close

Kesehatan

KesehatanLayanan Publik

Dua warga Batang positif Korona, satu diantaranya tenaga medis

korona batang

Batang, Wartadesa. -Dua warga Batang dinyatakan positif Korona (Covid-19), salah satunya sebagai tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit swasta di Batang. Kedua pasien yang terpapar Covid-19 tersebut saat ini sudah dirujuk ke Rumah Sakit dr. Karyadi Semarang. Demikian diungkapkan Wihaji, Bupati Batang dalam konferensi pers, Kamis (02/04).
“Dua Pasien tersebut positif terpapar covid 19 diketahui dari hasil rapid test, Pasien 01 berjenis kelamin laki-laki dan Pasien 02 berjenis kelamin perempuan. Dari riwayatnya dua pasien tersebut mereka pernah melakukan perjalanan luar kota”  ujar Wihaji. (Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Dua warga Pemalang positif Korona

tele

Pemalang, Wartadesa. – Seperti janji Bupati Pemalang, Junaedi dalam konfernsi pers semalam, hari ini Kamis (02/04) diumumkan bahwa dua warganya yang semula berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dinyatakan positif Korona (Covid-19).

Pengumuman tersebut setelah mendapatkan hasil pemeriksaan swap. “Satu pasien dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. Ashari Pemalang dan satu pasien lainnya dirawat di RST Bhakti Wira Tamtama, Semarang. Pasien berjenis kelamin laki-laki berumur  61 tahun, sedangkan pasien perempuan berumur 60 tahun. Kondisi pasien laki-laki sendiri saat ini dalam kondisi stabil.” Ujar Junaedi dalam  jumpa teleconference yang digelar di Posko Penangangan Covid 19 Pendopo Kabupaten Pemalang.

Junaedi menambahkan bahwa dua pasien tersebut berasal dari Desa Sidorejo, Kecamatan Comal, Pemalang. Pasien semula mengeluh sakit demam dan sesak nafas usai ziarah dari Solo, Yogyakarta dan Kebumen. Pasien kemudian menjalani perawatan di RS Siaga Medika, Kamis (19/03) dan dirujuk ke RS Bhakti Wira Tamtama, Semarang. Kemudian dinyatakan PDP.

Teleconference dihadiri oleh Bupati Pemalang, Junaedi, didampingi Forkopimda dan Sekda,   M. Arifin, dengan memberikan arahan tentang singkronisasi integrasi data di tingkat desa melalui vedio Conference yang ada di 17 titik. Antara lain, Pendopo Kabupaten, Gedung Sasana Bhakti Praja, RSUD DR. M. Ashari dan di 14 Kecamatan.

Video Conference, diikuti oleh Para Staf Ahli, Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah, Unsur TNI dan Polri, RSUD DR. M Ashari, dan Puskesmas serta Pengurus IDI Cabang Pemalang. Sedangkan laporan penyelenggaraan acara tersebut, disampaikan Kepala Diskominfo Kabupaten Pemalang,  Nugroho Budi Raharjo. (Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Puluhan masker dibagikan ke warga, gratis

masker

Bojong, Wartadesa. – Puluhan masker dibagikan kepada para pengguna jalan yang melewati ruas jalan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Pembagian masker tersebut merupakan upaya Polri dalam memerangi wabah virus Korona dan bentuk peduli kesehatan dari personel Polsek Bojong, Kamis (02/04).

Kapolsek Bojong, AKP Suhadi mengungkapkan bahwa pembagian masker secara gratis tersebut saat ini sangat dibutuhkan warga, “penggunaan masker saat ini sangat dibutuhkan selain untuk menjaga kesehatan dari asap dan debu jalan juga guna menanggkal penyebaran virus Korona yang sedang mewabah dunia saat ini.” Ujarnya.

Suhadi manambahkan, “ini adalah bentuk kepedulian kami dari Polsek Bojong kepada masyarakat agar terhindar dari penularan virus COVID-19,” tuturnya.

Kegiatan ini selain pembagian masker gratis kepada pengguna jalan juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan hidup bersih dan hidup sehat, guna menangkal sedini mungkin penyebaran corona virus COVID-19. (Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

12 ribu pemudik dari zona merah tiba di Kota Santri

asip

Kajen, Wartadesa. – Sedikitnya 12 ribu pemudik dari zona merah seperti Jakarta tiba di Kota Santri, hal tersebut membuat Pemkab Pekalongan semakin meningkatkan kewaspadan penyebaran virus Korona (Covid-19).

“Di Kabupaten Pekalongan, sekitar 12 ribu urban yang mudik khususnya dari zona merah seperti Jakarta perlu diwaspadai. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Asip, Rabu (01/04).

Asip menambahkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh desa membentuk Desa Siaga Corona, “untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan terkait adanya belasan ribu urban ini kami telah membentuk Desa Siaga Corona yang diberlakukan di seluruh desa di Kabupaten Pekalongan.” Lanjutnya.

Orang nomor satu di Kota Santri tersebut mengatakan bahwa desa-desa di Pekalongan sudah siap mengantisipasi penyebaran virus Korona.  “Pihak desa dan tim kesehatan desa masing-masing, bisa melakukan pengecekan kondisi kesehatan dan melaporkan pendataan kepada pihak terkait.” katanya.

Asip meminta seluruh jajaran pemerintah desa dan petugas kesehatan untuk memantau para pendatang dan memastikan kondisi mereka sehat,  juga melakukan isolasi diri selama 14 hari setibanya di rumah. (Eva Abdullah)

Terkait:

Antisipasi penyebaran Covid-19, sejumlah ruas jalan kampung ditutup

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Antisipasi penyebaran Covid-19, sejumlah ruas jalan kampung ditutup

lockdown
  • Beredar edaran penagih dilarang masuk

Pekalongan, Wartadesa. – Sejumlah jalan masuk kampung (gang) di Kabupaten Pekalongan ditutup warga secara swadaya. Penutupan ruas jalan tersebut dimaksudkan sebagai upaya untuk mengurangi menyebaran virus Korona (Covid-19).

Seperti terjadi di Desa Bojong wetan, Kecamatan Bojong, Pekalongan. Keterangan dari Nur Kholik, Ketua BPD setempat mengungkapkan bahwa beberapa gang di desanya ditutup untuk mengurangi akses warga dari luar kota, utamanya kota yang memasuki zona merah penyebaran virus Korona.

“Kami menutup jalan ini, ingin berusaha untuk warga Bojong Wetan bisa menangani Covid-19 dengan baik. Karena penularannya tidak tahu, rata-rata dari pendatang semua. Makanya kami berusaha mencegah penularan ini untuk warga Bojong Wetan. Semaksimal mungkin pencegahan ini akan kami lakukan, demi untuk warga Bojong Wetan,” ujar Nur Kholik saat diwawancarai Warta Desa, Rabu (01/04).

Hal yang sama dilakukan oleh beberapa desa lainnya, pantauan Warta Desa kemarin, Desa Ketitang Kidul juga menutup beberapa akses masuk ke desa, dan hanya menyisakan satu akses utama, untuk memantau mobilitas warga, baik warga yang masuk maupun keluar.

Di Desa Wiroditan, Bojong, juga dilakukan hal yang sama. Warga hanya menyisakan satu akses utama dalam satu pintu, Hal demikian untuk memantau warga yang datang (pemudik) dari zina merah Covid-19 agar lebih terpantau.

Mekanismenya, warga yang keluar masuk hanya melewati pintu satu pintu kampung. Bagi pekerja akan dicek suhu tubuh dan disemprot disinfektan. Sementara, bagi warga yang dari daerah zona merah Korona atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI), diminta mengkarantina diri selama 14 hari. Warga pun sepakat dengan kebijakan lockdown ala perangkat desa untuk menutup sejumlah jalan perkampungan.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh kepala desa untuk memantau pemudik, terutama pemudik dari zona merah Covid-19 yang masuk ke wilayah Kota Santri.

“Kami sudah minta perangkat desa piket 24 jam bergantian untuk mengawasi pemudik. Kalau ada kesulitan, tadi sudah saya sampaikan pakai dana desa,” kata Asip.

Penagih Dilarang Masuk

Pemerintah Desa Linggoasri, Kajen, Pekalongan menerbitkan surat himbauan untuk paa petugas penagih bank maupun debt collector untuk tidak menarik tagihan. Dimungkinkan, himbauan tersebut menindaklanjuti kebijakan Presiden Joko Widodo soal penangguhan tagihan angsuran kendaraan.

Dilansir dari Radar Pekalongan, surat himbauan tersebut dibuat per tanggal 31 Maret 2020 tersebut meminta penagih bank harian maupun mingguan, debt collector leasing, dan sejenisnya untuk sementara waktu tak datang ke Desa Linggoasri. Adapun alasannya karena tengah menjalankan protokol penanganan dan pencegahan virus Korona.

Radar menulis, Kepala Desa Linggoasri, Imam Nuryanto telah memberikan imbauan larangan penagihan yang ditujukan bukan saja kepada petugas penagihan bank harian, mingguan, namun juga kepada penagih dari leasing dan semacamnya.

Surat imbauan tersebut tertera tanggal 31 Maret 2020, yang ditandatangani dan cap stempel desa setempat. “Himbauan ini berlaku sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan,” demikian bunyi penutup surat himbauan.

Himbauan sejenis juga ternyata diberlakukan di desa lain. Untuk menyebut di antaranya, ada Desa Gandarum Kecamatan Kajen, lalu Desa Domiyang Kecamatan Paninggaran. (Eva Abdullah, dengan tambahan sumber dari Radar Pekalongan)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Terkait kabar warga Pemalang positif Covid-19, siang ini akan diumumkan

covid pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Bupati Pemalang, Junaedi meminta warga bersabar menunggu informasi terkait kabar yang marak beredar di media sosial, adanya pasien positif virus Korona (Covid-19). Demikian disampaikan dalam konferensi pers, Rabu (01/04) malam.

“Kami masih menunggu besok (hari ini) agar ada data dari yang berwenang mengeluarkan otoritas tersebut, mengeluarkan pengesahan tentang terkonfirmasinya seorang pasien. Mohon bersabar, kami sudah koordinasi dengan rumah sakit yang menangani, ditunggu besok jam 11.00 – 12.00 WIB,” ujar Junaedi.

Junaedi menambahkan bahwa saat ini penanganan Covid-19 sudah ditangani hingga tiap desa dengan membentuk gugus tugas. Gugus tugas di kecamatan dan desa ketika mengambil langkah, Junaedi meminta agar berhati-hati.

Junaedi mengatakan bahwa pengambilan langkah lockdown bukan kewenangan pemerintah kabupaten, “lockdown bukan kewenangan kita, karantina wilayah atau pembatasan skala kecil maupun besar itu otoritas pemerintah pusat, sebagaimana yang sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah yang dikeluarkan oleh Presiden RI , dimana salah satu pasal menyebutkan manakala suatu wilayah yang melakukan pembatasan wilayah dengan skala besar harus mendapatkan ijin dari kementrian yang menangani kesehatan.” Lanjutnya.

Junaedi meminta warga agar tidak panik, jangan cemas, dan menjaga jarak untuk menjada diri sendiri dan keluarga, lingkungan dari virus Korona. (Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Pantau pemudik, 11 posko disiapkan Pemkot Pekalongan

mudik

Pekalongan, Wartadesa. – Pemerintah Kota Pekalongan meniyiapkan 11 Posko pengawasan pemudik terdiri dari sembilan titik posko kecil (enam dari arah Jakarta, satu titik dari arah Surabaya, dua posko di exit tol) dan dua posko terpadu yang berlokasikan di terminal dan stasiun Kota Pekalongan yang dilengkapi dengan personel jaga yang siap menjaga 24 jam terbagi dalam tiga shift secara bergantian.

Posko dan pos-pos pengawasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pol bus yang menurunkan penumpang di jalan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan, Slamet Prihantono mengatakan bahwa langkah tersebut diambil, guna mengantisipasi dan mencegah masuknya virus Corona akibat lonjakan jumlah pemudik arah dari Jakarta, Solo, Surabaya dan daerah lain yang telah terpapar virus corona yang masuk ke Kota Pekalongan. Ujarnya dalam  rapat koordinasi dengan instansi terkait mengenai upaya pencegahan penurunan penumpang di jalan, Rabu (01/04).

Baca: Puluhan warga Pemalang Mudik

Slamet Prihantono menambahkan bahwa pihaknya menggandeng instansi terkait seperti  kepolisian, Dinkes, terminal, stasiun, perusahaan PO bus dan travel di Kota Pekalongan guna mengantisipasi penularan virus Corona atau Covid-19 ini melalui transportasi yang memang sangat rentan terjadi.

“Dalam pos-pos jaga tersebut juga akan diisi sejumlah personel untuk menghalau para sopir bus, travel agar tidak menurunkan penumpang di jalan. Semua harus menurunkan atau menaikkan penumpang di terminal. Apabila masih ada PO Bus yang masih bandel atau tidak mengindahkan kebijakan ini akan kami tindaklanjuti tegas dengan menggandeng pihak kepolisian untuk diberikan sanksi,” tegas Slamet.

Sementara itu, Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya guna mencegah dan memutuskan penyebaran virus corona di Kota Pekalongan, dengan membentuk Satgas Penanggulangan Virus Korona.

“Pembentukan Satgas Penanggulangan Virus Korona Kota Pekalongan sudah dibentuk, selain itu penyemprotan disinfektan di lebih dari 2000 titik di Kota Pekalongan terus berjalan.” Ujar Saelany.

Saelany menambahkan, bahwa  Pemerintah Kota Pekalongan menerapkan jam malam agar Masyarakat terus waspada dan mengurangi kegiatan di luar rumah guna bersama saling menjaga kesehatan diri, dan keluarga serta orang – orang sekitar kita.

“Mari terus dukung himbauan dan langkah langkah yang dianjurkan oleh Pemerintah. dan tetap semangat terus jaga kesehatan.” Pungkasnya. (Eva Abdullah)

Terkait:

Puluhan ribu warga Pemalang mudik

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Santri mudik, disterilkan sebelum dijemput orang tua

semprot

Kedungwuni, Wartadesa. – Ribuan santri yang baru pulang dari  berbagai pondok pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur disemprot dengan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus Korona (Covid-19) Sejak 27 Maret hingga Selasa (31/03) kemarin.  Penyemprotan dilakukan   Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bersama Badan Otonom setempat di Posko NU Peduli Pagebluk atau Wabah Covid-19 yang didirikan di Gedung Aswaja, Jalan Karangdowo, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Selain ‘disterilkan’ menggunakan cairan disinfektan, para santri tersebut juga dicek suhu tubuhnya dan diperintahkan untuk mencuci tangan menggunakan sabun. Sterilisasi juga dilakukan terhadap kendaraan yang mereka gunakan dan barang-barang bawaan dari para santri.

Ketua PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom menuturkan kegiatan tersebut menindaklanjuti instruksi dari PBNU kepada semua PCNU agar membuka posko peduli pencegahan virus Korona.  “Para santri yang pulang dari ponpes-ponpes besar di Jateng dan Jatim untuk kita sterilkan mulai dari penyemprotan disinfektan. Kita juga beri edukasi untuk jalankan protokol di rumah tangga, dan berdoa. Intinya memberikan ketenangan pada masyarakat dalam menghadapi wabah ini supaya tidak panik. Beraktivitas seperti biasa, namun tidak sembrono, jadi ada ikhtiar-ikhtiar untuk menghindarinya,” ujarnya.

Muhtarom menambahkan bahwa para satri tersebut pulang dari beberapa pondok di Pati, Ploso, Kediri, Langitan dan Tuban. “Sejak posko ini dibuka kita telah menerima ribuan santri, kita sterilkan di sini dan kita edukasi. Penyemprotan menggunakan disinfektan alami, jadi aman bagi tubuh. Kegiatan ini masih jalan terus, kalau sesuai jadwal sampai dua atau tiga hari ke depan,” imbuhnya.

Para santri sebelum dijemput keluarganya, diminta oleh petugas gabungan untuk turun satu persatu, kemudian dilakukan penyemprotan disinfektan dan cuci tangan. Kemudian diarahkan ke posko untuk pengecekan suhu tubuh sekaligus didata oleh petugas.

Sementara itu pada hari Selasa (31/02) sebanyak 800 santri tiba dari Pondok Pesantren Tegalrejo Magelang, dan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. “Dari Ponpes Tegal Rejo Magelang berjumlah 300 an santri menggunakan 6 bus, sedangkan Ponpes Lirboyo Kediri berjumlah 500 an santri menggunakan 9 bus. Jadi total ada 15 bus yang berhenti di posko ini,” ujar Camat Kedungwuni, Sugino yang hadir dalam kegiatan tersebut. (Eva abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Puluhan ribu warga Pemalang mudik

mudik
  • Ribuan pemudik asal Batang discan suhu tubuhnya

Pemalang, Wartadesa. – Tercatat sedikitnya 27.809 warga Pemalang yang tinggal di zona merah Covid-19 pulang kampung (mudik) dalam kurun empat hari terakhir. Pencegahan dan antisipasi sebaran virus Korona dilakukan pihak kepolisian bersama dinas terkait degan mendata para pemudik tersebut. Sementar itu, pemudik di Kabupaten Batang mencapai 1.317 dalam seminggu terakhir. Petugas langsung melakukan scan suhu panas para pemudik yang dilakukan petugas kesehatan di terminal dan stasiun Batang.

Kapolres Pemalang, AKBP Eddy Suranta Sitepu terus menghimbau warga Pemalan untuk tidak pulang kampung terlebih dahulu. “Kita sudah mengimbau agar masyarakat di perantauan untuk tidak pulang kampung dulu. Tapi kita juga tidak bisa memaksa mereka untuk tetap bertahan di kota perantauan dan tidak pulang ke kampungnya di Pemalang,” ujarnya, Selasa kemarin.

Saat ini langkah prefentif yang dilakukan, lanjut Eddy, adalah melakukan pendataan pemudik. “Pada saat pemudik datang, polisi bersama TNI, aparat kecamatan dan desa/kelurahan, langsung melakukan pendataan dan pemeriksaan medis. Apalagi sebagian besar pemudik datang dari Jakarta yang merupakan zona merah pandemi Korona,” imbuhnya.

Dari data yang dikumpulkan oleh 14 Kecamatan di Pemalang, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes), Tetuko Rahardjo mengatakan bahwa selama kurun waktu  27 – 30 Maret 2020, tercatat 27.809 orang perantau pulang kampung.

Data tersebut paling banyak di Kecamatan Belik, yakni sebanyak 3.543 pemudik, Randudongkal 3.447 pemudik dan 12 kecamatan lainnya berkisar seribu hingga dua ribu orang.

Pemudik tiba di Batang langsung discan suhu panasnya

Lonjakan pemudik juga terjadi di Kabupaten Batang, dalam satu minggu terakhir, tercatat 1.317 orang pemudik dari Jakarta tiba di Batang, melalui stasiun Batang maupun terminal Limpung.

Menurut Wihaji, Bupati Batang,  warga yang turun di Kecamatan Bawang sebanyak 527 orang, turun di Terminal Limpung 280 orang dan Terminal Bandar 500 orang. “Untuk jumlah penumpang kerata api yang turun di stasiun Batang dari arah Jakarta dari tanggal 1 sampai dengan 30 Maret 2020 sebanyak 10 orang,” ujarnya, Selasa.

Petugas langsung melakukan antisipasi dengan melakukan scan panas tubuh para pemudik dan menyediakan hand sanitizer di setiap terminal. “Pemudik yang tiba di Kabupaten Batang oleh petugas dishub kita arahkan untuk melapor ke Puskesmas maupun kantor kepala desa setempat,” tutur Kepala Dishub Batang, Murdiono.

Sementara itu, DPRD Kota Pekalongan meminta Pemkot untuk membatasi pintu masuk menuju Kota Pekalongan untuk mengantisipasi gelombang pemudik dini. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan pendataan berapa warga dari luar daerah yang mudik dan masuk ke Kota Pekalongan.

“Selain untuk pendataan, dengan pembatasan pintu masuk juga dapat memudahkan petugas untuk melakukan deteksi dini terhadap warga yang datang. Bagi semua warga yang datang, juga harus langsung ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP). Artinya, mereka harus melakukan isolasi diri di rumah sendiri selama 14 hari dengan diawasi oleh keluarga,” ujar Balqis Diab, Ketua DPRD Kota Pekalongan.

Balqis juga meminta setiap kelurahan, bahkan RT RW ada Posko Korona untuk mendata dan mencatat informasi jumlah penduduk yang masuk ke wilayah tersebut.

Balqis menambahkan, posko juga bertugas untuk memberikan edukasi mengenai virus Korona sehingga masyarakat bisa mendapatkan info yang valid dari sumber yang jelas. Bukan dari media sosial yang belum tentu kebenarannya. “Posko ini juga bisa membantu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat untuk pencegahan dan penanganan virus corona,” tambahnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Kota Pekalongan berlakukan jam malam

walikota

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Walikota Pekalongan menetapkan jam malam mulai pukul 21.00-04.00 WIB. Hal ini disampaikan  Saelany Machfudz  usai koordinasi dengan jajaran Forkopimda Kota Pekalongan di Ruang Kresna Setda Kota Pekalongan, Senin (30/03).

“Nanti malam akan mulai sosialisasi. Pemberlakuan jam malam ini sangat dibutuhkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tutur Saelany.

Pemberlakuan jam malam sangat dibutuhkan untuk mencegah kerumunan. Tak hanya mengamankan, Selasa (31/3/2020) akan dilakukan penyemprotan disinfektan secara serentak oleh Pemerintah Kota Pekalongan bersama TNI, Polri, dan komunitas-komunitas.

Saelany menambahkan, pemkot Pekalongan akan membuat posko gugus depan tanggap corona di tiap-tiap kelurahan se-Kota Pekalongan sebagai pusat informasi dan pendataan. “Masing-masing kelurahan nanti ada poskonya dibantu oleh masyakat. Nanti akan ada tim medis dari puskesmas, jika didapati orang dari luar datang, langsung didata dan diperiksa suhunya,” terang Saelany.

Terkait dengan penyemprotan disinfektan, ada 2.700 titik, tidak semua bisa terjamah oleh petugas disinfektan dari Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, di posko kelurahan ini akan dilengkapi untuk penyemprotan disinfektan.

“Keterbatasan alat tak boleh menjadi halangan, Pemerintah Kota Pekalongan ingin lebih peduli, tentu masyarakat diharapkan mendukung upaya ini. Kita telah putuskan anggaran Rp1,5 Milyar untuk tiga bulan. Ini belum termasuk bantuan sembako yang akan disalurkan kepada masyarakat Kota Pekalongan,” pungkas Saelany. (Eva Abdullah)

selengkapnya