close

Layanan Publik

BencanaLayanan PublikSosial Budaya

Penanggulangan rob dinilai masih parsial

rob

Kajen, Wartadesa. – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pekalongan menyoroti penanggulangan rob di Kota Santri yang masih parsial. Selain itu, fraksi tersebut juga menyayangkan lambanya pelayanan publik, kinerja PDAM Tirta Kajen yang dinilai lambat. Demikian terangkum dalam pandangan umum tentang Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2018, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (24/06).

“Penanggulangan Rob  masih parsial (sebagian dari suatu keseluruhan–red) serta karitatif (pemberian bantuan secara langsung kepada orang-orang yang membutuhkan, seperti memberi makan, menghibur orang sakit, memberi pakaian dan lain sebagainya–red.), padahal dampak rob sudah dirasakan lama, kepesertaan KIS (Kartu Indonesia Sehat) masih rendah di kawasan terdampak rob,” tutur Dodiek Prasetyo saat membacakan dokumen pandangan umum fraksi PDI Perjuangan.

Sebelumnya, Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti tentang kinerja PDAM Tirta Kajen yang dinilai lambat dalam memenuhi salah satu kebutuhan dasar masyarakat yaitu air bersih.Padahal PDAM Tirta Kajen didukung anggaran yang memadai serta potensi yang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan FPDIP dalam rapat paripurna,senin 24 juni 2019 dengan agenda pandangan umum Fraksi-fraksi terkait raperda pertanggung jawaban pelaksanaan APBD 2018.

Sementara itu, Fraksi PKB menyoroti masalah pelayanan kesehatan, limbah dan mutu pendidikan di Kota Santri. “Pelayanan kesehatan masih banyak disorot oleh masyarakat, limbah dari usaha UMKM seperti juga masih belum teratasi, dan Mutu Pendidikan harus disamakan karena pemerintah pusat sudah menerapkan sistem zonasi.” ujar Sabdo saat membacakan dokumen pandangan umum fraksi PKB. (Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Kemarau, warga Pulosari kekurangan air bersih

droping air bersih

Pemalang, Wartadesa. – Musim kemarau di Pemalang membuat sebagian warga Desa Pulosari kekurangan air bersih. Kondisi tersebut terjadi setiap musim kemarau datang. Untuk membantu warga yang membutuhkan air bersih, Polsek Pulosari memberikan bantuan air bersih di Dukuh Karangpoh, Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sabtu (22/06).

Menurut Kapolsek Pulosari, AKP Trisno, pengiriman bantuan air tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan saat kemarau datang sekaligus dalam rangka Hari Bhayangkara ke 73 yang jatuh pada tanggal 1 Juli mendatang.

“Bantuan air bersih yang diberikan terhadap masyarakat akan terus dilakukan dan tidak berbatas waktu,” tutur Trisno.

Trisno menambahkan bahwa pihaknya akan terus intens membagikan air bersih bagi wialayah yang membutuhkan.  “Kami terus intens dalam membagikan air bersih ini, ke wilayah yang betul-betul membutuhkan. Giat ini juga bentuk silaturahmi. Kami juga bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat agar kami dapat mendengarkan langsung apa yang menjadi kebutuhan mereka. Intinya, Polri selalu ada bersama masyarakat,” Pungkasnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Layanan PublikSosial Budaya

Air crat-cret, PDAM Kajen didemo

pdam

Kajen, Wartadesa. – Tidak lancarnya air PDAM Tirta Kajen alias crat-cret membuat puluhan warga Desa Nyamok, kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan mendatangi kantor PDAM tersebut, Jum’at (21/06). Mereka melampiaskan kekecewaannya.

Penuturan warga, sudah dua tahun terakhir ini air mengalir lancar pada pukul 23.00-02.00 WIB, selebihnya air sering macet. Demikian disampaikan oleh Pribadi.

Analisa warga terkait dengan crat-cretnya air PDAM Tirta Kajen, adanya pengisian air curah ke tangki di Desa Pekiringan Ageng, sehingga mengurangi debit air. Lanjut Pribadi.

Warga menuntut air PDAM kembali lancar, lantaran mereka sudah tiga kali ke kantor untuk menyampaikan keluhannya. Menurut warga, tidak ditanggapinya keluhan tersebut membuat mereka kembali menggeruduk kantor PDAM.

Plt Direktur PDAM Tirta Kajen mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menghubungi bagian teknis dan bagian produksi untuk mengecek permasalahan tersebut.  Pikhak PDAM berjanji akan segera melakukan penangan terkait masalah tersebut. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Layanan PublikOlahragaSosial Budaya

Suporter Persekap galang koin dan gelar mimbar bebas

demo persekap

Kajen, Wartadesa. – 300-san suporter Persekap Pekalongan menggalar aksi penggalangan koin dan mimbar bebas di Tugu 0 Kilometer, Kajen. Aksi dimulai dengan longmarch (berjalan kaki) dari jalan Mandurorejo Kajen, menuju ke Tugu ) Kilometer, Jum’at (21/06).

Sepanjang aksi longmarch, peserta aksi membentangkan berbagai spanduk, baligho dan atribut bernada kekecewaan terhadap pengurus Persekap.

Koordinator Lapangan Aksi, Imam Chasani mengungkapkan bahwa aksi yang digelar merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian, serta solidaritas dari suporter Persekap Kabupaten Pekalongan yang tahun ini mundur dari kompetisi Liga 3 Jawa Tengah dengan alasan minimnnya anggaran.

“Kami semua sebagai suporter memiliki kebanggaan apabila tim bertanding dalam sebuah kompetisi. Kami suporter Persekap Kabupaten Pekalongan pada 2014 pernah mengantarkan Persekap juara tiga pada kompetisi liga 3 Jawa Tengah. Prestasi tersebut mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan di luar daerah juga bisa melalui sepak bola. Namun untuk tahun ini Persekap Kabupaten Pekalongan tidak ikut kompetisi. Untuk itu aksi kepedulian, keprihatinan dan solidaritas kami gelar,” ujar pria yang lebih dikenal dengan sebutan Katank Nusantara tersebut.

Imam menambahkan bahwa pihaknya menyayangkan ketidak-ikutan Persekap dalam Liga 3 Jateng tersebut, menurutnya, informasi saat ini, tim sudah terbentuk, bahkan sudah melakukan ujicoba pertandingan, asisten dan pelatih pun sudah terbentuk.

Menurut Imam, tim juga sudah didaftarkan, tetapi belum menyelesaikan administrasi dll. Puncaknya pada rapat Askab pada hari selasa memutuskan untuk mencabut pendaftaran atau mengundurkan diri, keputusan tersebut diambil tanpa melibatkan para suporter.

Oleh karena itu, suporter Persekap sudah mengajukan surat audiensi kepada Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi agar bisa menyelesaikan permasalahan ini, tetapi sedang pergi tugas ke luar negeri.  “Kami tetap akan berjuang agar Persekap bisa ikut kompetisi Liga 3 Jateng karena keputusan terakhir besok tanggal 22 juni 2019 di Asprov PSSI Jateng,” pungkas Imam. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

Batal ikut Liga 3, suporter Persekap bakal galang koin

 

selengkapnya
Layanan PublikOlahragaSosial Budaya

Batal ikut Liga 3, suporter Persekap bakal galang koin

koin persekap

Kajen, Wartadesa. – Penarikan mundur Persekap Pekalongan dalam Liga 3 dalam keputusan rapat Askab PSSI Kabupaten Pekalongan, Kamis (19/06) malam dengan alasan minimnya anggaran keuangan dan fokus pada program pembinaan serta menghidupkan kompetisi internal di Kabupaten Pekalongan, membuat suporter Persekap bakal menggelar aksi penggalangan koin, agar tim kebanggaan Wong nKalongan bisa ikut pada gelaran Liga 3.

Demikian disampaikan oleh Imam Chasani, salah seorang suporter, Kamis (20/06) disela-sela mengurus ijin aksi di Polres Pekalongan. Ia mengatakan bahwa penggalangan koin akan digelar di tugu 0 KM Kajen pada Jum’at (21/06) selepas sholat Jum’at.

Imam Chasani yang akrab dipanggil Katank Nusantara mengungkapkan bahwa minimnya anggaran tidak dapat dijadikan alasan, batalnya keikutsertaan Persekap dalam Liga 3. Ia mengungkapkan, sejak 2006 ia aktif menjadi suporter Persekap. Sejak tahun 2006 higga 2009, meski minim anggaran, Persekap ikut dalam kompetisi tersebut.

“Tahun 2006 – 2009 Persekap berputar di divisi 3, ada angaran atau tidak ada anggaran yo panggah milu kompetisi sistem home turnamen,” ujarnya.

Katank menambahkan, “Isu minim anggaran merupakan isu klasik dari jaman baheula selalu disampaikan (Askab)  tapi   disetiap tahunnya Persekap selalu ikut serta dengan angaran ninim tanpa apbd alias madiri, atau tetap dengan anggaran minim dari apbd yang melalui Koni.”.

Katank menceritakan perjalanan Persekap Pekalongan dalam tiap Divisi yang diikutinya, “Tahun 2010-2011 Persekap di divisi 2 dan divisi 1,  yo minim anggaran. Tahun 2012 yo panggah main  di Divisi 1. Tahun 2013, iki jaman istimewa Divisi 1, dana melipah yo main, meski ora lolos penyisihan grub, main di Batang,” lanjutnya.

Pada Tahun 2014 Persekap Pekalongan tidak mengikuti Divisi 1, masih lanjut Katank, karena ada informasi Divisi 1, 2, 3 dilebur jadi satu Liga Nusantara. “Iki ya rodo lucu ceritane, kudu didemo sek. Tapi hasilnya menjadi prestasi terbaik sepanjang masa. (Persekap Pekalongan) juara Jateng dan finish 12 besar Nasional, oleh (dapat) bonus berupa hak suara di kongres PSSI.”

Tahun 2015 dan 2016 Persekap Pekalongan juga mengikuti kompetisi, meski pada Tahun 2015 mandek ditengah jalan, lantaran terkena sanksi FIFA. “Th 2016 yo panggah milu walau satu hari sebelum pendaftara ditutup suporter nuntut ke Bupati Pekalongan , karena Askab tidak ada anggaran dari Koni yang pada waktu itu  lagi ada masalah internal,” ujar Imam Chasani.

Menurut Imam, dari tahun 2016, suporter Persekap Pekalongan puasa tidak nonton  laga Persekap dengan adanya kompetisi internal untuk pembinaan yang berjenjang.

Suporter Persekap lainnya, Hamam Triadi mengungkapkan, Tahun 2018 Persekap kembali mengikuti Liga 3. “Tahun 2018 yo milu Liga 3 dan lumayan (hasilnya). Sebelumnya diawali dengan diputarnya Divisi 1 Askab. Saat itu lapangan yang dipakai Stadion Widya Manggala Krida (SWMK) Kedungwuni sempat kebanjiran.  Dan pada saat itu pula, kami selaku suporter memohon audiesi dengan DPRD Kabupaten Pekalongan, tetang permohonan revitalisasi stadion SWMK karena posisi terakhir stadion direhab pada Tahun 2007. Dan alkhamdulilah direspon, Tahun 2019 ini sudah masuk tahap lelang untuk penambahan tribun sebelah Timur,” ujar Hamam.

Hamam Triadi menyayangkan keputusan Askab untuk tidak mengikuti (menarik keikutsertaan) Liga 3, padahal tim sudah disiapkan sejak Februari dan sudah mendaftar pada Liga Divisi 3. “Tim sudah disiapkan sejak Februari 2019, sudah seleksi pemain dan uji coba degan Peribat Batang. Bahkan sudah mendaftar, malah detik terakhir sebelum TM ditarik mundur,” tuturnya kecewa.

Menurut Hamam, alasan minim anggaran merupaka barang lawas yang selalu diulang oleh Askab. “Jadi terkait  alasan minim anggaran, iku barang lawas yang selalu berulang tanpa solusi dari pihak Askab.  Padahal di tahun ini suadah ada orang yang bersedia menjadi Manajer Persekap, –sejak Februari Persekap tidak mempunyai manajer–,” lanjutnya.

Hamam berharap agar Persekap dikelola oleh orang yang paham bidangnya, hal tersebut untuk menjadikan Persekap hidup, bukan linglung. “Intinya sederhana, sebuah organisasi jika dijalankan oleh orang-orang yang paham akan bidangnya, iku akan lebih  hidup bukan malalah linglug,” tuturnya.

Informasi yang didapatkan dari suporter Persekap, ada kabar bahwa ada tuntutan untuk menggelar KLB lantaran program kerja Askab PSSI Kabupaten Pekalongan periode 2017-2021 dinilai gagal. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan PublikSosial Budaya

Tak kunjung diperbaiki, warga Petungkriyono cor jalan rusak

jalan petung

Petungkriyono, Wartadesa. – Lebih lima tahun jalan rusak di depan kantor Kecamtan Petungkriyono tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, membuat warga bersama anggota kepolisian setempat bergotong-royong melakukan pengecoran jalan. Sabtu-Ahad (15-16/06).

Inisiatif warga tersebut dilakukan mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses utama pemerintahan Petungkriyono dan jalan utama warga dari berbagai desa di Kecamatan Petungkriyono. Kondisi jalan yang menanjak dan aspalnya hampir seluruhnya mengelupas, hanya menyisakan pecahan batu (warga menyebutnya kali asat) membuat pengguna jalan kesulitan bahkan banyak yang terjatuh ketika melintas jalan tersebut. Hal tersebut menyulitkan aktifitas warga maupun petani setempat.

Seperti dalam liputan video Warta Desa sebelumnya, Wahid, warga Garung, Petungkriyono mengatakan bahwa kerusakan jalan dari depan kantor kecamatan hingga lokasi obyek wisata Curug Bajing maupun Curug Muncar, berjarak sekitar tiga kilometer tersebut sudah lima tahun lebih belum juga ada perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Padahal ruas jalan tersebut masuk jalan kabupaten.

Hal senada diungkapkan salah satu wisatawan asal Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Santo. Ia yang baru kali pertama mengunjungi obyek wisata Curug Bajing mengungkapkan bahwa jalan ke obyek wisata tersebut ekstrim. Menurut Santo, ia tak akan kembali berkunjung ke destinasi wisata unggulan Kabupaten Pekalongan jika kondisi jalan yang rusak tak diperbaiki.

Anggota Polsek Petungkriyono Aiptu Bono Rahardjo ikut kerja bakti bersama warga yang sudah berkumpul dari pukul 06.00 WIB dan tanpa sungkan langusung memulai memperbaiki jalan rusak. Rencananya jalan yang rusak akan di cor agar kuat dan tahan lama.

Dengan alat sederhana yang dipinjami Aiptu Sugeng dan Bripka Tarmanto langsung membantu masyarakat Petungkriyono untuk membawakan bahan cor menambal jalan yang rusak dengan semangat yang tinggi.

Kapolsek Petungkriyono Polres Pekalongan Iptu Agus Supriyono menegaskan kepada semua Anggota Polsek Petungkriyono untuk membantu semua kegiatan masyarakat Petungkriyono bila diperlukan bantuan jangan sungkan-sungkan memberikan bantuan. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Layanan PublikPendidikan

PPDB Online SMP di Pekalongan dibuka, ini yang harus diketahui

ppdb

Pekalongan, Wartadesa. –  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) daring (online) tahun pelajaran 2019/2020 tingkat SMP di Kota Pekalongan akan dibuka mulai tanggal 1 Juli 2019 dan Kabupaten Pekalongan pada 17-19 Juni 2019. Orangtua calon siswa dapat mengakeses laman situs PPDB online Kabupaten Pekalongan di https://pekalongan.siap-ppdb.com/ dan untuk Kota Pekalongan dengan mengakses laman http://ppdb.dindik.pekalongankota.go.id.

Sugiyo, Kabid Pembinaan Dikdas Dindik Kota Pekalongan mengatakan bahwa laman PPDB akan dibuka pada 1 Juli 2019 dan baru digunakan untuk pendaftaran pada 2-4 Juli 2019.

Sugiyo menambahkan kuota peserta didik baru untuk SMP Negeri sebanyak 3.104 siswa dan SMP Swasta sebanyak 1.856 dengan jumlah keseluruhan 4.960 yang diperkirakan dapat menampung lulusan SD/MI di Kota Pekalongan.

Menurut Sugiyo PPDB tahun ini masih menggunakan sistem zonasi, jalur prestasi dan jalur mutasi atau perpindahan orang tua. Pada sistem zonasi, lanjut Sugiyo,   sekolah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zonasi terdekat dari sekolah. Hal ini untuk meratakan akses mutu pendidikan, mencegah adanya diskriminasi anak yang tidak diterima sekolah karena sekolah favorit.

“Jalur dengan sistema zonasi ini maksimal 90% kemudian sebanyak 5% memalui jalur prestasi dan 5%nya lagi jalur mutasi. Siswa yang memilih jalur prestasi harus melampirkan bukti berupa sertifikat prestasi di tingkat kota, provinsi, atau nasional,” ujar Sugiyo.

Setiap calon peserta didik baru yang telah mendaftar wajib melakukan verifikasi yakni verifikasi kartu keluarga/surat keterangan domisili dari RT/RW bagi jalur zonasi, verifikasi titik koordinat /jarak calon peserta didik, serta verifikasi sertifikat atau piagam prestasi dan dokumen pendaftaran. Pungkas Sugiyo.

PPDB Kabupaten Pekalongan

Sementara itu, Subkhan, Kabid Dikdas Dindikbud Kabupaten Pekalongan mengugkapkan hal yang sama dalam PPDB online di Kota Santri.  ” PPDB dilaksanakan melalui tiga jalur, yakni zonasi dengan kuota minimal 90 persen, prestasi dengan kuota maksimal 5 persen, dan jalur perpindahan orang tua dengan kuota maksimal 5 persen. Hal ini berpedoman pada Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 dan Perbup Nomor 18 Tahun 2019 tentang PPDB tingkat TK, SD, SMP Tahun Ajaran 2019/2020.” Tuturnya.

Subkhan menambahkan satuan pendidikan Negeri tingkat TK, SD dan SMP dilarang melakukan pungutan dan atau menerima sumbangan yang terkait dengan PPDB. Bagi kepala sekolah yang melanggar aturan tersebut akan dikenakan sanksi administratif.

Menurut Subkhan, untuk jalur zonasi domisili berdasarkan alamat kartu keluarga (KK) yang diterbitkan minimal satu tahun sebelumnya. Menurutnya, KK dapat diganti dengan surat keterangan (suket) domisili dari RT/RW, kecuali untuk Tahun Ajaran 2019/2020 dapat menggunakan KK yang diterbitkan minimal enam bulan sebelumnya. Sekolah memprioritaskan peserta didik yang memiliki KK atau suket domisili sesuai dengan dalam satu wilayah kabupaten/kota yang sama dengan sekolah asal.

Untuk usia calon peserta didik sesuai dengan Kemendikbud, terang Subkhan, untuk TK 4 tahun (A) dan 5 tahun (B). Diterangkan, untuk SD usia 7 tahun diutamakan, 6 tahun bisa, dan 5,6 tahun dengan rekomendasi psikolog. “Jika sulit mendapatkan rekomendasi dari psikolog, maka rekomendasi ini bisa diperoleh dari guru bimbingan konseling atau dewan guru,” kata Subkhan.

Sedangkan untuk SMP maksimal 15 tahun dan memiliki ijazah/STTB SD. Untuk SMA/SMK maksimal 21 tahun, memiliki ijazah/STTB SMP, memiliki SHUN SMP. Lanjut Subkhan.

Jadwal PPDB untuk jenjang TK dan SD adalah sebagai berikut, pendaftaran 20-22 Juni, pengumuman 24 Juni, daftar ulang 25-26 Juni, dan mulai masuk sekolah pada 15 Juli 2019. Sementara untuk jenjang SMP, ujar Subkhan, PPDB online  17-19 Juni, pengumuman 20 Juni, daftar ulang 21-22 Juni, dan mulai masuk sekolah 15 Juli 2019.

PPDB secara offline 20-22 Juni, pengumuman 24 Juni, daftar ulang 25-26 Juni, dan mulai masuk sekolah 15 Juli 2019. Sebanyak 11 SMP di Kota Santri yang akan menerapkan PPDB online dari 63 sekolah setingkat yang ada. Kesebelas SMP yang siap dengan pendaftaran secara online ini masing-masing SMPN 1 Bojong, SMPN 1 Kajen, SMPN 1 Karanganyar, SMPN 1 Kedungwuni, SMPN 2 Kedungwuni, SMPN 1 Kesesi, SMPN 1 Sragi, SMPN 2 Sragi, SMPN 1 Tirto, SMPN 1 Wiradesa, dan SMPN 1 Wonopringgo. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Layanan PublikPolitik

Desa di Dolok Batu Nanggar dan Tapian Dolok gelar Pilkades serentak

pilkades

Simalungun, Wartadesa. –  Pemerintah  Kabupaten Simalungun melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (BPMPN) menggelar Pemilihan Pangulu Nagori (Pilpanag, Pilkades) serentak di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara Rabu (12/6) pukul 07.00 WIB.

Pada gelaran Pilkades serentak ini, dari Kecamatan Dolok Batu Nanggar ada lima dari 14 Nagori (desa) dan 1 Nagori Pamatang Dolok Kahean Kabupaten Simalungun yang turut melakukan pesta demokrasi tingkat desa ini.

Info dan data pelaksanaan pilpanag di Dolok Batu Nanggar dan Tapian Dolok di terima wartadesa dari Kapolsek Serbelawan AKP Leston Siregar SH melalui Kanit Intel IPTU Darma Oktaviardi via pesan WhatsApp

Berikut Kelima Nagori serta jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) maupun jumlah Calon Pangulu (Capang, Calon Kades-red) yang ikut maju pada kontestasi di Dolok Batu Nanggar, yakni Nagori Bandar Selamat, jumlah DPT 2192 jiwa dengan calon yang maju 5 orang capang.

Nagori Dolok Mainu, jumlah DPT 1575 jiwa dan yang maju 2 calon pangulu. Nagori Dolok Tenera 1402 DPT diikuti 5 calon. Nagori Dolok Ilir I dengan 1086 DPT diperebutkan oleh 3 calon maju.

Selanjutnya kata Darma, yang ke lima adalah Nagori Padang Mainu dengan jumlah DPT 1464 untuk diperebutkan oleh 5 calon pangulu. katanya.

Ditambahkannya, selain di Kecamatan Dolok Batu Nanggar, turut serta satu Nagori dari Kecamatan Tapian Dolok yakni Nagori Pamatang Dolok Kahean yang juga merupakan wilayah hukum Polsek Serbelawan ikut menggelar pilpanag dengan jumlah DPT 2026, calon yang maju 3 orang.

Pelaksanaan pilpanag serentak di dua kecamatan ini berjalan lancar dan kondusif di bawah pengawasan pihak pemerintahan kecamatan masing masing bersama pengawalan koramil 05/SBL dan Polsek Serbelawan. kata Darma menutup. (wd-bay) *

selengkapnya
Layanan PublikSosial Budaya

Ini gimana Pak Gubernur? Tanggung jawab pemerintah mana?

ganjar

Kota Pekalongan, Wartadesa. – Ini gimana Pak Gubernur? Tanggung jawab pemerintah mana? Jalan hanya diuruk batu, saluran air penuh sampah. Rob juga terus menggenangi permukiman kami. Kata-kata tersebut keluar dari seorang warga Kelurahan Karangjompo saat melihat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turun dari mobilnya. Rabu (12/05), saat mengunjungi wilayah tersebut.

Sejumlah warga yang melihat orang nomor satu Jateng turun dari mobil langsung mendatangi dan mengungkapkan kekesalan warga terkait rusaknya jalan KH. Samanhudi sepanjang 550 meter yang rusak parah akibat terendam rob.

Ganjar yang mendapat “semprotan pedas” tersebut menjawab, “Sebentar, saya ke sini mau mengecek karena dapat laporan. Jalannya diuruk sementara sebab untuk membuat tanggul. Jangan langsung marah,” jawab Ganjar.

Warga lainnya menimpali dengan keluhan lainnya, menurut warga, sampah di saluran sungai menyumbat air hingga turut menyebabkan genangan.  “Banyak sampah di saluran air. Pemerintah harusnnya memikirkan itu juga,” keluh warga.

Mendapat keluhan warga tersebut Ganjar tersenyum dan meminta warga berembug dengan santai.  “Coba kamu tersenyum, pasti tidak bisa. Itu karena yang dipikiranmu negatif terus. Coba, sampah di situ itu kamu pasti tidak mau mengambil kan?“ lanjutnya sambil menepuk pelan pundak warga itu.

Menurut Ganjar, jalan Samanhudi sementara ini diuruk terlebih dahulu untuk menangani pembuatan talut sungai dan membendung air laut agar tidak masuk ke permukiman warga. “Alhamdulillah, pemerintah kota dan kabupaten sudah bertemu, tinggal dimusyawarahkan. Warga dan instansi terkait. Mencari solusi terbaik. Mau relokasi, atau bagaimana?” katanya.

Ganjar menjelaskan ke warga bahwa penyebab rob di Pekalongan salah satunya adalah karena penurutnan permukaan air tanah. Pembuatan tanggul dianggap sebagai solusi yang diberikan oleh pemerintah. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan PublikSosial Budaya

Pengunjung Pantai Widuri keluhkan sampah

sampah pantai widuri

Pemalang, Wartadesa. – Minimnya tempat pembuangan sampah di obyek wisata Pantai Widuri, Kabupaten Pemalang dikeluhkan oleh pengunjungnya. Pantai dipenuhi dengan sampah yang dibuang sembarangan oleh para wisatawan.

Felani Herman (35), salah seorang wisatawan di Pantai Widuri mengungkapkan bahwa pengelola wisata maupun Pemkab Pemalang kurang memfasilitasi obyek wisata tersebut dengan tempat sampah yang cukup.

Selain itu, masih menurut Herman, kurang sadarnya wisatawan terhadap kebersihan pantai, menjadi pemicu obyek wisata kebanggaan Wong Pemalang tersebut kotor penuh sampah.

“Selain kurangnya kesadaran wisatawan akan buang sampah di tempatnya, minimnya tempat  sampah juga menjadi salah satu faktor banyaknya sampah yang berceceran di pantai dan area Widuri ini mas.” Ujar Herman, Selasa (11/06).

Herman berharap agar dinas pariwisata setempat tanggap terhadap masalah sampah di Pantai Widuri. “Diharapkan pihak-pihak terkait khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Pemalang dan juga pengelola obyek wisata Widuri segera tanggap tentang permasalahan ini,  jangan sampai Widuri yang sejak dulu menjadi primadona wisata sedikit demi sedikit akan ditinggalkan oleh wisatawan.” Lanjutnya.

Keluhan sampah di Pantai Widuri ini berulang setiap tahun. Diberitakan Warta Desa sebelumnya, kondisi Pantai Widuri di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang penuh dengan sampah dan kotoran manusia dikeluhkan oleh wisatawan yang datang berlibur ke pantai tersebut.

Yanto (24), warga Landungsari Kota Pekalongan mengungkapkan bahwa tumpukan sampah berserakan di mana-mana, termasuk sampah rumah tangga yang dibuang warga sekitar. Apalagi tidak jauh dari pantai terdapat kawasan pemukiman. Meski sejumlah tempat pembuangan sampah disediakan, namun warga sekitar lebih memilih membuang sampah di tepian pantai. Selain itu kotoran manusia bercampur sampah banyak dijumpai di sepanjang pantai.

“Di sepanjang pantai sampah berserakan, bahkan banyak ditemui kotoran manusia. Padahal sudah ada tempat pembungan sampah disitu, namun sepertinya tidak digunakan oleh warga sekitar,” tutur Yanto, Sabtu.

Yanto menambahkan, “Kalau dibiarkan seperti itu terus, wisatawan yang datang tidak akan kembali lagi, karena kondisinya yang sangat jorok dan kotor,” lanjutnya.

Dari penelusuran Wartadesa, didapatkan informasi bahwa kondisi Pantai widuri yang dikotori oleh sampah dan kotoran manusia diakibatkan oleh kebiasaan buruk warga Desa Tanjung Sari yang suka membuang sampah dan buang air besar di pasir pesisir pantai widuri. Kondisi tersebut sudah bertahun-tahun.

Hal ini membuat geram para wisatawan lokal maupun dari luar Pemalang yang berkunjung ke objek wisata Pantai Widuri. Mereka terganggu oleh bau tidak sedap akibat sampah yang berserakan di pasir pantai dan kotoran manusia yang terendap di dalam pasir.

Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang sebenarnya sudah bekerjasama bersama masyarakat Tanjung Sari untuk membangun WC umum. Fasilitas tersebut diberikan untuk memberikan tempat bagi masyarakat setempat untuk keperluan MCK. Tetapi persoalan yang muncul, ternyata WC tersebut belum cukup memenuhi kebutuhan MCK warga setempat, hingga sekarang kebiasaan buruk buang air besar di pinggir pantai masih saja dilakukan.

Ridha, salah seorang warga setempat membenarkan bahwa Pemkab Pemalang pernah membangun MCK di wilayah tersebut, namun fasilitas sosial/umum tersebut kerap tidak dimanfaatkan warga, “iya pernah dibangun MCK emang, cuma terlantar. Entah karena malas ngangkut air atau faktor lain. saya yang asli sini pun cuma bisa berdoa supaya mereka dapat hidayah (untuk tidak buang air besar dan sampah sembarangan).  Kalau bangun rumah aja pada bagus, tapi gak mikir MCK.” Tuturnya.

Menurut Ridha, dibutuhkan pendampingan bagi warga untuk merubah kebiasaan buruk warga setempat, “sudah jadi semacam ‘tradisi’ turun menurun kalau laut itu tempat sampah buat mereka. Mau pup (buang air besar) tinggal ke laut, punya barang rusak ya lempar aja ke laut. Dari saya belum lahir juga gitu sih pak. Saya berharap kelak ada yang bisa mengubah kehidupan warga Tanjung Sari menjadi lebih baik, untuk kebaikan wisata alam Pantai Widuri dan warga Pemalang.” Pungkasnya. (Eky Diantara, Eva Abdullah)

selengkapnya