close

Kesehatan

Kesehatan

Batang bakal gelar vaksinasi Covid-19 kamis besok

sosialisasi vaksin

Batang, Wartadesa. – Pemerintah Kabupaten Batang bakal menggelar vaksinasi Covid-19 pada Kamis (14/01) mendatang. Kegiatan tersebut menyasar 494.021 orang yang terbagi atas tenaga kesehatan sejumlah 2.554 orang, petugas publik 23.913 orang, masyarakat rentan 284.025 orang, masyarakat umum 92.891 orang, lansia 90. 638 orang. Hal tersebut terungkap saat sosialisasi  yang digelar Senin (11/01) kemarin.

“Ada 26 Fasilitas Pelayanan Kesehatan Di antaranya RSUD Batang, RSUD Limpung, RS QIM, 21 Puskesmas, Klinik Pratama Kartika-36 dan Klinik Dokkes Polres Batang,” kata Bupati usai membuka Sosialisasi Vaksin Covid-19, di Aula Kantor Bupati Kabupaten Batang.

Bupati Wihaji menegaskan, Pemkab terus mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi melalui peran para tokoh yang kompeten, seperti Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

“Saya minta dukungan dari seluruh anggota Forkopimda, saran dan masukan anggota TNI/Polri agar kegiatan vaksinasi nantinya berjalan lancar,” harapnya.

Meskipun telah divaksin, Bupati juga mengharapkan, masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap beraktivitas di ruang publik.

Sementara itu Kepala Dinkes Batang, dr. Muchlasin menyatakan, saat ini vaksin Sinovac telah tiba di Provinsi Jawa Tengah, maka dalam waktu dekat para tenaga kesehatan Kabupaten Batang akan menerima vaksinasi secara bertahap.

“Sasaran untuk 2.554 tenaga kesehatan akan dilakukan vaksinasi sebanyak dua kali. Artinya mereka membutuhkan 5 ribu lebih vaksin, sedangkan vaksin yang direncanakan tiba baru 889 atau 17 persen,” ungkapnya.

dr. Muchlasin mengatakan, pihak Dinkes tetap melakukan persiapan lebih matang. Sebelum pelayanan dilakukan screening, untuk mengetahui kondisi tubuh calon penerima vaksin.
“Jika si penerima mengalami sakit sebaiknya ditunda dulu. Mereka yang akan divaksin sebaiknya yang memiliki kesehatan tubuh prima,” tandasnya. (Bono)

Terkait
Jenazah perempuan yang mengambang di Kali Gawak dievakuasi

Batang, Wartadesa. - Petugas gabungan mengevakuasi sosok mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan warga, mengambang di Kali Gawak, Desa Sokomangli, Read more

PPKM di Batang, jam buka warung kaki lima dibatasi sampai jam 8 malam

Batang, Wartadesa. - Pemkab Batang turut menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayahnya tanggal 11-25 Januari 2021. Aturan tersebut mengharuskan Read more

Sepekan terapung, dua nelayan asal Batang ditemukan di Jepara

Batang, Wartadesa. - Kapal cantrang dengan 14 anak buah kapal (ABK) warga Batang yang mengalami kecelakaan ditabrak kapal besar yang Read more

Korsleting arus listrik, dua rumah di Pecalungan ludes

Batang, Wartadesa. - Rumah milik Surati (85) dan Suparti (65), warga Dukuh Derman, Desa Gumawang, Pecalungan, Batang ludes dilalap api. Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

ODHA di Pemalang kebanyakan berusia 15 sampai 45 tahun

aids

Pemalang, Wartadesa. – Meski mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, kasus HIV/AIDS di Kota Ikhlas masih tinggi. Data Dinas Kesehatan Pemalang mencatat bahwa pada 2019 tercatat 143 ODHA (orang dengan HIV/AIDS), sedang tahun 2020 sebanyak 107 kasus.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Pemalang, Surip, usia penderita AIDS antara 15-45 tahun. “Usia tertinggi, yang paling banyak itu usia 15 sampai 45 tahun, ada 94 kasus. Bahkan yang kurang satu tahun pun ada, itu penularan dari orang tua ke anak,” katanya, Selasa (05/01).

Surip menyebut bahwa kebanyakan dari penderita AIDS adalah laki-laki, yakni 68 orang, dengan penyebab utama perilaku seks beresiko, gonta-ganti pasangan seks. “107 kasus HIV/AIDS di Pemalang dengan rincian 68 laki-laki dan 39 perempuan. Penularannya, mayoritas melalui perilaku seks berisiko, berganti-ganti pasangan. Untuk anak-anak, biasanya ditularkan dari ibu korban yang notabene positif HIV/AIDS.” lanjutnya.

HIV/AIDS dapat diketahui dengan tes reagen tiga tahapan, “tes tahapan pertama sudah bisa dilakukan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan  di Pemalang. Tes kedua dan ketiga, masih terbatas di 11 puskesmas dan rumah sakit,” lanjutnya.

Menurut Surip, pihaknya melakukan penyuluhan ke masyarakat dan sekolah untuk melakukan voluntary test dengan harapan mencari suspect. Untuk menjaga privasi penderita HIV/AIDS, data mereka dijamin kerahasiaanya. “Jadi ketika ada yang reaktif nanti konselor yang memanggil, untuk tes kedua dan ketiga. Kalau positif diobati, obatnya gratis,” katanya. (Buono)

Terkait
Jalan penghubung Tlagasana-Gejos amblas, tak bisa dilalui

Pemalang, Wartadesa. - Ruas jalan penghubung Desa Tlagasana-Gejos, Kecamatan Watukumpul, Pemalaang tidak bisa dilalui. Jalan amblas dan menganga akibat gorong-gorong Read more

Embrio, mengurai masalah sampah jadi solusi kemandirian pangan dan energi

Pemalang, Wartadesa. - Sampah menjadi permasalahan bagi sebagian besar diberbagai wilayah, padahal sampah bisa menjadi potensi menuju kemandirian pangan dan Read more

Kebanjiran, layanan KIR Dishub Pemalang tutup

Pemalang, Wartadesa. - Air dengan ketinggian hingga 50 centimeter yang merendam kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Pemalang membuat layanan uji kendaraan Read more

Hati-hati order fiktif pesan makanan via WA

Pemalang, Wartadesa. - Bagi para pedagang makanan, sebaiknya berhati-hati dan memastikan saat ada order/pesanan masuk. Sudah dua orang pedagang makanan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Layanan persalinan Puskesmas Kedungwuni II tutup 10 hari

puskesmas-350×350

Kedungwuni, WartaDesa. – Pelayanan persalinan di Puskesmas Kedungwuni II, Jalan Raya Tangkil Kulon, Kedungwuni, Pekalongan ditutup untuk jangka waktu 10 hari sejak 19 hingga 29 Desember 2020 mendatang. Tutupnya layanan tersebut tertuang dalam pengumuman yang ditandatangani oleh Kepala UPTD Puskesmas Kedungwuni II, dr. Noor Endah Artanti.

Dalam pengumuman penghentian layanan persalinan di Puskesmas Kedungwuni II tersebut dijelaskan bahwa hasil uji swab pada tanggal 18 Desember 2020, terdapat tambahan staf yang terkonfirmasi positif korona.

Tertulis dalam pengumuman tersebut, tiga dari 15 bidan yang ada sedang sakit, sehingga Puskesmas Kedungwuni II kekurangan tenaga kesehatan.

“Berkaitan dengan hasil swab tersebut, saat ini kami mengalami kekurangan tenaga bidan. Sebagai informasi bahwa bidan Puskesmas Kedungwuni II, 15 bidan dengan hasil swab diatas ada tiga bidan kami yang sedang sakit, maka bidan yang aktif hanya sembilan orang untuk melakukan layanan rumah bersalin 24 jam. Maka kami mohon ijin menutup persalinan selama 10 hari,” demikian bunyi pengumuman tersebut. (Bono)

 

Terkait
Normalisasi, puluhan jembatan dan bangunan bakal dibongkar

Pemalang, Wartadesa. - Puluhan bangunan termasuk jembatan yang berada diatas sungai Desa Bulakan, Kecamatan Belik, Pemalang, bakal dibongkar. Bangunan tersebut Read more

Pembelajaran tatap muka di Batang bulan depan belum diijinkan

Batang, WartaDesa. - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Batang pada Januari 2021 mendatang belum diperkenankan. Meski Kemendikbud memperbolehkan pelaksanaan Read more

Pandemi Covid-19, jumlah warga miskin Kota Santri naik, angka stunting 21%

Raih Peringkat 2 Penanganan Stunting Kajen, WartaDesa. - Pagebluk (pandemi) Covid-19 menjadi pemicu naiknya jumlah warga miskin di Kota Santri.Jika Read more

Dua pasien di selasar RSUD Kajen meninggal, satu isolasi mandiri

Karanganyar, WartaDesa. - Dua dari 10 pasien probable (dalam pengawasan) yang dirawat di selasar RSUD Kajen meninggal, satu orang menjalani Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikPendidikan

Pembelajaran tatap muka di Batang bulan depan belum diijinkan

ILUSTRASI-BELAJAR

Batang, WartaDesa. – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Batang pada Januari 2021 mendatang belum diperkenankan. Meski Kemendikbud memperbolehkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada semester genap, namun hal tersebut diserahkan kepada pemda masing-masing.

“Kami belum izinkan sekolah tatap muka untuk kecamatan Batang, Limpung, Tulis dan Warungasem,” ujar Mukhlasin, Kepala Dinkes Kabupaten Batang, Selasa (15/12).

Mukhlasin menyebut bahwa pelaksanaan KBM tatap muka ditunda lantaran kasus Covid-19 di kota dengan julukan Batang Berkembang ini masih belum bisa dikendalikan.

“Kalau melihat kondisi, apalagi Batang kota yang jumlah kasus hampir 146 orang positif dari 336 orang positif yang isolasi mandiri. Maka saran saya jangan dulu sekolah tatap muka,” lanjutnya.

Meski demikian, beberapa sekolah sudah menggelar KBM tatap muka dengan membatasi jumlah siswa dan menerapkan protokol kesehatan. Namun Mukhlasin menyarankan agar sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka menunda, sembari mengunggu vaksinasi.  “Sebenarnya lebih baik jangan dulu, nanti nunggu vaksinasi saja sekolah tatap muka,” tuturnya.

Kondisi terkini jumlah warga terkonfirmasi positif korona di Batang mencapai  1.724 orang, 52 orang dirawat di rumah sakit,336 orang isolasi mandiri, sembuh 1.253 orang dan meninggal dunia 81 orang dan dirujuk 2 orang. (Bono)

Terkait
Kota Pekalongan belum terapkan pembelajaran tatap muka, Januari mendatang

KOTA PEKALONGAN, WARTADESA. - Pemerintah Kota Pekalongan memutuskan untuk tidak melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka pada Januari 2021 Read more

KBM Tatap Muka Kabupaten Pemalang mulai Januari 2021

PEMALANG, WARTADESA. - Angin segar bagi siswa-siswi di Kabupaten Pemalang yang sudah merindukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka,  Dinas Read more

Zona Orange, Pemkab Batang belum putuskan pembelajaran tatap muka

Batang, WartaDesa. - Bupati Batang, Wihaji, belum berani memutuskan pembelajaran tatap muka (KBM) lantaran wilayahnya masih masuk zona orange (oranye) Read more

Cemburu! Istri dianiaya hingga meninggal, suami gunakan alibi kecelakaan

BATANG, WARTADESA. -  Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, bau busuk akan tercium juga. Seperti pepatah, ulah DK alias Congli (25) warga Desa Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Pandemi Covid-19, jumlah warga miskin Kota Santri naik, angka stunting 21%

stunting
  • Raih Peringkat 2 Penanganan Stunting

Kajen, WartaDesa. – Pagebluk (pandemi) Covid-19 menjadi pemicu naiknya jumlah warga miskin di Kota Santri.Jika pada 2019 angka kemiskinan Kabupaten Pekalongan pada kisaran 9,71 persen, saat ini jumlahnya naik mencapai 10,19 persen.

Demikian disampaikan oleh Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar yang hadir mendampingi wakil bupati dalam acara penyerahan penghargaan pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting terintegrasi kabupaten/kota tahun 2020 di Semarang.

Menurut Yulian, naiknya angka kemiskinan tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama pemerintah daerah dan warga.  ”Tentu saja ini menjadi PR bersama, antara pemerintah dan masyarakat di masa pandemic dengan segala keterbatasan, memang harus kita fokuskan perencanaan pembangunan dalam upaya penurunan angka kemiskinan,” ujarnya.

Yulian Akbar mengungkapkan bahwa  angka stunting di Kota Santri turun dibandingkan pada tahun 2016.  Menurutnya, angka stunting di kabupaten Pekalongan tahun 2016 di kisaran 32-33 %, tahun 2019 sudah di level 21 %. “Ini percepatan capaian yang cukup bagus dan kita mendapat apresiasi dari pemerintah provinsi terkait dengan capaian evalensi stunting,“ ujarnya.

Turunnya angka stunting di Kota Santri menorehkan prestasi, untuk kesekian kalinya kembali menerima penghargaan.  Kabupaten Pekalongan mendapat penghargaan terkait kinerja aksi konvergensi percepatan pencegahan stunting terintegrasi tingkat Jawa Tengah, dan berada di peringkat ke-2 (dua).

Penghargaan secara simbolis ini diserahkan Pj Sekda Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Dr. Prasetyo Aribowo. kepada wakil bupati Pekalongan  Arini Harimurti, di ruang rapat lantai VI.A Bappeda Provinsi Jawa Tengah. (Bono)

Terkait
Mengenal Inpari IR Nutri Zinc, padi pencegah stunting

Batang, Wartadesa. - Hingga Pebruari 2020, sedikitnya 156.549 balita di Jawa Tengah mengalami stunting (kekurangan gizi kronis yang terjadi selama Read more

Pemalang masuk dalam 100 desa prioritas penanganan gizi buruk stunting

Pemalang, Wartadesa. - Kabupaten Pemalang masuk dalam 100 desa dari 10 kabupaten prioritas penanganan stunting (gizi buruk yang menyebabkan balita Read more

Acara tarik mobil dengan kemaluan dikritik warganet

Kajen, Wartadesa. -  Gelaran Guru Master Limbad "Joe Thunder" Tarik Mobil Pakai Alat Vital (kemaluan laki-laki) mendapat sorotan dan kritik Read more

Malam Jum’at, Polsek Kedungwuni amankan ratusan botol miras

Kedungwuni, Wartadesa. - Ratusan botol minuman keras (miras) yang dikemas dalam botol air kemasan disita pihak Polsek Kedungwuni dalam operasi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Dua pasien di selasar RSUD Kajen meninggal, satu isolasi mandiri

ilustrasi_corona

Karanganyar, WartaDesa. – Dua dari 10 pasien probable (dalam pengawasan) yang dirawat di selasar RSUD Kajen meninggal, satu orang menjalani isolasi mandiri. Demikian disampaikan oleh Direktur RSUD Kajen, dr Amrozi Taufik, saat dihubungi awak media.

“Saat ini ada tujuh pasien dalam pengawasan covid-19 yang masih berada di selasar rumah sakit. Sedangkan satu pasien lainnya sudah dipulangkan untuk isolasi mandiri,” ujar dr Amrozi, Selasa (15/12).

Seperti diberitakan WartaDesa sebelumnya, jumlah pasien kasus korona di RSUD Kajen melonjak melebihi kapasitas tempat tidur di ruang isolasi, hingga 10 pasien probable (dalam pengawasan) dirawat di selasar rumah sakit.

Amrozi mengungkapkan, ada satu kamar yang masih tersisa, yaitu untuk pasien kegawatdaruratan misalnya pasien kecelakaan. “Di IGD hanya ada 10 tempat tidur dan masih ada satu untuk pasien kecelakaan,” ungkapnya.

Amrozi menambahkan, saat ini  RSUD Kajen hanya akan menerima pasien Covid-19 yang memiliki penyakit pemberat (komorbit).

Manajemen rumah sakit memberi sekat-sekat sederhana bagi pasien yang dirawat di selasar, nantinya jika ada ruang isolasi yang kosong, tutur Amrozi, pasien yang berada di selasar akan menggantikan.  “Dua ruang isolasi yang ada masih penuh sehingga pasien dengan status dalam pengawasan masih dirawat inap di lorong rumah sakit. Mereka baru dipindahkan setelah ada pasien di dua ruang isolasi itu keluar,” ujarnya. (Bono)

Terkait
Satu PDP Kabupaten Pekalongan meninggal, dimakamkan di TPU Mrican Sragi

Sragi, Wartadesa. - Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang menjalani perawatan di RSUD Kajen, berinisal TI (43), meninggal dunia. Pasien Read more

Pasien RSUD Kajen dinyatakan negatif Korona

Kajen, Wartadesa. - Pasien RSUD Kajen yang sebelumnya diduga suspek Korona dinyatakan negatif. Demikian terangkum dalam klarifikasi yang digelar di Read more

BPJS Kesehatan hutang Rp 19,6 miliar lebih ke RSUD Kajen

Kajen, Wartadesa. - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen harus melakukan efisiensi agar operasional tetap berjalan. Pasalnya jumlah piutang BPJS Read more

Pelayanan RSUD Kajen jadi sorotan dewan

Kajen, Wartadesa. - Pelayanan publik bidang kesehatan di RSUD Kajen disoroti tiga fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan dalam Rapat Paripurna dalam Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Total 1770 kasus korona di Kota Santri usai Pilkada

covid

Karanganyar, WartaDesa. – Kasus virus korona di Kota Santri, hingga hari ini, Senin (14/12), menurut laman Covid Monitoring Kabupaten Pekalongan (https://corona.pekalongankab.go.id) mencapai 1770 orang. Dari data tersebut, 61 persen (1.072) terkonfirmasi, 4 persen (77) probrable dan 35 persen (621) suspek.

Data tersebut melonjak dibandingkan pada bulan Nopember 2020 sebelum pelaksanaan Pemilukada pada Desember 2020. Data pada  https://corona.pekalongankab.go.id/ pada Ahad (8/11/2020) pada pukul 09.31 WIB total kasus terkonfirmasi mencapai 499 kasus. Dengan rincian jumlah orang dalam pantauan (ODP) di Kabupaten Pekalongan ada 621 orang, 620 orang selesai pemantauan dan 1 orang meninggal dunia.

Melonjaknya kasus korona di Kota Santri tersebut mengakibatkan kapasitas tempat tidur di ruang isolasi tidak dapat menampung semua pasien Covid-19,  baik itu pasien probable maupun terkonfirmasi positif Covid-19.

Pasien yang tidak tertampung dalam ruangan, terpaksa dirawat di selasar rumah sakit.  Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur RSUD Kajen, dr Taufik Amrozi pada Sabtu (12/12). Menurutnya, ada 10 pasien yang diletakan di luar atau di selasar rumah sakit. Kesepuluh pasien itu probable semua.

Amrozi mengungkapkan, ada satu kamar yang masih tersisa, yaitu untuk pasien kegawatdaruratan misalnya pasien kecelakaan. “Di IGD hanya ada 10 tempat tidur dan masih ada satu untuk pasien kecelakaan,” ungkapnya.

Amrozi menambahkan bahwa pihaknya telah menambahkan ruang Anggrek untuk dijadikan ruang isolasi tambahan.

Berikut data korona perkecamatan yang kami lansir dari corona.pekalongankab.go.id hingga siang ini.

Data Konfirmasi Per Kecamatan

ALAMATJUMLAH KONFIRMASI
Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan,86
Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan,25
Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan,27
Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan,88
Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan,14
Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan,44
Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan,80
Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan,184
Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan,37
Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan,16
Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan,44
Kecamatan Petungkriono Kabupaten Pekalongan,4
Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan,31
Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan,64
Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan,17
Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan,111
Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan,97
Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan,33
Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan,68
luar wilayah kabupaten2
Terkait
Normalisasi, puluhan jembatan dan bangunan bakal dibongkar

Pemalang, Wartadesa. - Puluhan bangunan termasuk jembatan yang berada diatas sungai Desa Bulakan, Kecamatan Belik, Pemalang, bakal dibongkar. Bangunan tersebut Read more

Layanan persalinan Puskesmas Kedungwuni II tutup 10 hari

Kedungwuni, WartaDesa. - Pelayanan persalinan di Puskesmas Kedungwuni II, Jalan Raya Tangkil Kulon, Kedungwuni, Pekalongan ditutup untuk jangka waktu 10 Read more

Pembelajaran tatap muka di Batang bulan depan belum diijinkan

Batang, WartaDesa. - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Batang pada Januari 2021 mendatang belum diperkenankan. Meski Kemendikbud memperbolehkan pelaksanaan Read more

Pandemi Covid-19, jumlah warga miskin Kota Santri naik, angka stunting 21%

Raih Peringkat 2 Penanganan Stunting Kajen, WartaDesa. - Pagebluk (pandemi) Covid-19 menjadi pemicu naiknya jumlah warga miskin di Kota Santri.Jika Read more

selengkapnya
KesehatanSosial Budaya

Mengenal Inpari IR Nutri Zinc, padi pencegah stunting

inpari

Batang, Wartadesa. – Hingga Pebruari 2020, sedikitnya 156.549 balita di Jawa Tengah mengalami stunting (kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak). Pemenuhan gizi terutama Zn menjadi pencegah penyakit yang menyebabkan kekerdilan tersebut.

Saat ini, beras dengan kandungan Zn (Zinc/timah sari: salah satu mineral mikro yang dibutuhkan bagi setiap sel di dalam tubuh. Kecukupan mineral ini penting dalam menjaga kesehatan) ada dalam jenis padi Inpari IR Nutri Zinc yang merupakan hasil persilangan IR91153-AC 82/ IR05F102// IR 68144-2B-2-2-3-166 /// IRRI145, oleh BBPADI (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Balitbang Kementan RI), yang akan dikembangkan budi-dayanya di Kabupaten Batang.

Varietas ini dilepas oleh BBPADI pada 2019 lalu,  kaya kandungan Zn dan berfungsi untuk mengatasi kekerdilan (stunting), yang merupakan pengembangan rilis tahun 2018 sebelumnya yang dikhususkan bagi anak yang stunting atau lahir dalam kondisi pendek (cebol). Dalam upaya meningkatkan nilai gizi sekaligus untuk mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat, dilakukan biofortifikasi, yaitu perakitan varietas padi dengan kandungan Zn tinggi.

Kandungan Zn pada varietas ini sebesar 34,51 ppm sementara varietas lain seperti Ciherang memiliki kandungan 24.06 ppm. Keunggulan itulah diharapkan dapat turut mensukseskan program pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi Zinc dan meminimalisir stunting di Indonesia.

Kekurangan Zn dalam tubuh selain berakibat menurunnya daya tahan tubuh, produktifitas, dan kualitas hidup manusia, kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan atau stunting.

Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat. Varietas ini memiliki kadar amilosa 16,6 persen dan potensi kandungan Zn 34,51 ppm.

Selain kaya nutrisi, varietas ini juga memiliki produktivitas tinggi, tahan WBC, Blas, dan Tungro, serta rasa nasi enak.

Padi yang dapat ditanam pada lahan 0-600 mdpl ini akan budidayakan di Batang pada 2021 mendatanng. Menurut Kabid Pertanian dan Tanaman Pangan Dispaperta Kabupaten Batang, Dewi Wuriyanti,  program tersebut merupakan program swasembada pangan.

“Karena ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan pangan yang terjangkau untuk masyarakat sangat dibutuhkan, untuk itu program tersebut menjadi fokus kami,” ujar Dewi, Jum’at kemarin.

Dewi menambahkan, petani nantinya akan mendapat bantuan benih dari kementrian pertanian. Selain tanaman padi, menurutnya, ketahanan pangan dapat dilakukan melalui penanaman tanaman di pekarangan.

“Kami juga akan gencarkan tanaman lestari di pekarangan supaya keluarga dapat memenuhi kebutuhan pangan, dan hasilnya dapat dijual untuk menambah kebutuhan keluarga,” pungkas Dewi. (Bono)

 

Terkait
Pandemi Covid-19, jumlah warga miskin Kota Santri naik, angka stunting 21%

Raih Peringkat 2 Penanganan Stunting Kajen, WartaDesa. - Pagebluk (pandemi) Covid-19 menjadi pemicu naiknya jumlah warga miskin di Kota Santri.Jika Read more

Pemalang masuk dalam 100 desa prioritas penanganan gizi buruk stunting

Pemalang, Wartadesa. - Kabupaten Pemalang masuk dalam 100 desa dari 10 kabupaten prioritas penanganan stunting (gizi buruk yang menyebabkan balita Read more

Embrio, mengurai masalah sampah jadi solusi kemandirian pangan dan energi

Pemalang, Wartadesa. - Sampah menjadi permasalahan bagi sebagian besar diberbagai wilayah, padahal sampah bisa menjadi potensi menuju kemandirian pangan dan Read more

PPKM di Batang, jam buka warung kaki lima dibatasi sampai jam 8 malam

Batang, Wartadesa. - Pemkab Batang turut menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayahnya tanggal 11-25 Januari 2021. Aturan tersebut mengharuskan Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Kota Pekalongan belum terapkan pembelajaran tatap muka, Januari mendatang

saelani

KOTA PEKALONGAN, WARTADESA. – Pemerintah Kota Pekalongan memutuskan untuk tidak melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka pada Januari 2021 mendatang, meski Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memperbolehkan hal tersebut. Kewenangan pembelajaran tatap muka diputuskan oleh pemerintah daerah, komite sekolah, pihak sekolah dan orang tua siswa.

“Sampai sekarang belum berani, statusnya masih belum memungkinkan (tatap muka), karena melihat situasi kasus Covid-19 di Kota Pekalongan belum reda,” ujar Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz usai membuka grup diskusi terfokus Optimalisasi Pajak di Ruang Amarta, Setda.

Menurut Saelany, saat ini kasus Covid-19 di Kota Batik masih fluktuatif. Pihaknya belum mengizinkan KBM secara tatap muga, lantaran adanya kluster baru di salah satu lembaga pendidikan pondok pesantren yang 14 anak didiknya terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kota Pekalongan sampai hari ini belum memungkinkan dibuka untuk KBM tatap muka, apalagi di salah satu pondok pesantren kita ada santrinya yang terpapar 12 orang ditambah lagi dua hari ini,” terangnya.

Menurut Saelany, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola pondok pesantren tersebut untuk penanganan lebih lanjut.

Saelany menyebut, saat ini Kota Pekalongan masuk zona merah.  Pihaknya senantiasa mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan melalui penerapan 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan memakai sabun dan menjaga jarak aman minimal 1,5-2 meter sebagai upaya pencegahan Covid-19 yang sangat efektif.

“Ini kita prihatin sekali apakah pesantrennya harus ditutup sementara atau dipulangkan terlebih dahulu santrinya, dan yang sakit harus diseriusi untuk penanganannya. Dari pengelola pondok pesantrennya meminta seluruh santri untuk bisa di swab semuanya. Kalau terkonfirmasi positif, kita harus cepat-cepat bertindak , ini tidak bisa dibiarkan karena pesantren itu kan 1 ruang saja untuk beberapa orang. Jadi untuk keputusan izin KBM tatap muka ini kita belum ada,” tandasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Bawaslu Jateng telusuri dugaan politik uang dalam Pilkada Kabupaten Pekalongan

Semarang, WartaDesa. - Bawaslu Provinsi Jawa Tengah akan menelusuri dugaan praktik politik uang yang terjadi dalam gelaran Pemilukada di Kabupaten Read more

Lazismu Kabupaten Pekalongan diganjar penghargaan Program Kemanusiaan Terbaik

KAJEN, WARTADESA. - Lembaga Amil Zakat dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai lembaga dengan Program Kemanusiaan Terbaik tingkat Read more

Tak ada titik temu, usulan UMK Kota dan Kabupaten Pekalongan dua versi

Pekalongan, WartaDesa. - Sidang dewan pengupahan di Kota dan Kabupaten Pekalongan mengalami kebuntuan alias deadlock. Masing-masing pihak bersikeras terkait kenaikan Read more

4 Tahun Wartadesa, Serangkaian Kegiatan Sosial Digelar

Kabupaten Pekalongan, WartaDesa. - Memasuki tahun ke-4 usia media komunitas Wartadesa, para penggiat media dengan tagline "Saatnya Warga Bersuara" ini Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikPendidikan

Zona Orange, Pemkab Batang belum putuskan pembelajaran tatap muka

wihaji

Batang, WartaDesa. – Bupati Batang, Wihaji, belum berani memutuskan pembelajaran tatap muka (KBM) lantaran wilayahnya masih masuk zona orange (oranye) Covid-19, meski Kementrian Pendidikan sudah memberikan lampu hijau untuk sekolah menjalankan KBM tatap muka, Januari 2021 mendatang.

“Sudah ada peraturan peraturan memperbolehkan sekokah tatap muka, Tapi kalau statusnya masih merah, orange kita tidak berani,” ujar orang nomor satu di Kota Batang Berkembang tersebut, Rabu (25/11).

Wihaji menyebut, saat ini  total jumlah terkonfirmasi positif  sebanyak 1.028 orang,  isolasi mandiri 206 orang, sembuh 719 orang, meninggal dunia 59 orang, dirujuk 2 orang.

Meski sebelumnya Batang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka untuk tingkat TK sampai dengan SMP sederajat. KBM tatap muka dihentikan akibat status orange.

“Kalau sudah kuning silahkan pembelajaran tatap muka lagi karena pihak wali siswa siap bertanggung jawab dengan memndatangani surat pernyataan,” lanjut Wihaji.

Meski demikian, lanjut Wihaji, jika orang tua keberatan dengan KBM tatap muka, mereka diperkenankan untuk tidak mengikuti pembelajaran tatap muka. “Kewajiban Pemerintah melayani supaya bisa mengenyam pendidikan, karena sudah jenuh dengan pembelajaran online,” jelasnya.

Wihaji berharap pada Januari mendatang, wilayahnya masuk zona kuning bahkan hijau sehingga pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan dapat dilakukan. (Bono/Eva Abdullah)

Terkait
Pembelajaran tatap muka di Batang bulan depan belum diijinkan

Batang, WartaDesa. - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Batang pada Januari 2021 mendatang belum diperkenankan. Meski Kemendikbud memperbolehkan pelaksanaan Read more

Kota Pekalongan belum terapkan pembelajaran tatap muka, Januari mendatang

KOTA PEKALONGAN, WARTADESA. - Pemerintah Kota Pekalongan memutuskan untuk tidak melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka pada Januari 2021 Read more

KBM Tatap Muka Kabupaten Pemalang mulai Januari 2021

PEMALANG, WARTADESA. - Angin segar bagi siswa-siswi di Kabupaten Pemalang yang sudah merindukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka,  Dinas Read more

Cemburu! Istri dianiaya hingga meninggal, suami gunakan alibi kecelakaan

BATANG, WARTADESA. -  Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, bau busuk akan tercium juga. Seperti pepatah, ulah DK alias Congli (25) warga Desa Read more

selengkapnya