close

Kesehatan

KesehatanLayanan Publik

RS Bendan Overload, di tempat lain tempat tidur tinggal satu atau dua

bed

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan membuat okupasi (ketersediaan) tempat tidur (bed) ruang perawatan tinggal satu atau dua tempat tidur. Bahkan, menurut Walikota Pekalongan, ruang isolasi RSUD Bendan sudah melebihi kapasitas (overload). Demikian disampaikan Afzan Arslan Djunaid  usai menghadiri kegiatan Sosialisasi Perwal Wajib PAUD 1 Tahun Pra SD, di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Jumat (18/06).

“Ruang isolasi rawat inap di RSUD Bendan sudah overload dengan kapasitas tempat tidur 26, dan kita sudah merawat 36 pasien terkonfirmasi positif, dimana ada 10 orang masih dirawat darurat di IGD khusus Covid. Sementara di rumah isolasi milik Pemerintah Kota Pekalongan hanya tersisa 1 atau 2 bed yang kosong,” tutur Aaf.

Melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Batik tersebut membuat jajaran Pemkot meminta agar warga menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Aaf berharap dengan perilaku warganya yang taat terhadap protokol kesehatan, akan menghindarkan Kota Pekalongan dari zona merah penularan Covid-19.

“Kami tidak ingin klaster penularan di salah satu SMA Negeri dan Pondok Pesantren di Kota Pekalongan ini terulang kembali. Kami juga masih gencar melakukan tes swab antigen baik kepada semua santri,pengurus maupun pengasuh pondok pesantren,” lanjut Aaf.

Aaf menambahkan, klaster SMA Negeri 4 sudah selesai, tinggal klaster pondok pesantren Syafi’i Akrom. Pemkot masih melakukan tes swab antigen kepada seluruh santri, pengurus dan pengasuh pondok.

“Dari semua yang kami swab, ada 48 orang yang terkonfirmasi positif dari pondok pesantren tersebut dan langsung kami pindahkan ke lokasi isolasi terpusat untuk melakukan isolasi mandiri,” pungkas Aaf. (Bono)

Terkait
Satu PDP asal Malang meninggal di RSUD Bendan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Seorng Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjenis kelamin perempuan, berusia 35 tahun meninggal dunia setelah dirawat di Read more

Polres Pekalongan Gelar Operasi Premanisme Dan Pungli

Kajen, Wartadesa. - Jajaran Polres Pekalongan saat ini tengah menggelorakan kegiatan Operasi Premanisme. Kegiatan razia preman dilaksanakan oleh Polres Pekalongan Read more

Nekat Beroperasi Lagi, Prostitusi Berkedok Warung Makan Disegel Polisi

Kab Pekalongan, Wartadesa. - Kepolisian Sektor (Polsek) Kesesi bersama dengan Koramil Kesesi, Trantib Kecamatan Kesesi dan Kepala Desa Krandon serta Read more

Jam buka Kafe dibatasi hingga pukul sembilan malam

Kajen, Wartadesa. - Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Pekalongan meminta agar kafe membatasi jam buka hingga pukul 21.00 WIB. Hal tersebut Read more

selengkapnya
Kesehatan

Tes Swab acak di Kota Pekalongan, lima orang reaktif

satgas covid

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Lima orang pengunjung tempat keramaian di Kota Pekalongan teridentifikasi reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab secara acak yang digelar oleh Pemkot Pekalongan bersama TNI/Polri, Satpol PP, BPBD, Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya, Sabtu (12/06) malam.

Operasi yustitusi yang menyasar empat lokasi keramaian di Kota Pekalongan, yakni, kawasan alun-alun, kompleks makam Sapuro, exit tol Setono dan Dupan Square tersebut melibatkan 250 personel, dimulai sejak pukul 20.00 WIB.

Hingga pukul 21.30 WIB petugas telah melakukan swab antigen, dan didapati lima orang reaktif.

Menurut Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, mereka yang reaktif akan diambil langkah lanjut, yakni melakukan isolasi mandiri dan akan dites swab PCR.

Aaf, panggilan akrab walikota menambahkan bahwa  operasi yustitusi merupakan instruksi dari Presiden melalui Panglima TNI dan Kapolri saat kunjungan ke Kota Pekalongan beberapa waktu lalu.

Menurut Aaf, kasus Covid-19 di Kota Pekalongan mengalami tren kenaikan. Sehingga untuk mengantisipasi lonjakan kasus, pihaknya melakukan pengetatan protokol kesehatan.

Masih minimnya kesadaran warga terkait penerapan protokol kesehatan, Aaf meminta agar warga meningkatkan lagi penerapan prokes, karena paling efisien untuk mencegah covid-19. (Buono)

Terkait
Kasus Korona Pemalang, ribuan orang jalani rapid, 180 orang swab tes

12 orang dinyatakan reaktif, 54 Kades/Lurah tak datang Pemalang, Wartadesa. - Seribu orang ASN di lingkungan Pemkab Pemalang, TNI-Polri, Lurah Read more

Pemkab Batang gelar swab tes di sejumlah pasar tradisional

Batang, Wartadesa. - Pemkab Batang hari ini bakal menggelar swab tes di sejumlah pasar tradisional Kota Berkembang. Swab tes digelar Read more

Hasil rapid tes, dua ASN Kota Santri positif

Kajen, Wartadesa. - Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Santri, positif, setelah dilakukan tracking dan rapid tes. Namun rapid tes Read more

Innalillahi! Satu pasien Korona Kota Pekalongan meninggal

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Innalillahi wa inna illaihi roji'un, satu pasien Korona yang menjalani perawatan di RSUD Kraton, S (56) Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Digerogoti kanker ganas, kaki pemuda asal Tersono membesar

kangker batang

Batang, Wartadesa. – Kanker ganas yang menggerogoti setahun terakhir remaja bernama Ifan Ferdianyanto (18), warga Dukuh Muliwung Desa Rejosari Barat, Kecamatan Tersono Kabupaten Batang, membuat kakinya membesar. Ia terpaksa sehari-harinya berbaring karena tidak mampu menopang badannya untuk berdiri maupun berjalan.

Kanker ganas telah menggerogoti kaki kanannya. Iapun sempat menjalani kemoterapi di RS Moewardi Solo sebanyak 19 kali. Namun penyakitnya belum lepas dari tubuhnya.

Mendengar informasi tersebut, Wakil Bupati Batang Suyono mengunjungi ke rumah keluarga Subekti untuk menjenguk Ifan Ferdianyanto.

Didatangi wakil bupati, Ifan merasa terharu dan senang.  Sementara itu Suyono meminta agar Ifan terus berdoa dan berusaha untuk kesembuhannya.

“Penyakit datangnya dari Allah SWT, untuk itu kita harus berdoa meminta kesembuhan serta berusaha berobat mencari alternatif demi kesembuhan. Terlebih Ifan masih berusia 18 tahun yang seharusnya masih duduk di bangku SMA untuk mengejar cita-citanya,” tutur Suyono.

Suyono meminta agar orang tua Ifan, Subekti untuk selalu mengabarkan kondisi putrana melalui WhatsApp untuk membantu pengobatan remaja yang kini kehilangan seluruh rambutnya akibat kanker yang dideritanya.

“Di zaman yang serba media sosial (medsos) ini, manfaatkan medsos untuk menyampaikan informasi positif, seperti mengabarkan warga yang sedang mengalami musibah dan jangan sungkan untuk WhatsApp atau DM ke akun baik Bupati maupun Wakil Bupati Batang demi kesejahteraan warga,” kata Suyono. (Buono)

 

Terkait
Derita kanker Rasufarid, Wiwik butuh bantuan

Wonopringgo, Wartadesa. - Wiwik, warga Dukuh Wonolobo Rt 02/01 Desa Satrodirjan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan membutuhkan uluran tangan para dermawan Read more

DMI minta pemudik Batang disediakan tempat Salad Id khusus

Batang, Wartadesa. - Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Batang meminta seluruh takmir masjid se-Kabupaten Batang menyediakan tempat khusus bagi para pemudik Read more

Bupati Batang larang takbir keliling

Batang, Wartadesa. - Bupati Batang, Wihaji melarang pelaksanaan pawai takbir keliling dengan mengeluarkan maklumat  agar masyarakat tidak menggelar takbir keliling pada Read more

Banjir bercampur lumpur kembali landa Pantai Celong

Batang, Wartadesa. - Setiap hujan turun, kini kawasan Pantai Celong, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Batang mengalami banjir. Seperti sebelumnya, hujan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Jam buka Kafe dibatasi hingga pukul sembilan malam

kafe

Kajen, Wartadesa. – Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Pekalongan meminta agar kafe membatasi jam buka hingga pukul 21.00 WIB. Hal tersebut untuk mengantisipasi lonjakan kasus akhir-akhir ini.

Tim sebelumnya melakukan sidak di salah satu kafe di Wonopringgo dan Ambokembang, Kedungwuni. Di kafe Wonopringgo, Tim Satgas Covid-19 mendapati pengunjung berkerumun dan tidak menerapkan protokol kesehatan. Sementara di salah satu kafe di Ambokembang, menggelar live music.

Kapolres Pekalongan, AKP Darno mengungkapkan bahwa kafe diminta tutup maksimal pukul 21.00 WIB dan tidak menggelar hiburan seperti live music. Pun para pengunjung dibatasi untuk tidak terlalu lama konngkow-kongkow di kafe.

“Ketentuan sudah ada surat edaran, diantaranya harus memakai masker, jaga jarak, tempat duduk disesuaikan. Setelah ini akan kita tindaklanjuti dengan rapat bersama pemda,” kata Kapolres, Sabtu (05/06).

Darno menghimbau warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. “kita lakukan ini untuk mencegah masyarakat agar selalu sehat dan terjaga dari covid 19,” harapnya.

Polisi Bagi Masker di Batang

Sementara itu petugas kepolisian di Batang membagikan sejumlah masker pada pengunjung alun-alun Batang yang tidak mengenakan masker.

Puluhan aparat gabungan dari Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batang menghentikan pengendara yang tidak memakai masker. Tidak hanya sepeda motor atau mobil, pejalan kaki pun dihentikan petugas.

“Kegiatan ini dalam rangka pendisiplinan protokol kesehatan dan mendukung pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro,” kata Kabag Ops Polres Batang, Kompol Raharja di lokasi, Ahad (6/6/2021).

Ia mengingatkan warga untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, khususnya memakai masker saat beraktivitas. Jika kedapatan tidak bermasker, oleh petugas bisa terkena sanksi sosial.

Raharja menyebut, bagi para pelanggar protokol kesehatan diberikan teguran. Sebagian dari mereka juga mendapat sanksi sosial mulai dari menghapal Pancasila, menyanyikan lagu nasional dan push up.

Kali ini, pihaknya juga membagikan masker dan kampanyekan pentingnya prokes 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari berkerumun dan membatasi mobilitas.

“Harapan kami, warga makin patuh dengan protokol kesehatan, sebab pandemi Covid-19 belum berakhir,” tuturnya. (Buono)

Terkait
RS Bendan Overload, di tempat lain tempat tidur tinggal satu atau dua

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan membuat okupasi (ketersediaan) tempat tidur (bed) ruang perawatan tinggal satu Read more

Fasilitas umum gencar disemprot disinfektan
Wartadesa foto

Fasilitas umum gencar disemprot disinfektan Kabupaten Pekalongan - Sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19, petugas gabungan yang Read more

Polres Pekalongan Gelar Operasi Premanisme Dan Pungli

Kajen, Wartadesa. - Jajaran Polres Pekalongan saat ini tengah menggelorakan kegiatan Operasi Premanisme. Kegiatan razia preman dilaksanakan oleh Polres Pekalongan Read more

Nekat Beroperasi Lagi, Prostitusi Berkedok Warung Makan Disegel Polisi

Kab Pekalongan, Wartadesa. - Kepolisian Sektor (Polsek) Kesesi bersama dengan Koramil Kesesi, Trantib Kecamatan Kesesi dan Kepala Desa Krandon serta Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Masih ada 1 zona merah, 3 zona oranye dan 63 zona kuning di Kota Pekalongan

panglima tni

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Kasus Covid-19 di Kota Pekalongan masih menyisakan satu zona merah, yakni klaster SMA 4, tiga zona oranye, dan 63 zona kuning, paska penerapan PPKM berskala mikro. Demikian disampaikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam Apel Bersama TNI-Polri-Satgas Covid-19 dalam rangka penguatan pelaksanaan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan untuk pengendalian Covid-19 di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, bertempat di Lapangan Mataram, Kota Pekalongan, Ahad (6/6/2021) sore.

“Kota Pekalongan juga membuktikan bahwa pelaksanaan PPKM berskala mikro dengan berbasis RT/RW yang masuk zona merah (ada) 1 yaitu adanya klaster SMA 4 namun bisa terkendali. Zona oranye ada 3, zona kuning 63, dan zona hijau 1.615,” ungkap Panglima TNI.

Hadi menilai pelaksanaan pengendaian Covid-19 di Kota dan Kabupaten Pekalongan berhasil.  Menurutnya saat ini kasus aktif di Kota Pekalongan sejumlah 81 dengan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit dibawah 40 persen.

Meski demikian, Hadi menghimbau agar warga tetap menggunakan masker meskipun sudah divaksin.  “Dengan menggunakan masker maka kita menyayangi anak kita, istri atau suami kita, tetangga kita. Saya menggunakan masker adalah dalam rangka melindungi mereka, melindungi keluarga saya. Termasuk mereka yang menggunakan masker adalah melindungi saya. Sehingga menggunakan masker, saya melindungi saudara, dan saudara melindungi saya sehingga tidak terjangkit Covid-19,”  lanjutnya.

panglima TNI berpesan agar pelaksanaan tugas penegakan prokes tidak menjadikan warga sebagai obyek, sehingga warga memiliki kesadaran tinggi untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Mari kita sama-sama melaksanakan tugas negara, tugas mulia ini dengan sebaik-baiknya, mengajak seluruh masyarakat untuk patuh terhadap prokes karena untuk menyelamatkan umat manusia, menyelamatkan rakyat Pekalongan supaya terhindar dari bahaya Covid-19,” pungkas  Hadi Tjahjanto. (Buono)

Terkait
PPKM Mikro Kota Pekalongan diperpanjang hingga 22 Maret

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan,   memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro hingga 22 Maret 2021 karena program Read more

Jateng perpanjang PPKM Mikro dua pekan mendatang

Temanggung, Wartadesa. - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Jateng yang akan berakhir pada 8 Maret 2021 akan diperpanjang Read more

PPKM Mikro Kota Santri, tiga desa masuk zona merah

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerapkan PPKM Mikro sejak 9-22 Pebruari 2021. Penerapan pembatasan wilayah berskala RT/RW ini diterapkan Read more

Isolasi mandiri di desa atau kabupaten bakal dapat insentif 1 juta

Batang, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Batang bakal menggelontorkan insentif sebesar Rp 1 juta bagi warga positif Covid-19 yang melakukan isolasi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Khawatir dampak imunisasi Covid-19, vaksinasi di Karangdowo belum penuhi target

covid karangdowo

Kedungwuni, Wartadesa. – Masih banyaknya kekhawatiran lansia di Desa Karangdowo terhadaf efek (dampak) vaksinasi Covid-19, membuat target vaksinasi dengan sasaran warga diatas usia 60 tahun ini belum mencapai target.

Melansir laman web resmi Desa Karangdowo, dari 348 sasaran vaksinasi Covid-19 untuk lansia, yang sudah menjalani vaksinasi tahap pertama pada 5 Mei 2021 sebanyak 98 orang. Sedang vaksinasi tahap kedua pada 3 Juni 2021 diikuti oleh 49 orang.

Vaksinasi yang dihelat bekerjasama dengan Puskesmas Kedungwuni II tersebut merinci jumlah peserta lansia yang telah melakukan vaksinasi.

Tahap pertama lansia yang hadir berjumlah 98 orang dengan rincian 78 orang mendapat vaksin, 19 orang ditunda dan 1 orang tidak diberikan.  Tahap kedua lansia yang hadir mengalami penurunan yaitu berjumlah 49 orang dengan rincian 44 orang mendapat vaksin dan 5 orang ditunda.

Menurut Kepala Desa Karangdowo, Hufron, pemerintah desa telah berusaha maksimal dengan memberikan edukasi pentingnya vaksinasi Covid-19.

“Namun banyak dari masyarakat yang ditemui mengungkapkan adanya kekhawatiran akan akibat yang ditimbulkan dan sebagian yang lain dalam kondisi yang tidak sehat. Padahal perlu diketahui bersama bahwa Vaksin Covid-19 telah dijamin keamanan dan kualitasnya oleh BPOM dan kehalalannya oleh Majelis Ulama Indonesia.” Ujar Hufron.

Hufron menambahkan, pihaknya terus menghimbau warganya apabila ada vaksinasi Covid-19 lagi, warga dapat mengikutinya tanpa rasa takut dan khawatir,  “karena hal ini demi kebaikan bersama agar pandemi Covid-19 dapat segera teratasi dan kehidupan dapat kembali seperti semula.” Lanjutnya.

Gelaran vaksinasi Covid-19 tahap dua tersebut dimonitor langsung oleh Kapolres Pekalongan, Kapolsek Kedungwuni, Kepala Puskesmas Kedungwuni II beserta rombongan.  (Buono)

Terkait
600 warga Pekalongan bakal divaksin, ditandai dengan barkode

Kajen, Wartadesa. - Usai vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kota Santri, Pemkab Pekalongan akan melakukan vaksinasi kepada warga. Read more

Nakes Pekalongan bakal divaksin Pebruari mendatang

Kajen, Wartadesa. - Tenaga kesehatan (nakes) di Kota Santri akan mendapatkan vaksin Covid-19 pada Pebruari mendatang, sementara untuk masyarakat luas, Read more

Nekat Beroperasi Lagi, Prostitusi Berkedok Warung Makan Disegel Polisi

Kab Pekalongan, Wartadesa. - Kepolisian Sektor (Polsek) Kesesi bersama dengan Koramil Kesesi, Trantib Kecamatan Kesesi dan Kepala Desa Krandon serta Read more

Jam buka Kafe dibatasi hingga pukul sembilan malam

Kajen, Wartadesa. - Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Pekalongan meminta agar kafe membatasi jam buka hingga pukul 21.00 WIB. Hal tersebut Read more

selengkapnya
Kesehatan

Takut ‘nggak bisa berdiri’ peminat Vasektomi di Batang, rendah

bkkbn batang

Batang, Wartadesa. – Gara-gara takut dan khawatir organ reproduksinya ‘nggak bisa berdiri’ pria di Kabupaten Batang enggan mengikuti vasektomi. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Batang, Supriyono, kemarin.

“Dari anggapan pihak laki-laki ada kekhawatiran jika melakukan medis operasi pria (MOP) atau vasektomi, maka tidak bisa ‘berdiri’ (ejakulasi). Padahal itu tidak benar,” ucap Supriyono.

Menurut Supriyono bagi pria yang menjalani vasektomi akan mendapatkan penghargaan setara uang tiga hari kerja atau Rp 300 ribu ditambah dari CSR Rp 500 ribu. “CSR dari salah satu bank dengan menyediakan tabungan sebesar Rp 500 ribu bagi pria yang melakukan vasektomi. Jadi total Rp 800 ribu.” Lanjutnya.

Supriyono menyebut bahwa vasektomi sudah sesuai dengan kaidah kesehatan dan aturan agama. “Dan itu sudah dikaji dari sisi kesehatan hingga agama. Karena itu kami imbau, bagi pasangan yang istrinya tidak ber-KB, maka pihak laki-laki bisa melakukan KB pria,” ucapnya.

Singgih Pujiyono, salah satu pria yang sudah divasektomi menceritakan pengalamannya. Ia bercerita awalnya takut melakukan vasektomi karena mitos tidak bisa ‘berdiri’ atau ejakulasi. Tapi melihat istri tidak cocok dengan KB baik suntik dan srbagainya, ia tidak tega.

“Akhirnya saya vasektomi dan tetap bisa melakukan aktivitas (hubungan suami istri) seperti biasa. Saya membuktikan sendiri sampai sekarang,” ucapnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Satreskrim Polres Batang tindaklanjuti temuan tujuh plat nomor palsu

Batang, Wartadesa. - Satreskrim Polres Batang menindaklanjuti temuan tujuh pelanggar ELTE (e-tilang) yang menggunakan pelat nomor palsu. Demikian diungkapkan oleh Read more

DMI minta pemudik Batang disediakan tempat Salad Id khusus

Batang, Wartadesa. - Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Batang meminta seluruh takmir masjid se-Kabupaten Batang menyediakan tempat khusus bagi para pemudik Read more

Bupati Batang larang takbir keliling

Batang, Wartadesa. - Bupati Batang, Wihaji melarang pelaksanaan pawai takbir keliling dengan mengeluarkan maklumat  agar masyarakat tidak menggelar takbir keliling pada Read more

Banjir bercampur lumpur kembali landa Pantai Celong

Batang, Wartadesa. - Setiap hujan turun, kini kawasan Pantai Celong, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Batang mengalami banjir. Seperti sebelumnya, hujan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Kepala Dinkes Batang mundur

mukhlasin

Batang, Wartadesa. – Ditengah-tengah penanganan Covid-19 di Kabupaten Batang,  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, dr Muchlasin MKes mengundurkan diri dari jabatannya.

Bupati Batang, Wihaji, pun membenarkannya. Bupati mengatakan bahwa Muchlasin mengajukan permohonan pengunduran diri pada pertengahan Maret 2021 lalu, dan baru disetujui pada awal April 2021.

“Ya, beliau mengundurkan diri dan  sudah mengajukan surat pernyataan pengunduran diri pada Maret kemarin, dan April saya setujui,” ujar Bupati Wihaji, Selasa (27/04).

Ia pun mengatakan, kalau alasan pengunduran dr Muchlasin setelah ditanya dari hari ke hati  beralasan karena sakit. “Beliau sakit, jadi saran dari pihak keluarganya tidak bisa melaksanakan tugas dengan beban berat,” ungkap Wihaji.

Adapun kini Muchlasin menyandang status baru sebagai pejabat fungsional di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang.

Sedangkan untuk mengisi kekosongan kursi jabatan Kepala Dinkes Batang, kini dr. Didiet Wisnuhardanto, Kepala Puskesmas Tulis dipercayai untuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt).

Bupati Wihaji menegaskan, bahwa pengunduran diri Muchlasin tidak akan mengganggu upaya pemerintah daerah dalam hal penanganan Covid-19.

“Tidak akan mengganggu penanganan Covid-19. Hal seperti ini sudah biasa. Di mana OPD ini memiliki sistem, yang didalamnya terdapat para kabid dan kasie, sehingga selama mereka jalan semua, saya kira tidak ada masalah,” tukas Bupati. (Eva Abdullah)

Terkait
Satreskrim Polres Batang tindaklanjuti temuan tujuh plat nomor palsu

Batang, Wartadesa. - Satreskrim Polres Batang menindaklanjuti temuan tujuh pelanggar ELTE (e-tilang) yang menggunakan pelat nomor palsu. Demikian diungkapkan oleh Read more

DMI minta pemudik Batang disediakan tempat Salad Id khusus

Batang, Wartadesa. - Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Batang meminta seluruh takmir masjid se-Kabupaten Batang menyediakan tempat khusus bagi para pemudik Read more

Bupati Batang larang takbir keliling

Batang, Wartadesa. - Bupati Batang, Wihaji melarang pelaksanaan pawai takbir keliling dengan mengeluarkan maklumat  agar masyarakat tidak menggelar takbir keliling pada Read more

Banjir bercampur lumpur kembali landa Pantai Celong

Batang, Wartadesa. - Setiap hujan turun, kini kawasan Pantai Celong, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Batang mengalami banjir. Seperti sebelumnya, hujan Read more

selengkapnya
Kesehatan

Budaya Ngapi’i jadi pemicu stunting di Kota Santri

stunting1

Kajen, Wartadesa. – Budaya selepas melahirkan ‘Ngapi’i’ yakni ibu yang melahirkan hanya makan-makanan tertentu sebelum 40 hari kelahiran, tidak boleh makan yang amis-amis seperti ikan, daging dan telur, menjadi pemicu tingginya stunting di Kota Santri. Demikian disampaikan oleh Munafah Asip Kholbihi, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan.

“Kasus di Sabarwangi, anak-anak stunting ternyata orang tuanya melakukan ngapii. Mereka diawasi simbah-simbahnya untuk ngapii. Sebelum 40 hari, tidak boleh makan amis-amis,” ujar Munafah dalam acara Rembug Stunting Tingkat Kabupaten Pekalongan tahun 2021 yang diselenggarakan di Aula Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (20/4/2021).

Diketahui, Empat wilayah penyumbang angka stunting (kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya) di Kota Santri yakni Kecamatan Buaran, Karangdadap, Kajen dan Wonopringgo.

Menurut Munafah, kader PKK di tingkat desa terus berupaya memberikan sosialisasi ke ibu hamil dan melahirkan untuk memperhatikan asupan gizinya. Kultur ngapii ini tidak boleh dibiarkan terus berlangsung karena bisa memicu stunting.

Pjs Sekda Kabupaten Pekalongan, Bambang Irianto menyebut angka stunting saat ini sebanyak 1.631 balita dari jumlah balita yang ditimbang sebanyak 10.316 anak atau 15,81 persen.

Bambang menyebut dari hasil identifikasi, penyebab stunting tersebut banyak macamnya. Sehingga tidak bisa ditangani secara parsial. “Misal dari segi kesehatannya, harus ada penanganan dari mulai ibu hamil, melahirkan sampai usia balita,” ujar Bambang.

“Adapun pemicunya bisa gizi buruk, dan juga faktor yang menyangkut sanitasi, termasuk air bersih. Sehingga perlu diidentifikasi secara keseluruhan sehingga bisa ditangani,” lanjutnya.

Sementara itu Budi Darmoyo dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan mengungapkan bahwa intervensi yang dilakukan dalam pencegahan stunting tidak semata dari segi kesehatan semata.

“Jangan terjebak stunting di masalah kesehatan saja. Intervensi lebih banyak di luar kesehatan. Itu yang harus kita cari dan keroyok. Banyak faktor pemicunya seperti akses air bersih kurang, ODF kurang, dan lainnya,” terang Budi Darmoyo. (Eva Abdullah)

Terkait
Pandemi Covid-19, jumlah warga miskin Kota Santri naik, angka stunting 21%

Raih Peringkat 2 Penanganan Stunting Kajen, WartaDesa. - Pagebluk (pandemi) Covid-19 menjadi pemicu naiknya jumlah warga miskin di Kota Santri.Jika Read more

Mengenal Inpari IR Nutri Zinc, padi pencegah stunting

Batang, Wartadesa. - Hingga Pebruari 2020, sedikitnya 156.549 balita di Jawa Tengah mengalami stunting (kekurangan gizi kronis yang terjadi selama Read more

Pemalang masuk dalam 100 desa prioritas penanganan gizi buruk stunting

Pemalang, Wartadesa. - Kabupaten Pemalang masuk dalam 100 desa dari 10 kabupaten prioritas penanganan stunting (gizi buruk yang menyebabkan balita Read more

Jam buka Kafe dibatasi hingga pukul sembilan malam

Kajen, Wartadesa. - Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Pekalongan meminta agar kafe membatasi jam buka hingga pukul 21.00 WIB. Hal tersebut Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Stasiun Pekalongan buka layanan GeNose

KA-pkl-Layani-vaksin-G-nose.jpg

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Pelayanan pemeriksaan GeNose C19 bagi para penumpang kereta, kini dapat dinikmati di Stasiun Pekalongan mulai 30 Maret 2021. Hal demikian disampaikan oleh Kepala Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiantoro di Pekalongan, kemarin.

“Kami berkomitmen dalam memberikan pelayanan kepada penumpang untuk memenuhi syarat bepergian dengan KA di masa pandemi. Adapun layanan GeNose C19 di stasiun Pekalongan, merupakan kali pertama beroperasi,” kata Krisbiantoro.

Selain di Pekalongan, pemeriksaan GeNose juga dibuka untuk para penumpang di Stasiun Tawang, Poncol, Tegal dan Cepu.

Kris menjelaskan, mekanisma pemeriksaan GeNose yakni penumpang harus dalam kondisi sehat dan memiliki tiket KA jarak jauh. 30 menit sebelum pengambilan sampel GeNose, calon penumpang dilarang merokok, makan dan minum selain air putih.

Waktu berlakunya GeNose, menurut Kris yakni 3×24 jam, seperti PCR atau rapid antigen. Namun saat akhir pekan diberlakukan aturan 1×24 jam.

“Apabila hari libur nasional atau ‘long weekand’ pemerintah mengeluarkan aturan berbeda yaitu hanya berlaku 1×24 jam. Untuk prosesnya mudah, cepat, nyaman, dan terjangkau hanya Rp30 ribu, serta hasilnya hanya perlu menunggu sekitar 5 menit saja,” lanjut Kris.

Calon penumpang kereta akan dilayani pemeriksaan GeNose dari Senin hingga Kamis  mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB dan Jumat-Minggu pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. (Bono)

Terkait
Fasilitas umum gencar disemprot disinfektan
Wartadesa foto

Fasilitas umum gencar disemprot disinfektan Kabupaten Pekalongan - Sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19, petugas gabungan yang Read more

Polres Pekalongan Gelar Operasi Premanisme Dan Pungli

Kajen, Wartadesa. - Jajaran Polres Pekalongan saat ini tengah menggelorakan kegiatan Operasi Premanisme. Kegiatan razia preman dilaksanakan oleh Polres Pekalongan Read more

Nekat Beroperasi Lagi, Prostitusi Berkedok Warung Makan Disegel Polisi

Kab Pekalongan, Wartadesa. - Kepolisian Sektor (Polsek) Kesesi bersama dengan Koramil Kesesi, Trantib Kecamatan Kesesi dan Kepala Desa Krandon serta Read more

Jam buka Kafe dibatasi hingga pukul sembilan malam

Kajen, Wartadesa. - Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Pekalongan meminta agar kafe membatasi jam buka hingga pukul 21.00 WIB. Hal tersebut Read more

selengkapnya