran cerna tubuh manusia.

Kandungan karbohidrat yang dimiliki kolang kaling bisa memberikan rasa kenyang bagi orang yang mengonsumsinya, selain itu juga menghentikan nafsu makan dan mengakibatkan konsumsi makanan jadi menurun, sehingga cocok dikonsumsi sebagai makanan diet. Kolang-kaling juga bermanfaat untuk mengobati nyeri sendi dan mengandung kalsium sama dengan tulang sapi. Kandungan mineral seperti protasium, iron, kalsium mampu menyegarkan tubuh dan memperlancar proses metabolisme tubuh.

Salah satu produsen buah yang menjadi camilan favorit disaat bulan puasa, yang ditemui Wartadesa adalah Waris (55), warga Desa Sidomulyo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan. Ditemui di rumahnya, dia mengatakan, kolang kaling akan mengalami puncak permintaan pasar pada bulan ramadhan. “Pada bulan ramadhan kolang-kaling laris sekali. Saya bisa jual perkilonya bisa sampai Rp 8000, kalau hari-hari biasa, kurang dari segitu (harganya).” Katanya, Ahad (22/07).

Waris mengaku buah kolang-kaling yang diproduksinya dijual ke pengepul. “Kolang-kaling yang saya produksi, saya jual ke pengepul, tapi kadang ada beberapa warga seperti tetangga atau kawan beli langsung kerumah saya,” lanjutnya.

Menurutnya, pohon kolang-kaling tumbuh banyak di hutan didesanya,   tanpa harus di tanam.

Harnani, salahsatu warga setempat mengamini pernyataan Waris, kalau didesanya, kolang-kaling sangat potensial untuk dikembangkan. “Di desa saya kolang-kaling memang tumbuh subur, dan bisa menjadi tambahan pendapatan warga. Mbah Waris contohnya, beliau menggeluti produksi kolang-kaling sejak anaknya masih kecil masih SD, sampai sekarang sudah memiliki cucu  yang sudah duduk dibangku SMA.” Kata perempuan yang biasa disapa Nani ini.

Nani mengungkapkan bahwa kolang-kaling produksi Desa Sidomulyo memiliki rasa yang khas, yang tidak dimiliki oleh produksi kolang-kaling desa lainnya. “Bagi warga yang kebetulan melewati desa saya, silahkan kalau mau beli oleh-oleh jajanan lokal, bisa mencoba kolang-kaling dari desa saya yang memiliki rasa khas,” pungkas Nani, (Eva Abdullah) 

 

selengkapnya
Jalan-jalan

Menikmati sejuknya Curug Siwatang Paninggaran

keindahan curug siwatang

Sejuknya udara Paninggaran langsung bikin segar. Wilayah yang terletak di dataran tinggi selatan Ibukota Kabupaten Pekalongan ini menyimpan beragam obyek wisata yang sungguh ciamik untuk dinikmati.

Salah satu obyek wisata yang bikin betah pengunjung untuk berlama-lama menikmati kesegaran udara dan keindahan panorama adalah Curug Siwatang. Curug (air terjun) ini berada di Dukuh Panumbangan, Desa Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.

Air curug yang begitu jernih, dengan kolam alami yang cukup luas untuk berenang membuat Curug Siwatang menjadi incaran para pelancong untuk berkunjung.

Selain area curug, pengelola juga menyediakan arena keluarga berupa rest area yang bisa dinikmati bersama orang-orang tercinta. Di area rest area, pengunjung disediakan gardu pandang, aneka ayunan gantung dan beberapa tempat duduk untuk beristirahat.

  • Foto: laman FB Curug Siwatang

Pengunjung dapat menikmati gardu pandang yang berjarak sekira 80 meter dari tempat parkir utama. Hamparan pohon pinus yang hijau tertata apik membuat mata lebih adem. Selain itu, pengelola juga menyediakan spot-spot menarik untuk berswafoto.

Untuk menuju ke obyek wisata Curug Siwatang dapat dilakukan dengan melewati Kajen ke arah Linggo Asri, kemudian dilanjutkan perjalanan lima kilometer ke arah Paninggaran. Dari pos ojek Sitatah, ambil kanan menuju arah SMPN 2 Paninggaran. Selanjutnya perjalanan diteruskan sekira tiga kilometer menuju arah Curug Siwatang.

Selain Curug Siwatang, ada dua curug terdekat yang layak dicoba untuk dinikmati. Kondisi ekstrim untuk menuju dua curug tersebut, membuat warga lokal tidak mengijinkan pengunjung mendatangi curug tersebut. Namun jika anda mempunyai kemampuan lebih dalam menaklukkan medan yang curam dan ekstrim, disertai dengan bekal yang cukup, seperti tali-temali untuk pengaman, tidak ada salahnya untuk dicoba. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Jalan-jalanKesehatan

Pancal pedalmu ke Bendungan Brondong Kesesi

bendungan brondong kesesi @instapekalongan

Hiruk-pikuk perkotaan kadang membuat jenuh dan penat. Untuk menghilangkan penat selepas rutinitas kerja sehari-hari, manfaatkanlah akhir pekan anda untuk melakukan trip (perjalanan) dengan bersepeda. Satu lokasi yang asik untuk memulai trip dengan sepeda adalah Kesesi.

Ngomongin soal pancal pedal ke Kesesi, ada jalur yang bisa ditempuh dari Alun-Alun Kajen hingga Bendungan Brondong Kesesi. Tapi sebelum siap-siap pancal pedal, kenapa sih kita memilih melakukan trip dengan bersepeda. Berikut pendapat ahli terkait manfaat bersepeda jika dilakukan secara rutin.

  • Indahnya Bendungan Brondong Kesesi. Foto: istapekalongan

Pertama, bersepeda menyehatkan jantung. Banyak penelitian menyebut dengan bersepeda, sistem kardiovaskular menjadi lebih bugar. Sejumlah literatur menyebut aktivitas fisik di luar ruangan, termasuk bersepeda, dapat meningkatkan kebugaran kardiovaskular sekitar 3 -7 persen.

Kedua, bersepeda menguatkan otot tubuh khususnya kaki, pinggul, paha, dan lutut. Mereka yang rajin bersepeda tidak mudah mengalami cedera. Selain itu, bersepeda bisa menjadi media terapi bagi penderita radang sendi tungkai bawah.

Ketiga, berolahraga dengan sepeda juga mampu mengendalikan berat badan. Sejumlah literatur menyebut rutin bersepeda selama 1 jam sanggup membakar 300 kkal.

Keempat, mengurangi risiko kanker. Jika Anda mempertahankan pola makan yang sehat dan bersepeda secara teratur, maka hal tersebut akan membantu Anda dalam mengurangi risiko kanker. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menunjukkan bahwa orang yang  bersepeda secara teratur dapat mengurangi risiko kanker usus dan payudara.

Kelima,  Mengurangi risiko diabetes. Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu penyebab diabetes. Bersepeda adalah salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko diabetes.

Keenam, Mengurangi stres. Melakukan aktivitas fisik, termasuk bersepeda, akan membuat tubuh Anda memprodukdi hormon dopamin yang dapat meningkatkan rasa bahagia sehingga dapat mengurangi stres, atau bahkan depresi yang Anda alami.

Ternyata banyak banget ya … manfaat bersebeda, jika dilakukan secara teratur. Ok, langsung saja kita menuju ke Bendungan Brondong Kesesi dengan start di Alun-Alun Kajen. Jangan lupa, untuk mengajak rekan-rekan agar perjalananan kita lebih menyenangkan.

Trip kali ini akan menempuh jarak perjalanan sejauh 21 kilometer. Dari Alun-Alun Kajen, perjalanan dimulai menuju arah simpang empat (prapatan) Sibedug. Kemudian belok kiri, ambil arah Desa Gandarum, dilanjutkan menuju Desa Kalijoyo.

Selepas dari Kalijoyo, perjalanan diteruskan ke arah Tambakroto, kemudian belok kanan, masuk ke Desa Podosari Kesesi. Dari sini kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menyeberangi Sungai Brondong. Sambil menyusuri sungai, perjalanan dilanjutkan menuju Bendungan Brondong.

Nah … Kondisi Kali Brondong yang sangat jernih ini, tidak ada salahnya jika dimanfaatkan untuk istirahat, mandi di “grujukan” air yang mengalir di bawah Bendungan Brondong. Jangan lupa untuk menikmati sejuknya angin yang semilir menerpa.

Selepas puas bermain air di Bendungan Brondong dan beristirahat. Perjalanan dapat dilanjutkan ke arah Desa Karyomukti, kemudian ke Desa Kwasen. Terus ke Desa Pekiringan Alit menuju ke Desa Kajen, dan terakhir finish di Alun-Alun Kajen.

Perjalanan yang menajubkan bukan? Sila untuk mencobanya. (WD)

selengkapnya
Jalan-jalan

Bukit Teletubies ternyata ada di Ujungnegoro Kesesi

bukit teletubies ujungnegoro kesesi @miripartis_

Warga Pekalongan mengenalnya sebagai Bukit Teletubies. Ada juga yang menyebut sebagai Gerbengkong Hills. Sebuah padang sabana yang berada di Desa Ujungnegoro Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.

Sebuah savana yang indah dinikmati dikala pagi maupun sore hari. Dengan kondisi udara yang sangat segar dan jauh dari polusi udara, Bukit Teletubies ini cocok sebagai tempat relaksasi untuk menghilangkan kepenatan ataupun sebagai tempat berfoto baik foto selfie ataupun foto preewedding anda.

Untuk menikmati indahnya Gerbengkong Hills, dibutuhkan tracking yang cukup melelahkan. Kurang lebih 45 menit, selanjutnya savana terhampar luas … mirip bukit-bukit di film anak Teletubies.

  • Bukit Teletubies, Gerbengkong Hills Ujungnegoro Kesesi. Foto @miripartis

Selain savana yang berbukit-bukit, tidak ada salahnya jika pengunjung menjajal menaiki batu besar dengan kemiringan 90 derajat, yang terletak tidak jauh dari lokasi tersebut. Nikmati sensasinya diatas ketinggian batu. Dan jangan lupa abadikan momen-momen tersebut dalam kamera.

Untuk menuju ke lokasi, pengunjung dapat menempuh perjalanan dari Alun-Alun Kajen, ke arah barat menuju Kesesi. Dari perempatan Pasar Kesesi, perjalanan dapat dilanjutkan menuju arah Selatan melewati Jalan Kesesi Utara.

Saat melewati perempatan Jalan Raya Bantul, ambil kanan, berbelok ke arah Barat. Saat melewati Jalan Raya Bantul inilah, pengunjung musti banyak bertanya, karena untuk mencapai Gerbengkong Hills, pengunjung harus belok kiri (ke arah Timur) menuju Desa Ujungnegoro.

Desa ini berbatasan langsung dengan Desa Kesesi di sebelah Utara, Desa Karyomukti di sebelah Timur, Desa Windurojo di sebelah Selatan dan Kecamatan Bodeh Pemalang di sebelah Barat.

Ujungnegoro pertama kali dibuka oleh sesepuh mbah Kiai Ujung dan mbah Kiai Ageng Sengoro. Mereka berdualah yang mendirikan desa pada masa penjajahan Belanda. Desa yang dulunya merupakan hutan belantara, kemudian dijadikan pemukiman penduduk oleh mbah Kiai Ujung dan mbah Kiai Ageng Sengoro. Disinilah tokoh Kiai Ujung dan Kiai Ageng Segoro mendidik warga sekitar dengan Agama Islam.  (Eva Abdullah, foto dari berbagai sumber)

selengkapnya
Jalan-jalan

Musim panas tiba, ademin yuk ke Kedung Bening Pemalang

kedungbenin @Arief English

Musim kemarau telah tiba, ada kalanya kita butuh yang adem-adem buat menyegarkan tubuh kita yang lelah usai beraktifitas sambil menikmati Grand Canyon-nya Pemalang, tepatnya di perbatasan Desa Bodas dan Desa Majalangu, Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang ada sebuah kedung yang sangat sejuk untuk dinikmati.

Kedung Bening yang terbentuk karena adanya proses erosi bebatuan oleh sungai dan air hujan hingga membentuk sebuah cekungan. Dimusim kemarau, cekungan ini membentuk telaga yang berubah warna menjadi hijau bening karena pengaruh reaksi mineral di dalamnya.

  • Grand Canyon Pemalang. Obyek Wisata Kedung Bening pemalang juga dikenal sebagai Grand Canyon nya Pemalang. Foto: Arief English

Disini, anda bisa bermain air sepuasnya pada cekungan telaga kecil tersebut. Tak puas hanya dengan berenang di cekungan telaga kecil tersebut, anda bisa mencoba untuk menantang adernalin dengan meloncat dari atas bebatuan yang ada disekitar kedung ini.

Selain itu, pemandangan yang ditawarkan di tempat ini begitu indah, hal ini tentu dapat memberikan sensasi luar biasa bagi anda.

Untuk menuju ke lokasi Kedung Bening, anda  bisa menggunakan dua rute, yakni,

Pertama, via Comal-Bodeh-Watukumpul. Dengan melalui ruet pertigaan Blandong Comal belok kiri terus lurus hingga ke Polsek Bodeh. Setelah pertigaan belok kiri menuju arah Watukumpul dan terus ikuti jalan sampai ke Desa Majalangu.

Kedua,  via Pemalang-Randudongkal-Moga/Belik-Watukumpul. Dengan rute dari Alun-Alun Kabupaten Pemalang, masuk jalan A. Yani arah Purwokerto lurus terus sampai di pertigaan pasar Moga. Selanjutnya belok kiri menuju arah Purwokerto via Moga, ikuti jalan terus sampai di perempatan pasar Pulosari. Selanjutnya ambil arah ketimur (lurus) menuju kecamatan Watukumpul lurus terus sampe di Desa Majalangu.

Dengan harga tiket masuk gratis, pengunjung bisa menikmati wisata ini dengan berfoto dengan latar belakang bebatuan Grand Canyon ala Kabupaten Pemalang. Tertarik? (Eva Abdullah)

selengkapnya
Jalan-jalan

Menikmati indahnya Pantai Depok Siwalan bareng keluarga

pantai depok5

Pantai Depok kini menjadi incaran keluarga di Pekalongan untuk menikmati liburan. Deburan ombak kecil yang beriak-riak, semilir angin dan sejuknya pepohonan cemara bikin betah seluruh anggota keluarga untuk berlama-lama disini.

Pantai yang dikenal dengan Pantai Suter ini ramai dikunjungi keluarga saat liburan, seperti akhir pekan, Jum’at hingga Ahad dan musim liburan lainnya. Terletak di Desa Blacananlor, Kecamatan Siwalan, Kabupaten pekalongan, tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas kita sehari hari.

Keramahan warga lokal membuat tempat ini makin nyaman untuk menikmati lebih lama deburan ombak yang alurnya bergerak ke bibir pantai, terlihat terus menerus membasahi bulir-bulir pasir di tepi pantai.

Alunan suaranya seolah berbareng dengan gemerisik suara daun-daun pohon kelapa yang memang banyak tumbuh. Yang menarik dan unik, pasir di pantai ini bisa dijadikan terapi untuk penyakit asam urat, wisatawan yang tahu tentang khasiat pasir di Pantai Suter ini akan merendamkan atau menanam kakinya ke pasir-pasir yang menghampar di area seluas dua hektare itu.

Untuk menikmati segarnya air laut, pengunjung dapat menikmati berkejar-kejaran di tepian pantai, sembari bermain air, bahkan sekalian aja, nyemplung, sambil mandi air laut. Selepas itu bisa melakukan bilas dengan air tawar ditempat yang sudah disediakan pengelola.

Selain fasilitas kamar mandi untuk bilas, pengelola juga memfasilitasi pengunjung dengan MCK, mushola, tempat parkir yang luas, dan penginapan.

Penat selepas bekerja, tidak ada salahnya jika mengajak keluarga dan orang-orang tercinta untuk menikmati indahnya pantai Suter Depok. (Eva Abdullah, foto dari berbagai sumber)

selengkapnya