close

Kesehatan

Kesehatan

Aksi Nyata Calon Perawat Masa Depan: Ade Kurniawan Triadi Sukses Sabet Juara II Duta GenRe Kabupaten Pekalongan 2026

berita web(3)

Pekalongan, Wartadesa, 31 Oktober 2026 — Panggung Gedung Pertemuan Umum Kabupaten Pekalongan malam itu bergemuruh penuh antusiasme. Di tengah ketegangan malam puncak Apresiasi Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Pekalongan 2026, sebuah nama diserukan dengan lantang: Ade Kurniawan Triadi. Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) ini sukses mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara II Duta GenRe Putra Kabupaten Pekalongan 2026.

Ajang bergengsi yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) melalui program ADUGENBUKA 2026 ini bukan sekadar kontes popularitas. Kompetisi ini merupakan wadah pencarian figur teladan muda yang memiliki wawasan luas, karakter kuat, dan kepedulian tinggi terhadap masa depan remaja. Dari puluhan peserta berbakat dari berbagai kecamatan, tersaring 20 finalis terbaik (10 putra dan 10 putri) yang diuji gagasan, kreativitas, serta kontribusinya bagi masyarakat.

Suara Anak Muda untuk Perubahan Nyata

Malam apresiasi tersebut turut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan, Sukirman, jajaran pemerintah daerah, Bunda GenRe, serta para dewan juri. Dalam arahannya, Plt. Bupati Pekalongan menegaskan bahwa Duta GenRe memegang peran krusial sebagai garda terdepan pelopor gaya hidup sehat dan perencana masa depan bagi remaja.

Isu-isu krusial seperti pencegahan pernikahan dini, pergaulan bebas, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika, hingga pencegahan stunting menjadi PR bersama yang harus disuarakan. Melalui pendekatan peer-to-peer (temen sebaya), pesan-pesan edukatif ini diyakini jauh lebih efektif karena disampaikan dengan bahasa dan frekuensi yang sepemikiran dengan kalangan muda.

Sentuhan Jiwa Keperawatan untuk Generasi Berencana

Bagi Ade, keikutsertaannya dalam ajang ini bukan sekadar mengejar trofi, melainkan bentuk manifestasi nyata dari ilmu keperawatan yang ditekuninya. Sebagai calon perawat, kesehatan fisik dan mental generasi muda adalah fondasi utama dalam membangun bangsa yang tangguh. Pengalaman ini sekaligus menjadi kawah candradimuka untuk mengasah kemampuan komunikasi, jiwa kepemimpinan, dan empati sosial yang mendalam.

Pencapaian ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa UMPP tidak hanya cemerlang di ruang kuliah, tetapi juga siap terjun langsung memberikan dampak positif di tengah masyarakat. Keberhasilan Ade diharapkan mampu menyulut semangat mahasiswa lainnya untuk berani unjuk gigi, mengembangkan potensi, dan mengambil peran aktif dalam menciptakan perubahan positif.

Selamat kepada Ade Kurniawan Triadi atas prestasi gemilang ini! Teruslah berkarya, membawa harum nama UMPP, dan menjadi inspirasi hidup bagi generasi muda Indonesia. ***

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Kesehatan

Mahasiswa Fisioterapi UMPP Terjun Langsung Layani Anak Berkebutuhan Khusus Lewat Program Mobile Therapy

berita web(7)

PEKALONGAN, WARTADESA. — Proses pembelajaran bagi mahasiswa kesehatan tidak hanya berhenti di ruang kelas dan laboratorium. Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) membuktikannya dengan terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Mobile Therapy bersama Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan di Kantor Kecamatan Wiradesa, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan dan Prodi Fisioterapi FIKES UMPP dalam menghadirkan pelayanan rehabilitasi bagi penyandang disabilitas, khususnya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai bagian dari tenaga pelayanan dengan supervisi langsung dari dosen dan tenaga profesional.

Pengalaman Nyata dan Penguatan Kompetensi Lapangan

Keterlibatan mahasiswa dalam program ini memberikan kesempatan berharga untuk menjembatani teori akademik dengan realitas di tengah masyarakat. Mereka dapat memahami langsung proses pelayanan fisioterapi, mengenali ragam kebutuhan rehabilitasi anak, serta mengasah keterampilan komunikasi dan kepekaan sosial.

Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam membentuk calon fisioterapis yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan profesional, tetapi juga kepekaan tinggi terhadap kebutuhan pasien, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus.

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan wawasan mendalam mengenai pelayanan kesehatan berbasis komunitas, kerja sama lintas profesi, serta pentingnya pendekatan yang berpusat pada pasien dan keluarga (patient and family-centered care).

Mobile Therapy: Inovasi Layanan “Jemput Bola”

Mobile Therapy sendiri merupakan program inovatif dari Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan yang digelar secara rutin setiap bulan dengan konsep jemput bola. Program ini dirancang untuk mengatasi kendala jarak, transportasi, serta keterbatasan ekonomi yang sering kali dihadapi keluarga penyandang disabilitas untuk mendapatkan layanan secara berkala.

Dengan menyambangi berbagai kecamatan, program ini bertujuan mendekatkan akses rehabilitasi sosial, medis, dan psikologis bagi ABK di wilayah Kabupaten Pekalongan. Layanan yang disediakan meliputi:

  • Fisioterapi dan rehabilitasi medis

  • Terapi wicara dan terapi okupasi sesuai kebutuhan

  • Skrining awal kedisabilitasan

  • Layanan psikologi

  • Edukasi serta pendampingan bagi orang tua dan guru

Aspek edukasi kepada keluarga menjadi salah satu fokus utama, di mana para orang tua dibekali pengetahuan mengenai pola pengasuhan, stimulasi tumbuh kembang, hingga tata cara mendukung proses rehabilitasi anak secara mandiri di rumah.

Wujud Nyata Tridarma Perguruan Tinggi

Kegiatan Mobile Therapy dilaksanakan secara bergilir di berbagai kecamatan di Kabupaten Pekalongan dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari Dinas Sosial, institusi pendidikan, Puskesmas, fasilitas kesehatan, hingga tenaga profesional. Secara berkelanjutan, program ini menargetkan dapat menjangkau lebih dari 1.000 Anak Berkepartuhan Khusus di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan.

Bagi UMPP, keikutsertaan dosen dan mahasiswa Prodi Fisioterapi FIKES merupakan wujud nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen UMPP dalam menghadirkan sistem pendidikan yang aplikatif, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat luas. ***

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Mahasiswa Profesi Apoteker UNAIC Gelar Edukasi “SEHATI” untuk Cegah Hipertensi dan Penyakit Jantung di Banyumas

berita web(4)

BANYUMAS, WARTADESA. – Dalam rangka menjalankan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Apotek Kimia Farma 437 Purwokerto, mahasiswa Angkatan ke-5 Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Al-Irsyad Cilacap (UNAIC), Arkhana Setiawan, menggelar program penyuluhan kesehatan bertajuk SEHATI (Selamatkan Jantung, Hindari Hipertensi).

Kegiatan edukasi ini dilaksanakan pada Jumat, 16 Oktober 2026, bertempat di Klinik dr. Aris Sugiri, Karanglewas, Kabupaten Banyumas, dengan sasaran para pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Program SEHATI digagas dengan tujuan utama meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait bahaya hipertensi, faktor risiko penyakit jantung, serta pentingnya pengelolaan terapi obat secara tepat dan teratur.

Edukasi Pola Hidup Sehat dan Kepatuhan Minum Obat

Dalam pemaparannya, Arkhana menekankan pentingnya menjaga tekanan darah agar tetap terkontrol melalui penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, meliputi:

  • Pola Hidup Sehat: Mengatur pola makan dengan membatasi konsumsi garam berlebih.

  • Aktivitas Fisik & Berat Badan: Melakukan olahraga teratur yang sesuai serta menjaga berat badan ideal.

  • Kepatuhan Pengobatan: Mengonsumsi obat antihipertensi secara rutin sesuai petunjuk petunjuk tenaga kesehatan.

Selain itu, para peserta Imbau untuk tidak menghentikan atau mengubah dosis obat secara mandiri. Arkhana mengingatkan pentingnya berkonsultasi langsung dengan dokter maupun apoteker jika mengalami keluhan, efek samping, atau ketika mengonsumsi beberapa jenis obat secara bersamaan.

“Peran apoteker dalam pelayanan kesehatan tidak hanya sebatas menyediakan obat, tetapi juga mencakup pendampingan aktif kepada pasien demi mencapai hasil terapi yang optimal,” tegas Arkhana.

Sinergi Institusi Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan

Melalui kegiatan PKPA ini, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan teknis pengelolaan pelayanan kefarmasian di apotek, tetapi juga berkesempatan mengaplikasikan keilmuannya secara langsung lewat edukasi masyarakat.

Program SEHATI diharapkan dapat mendorong peserta Prolanis untuk lebih aktif melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan mencegah komplikasi penyakit kardiovaskular. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi UNAIC bersama Apotek Kimia Farma 437 Purwokerto dan fasilitas kesehatan setempat dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di Banyumas. ***

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Tingkatkan Kesadaran Diabetes, Mahasiswa Profesi Apoteker UNAIC Edukasi 300 Peserta Prolanis di Banyumas

berita web(3)

BANYUMAS, WARTADESA. – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit kronis, Nurfika Oktaviani, mahasiswa angkatan ke-5 Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Al-Irsyad Cilacap (UNAIC), menggelar Program Penyuluhan Kesehatan mengenai diabetes melitus. Kegiatan ini ditujukan kepada peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Baturraden II, Kabupaten Banyumas, pada Rabu (14/10/2026).

Kegiatan edukasi ini terlaksana berkat kolaborasi antara mahasiswa UNAIC, Tim Apotek Kimia Farma 437 Purwokerto, dan Puskesmas Baturraden II. Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran sekitar 300 peserta Prolanis yang antusias mengikuti jalannya acara. Penyuluhan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan diabetes secara berkelanjutan, penggunaan obat yang benar, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat.

Dalam pemaparannya, peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai pengertian diabetes, faktor risiko, hingga tanda dan gejala yang perlu diwaspadai. Mengingat diabetes merupakan penyakit jangka panjang, keberhasilan terapinya tidak hanya bergantung pada konsumsi obat-obatan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pengaturan pola makan, aktivitas fisik teratur, pemantauan kadar gula darah secara berkala, serta kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.

Sebagai calon tenaga kefarmasian, Nurfika memberikan penekanan khusus pada prinsip penggunaan obat yang bijak. Ia mengimbau agar para peserta selalu mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter atau tenaga kesehatan. Peserta diingatkan untuk tidak menghentikan, menambah, mengurangi dosis, maupun mengganti jenis obat secara mandiri tanpa konsultasi medis.

Acara berlangsung interaktif dan komunikatif. Selain mendengarkan materi, peserta juga mendapatkan pemahaman lebih luas mengenai peran vital tenaga kefarmasian dalam mendampingi pasien penyakit kronis selama masa terapi.

Sinergi yang terjalin antara UNAIC, Apotek Kimia Farma 437 Purwokerto, dan Puskesmas Baturraden II menjadi bentuk nyata kolaborasi lintas sektor—antara institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, dan apotek—dalam memperkuat pelayanan edukasi kefarmasian bagi masyarakat.

Melalui edukasi langsung ini, diharapkan para peserta Prolanis dapat menerapkan pola hidup sehat dan lebih disiplin dalam mengontrol kondisi kesehatannya. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa Profesi Apoteker UNAIC dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi penderita penyakit kronis di wilayah Banyumas dan sekitarnya. ***

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Transformasi Pelayanan Kefarmasian: UMPP Gelar Kuliah Umum Dorong Komunikasi Efektif dan Pemanfaatan Herbal

berita web(14)

PEKALONGAN, WARTADESA. — Program Studi Sarjana Farmasi dan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), sukses menyelenggarakan Kuliah Umum Kefarmasian bertema “Transformasi Pelayanan Kefarmasian: Komunikasi Efektif dan Pemanfaatan Herbal untuk Optimalisasi Terapi Penyakit Degeneratif” pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Gedung Rektorat Lantai 7 UMPP ini menghadirkan Moch. Saiful Bachri, Ketua Program Studi S2 Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), sebagai narasumber utama.

Kuliah umum ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan mahasiswa, dosen, serta tenaga kefarmasian mengenai pentingnya komunikasi efektif dan pemanfaatan herbal secara tepat dalam mendukung penanganan penyakit degeneratif.

Pentingnya Komunikasi Efektif dalam Pelayanan Kefarmasian

Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa komunikasi efektif merupakan fondasi penting dalam pelayanan kefarmasian. Seorang apoteker tidak hanya bertugas menyerahkan obat kepada pasien, tetapi juga memastikan pasien memahami aturan penggunaan, manfaat, potensi risiko, serta pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan.

Melalui komunikasi yang baik, apoteker dapat menggali informasi mendalam mengenai kondisi pasien, riwayat penggunaan obat, hingga kebiasaan mengonsumsi produk herbal. Pendekatan ini mendukung pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien (patient-centered care) sekaligus meningkatkan keselamatan penggunaan obat secara keseluruhan.

Pemanfaatan Herbal Berbasis Bukti Ilmiah

Selain komunikasi, kegiatan ini juga mengupas tuntas pentingnya pemanfaatan produk herbal yang didasarkan pada bukti ilmiah. Penggunaan herbal harus memperhatikan aspek mutu, keamanan, ketepatan dosis, serta kemungkinan interaksi dengan obat konvensional—terutama bagi pasien penyakit kronis yang menjalani terapi jangka panjang.

Tenaga kefarmasian memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi yang objektif agar pasien dapat mempertimbangkan manfaat dan risiko secara rasional. Diingatkan pula bahwa produk herbal tidak dapat secara otomatis menggantikan terapi medis yang telah diresepkan, sehingga penggunaannya wajib dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan yang kompeten.

Meningkatkan Kompetensi Calon Apoteker

Melalui kegiatan ini, UMPP terus mendorong mahasiswa farmasi untuk memperkuat kompetensi komunikasi, pemahaman farmakoterapi, serta literasi informasi kesehatan. Kompetensi tersebut sangat esensial agar calon apoteker mampu memberikan informasi obat dan herbal secara tepat, objektif, serta bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Acara yang dilaksanakan secara hybrid melalui tatap muka langsung, Zoom Meeting, dan siaran langsung YouTube ini diharapkan mampu memperkaya wawasan akademik dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dinamika serta tantangan pelayanan kefarmasian masa kini.

UMPP menegaskan komitmennya untuk terus mengintegrasikan kompetensi ilmiah, komunikasi efektif, dan keselamatan pasien demi mewujudkan pelayanan kefarmasian yang rasional, aman, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. ***

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Edukasi Manfaat Jahe, Mahasiswa Profesi Apoteker UMPP Gelar Promkes di RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito

berita web(5)

YOGYAKARTA, WARTADESA. — Mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Ariza Roziana, menggelar kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) bertema “Jahe: Teman Setia Imun Tubuh” di Instalasi Farmasi RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito, Yogyakarta, Minggu (31/8/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) yang berlangsung sejak awal Agustus hingga September 2026. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pasien mengenai pemanfaatan jahe sebagai bahan alami untuk mendukung daya tahan tubuh secara bijak.

Eratkan Interaksi Lewat Diskusi Edukatif

Diselenggarakan langsung di area Instalasi Farmasi, penyuluhan ini diikuti oleh puluhan pasien. Suasana berjalan interaktif, di mana lima pasien aktif mengajukan pertanyaan terkait khasiat jahe serta penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam paporannya, Ariza menekankan beberapa poin utama:

  • Penggunaan herbal yang bijak: Pemanfaatan jahe tidak bertujuan menggantikan obat resep dokter. Pasien diimbau tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi bahan herbal bersamaan dengan obat rutin.

  • Pola hidup sehat menyeluruh: Menjaga imunitas tidak cukup hanya dengan jahe, tetapi harus diimbangi konsumsi makanan bergizi, kecukupan cairan, istirahat cukup, dan olahraga teratur.

Mengasah Peran dan Kompetensi Calon Apoteker

Pelaksanaan PKPA ini turut menjadi wadah pengasahan kompetensi bagi Ariza. Selama berpraktik, ia dibimbing oleh apt. Gika Idfi Nugrahani, S.Farm. dan apt. Sulih Probo Sindi, S.Farm. selaku preseptor RSPAU, serta apt. Ainun Muthoharoh, M.Farm. sebagai pembimbing akademik.

“Peran tenaga kefarmasian tidak hanya berfokus pada pengelolaan dan pelayanan obat, tetapi juga mencakup edukasi langsung kepada masyarakat menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami,” ujar Ariza.

Melalui program ini, diharapkan pasien dapat lebih bijak memanfaatkan bahan alami. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan sikap profesional dan humanis bagi mahasiswa calon apoteker dalam menjalankan tugas edukasi kesehatan di masa depan. ***

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya
Kesehatan

Sinergi TNI dan Pemkab Pekalongan, Pelayanan KB Gratis Digelar di Petungkriyono

berita web(4)

WartaDesa, PETUNGKRIYONO — Pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis digelar di wilayah Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Selasa (15/9/2026). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka bakti sosial (bhaksos) TNI yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan tenaga kesehatan.

Antusiasme warga terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Selain mendekatkan akses kesehatan reproduksi, agenda ini ditujukan untuk mendukung program kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya perencanaan keluarga.

Pelayanan kesehatan ini didukung langsung oleh tenaga medis dari Puskesmas Petungkriyono. Berdasarkan keterangan Kader Kesehatan setempat, Rahmawati, layanan yang disediakan mencakup beberapa pilihan metode kontrasepsi.

“Pelayanan mencakup beberapa metode kontrasepsi, di antaranya KB, implan, dan IUD,” ujar Rahmawati.

Sinergi lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, dan jajaran kesehatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi dalam memberikan pelayanan langsung kepada warga Petungkriyono. Selain tindakan medis, bhaksos ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi agar masyarakat lebih memahami cara memilih metode kontrasepsi yang tepat sesuai kebutuhan.

Melalui kemudahan akses KB gratis ini, masyarakat diharapkan dapat lebih terfasilitasi dalam menjaga kesehatan reproduksi demi terwujudnya keluarga yang sehat dan berkualitas di wilayah Petungkriyono. (Andi Purwandi)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanOpini

Menjaga Kesehatan Mental Generasi Muda: Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Kehidupan Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

WhatsApp Image 2026-09-06 at 08.41.17

Oleh: Ratriana Kamilatul Rifa

Kesehatan merupakan salah satu bagian penting bagi kehidupan manusia.Saat berbicara tentang kesehatan, perhatian sering kali lebih banyak ditujukan kepada kesehatan fisik. Padahal, kesehatan mental juga memiliki peranan yang tidak kalah penting. Seseorang dapat terlihat sehat secara fisik, tetapi belum tentu memiliki kondisi mental yang baik. Tekanan kehidupan, tuntutan pendidikan, permasalahan keluarga, lingkungan pertemanan, hingga pengaruh media sosial dapat menjadi tantangan yang memengaruhi kondisi mental seseorang, khususnya generasi muda. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) pada tahun 2022, menunjukkan bahwa sebanyak 15,5 juta atau sekitar 34,9% remaja mengalami masalah kesehatan mental, di mana seluruh sampel penelitian tersebut berfokus pada kelompok anak usia 10–17 tahun.

Isu kesehatan mental juga berhubungan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being). Tujuan tersebut menjadi salah satu bagian dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan yang perlu didukung oleh berbagai pihak, termasuk mahasiswa.

Menurut saya, untuk membangun Indonesia yang sehat tidak cukup hanya dengan meningkatkan fasilitas kesehatan atau mencegah penyakit fisik. Namun perhatian terhadap kesehatan mental juga perlu ditingkatkan. Generasi muda yang sehat secara fisik dan mental akan lebih mampu belajar, berkarya, beradaptasi, serta berkontribusi untuk masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa memiliki kesempatan ikut mengambil peran dalam meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental.

Masa remaja hingga awal masa dewasa merupakan periode ketika seseorang mengalami berbagai perubahan dan mulai menghadapi tanggung jawab yang lebih besar. Mahasiswa, misalnya, tidak hanya dituntut untuk mengikuti kegiatan perkuliahan, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, mengatur waktu, menyelesaikan tugas, membangun relasi, dan mulai memikirkan masa depan.

Berbagai tuntutan tersebut terkadang dapat menimbulkan tekanan. Sayangnya, sekarang masalah kesehatan mental masih sering dianggap sepele. Seseorang yang sedang mengalami tekanan mungkin justru diminta untuk “bersabar” atau “jangan terlalu memikirkan masalah”. Padahal, setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menghadapi suatu permasalahan.

Kurangnya pemahaman mengenai kesehatan mental juga dapat membuat seseorang merasa takut untuk bercerita. Padahal, memiliki seseorang yang dapat dipercaya untuk menjadi tempat berbagi dapat membantu seseorang merasa tidak sendirian dalam menghadapi masalahnya.

Oleh karena itu, menciptakan lingkungan yang lebih terbuka terhadap pembicaraan mengenai kesehatan mental menjadi hal yang penting. Membicarakan tentang kesehatan mental bukan berarti seseorang lemah. Sebaliknya, kesadaran untuk mengenali kondisi diri dan mencari bantuan ketika diperlukan adalah bagian dari upaya menjaga kesehatan.

Mahasiswa merupakan bagian dari generasi intelektual yang diharapkan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat. Dalam isu kesehatan mental, mahasiswa dapat mulai perubahan dari lingkungan terdekat. Salah satunya seperti meningkatkan literasi kesehatan mental. Mahasiswa dapat membuat kegiatan edukasi sederhana melalui organisasi kampus, media sosial, diskusi, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa juga dapat menjadi teman yang lebih peduli. Ketika ada teman yang sedang menghadapi masalah, kita dapat belajar untuk mendengarkan tanpa langsung menghakimi atau meremehkan perasaannya. Namun, mahasiswa juga perlu memahami batasannya. Menjadi teman yang mendukung itu bukan berarti dapat menggantikan peran tenaga profesional, jika ada seseorang membutuhkan bantuan lebih lanjut, kita dapat mendorongnya untuk mencari bantuan dari pihak yang tepat.

Selain itu, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan informasi yang benar mengenai kesehatan mental. Konten sederhana seperti cara mengelola stres, pentingnya beristirahat, membangun kebiasaan hidup sehat, dan mengenali kapan seseorang membutuhkan bantuan dapat menjadi langkah kecil untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan mahasiswa adalah memanfaatkan keberadaan UKM PIKMA Sahabat yang berfokus pada konseling mahasiswa dan kesehatan mental. UKM ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan informasi, dukungan, dan ruang untuk berbagi mengenai berbagai masalah yang dihadapi selama perkuliahan. Mahasiswa juga dapat ikut mengenalkan PIKMA Sahabat kepada mahasiswa lain melalui media sosial maupun kegiatan kampus. Dengan begitu, kepedulian terhadap kesehatan mental dapat dimulai dari lingkungan kampus sendiri.

Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kehidupan sehat dan sejahtera. Maka itu, perhatian terhadap kesehatan mental perlu menjadi bagian dari upaya mencapai SDGs poin ke-3 sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Mahasiswa tidak harus menunggu menjadi seorang ahli untuk berkontribusi. Perubahan dapat dimulai dari hal sederhana dengan meningkatkan pengetahuan, mengurangi stigma, menjadi pendengar yang baik, menyebarkan informasi yang benar, dan mengajak lingkungan sekitar untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental.

Pada akhirnya, Indonesia Emas 2045 tidak hanya tentang generasi yang memiliki kemampuan akademik dan teknologi, tetapi juga generasi yang sehat, peduli, dan mampu menjaga kesejahteraan dirinya serta orang-orang di sekitarnya. ***

 

Referensi: Indonesia National Adolescent Mental Health Survey. (2022). Laporan Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS): Kesehatan Mental Remaja di Indonesia. Universitas Gadjah Mada.

Penulis adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Prodi S1 Keperawatan dengan NIM 202602030002  Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP)

 

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Farmasi UMPP Gelar PPSW 2026, Tingkatkan Kompetensi IV Admixture dan TPN

berita web(2)

PEKALONGAN, WARTADESA. — Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menyelenggarakan Professional Pharmacy Skills Workshop (PPSW) 2026 pada 27–28 Agustus 2026. Agenda ini digelar sebagai upaya meningkatkan kompetensi lulusan Sarjana Farmasi dan calon apoteker dalam menghadapi kebutuhan praktik kefarmasian di dunia kerja.

Workshop bertema “Peningkatan Kompetensi IV Admixture dan Total Parenteral Nutrition (TPN) bagi Lulusan Sarjana Farmasi dan Calon Apoteker” ini dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Ruang Teater Lantai 7 Rektorat UMPP, Ruang Demonstrasi Kampus 2 FIKES UMPP, serta Laboratorium Farmasi FIKES UMPP.

Penyelenggaraan PPSW 2026 dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kefarmasian. Kondisi tersebut menuntut tenaga kefarmasian tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktik, kemampuan beradaptasi, serta komitmen terhadap keselamatan pasien.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pembelajaran yang memadukan teori, demonstrasi, simulasi, dan praktik langsung. Dalam pelaksanaannya, UMPP menggandeng RS Telogorejo Semarang dengan menghadirkan instruktur praktisi, yaitu Rendy Priya Utama dan Eko Hadi P.

Materi workshop meliputi:

  • Prinsip penyiapan sediaan steril.

  • Penggunaan Laminar Air Flow (LAF) dan Biological Safety Cabinet (BSC).

  • Penentuan ketepatan dosis dalam pelayanan obat intravena.

  • Perhitungan Total Parenteral Nutrition (TPN) untuk pasien pediatri, geriatri, dan kondisi khusus.

  • Praktik pencampuran obat intravena, termasuk untuk kemoterapi.

Kegiatan ini diikuti oleh 61 peserta yang terdiri atas mahasiswa tingkat akhir Program Studi Sarjana Farmasi (yang diyudisium pada 28 Agustus 2026), mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, serta dosen Program Studi Sarjana Farmasi.

Siapkan Lulusan Unggul dan Berdaya Saing

PPSW 2026 diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pelayanan IV admixture, TPN, compounding, serta dispensing obat. Pembelajaran langsung bersama praktisi rumah sakit ini menjadi sarana untuk meningkatkan kesiapan lulusan sebelum memasuki dunia kerja maupun melanjutkan ke jenjang profesi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata UMPP dalam mewujudkan lulusan yang unggul, adaptif, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Selain itu, penyelenggaraan PPSW 2026 memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan rumah sakit sebagai wahana pembelajaran praktik yang berkelanjutan. ***

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Dosen UMPP Dampingi Ibu Hamil Berisiko dari Tingkat Desa

berita web(1)

Oleh: Bdn. Suparni, SST., M.Kes., Bdn. Nina Zuhana, SST., M.Kes., dan Laily Lolita Sari, M.Psi., Psikolog

Pendampingan ibu hamil tidak cukup berhenti di ruang pemeriksaan. Ketika kader diperkuat, keluarga dilibatkan, dan tenaga kesehatan menjadi tempat berkoordinasi, dukungan terhadap ibu hamil dapat dibangun lebih dekat dari lingkungan tempat mereka tinggal.

Tidak semua kehamilan berjalan dengan tenang. Bagi ibu hamil dengan faktor risiko, setiap pemeriksaan dapat membawa harapan sekaligus kekhawatiran. Ada pertanyaan tentang kondisi ibu dan bayi, kekhawatiran menghadapi persalinan, hingga kebutuhan akan dukungan dari orang-orang terdekat.

Dalam situasi seperti ini, ibu tidak cukup hanya mendapatkan pemeriksaan medis. Mereka juga membutuhkan pendampingan yang membuat merasa didengar, dipahami, dan tidak menghadapi kehamilan seorang diri.

Dari kebutuhan tersebut, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) BERSERI (Bersalin Sehat dan Percaya Diri melalui Paket Psikososial Care Terintegrasi) hadir di Desa Rengas, wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II, Kabupaten Pekalongan. Program ini merupakan bentuk pendampingan bagi ibu hamil dengan faktor risiko yang dilaksanakan secara langsung di masyarakat.

Program berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026 dengan melibatkan 10 kader kesehatan, 10 ibu hamil dengan faktor risiko, serta 10 suami. Kegiatan ini memperoleh pendanaan melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Memperkuat Kader sebagai Pendamping

Sebanyak 10 kader kesehatan dilibatkan untuk mendapatkan penguatan kapasitas sebagai pendamping ibu hamil. Pembekalan diberikan melalui materi mengenai kehamilan dengan faktor risiko, tanda bahaya dan persiapan persalinan, pendampingan psikologis, relaksasi dan afirmasi positif, serta peran suami dan dukungan keluarga.

Kader juga dibekali panduan untuk menjalankan perannya sebagai fasilitator dalam mendampingi ibu hamil dengan faktor risiko.

Pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi. Pengetahuan kader dievaluasi sebelum dan sesudah pembekalan. Hasil pre-test menunjukkan nilai rata-rata 80, kemudian meningkat menjadi 96 pada post-test. Artinya, terdapat peningkatan sebesar 16 poin setelah kader mendapatkan pembekalan.

Peningkatan pengetahuan tersebut menjadi modal awal bagi kader untuk menerapkan keterampilan yang telah dipelajari dalam pendampingan. Kader tidak ditempatkan sebagai pengganti tenaga kesehatan, melainkan sebagai pihak yang berada lebih dekat dengan ibu dan dapat membantu memberikan edukasi, melakukan pemantauan sederhana, mengenali kondisi yang perlu diperhatikan, serta menghubungkan ibu dengan bidan ketika diperlukan.

 Sepuluh Ibu Hamil Mendapatkan Pendampingan

Sasaran utama Program BERSERI adalah 10 ibu hamil dengan faktor risiko. Mereka mendapatkan pendampingan melalui edukasi, kunjungan, pemantauan, serta dukungan psikososial.

Pendampingan diarahkan agar ibu tidak hanya mengetahui kondisi kehamilannya, tetapi juga memahami apa yang perlu dilakukan dan kapan harus mencari bantuan tenaga kesehatan.

Pelatihan kader tidak berhenti di ruang pertemuan. Setelah mendapatkan pembekalan, 10 kader mempraktikkan keterampilan pendampingan dengan masing-masing melakukan pendampingan dan monitoring kepada dua ibu hamil. Dari proses tersebut diperoleh 20 data monitoring yang menggambarkan penerapan keterampilan kader di lapangan.

Kader menggunakan modul dan formulir monitoring sebagai alat bantu dalam proses pendampingan. Melalui instrumen tersebut, berbagai aspek dipantau, seperti pemeriksaan kehamilan, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), keluhan ibu, faktor risiko, kebutuhan edukasi, serta tindak lanjut yang diperlukan.

Ketika Kader Mengenali, Bidan Menindaklanjuti

Pendampingan di tingkat masyarakat juga memiliki arti penting dalam menemukan kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Hasil monitoring menunjukkan bahwa 100% ibu hamil telah melakukan ANC sesuai jadwal dan mengetahui jadwal pemeriksaan berikutnya. Sebanyak 90% mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran, dan 80% tidak mengalami keluhan setelah mengonsumsinya. Namun, baru 40% ibu hamil yang mendapatkan edukasi terkait faktor risiko kehamilan, sementara 65% masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan bidan dan 35% ditemukan memiliki keluhan atau tanda bahaya yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Hasil ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi, pendampingan, dan koordinasi dengan tenaga kesehatan secara berkelanjutan.

Namun, batas peran tetap menjadi hal penting. Kader tidak melakukan diagnosis atau menggantikan bidan. Kader berperan dalam pengamatan awal, memberikan edukasi sesuai kemampuan, dan menyampaikan informasi kepada bidan.

Dengan pola seperti ini, ibu hamil memiliki dukungan yang lebih dekat di lingkungan tempat tinggalnya, sementara bidan tetap menjadi tenaga kesehatan yang melakukan tindak lanjut sesuai kondisi ibu.

Dalam proses pendampingan, materi edukasi juga diberikan sesuai kebutuhan. Hasil monitoring mencatat edukasi mengenai faktor risiko kehamilan sebagai materi yang paling banyak diberikan, disusul nutrisi ibu hamil, tanda bahaya, pemeriksaan kehamilan, TTD, dukungan suami dan keluarga, serta persiapan persalinan.

Kehamilan Juga Membutuhkan Ketenangan

BERSERI tidak hanya memandang kehamilan dari sisi fisik. Program ini memasukkan pendekatan psikososial melalui relaksasi dan afirmasi positif.

Ibu hamil diajak melakukan latihan sederhana untuk membantu menciptakan suasana yang lebih tenang serta membangun keyakinan positif dalam menjalani kehamilan dan mempersiapkan persalinan.

Paket pendampingan juga dilengkapi dengan musik relaksasi dan aromaterapi. Keduanya digunakan sebagai bagian dari suasana relaksasi dan bukan sebagai pengganti pemeriksaan maupun penanganan medis.

Ibu diperkenalkan dengan pengalaman relaksasi yang dapat dilakukan kembali di rumah sesuai kondisi dan kenyamanannya.

Pendekatan ini menjadi salah satu kekhasan BERSERI. Ibu tidak hanya diajak memahami faktor risiko yang dimiliki, tetapi juga mendapatkan ruang untuk beristirahat sejenak, mengatur napas, membangun afirmasi positif, dan memperoleh dukungan emosional selama menjalani kehamilan.

Suami Tidak Hanya Menemani

Dalam Program BERSERI, 10 suami atau keluarga pendamping juga dilibatkan. Keterlibatan ini penting karena sebagian besar waktu ibu hamil berada di rumah, bukan di fasilitas kesehatan. Dukungan keluarga dapat menjadi bagian dari keseharian ibu dalam menjalani kehamilan.

Suami dapat membantu mengingatkan jadwal pemeriksaan, mendukung ibu mengikuti anjuran tenaga kesehatan, memperhatikan keluhan yang muncul, membantu persiapan persalinan, dan memberikan dukungan emosional.

Dengan memahami kondisi ibu, suami diharapkan tidak hanya hadir ketika terjadi masalah, tetapi menjadi bagian dari proses menjaga kesehatan ibu sejak masa kehamilan.

Keterlibatan keluarga juga membuat pesan kesehatan yang diberikan dalam program lebih mungkin diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang dipelajari ibu dan suami dapat diteruskan di rumah melalui dukungan yang sederhana tetapi konsisten.

 Dari Desa untuk Keberlanjutan

Program BERSERI menunjukkan bahwa penguatan kesehatan ibu hamil dapat dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan mereka. Kader yang mendapatkan pembekalan dapat membantu memberikan edukasi dan melakukan pemantauan. Ibu hamil mendapatkan pendampingan dan dukungan psikososial. Suami dan keluarga ikut terlibat, sementara bidan menjadi tempat koordinasi dan tindak lanjut ketika ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian.

Tantangan setelah program selesai adalah bagaimana pengalaman tersebut tetap digunakan. Karena itu, modul edukasi, panduan kader, formulir monitoring, serta pengalaman yang diperoleh selama pendampingan diharapkan dapat menjadi bekal bagi kader dan mitra untuk melanjutkan kegiatan sesuai kebutuhan di Desa Rengas.

BERSERI pada akhirnya bukan sekadar rangkaian pelatihan, kunjungan, atau kegiatan relaksasi. Program ini mencoba membangun jejaring pendampingan ibu hamil yang melibatkan masyarakat, keluarga, dan tenaga kesehatan.

Sebab, menjaga ibu hamil dengan faktor risiko bukan hanya tugas ibu itu sendiri. Ketika kader hadir di lingkungan masyarakat, suami memberikan dukungan di rumah, dan bidan siap menjadi tempat koordinasi, ibu memiliki lebih banyak orang yang dapat membantu menjalani kehamilan dengan lebih siap.

Dari desa, pendampingan dimulai. Dari kader, dukungan diperkuat. Bersama keluarga dan tenaga kesehatan, ibu hamil didampingi untuk menjalani kehamilan dan mempersiapkan persalinan dengan lebih sehat dan percaya diri. ***

 

Penulis adalah Dosen Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP)

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya