close

Kesehatan

BencanaKesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Pekerja bangunan tertimbun longsor di Jembatan Kajen

tertimbun longsor

Kajen, Wartadesa. – Dua pekerja bangunan tertimbun longsor saat memperbaiki jembatan di Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, , Kamis (18/10/2018). Satu dari dua pekerja itu yang bertugas sebagai mandor tewas di lokasi kejadian. Sedangkan satu korban lainnya kondisinya kritis.

Adapun Korban tewas diketahui bernama Roni (50) warga Banyuputih, Batang. Sedangkan Kundori (40) warga Desa Ambowetan, Kecamatan Comal, Pemalang kritis. Kedua Korban Baik korban tewas maupun kritis sudah dibawa ke RSUD Kajen. Proses evakuasi kedua korban berlangsung dramatis karena tubuh mereka terjepit bebatuan dan sulit dikeluarkan. Setelah hampir tiga jam, warga akhirnya berhasil mengevakuasi tubuh kedua korban.

Dari keterangan beberapa saksi melihat, peristiwa nahas tersebut terjadi saat para pekerja bangunan yang berjumlah lima orang sedang membuat bronjong jembatan. “Dua orang itu berada di bawah sedang menata batu. Tiba-tiba material tanah dan batu longsor mengubur keduanya.

Warga yang mengetahui kejadian langsung berupaya memberikan pertolongan. Satu orang berhasil dievakuasi dalam keadaan kritis, sedangkan satunya tewas di lokasi kejadian.

Kasubbag Humas Iptu Akrom,  mengatakan, polisi bersama petugas BPBD Kabupaten Pekalongan langsung melakukan pencarian korban yang tertimbun material tanah. “Upaya penggalian dua korban yang tertimbun material ini sendiri memakan waktu cukup lama. Keduanya baru bisa dievakuasi setelah sekitar tiga jam dari kejadian,” katanya. (Humas Polres Pekalongan)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Waspada, ditemukan formalin dan boraks pada jajanan sekitar kita

ilustrasi borak

Pekalongan, Wartadesa. – Warga Pekalongan dan sekitarnya musti berhati-hati lantaran banyak makanan dan jajanan di sekitar kita yang mengandung boraks dan formalin. Hal tersebut ditemukan oleh petugas Dinas Perdagangan dan Industri, ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar tradisional di Kota Pekalongan.

Sidak yang dilakukan oleh Satresnarkoba Polres Pekalongan Kota bersama petugas bidang pangan dari Dinperin, Bidang Peternakan dan BPMHP serta Dinas Kesehatan pada Senin (15/10), menemukan zat berbahaya dalam makanan di beberapa pasar.

Menurut Kasat Resnarkoba Polresta Pekalongan, AKP Rohmat Ashari, pihaknya menemukan zat berbahaya tersebut pada lima pasar dari delapan pasar yang dilakukan sidak.  “Dari delapan pasar yang ada,  ditemukan formalin pada mie basah dan terinasi di Pasar Grogolan,”

Sedang zat berbahaya boraks ditemukan pada tahu bakso di Pasar Podosugih. Di Pasar Anyar ditemukan cumi-cumi sudah diolesi boraks dan Pasar Sorogenen serta Banyurip diketahui gunakan formalin pada terinasi.

Tim juga melakukan uji pestisida pada lima jenis sayuran. Hanya tiga pasar yang tidak ditemukan zat berbahaya dalam makanan dan sayuran, yakni Pasar Kraton, Poncol dan Patiunus. (WD)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Layanan berjenjang BPJS rugikan warga

bpjs berjenjang

Kajen, Wartadesa. – Aturan sistem berjenjang klaim BPJS dinilai merugikan warga. Pasien yang mengalami kondisi darurat dan harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit tipe B tidak bisa mendapatkan pelayanan, karena harus ada rujukan dari rumah sakit tipe C terlebih dahulu.

Jika pasien  tidak mendapatkan rujukan dari rumah sakit tipe C seperti RSUD Kajen (Karanganyar) maka pasien yang harus dilarikan ke  rumah sakit tipe B seperti RSUD Kraton tidak bisa mendapatkan layanan. Hal tersebut dinilai sangat merugikan warga. Demikian disampaikan oleh Bisri Romly. Anggota DPR pusat disela-selar reses.

”Di Kabupaten Pekalongan rumah sakit yang bertipe B dan fasilitasnya lengkap, yaitu RSUD Kraton, sedangkan tipe C, yakni RSUD Kajen peralatannya terbatas.  Akibatnya, ketika terdapat pasien yang harus mendapat pelayanan rumah sakit tipe B harus mendapatkan rujukan dari rumah sakit tipe C. Alur seperti ini terlalu lama, sedangkan apabila ada pasien dalam kondisi darurat tak bisa dilayani,” ujar Bisri Romli  saat mengunjungi Bupati Pekalongan, di ruang kerjanya.

Menurut Bisri Romli, dengan pemberlakuan aturan sistem klaim berjenjang dari BPJS menyebabkan rumah sakit tipe B sepi pasien, sedangkan rumah sakit tipe C pasien menumpuk. Kondisi demikian harus mendapatkan solusi yang memiliki nilai saling menguntungkan, yaitu masyarakat terlayani dalam hal pelayanan kesehatan, rumah sakit tipe B tak mengalami kekurangan pasien serta pelaksanaannya tidak melanggar aturan.

Bisri melanjutkan, permasalahan tersebut disampaikan ke Bupati agar melaporkan permasalahan tersebut ke Komisi IX DPR sehingga masalah itu bisa tersampaikan kepada Menteri Kesehatan. Sebab permasalahan tersebut merupakan persoalan penting terkait dengan pelayanan kesehatan masyarakat. (WD)

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Pria ini ingin disuntik mati, Kejari menolak

suntik mati

Batang, Wartadesa. – Lantaran putus asa akibat penyakit menahun yang dideritanya, Afandi (48), warga Desa Timbang Rt 5 Rw 2, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, dia meminta disuntik mati.  Ia mengirimkan surat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah untuk meminta disuntik mati. Namun demikian, permintaan tersebut ditolak.

Afandi sejak tahun 2004 mengalami sakit perut dan dada, meski upaya medis maupun pengobatan alternatif telah dilakukan tidak kunjung sembuh. “Saya sakit perut dan dada sejak tahun 2004. Sudah berobat ke rumah sakit kemana-kemana. Belum sembuh,” ujarnya.

Segala pengobatan yang ia coba tidak berhasil, bahkan dia sudah beberapa kali berganti-ganti rumah sakit untuk berobat, hingga ia putus asa dan memilih mati dengan minta disuktik mati.  “Seandainya mati tidak dosa, ya saya pingin mati. Beban keluarga banyak, saya sempat mengajukan surat permohonan suntik mati ke kejaksaan di Batang dan Semarang,”lanjutnya.

Surat yang ia kirimkan agar disuntik mati, dikirimkan ke kejaksaan melaui pos dengan diketahui istrinya, Salehati (47) dan dua anaknya.

Tak pelak, kabar adanya warga Batang yang ingin disuntik mati membuat bupati setempat turun tangan. Orang nomor satu di Pemkab Batang itu langsung mendatangi Afandi di rumahnya, Jum’at (14/09).

Didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Wihaji langsung menginstruksikan agar Afandi dibawa ke RSUD Kalisari Batang untuk mendapat perawatan intensif. Selain itu, biaya perawatan juga diinstruksikan agar gratis, alias ditanggung pemkab.

“Saya perintahkan hari ini juga pak Afandi di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perwatan intensif. Untuk masalah biaya, Pemkab Batang yang akan menanggungnya,” ujar Wihaji.

Kepala Dinas Kesehatan, dr Hidaya Basbhet mengungkapkan bahwa selama empat tahun terakhir ini, Afandi tidak mau minum obat – obatan dari dokter. Dia hanya berobat ke alternatif, sehingga kondisinya semakin ngedrop, hingga pada akhirnya menggangu psikisnya. (WD)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Tujuh bulan, 51 penderita HIV/AIDS baru ditemukan di Pemalang

ilustrasi aids_elsam

Pemalang, Wartadesa. – Dalam waktu tujuh bulan, rentang Januari hingga Juli 2018, 51 penderita HIV/AIDS baru ditemukan. Mereka positif terkena HIV/AIDS setelah dilakukan tes pemeriksaaan di berbagai tempat di Pemalang.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang menyebut bahwa 51 penderita baru tersebut dari kalangan karyawan dan buruh. Demikian disampaikan oleh Yulis Nuraya, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Pemalang, Selasa kemarin. Menurutnya jumlah tersebut dimungkinkan akan lebih tinggi dibanding tahun lalu, karena masih ada sisa waktu hingga akhir 2018.

Yulis menyebut jumlah penderita HIV/AIDS di Pemalang pada tahun 2017 sebanyak 62 orang, sedang untuk penderita baru rentang Januari hingga Juli 2018 mencapai 51 orang yang positif terjangkit virus HIV/AIDS.

Tes pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinkes setempat, lanjut Yulis, adalah tempat hiburan malam dan tempat wisata. Selain itu tes juga menyusur sejumlah warung makan. Dengan sample tes para pengunjung dan karyawan yang diambil contoh darahnya.

Data keseluruhan pengidap HIV/AIDS yang terkumpul di Dinas Kesehatan Pemalang dari 1993 hingga 2017 ada 419 orang penderita HIV/AIDS. Dari data tersebut, 116 meninggal, 303 orang maasih bertahan menjalani pengobatan.

Yulis melanjutkan, pengidap HIV/AIDS didominasi kalangan buruh, ibu rumah tangga, dan wanita pekerja seks komersial (PSK) dan yang lebih mengejutkan adalah tingginya ibu hamil yang terkena virus tersebut. ”Ibu hamil juga cukup tinggi,” ungkapnya.

Saat ini alat tes dan obat untuk penderita HIV/AIDS cukup tersedia di Dinkes Pemalang, selain itu kesadaran masyarakat Pemalang cukup tinggi untuk membentengi diri dan keluarga dari bahaya penyakit yang mematikan tersebut.  (WD)

selengkapnya
BencanaKesehatanLayanan Publik

Kebakaran akibat korsleting, laki-laki terpasung tak bisa diselamatkan

korban kebakaran

Pemalang, Wartadesa. – Akibat kosleting arus listrik satu rumah terbakar di Dusun Tambakyuda Rt. 02/04 Desa Bojongnangka Kecamatan/Kabupaten Pemalang, Ahad (29/07). Satu orang warga meninggal dunia dalam kejadian tersebut karena kakinya terpasung dalam kamar.

Kebakaran yang terjadi sekira pukul 23.30 WIB tersebut membakar Tasrono (40) hingga meninggal dunia. Korban mengalami gangguan jiwa hingga keluarga memasungnya. Tasrono sempat berteriak minta tolong saat terjadi kebakaran.

Rusdi, tetangga korban yang mendengar teriakan Tasrono meminta tolong, langsung keluar rumah. Saat dilihatnya rumah Tasrono terbakar, dia langsung berteriak minta tolong kepada warga lainnya. Hingga warga lainnya, Kasnadi dan Taryono mendatangi tempat kejadian.

Warga bersama petugas pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api yang melalap rumah korban selama satu jam, tidak berhasil menyelamatkan korban.

Tasrono terpanggang api dalam keadaan terpasung. Petugas kesehatan dari Puskesmas Kelurahan Kebondalem, Nunuk beserta tim Inavis Polres Pemalang, Brigadir IwanS menyatakan bahwa korban meninggal akibat mengalami luka bakar seluruh tubuh. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dalam kejadian tersebut.

Korban kini diserahkan kepada pihak keluarga, Casriyati yang merupakan kakak korban untuk dimakamkan. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut pihak manapun atas kematian yang menimpa korban.

Selain korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai Rp. 35 juta. (Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Kemarau, puluhan ribu warga Pulosari terancam kekurangan air bersih

droping air

Pemalang, Wartadesa. – Musim kemarau di wilayah Kabupaten Pemalang mengancam krisis air bersih di tiga kecamatan. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut sebanyak 49.035 jiwa kekurangan air bersih sejak awal Juli 2018.

“Tiga Kecamatan yang kekurangan air bersih yakni Pulosari, Belik dan Bodeh, karena saat ini sudah memasuki musim kemarau,” tutur Wismo, Kepala BPBD Pemalang, Selasa (17/07).

Baca: Kekeringan di Pemalang, warga terpaksa konsumsi air kotor

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan

Wismo melanjutkan, diperkirakan musim kemarau akan terjadi hingga September mendatang. “berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima BPBD, perkiraan musim kemarau terjadi hingga September 2018.” ujarnya.

Droping air akan dilakukan hingga penghujung musim kemarau, lanjut Wismo, menurutnya saat ini pihaknya melakukan droping air  sebanyak 10 truk di Kecamatan Pulosari dan Belik.

Diketahui, dua desa yang selalu terjadi krisis air bersih saat musim kemarau di Kecamatan Belik, yakni Desa Belik dan Desa Gombong. Sedang di Kecamatan Bodeh, ada satu desa yakni Desa Kwasen.

BPBD Kabupaten Pemalang menghimbau warga yang mengalami kekurangan air bersih untuk menghubungi pihak desa, untuk dilanjutkan ke dinas setempat. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Jalan-jalanKesehatan

Pancal pedalmu ke Bendungan Brondong Kesesi

bendungan brondong kesesi @instapekalongan

Hiruk-pikuk perkotaan kadang membuat jenuh dan penat. Untuk menghilangkan penat selepas rutinitas kerja sehari-hari, manfaatkanlah akhir pekan anda untuk melakukan trip (perjalanan) dengan bersepeda. Satu lokasi yang asik untuk memulai trip dengan sepeda adalah Kesesi.

Ngomongin soal pancal pedal ke Kesesi, ada jalur yang bisa ditempuh dari Alun-Alun Kajen hingga Bendungan Brondong Kesesi. Tapi sebelum siap-siap pancal pedal, kenapa sih kita memilih melakukan trip dengan bersepeda. Berikut pendapat ahli terkait manfaat bersepeda jika dilakukan secara rutin.

  • Indahnya Bendungan Brondong Kesesi. Foto: istapekalongan

Pertama, bersepeda menyehatkan jantung. Banyak penelitian menyebut dengan bersepeda, sistem kardiovaskular menjadi lebih bugar. Sejumlah literatur menyebut aktivitas fisik di luar ruangan, termasuk bersepeda, dapat meningkatkan kebugaran kardiovaskular sekitar 3 -7 persen.

Kedua, bersepeda menguatkan otot tubuh khususnya kaki, pinggul, paha, dan lutut. Mereka yang rajin bersepeda tidak mudah mengalami cedera. Selain itu, bersepeda bisa menjadi media terapi bagi penderita radang sendi tungkai bawah.

Ketiga, berolahraga dengan sepeda juga mampu mengendalikan berat badan. Sejumlah literatur menyebut rutin bersepeda selama 1 jam sanggup membakar 300 kkal.

Keempat, mengurangi risiko kanker. Jika Anda mempertahankan pola makan yang sehat dan bersepeda secara teratur, maka hal tersebut akan membantu Anda dalam mengurangi risiko kanker. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menunjukkan bahwa orang yang  bersepeda secara teratur dapat mengurangi risiko kanker usus dan payudara.

Kelima,  Mengurangi risiko diabetes. Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu penyebab diabetes. Bersepeda adalah salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko diabetes.

Keenam, Mengurangi stres. Melakukan aktivitas fisik, termasuk bersepeda, akan membuat tubuh Anda memprodukdi hormon dopamin yang dapat meningkatkan rasa bahagia sehingga dapat mengurangi stres, atau bahkan depresi yang Anda alami.

Ternyata banyak banget ya … manfaat bersebeda, jika dilakukan secara teratur. Ok, langsung saja kita menuju ke Bendungan Brondong Kesesi dengan start di Alun-Alun Kajen. Jangan lupa, untuk mengajak rekan-rekan agar perjalananan kita lebih menyenangkan.

Trip kali ini akan menempuh jarak perjalanan sejauh 21 kilometer. Dari Alun-Alun Kajen, perjalanan dimulai menuju arah simpang empat (prapatan) Sibedug. Kemudian belok kiri, ambil arah Desa Gandarum, dilanjutkan menuju Desa Kalijoyo.

Selepas dari Kalijoyo, perjalanan diteruskan ke arah Tambakroto, kemudian belok kanan, masuk ke Desa Podosari Kesesi. Dari sini kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menyeberangi Sungai Brondong. Sambil menyusuri sungai, perjalanan dilanjutkan menuju Bendungan Brondong.

Nah … Kondisi Kali Brondong yang sangat jernih ini, tidak ada salahnya jika dimanfaatkan untuk istirahat, mandi di “grujukan” air yang mengalir di bawah Bendungan Brondong. Jangan lupa untuk menikmati sejuknya angin yang semilir menerpa.

Selepas puas bermain air di Bendungan Brondong dan beristirahat. Perjalanan dapat dilanjutkan ke arah Desa Karyomukti, kemudian ke Desa Kwasen. Terus ke Desa Pekiringan Alit menuju ke Desa Kajen, dan terakhir finish di Alun-Alun Kajen.

Perjalanan yang menajubkan bukan? Sila untuk mencobanya. (WD)

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Lakukan pelanggaran berat, satu CPNS di Batang gagal diangkat jadi PNS

pengangkatan pns batang

Batang, Wartadesa. – Satu orang calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari formasi bidan desa tidak dapat diangkat menjadi PNS lantaran melakukan pelanggaran berat. Demikian diungkapan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Batang, Alimudin, disela-sela pelantikan Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS) di Pendopo Kantor Bupati Batang, Jum’at (13/07).

Menurut Alimudin, sebanyak 479 CPNS diangkat menjadi PNS setelah menjalani masa percobaan, dengan rincian 181 bidan desa, penyuluh pertanian 14 orang dan juga diambil sumpah dan janji bagi 4 orang lulusan Dari Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN), selain itu ada 280 PNS yang diambil sumpah janjinya kembali.

”Satu orang melakukan pelanggaran PP 53 yang antara lain tidak menjaga martabat sebagai ASN, karena melanggar hukuman disiplin berat dan yang bersangkutan masih CPNS, sehingga sudah diberhentikan dengan tidak hormat,” tutur Alimudin

280 PNS harus dambil sumpah janjinya kembali lantaran berkas dan dokumennya hilang, hingga, menurut Alimudin, harus dilakukan kembali pengambilan sumpah dan janjinya.

Sementara itu, menurut Bupati Batang, Wihaji, ada 54 bidan desa yang tidak bisa diangkat menjadi PNS lantaran usianya.

”Saya sedih karena ada 54 bidan yang terlewat karena usia yang sudah tidak bisa diangkat menjadi PNS, namun demikian kita masih berusaha memperjuangkanya tapi semua kebijakan berada di Pemerintah pusat,” ujar Wihaji.

Dalam sambutannya, Wihaji berharap agar PNS yang diambil sumpah dan janjinya dapat merubah minset (pola pikir) nya menjadi pelayan masyarakat.

Wihaji meminta agar bidan desa yang diangkat menjadi PNS hari ini turut mengurangi kasus kematian ibu dan bayi di Batang.

”Saya meminta, khususnya kepada bidan desa untuk memberikan pendampingan dan ngincengi (mengintai) terus orang hamil, mengingat sampai hari ini kematian ibu melahirkan sudah diambang batas, yaitu 10 orang meninggal dunia. Lakukan kewajiban secara profesional sesuai keahlian dan prosedur maupun standar operasional yang ada,” lanjut Wihaji. (WD)

selengkapnya
Hukum & KriminalKesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Posting layanan publik Puskesmas di Pemalang, pria ini dilaporkan ke Polisi

postingan1

Pemalang, Wartadesa. – Berhati-hatilah dan bijaklah dalam menggunakan media sosial. Ungkapan jempolmu adalah harimaumu terjadi pada salah seorang warga bernama Nur Syahidin, penduduk asal Desa Sikasur Rt. 05/04 Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Pria dengan akun FB Idein Syahh Syah diadukan ke Polsek Watukumpul oleh Kepala Puskesmas Watukumpul, dr. Mukhammad Mezy ZE lantaran postingannya terkait layanan publik, Jum’at (22/06).

“PUSKESMAS WATUKUMPUL
mohon di koreksi dr segi pelayanan… jam besuk tertulis pagi jam 10:00 sampejam 11:00 Iebih blum dibuka….
blum lagi saat ada pasien pake acara getok2 pintu…
dan petugasnya judes_judes…
mohon di perbaiki.. bila peru pecat petugas yang gak bener,“ demikian postingan Nur Syahidin di media sosial.

Postingan tersebut dinilai Kepala Puskesmas Watukumpul, sangat merugikan, hingga pihaknya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat.

Menurut dr. Mezy, postingan tersebut direspon pengguna media sosial dengan beragam komentar yang merugikan manajemen Puskesmas.

dr. Mezy mengaku akan berterima kasih jika komplain langsung bertemu langsung dengan pihaknya. ”Kami malah akan berterima kasih kalo sdr Nur Syahidin komplen langsung ke kami, baik ketemu langsung dengan saya sebagai Kepala Puskesmas atau menggunakan kotak surat yang telah kami sediakan bahkan membuat surat pengaduan ke Bapak Bupatipun kami terima dan tidak mempermasalahkan, nah ini ditulis di medsos dan apa yang ditulis juga belum tentu kebenarannya oleh karena itu kami mengadukan sdr. Nur Syahis ke Polsek Watukumpul,” lanjutnya.

dr. Mezy mengklarifikasi bahwa tutupnya pintu Puskesmas pada waktu itu dikarenakan tenaga medis Puskesmas, sebagin berada di luar, ada yang melakukan tindakan UGD, sehingga pasien tidak boleh diganggu oleh orang lain.

”Kejadian saat sdr. Nur Syahid berkunjung ke Puskesmas Watukumpul jadi semua tidak benar apa yang dituduhkan apalagi Puskemas Watukumpul adalah salah satu Puskesmas yang terbaik di Pemalang berdasarkan sertifikasi yang didapatkan,” ujar dr Mezy.

Adanya aduan dari Kepala Puskesmas Watukumpul tersebut, Nur Syahid meminta maaf kepada Puskesmas Watukumpul. Dia yang datang ke Polsesk Watukumpul dengan diatar oleh kedua orangtuanya mengaku menyesal telah memposting terkait layanan publik dengan membuat surat pernyataan diatas materai, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

“Saya Nur Syahid pemilik akun FB Idien Syahh Syahh bersama ini saya meminta ma’af kepada pihak Puskesamas Watukumpul yang diwakili dr. Mezy karena saya telah melakukan tindakan merugikan bagi Puskemas Watukumpul dan ini sebagai pembelajaran buat saya dan rekan-rekan pengguna medsos agar kedepan lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan medsos”, ungkap Nur Syahid. (Sumber: Harian Pemalang)

selengkapnya