close

Kesehatan

BencanaKesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Seribu kado Ramadhan untuk korban banjir rob dibagikan

asip di pencongan

Wiradesa, Wartadesa. – Pos Pelayanan (Pos Yan) Muhammadiyah Bencana Banjir Rob yang didirikan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Cabang Pencongan Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan, menggelar kegiatan puncak. Gelaran rangkaian acara tersebut dihadiri oleh orang nomor satu di Kota Santri, Asip Kholbihi. Ahad (10/06).

Pos Yan Muhammadiyah Cabang Pencongan dalam kegiatan puncaknya menggelar program pelayanan kesehatan gratis pada pagi hari. Kegiatan ini digelar di Mushola An Nidhom, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Wonokerto Kab. Pekalongan.

Pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga terdampak rob digelar oleh Pos Yan Muhammadiyah Cabang Pencongan, Ahad (10/06)

Sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian 1000 kado ramadhan untuk korban bencana banjir rob. Bingkisan diberikan secara simbolis kepada perwakilan warga terdampak rob di Desa Pesanggrahan. Dihadiri oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Muspika Kecamatan Wiradesa dan Wonokerto beserta Pimpinan Muhammadiyah Cabang Pencongan.

Asip Kholbihi dalam sambutanya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam menangani kebencanaan, “Dalam upaya kebencanaan perlu adanya kerjasama berbagai elemen, saya ucapkan terimakasih untuk sedulur Muhammadiyah yang selama ini banyak bersinergi dalam urusan kebencanaan dengan pemerintah daerah,” ungkap orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan tersebut.

Koordinator relawan AMM Cabang Pengongan, Fauzan Amin mengungkapkan rasa syukurnya bahwa seluruh rangkaian kegiatan Pos Yan Muhammadiyah telah selesai.  “Sungguh, kami bersyukur bahwa rangkaian puncak kegiatan ini telah selesai, saya ucapkan terimakasih kepada Lazismu  dan LPB Kabupaten Pekalongan yang selama ini selalu mendampingi kami.” ujarnya.

Di tempat terpisah, Ahmad Zaeni, Pengurus Lazismu Kab Pekalongan mengatakan bahwa pembagian kado ramadhan di Pencongan ini berbeda. “Acara pembagian kado ramadhan tahun ini di Cabang Pencongan agak berbeda, kalau di Cabang lain itu yang menerima adalah anak yatim piatu dan duafa, namun di Pencongan ini kita khususkan untuk para korban banjir rob,” tuturnya.

Acara diakhiri dengan tausiyah dari Ustad   Ibnu sholeh,  Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. (Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Hakam Naja resmi buka Posko MudikMu AMM Pencongan

mudikmu1

Wiradesa, Wartadesa. – Kemacetan yang melanda jalur Pantura Pekalongan pada Sabtu sore (09/06) tidak menghalangi Hakam Naja, Anggota DPR RI menghadiri undangan pembukaan Posko MudikMu yang diselenggrakan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Cabang pencongan.

Dengan pengawalan Kokam, putra daerah Kota Pekalongan ini datang tepat pukul 17.00 WIB. Didampingi anggota DPRD Kab Pekalongan, Abdul Haris, membuka Posko MudikMu 2018 di Pencongan, Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan.

Posko Mudikmu didirikan untuk berpartisipasi membuka titik-titik tempat istirahat (rest area) dengan fasilitas kesehatan, layanan pijat, tempat istirahat, ambulan gratis, minuman panas dan mainan anak.

Selain fasilitas tersebut, Posko MudikMu menyediakan fasilitas khusus untuk penyandang disabilitas, lansia dan anak-anak. Layanan khusus tersebut untuk mempermudah penyandang disabilitas memanfaatkan toilet, alat kebersihan, kasur dan obat-obatan.

Penampilan Iwan Fals nya Pekalongan, Wiwik dalam peluncuran Posko MudikMu AMM Pencongan, Sabtu (09/06)

Hakam Naja mengungkapkan kekagumannya kepada Angkatan Muda Muhammadiya Pencongan yang telah menyelenggarakan Posko MudikMu ke delapan kalinya. “Sampaikan kepada semua orang bahwa karakter Muhammadiyah itu melayani bukan meminta…”Tegasnya.

Sementara itu, Abdul Haris mengungkapkan bila diperlukan kerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan untuk mendirikan Posko Kesehatan bagi pemudik. “Jikalau memang perlu, bekerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan untuk mendirikan posko kesehatan untuk para pemudik.” Tuturnya.

Acara pembukaan Posko MudikMu juga dimeriahkan dengan penampilan Mas Wiwik yang terkenal sebagai Iwan Fals nya Pekalongan. Selain di Pencongan, Posko MudikMu Kabupaten Pekalongan juga digelar di depan Masjid Al-Khuzaemah Kajen. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Hukum & KriminalKesehatanLayanan Publik

Tarik ulur Perwal Iklan Rokok antara Walikota Pekalongan dan Dewan

stop iklan rokok

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Tarik ulur soal Peraturan Walikota Pekalongan tentang Iklan Rokok dalam Perwal No. 36/2011 yang diubah No 26/2018 antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Walikota Pekalongan terus bergulir.

Dewan menginginkan agar perwal dikembalikan seperti semula, yakni iklan rokok dilarang, semertara Walikota Pekalongan menginginkan sebaliknya.

Mufid, Anggota Komisi B DPRD Kota Pekalongan, mengungkapkan bahwa gara-gara kran iklan rokok dibuka dengan perwal tersebut mengakibatkan anak-anak SD sudah mulai merokok. Bahkan pelajar putri juga sudah mengkonsumsi rokok elektronik. Hal demikian sungguh mengerikan, ungkap pria yang akrab dipanggil Mofid.

Baca:  pks-tolak-pencabutan-perwal-larangan-iklan-rokok 

Berbeda dengan anggota dewan, Walikota Pekalongan, Saelany Mahfudz mengatakan bahwa perwal larangan iklan rokok tidak mengurangi peredaran narkoba di Kota Pekalongan.  “Kita kurang apa di Kota Pekalongan, kota santri, pesantren banyak, pengajian luar biasa. Namun apa yang terjadi? Angka Narkoba luar biasa. Dari 10 jadi 8. Padahal kita punya Perda Rokok, Perwal Rokok, Tapi apa yang terjadi?” Ungkapnya dilansir dari Info Sekitar Pekalongan.

Menurut Saelany, dengan ditutupnya kran iklan rokok, kreatifitas anak-anak muda di Pekalongan tersumbat. “Kami mengamati, ada berbagai masalah yang ternyata kreativitas anak-anak muda kita tersumbat. Kegiatan yang selama ini kurang berkembang baik, karena kurangnya sponsor. Baik budaya maupun seni. Siapa yang mau jadi sponsor, 10 tahun kita tersumbat. Kita punya lapangan Sorogenen, yang dulu sebelum jadi taman, itu adalah untuk aktivitas olahraga anak muda kita, karena sudah jadi taman, akhirnya tidak ada aktivitas apapun. Kita punya kolam renang sudah rusak , padahal kreavitas-kreativitas anak muda kita lebih banyak dari renang. Belum kesenian belum budaya dan sebagainya sebagainya.” Lanjutnya.

Saelany menambahkan bahwa pemerintah kota perlu membuat saluran kreatifitas bagi anak-anak muda pekalongan. “Kalau semua tersumbat, saya menyadari betul, mereka menggandrungi yang namanya gadget, disinilah pusat narkoba, pornografi. Itu barangkali pemikiran awal kami, kreativitas anak muda, kesepian, budaya bisa disalurkan.” Ujarnya.

Saelany melanjutkan, “Katanya, narkoba pintunya adalah rokok, sudah ada Perda Rokok, Perwal Rokok, tapi apa yang terjadi? Kota Pekalongan ini gawat dalam masalah radikalisme, pemerintah perlu membuat saluran-saluran, ini pemikiran satu sisi dari saya selaku walikota, kalau itu memang betul-betul ranah kita selalu mumbet kreativitas anak muda.” Ungkapnya.

Saelany memandang bahwa tidak ada kota dimanapun yang mampu mendanai kegiatan kreativitas pemuda tanpa sponsor.  “Kecuali kita mampu mengganggarkan untuk anak-anak muda kita berkreativitas tidak masalah. Namun kita tidak tidak mampu, negara manapun, kota manapun tidak mampu mendanai kreativitas anak muda tanpa sponsor. Selama ini kita hanya pembangunan secara fisik, tetapi pembangunan secara mental perlu menjadi perhatian kita semua. Mungkin saya salah, tapi nyatanya demikian.” Pungkasnya.

Sebelumnya,  FPKS DPRD Kota Pekalongan menolak rencana pencabutan Peraturan Walikota No. 36 tahun 2011 tentang Larangan Iklan Rokok. Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Pekalongan, Aji Suryo, mengatakan Fraksi PKS akan menolak terhadap rencana pencabutan Perwal tentang Larangan Iklan Rokok di daerah itu karena pendapatan iklan tidak sebanding dengan dampak buruk merokok. Kamis (29/03).

“Tentang rencana pencabutan Perwal itu, kami minta Wali Kota Pekalongan perlu mengkaji ulang wacana tersebut karena pertimbangan dicabutnya peraturan tersebut apakah hanya karena faktor pendapatan yang masuk ke daerah agar dapat lebih besar,” ujar Aji

Menurut Aji, pemasukan dari iklan rokok tidak sebanding dengan dampak buruk kebiasaan merokok. Dia meminta agar Walikota Pekalongan mengkaji ulang wacana pencabutan peraturan tersebut,  “Oleh karena itu, mohon dikaji ulang wacana mencabut Perwal itu. Kami sangat tidak mendukung ketika wacana tersebut disampaikan.” katanya.

Aji mengungkapkan bahwa pihaknya tidak ingin generasi muda Pekalongan terpapar rokok lebih dini, “Kami tidak ingin generasi ke depan bisa terpapar rokok lebih dini,” katanya.

Sementara itu Fraksi PPP malah mendukung pencabutan perwal tersebut, menurut Mabrur, Ketua Fraksi PPP, iklan rokok tidak berimplikasi langsung pada kesehatan warga,  “Iklan rokok tidak berimplikasi langsung terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Apalagi di televisi juga sudah banyak iklan rokok, kita hentikan pun juga tidak ada pengaruhnya,” katanya.

Diketahui, Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz menyampaikan wacana pencabutan Perwal tentang larangan iklan rokok, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari perusahaan rokok.   (Sumber: Info Sekitar Pekalongan dan dari dokumentasi Wartadesa)

selengkapnya
BencanaKesehatanLayanan PublikLingkungan

810 pengungsi masih tetap bertahan meski banjir rob mulai surut

rob jeruk sari

Tirto, Wartadesa. – Sebanyak 810 warga yang mengungsi akibat banjir rob di wilayah pesisir pantai utara Kabupaten Pekalongan masih bertahan di posko pengungsian, meski banjir rob berangsur-angsur surut. Ketinggian air berkisar antara 40 hingga 50 centimeter dari sebelumnya antara 100 hingga 150 centimeter.

Bertahannya warga di posko pengungsian tersebut dikarenakan rumah warga masih terendam rob.

Bambang Sujatmiko, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan mengungkapkan 810 pengungsi tersebut tersebar di Desa Jeruksari, Tegaldowo, Karangjompo Kecamatan Tirto dan Kelurahan Bener Wiradesa.

“Karena air dirumah-rumah warga lokasinya rendah sehingga air tidak bisa keluar,total pengungsi hari ini masih 810 jiwa yang tersebar di Jeruksari,Tegal Dowo,Karangjompo dan kelurahan Bener Kecamatan Wiradesa,” ujar Bambang, Senin (28/05).

Titik pengungsi tersebar di delapan lokasi meliputi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tirto, Kecamatan Wonokerto dan Kecamatan Wiradesa.

Alumni MUHI angkatan 1988 menyerahkan bantuan korban rob di Posko banjir rob Pencongan, Senin (27/05).

Informasi yang didapatkan Wartadesa, dapur umum di Kopindo mampu menyiapkan 800 porsi, sedang dapur umum MDMC di SMK Muhammadiyah Pencongan menangani konsumsi 800 porsi untuk warga Desa Pesanggrahan.

Diketahui, Posko Peduli Banjir Rob Muhammadiyah Pencongan  sehari sebelumnya, Senin (27/05) menerima bantuan dari alumni SMA Muhammadiyah 01 Pekalongan angkatan 1988 berupa 98 kg Beras, 6 dus mi instan,  3 dus air mineral.

“Warga yang berkenan membantu saudara-saudara kita terdampak rob bisa menyalurkan donasi melalui rekening  Bank BRI 006801036862507 atas nama Shofi Dhiya’ul Arif ,” tutur Fauzan Amin, salah seorang relawan Pemuda Muhammadiyah Pencongan. Senin (28/05).

Diperkirakan, banjir rob masih akan merendam wilayah tersebut hingga 2 Juni 2018 mendatang, berdasar data BMKG bahwa air pasang masih akan terjadi hingga tanggal 2 Juni mendatang.

Sementara itu penanganan  kesehatan para pengungsi ditangani oleh Dinas Kesehatan maupun Puskesmas selama 24 jam, petugas kesehatan juga melakukan kegiatan layanan keliling untuk membantu warga terhindar dari berbagai penyakit, dampak rob tersebut. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaKesehatanLayanan Publik

Asip: 2018 puncak rob Kabupaten Pekalongan

rob jeruksari

Tirto, Wartadesa. – Tahun 2018 sebagai puncak rob di Kabupaten Pekalongan. Ribuan rumah terendam banjir di wilayah langganan rob, seperti Desa Karangjompo, Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo. Semuanya berada di Kecamatan Tirto. Adapun di Kecamatan Wonokerto meliputi, Desa Api-Api, Jambean, Tratebang, serta Wonokerto.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan puncak rob di Kabupaten Pekalongan, demikian disampaikan saat mengunjungi  Desa Jeruksari, yang merupakan wilayah terparah terkena rob. Selasa (22/05).

“Tahun 2018 ini merupakan puncak dari rob yang terjadi sejak tahun 2008. Ketinggian signifikan dan angin besar. Banyak yang mengungsi dan kami langsung memberikan bantuan, baik air bersih, kesehatan, selimut, peralatan sekolah untuk anak-anak, logistik dan dapur umum,” ujar Asip.

“Selasa siang ini kami melakukan pantauan rob di beberapa lokasi, Wonokerto Wetan, Pecakaran dan Jeruksari. Sebagai titik rob di Kabupaten Pekalongan. Tapi yang paling parah adalah di Jeruksari ini, hampir semua penduduk tergenang rob cukup tinggi, hampir satu meter,” lanjut Asip.

Asip mengungkapkan bahwa pihaknya langsung melakukan respon cepat untuk melakukan pembangunan bendung darurat di Jeruksari. Karena  tanggul laut dari APBN, progresnya baru di Kota Pekalongan, dan belum masuk Kabupaten Pekalongan.

“Selain itu kami siapkan, logistik dan tas khusus untuk para pelajar agar buku-buku tidak terkena air. Kami juga akan melakukan penanganan khusus yaitu membendung muara sembari menunggu tanggul raksasa rampung dibangun,” kata Asip.

Hingga saat ini, tanggul raksasa penahan banjir rob  baru berjalan sekitar 5 persen, membuat Pemkab bergerak cepat guna menangani permasalahan yang melanda masyarakat di Jeruksari. Hari ini (Rabu, 23/05) akan dilakukan pembendungan muara.

“Rabu (23/5) akan kami mulai membendung muara sebagai tindakan emergensi untuk mengatasi banjir rob,” timpal Asip.

Sementara Kepala Desa Jeruksari Kuswanto menambahkan, bahwa hampir seluruh penduduk tergenang, dan rob paling parah ini sudah terjadi sejak 17 hari berturut-turut.  “Yang dibutuhkan warga sekarang ini adalah pangan karena mereka kesulitan memasak, dapur dan semua peralatan tenggelam oleh air rob. Jadi untuk dapur umum sangat dibutuhkan, agar lebih membantu warga, apalagi saat buka puasa dan sahur,” tambah Kuswanto.

Kuswanto menambahkan bahwa sekitar dua ribu KK terdampak rob dan 200 orang mengungsi. “Ada sekitar 2139 kepala keluarga di Jeruksari semuanya terdampak rob dan banjir, sedangkan yang berada di pengungsian berjumlah 200 orang,” lanjutnya.

Menurut Kuswanto, banjir rob di wilayahnya sudah terjadi sejak tahun 2008 lalu, “Banjir rob di Jeruksari sudah terjadi sejak 2008, namun dampak terparah terjadi di 2018 ini. Karena ketinggian air naik secara signifikan ditambah angin kencang,” tuturnya.

Nur Hayati, salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa banjir rob semakin tinggi ketika siang hari, “Ya keadaan seperti ini, semakin hari semakin parah, siang hari biasanya air semakin tinggi,” ujarnya. (Eva Abdullah)

 

 

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Diduga sakit menahun tak kunjung sembuh, kakek ini bunuh diri

kakek bunudiri1

Karanganyar, Wartadesa. – Diduga karena penyakit manahun yang tidak kunjung sembuh, seorang kakek yang berprofesi sebagai buruh bunuh diri. C (81) warga Dukuh Limbanganbarat Desa Limbangan Kecamatan Karanganyar ditemukan tewas gantung diri. Korban ditemukan di dalam kamar rumahnya, Selasa (8/5).

Dari hasil olah TKP dan keterangan dari beberapa saksi bahwa korban pertama kali ditemukan oleh cucu korban sendiri sekira pukul 05.30 WIB. Yakni bermula ketika Saiful Umur (10) yang tinggal dalam satu rumah mengantarkan minuman susu ke kamar korban, namun ketika membuka pintu yang tidak dikunci saksi melihat korban dalam keadaan tergantung dengan menggunakan tambang plastik warna hijau digantungkan dengan blandar dan ujungnya diikatkan di tempat tidur, korban naik kursi lipat yang ditaruh diatas kasur kemudian lehernya diikat dengan tali plastik tersebut.

Mengetahui korban gantung diri dan sudah tidak bernyawa, Saiful memanggil Sujono (40) yang tinggal masih satu rumah bersama korban. Atas kejadian itu Sujono kemudian melepaskan tali yang mengikat leher korban dan menurunkannya.

Dengan kejadian itu, selanjutnya anggota keluarga memberitahukan Kepala Desa, kemudian Kepala Desa melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karanganyar.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan, IPTU Akrom,  membenarkan adanya warga Limbangan Karangayar yang gantung diri. Menurutnya, anggota yang mendapat laporan langsung menuju lokasi bersama tim identifikasi. Setelah melakukan Olah TKP menerangkan korban murni bunuh diri dan tidak ada tanda penganiayaan.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dari Puskesmas Karanganyar maupun keterangan Unit Reg Iden bahwa tidak ada tanda – tanda kekerasan. Adapun keluarga korban menerima atas kejadian musibah dan diterima dengan ihklas.

“Keluarga korban menerima dan tidak akan melakukan tuntutan kepada siapapun, selain itu keluarga meminta agar tidak dilakukan autopsi,” terang Akrom.

Dari keterangan keluarga korban yakni Sujono bahwa korban menderita penyakit menaun yaitu penyakit dompo di perut dan dimungkinkan karena penyakit yang tak kunjung sembuh ini, korban akhirnya nekat mengakhiri hidupnya. (Humas Pores Pekalongan)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

500 balita di Kabupaten Pekalongan kekurangan gizi

munafah

Kajen, Wartadesa. – Sekitar 500 balita di 19 kecamatan se Kabupaten Pekalongan mengalami kekurangan gizi. Hal tersebut mendorong pemerintah setempat mencanangkan program pengentasan balita gizi kurang. Program dilakukan dengan cara penyuluhan ‘Pola Asuh dan Nutrisi untuk Anak Sehat dan Cerdas’ dengan melibatkan 300 relawan kesehatan di Kabupaten Pekalongan.

“Data Dinas Kesehatan menunjukkan dari 500 anak yang mendapatkan Nutrilite Little Bits. Alhamdulillah, terdapat 436 anak yang mengalami peningkatan perbaikan gizi.” terang  Munafah, Ketua Gema Setia sekaligus Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Pekalongan, Senin (07/05).

Munafah menambahkan bahwa pihaknya menggandeng sebuah yayasan untuk melakukan monitoring, evaluasi dan penyuluhan gizi.

Menurut Munafah, pencegahan dan penanganan gizi buruk pada balita tidak bisa dilakukan Pemerintah atau PKK sendirian, namun, memerlukan keterlibatan semua pihak, oleh karena itu, beliau mengajak seluruh elemen masyarakat, relawan dan seluruh stakeholder terkait untuk keroyok bersama-sama agar gizi kurang menjadi 0%.

Sementara itu, ahli gizi, Rita Ramayulis DCN MKes mengatakan, kurangnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya gizi seimbang untuk anak diawal pertumbuhan mereka bisa mengakibatkan anak-anak mengalami hambatan dalam pertumbuhannya bahkan menjadi obesitas.

“Gizi ibu yang tidak optimal juga menjadi salah satu penyebab masalah kurang gizi pada balita. Oleh karena itu, setiap ibu harus selalu mengonsumsi makanan yang seimbang,” jelas Rita.

Rita merasa terharu bertemu langsung dengan ibu-ibu yang mempunyai anak balita gizi kurang. “Semangat ya bu, Anak itu rezeki yang tidak terhingga dari Maha Pencipta. Berilah dia cinta,” ucap Rita.

Rita mengajak para ibu untuk mengasuh anak dengan pola yang baik,  “Asuh anak dengan pola yang baik, beri anak makanan yang sesuai dengan umurnya, terapkan hidup bersih dikeluarga ibu, beri anak stimulasi dengan selalu mengajaknya berbicara dan bermain melibatkan gerak dan pikirannya, serta beri anak cinta. Jadikan anak selalu nyaman ketika berada di dekat ibu,” jelas Rita. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Hukum & KriminalKesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Tak punya IPAL, usaha pencucian jins bakal tak diberi ijin

ijin pencucian jins

Kajen, Wartadesa. – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan meminta agar usaha pencucian jins yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk tidak diterbitkan ijin usahanya. Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi C, Heri Triyono Sabdo dalam audiensi dengan warga Desa Karangsari Kecamatan Bojong di ruang rapat dewan. Senin (23/04).

“Jika belum ada IPAL, jangan dikasih izinnya. Sebelum izin keluar kan ada kajian di lapangan terlebih dahulu,” ujar Heri menjawab tuntutan warga.

Permasalahan limbah di Desa Karangsari Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan merupakan permasalahan lama yang tidak juga terselesaikan. Terkait dengan hal tersebut dewan berharap agar permasalahan tersebut segera terselesaikan dan tidak berlarut-larut.

Aduan masyarakat ini sebenarnya persoalan lama yang belum terselesaikan. Banyak faktornya. Pada siang hari ini ingin diselesaikan agar tidak berlarut-larut. Dengan ketidakhadiran warga, jadi tak berdaya karena kita tidak tahu apa yang akan mereka sampaikan. Lanjut Heri.

Menurut Heri harus ada itikad baik dari pemilik usaha pencucian jins dengan membangun IPAL, agar ijin usahanya tidak dicabut.

Herri mengungkapkan, banyak usaha jins wash di Kabupaten Pekalongan, seperti di Tirto, Kedungwuni, Bojong, dan Wonopringgo, belum memiliki IPAL standar. Sehingga, limbah usaha jins wash tersebut larinya ke sungai. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi permasalahan yang mungkin muncul, ia meminta eksekutif untuk lebih ketat dalam mengeluarkan izin usaha tersebut.

“Agar tidak ada permasalahan, sebelum ada IPAL yang standar, jangan diizinkan dulu. Saya juga akan undang Pak Edi (Kepala Dinas Perizinan). Jika izin dikeluarkan dan IPAL belum ada, maka akan terjadi permasalahan-permasalahan berikutnya. Ini kan repot. Untuk antisipasi permasalahan, yang belum memiliki IPAL, izinnya dicabut dulu, dan yang belum berizin untuk ditutup,” tandas Heri.

Perwakilan Dinas Perkim dan LH Pratomo mengatakan, Dinas Perkim dan LH, pihak kecamatan, dan Satpol PP sudah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat Desa Karangsari. Menurutnya, di Desa Babalan dan Karangsari ada lima usaha jins wash yang sudah mengantongi izin, namun IPAL belum memenuhi persyaratan.

“IPAL belum memenuhi syarat, makanya kami beri teguran pertama. Isinya agar pengusaha segera membangun IPAL,” terang Pratomo. (Eva Abdullah)

selengkapnya
EkonomiKesehatan

Nanas Madu Belik, beragam manfaat dari daging buah hingga limbah kulitnya

sampo nanas

Pemalang, Wartadesa. – Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang dikenal sebagai penghasil nanas madu. Beragam manfaat nanas yang bentuknya lebih kecil dari ukuran buah nanas biasanya ini, dapat kita nikmati. Dari daging buah hingga limbah kulit nanas madu.

Warga bisa mendapatkan nanas madu di sepanjang Jalan Raya Purwokerto-Pemalang. Biasanya warga Desa Beluk Kecamatan Belik menjual buah nanas madu dengan menggelar lapak di sepanjang jalan. Selain itu, beragam produk olahan nanas madu dapat dinikmati seperti minuman sari nanas, selai hingga shampoo dari limbah buah nanas.

Lapak Nanas Madu. Penjual nanas madu di sepanjang Jalan Raya Purwokerto-Pemalang menjajakan produk unggulan desa, nanas madu. Foto: Suara Warga Belik

Watini, warga Desa Beluk yang selama 20 tahun berjualan nanas madu di pinggir Jalan Raya Purwokerto-Pemalang mengungkapkan bahwa nanas madu khas Beluk, lebih segar dan manis dibandingkan dengan lainnya, walaupun memiliki ukuran lebih kecil ini justru lebih di sukai oleh masyarakat karena mempunyai rasa yang manis.

Watini mengaku tiap hari bisa menjual 100 buah nanas. Yang membedakan nanas madu Beluk dengan nanas madu lainnya adalah bentuknya yang bulat dan kecil, dan memiliki rasa yang lebih manis ketimbang nanas lainnya.

Nanas madu ini menjadi buah tangan warga yang melewati bilangan Belik, mengingat beragam manfaat, seperti,  melancarkan pencernaan, mencegah kanker payudara,  mengurangi nyeri haid,  mengontrol kolesterol dalam tubuh, memperkuat tulang,  mencegah dan meringankan batuk pilek,  dan mengontrol gula darah atau diabetes.

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Sembilan kelurahan di Pekalongan endemis DBD

ilustrasi dbd

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Sembilan kelurahan di wilayah Kota Pekalongan endemis Demam Berdarah Dengeu (DBD). Wilayah tersebut dinyatakan endimis karena tiga tahun berturut-turut ditemukan penderita DBD. Demikian disampaikan Kepala Bidan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dokter Tuti Widayanti beberapa waktu lalu.

Dari data selama tiga tahun berturut-turut selalu ditemukan, yakni pada tahun 2015, 2016 dan tahun 2017, sehingga sembilan kelurahan yang dinyatakan sebagai endemis penyakit demam berdarah.

Kesembilan kelurahan tersebut meliputi, Podosugih, Medono, Sapuro Kebulen, Tirto, Pringlangu, Landungsari, Pabean, Yosorejo, dan Kertoharjo. “Wilayah-wilayah itu dikatakan endemis karena selama tiga tahun berturut-turut selalu ditemukan kasus demam berdarah,” ujar Tuti Widayanti.

Tuti menambahkan, hingga April 2018 ini ditemukan 15 kasus DBD di sembilan wilayah endemik.

Selain upaya melakukan fogging (penyemprotan) massal, masyarakat di daerah endemik harus terus menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk atau PSN, agar terbebas dari bahaya penyakit yang mematikan tersebut.

Namun Tuti kembali menegaskan, fogging hanya berfungsi untuk memutus rantai penyebaran DBD pada suatu lokasi di rentang waktu tertentu. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Jika tidak disertai dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) oleh masyarakat setempat, maka dalam tempo satu minggu setelah fogging akan kembali muncul jentik-jentik nyamuk yang bisa menyebarkan penyakit DBD.

“Maka kesadaran masyarakat untuk melakukan PSN sangat diperlukan. Setidaknya, PSN dilakukan seminggu sekali agar tidak ada jentik nyamuk yang menularkan penyakit DBD,” tandas Tuti. (Eva Abdullah)

selengkapnya