close

Kesehatan

Kesehatan

Kabupaten Pekalongan masuk zona merah dengan resiko tinggi

zona merah

Kajen, WartaDesa. – Bertambahnya kasus Covid-19 di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Pekalongan dengan total positif 248 orang, terdiri dari 12 orang meninggal dunia, 171 sembuh, 45 orang menjalani isolasi mandiri, dan 20 orang masih dirawat (data https://corona.pekalongankab.go.id) menjadikan Kabupaten Pekalongan masuk zona merah dengan resiko tinggi penyebaran virus Korona. Demikian disampaikan Kepala Dinkes Setyawan Diwantoro, Kamis (15/10).

Dari pantauan laman corona.pekalongankab.go.id hingga semalam, kasus positif Covid-19 tertinggi ada di Kecamatan Wiradesa, Kedungwuni, Bojong, Kajen, dan  Karangdadap.

“Sebelumnya Kabupaten Pekalongan, sempat zona orange, tapi sekarang berstatus zona merah karena semakin tingginya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pekalongan,” ujar Setyawan usai rapat koordinasi terbatas bersama Plt Bupati Pekalongan di kantor Bupati Pekalongan.

Sumbangan kasus baru, lanjut Setyawan, yakni di Lebakbarang dengan tujuh kasus. “Sebelumnya di Lebakbarang tidak ada kasus, kemarin terjadi lonjakan sampai tujuh kasus dan itu satu keluarga.” Lanjutnya.

Selain itu, ada penambahan di Wiradesa hingga membuat status Kabupaten Pekalongan menjadi zona merah. Tutur Setyawan.

Mesuknya zona merah tersebut membuat pihak Dinkes meminta warga lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan. “Kami kembali mengimbau seluruh warga, agar mematuhi protokol pencegahan Covid-19, seperti menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan, dan menghindari kerumunan,” tambah pria yang acapkali disapa Wawan tersebut.

Klaster tertinggi di Kabupaten Pekalongan, masih menurut Wawan, adalah klaster keluarga.  Berikut data persebaran Covid-19 di Kota Santri,

Bojong : 30 orang, Buaran : 12 orang, Doro : 8 orang, Kajen : 22 orang, Karanganyar : 7 orang, Karangd:p : 18 orang, Kedungwuni : 30 orang, Kesesi : 9 orang, Paninggaran : 2 orang, Siwalan : 6 orang, Sragi : 15 orang, Talun : 3 orang,Tirto : 15 orang, Wiradesa : 38 orang, Wonokerto : 15 orang,  Wonopringgo : 12 orang, Lebakbarang : 6 orang. (Redaksi)

 

Terkait
12 ribu pemudik dari zona merah tiba di Kota Santri

Kajen, Wartadesa. - Sedikitnya 12 ribu pemudik dari zona merah seperti Jakarta tiba di Kota Santri, hal tersebut membuat Pemkab Read more

Jaringan pengedar sabu di Kota Pekalongan dibekuk

Kota, Wartadesa. - Personel Satua Narkoba Polres Pekalongan Kota Polda Jateng meringkus pengedar sabu-sabu di dua lokasi, yakni di Jl. Read more

Forum PAC PPP Kab Pekalongan akan kawal aspirasi dukungan dari bawah

Kab Pekalongan, Wartadesa. - Bertempat disalah satu rumah makan di Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, Forum PAC (Pimpinan Anak Read more

Balqis-Machrus resmi maju dalam Pilkada Kota Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Diusung oleh enam partai, yakni Golkar, PKB, PKS, PAN, Gerindra dan Nasdem, pasangan Balgis Diab dan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Klaster baru, empat anggota Polres Batang terpapar Korona

mukhlasin

Batang, WartaDesa. – Setelah muncul klaster pondok pesantren, perkantoran dan keluarga. Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Jawa Tengah mendeteksi klaster baru, dalam swab test Dinkes setempat mendeteksi empat anggota Polres Batang dan satu orang dari pondok selamat serta sembilan warga Tulis, terpapar Covid-19.

Kepala Dinkes Batang, Mukhlasin mengungkapkan bahwa pada Jum’at (02/10) swab test menemukan empat anggota Polres yang positif Korona, dan satu orang di Ponpes Selamat, Tulis. “Jumat lalu kami menemukan empat  anggota Polres Batang positif Covid-19, dan tambahan lainya, yaitu satu di Ponpes Slamet, dan 9 lainya dari klaster keluarga di Kecamatan Tulis,” ucapnya. Ahad (04/10).

Bertambahnya klaster Covid-19 di Kota Berkembang tersebut membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Batang akan meningkatkan tracking dan swab test. “Kami akan terus menggelar swab test, dan terus melakukan tracking, dan penindakan jika masyarakat tak menjalankan protokol kesehatan,”  lanjutnya.

Mukhlasin mengaku bahwa tingkat persebaran Korona di Batang masih tinggi yakni mencapai lima persen. “Angka penularan di Kabupaten Batang masih tinggi, karena mencapai 5 persen. Begitu juga angka kematian yang mencapai 7,5 persen,” tambahnya.

Hingga hari ini, warga terkonfirmasi positif 406 orang, dirawat 97 orang, sembuh 280 orang, meninggal dunia 29 orang. (Eva Abdullah)

Terkait
Guru honorer dengan masa kerja 10 tahun dapat tunjangan 1,6 juta

Batang, WartaDesa. - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengalokasikan Bosda (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) untuk para guru honorer sebeser Rp Read more

Tekan persebaran Covid-19 di Batang, dua pengajian dibatalkan

Batang, WartaDesa. - Dua acara pengajian di Batang, Jawa Tengah dibatalkan dengan kesadaran penuh penyelenggaranya, guna menekan laju persebaran Covid-19 Read more

Muncul klaster pondok, perkantoran dan keluarga di Batang

Batang, WartaDesa. - Kurang patuhnya warga terhadap penerapan protokol kesehatan dianggap menjadi penyumbang bertambahnya jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Batang, Read more

Pelaku penipuan dan penggelapan 11 mobil dibekuk

Batang, WartaDesa. - Satreskrim Polres Batang membekuk RMK (27) warga Kaliboyo, kecamatan Tulis, Batang dan SC (39) warga desa Siberuk, Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Tekan persebaran Covid-19 di Batang, dua pengajian dibatalkan

kesbangpol

Batang, WartaDesa. – Dua acara pengajian di Batang, Jawa Tengah dibatalkan dengan kesadaran penuh penyelenggaranya, guna menekan laju persebaran Covid-19 di wilayah tersebut. Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Batang, Rusmanto, Jum’at (02/10).

“Keduanya adalah acara pengajian, jamaahnya ada yang ratusan hingga ribuan,”  tutur Rusmanto di kantornya kemarin.

Menurut Rusmanto, pembatalan acara tersebut atas kesadaran penyelenggara. Mereka sadar bahwa kegiatannya  berpotensi mengumpulkan massa atau mengundang keramaian tidak boleh dilaksanakan.

Kepala Kesbangpol Batang mengapresiasi pembatalan acara tersebut guna menekan tingkat kematian dan menaikkan tingkat kesembuhan. “Kami berterima kasih pada para pihak yang legowo menunda kegiatannya hingga pandemi Covid-19 mereda,” lanjutnya.

Update kasus Korona per 2 Oktober 2020, yang dirilis oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat kematian akibat virus Corona (Covid-19) di Indonesia bertambah sebanyak 116 orang pada Jumat (2/10).

Jawa Tengah menjadi provinsi kedua setelah Jawa Timur dengan kasus kematian tertinggi akibat Covid-19. Hingga hari ini, ada penambahan kematian akibat Covid-19 sebanyak 17 orang. Secara kumulatif angka kematian akibat Covid-19 di Jawa Tengah mencapai 1.436 orang. (Eva Abdullah)

Terkait
Tren kasus Covid-19 Kota Pekalongan naik, Kabupaten bertambah klaster guru, Batang tembus 100 kasus

Pekalongan, Wartadesa. -  Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia belum ada tanda-tanda kecenderungan melandai, apalagi turun pada fase I ini. Read more

Muncul kaster Taman, satu Puskesmas dibatasi kegiatannya

Pemalang, Wartadesa. - Kasus positif Covid-19 di Pemalang bertambah empat orang. Mereka disebut-sebut sebagai klaster (cluster) Taman lantaran keempat warga Read more

Komunitas Batang Rantau bagikan paket sembako anggota yang tidak mudik

Jakarta, Wartadesa. - Komunitas Batang Perantauan (Kobaran) bersama Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Priok  memberikan 100 paket sembako Read more

Hasil tracking, 11 Positif Korona dari tenaga medis dan peserta Ijma Ulama Gowa

Batang, Wartadesa. - Bupati Batang, Wihaji mengumumkan ada 11 penambahan  positif Korona dari hasil tracking Tim Percepatan Penanganan Gugus Tugas Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Muncul klaster pondok, perkantoran dan keluarga di Batang

ilustrasi_corona

Batang, WartaDesa. – Kurang patuhnya warga terhadap penerapan protokol kesehatan dianggap menjadi penyumbang bertambahnya jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Menurut dr Mukhlasin, Kepala Dinas Kesehatan setempat, hingga 2 Oktober 2020, jumlah kasus Korona tembus angka 398 orang. Rinciannya dirawat 91 orang, sembuh 278 orang dan meninggal dunia 29 orang. Dari jumlah kasus tersebut berasal dari klaster, perkantoran, pondok pesantren dan keluarga.

Diketahui bahwa 10 santri di Pondok Pesantren Selamat, Tulis, Batang positif Covid-19 berdasarkan hasil swab, beberapa waktu lalu.

“Penambahan ini menunjukkan masyarakat Batang belum menyadari pentingnya protokol kesehatan. Kalau tingkat angka kepatuhan protokol kesehatannya sudah mencapai 85 persen, kasus akan menurun,”  ujar Mukhlasin.

Jumlah kasus positif Korona di Batang menunjukkan penambahan yang cukup tinggi, sedikitnya lima kasus perhari. “Ini akan meningkat terus, karena angka risikonya trennya masih meningkat lebih dari 5. Begitu juga angka kematian, yang normalnya kurang dari 5 tapi di Batang mencapai 7,” lanjutnya.

Pihak Dinkes Batang meminta warga dengan gejala OTG (orang tanpa gejala) untuk melakukan isolasi mandiri. (Eva Abdullah)

Terkait
Guru honorer dengan masa kerja 10 tahun dapat tunjangan 1,6 juta

Batang, WartaDesa. - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengalokasikan Bosda (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) untuk para guru honorer sebeser Rp Read more

Klaster baru, empat anggota Polres Batang terpapar Korona

Batang, WartaDesa. - Setelah muncul klaster pondok pesantren, perkantoran dan keluarga. Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Jawa Tengah mendeteksi klaster baru, Read more

Tekan persebaran Covid-19 di Batang, dua pengajian dibatalkan

Batang, WartaDesa. - Dua acara pengajian di Batang, Jawa Tengah dibatalkan dengan kesadaran penuh penyelenggaranya, guna menekan laju persebaran Covid-19 Read more

Pelaku penipuan dan penggelapan 11 mobil dibekuk

Batang, WartaDesa. - Satreskrim Polres Batang membekuk RMK (27) warga Kaliboyo, kecamatan Tulis, Batang dan SC (39) warga desa Siberuk, Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Kabar duka, pekan ke-30, limapuluh orang positif Covid-19, lima orang meninggal

klaster taman

Pemalang, WartaDesa. – Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang Tutuko Raharjo, menyampaikan kabar duka dan keprihatinannya bahwa pekan ke-30 di Kota Ikhlas tercatat 50 orang positif Korona dan lima orang diantaranya meninggal.

“Melanjutkan kegiatan tracing dan testing dari Minggu sebelumnya sampai dengan pertengahan Minggu ke 30 ini, dengan rasa prihatin gugus tugas kembali melaporkan adanya banyak penambahan yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 50 orang dan 5 orang di antaranya meninggal dunia,” kata Tutuko, Jum’at (02/10).

Tutuko menyebut bahwa 50 positif Korona tersebut terdiri dari 30 laki-laki dan 20 orang perempuan. Sedang lima orang yang meninggal dimakamkan dengan standar pemakama Covid-19.

Adapun persebaran warga positif Covid-19 di Pemalang menurut Tutuko sebagai berikut,  15 orang  warga Kecamatan Pemalang 3 di antaranya meninggal dunia, 15 orang  warga Kecamatan Taman 2 diantaranya meninggal dunia. Sementara sisanya yaitu 2 orang warga  Kecatan Petarukan, 1 orang warga Kecamatan Comal, 3 orang warga Kecamatan Ulujami, 2 orang warga Kecamatan Bantarbolang, 2 dari Randudongkal, 4 orang dari Warungpring, 3 orang dari Pulosari, 1 orang dari Kecamatan Belik, dan 1 orang bukan asli penduduk Kabupaten Pemalang.

Selain itu, Tutuko mengabarkan 11 orang sembuh, terdiri dari 4 orang berjenis kelamin laki-laki dan 7 orang perempuan, yang berasal dari 3 orang dari Kecamatan Pemalang, 3 orang warga Taman, 2 orang warga Ulujami, 1 orang dari Pulosari, dan 2 orang dari Kecamatan Randudongkal.

Untuk mengurangi persebaran Korona di Pemalang, pihak Pemkab Pemalang akan terus menggelar operasi yustisi pengenaan masker. (Eva Abdullah)

Terkait
Jumlah positif Covid-19 Kabupaten Pemalang bertambah, Satpol PP dan Dua dewan pun kena

Pemalang, Wartadesa. -  Total kasus positif di Pemalang kini menjadi 83 orang, terdiri dari 40 pasien sembuh, 40 pasien lainnya Read more

Klaster baru, empat anggota Polres Batang terpapar Korona

Batang, WartaDesa. - Setelah muncul klaster pondok pesantren, perkantoran dan keluarga. Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Jawa Tengah mendeteksi klaster baru, Read more

Tekan persebaran Covid-19 di Batang, dua pengajian dibatalkan

Batang, WartaDesa. - Dua acara pengajian di Batang, Jawa Tengah dibatalkan dengan kesadaran penuh penyelenggaranya, guna menekan laju persebaran Covid-19 Read more

Muncul klaster pondok, perkantoran dan keluarga di Batang

Batang, WartaDesa. - Kurang patuhnya warga terhadap penerapan protokol kesehatan dianggap menjadi penyumbang bertambahnya jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Batang, Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

50 warga Duwet jalani rapid test

covid pekalongan

Bojong, WartaDesa. – Adanya warga Desa Duwet, Bojong, Pekalongan yang terpapar Covid-19, membuat petugas Puskesmas setempat melakukan tracking dengan menggelar rapid test kepada 50 warga Duwet di balaidesa setempat, Rabu (30/09) kemarin.

Diketahui, hingga Kamis (01/10) data web monitoring Covid-19 Kabupaten Pekalongan mencatat 25 warga terkonfirmai Korona di Kecamatan Bojong.

Menurut Mastur, petugas Surveilan Puskesmas Bojong, rapid yang digelar merupakan tracking untuk mendeteksi persebaran Covid-19 di Desa Duwet. “Sebelumnya ada terdeteksi warga Duwet yang terkena covid, akhirnya di-tracking. Dan terdata sebanyak 50 warga yang dirapid test di sini,” ungkapnya.

Mastur menyebut bahwa rapid test massal di Duwet merupaka kali kedua. Bulan sebelumnya petugas menggelar rapid. Ia menyebut ada satu warga yang sembuh dari virus asal Wuhan tersebut. “Alhamdulillah, dari yang positif kemarin sudah ada satu yang sembuh ,” lanjutnya.

Dari 50 peserta rapid test massal, hasilnya kebanyaka non reaktif. Pungkas Mastur. (Eva Abdullah)

Terkait
Edarkan obat tanpa ijin, Mbot diamankan

Kajen, Wartadesa. - MPT alias Mbot (22), warga Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan diamankan Satres Narkoba Polres Pekalongan, Selasa (16/06) malam Read more

Menguak tudingan Sekdes Babalablor terkait LPJ DD tahun 2019

Kabupaten Pekalongan, Wartadesa, - Penelusuran Lsm Gakosh bersama tim di Desa Babalanlor Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan Jateng, nampaknya menemukan babak Read more

Mengejutkan! Sekdes Babalanlor “buka-bukaan” terkait DD Tahun 2019 tahap 3

Kab. Pekalongan, Wartadesa. - Tim yang terdiri dari aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan media, Senin (27/04) lalu, mendatangi Kantor Read more

Main petasan, remaja SMP dilarikan ke rumah sakit

Bojong, Wartadesa. - FP 914) seorang pelajar kelas 2 SMP warga Desa Randumuktiwaren, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan musti dilarikan ke Read more

selengkapnya
KesehatanSosial Budaya

Tak pakai masker, PL diamankan ke Mapolsek

ilustrasi pl pake masker

Pemalang, WartaDesa. – Operasi penegakan disiplin protokol kesehatan yang digelar oleh Polsek Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, menyisir tempat karaoke di komplek pertokoan Petarukan. Alhasil, puluhan pemandu lagu (PL) dibawa ke Mapolsek setempat, lantaran tidak mengenakan masker saat bekerja.

“Dua puluh  pemandu lagu kami amankan ke Mapolsek,” ujar Kapolsek Petarukan AKP Heru Irawan, Rabu (16/09).

Heru menambahkan, petugas menggelar operasi kurun waktu 21.00 WIB hingga 23.00 WIB dengan sasaran tempat hiburan malam yang setiap harinya ramai pengunjung sehingga berkemungkinan besar kurang menerapkan protokol kesehatan, seperti masker.

Saat operasi, petugas mendapati banyak pemandu lagu yang tidak mengenakan masker di tempat kerjanya. Di Mapolsek, keduapuluh PL ini kemudian diberi pembinaan dan pengarahan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Setelah sebelumnya diperiksa. (Eva Abdullah)

Terkait
Razia, puluhan PL, anak punk dan miras diamankan

Wiradesa, Wartadesa. - Puluhan orang dan minuman keras diamankan petugas dalam sebuah razia penyakit masyarakat dan pemeriksaan urin  yang digelar Read more

Berbagi syukur, PL Wuni bagi takjil

Batang, Wartadesa. - Berbagi syukur dalam mengisi bulan Ramadan, pemandu lagu (PL) Komunitas Wuni Raya (WR) membagikan sejumlah takjil (makanan/minuman Read more

Ruko grosir Petarukan dijadikan tempat karaoke, 2 PL diamankan

Pemalang, Wartadesa. - Dua PL atau pemandu lagu diamankan petugas Polsek Petarukan dalam sebuah razia Operasi Penyakit Masyarakat. Selain itu Read more

Empat PL terjaring operasi Pekat di Pemalang

Pemalang, Wartadesa. - Empat pemandu lagu (PL) terjaring dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) yang menyisir beberapa kafe dan tempat hiburan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Warga Batang terkena Covid-19 dapat tunjangan Rp 1 juta

wihaji

Batang, WartaDesa. – Sebanyak 76 warga Batang positif Covid-19 mengajukan permohonan bantuan santunan sebesar Rp 1 juta. Santunan tersebut diberikan kepada orang yang dinyatakan positif covid-19 dengan status orang tanpa gejala yang melakukan isolasi mandiri.

Bupati Batang, Wihaji mengungkapkan bahwa santunan tersebut dalam rangka untuk mensukseskan grakan zero covid-19 di wilayahnya. “Kita memang memiliki gerakan zero covid-19 tapi belum maksimal, justru malah ada kenaikan. Ini sesuai prediksi ada peningkatan di bulan Agustus,\” kata Wihaji saat ditemui di kantornya, Senin (7/9).

Wihaji meminta warga Batang tidak takut dengan Covid-19, namun dengan mematuhi protokol kesehatan. “Kita harus edukasi masyarakat secara bersama, karena covid-19 belum selesai patuhi protokol kesehatan. Sehat bukan hanya untuk kita tapi keluarga dan saudara-saudara kita,” jelas Wihaji.

Sementara itu, Joko Tetuko, Kepala Dinas Sosial Batang mengatakan bahwa bantuan diambil dari alokasi anggaran bantuan sosial. “Warga Batang terpapar covid-19 dapat bantuan uang Rp1 juta, yang bantuan tersebut diambilkan dari alokasi anggaran bantuan sosial yang sekarang sudah ada 76 pemohon bantuan,” ungkapnya.

Alokasi bantuan sosial yang dikelola bukan saja untuk covid-19, tapi juga masalah sosial lainnya seperti operasional pengobatan bagi masyarakat miskin dan bantuan bencana. “Nilai alokasi anggarannya sebesar Rp400 juta di penetapan APBD, dan ini masih mengajukan penambahan anggaran perubahan sebesar Rp200 juta,” lanjutnya.

Untuk pengajuan santunan tersebut, lanjut Joko, cukup dengan foto kopi KTP, surat keterangan tidak mampu dari kelurahan/desa dan surat keterangan dari laboratorium atau klinik yang menyatakan positif Covid-19. (Eva Abdullah)

Terkait
Guru honorer dengan masa kerja 10 tahun dapat tunjangan 1,6 juta

Batang, WartaDesa. - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengalokasikan Bosda (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) untuk para guru honorer sebeser Rp Read more

Klaster baru, empat anggota Polres Batang terpapar Korona

Batang, WartaDesa. - Setelah muncul klaster pondok pesantren, perkantoran dan keluarga. Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Jawa Tengah mendeteksi klaster baru, Read more

Tekan persebaran Covid-19 di Batang, dua pengajian dibatalkan

Batang, WartaDesa. - Dua acara pengajian di Batang, Jawa Tengah dibatalkan dengan kesadaran penuh penyelenggaranya, guna menekan laju persebaran Covid-19 Read more

Muncul klaster pondok, perkantoran dan keluarga di Batang

Batang, WartaDesa. - Kurang patuhnya warga terhadap penerapan protokol kesehatan dianggap menjadi penyumbang bertambahnya jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Batang, Read more

selengkapnya
Kesehatan

Kasus DBD di Batang masih tinggi

dbd

Batang, Wartadesa. – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dari Januari hingga Agustus tercatat ada 263 kasus. Sementara yang meninggal dunia ada 4 orang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Batang, Yuli Suryandaru melalui Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Farikhun Asror mengatakan, kasus DB yang berakibat hingga meninggal dunia rata – rata terlambat dibawa ke rumah sakit.

“Oleh karena itu, saya berharap masyarakat kalau memang ada gejala yang sakit yang mengarah ke DB segera ke periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” katanya, rabu (2/9).

Adapun kasus tertinggi berada di Kecamatan Batang dengan 54 kasus dan 3 orang meninggal dunia. Sedangkan Kecamatan Subah di peringkat kedua dengan 47 kasus, meninggal dunia 1 orang.

Selanjutnya Kecamatan Tulis dengan 35 kasus, Kecamatan Kandeman 27 kasus dan Kecamatan Limpung ada 17 kasus.

Dari data tersebut juga tercatat di tahun 2017 ada 52 kasus, meninggal duna 3 orang, tahun 2018 sebanyak 82 kasus, meninggal dunia 2 orang, tahun 2019 sebanyak 363 kasus, meninggal dunia 3 orang.

Tidak hanya itu, untuk meminimalisir pandemi DBD masyarakat diharapkan memiliki kesadaran untuk menjaga pola hidup sehat dan bersih.

“Memang kasus DBD sering ada kenaikan terjadai pada musim hujan yang biasanya mulai Desember hingga akhir Mei, oleh karena itu harus ada kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan jalani pola hidup sehat,” ungkapnya.

Untuk mengurangi kasus DBD selain melakukan sosialisasi terapkan budaya hidup bersih dan sehat, Dinkes Batang juga secara rutin melakukan fogging atau pengasapan.

“Fasilitas kesehatan seperti Puskesmas di Kabupaten Batang sudah memiliki rapid test untuk mendeteksi cepat DBD. Selain itu, kalau ada temuan kasus baru di desa petugas Puskesmas langsung datang untuk melakukan penyelidikan agar tidak ada tambahan kasus,” katanya. (Eva Abdullah)

Terkait
Sembilan kelurahan di Pekalongan endemis DBD

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Sembilan kelurahan di wilayah Kota Pekalongan endemis Demam Berdarah Dengeu (DBD). Wilayah tersebut dinyatakan endimis karena Read more

Klaster baru, empat anggota Polres Batang terpapar Korona

Batang, WartaDesa. - Setelah muncul klaster pondok pesantren, perkantoran dan keluarga. Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Jawa Tengah mendeteksi klaster baru, Read more

Tekan persebaran Covid-19 di Batang, dua pengajian dibatalkan

Batang, WartaDesa. - Dua acara pengajian di Batang, Jawa Tengah dibatalkan dengan kesadaran penuh penyelenggaranya, guna menekan laju persebaran Covid-19 Read more

Muncul klaster pondok, perkantoran dan keluarga di Batang

Batang, WartaDesa. - Kurang patuhnya warga terhadap penerapan protokol kesehatan dianggap menjadi penyumbang bertambahnya jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Batang, Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Bandel tidak kenakan masker bakal ditindak

masker batang
  • Di Pekalongan razia masker digelar

Batang, Wartadesa. – Keengganan warga mengenakan masker bukan saja lantaran abai dengan menjaga kesehatan maupun tidak percaya bahwa virus Covid-19 masih ada di sekitar mereka. Namun masih banyaknya tokoh publik kadang muncul tanpa mengenakan masker maupun menjaga protokol kesehatan, membuat perilaku mereka ditiru.

Namun demikian warga musti sadar bahwa penyebaran virus Korona masih terus tinggi. ”Penyebaran Covid-19 di Batang masih terus terjadi, tapi masih banyak warga yang ‘ndablek’ dengan menyepelekan, bahkan tidak mentaati protokol kesehatan,” ujar Bupati Batang Wihaji saat memberi pengarahan dihadapan peserta apel penegakan disiplin protokol kesehatan di Jalan Vetaran, Kabupaten Batang, Senin (24/8).

Terkait dengan masih banyaknya warga yang ‘ndableg’, menurut Wihaji perlu adanya aturan wajib masker. ”Ketentuan wajib mengenakan masker merupakan salah satu ikhtiar dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Batang, maka tim gabungan harus gencar melakukan sosialisasi dan juga penindakan bagi warga yang tidak mentaatinya,” jelasnya.

Menurut orang nomor satu di Batang ini, warga yang membandel akan dikenakan sanksi berupa sanksi sosial, bahkan denda. ” Meski demikian, jika ada yang tetap membandel, maka sanksi kerja sosial bahkan denda bisa diperlakukan,” tuturnya.

Penerapan wajib masker dan protokol kesehatan juga akan diterapkan di tempat keramaian, seperti obyek wisata, kafe dan fasilitas pelayanan publik. ” Pengelola kafe, rumah makan ataupun tempat keramaian wajib mentaati protokol kesehatan. Jika ada yang membandel, maka bisa ditindak tegas dengan penerapan sanksi denda. Termasuk juga untuk lingkungan perkantoran baik di Pemda atau swasta bisa dijadikan sasaran penertiban protokol kesehatan. Jika ada yang melanggar, maka sanksi bisa diberikan,” lanjutnya.

Polres Pekalongan Gelar Razia Masker

Jajaran Polres Pekalongan menggelar patroli dan menghimbauan pencegahan penyebaran covid 19 di wilayah hukum Polres Pekalongan, Senin (24/8).

Dengan menggunakan pengeras suara, petugas mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap patuh menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan tetap menjaga jarak.

Menurut Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, melalui Kasubbag Humas AKP Akrom, Senin (24/8/2020) mengatakan, dari pantauan masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan jaga jarak. Pihaknya juga menghimbau agar warga tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid 19 saat ini.

“Dalam patroli kali ini kepolisian juga memberikan masker pada warga yang tidak menggunakan masker. Kepolisian akan terus melakukan patroli di beberapa titik untuk mengantisipasi adanya aktivitas masyarakat di luar rumah yang masih tidak mengindahkan protokol kesehatan yakni memakai masker,” katanya.

Untuk itu Kasubbag Humas mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk selalu mematuhi protocol kesehatan di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Dalam beraktivitas baik itu sedang berada di luar rumah untuk keperluan tertentu atau berada di mana saja selalu menggunakan masker dan selalu mentaati himbauan pemerintah dalam penanganan Covid-19” tutur AKP Akrom. (Eva Abdullah)

Terkait
Gara-gara reuni, sehari 20 orang positif Korona dua kantor lockdown

Batang, Wartadesa. - Senin (17/08), dalam satu hari jumlah orang positif Korona (Covid-19) di Batang bertambah 20 orang. Penambahan tersebut Read more

Muncul klaster kantor di Pemalang, warga terpapar Covid-19 tambah 36 orang

Pemalang, Wartadesa. - Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang menyebut muncul klaster baru penyebaran virus Covid-19, terutama di wilayah perkantoran Read more

Tambah 10 orang positif Korona, jumlah kasus di Pemalang tembus 113

Pemalang, Wartadesa. - Pihak berwenang kembali mengumumkan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pemalang. Juru Bicara Penanganan Covid-19 setempat mengumumkan 10 Read more

Tambah sembilan orang positif Korona, total 103 di Kabupaten Pemalang

Keterangan Foto: Data pantauan Covid-19 Kabupaten Pemalang hingga Senin (03/08). Foto: https://infocorona.pemalangkab.go.id/ Pemalang, Wartadesa. - Kasus positif Korona (Covid-19) hingga Read more

selengkapnya