close

Kesehatan

KesehatanLayanan Publik

Pengurus Gema Setia Karanganyar dikukuhkan

28117175_1276205565849831_80509476_n

Karanganyar, Wartadesa. – Bertempat di Aula Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Kamis (15/02) Pengurus Gema Setia (Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu dan Anak) Tingkat Kecamatan Karanganyar dikukuhkan.

Gema Setia yang diketuai oleh Sunarti Abdul Qoyum sesuai Keputusan Camat Karanganyar Kabupaten Pekalongan No 3 Tahun 2018  Tentang Susunan Pengurus Gema Setia.

Rangkaian acara tersebut juga diadakan pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan dan pemeriksaan ibu hamil serta donor darah. Acara juga dihadiri oleh Koramil, Polsek Karanganyar serta instansi terkait.

Ketua Tim Pengerak PKK, sekaligus Ketua Gema Setia Kabupaten Pekalongan ,  Munafah Asip Kholbihi dalam sambutanya mengatakan, Gema setia adalah gerakan relawan.

“Gema Setia adalah relawan karena tidak ada gajinya, namun demikian ini adalah ibadah karena berhubungan dengan sosial dan nyawa, karena Gema Setia diharapkan mampu menekan angka kematian ibu hamil.

Munafah berharap Gema Setia mampu berinovasi untuk mencapai tujuan, “Saya berharap pengurus mampu berinovasi dalam kegiatan ini supaya hasil dari tujuan Gema Setia bisa tercapai,” harapnya.

Camat Karanganyar, Abdul Qoyum mengatakan, keberhasilan pembangunan salah satunya adalah angka kematian bayi dan ibu hamil, “Kami berharap dengan adanya Gema Setia ini bisa menjadikan terobosan untuk menekan angka kematian ibu hamil dan balita, sampai tidak ada lagi.” Ujarnya.

Qoyyum pun meminta dukungan kepala desa dan semua pihak untuk mendukung gerakan ini. “Kami juga berharap dukungan kepala desa dan semus pihak untuk mendukung gerakan ini, supaya bisa berjalan maksimal. Jangan berhenti pada kegiatan pengukuhan saja.” Harap Qoyum. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Kesehatan

Petungkriyono bentuk Kelas Bapak Hamil

kelas bapak hamil

Petungkriyono, Wartadesa. – Tingginya angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Pekalongan, membuat Pemerintah Kecamatan Petungkriyono membentuk kelas bapak hamil di masing-masing desa.

Menurut Camat Petungkriyono, Agus Dwi Nugroho, kelas bapak hamil merupakan upaya pendidikan kepada para suami yang istrinya sedang hamil. Mulai dari mengandung hingga paska melahirkan.  Demikian disampaikan saat melakukan monitoring di Balai Desa Yosorejo,  Selasa lalu.

Agus melanjutkan, pihaknya saat ini menyiapkan modul pembelajaran dan sudah berkoordinasi dengan Puskesmas setempat, sehingga kegiatan kelas bapak hamil dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Dengan adanya kelas bapak hamil, semoga bisa membuat para suami menjadi lebih perhatian terhadap istrinya. Dan dapat bertindak cepat dalam mengambil keputusan. Demi keselamatan ibu dan bayinya,” katanya, Selasa (6/2), dikutip dari Suara Petungkriyono.

Budi Cahyono Ponco, dokter Puskesmas Petungkriyono mengungkapkan bahwa kasus kematian bayi dan ibu di Kecamatan Petungkriyonopada 2017 sejumlah tiga kasus.

“Harapan kami dengan adanya kelas bapak hamil ini, bisa menurunkan kasus AKI/AKB di Kecamatan Petungkriyono. Sehingga butuh peran serta dari masyarakat untuk dapat mensukseskan program tersebut,” pungkasnya. (Sumber: Suara Petungkriyono)

selengkapnya
KesehatanLingkunganSosial Budaya

Kali Bremi kini bersih

kali bremi

Pekalongan, Wartadesa. – Memasuki hari kedelapan kegiatan bersih-bersih Kali Bremi Kecamatan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat sudah terlihat nyata. Seluruh enceng gondok yang menutup aliran sungai sudah bersih. Selain itu kegiatan ini juga dirasakan manfaatnya oleh warga Kelurahan Pasirkratonkramat, karena air bisa mengalir ke kali sehingga banjir dan rob mulai surut.

Kegiatan bersih-bersih Kali Bremi ini dimotori oleh  Pemuda Bremi, Kramatsari dan Komunitas K3 dengan dibantu oleh Disperinaker, DLH, DPU, BPBD, Brimop, Kodim Pekalongan, Komunitas Sapu Lidi, Karangtaruna dan masyarakat setempat. Demikian dituturkan oleh Ali Bana, warga Kramatsari, Senin (05/02).

Bersih-bersih Kali bremi merupakan kegiatan padat karya. Warga dan anggota komunitas yang terlibat sejak minggu lalu membersihkan sungai sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. “Dilakukan setiap hari, sejak Sabtu (27/01) lalu, mulai jam 08.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. Hasilnya sekarang Kali Bremi bersih, bebas enceng gondok dan air banjir sudah mengalir ke kali,” lanjut Ali Bana.

Sebelumnya, banjir di wilayah Kramatsari Rt. 05/01 menggenangi rumah warga, akibat meluapnya Kali Bremi. Sabtu (03/02). Sedikitnya 16 warga mengungsi di Aula Kelurahan Tirto Kecamatan Pekalongan Barat, akibat rumah mereka terendam. (Eva Abdullah, Foto: Ali Bana)

 

selengkapnya
EkonomiKesehatanLayanan Publik

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Kota Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit penyertaan, sehingga butuh waktu untuk proses penyembuhan.

Menurut Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto dikutip dari Pantura Post, pada 2017 ada 31 balita penderita gizi buruk. Setelah dilakukan penanganan, kini tinggal 13 balita yang mengalami gizi buruk. Saat ini mereka dalam masa pemulihan dan pengawasan ketat.

Slamet menambahkan, penanganan gizi buruk akan lebih susah  dilakukan ketika adanya penyakit penyerta,  “Yang lebih sulit yakni adanya penyakit penyerta, jadi berapa pun asupan gizi yang kita berikan, karena dia menderita penyakit kronis lain penanganannya sangat sulit. Semuanya rawat jalan masih kita pantau melalui rumah singga gizi,” jelas Slamet Jumat (02/02) lalu.

Menurut Slamet, salah satu penderita gizi buruk bernama Oktavia, sejak usia 13 bulan dirawat di rumah sakit, saat ini berat badannya menurun menjadi 6,5 kilogram. “Dia awalnya hanya mengalami panas dan susah makan sehingga berat badannya menurun drastis menjadi 6,5 kilogram. ” Tuturnya.

Selain menderita gizi buruk, Oktavia juga menderita penyakit jantung, “Awalnya panas tidak turun turun, kemudian susah makan. Sempat dirawat di rumah sakit sekitar satu minggu,”kata Munaziroh, ibu balita gizi buruk.

Saat ini kondisi Oktavia sudah membaik, berat badannya sudah naik menjadi 10 kilogram. “Konsultasi ke rumah singgah gizi sebulan dua kali. Pas awal sakit itu sakitnya enam koma lima kilogram. Sekarang bobotnya sepuluh kilogram,” lanjut Munaziroh.

Selain mendapatkan penanganan medis, lanjut dia, keluarga penderita gizi buruk di Pekalongan juga mendapatkan bantuan sosial. Mereka diberikan bantuan modal dan perlengkapan usaha. (Sumber: Pantura Post)

selengkapnya
Hukum & KriminalKesehatan

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

saino

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah rawan narkoba di Jawa Tengah sejak tahun lalu. Hal tersebut disayangkan oleh Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz.

Tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di  Kota Batik tersebut membuat Saelany akan membentuk Badan Penanggulangan Narkoba Kabupaten/Kota (BNNK).

“Pemkot Pekalongan sudah bergegas untuk membentuk BNNK. terkait lokasi, SDM, sarana prasarana dan operasional sudah kami siapkan. Sekarang tinggal menunggu pelaksana dari pusat, mudah-mudahan tahun ini terbentuk,” ujar Saelany selepas melantik Satgas Anti Narkoba Angkatan Muda Muhammadiyah Kota Pekalongan di Kantor Pemkot Pekalongan, Ahad (04/02).

Saelany menambahkan pihaknya akan merangkul organisasi dan komunitas dalam penanganan penyalahgunaan dan sosialisasi bahaya narkoba.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi pembentukan Satgas Narkoba Angkatan Muda Muhammadiyah semoga dapat menekan dan mengurangi dampak Narkoba di Kota Pekalongan,” lanjut Saelany. (WD)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

tarif puskesmas ditunda

Kajen, Wartadesa. – Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari ini, Sabtu (03/02) ditunda untuk waktu yang belum ditentukan. Tarif pelayanan Puskesmas kembali seperti semula yakni tiga ribu rupiah.

“Sederek2 tadi sudah koordinasi dg kadinkes … tarif kembali ke perda lama,” tulis Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan dalam sebuah komentar di media sosial terkait kenaikan tarif Puskesmas tersebut.

Screenshot (tangkapan layar) berisi klarifikasi Bupati Pekalongan tersebut juga diposting oleh akun Kabupaten Pekl dalam sebuah posting Wartadesa di laman media sosialnya.

Sebelumnya, Wartadesa pada hari Jum’at mengunggah tulisan terkait keberatan warga terhadap kenaikan tarif Puskesmas hingga empat kali lipat. “Tarif pelayanan Puskesmas naik 400 persen, hal ini dipertanyakan warga. Monggo dijawab sak ikhlase.”.

Keluhan warga yang diunggah di fanspage Wartadesa terkait kenaikan tarif Puskesmas sebesar 400 persen. Jum;at (02/02)

Unggahan Wartadesa ini langsung mendapat banyak tanggapan, warga merasa keberatan dengan kenaikan tarif tersebut. Hingga akhirnya direspon oleh Bupati Pekalongan, tarif Puskesmas dikembalikan seperti sebelumnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
EkonomiHukum & KriminalKesehatanLingkungan

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

cucian jins pegaden tengah

Wonopringgo, Wartadesa. – Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari ini Rabu (10/01) sekitar Pukul 09.00 WIB.

Dua cucian jins yang ditutup milik Riskiyah dan Suwarno yang dilakukan oleh Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pekalongan didampingi pihak Perkim dan LH,  Koramil, Polsek dan pihak Kecamatan Wonopringgo.

Kasatpol PP melalui Kabid Gakda, Kusbiyanto mengatakan, penutupan tersebut tidak serta-merta melainkan sudah melalui tahapan surat peringatan sebelumya.” tuturnya.

Adapun yang dilangar adalah, Perda Kabupaten Pekalongan no 3 tahun 2005 tentang SIUP, Perbub Pekalongan no 1 tahun 2013 tentang Bangunan dan Perbub Pekalongan no 5 tahun 2014 tentang Pengolahan Limbah, katanya lebih lanjut.

Kusbiyanto berharap semua pengusaha cucian yang ada di Kabupaten Pekalongan segera memenuhi aturan yang ada seperti melengkapi perijinan dan lainya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
FeminisiaKesehatan

Malu, peserta pemeriksaan IVA di Petungkriyono minim

pemeriksaan iva petung

Petungkriyono, Wartadesa. – Pemeriksaan Inpeksi Visual Asam asetat (IVA) di Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah minim peserta. Malu menjadi alasan kaum perempuan untuk datang melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker tersebut.

Menurut salah satu anggota PKK Kecamatan Petungkriyono, Laely Kurniasari, pihaknya sudah melakukan sosialisasi acara pemeriksaan IVA hari ini, Selasa (12/12), namun ternyata hanya 25 perempuan yang hadir untuk melakukan pemeriksaan dengan alasan peserta takut dan malu.

Laely berharap pemeriksaan IVA lebih sering dilakukan di Petungkriyono, “Semoga kegiatan ini dapat dilakukan lebih sering di Petungkriyono. Sehingga makin banyak peserta yang ikut dan peduli dengan pemeriksaan IVA dan Sadarnis,” tuturnya.

Pipit Danar Saputra dari Puskesmas Petungkriyono mengungkapkan bahwa pemeriksaan IVA merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim. Sedangkan Sadarnis adalah pemeriksaan payudara oleh tenaga medis. Dimana kegiatan ini menjadi sangat penting, karena dapat mendeteksi kanker lebih dini. Dengan harapan dapat menekan resiko penyakit kanker leher rahim dan payudara.

Sementara itu, menurut Tri Winarni (21), warga Desa Kasimpar pemeriksaan IVA berlangung cepat dan kaum perempuan seharusnya tidak malu untuk melakukan pemeriksaan tersebut. “Kita tidak perlu takut atau malu, karena dengan kegiatan ini saya jadi lebih peduli dengan organ kewanitaan. Jadi banyak sekali manfaatnya bagi wanita,” pungkasnya. (WD, suarapetungkriyono)

selengkapnya
Kesehatan

Puluhan balita di Batang terjangkit HIV/AIDS, lokalisasi disinyalir penyumbangnya

kampanye aids

Batang, Wartadesa. – Puluhan balita terjangkit HIV/AIDS di Kabupaten Batang, penyebabnya disinyalir karena banyaknya lokalisasi di kabupaten tersebut. Setidaknya ada delapan lokalisasi di Batang, Demikian disampaikan oleh Lina Munadiroh, staf Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (PP2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Batang.

“Di Kabupaten Batang ada 8 lokalisasi yang tersebar, bisa jadi hal tersebut menambah penyebaran Hiv Aids,” ujar Lina Munadiroh, Kamis (7/12).

Menurut Lina, kasus kematian akibat HIV/AIDS di Batang mencapai 50 orang, sedang 28 balita terjangkit HIV/AIDS.  “Dari 28 kasus yang meninggal dunia mancapai 12, itu yang terdaftar ke Dinas Kesehatan Kabupaten Batang,”  lanjutnya.

Hingga September 2017,  pengidap Hiv di Kabupaten Batang mencapai 89 orang dan positif Aids 22 orang.
“Kebanyakan yang terjangkit ibu rumah tangga, ada juga yang pernah bekerja sebagai pekerja sek komersial,” pungkas Lina. (WD, Tribun)

 

selengkapnya
Jalan-jalanKesehatanOlahraga

OW Linggo Asri gratis untuk manula

olahraga manula

Kajen, Wartadesa. – Obyek Wisata Linggo Asri di Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan kini dapat dinikmati gratis oleh kaum manula (manusia lanjut usia)/lansia. Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengungkapkan hal tersebut disela-sela pembukaan Festival Olahraga Lansia tingkat kabupaten, Ahad (26/11) lalu.

Asip mengungkapkan bahwa warga Kota Santri dapat memanfaatkan OW Linggo Asri untuk kegiatan masyarakat, gratis bagi para lansia. Dia juga mempersilahkan warga untuk menjadikan destinasi wisata unggulan Kabupaten Pekalongan menjadi pusat wisata keluarga.

“Silahkan gunakan Linggoasri sebagai pusat wisata keluarga. Nanti akan kita lengkapi dengan pusat-pusat edukasi. Linggo ini akan kita jadikan taman margasatwa, yang lebih spesifikasi lagi adalah sebagai taman unggas atau burung, ujarnya.

Menurut Asip, keindahan di Linggo Asri patut disyukuri dan dikembangkan, “Monggo keindahan dan kekayaan alam ini kita syukuri dan kita nikmati. Ini potensi yang terus menerus akan kita kembangkan,” ujar orang nomor satu di Kota Megono tersebut.

Asip berterima kasih kepada Ketua Forum Olahraga Lansia Kabupaten Pekalongan karena telah berperan dalam membangun lansia. (WD)

selengkapnya