close

Kesehatan

KesehatanLayanan Publik

Seluruh desa di Pemalang deklarasikan kelaziman baru

new normal pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Seluruh desa di Kabupaten Pemalang, Kamis (04/06) mendeklarasikan pelaksanaan new normal (kelaziman baru). Deklarasi tersebut merupakan kebijakan dari pemerintah kabupaten setempat.

Pemilihan pelaksanaan kelaziman baru di Pemalang ketimbang PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) lantaran pelaksanaan PSBB dinilai berdampak buruk bagi kegiatan ekonomi warga.

Kapolres Pemalang AKBP Edy Suranta Sitepu melalui Kapolsek Warungpring IPTU Sutiran mengatakan, penerapan PSBB bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengembalikan aktivitas pemerintahan dan masyarakat selayaknya seperti kondisi sebelum pandemi Covid-19.

“Inilah yang disebut dengan masyarakat produktif dan aman Covid-19,” ungkap Kapolres Pemalang AKBP Edy Suranta Sitepu melalui Kapolsek Warungpring IPTU Sutiran.

Pelaksanaan kelaziman baru di Pemalang dilakukan dengan melibatkan petugas kepolisian untuk memeriksa kedisiplinan warga dalam menerapkan  aturan jarak fisik (physical distancing) dan jarak sosial (social distancing), ungkap Kapolres Pemalang AKBP Edy Suranta Sitepu melalui Kapolsek Warungpring IPTU Sutiran.

“Tetap menerapkan pemeriksaan suhu tubuh wajib di semua area tertutup dan semi-tertutup dan jika mungkin, termasuk area terbuka di lokasi di mana dua orang atau lebih akan akan berkumpul,” pungkas Kapolres Pemalang AKBP Edy Suranta Sitepu melalui Kapolsek Warungpring IPTU Sutiran. (Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Tambah dua orang positif Korona di Pemalang

jam malam pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Setelah sebelumnya diberitakan ada penambahan satu orang positif Korona di Pemalang, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang, Junaedi mengungkapkan penambahan dua orang positif COVID-19. Kamis (04/06).

Dua orang tersebut yakni M (21), berjenis kelamin perempuan, warga Randudongkal dan E (26), laki-laki, warga Kecamatan Bantarbolang. Keduanya kini menjalani isolasi dan perawatan di salah satu rumah sakit di Pemalang

“Dua orang yang positif corona itu memiliki riwayat perjalanan berbeda. Untuk yang perempuan memiliki riwayat perjalanan kerja dari Jawa Barat, sementara untuk pasien laki-laki memiliki riwayat pernah melakukan uji rapid test mandiri di RSUD M Ashari Pemalang,” kata Junaedi.

Total hingga hari ini, ada enam pasien positif Korona yang masih dirawat di rumah sakit Kabupaten Pemalang.

Diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Pemalang Tutuko Raharjo mengungkapkan bahwa terdapat penambahas satu pasien positif Korona di Pemalang. Rabu (03/06).

“Tambahan pasien postif Covid-19 berdasarkan hasil uji Swab ada satu orang inisial L (60) jenis kelamin perempuan asal Kecamatan Comal,”kata Tutuko, Rabu (3/6) malam.

Yang bersangkutan kata Tutuko saat ini menjalani perawatan di rumah sakit Ashari Pemalang. Dengan adanya tambahan pasien positif tersebut maka kurvaCovid-19 kembali naik.

“Update data Covid-19 Kabupaten Pemalang, pasien positif sudah 30 orang terdiri atas empat orang dirawat, 25 sembuh dan satu meninggal dunia,”terangnya.

Sementara itu dalam penanggulangan Covid-19 ini masih diberlakukan jam malam mulai pukul 21.00-04.00 WIB. Masyarakat tidak diperbolehkan beraktifitas di luar rumah pada jam tersebut.

Tutuko menyampaikan, meski saat ini pemerintah memberi kelonggaran masyarakat beraktivitas, pihaknya meminta masyakat di Pemalang tetap menerapkan protokol kesehatan. Ia juga menilai, pemberlakuan jam malam yang sudah menginjak malam ke sembilan dapat berjalan efektif sampai ke tingkat desa. (Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Pemalang tambah satu orang positif Korona

korona pemalang

Pemalang, Wartadesa. –  Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Pemalang Tutuko Raharjo mengungkapkan bahwa terdapat penambahas satu pasien positif Korona di Pemalang. Rabu (03/06).

“Tambahan pasien postif Covid-19 berdasarkan hasil uji Swab ada satu orang inisial L (60) jenis kelamin perempuan asal Kecamatan Comal,”kata Tutuko, Rabu (3/6) malam.

Yang bersangkutan kata Tutuko saat ini menjalani perawatan di rumah sakit Ashari Pemalang. Dengan adanya tambahan pasien positif tersebut maka kurvaCovid-19 kembali naik.

“Update data Covid-19 Kabupaten Pemalang, pasien positif sudah 30 orang terdiri atas empat orang dirawat, 25 sembuh dan satu meninggal dunia,”terangnya.

Sementara itu dalam penanggulangan Covid-19 ini masih diberlakukan jam malam mulai pukul 21.00-04.00 WIB. Masyarakat tidak diperbolehkan beraktifitas di luar rumah pada jam tersebut.

Tutuko menyampaikan, meski saat ini pemerintah memberi kelonggaran masyarakat beraktivitas, pihaknya meminta masyakat di Pemalang tetap menerapkan protokol kesehatan. Ia juga menilai, pemberlakuan jam malam yang sudah menginjak malam ke sembilan dapat berjalan efektif sampai ke tingkat desa.

Hingga saat ini, terdapat 30 orang yang positif Korona, ada empat orang yang dirawat, 25 sembuh, dan 1 orang meninggal dunia. (Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Kabupaten Pekalongan belum tetapkan New Normal

kampung korona

Kajen, Wartadesa. – Masih adanya pasien positif Korona di Kota Santri, membuat Pemerintah Kabupaten Pekalongan belum menetapkan kelaziman baru (New Normal).  Hal tersebut dikatakan Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko saat kegiatan pencanangan Kampung Siaga di desa Rembun Kecamatan Siwalan, Rabu (03/6) kemarin.

“Untuk new normal di Kabupaten Pekalongan ini sementara belum diterapkan karena masih ada warga yang positip covid 19, mungkin nanti kalau sudah nihil yang positip corona bisa dilakukan new normal dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujar Aris.

Terkait kedisipinan warga Kota Santri dalam menerapkan perilaku kesehatan sesuai protokol Covid-19, Aris menambahkan bahwa pihaknya bekerjasama dengan Kodim 0710 untuk melakukan pengamanan.  “Kami sudah berkoordinasi dengan Kodim jika nanti diperlukan pengamanan untuk pendisiplinan utamanya di tempat umum dan pelayanan publik,” imbuhnya.

Aris menyebut bahwa saat ini telah dibentuk 21 lokasi kampung siaga Korona untuk  pencegahan penyebaran virus Korona di Kabupaten Pekalongan.

Menurut Dandim 0710 Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto, saat ini warga seolah-oleh sudah bebas dari Korona padahal belum.  “karena dengan imbas hari raya kemarin seolah-olah semuanya sudah loos (bebas) padahal belum. Semoga dengan grafik yang sudah landai ini nantinya bisa diberlakukan new normal. Yang perlu ditekankan dalam beraktivitas kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Dua toko modern di Kota Pekalongan ajukan ijin buka kembali

superindo

Kota Pekalongan, Wartadesa. – Dua toko modern di Kota Pekalongan, Ria Busana dan Super Indo mengajukan ijin buka (operasional) kembali paska penutupan sementara. Sebelumnya dua toko modern tersebut ditutup sementara karena kondisi berbeda. Ria Busana ditutup sementara lantaran tidak menerapkan protokol kesehatan, sedang Super Indo ditutup sementara lantaran adanya karyawan yang reaktif saat rapid tes.

Wakil Walikota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid membenarkan bahwa dua toko modern tersebut sudah mengajukan permohonan buka (operasional) kembali.  ” Pemkot sudah bertemu dengan manajemen Toko Ria Busana dan Super Indo, mereka menyatakan sudah memperbaiki pelayanananya sesuai standar protokol kesehatan. Tapi selain mendengar penjelasan dari manajemen, Pemkot akan tetap mengecek kesiapan di lapangan.” Tutur Aaf, sapaan akrab Wakil Walikota Pekalongan, Rabu (03/06).

Aaf menambahkan bahwa sebelum pembukaan kembali dua toko modern tersebut, Dindagkop UKM Kota Pekalongan akan melakukan survei terlebih dahulu. Menurutnya, bila hari ini siap dan telah disurvei dan siap, besok dua toko modern tersebut bisa dibuka.

Aaf memastikan bahwa pihaknya akan terus memantau protokol kesehatan dua toko tersebut. (Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

16 warga Kota Pekalongan reaktif dinyatakan negatif Korona

swab

Kota Pekalongan, Wartadesa. – Hasil tes dari 16 warga Kota Pekalongan yang sebelumnya dinyatakan reaktif, setelah dilakukan swab tes, hasilnya negatif Korona. Demikian disampaikan Wakil Walikota Pekalongan  A Afzan Arslan Djunaid, Selasa (2/06).

16 orang reaktif tersebut terdiri dari 15 orang di Pasar Banyurip dan Super Indo. dan satu orang karawan BNN Batang. Ujar Aaf.

Aaf menambahkan bahwa pasien positif Korona klaster Ijtima Ulama di Gowa dinyatakan sembuh setelah hasil tesnya menunjukkan negatif.

Diberitakan sebelumnya, Super Indo Kota Pekalongan  ditutup sementara paska hasil rapid tes sebelumnya ditemukan 10 orang reaktif. Dari 42 sample yang dites di Superindo, 10 orang reaktif dengan rincian tujuh orang pengunjung dan tiga orang karyawan Super ndo.

Langkah penutupan Superindo ini berdasarkan Surat Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalongan Nomor 443.1/027 Tanggal 28 Mei 2020.

Kepala Satpol PP Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso menuturkan bahwa penutupan sementara tersebut untuk melindungi keselamatan warga. “Dalam rangka upaya melakukan oencegahan lebih optimal dan melindungi kepentingan dan keselamatan masyarakat lebih luas dari potensi penyebaran Virus Corona, maka dipandang penting untuk melakukan penghentian sementara operasional Superindo, sambil dilakukan langkah-langkah pencegahan,” terangnya.

Sri Budi menambahkan, setelah langkah penutupan itu, pihak manajemen Superindo diminta untuk melakukan langkah-langkah pencegahan Covid-19. “Kita ingin memastikan semua karyawan yang bertugas kondisinya tidak terkena covid. Maka kita minta semua yang belum dites untuk dites. Kemudian, melakukan isolasi kepada karyawan yang sudah dinyatakan reaktif untuk melakukan swab test di rumah sakit,” tuturnya.

Sementara itu, Bagian Operasional Superindo Pekalongan, Supriyatno, mengikuti langkah Pemkot Kota Pekalongan “Kami pun mengikuti dan,l menjalankan apa yang menjadi protokol Covid-19,” katanya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Kabupaten Batang tambah empat orang positif Korona

dolpin

Batang, Wartadesa. –  Ada empat kasus tambahan, positif Korona di Kabupaten Batang. Empat orang positif Covid-19 tersebut merupakan OTG (Orang Tanpa Gejala) yang berasal dari dua orang klaster Pasar Blado, satu orang tenaga medis RSUD Kalisari Batang dan satu orang tukang ojek warga Pecalungan.

Sabtu (30/05) sebelumna, Bupati Batang, Wihaji mengumumkan penambahan warga positif Korona (Covid-19). Mereka terdiri dari empat orang pedagang dan satu orang istri dari pasien positif Korona sebelumnya. Empat orang pedagang yang positif merupakan hasil dari swab tes dari dua pasar di Kabupaten Batang, sedang  satu orang lagi yang dipastikan positif adalah istri dari tulang ojek di wilayah Blado yang sebelumnya telah lebih dulu dinyatakan positif Covid-19.

“Empat orang positif covid-19 merupakan orang tanpa gejala (OTG), dua orang dari klaster Pasar  Blado, satu orang tukang ojek warga Kecamatan Pecalungan, dan satu orang tenaga medis di RSUD Kalisari Batang,” kata Bupati Batang Wihaji saat konferensi Pers, Selasa (02/06).

Menurut Wihaji, penambahan kasus tidak menjadi sebuah masalah, karena berdasarkan data banyak kasus positif yang sembuh. “Positif Covid-19 menjadi hal biasa, seperti sakit lainya, terpenting kita rawat dan isolasi, Kalau kita seperti ini terus perekonomian akan lumpuh,” kata Wihaji.

Penambahan kasus semuanya hasil tracking kasus positif sebelumnya, seperti satu perawat RSUD Kalisari Batang merupakan anak dari pedagang pasar Blado yang dinyatakan kedua orang tuanya positif covid-19.

Selepas lebaran, terdapat 12 kasus penambahan positif Korona di Kabupaten Batang. Total kumulatif kasus positif Covid-19 mencapai 39, dengan rincian 15 orang dinyatakan sembuh, dan 1 orang meninggal dunia, dirawat 23 orang.

Sementara itu, terpisah, ditengah-tengah bertambahnya kasus positif Korona di Kabupaten Batang, Wihaji melakukan uji coba pembukaan tempat wisata. “Uji coba pertama kita di obyek wisata Taman Safari Dolphin Center Batang, maka kita cek sejauh mana kesiapan protokol kesehatanya,” kata Wihaji.

Menurut Wihaji, Dolphin Center Batang merupakan  obyek wisata terbuka dan mudah diatur sesuai dengan protokol kesehatan. “Saya harap Taman Safari menyiapkan masker dan face shield, tempat cuci tangan untuk pengunjung, baik ditempat pertyjukan lumba-lumbanya dan di tempat satwa linya,” ungkapnya.

Meski demikian Wihaji tidak ingin pembukaan obyek wisata menjadi klater baru dalam penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Berkembang tersebut. “Saya tidak ingin obyek wisata dibuka malah menjadi klaster penularan baru, sehingga harus di jaga ketat protokol kesehatanya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Bupati Batang, Wihaji, hari ini Sabtu (30/05) mengumumkan penambahan warga positif Korona (Covid-19). Mereka terdiri dari empat orang pedagang dan satu orang istri dari pasien positif Korona sebelumnya.

“Hari ini kita telah menerima hasil Swab Test terkait adanya 5 orang yang positif Covid-19. Mereka terdiri dari empat orang pedagang dan satu orang yang merupakan istri pasien positif sebelumnya,” tutur Wihaji dalam konferensi pers.

Empat orang pedagang yang positif merupakan hasil dari swab tes dari dua pasar di Kabupaten Batang, sedang  satu orang lagi yang dipastikan positif adalah istri dari tulang ojek di wilayah Blado yang sebelumnya telah lebih dulu dinyatakan positif Covid-19.

Menurut Wihaji, empat pedagang tersebut terdiri dari tiga orang pedagang di Pasar Blado dan satu pedagang di Pasar Bandar. Mereka merupakan bagian dari 16 pedagang dari tiga pasar yang hasil rapid tesnya reaktif, dan kemudian ditindak lanjuti dengan wwab tes sebanyak dua kali.

“Lima orang yang positif tersebut masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG), karena kondisinya sehat semua. Dan mereka tadi sudah dijemput oleh tim medis untuk menjalani pemulihan di RSUD Batang,” jelas Wihaji. (Eva Abdullah)

 

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

4 pedagang dan 1 istri pasien di Batang positif Covid-19

wihaji

Batang, Wartadesa. – Bupati Batang, Wihaji, hari ini Sabtu (30/05) mengumumkan penambahan warga positif Korona (Covid-19). Mereka terdiri dari empat orang pedagang dan satu orang istri dari pasien positif Korona sebelumnya.

“Hari ini kita telah menerima hasil Swab Test terkait adanya 5 orang yang positif Covid-19. Mereka terdiri dari empat orang pedagang dan satu orang yang merupakan istri pasien positif sebelumnya,” tutur Wihaji dalam konferensi pers.

Empat orang pedagang yang positif merupakan hasil dari swab tes dari dua pasar di Kabupaten Batang, sedang  satu orang lagi yang dipastikan positif adalah istri dari tulang ojek di wilayah Blado yang sebelumnya telah lebih dulu dinyatakan positif Covid-19.

Menurut Wihaji, empat pedagang tersebut terdiri dari tiga orang pedagang di Pasar Blado dan satu pedagang di Pasar Bandar. Mereka merupakan bagian dari 16 pedagang dari tiga pasar yang hasil rapid tesnya reaktif, dan kemudian ditindak lanjuti dengan wwab tes sebanyak dua kali.

“Lima orang yang positif tersebut masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG), karena kondisinya sehat semua. Dan mereka tadi sudah dijemput oleh tim medis untuk menjalani pemulihan di RSUD Batang,” jelas Wihaji. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Hukum & KriminalKesehatanLayanan Publik

Jam malam Pemalang diprotes Ojol

ojol

Pemalang, Wartadesa. – Penerapan jam malam di Kabupaten Pemalang mendapat resistensi dari awak driver ojek online. Mereka meminta kelonggaran kebijakan bagi ojek online. Dengan mendatangi posko Komando Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mereka  meminta pengkajian ulang kebijakan tersebut. Kamis (28/05) pukul 21.30 WIB.

Perwakilan ojol diterima oleh Juru Bicara penanganan covid-19 Tutuko Raharjo, bersama Kepala Kesbangpol, Jarwo.

Menurut Teguh, perwakilan ojol asal Comal, sejak penerapan jam malam orderan mereka sepi, padahal sebelumnya selepas pukul 21.00 WIB orderan masih ramai.

Selain itu, masih menurut Teguh, pemadaman lampu penerangan di seluruh wilayah Kabupaten Pemalang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan rawan tindak kriminal. “Apalagi kondisi saat ini, barangkali ada yang nekat demi mendapatkan uang. Jadi kami mohon hal itu bisa dikaji ulang,” katanya.

Tutuko Raharjo menjawab bahwa tidak ada pengecualian dan keistimewaan, sesuai dengan Perbub Pemalang  No. 26 tahun 2020. “Kami sangat menyadari, bahwa ojol eksis 24 jam, bahkan dimungkinkan setelah pukul 21.00 WIB masih ada orderan. Namun peraturan jam malam tidak ada pengecualian untuk itu,” jelasnya.

Terkait lampu penerangan jalan yang dimatikan, Tutuko menjawab bahwa tujuannya agar warga tidak keluar rumah pada malam hari, kecuali keadaan darurat. Namun demikian, pihaknya akan memperketat pengamanan dengan mengerahkan petugas patroli.

Sementara itu, listing postingan warganet Pemalang yang dikumpulkan oleh laman media sosial Headline News Pemalang, saat penerapan jam malam beberapa kali terjadi tindak kriminal.

Tangkapan layar aduan warga melalui media sosial yang dihimpun Headline News Pemalang

Redaksi media sosial Headline News Pemalang menulis, diduga Aksi kriminalitas khususnya di pusat kota semakin bertambah dikala jam malam diberlakukan oleh pemerintah kabupaten Pemalang.

Pihak redaksi kamipun menghimpun beberapa laporan dari Warganet,aksi tersebut terjadi malam pertama diberlakukan jam malam, dugaan kami itu terjadi dimungkinkan karena Lampu penerangan jalan dipadamkan,jadi para pelaku dengan leluasa beraksi.

Mungkin maksud dari Pemerintah Kabupaten Pemalang benar dengan pemadaman lampu supaya tidak ada yang bergerombol, tapi masih kurang kontrol dan tidak ada antisipasi akan maraknya pencurian.

Kalo menurut Mimin sih Jam malam boleh saja, tapi kalau bisa lampu penerangan jalan jangan dimatikan untuk mengantisipasi aksi pencurian ditoko/rumah disepanjang jalan dan juga biar kelihatan kalau ada yang bergerombol, serta kalau bisa tiap jam ada yang patroli dari pihak berwenang.

So bagaimana menurut kalian gaess? Coret coret dikolom komentar ya..ingat yang sopan. (Eva Abdullah/Eky Diantara)

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikPendidikan

Sekolah bakal dibuka lagi, pertemuan tatap muka hanya dua hari

new-normal-sekolah-2020-foto-baru

Kajen, Wartadesa. – Rencana pelaksanaan New Normal (Normal Baru) di Kabupaten Pekalongan dalam dunia pendidikan, muncul wacana pelaksanaan pembelajaran tatap muka dilakukan dua hari, sedangkan empat hari berikutnya dilakukan secara daring (dalam jaringan–online). Demikian disampaikan oleh Rissa Sumarstyanto, Pengawas SMA/SMK Cabdin XII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kamis (28/05).

“Untuk tahun ajaran baru, skenarionya anak melakukan tatap muka dua hari, sedangkan empat hari berikutnya dilakukan secara daring, atau pembelajaran online,” ujarnya.

Menurut Rissa pelaksanaan pembelajaran tatap muka tidak diisi dengan materi pembelajaran, melainkan berisi motivasi dan lainnya yang menumbuhkan semangat anak, “Nantinya, tiap kelas masukknya bergiliran dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Misal kelas 10 dua hari, kelas 11 dua hari dan kelas 12 dua hari. Itupun siswa tidak diberikan materi pelajaran, melainkan motivasi maupun permainan (ice breaking) yang meningkatkan semangat anak,” lanjutnya.

Terpisah, Hindun, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan mengungkapkan bahwa pihaknya meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan menyiapkan New Normal  terkait pendaftaran siswa baru, penyelenggaraan pendidikan tahun ajaran baru, baik ditingkat SD dan SMP.

“Kita tahu bahwa anak-anak didik tingkat SD dan SMP sifatnya masih kekanak-kanakan. Maka dari itu pemberlakuan protokol kesehatannya bagaimana untuk dilakukan oleh anak-anak agar seefektif mungkin untuk belajar ditengah penerapan New Normal,” kata Hindun.

Hindun berharap agar dinas terkait melalui para tenaga pendidikanya bisa mengedukasi siswanya agar pembelajaran tahun ajaran baru ini bisa dilaksanakan dan tidak menjadi cluster penyebaran COVID-19. Selain edukasi juga perlu adanya fasilitas penunjang penerapakan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan di setiap kelas dan tempat duduk yang terpisah serta berjarak.

Menurut Hindun, protokol kesehatan terkait pencegahan penyebaran COVID-19 ini perlu diperhatikan ketika sekolah dibuka kembali. “Bukan hanya fasilitas saja yang perlu disiapkan, cara anak berinteraksi pun perlu diatur. Misalnya, dalam sesi ice-breaking, anak-anak dan guru diajak untuk tidak berdiri atau duduk terlalu dekat satu sama lain. Dan tentu saja, selama aktivitas di sekolah berlangsung, anak-anak mesti mengenakan masker,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta orang tua siswa tidak khawtir ketika sekolah dibuka kembali.

“Saya juga menyarankan agar bangku di kelas diatur, satu meja satu orang. Kalau tidak kelas diubah, sehari masuknya dua kali. Itu bisa tidak?,” ujarnya dikutip dari Antara.

Meski demikian, Ganjar belum bisa memastikan kapan sekolah khususnya di Jawa Tengah masuk kembali. “Saya kira kalau sekolah dibuka orang tua yang galau bukan muridnya. Soalnya ada salah satu siswa yang bilang sama saya ‘Pak Ganjar sudah bosan di rumah kita mau ketemu teman, udah gitu kuota internet sudah abis. Kami pengin sekolah dan ketemu sama teman-teman,” kata Ganjar menceritakan salah satu siswa tersebut.

Kendati demikian, Ganjar belum ada rencana untuk membuka penerapan hidup baru atau new normal di Jawa Tengah sebelum kurva virus Covid-19 turun drastis.

“Kami tidak akan membuka dulu, kami akan latihan. Kami membuka new normal tergantung pada kurvanya menurun dulu. Kalau kurvanya naik turun kami belum mau buka. Tapi kalau kurvanya sudah menurun drastis pasti kita buka,” pungkas Ganjar. (Eva Abdullah)

selengkapnya