close

Kesehatan

Kesehatan

Waspada! Penyakit Mulut dan Kuku Masuk Pemalang

sapi

Pemalang, Wartadesa. – Munculnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Ikhlas membuat Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang Akhmad Helmi, S.Pt. ME., bersama Drh. Haviz Faizal  langsung meluncur ke Kedung Sambi, Desa Wanarata, Kecamatan Bantarbolang untuk melakukan pemeriksaan hewan yang terduga terkena wabah PMK, Sabtu (21/5).

Tim Reaksi Cepat upaya kewaspadaan dan pencegahan wabah PMK di Kabupaten Pemalang segera meluncur ke lokasi, usai mendapatkan laporan warga. Tim merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Setelah mendapat laporan dari Kelompok Tani Ngudi Luhur, Desa Wanarata tim melakukan upaya pencegahan dengan memberi obat untuk disemprotkan ke kandang hewan dan hewan ternak itu sendiri. Sampai saat ini, pemerintah Kabupaten Pemalang masih mengupayakan obat PMK dengan berkoordinasi dengan daerah lainnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang membuka Posko PKM terpusat di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang Jalan Kauman Nomor 1 untuk menerima pengaduan dan penanganan cepat PMK di wilayah Kabupaten Pemalang dengan menghubungi Call Center (pusat pengaduan) Puskeswan Pemalang di nomor 085946067246.

“Posko dibuka selama 24 jam mulai hari ini. Silahkan bagi peternak atau warga yang mempunyai ternak yang bergejala PMK bisa segera menghubungi Posko PMK Dispertan,” papar kepala Dinas Pertanian Wahadi. (Buono)

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Warga buka segel kantor Desa Ampelgading

Dampak warga tuntut dua oknum perangkat desa dipecat Pemalang, Wartadesa. - Kapolsek Ampelgading, AKP Heriyadi Noor bersama Camat, Kepala Desa dan Read more

Warga temukan mayat tak dikenal di Kedungbanjar Pemalang, Andakah keluarganya?

Pemalang, Wartadesa. - Polsek Taman Kabupaten Pemalang menunggu 1 x 24 jam, jika tidak ada keluarga yang mengakui korban maka Read more

selengkapnya
Kesehatan

Pantau Ketaatan Prokes Para Pemudik, Relawan RCCE Pekalongan Lakukan Edukasi

fahrudin

PEKALONGAN, WARTADESA. – Dalam rangka memantau ketaatan masyarakat untuk tetap menerapkan protocol kesehatan saat melakukan aktifitas mudik, sejumlah relawan yang tergabung dalam Risk Communication and Community Engagement (RCCE) Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di wilayah Pekalongan turun ke lokasi-lokasi yang disinggahi oleh para pemudik, Kamis, 28 April 2022.

Koordinator Daerah RCCE MPKU PP Muhammadiyah di Pekalongan, Ira Septiawati, saat ditemui di Posko Mudik Bersama Muhammadiyah Pekalongan, di halaman Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), mengatakan bahwa kegiatan edukasi yang dilakukan oleh para relawan RCCE di Pekalongan merupakan tindak lanjut dari himbauan Tim Pusat RCCE dan hasil rakornas (rapat koordinasi nasional) di Solo, 15-17 April 2022 lalu.

Ira menyebutkan himbauan tim RCCE Pusat agar relawan RCCE bergerak untuk melakukan edukasi kepada para pemudik karena di tahun 2022 ini masyarakat diperbolehkan melakukan aktifitas mudik lebaran oleh pemerintah. Relawan RCCE diharapkan dapat menghimbau kepada para pemudik agar tetap mentaati protocol kesehatan karena memang pandemi belum berakhir. Oleh karena itu, relawan RCCE di setiap daerah diharapkan mengadakan kegiatan edukasi di tempat-tempat yang banyak disinggahi oleh para pemudik.

Ira juga mengungkapkan, sasaran lokasi edukasi prokes yang dilakukan para relawan RCCE ada tiga tempat, yaitu area dekat kampus FEB UMPP, persimpangan jalan KH. Mas Mansyur dan Jalan Hayam Wuruk dari arah monumen Pekalongan, serta terminal bus bayangan di International Batik Center Wiradesa dan posko mudik Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (kokam) di SD Muhammadiyah Pencongan. Sedangkan untuk arus balik, Ira menyampaikan para relawan RCCE akan melakukan edukasi di Terminal Kajen.

Ira berharap dengan menjaga prokes, para pemudik dalam keadaan sehat untuk bertemu dengan keluarga dan kembali dengan sehat pula. “Stay save and keep healthy”, tutur Ira.

Selain melakukan edukasi kepada para pemudik akan pentingnya menjaga protocol kesehatan, para relawan RCCE juga mengedukasi para pemudik untuk beristirahat di posko-posko mudik yang telah disediakan jika mengalami kelelahan atau telah berkendara selama 3-4 jam.

Relawan RCCE juga melakukan edukasi kepada para warga yang tengah ramai di pusat perbelanjaan di sekitar kampus FEB UMPP, serta para tukang parkir dan becak.

Jare Covid Wes Rampung, Wong Bantuane Wes Rampung. Bagi-bagi Masker Sekalian Bagi-bagi Duit Ora Mbak?

Kegiatan edukasi yang dilakukan oleh relawan RCCE Pekalongan mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Salah satunya dari tukang becak yang mangkal di pusat perbelanjaan di sekitar kampus FEB UMPP yang tidak mau disebutkan namanya. Bapak yang sudah lanjut usia tersebut berceloteh “Jare covid wes rampung, wong bantuane wes rampung. Bagi-bagi masker sekalian bagi-bagi duit ora mbak? (Katanya covid sudah selesai, bantuannya juga sudah selesai. Bagi-bagi masker sekalian bagi-bagi uang nggak mbak)”, tutur tukang becak tersebut.

Menanggapi celotehan tukang becak tersebut, salah satu relawan RCCE asal Kajen yang turut mengikuti edukasi, Dyah Retno Susiati, menyampaikan bahwa tugas relawan RCCE adalah mengingatkan masyarakat, mengedukasi dan menyampaikan informasi. Berkaitan dengan bantuan, Dyah Retno mengatakan jika hal tersebut merupakan wewenang dari pemerintah.

“Saat ini memakai masker itu penting Pak, biar sehat. Kalo sehat kan bapak bisa cari duit terus. Jadi sehat lebih mahal kan Pak dari duit”, tutur Dyah Retno menjawab celotehan tukang becak. (Fakhrudin)

Terkait
Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia

Bekasi, Wartadesa. – Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia (PMGI) yang berdiri pada tahun 2016 yang lalu, menyelenggarakan Gathering dan Silaturrahim perdana Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Sejumlah orang tua tolak vaksinasi Rubella

Pekalongan Kota, Wartadesa. -  Setidaknya 15 orang tua siswa di beberapa SD di wilayah Kota Pekalongan menolak anaknya diimunisasi Measles Read more

Kasus HIV/AIDS di Kota Santri capai 40

Kajen, Wartadesa. - Kasus HIV/AIDS di Kota Santri sejak Januari hingga Juni 2017, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Komisi Penanggulangan Read more

selengkapnya
Kesehatan

10 Desa di Pemalang Masuk Penanganan Stunting

stunting

Pemalang, Wartadesa. – Sepuluh desa di Kota Ikhlas bakal menjadi lokasi penanganan (lokus) stunting tahun 2023. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak. Kondisi ini berefek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia.

10 desa yang menjadi lokus penanganan stunting meliputi Desa Jatingarang KecamatanBodeh, Banjarmulya (Pemalang), Gondang dan Kaligelang(Taman), Pesantren (Ulujqmi), Kreyo (Randudongkal), Desa Banyumudal, Sima, Walangsanga (Moga) dan Kelurahan Sugihwaras(Pemalang).

Demikian terungkap dalam Rakor Penetapan Desa Prioritas Lokus Penanganan Stunting Terintegrasi Kabupaten Pemalang Tahun Anggaran 2023.

Kabid Pembangunan Manusia dan Masyarakat Bappeda Kabupaten Pemalang, Titin Soewastiningsih Soebari mengatakan, untuk menentukan desa prioritas lokus stunting ini, kami menggunakan data sebagai baselinenya antara lain desa rawan pangan, desa penanganan kemiskinan ekstrim dan desa dengan prevalensi dan jumlah stunting yang tinggi atau absolut.

Menurut Titin, desa-desa yang menjadi lokus stunting selanjutnya akan mencari irisannyya, desa  mana yang memenuhi kriteria sebagai desa rawan pangan, desa penanganan kemiskinan esktrim dan desa dengan prevalensi kasus stunting yang cukup tinggi pada tahun 2023.

Titin menambahkan Kabupaten Pemalang dalam kinerja penurunan stunting se Jawa Tengah di penilaian kinerja tahun 2020 menduduki peringkat pertama dari 35 Kabupaten/Kota. (Buono)

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Warga buka segel kantor Desa Ampelgading

Dampak warga tuntut dua oknum perangkat desa dipecat Pemalang, Wartadesa. - Kapolsek Ampelgading, AKP Heriyadi Noor bersama Camat, Kepala Desa dan Read more

Warga temukan mayat tak dikenal di Kedungbanjar Pemalang, Andakah keluarganya?

Pemalang, Wartadesa. - Polsek Taman Kabupaten Pemalang menunggu 1 x 24 jam, jika tidak ada keluarga yang mengakui korban maka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Asiik RSUD Kabupaten Pekalongan Gratis, Ini Syaratnya!

fadia

Doro, Wartadesa. – Bupati Pekalongan, Fadia mencanangkan pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh Puskesmas, RSUD Kraton, RSUD Kajen dan RSUD Kesesi untuk kelas III, terhitung Januari 2022 ini. Namun begitu ada syarat yang harus dipenuhi oleh warga untuk mengaksesnya. Demikian disampaikan oleh istri Ashraff   saat membuka gedung baru Puskesmas Doro 2, Kamis (13/01).

“Yang pertama adalah terkait pentingnya membuat surat rujukan dari puskesmas terdekat apabila ingin mengakses pelayanan kesehatan ke rumah sakit daerah.” Tutur Fadia.

Menurut Fadia, layanan di seluruh Puskesmas Kota Santri gratis untuk seluruh warga, cukup menggunakan KTP saja, ” pelayanan kesehatan gratis untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan yang cukup menggunakan KTP saja,’’ ujarnya.

Fadia menyebut ada tiga hal yang harus disosialisasikan seluruh Puskesmas Kabupaten Pekalongan terkait layanan gratis di rumah sakit milik pemkab, selain rujukan dari Puskesmas, syarat berikutnya adalah pemilik BPJS mandiri maupun KIS tetap melanjutkan kepesertaanya.

“Dan untuk edukasi yang kedua adalah, apabila masyarakat sudah memiliki kartu BPJS mandiri, maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk tetap dilanjutkan, jangan sampai berhenti karena ada pemberian pelayanan gratis dari pemkab.” Lanjut Fadia.

Menurutnya kepesertaan BPJS maupun KIS untuk meng-cover layanan di rumah sakit swasta. ‘’Karena kita hanya baru bisa mengcover di lingkup Kabupaten Pekalongan saja. Yaitu di RSUD Keraton, RSUD Kajen, RSUD Kesesi 1 dan seluruh puskesmas se-Kabupaten Pekalongan. Itupun untuk kelas tiga. Jadi kalau mau naik kelas pelayanan atau masuk rumah sakit swasta kalau tidak ada kartu BPJS maupun KIS kan juga sayang sekali ya,’’ jelasnya.

Fadia melanjutkan, hal ketiga yang harus disosialisasikan oleh Puskesmas yakni bahwa layanan gratis bagi warga Pekalonan tidak pandang bulu, seluruh warga dapat memanfaatkannya. ‘’Jadi saya harap kesehatan gratis untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan ini benar-benar bisa berjalan dengan baik. Karena kalau ini berfungsi dan bisa jalan semua dengan rancangan kita, maka untuk tingkat Jawa Tengah kita bisa menjadi pelopor inovasi pelayanan gratis ini untuk masyarakat. Walaupun ada batasan-batasannya,’’ pungkasnya. (Buono)

 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Hujan Tak Surutkan Niat Warga Ikut Vaksinasi di SMK Muhammadiyah Kedungwuni

vaksin

PEKALONGAN, WARTADESA. – Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Pekalongan dari fajar hingga pagi tak menyurutkan niat warga untuk mengikuti kegiatan vaksinasi dosis 2 di SMK Muhammadiyah Kedungwuni, Kamis, 11 November 2021. Peserta vaksin juga tidak hanya berasal dari warga Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan saja, tetapi juga ada warga Dadirejo Kecamatan Tirto, Talun dan Bojong yang rela jauh-jauh datang ke lokasi vaksinasi di SMK Muhammadiyah Kedungwuni, Jl. Papagan No. 17, Gembong Barat, Kedungwuni.

Salah satu peserta vaksin, Aji Pamungkas, 22 tahun, warga Desa Tangkil Tengah, mengaku datang di lokasi vaksin jam 08.15 tetapi antrian peserta vaksinnya sudah banyak. “Vaksinnya mulai jam 08.00 tepat katanya, tapi saya datang jam 08.15 ternyata antriannya sudah banyak, tadi hujan dari subuh sih, ini baru reda”, tutur Aji.

District Manager Mentari Vaccine 108 Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Ady Widianto, menyampaikan bahwa jumlah peserta vaksinasi di SMK Muhammadiyah Kedungwuni total mencapai 1084 peserta, dengan rincian peserta vaksin dosis 1 sejumlah 270 orang dan peserta vaksin dosis 2 mencapai 814 orang.

Ady mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pekalongan dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, yang telah membantu menyediakan vaksin dan petugas vaksinator.

Ady juga menyampaikan total keseluruhan warga yang mengikuti kegiatan vaksin massal Muhammadiyah untuk semua dari tanggal 10 sampai dengan tanggal 11 November 2021, di lima lokasi vaksin, mencapai 3.578 warga. Peserta vaksin di SMK Muhammadiyah Kedungwuni menjadi jumlah terbanyak kedua setelah pelaksanaan vaksin yang sama di Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom (Trenmuda) Wiradesa yang berhasil mencapai 1.193 peserta dan telah diselenggarkan kemarin Rabu, 10 November 2021.

“Ucapan Terima kasih juga kami sampaikan kepada Kepala SMK Muhammadiyah Kedungwuni beserta keempat tempat pelaksanaan vaksinasi lainnya seperti SMK Muhammadiyah Kajen, SMK Muhammadiyah Kesesi, SMP Muhammadiyah Bligo dan Trenmuda Wiradesa yang telah menyediakan tempat pelaksanaan kegiatan vaksinasi masal covid-19 dari Muhammadiyah untuk semua. Kegiatan ini merupakan program kerjasama antara MPKU PP (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah, USAID (United States Agency for International Development), Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dan PDM Kabupaten Pekalongan”, tutur Ady.

Ady juga menjelaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi masal covid-19 Muhammadiyah untuk semua adalah wujud nyata Muhammadiyah dalam upaya melakukan hifdz nada, atau menjaga kehidupan, disamping membantu pemerintah dalam upaya melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat.

Data yang dirilis panitia, keseluruhan jumlah peserta vaksin mencapai 3.578 orang. Di Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Wiradesa sebanyak 1.193 orang dengan rincian vaksin dosis 2: 1.107 orang dan dosis 1: 86 orang. Di SMK Muhammadiyah Kajen peserta vaksin dosis 2 sebanyak 420 orang, dosis 1 sebanyak 65 orang, total 485 orang, SMK Muhammadiyah Kesesi dosis 2, 336 orang, dosis 1, 40 orang, total 376 orang, SMK Muhammadiyah Bligo 440 orang semua dosis 2, dan SMK Muhammadiyah Kedungwuni dosis 2, 814 dan dosis 1, 270 orang, total 1.084 orang. Ady juga menyampaikan bahwa ada beberapa warga yang gagal mengikuti vaksinasi karena hipertensi. (Fakhrudin)

Terkait
Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia

Bekasi, Wartadesa. – Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia (PMGI) yang berdiri pada tahun 2016 yang lalu, menyelenggarakan Gathering dan Silaturrahim perdana Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Sejumlah orang tua tolak vaksinasi Rubella

Pekalongan Kota, Wartadesa. -  Setidaknya 15 orang tua siswa di beberapa SD di wilayah Kota Pekalongan menolak anaknya diimunisasi Measles Read more

Kasus HIV/AIDS di Kota Santri capai 40

Kajen, Wartadesa. - Kasus HIV/AIDS di Kota Santri sejak Januari hingga Juni 2017, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Komisi Penanggulangan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Kembali Gelar Vaksinasi

vaksin
  • Capai 2574 orang di Tahap 1

EKALONGAN, WARTADESA. – Keberhasilan mencapai 2574 orang yang divaksin dosis 1 bulan lalu, Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan kembali menggelar kegiatan vaksinasi pada Rabu dan Kamis, tanggal 10 dan 11 November 2021 di lima tempat, yaitu Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Wiradesa, SMK Muhammadiyah Kajen, SMK muhammadiyah Kesesi, SMP Muhammadiyah Bligo dan SMK Muhammadiyah Kedungwuni.

Districk Manager Mentari Vaccination 108 Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Ady Widianto, menyampaikan bahwa vaksinasi yang dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 10 dan 11 November, merupakan kelanjutan dari kegiatan yang sama sebulan yang lalu.

“Sebulan yang lalu kami mencapai 2574 orang untuk dosis 1 dan hari ini kami melaksanakan vaksinasi dosis 2 dan tambahan 1500 dosis 1 untuk masyarakat yang belum vaksin”, tutur Ady.

Ady juga menambahkan jika pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dengan menyiapkan 2800 dosis 2 vaksin Sinovac dan Pfizer, serta 1500 vaksin Pfizer dosis 1.

Kegiatan vaksinasi massal covid-19 dari Muhammadiyah tersebut merupakan program kerjasama antara MPKU Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, United States Agency for International Development (USAID), Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dan PDM Kabupaten Pekalongan.

Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah Kesesi, Abdul Qodir, menyampaikan bahwa animo masyarakat untuk vaksin dosis 2 di SMK Muhammadiyah Kesesi meningkat dari sebelumnya. Pada pelaksanaan vaksinasi dosis 1 bulan lalu pihaknya mengaku peserta vaksinasinya cukup rendah karena sebagian besar masyarakat di wilayah Kesesi sudah melakukan vaksinasi dosis 1, tapi pada pelaksanaan vaksinasi dosis 2 pesertanya jauh lebih banyak. (Fakhrudin)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Aksi keren Bhabinsa Polsek Comal, gendong lansia untuk vaksinasi Covid-19

gendong

Pemalang, Wartadesa. – Aksi simpatik yang keren dilakukan oleh Aipda Wiyarso, anggota Bhabinsa Polsek Comal. Ia rela menggendong lansia warga Desa Sarwodadi, Comal, Pemalang guna mengikuti vaksinasi Covid-19 yang digelar di Puskesmas Purwoharjo, Kamis (16/09).

“Bhabinkamtibmas Polsek Comal Polres Pemalang melaksanakan operasi Lansia yang belum divaksin untuk dijemput dan diantar ke Gerai Vaksin Presisi yang berlokasi di Puskesmas Purwoharjo,” tutur Kapolres Pemalang, AKBP Ronny Tri Prasetyo, Kamis.

Sementara itu, Kapolsek Comal, AKP Heru Irawan mengatakan bahwa upaya menjemput para lansia untuk melakukan vaksinasi merupakan upaya untuk mengkapanyekan gerakan vaksinasi. “Selain sosialisasi, kami juga jemput bola ke desa-desa untuk menjemput lansia yang belum divaksin,” ujarnya.

Menurut Heru, sebelum penjemputan, petugas melakukan himbauan kepada lansia yang belum divaksin untuk bersedia dijemput dan diantar ke Gerai Vaksin Presisi. “Kalau bersedia divaksin, Bhabinkamtibmas akan mengantar ke Puskesmas selanjutnya juga akan mengantar lansia untuk kembali ke rumah usai vaksin.” Pungkasnya.

Target yang diharapkan oleh Polsek Comal yakni 500 warga perhari. Selain di Puskesmas Purwoharjo, petugas menyiapkan Puskesmas Purwoharjo sebagai Gerai Vaksin Presisi.

Menurutnya, target harian sebanyak seribu warga Comal yang divaksin. Saat ini di Comal vaksinasi baru mencapai 11%, sedangkan di wilayah Kabupaten Pemalang baru tercapai 21%. (Bono)

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Warga buka segel kantor Desa Ampelgading

Dampak warga tuntut dua oknum perangkat desa dipecat Pemalang, Wartadesa. - Kapolsek Ampelgading, AKP Heriyadi Noor bersama Camat, Kepala Desa dan Read more

Warga temukan mayat tak dikenal di Kedungbanjar Pemalang, Andakah keluarganya?

Pemalang, Wartadesa. - Polsek Taman Kabupaten Pemalang menunggu 1 x 24 jam, jika tidak ada keluarga yang mengakui korban maka Read more

selengkapnya
Kesehatan

Pingpong drum bekas bahan kimia, warga Batang dan Tegal terimbas

drum

Batang, Wartadesa. – Warga Batang, utamanya wilayah Kandeman, Depok hingga Klidanglor dihebohkan dengan bau menyengat sejenis bocoran tabung gas sejak Jum’at (06/08). Puncaknya pada malam Ahad (07/08) saat hujan turun di wilayah tersebut. Sehari setelahnya, pada Ahad (08/08) warga di dua Kecamatan Adiwerna dan Talang, Tegal mencium bau yang sama. Diduga drum bekas bahan kimia dari Depok sudah berpindah ke Tegal.

Adanya bau menyengat di Batang tersebut menjadi perbincangan hangat di grup media sosial Pigura Warga Batang dan Gosip mBatang. Pada dua grup tersebut, tulisan dari Trie Tanpa Kucir, paling banyak dibagikan.

Trie menulis bahwa ratusan drum bekas yang berada di Depok Kecamatan Kandeman, tepatnya di pesisir pantai Sigandu Batang, sejak 2 hari terakhir sangat meresahkan warga. Ratusan drum kosong yang diketahui milik pengusaha asal Tegal ini mengeluarkan aroma tak sedap, yang sangat menggangu pernafasan.
Sejumlah warga yang terdekat dengan lokasi, bahkan mengeluhkan pusing dan mual-mual. Misal saja Sukono yang terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu siang karena mengalami mual terus menerus.
Multazam yang merupakan warga setempat menuturkan, tidak diketahui secara pasti asal muasal kedatangan drum tersebut. Namun, sejak Jumat (6/8) siang drum bertuliskan Ethyl Mercaptan tersebut mengeluarkan aroma yang sangat menyengat.
Jajaran Polsek Tulis yang mendapat laporan warga, langsung mendatangi lokasi. Polisi langsung memasang Policeline dan menghubungi pemilik, untuk segera memindahkan ratusan drum tersebut ke tempat lain.
Kapolsek Tulis, Iptu Darwan memimpin langsung jalannya evakuasi drum bermasalah tersebut ke tempat lain. Sementara, 2 buah drum sudah diamankan ke mapolres sebagai barang bukti.
Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka yang dikonfirmasi malalui pesan Whatsap menjelaskan, kasus ini sudah ditangani jajaran Satreskrim.

Salah satu postingan dikomentari oleh Amat Nashikhin, Ethanethiol ini berbahaya lantaran beracun dalam konsentrasi tinggi.

“Ethanethiol , umumnya dikenal sebagai etil merkaptan dan bau busuk , adalah cairan bening dengan bau yang berbeda. Ini adalah senyawa organosulfur dengan rumus CH 3 CH 2 SH. Disingkat EtSH, terdiri dari gugus etil (Et), CH 3 CH 2 , terikat pada gugus tiol , SH. Strukturnya sejajar dengan etanol , tetapi dengan belerang menggantikan oksigen . Bau EtSH sangat terkenal. Ethanethiol lebih mudah menguap daripada etanol karena berkurangnya kemampuan untuk terlibat dalam ikatan hidrogen. Ethanethiol beracun dalam konsentrasi tinggi.” Tulis Amat Nasikhin.

Selepas warga Batang yang digegerkan dengan bau menyengat dan menyebabkan seorang warga dilarikan ke rumah sakit. Kini giliran warga Tegal yang mengalami hal serupa.

Media online Radar Tegal melaporkan bahwa sejumlah warga di Desa Gembong Kulon Talang dan beberapa desa di Adiwerna digegerkan dengan bau menyengat seperti tabung gas bocor. Bahkan grup media sosial setempat ramai dengan bau menyengat tersebut.

Abdul Ghofur, warga Desa Gembong, Talang pun mencari tahu sumber bau tersebut. Namun hingga kini belum diketahui asal bau menyengat yang menyesakkan pernapasan warga tersebut. (Bono)

Terkait
Mengisi ronda dengan catur dan jimpitan

Reban. Batang. Wartadesa - Menjaga kemamanan lingkungan di pos kamling (keamanan lingkungan) kadang menjenukan. Nah, warga Reban Kabupaten Batang mempunyai Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Pendaki asal Lebaksiu Tegal tersambar petir di Gunung Slamet

Purbalingga, Wartadesa. - Dua pendaki Gunung Slamet dilaporkan tersambar petir. Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Purbalingga, Read more

Bus wisata yang ditumpangi warga Batang masuk jurang

Purbalingga, Wartadesa. - Naas, bus pariwisata Metropolitan E 7599 V yang membawa 64 warga Batang yang hendak berwisata ke objek Read more

selengkapnya
KesehatanSosial Budaya

PPKM naik level 4, Kades diminta edukasi dan sosialisasi vaksinasi

evaluasi ppkm

Wonopringgo, Wartadesa. – Naiknya level PPKM di Kota Santri dari level 3 ke level 4 membuat Wakil Bupati Pekalongan, Riswadi meminta kepala desa semakin gencar melakukan sosialisasi dan edukasi warga, pentingnya vaksinasi. Menurutnya antara kepala desa, camat sampai pemkab harus memiliki komunikasi yang baik, supaya kasus Covid-19 bisa mereda.

‘’Satgas Covid-19 ini sangat terbatas, untuk itu saya mohon supaya kita bisa sepaham bahwa Covid-19 ini berbahaya dan harus kita tekan penularannya dengan melakukan kerjasama yang baik,’’ kata Riswadi saat monitoring dan evaluasi pelaksanaan PPKM di tingkat bawah, di Kecamatan Wonopringgo, Rabu (4/8/2021) siang.

Menurut Riswadi, jika masyarakat mau divaksin, tingkat penyembuhan warga yang terjangkit virus Covid-19 semakin tinggi dan tingkat penularannya semakin rendah.

Sementara itu, Kepala Desa Rowokembu Mufreni menyampaikan bahwa kasus Covid-19 di desanya semakin mereda. Dibuktikan dengan tidak ada warganya yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

‘’Kondisi Rowokembu ini alhamdulilah untuk Covid-19 disini sudah mereda. Artinya masyarakat kami yang melakukan isolasi mandiri sudah tidak ada,’’ ungkapnya.

Mufreni menambahkan bahwa kegiatan jogo tonggo sudah berjalan dan potensi kerumunan warga di tempatnya sudah berhenti. “Dapat dipastikan bahwa Desa Rowokembu sudah benar-benar melaksankan protokol kesehatan dan kegiatan Jogo Tonggo.  Jadi, kami benar-benar melaksankan protokol kesehatan dan kami juga akan mengedukasi masyarakat supaya mau melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19,’’ tuturnya.

Kegiatan monitoring selanjutnya dilakukan dengan pembinaan di Desa Getas, dan tunjauan tempat isolasi mandiri terpusat di Desa Sampih. (Bono)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Dewan tak setuju tempat ibadah ditutup selama pelaksanaan PPKM Darurat

chandra

Sragi, Wartadesa. – Sehari lepas pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Chandra Saputra mengkritisi kebijakan pemerintah untuk menutup atau membubarkan kegiatan di tempat ibadah.

Dalam laman media sosial Facebook  Candra Shinanta anggota dewan ini mengungkapkan ketidaksetujuannya terkait penutupan tempat ibadah.  “Saya tidak setuju jika PPKM Darurat ini menutup masjid serta mushola. saya nilai tidak bijak. Karena Bandara serta kantor dan kegiatan perekonomian lainnya masih tetap diizinkan untuk dibuka.
Saya meminta agar selama penerapan PPKM Darurat ini, tidak ada petugas yang memaksa membubarkan atau menutup tempat ibadah selama masjid dan mushola tersebut menerapkan protokol kesehatan yang ketat.” tulis Chandra, Ahad (04/07).

Postingan tersebut mendapat persetujuan dari warganet yang mengikuti halamannya.

Sebelumnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Pekalongan, Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan dengan tegas menginstruksikan seluruh warga Kota Santri untuk mematuhi instruksi dari Pemerintah Pusat terkait kebijakan PPKM Darurat.

Wakil Bupati Pekalongan, Riswadi mengungkapkan bahwa terhitung sejak esok tanggal 3-20 Juli 2021 di Kabupaten Pekalongan area publik yang berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat akan ditutup. ‘’Dengan adanya PPKM Darurat tersebut, maka untuk tempat ibadah dan objek wisata sementara akan ditutup terlebih dahulu,’’  katanya.

Pria yang akrab disapa Riswood ini menambahkan bahwa  untuk tempat-tempat umum lain seperti restoran, warung tradisional, dan toko modern akan tetap dibuka namun dengan adanya pembatasan pengunjung. ‘’ Toko modern, warung tradisional sudah diatur maksimal buka hanya sampai jam 8 malam. Dan untuk restoran maksimal hanya boleh menampung 50% pengunjung dari kuota biasanya. Jadi tidak boleh ada kerumunan sama sekali,’’ ungkapnya.

Selain itu, lanjut Riswadi, untuk ASN dan dinas-dinas vertikal diminta untuk memberi contoh kepada warga Pekalongan. ‘’ASN dan instansi vertical itu sebagai pemberi tauladan bagi masyarakat,’’ tuturnya.

Aturan PPKM Darurat di Kota Santri kemudian dibuat regulasinya dengan  mengeluarkan instruksi Bupati Pekalongan nomor 01 Tahun 2021 tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat dari Corona virus di kabupaten Pekalongan. (Buono)

Terkait
Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia

Bekasi, Wartadesa. – Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia (PMGI) yang berdiri pada tahun 2016 yang lalu, menyelenggarakan Gathering dan Silaturrahim perdana Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Sejumlah orang tua tolak vaksinasi Rubella

Pekalongan Kota, Wartadesa. -  Setidaknya 15 orang tua siswa di beberapa SD di wilayah Kota Pekalongan menolak anaknya diimunisasi Measles Read more

Kasus HIV/AIDS di Kota Santri capai 40

Kajen, Wartadesa. - Kasus HIV/AIDS di Kota Santri sejak Januari hingga Juni 2017, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Komisi Penanggulangan Read more

selengkapnya