close

Layanan Publik

Layanan Publik

Pedagang Kakilima Pekalongan minta PPKMD dievaluasi

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82
  • Ini tujuh point permintaan pedagang

Kota Pekalongan, Wartadesa. – Paguyuban Pedagang Kuliner Nusantara dan Aliansi PKL (Pedagang Kakilima) Kota Pekalongan menyampaikan tujuh tuntutan kepada DPRD Kota Pekalongan dalam audiensi antara para pedagang dengan Ketua DPRD, M. Azmi Basyir, Kamis (15/07).

Dalam audiensi tersebut perwakilan pedagang kakilima terdampak penerapan PPKM Darurat menyerahkan tujuh point permintaan, diantaranya.

  1. Meminta Ketua DPRD dan komisi terkait untuk mengeluarkan rekomendasi penghentian PPKM Darurat di Kota Pekalongan,
  2. Kompensasi terkait dengan kerugian yang dialami para pedagang terdampak PPKM Darurat,
  3. Kompensasi yang dimaksud berupa dana pengganti selama para pedagang tidak diperkenankan melakukan aktivitas berdagang secara normal,
  4. Meminta para pedagang dilibatkan dalam sosialisasi dan pengambilan keputusan terkait pandemi Covid-19 maupun lainnya,
  5. Menolak pemadaman lampu jalan secara bertahap/bergilir karena akan berdampak buruk bagi keamanan lingkungan,
  6. Menolak arogansi petugas gabungan saat menjalankan tugas PPKM Darurat,
  7. Meminta jawaban enam point diatas dalam batas waktu 3×24 jam. Jika tidak dikabulkan, pedagang akan melakukan aksi lebih lanjut.

Koordinator Paguyuban Pedagang Kuliner Nusantara dan Aliansi PKL (Pedagang Kakilima) Kota Pekalongan, Misbachul Fuadi dalam audiensi tersebut mengungkapkan bahwa penerapan PPKM Darurat perlu dikaji ulang pelaksanaanya di lapangan maupun arogansi aparat agar lebih persuasif.

Sementara itu, menjawab tuntutan para pedagang, Ketua DPRD, M. Azmi Basyir mengungkapkan bahwa kebijakan PPKM Darurat bersifat mendadak sehingga masih banyak kekurangan dalam pelaksanaannya dan perlu dikaji kembali.

“Kami berharap kedepan sosialisasi kebijakan seperti ini di lapangan dan penyampaian ke pedagang juga harus jelas dan rinci, supaya ada kesepahaman dari dua belah pihak,” tutur Azmi.

Azmi menambahkan, untuk pemadaman lampu pihaknya akan berkoordinasi dengan Walikota Pekalongan, Kapolres Pekalongan Kota dan Kepala Dishub Kota Pekalongan untuk menganalisa dampak pemadaman lampu jalan di beberapa titik di Kota Pekalongan. (Buono)

Terkait
Dewan tak setuju tempat ibadah ditutup selama pelaksanaan PPKM Darurat

Sragi, Wartadesa. - Sehari lepas pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Chandra Saputra mengkritisi kebijakan pemerintah untuk menutup Read more

Fadia canangkan program pendidikan gratis hingga SMA, benarkah?

Kajen, Wartadesa. - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Riswadi mencanangkan program sekolah gratis dari SD hingga SMA, untuk Read more

Masuk Zona Merah, April-Juni 90 Jenazah Covid-19 Dimakamkan

Kajen, Wartadesa. - Kota Santri, Pekalongan sejak Jum'at (18/06) masuk zona merah Covid-19. Lonjakan kasus korona ini terjadi pada bulan Read more

RS Bendan Overload, di tempat lain tempat tidur tinggal satu atau dua

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan membuat okupasi (ketersediaan) tempat tidur (bed) ruang perawatan tinggal satu Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Dewan tak setuju tempat ibadah ditutup selama pelaksanaan PPKM Darurat

chandra

Sragi, Wartadesa. – Sehari lepas pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Chandra Saputra mengkritisi kebijakan pemerintah untuk menutup atau membubarkan kegiatan di tempat ibadah.

Dalam laman media sosial Facebook  Candra Shinanta anggota dewan ini mengungkapkan ketidaksetujuannya terkait penutupan tempat ibadah.  “Saya tidak setuju jika PPKM Darurat ini menutup masjid serta mushola. saya nilai tidak bijak. Karena Bandara serta kantor dan kegiatan perekonomian lainnya masih tetap diizinkan untuk dibuka.
Saya meminta agar selama penerapan PPKM Darurat ini, tidak ada petugas yang memaksa membubarkan atau menutup tempat ibadah selama masjid dan mushola tersebut menerapkan protokol kesehatan yang ketat.” tulis Chandra, Ahad (04/07).

Postingan tersebut mendapat persetujuan dari warganet yang mengikuti halamannya.

Sebelumnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Pekalongan, Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan dengan tegas menginstruksikan seluruh warga Kota Santri untuk mematuhi instruksi dari Pemerintah Pusat terkait kebijakan PPKM Darurat.

Wakil Bupati Pekalongan, Riswadi mengungkapkan bahwa terhitung sejak esok tanggal 3-20 Juli 2021 di Kabupaten Pekalongan area publik yang berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat akan ditutup. ‘’Dengan adanya PPKM Darurat tersebut, maka untuk tempat ibadah dan objek wisata sementara akan ditutup terlebih dahulu,’’  katanya.

Pria yang akrab disapa Riswood ini menambahkan bahwa  untuk tempat-tempat umum lain seperti restoran, warung tradisional, dan toko modern akan tetap dibuka namun dengan adanya pembatasan pengunjung. ‘’ Toko modern, warung tradisional sudah diatur maksimal buka hanya sampai jam 8 malam. Dan untuk restoran maksimal hanya boleh menampung 50% pengunjung dari kuota biasanya. Jadi tidak boleh ada kerumunan sama sekali,’’ ungkapnya.

Selain itu, lanjut Riswadi, untuk ASN dan dinas-dinas vertikal diminta untuk memberi contoh kepada warga Pekalongan. ‘’ASN dan instansi vertical itu sebagai pemberi tauladan bagi masyarakat,’’ tuturnya.

Aturan PPKM Darurat di Kota Santri kemudian dibuat regulasinya dengan  mengeluarkan instruksi Bupati Pekalongan nomor 01 Tahun 2021 tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat dari Corona virus di kabupaten Pekalongan. (Buono)

Terkait
Fadia canangkan program pendidikan gratis hingga SMA, benarkah?

Kajen, Wartadesa. - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Riswadi mencanangkan program sekolah gratis dari SD hingga SMA, untuk Read more

RS Bendan Overload, di tempat lain tempat tidur tinggal satu atau dua

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan membuat okupasi (ketersediaan) tempat tidur (bed) ruang perawatan tinggal satu Read more

Digerogoti kanker ganas, kaki pemuda asal Tersono membesar

Batang, Wartadesa. - Kanker ganas yang menggerogoti setahun terakhir remaja bernama Ifan Ferdianyanto (18), warga Dukuh Muliwung Desa Rejosari Barat, Read more

Jam buka Kafe dibatasi hingga pukul sembilan malam

Kajen, Wartadesa. - Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Pekalongan meminta agar kafe membatasi jam buka hingga pukul 21.00 WIB. Hal tersebut Read more

selengkapnya
Layanan PublikPendidikan

Fadia canangkan program pendidikan gratis hingga SMA, benarkah?

fadia

Kajen, Wartadesa. – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Riswadi mencanangkan program sekolah gratis dari SD hingga SMA, untuk sekolah negeri. Namun tahukah Anda bahwa sejak tahun-tahun sebelumnya untuk jenjang pendidikan SD hingga SMA negeri di Provinsi Jawa Tengah sudah gratis?

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq mengungkapkan bahwa ia tidak mau berjanji lebih jauh terkait pendidikan gratis di Kota Santri. Menurutnya, pihaknya akan mewujudkan pendidikan gratis, meski terbatas untuk sekolah negeri.

“Saya menghindari janji. Belum untuk swasta karena kami mengukur dan menyesuaikan anggaran yang ada,” kata Fadia dikutip dari Radar Pekalongan.

Fadia menyebut bahwa realisasi program pendidikan gratis (untuk sekolah negeri) paling cepat akan dilaksanakan awal tahun 2022. “Tapi jika kelak anggaran itu cukup, pendapatan asli daerah (PAD) tinggi, tidak menutup kemungkinan akan kami berlakukan juga untuk sekolah swasta,” ucapnya.

Sekolah Negeri Gratis

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2011 Tentang Larangan Pungutan Biaya Pendidikan Pada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, jelas bahwa sekolah setingkat SD hingga SMP negeri seluruh Indonesia tidak ada pungutan biaya pendidikan alias gratis.

Untuk jenjang SMA Negeri, sejak tahun 2020 lalu sudah gratis. Mengutip laman resmi Pemprov Jateng, Program SPP gratis bagi siswa SMA/SMK/SLB negeri di Jawa Tengah diberlakukan mulai Januari 2020. Siswa yang terlanjur membayar SPP hingga Juni 2020 berhak mendapatkan pengembalian dari sekolah.

“SPP gratis kami mulai tahun ini, kalau ada yang sudah terlanjur membayar full, maka kepala sekolah harus mengembalikan,” tegas Ganjar melansir tulisan dari web resmi Pemprov Jateng.

Masih rendahnya Neraca Pendidikan Daerah (NPD) Kabupaten Pekalongan tahun 2019 dan 2020 yang berkisar 9.90 persen, membuat Pemkab Pekalongan harus menaikkan anggaran pendidikan sesuai dengan amanat UU Pendidikan, yakni minimal sebesar 20 persen.

NPD Kabupaten Pekalongan Tahun 2019. sumber: https://npd.kemdikbud.go.id/?appid=anggaran&tahun=2019

Anggaran untuk pendidikan pada tahun 2021 pun tidak jauh dari anggaran tahun sebelumnya. Pada tahun 2021, anggaran pendidikan mendapatkan porsi sebesar Rp 720.934.775.654, naik sedikit dari tahun sebelumnya.

APBD Pendidikan Tahun 2021 Kabupaten Pekalongan. Sumber : https://drive.google.com/file/d/11MdT3Pu721f6kU2Rr8-AHIzJL84lYOMe/view

Sementara itu, untuk program layanan kesehatan gratis cukup dengan menunjukkan KTP baru bisa untuk pemilik BPJS kelas III.  (Buono)

Terkait
Pedagang Kakilima Pekalongan minta PPKMD dievaluasi

Ini tujuh point permintaan pedagang Kota Pekalongan, Wartadesa. - Paguyuban Pedagang Kuliner Nusantara dan Aliansi PKL (Pedagang Kakilima) Kota Pekalongan Read more

Masuk Zona Merah, April-Juni 90 Jenazah Covid-19 Dimakamkan

Kajen, Wartadesa. - Kota Santri, Pekalongan sejak Jum'at (18/06) masuk zona merah Covid-19. Lonjakan kasus korona ini terjadi pada bulan Read more

RS Bendan Overload, di tempat lain tempat tidur tinggal satu atau dua

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan membuat okupasi (ketersediaan) tempat tidur (bed) ruang perawatan tinggal satu Read more

Fasilitas umum gencar disemprot disinfektan
Wartadesa foto

Fasilitas umum gencar disemprot disinfektan Kabupaten Pekalongan - Sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19, petugas gabungan yang Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

RS Bendan Overload, di tempat lain tempat tidur tinggal satu atau dua

bed

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan membuat okupasi (ketersediaan) tempat tidur (bed) ruang perawatan tinggal satu atau dua tempat tidur. Bahkan, menurut Walikota Pekalongan, ruang isolasi RSUD Bendan sudah melebihi kapasitas (overload). Demikian disampaikan Afzan Arslan Djunaid  usai menghadiri kegiatan Sosialisasi Perwal Wajib PAUD 1 Tahun Pra SD, di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Jumat (18/06).

“Ruang isolasi rawat inap di RSUD Bendan sudah overload dengan kapasitas tempat tidur 26, dan kita sudah merawat 36 pasien terkonfirmasi positif, dimana ada 10 orang masih dirawat darurat di IGD khusus Covid. Sementara di rumah isolasi milik Pemerintah Kota Pekalongan hanya tersisa 1 atau 2 bed yang kosong,” tutur Aaf.

Melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Batik tersebut membuat jajaran Pemkot meminta agar warga menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Aaf berharap dengan perilaku warganya yang taat terhadap protokol kesehatan, akan menghindarkan Kota Pekalongan dari zona merah penularan Covid-19.

“Kami tidak ingin klaster penularan di salah satu SMA Negeri dan Pondok Pesantren di Kota Pekalongan ini terulang kembali. Kami juga masih gencar melakukan tes swab antigen baik kepada semua santri,pengurus maupun pengasuh pondok pesantren,” lanjut Aaf.

Aaf menambahkan, klaster SMA Negeri 4 sudah selesai, tinggal klaster pondok pesantren Syafi’i Akrom. Pemkot masih melakukan tes swab antigen kepada seluruh santri, pengurus dan pengasuh pondok.

“Dari semua yang kami swab, ada 48 orang yang terkonfirmasi positif dari pondok pesantren tersebut dan langsung kami pindahkan ke lokasi isolasi terpusat untuk melakukan isolasi mandiri,” pungkas Aaf. (Bono)

Terkait
Satu PDP asal Malang meninggal di RSUD Bendan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Seorng Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjenis kelamin perempuan, berusia 35 tahun meninggal dunia setelah dirawat di Read more

Fadia canangkan program pendidikan gratis hingga SMA, benarkah?

Kajen, Wartadesa. - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Riswadi mencanangkan program sekolah gratis dari SD hingga SMA, untuk Read more

Masuk Zona Merah, April-Juni 90 Jenazah Covid-19 Dimakamkan

Kajen, Wartadesa. - Kota Santri, Pekalongan sejak Jum'at (18/06) masuk zona merah Covid-19. Lonjakan kasus korona ini terjadi pada bulan Read more

Fasilitas umum gencar disemprot disinfektan
Wartadesa foto

Fasilitas umum gencar disemprot disinfektan Kabupaten Pekalongan - Sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19, petugas gabungan yang Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Digerogoti kanker ganas, kaki pemuda asal Tersono membesar

kangker batang

Batang, Wartadesa. – Kanker ganas yang menggerogoti setahun terakhir remaja bernama Ifan Ferdianyanto (18), warga Dukuh Muliwung Desa Rejosari Barat, Kecamatan Tersono Kabupaten Batang, membuat kakinya membesar. Ia terpaksa sehari-harinya berbaring karena tidak mampu menopang badannya untuk berdiri maupun berjalan.

Kanker ganas telah menggerogoti kaki kanannya. Iapun sempat menjalani kemoterapi di RS Moewardi Solo sebanyak 19 kali. Namun penyakitnya belum lepas dari tubuhnya.

Mendengar informasi tersebut, Wakil Bupati Batang Suyono mengunjungi ke rumah keluarga Subekti untuk menjenguk Ifan Ferdianyanto.

Didatangi wakil bupati, Ifan merasa terharu dan senang.  Sementara itu Suyono meminta agar Ifan terus berdoa dan berusaha untuk kesembuhannya.

“Penyakit datangnya dari Allah SWT, untuk itu kita harus berdoa meminta kesembuhan serta berusaha berobat mencari alternatif demi kesembuhan. Terlebih Ifan masih berusia 18 tahun yang seharusnya masih duduk di bangku SMA untuk mengejar cita-citanya,” tutur Suyono.

Suyono meminta agar orang tua Ifan, Subekti untuk selalu mengabarkan kondisi putrana melalui WhatsApp untuk membantu pengobatan remaja yang kini kehilangan seluruh rambutnya akibat kanker yang dideritanya.

“Di zaman yang serba media sosial (medsos) ini, manfaatkan medsos untuk menyampaikan informasi positif, seperti mengabarkan warga yang sedang mengalami musibah dan jangan sungkan untuk WhatsApp atau DM ke akun baik Bupati maupun Wakil Bupati Batang demi kesejahteraan warga,” kata Suyono. (Buono)

 

Terkait
Derita kanker Rasufarid, Wiwik butuh bantuan

Wonopringgo, Wartadesa. - Wiwik, warga Dukuh Wonolobo Rt 02/01 Desa Satrodirjan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan membutuhkan uluran tangan para dermawan Read more

Satreskrim Polres Batang tindaklanjuti temuan tujuh plat nomor palsu

Batang, Wartadesa. - Satreskrim Polres Batang menindaklanjuti temuan tujuh pelanggar ELTE (e-tilang) yang menggunakan pelat nomor palsu. Demikian diungkapkan oleh Read more

DMI minta pemudik Batang disediakan tempat Salad Id khusus

Batang, Wartadesa. - Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Batang meminta seluruh takmir masjid se-Kabupaten Batang menyediakan tempat khusus bagi para pemudik Read more

Bupati Batang larang takbir keliling

Batang, Wartadesa. - Bupati Batang, Wihaji melarang pelaksanaan pawai takbir keliling dengan mengeluarkan maklumat  agar masyarakat tidak menggelar takbir keliling pada Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Jam buka Kafe dibatasi hingga pukul sembilan malam

kafe

Kajen, Wartadesa. – Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Pekalongan meminta agar kafe membatasi jam buka hingga pukul 21.00 WIB. Hal tersebut untuk mengantisipasi lonjakan kasus akhir-akhir ini.

Tim sebelumnya melakukan sidak di salah satu kafe di Wonopringgo dan Ambokembang, Kedungwuni. Di kafe Wonopringgo, Tim Satgas Covid-19 mendapati pengunjung berkerumun dan tidak menerapkan protokol kesehatan. Sementara di salah satu kafe di Ambokembang, menggelar live music.

Kapolres Pekalongan, AKP Darno mengungkapkan bahwa kafe diminta tutup maksimal pukul 21.00 WIB dan tidak menggelar hiburan seperti live music. Pun para pengunjung dibatasi untuk tidak terlalu lama konngkow-kongkow di kafe.

“Ketentuan sudah ada surat edaran, diantaranya harus memakai masker, jaga jarak, tempat duduk disesuaikan. Setelah ini akan kita tindaklanjuti dengan rapat bersama pemda,” kata Kapolres, Sabtu (05/06).

Darno menghimbau warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. “kita lakukan ini untuk mencegah masyarakat agar selalu sehat dan terjaga dari covid 19,” harapnya.

Polisi Bagi Masker di Batang

Sementara itu petugas kepolisian di Batang membagikan sejumlah masker pada pengunjung alun-alun Batang yang tidak mengenakan masker.

Puluhan aparat gabungan dari Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batang menghentikan pengendara yang tidak memakai masker. Tidak hanya sepeda motor atau mobil, pejalan kaki pun dihentikan petugas.

“Kegiatan ini dalam rangka pendisiplinan protokol kesehatan dan mendukung pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro,” kata Kabag Ops Polres Batang, Kompol Raharja di lokasi, Ahad (6/6/2021).

Ia mengingatkan warga untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, khususnya memakai masker saat beraktivitas. Jika kedapatan tidak bermasker, oleh petugas bisa terkena sanksi sosial.

Raharja menyebut, bagi para pelanggar protokol kesehatan diberikan teguran. Sebagian dari mereka juga mendapat sanksi sosial mulai dari menghapal Pancasila, menyanyikan lagu nasional dan push up.

Kali ini, pihaknya juga membagikan masker dan kampanyekan pentingnya prokes 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari berkerumun dan membatasi mobilitas.

“Harapan kami, warga makin patuh dengan protokol kesehatan, sebab pandemi Covid-19 belum berakhir,” tuturnya. (Buono)

Terkait
Pendiri Stadion Kosambi ini jadi kandidat kuat Ketua Bahurekso

Karangdadap, Wartadesa. - Aktifis sekaligus pengamat olahraga Kota Santri, Slamet Nurudin menjadi kandidat kuat untuk menduduki jabatan Ketua Paguyuban Kepala Read more

Pedagang Kakilima Pekalongan minta PPKMD dievaluasi

Ini tujuh point permintaan pedagang Kota Pekalongan, Wartadesa. - Paguyuban Pedagang Kuliner Nusantara dan Aliansi PKL (Pedagang Kakilima) Kota Pekalongan Read more

Fadia canangkan program pendidikan gratis hingga SMA, benarkah?

Kajen, Wartadesa. - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Riswadi mencanangkan program sekolah gratis dari SD hingga SMA, untuk Read more

Masuk Zona Merah, April-Juni 90 Jenazah Covid-19 Dimakamkan

Kajen, Wartadesa. - Kota Santri, Pekalongan sejak Jum'at (18/06) masuk zona merah Covid-19. Lonjakan kasus korona ini terjadi pada bulan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Masih ada 1 zona merah, 3 zona oranye dan 63 zona kuning di Kota Pekalongan

panglima tni

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Kasus Covid-19 di Kota Pekalongan masih menyisakan satu zona merah, yakni klaster SMA 4, tiga zona oranye, dan 63 zona kuning, paska penerapan PPKM berskala mikro. Demikian disampaikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam Apel Bersama TNI-Polri-Satgas Covid-19 dalam rangka penguatan pelaksanaan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan untuk pengendalian Covid-19 di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, bertempat di Lapangan Mataram, Kota Pekalongan, Ahad (6/6/2021) sore.

“Kota Pekalongan juga membuktikan bahwa pelaksanaan PPKM berskala mikro dengan berbasis RT/RW yang masuk zona merah (ada) 1 yaitu adanya klaster SMA 4 namun bisa terkendali. Zona oranye ada 3, zona kuning 63, dan zona hijau 1.615,” ungkap Panglima TNI.

Hadi menilai pelaksanaan pengendaian Covid-19 di Kota dan Kabupaten Pekalongan berhasil.  Menurutnya saat ini kasus aktif di Kota Pekalongan sejumlah 81 dengan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit dibawah 40 persen.

Meski demikian, Hadi menghimbau agar warga tetap menggunakan masker meskipun sudah divaksin.  “Dengan menggunakan masker maka kita menyayangi anak kita, istri atau suami kita, tetangga kita. Saya menggunakan masker adalah dalam rangka melindungi mereka, melindungi keluarga saya. Termasuk mereka yang menggunakan masker adalah melindungi saya. Sehingga menggunakan masker, saya melindungi saudara, dan saudara melindungi saya sehingga tidak terjangkit Covid-19,”  lanjutnya.

panglima TNI berpesan agar pelaksanaan tugas penegakan prokes tidak menjadikan warga sebagai obyek, sehingga warga memiliki kesadaran tinggi untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Mari kita sama-sama melaksanakan tugas negara, tugas mulia ini dengan sebaik-baiknya, mengajak seluruh masyarakat untuk patuh terhadap prokes karena untuk menyelamatkan umat manusia, menyelamatkan rakyat Pekalongan supaya terhindar dari bahaya Covid-19,” pungkas  Hadi Tjahjanto. (Buono)

Terkait
PPKM Mikro Kota Pekalongan diperpanjang hingga 22 Maret

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan,   memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro hingga 22 Maret 2021 karena program Read more

Jateng perpanjang PPKM Mikro dua pekan mendatang

Temanggung, Wartadesa. - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Jateng yang akan berakhir pada 8 Maret 2021 akan diperpanjang Read more

PPKM Mikro Kota Santri, tiga desa masuk zona merah

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerapkan PPKM Mikro sejak 9-22 Pebruari 2021. Penerapan pembatasan wilayah berskala RT/RW ini diterapkan Read more

Isolasi mandiri di desa atau kabupaten bakal dapat insentif 1 juta

Batang, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Batang bakal menggelontorkan insentif sebesar Rp 1 juta bagi warga positif Covid-19 yang melakukan isolasi Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Pemdes Karangdowo beli motor pengangkut sampah

sampah karangdowo

Kedungwuni, Wartadesa. – Pemerintah Desa Karangdowo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan melakukan pembelian motor pengangkut sampah dengan sumber anggaran dari Dana Desa Tahun 2021. Motor tesebut diserahkan kepada Bumdes Mugi Langgeng beberapa waktu lalu.

Dilansir dari laman resmi pemerintah desa setempat, pembelian motor pengangkut sampah tersebut, merupakan upaya meningkatkan layanan Bumdes Mugi Langgeng Desa Karangdowo, yakni layanan pungut sampah.

Bumdes desa setempat melalui layanan pungut sampah, sebelumnya mempunyai satu unit motor pengangkut. Namun dengan konsumen sekitar 350 KK, pelayanan pungut sampah belum maksimal.

Kepala Desa Karangdowo, Hufron, berharap dengan penambahan armada baru tersebut layanan Bumdes Mugi Langgeng dapat diperbaiki.

Hufron juga berharap warga yang belum menjadi konsumen bumdes dapat bergabung untuk mengembangkan Bumdes Mugi Langgeng.

“Selain sebagai kontribusi dalam mengembangkan bumdes, juga untuk turut serta menciptakan lingkungan Desa Karangdowo yang jauh lebih bersih lagi.” Pungkasnya. (Buono)

Terkait
Pendiri Stadion Kosambi ini jadi kandidat kuat Ketua Bahurekso

Karangdadap, Wartadesa. - Aktifis sekaligus pengamat olahraga Kota Santri, Slamet Nurudin menjadi kandidat kuat untuk menduduki jabatan Ketua Paguyuban Kepala Read more

Pedagang Kakilima Pekalongan minta PPKMD dievaluasi

Ini tujuh point permintaan pedagang Kota Pekalongan, Wartadesa. - Paguyuban Pedagang Kuliner Nusantara dan Aliansi PKL (Pedagang Kakilima) Kota Pekalongan Read more

Fadia canangkan program pendidikan gratis hingga SMA, benarkah?

Kajen, Wartadesa. - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Riswadi mencanangkan program sekolah gratis dari SD hingga SMA, untuk Read more

Masuk Zona Merah, April-Juni 90 Jenazah Covid-19 Dimakamkan

Kajen, Wartadesa. - Kota Santri, Pekalongan sejak Jum'at (18/06) masuk zona merah Covid-19. Lonjakan kasus korona ini terjadi pada bulan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Khawatir dampak imunisasi Covid-19, vaksinasi di Karangdowo belum penuhi target

covid karangdowo

Kedungwuni, Wartadesa. – Masih banyaknya kekhawatiran lansia di Desa Karangdowo terhadaf efek (dampak) vaksinasi Covid-19, membuat target vaksinasi dengan sasaran warga diatas usia 60 tahun ini belum mencapai target.

Melansir laman web resmi Desa Karangdowo, dari 348 sasaran vaksinasi Covid-19 untuk lansia, yang sudah menjalani vaksinasi tahap pertama pada 5 Mei 2021 sebanyak 98 orang. Sedang vaksinasi tahap kedua pada 3 Juni 2021 diikuti oleh 49 orang.

Vaksinasi yang dihelat bekerjasama dengan Puskesmas Kedungwuni II tersebut merinci jumlah peserta lansia yang telah melakukan vaksinasi.

Tahap pertama lansia yang hadir berjumlah 98 orang dengan rincian 78 orang mendapat vaksin, 19 orang ditunda dan 1 orang tidak diberikan.  Tahap kedua lansia yang hadir mengalami penurunan yaitu berjumlah 49 orang dengan rincian 44 orang mendapat vaksin dan 5 orang ditunda.

Menurut Kepala Desa Karangdowo, Hufron, pemerintah desa telah berusaha maksimal dengan memberikan edukasi pentingnya vaksinasi Covid-19.

“Namun banyak dari masyarakat yang ditemui mengungkapkan adanya kekhawatiran akan akibat yang ditimbulkan dan sebagian yang lain dalam kondisi yang tidak sehat. Padahal perlu diketahui bersama bahwa Vaksin Covid-19 telah dijamin keamanan dan kualitasnya oleh BPOM dan kehalalannya oleh Majelis Ulama Indonesia.” Ujar Hufron.

Hufron menambahkan, pihaknya terus menghimbau warganya apabila ada vaksinasi Covid-19 lagi, warga dapat mengikutinya tanpa rasa takut dan khawatir,  “karena hal ini demi kebaikan bersama agar pandemi Covid-19 dapat segera teratasi dan kehidupan dapat kembali seperti semula.” Lanjutnya.

Gelaran vaksinasi Covid-19 tahap dua tersebut dimonitor langsung oleh Kapolres Pekalongan, Kapolsek Kedungwuni, Kepala Puskesmas Kedungwuni II beserta rombongan.  (Buono)

Terkait
600 warga Pekalongan bakal divaksin, ditandai dengan barkode

Kajen, Wartadesa. - Usai vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kota Santri, Pemkab Pekalongan akan melakukan vaksinasi kepada warga. Read more

Nakes Pekalongan bakal divaksin Pebruari mendatang

Kajen, Wartadesa. - Tenaga kesehatan (nakes) di Kota Santri akan mendapatkan vaksin Covid-19 pada Pebruari mendatang, sementara untuk masyarakat luas, Read more

Masuk Zona Merah, April-Juni 90 Jenazah Covid-19 Dimakamkan

Kajen, Wartadesa. - Kota Santri, Pekalongan sejak Jum'at (18/06) masuk zona merah Covid-19. Lonjakan kasus korona ini terjadi pada bulan Read more

RS Bendan Overload, di tempat lain tempat tidur tinggal satu atau dua

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan membuat okupasi (ketersediaan) tempat tidur (bed) ruang perawatan tinggal satu Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Banjir bercampur lumpur kembali landa Pantai Celong

banjir celong

Batang, Wartadesa. – Setiap hujan turun, kini kawasan Pantai Celong, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Batang mengalami banjir. Seperti sebelumnya, hujan yang mengguyur pada Selasa (04/05) petang hingga jelang tengah malam  menyebabkan air bercampur lumpur dari area Kawasan Industri Terpadu Batang atau Grand Batang City menerjang pemukiman warga.

Banjir setinggi 30-50 centimeter pun merendam puluhan rumah warga Desa Kedawung. Bahkan Tempat Pelelangan Ikan juga terkena air bah berwarna kecoklatan. Akses jalan warga yang merupakan jalan satu-satunya dipenuhi lumpur, dan merendam bawah jembatan rel sehingga warga kesulitan keluar masuk kampung.

“Banjir sudah beberapa kali terjadi, setiap hujan deras selalu banjir air bercampur lumpur menerjang kampong kami. Hal ini terjadi sejak ada proyek pekerjaan Kawasan Industri Terpadu Batang di dekat desa kami. Berkali kali hal ini sudah kami laporkan ke berbagai pihak namun tidak ada kejelasan penyelesaian penanganan banjir tersebut,” kata Mudi salah satu warga Celong, Selasa, 4 Mei 2021.

Banjir bandang kali ini tidak berlangsung lama, hanya sekitar satu jam tapi sangat menganggu warga. Rumah yang terendam banyak yang rusak juga licin karena bercampur lumpur.

Bupati Batang Wihaji ketika dihubungi mengaku sudah menerima laporan mengenai kejadian bencana banjir bandang di kampung dekat proyek pembangunan kawasan industri tersebut.

“Kami sudah monitor dan segera menidaklanjuti,” kata Wihaji.

Sebelumnya, banjir bercampur dengan lumpur merah melanda kawasan permukiman warga di Pantai Celong, Desa Kedawung, Banyuputih, Batang. Kamis (08/04) malam sekira pukul 19.00 WIB.

Dalam video yang diunggah oleh Suryo Sukarno, jurnalis televisi swasta nasional dalam laman media sosial Facebook, dituliskan keterangan “Malam ini sekitar jam 19.00 banjir bercampur lumpur merah, melanda dikawasan penduduk di pantai Celong desa Kedawung kecamatan Banyuputih Batang. Warga kesulitan akses keluar masuk desanya. Banjir ini dampak proyek pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB ) atau sekarang menjadi Grand Batang City (GBC). Video dokumen warga Celong,”

Video kemudian di pos-ulang di laman Facebook Batang Update dengan respon sebanyak 180 orang, 30 komentar dan dibagikan sebanyak 19 kali.

Banjir disertai dengan lumpur merah ini menurut Suryono (nama Suryo Sukarno) sudah tujuh kali terjadi, “beberapa kali… Info warga sudah 7 kali,” tulisnya saat menjawab komentar dalam video yang diunggahnya.

Sebelumnya, pada 6 Pebruari 2021, banjir disertai dengan lumpur merah mengakibatkan 50 keluarga terdampak. Kepala Desa Kedawung Akhmad Subekhi mengatakan bahwa banjir menyebabkan aktivitas warga terhambat dan juga merendam perabotan elektronik milik warga dan beberapa pintu rumah mengalami kerusakan karena derasnya air disertai lumpur.

Dalam kejadian saat itu, Bupati Batang, Wihaji meninjau lokasi bersama Kapolres Batang dan Dandim 0736 Batang, mengerahkan petugas pemadam kebakaran untuk menyemprot lumpur yang menutup akses jalan.

Menurut Wihaji, banjir pada tanggal 6 Pebruari tersebut mengakibatkan kerugian material mencapai Rp 100 juta. Ia meminta pihak pelaksana pembangunan KITB bertanggungjawab, mengingat musibah tersebut akibat dari penyiapan lahan yang dikerjakan saat itu.

“Untuk kepala desa dan camat, saya minta untuk segera komunikasi dengan korporat KITB guna meminta ganti rugi atas kerugian yang dialami oleh warga. Mengingat banjir yang terjadi merupakan dampak pembangunam KITB,” tegas Bupati Wihaji, mengutip laporan wartawan Radar Pekalongan.

Wihaji meminta agar kejdian tersebut tidak terulang lagi.  Menurutnya, PT Pembangunam Perumahan (PP) harus melakukan langkah pencegahan. Untuk solusi jangka panjang direncanakan membuat sodetan kusus jalan air dari KITB menuju ke laut.  (Bono, dengan sumber tambahan tertera)

Terkait
Banjir lumpur kembali landa Pantai Celong

Batang, Wartadesa. - Banjir bercampur dengan lumpur merah kembali melanda kawasan permukiman warga di Pantai Celong, Desa Kedawung, Banyuputih, Batang. Read more

Digerogoti kanker ganas, kaki pemuda asal Tersono membesar

Batang, Wartadesa. - Kanker ganas yang menggerogoti setahun terakhir remaja bernama Ifan Ferdianyanto (18), warga Dukuh Muliwung Desa Rejosari Barat, Read more

Satreskrim Polres Batang tindaklanjuti temuan tujuh plat nomor palsu

Batang, Wartadesa. - Satreskrim Polres Batang menindaklanjuti temuan tujuh pelanggar ELTE (e-tilang) yang menggunakan pelat nomor palsu. Demikian diungkapkan oleh Read more

DMI minta pemudik Batang disediakan tempat Salad Id khusus

Batang, Wartadesa. - Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Batang meminta seluruh takmir masjid se-Kabupaten Batang menyediakan tempat khusus bagi para pemudik Read more

selengkapnya