close

Layanan Publik

BencanaLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Lebaran dua hari, Pekalongan kembali direndam rob

rob depan tpi kota

Pekalongan, Wartadesa. – Banjir rob kembali merendam wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan dua hari selepas lebaran, Ahad (17/06). Pantauan Wartadesa, kondisi rob di depan TPI Kota Pekalongan mulai naik sejak pukul 13.00 WIB. Demikian juga di wilayah Panjang Wetan, genangan air rob terus naik.

Nurul Annisa, warga Panjang Wetan mengungkapkan bahwa sejak pagi, air mulai naik, “Belum sebesar banjir rob yang kemarin, tapi air mulai naik sejak pagi hari. Hingga siang ini air terus naik. Semoga pemerintah kota segera tanggap,” tuturnya.

Baca: Kota Santri diprediksi kembali dilanda rob besar pada 20 Juni mendatang

Ketinggian air rob saat ini sekitar 30 centimeter di jalan depan TPI Kota Pekalongan meski jalan sudah ditinggikan.

Winoto, warga Pasirsari menyebut bahwa tiga jam terakhir, air rob makin naik. “Sejak pagi tadi mas …. air mulai naik, tiga jam ini hampir seluruh wilayah Pekalongan Utara terkena dampak rob.” Tuturnya.

Winoto menambahkan bahwa saat ini ombak di pantai pasir sari tinggi, “Ombak saat ini tinggi, hingga melewati tanggul. Kami disini sudah mulai siaga satu mas …. jika bajir rob besar kembali terjadi.” Lanjutnya.

Namun demikian, menurut Winoto, sore hari ini, air kembali surut. “Alhamdulillah …. mulai pukul 15.00 WIB ini air mulai surut,” tambahnya.

Kondisi air laut pasang dan rob yang semakin tinggi juga terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan, Dyan Retnanti, warga Api Api Wonokerto mengungkapkan bahwa air di kampungya mulai tinggi. “Air rob makin tinggi mas, ketinggian air sekarang bertambah sekitar 20 hingga 30 centimeter dari sebelumnya,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP), memprediksi akan terjadi peningkatan air pasang yang cukup tinggi di wilayah Laut Jawa Pekalongan. Sesuai prediksi air laut periode tanggal 14 Juni sampai dengan 20 Juni 2018.

Elevasi air laut atau air pasang tertinggi 40,37 akan terjadi pada hari Ŕabu Legi, tanggal 20 Juni 2018 Jam 16.00 WIB. Dan akan mengalami surut terendah pada hari yang sama jam 23.00 WIB, mencapai – 39,55. Hal ini menjadi ancaman rob besar bagi warga pesisir Kota Santri dan sekitarnya, di saat Hari Lebaran berlangsung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko mengungkapkan, kajian riset dari BRSDM KP, menyebutkan, bahwa pada tanggal 20 Juni akan terjadi puncak kenaikan air pasang di wilayah PPN Pekalongan.

Dijelaskan, prediksi elevasi air laut di lokasi PPN Pekalongan untuk periode 14-20 Juni 2018, akan terjadi air pasang tertinggi, tepatnya pada 20 Juni 2018, pukul 16.00 WIB. Kemudian, akan terjadi pula surut terendah pada 20 Juni 2018, tepatnya pukul 23.00 WIB. (Ali Bana)

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Tol Fungsional Arus Balik dibuka 18 Juni

mudik

Semarang, Wartadesa. – Jalur tol fungsional untuk arus balik akan kembali dibuka pada 18 Juni mendatang atau Senin selepas lebaran. Jalur tol fungsional tersebut tetap akan diberlakukan satu arah saja. Seperti jalur Batang-Pemalang-Brebes, akan diberlakukan satu arah dari Semarang ke Jakarta (timur ke barat).

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi Condro Kirono mengungkapkan bahwa tol fungsional hanya akan dibuka satu arah saja saat arus balik Lebaran, termasuk tol fungsional Solo hingga Brebes.

“Senin (18/6) mulai pukul 06.00 WIB akan dibuka untuk arus balik,” kata Kapolda di Semarang, Rabu, 13/06).

Condro menambahkan hingga H+1, jalan tol fungsional masih dibuka untuk arus balik. Menurut dia, para pemudik diperkirakan kembali usai berlebaran di kampung halamannya mulai Senin (18/6). “Ada waktu tiga hari, Senin sampai Rabu (20/6) masih libur cuti bersama,” katanya.

Kapolda menilai waktu tiga hari tersebut cukup panjang bagi pemudik yang akan balik ke tempatnya bekerja. Untuk sementara, lanjut dia, tol fungsional akan dibuka mulai 18 hingga 20 Juni.

Selanjutnya, pengoperasian jalur tol fungsional akan dievaluasi dulu. “Kami lihat Senin sampai Rabu dulu, kalau memang masih tinggi akan dibuka,” pungkas Kapolda. (Eva abdullah/ant)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Kota Santri diprediksi kembali dilanda rob besar pada 20 Juni mendatang

rob pekalongan

Kajen, Wartadesa. – Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP), memprediksi akan terjadi peningkatan air pasang yang cukup tinggi di wilayah Laut Jawa Pekalongan. Sesuai prediksi air laut periode tanggal 14 Juni sampai dengan 20 Juni 2018.

Elevasi air laut atau air pasang tertinggi 40,37 akan terjadi pada hari Ŕabu Legi, tanggal 20 Juni 2018 Jam 16.00 WIB. Dan akan mengalami surut terendah pada hari yang sama jam 23.00 WIB, mencapai – 39,55. Hal ini menjadi ancaman rob besar bagi warga pesisir Kota Santri dan sekitarnya, di saat Hari Lebaran berlangsung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko mengungkapkan, kajian riset dari BRSDM KP, menyebutkan, bahwa pada tanggal 20 Juni akan terjadi puncak kenaikan air pasang di wilayah PPN Pekalongan.

Dijelaskan, prediksi elevasi air laut di lokasi PPN Pekalongan untuk periode 14-20 Juni 2018, akan terjadi air pasang tertinggi, tepatnya pada 20 Juni 2018, pukul 16.00 WIB. Kemudian, akan terjadi pula surut terendah pada 20 Juni 2018, tepatnya pukul 23.00 WIB.

“Dari BMKG belum mengeluarkan edaran resmi. Namun, BMKG sudah memprediksi juga bahwa akan terjadi gelombang tinggi di Laut Jawa,” terang Bambang, kemarin.

Atas dasar inilah, pihak BPBD akan melakukan antisipasi kesiapsiagaan bencana. Sehingga jangan sampai terjadi sesuaitu namun BPBD belum memberikan warning system kepada masyarakat. “Karena ini libur, maka perlu adanya koordinasi. Kami sudah beri surat kepada Bupati Pekalongan, Wabup, Sekda dengan dasar riset tadi, untuk mengambil langkah-langkah antisipasi,” ujar dia.

Pihak BPBD akan mempersiapkan Posko Pengungsian di Gedung IBC Wiradesa, Gedung KPRI Gemi Bebel Wonokerto, Gedung Eks Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Wiradesa, Gedung Pertemuan Kantor Camat Tirto dan Kantor Camat Siwalan.

Langkah antisipasi ini di antaranya melakukan sosialisasi kepada masyarakat, persiapan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, permohonan dukungan peralatan, sarana dan prasarana, serta personel kesiapsiagaan bencana.

“Adanya prediksi ini kita harus antisipasi. Jangan sampai kecolongan. Sebab, pada saat terjadinya rob tinggi 23 Mei lalu, kajian riset juga telah memprediksi hal tersebut sebelumnya,” ungkap Bambang.

Sementara untuk kondisi rob saat ini, genangan masih menyelimuti permukiman di 11 desa pesisir Kota Santri. “Hari ini sempat agak naik. Namun agak kecil. Genangan tidak terlalu tinggi dibanding sebelumnya. Hanya jalan-jalan yang rendah saja yang tergenang,” tandasnya. (Eva Abdullah) 

selengkapnya
EkonomiLayanan PublikSosial Budaya

Pedagang di ruas jalan Pantura mengaku sepi pembeli

jualan sepi

Tirto, Wartadesa. – Selama arus mudik  Lebaran 2018,  pedagang di sepanjang jalur Pantura Pekalongan, Jawa Tengah, mengaku sepi pembeli. Kondisi serupa juga terjadi pada para pedagang tiban (dadakan) di sepanjang jalur tersebut.

Menurut pengakuan sejumlah pedagang warung tiban yang biasa menggelar dagangan saat arus mudik, omzet mereka tahun ini mengalami penurunan.

Dibukanya tol Brebes-Pemalang hingga Batang membuat  kendaraan pribadi tidak lagi memanfaatkan jalur pantura sehingga omzet pedagang tiban atau musiman menurun drastis. Ika (39), pedagang di komplek rest area Masjid Al Karomah Tirto mengungkapkan jika pemudik yang beristirahat di tempat usahanya menurun hingga 50 persen. Tuturnya, Selasa (12/06).

Sebagian besar pemudik yang berhenti dan makan atau sekedar minum kopi di warungnya sekarang didominasi sepeda motor yang mudik secara rombongan.

Pedagang lainnya, Suryanto (44) menambahkan, omzet penjualan warungnya turun drastis. “Tahun kemarin kami sempat kewalahan melayani pembeli. Tetapi tahun ini kami justru kekurangan pembeli,” ujarnya.

Anik (27), pemudik asal Kendal mengungkapkan bahwa mudik kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, “Mudik lebaran berasa nggak mudik lebaran, Pantura sepi banget, kasian juga sama orang-orang yang jualan di pinggir jalan, yang berharap setahun sekali mendapat keuntungan yang melimpah.” Tuturnya.

Robby (32), pemudik satu kelompok dengan Anik mengungkapkan hal senada, “kasihan orang-orang Pantura. Setelah ada tol Trans Jawa, jualan makan minuman jadi sepi. Pemudik lebih banyak lewat jalan tol. Yang mudik jajan di rest area tol, entah milik siapa,” ujarnya.

Susi Rohana, mengungkapan dibukanya jalan tol ada plus minusnya. Menurut gadis asal Magelang tersebut dengan dibukanya tol Brebes-Pemalang-Batang, perjalanan menjadi lebih cepat. “Perjalanan juga bisa dipersingkat, yang tadinya 12 jam jadi cuma 8-10 jam aja sampai rumah,” ujarnya di rest-area Pemalang, Senin (11/06).

“Tapi ya itu, kalo lewat tol dari Brebes langsung keluar tol  Batang, lanjut lagi Semarang-Salatiga ga bisa rasain lagi kuliner sepanjang jalur Pantura Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Kendal … Daaannn jadi kepikiran … Lapak-lapak pedagang di jalur Pantura yang biasa untuk mampir pemudik bisa jadi sepi tahun ini karna mereka udah makan dan beli oleh-oleh di sekitar rest area.” Pungkas Rohana. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaKesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Seribu kado Ramadhan untuk korban banjir rob dibagikan

asip di pencongan

Wiradesa, Wartadesa. – Pos Pelayanan (Pos Yan) Muhammadiyah Bencana Banjir Rob yang didirikan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Cabang Pencongan Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan, menggelar kegiatan puncak. Gelaran rangkaian acara tersebut dihadiri oleh orang nomor satu di Kota Santri, Asip Kholbihi. Ahad (10/06).

Pos Yan Muhammadiyah Cabang Pencongan dalam kegiatan puncaknya menggelar program pelayanan kesehatan gratis pada pagi hari. Kegiatan ini digelar di Mushola An Nidhom, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Wonokerto Kab. Pekalongan.

Pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga terdampak rob digelar oleh Pos Yan Muhammadiyah Cabang Pencongan, Ahad (10/06)

Sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian 1000 kado ramadhan untuk korban bencana banjir rob. Bingkisan diberikan secara simbolis kepada perwakilan warga terdampak rob di Desa Pesanggrahan. Dihadiri oleh Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Muspika Kecamatan Wiradesa dan Wonokerto beserta Pimpinan Muhammadiyah Cabang Pencongan.

Asip Kholbihi dalam sambutanya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam menangani kebencanaan, “Dalam upaya kebencanaan perlu adanya kerjasama berbagai elemen, saya ucapkan terimakasih untuk sedulur Muhammadiyah yang selama ini banyak bersinergi dalam urusan kebencanaan dengan pemerintah daerah,” ungkap orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan tersebut.

Koordinator relawan AMM Cabang Pengongan, Fauzan Amin mengungkapkan rasa syukurnya bahwa seluruh rangkaian kegiatan Pos Yan Muhammadiyah telah selesai.  “Sungguh, kami bersyukur bahwa rangkaian puncak kegiatan ini telah selesai, saya ucapkan terimakasih kepada Lazismu  dan LPB Kabupaten Pekalongan yang selama ini selalu mendampingi kami.” ujarnya.

Di tempat terpisah, Ahmad Zaeni, Pengurus Lazismu Kab Pekalongan mengatakan bahwa pembagian kado ramadhan di Pencongan ini berbeda. “Acara pembagian kado ramadhan tahun ini di Cabang Pencongan agak berbeda, kalau di Cabang lain itu yang menerima adalah anak yatim piatu dan duafa, namun di Pencongan ini kita khususkan untuk para korban banjir rob,” tuturnya.

Acara diakhiri dengan tausiyah dari Ustad   Ibnu sholeh,  Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Layanan PublikPendidikan

IPNU-IPPNU Pemalang ikuti Pesantren TIK

pesantren tik

Pemalang, Wartadesa. – Puluhan santri dari IPNU-IPPNU Kabupaten pemalang mengikuti pesantren TIK yang digelar oleh Diskominfo sejak Sabtu sampai dengan Senin (09-11/06) di Aula Gedung NU Cabang Pemalang.

Materi pesantren TIK tersebut meliputi desain grafis, neo ghazwul fiktri via media, pengetahuan jurnalitik, video editing dengan aplikai mobile, teknik publikasi dan narasi media sosial, dengan narasumber Massol (Solikhin) dan Sarwo Edi.

Sekretaris Diskominfo, Ahmad Hidayat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya  kegiatan tersebut cukup membangun intelektual para santri khususnya dibidang teknologi informasi dan komunikasi.

“Kedepan mereka diharapkan bisa menjadi agen-agen perubahan dalam bidang komonikasi dan informasi. Pengguna media sosial saat ini berasal dari para usia produktif yang mayoritas hampir tidak bisa melakukan aktivitasnya tanpa bantuan internet.” Lanjut Hidayat.

Hidayat berpesan kepada 40 peserta pesantren TIK untuk  dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin sehingga nantinya para peserta dapat mengelola dan mengolah informasi dengan optimal. (Eva Abdullah)

 

selengkapnya
Layanan PublikSosial Budaya

Lewat sini, jika alami macet di Kota Pekalongan

macet

Pekalongan Kota, Wartadesa. –  Menghadapi arus mudik Idul Fitri 2018, Dinas Perhubungan telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan lalu-lintas di dalam kota.
Ada dua opsi jalur alternatif yang disiapkan bagi para pemudik dari arah barat atau arah Jakarta menuju ke timur atau ke arah Semarang.

Opsi pertama, yakni jalur alternatif yang biasa digunakan saat momen arus mudik pada Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya. Jika kondisi jalur Pantura dalam kota macet, yakni di titik Jalan Gajah Mada hingga Jalan Pemuda dan Jalan KH Mas Mansyur, pemudik dapat mengambil jalur alternatif Jalan Imam Bonjol, kemudian dari simpang lima menuju ke Jalan Manggis, Jalan Salak, Jalan Bandung, Jalan Seruni, Jalan Ki Mangunsarkoro hingga tembus ke wilayah Kabupaten Batang.

Khusus Jalan Bandung, sesuai kondisi Dishub akan kembali membuka ruas jalan tersebut untuk dua arah, namun pemberlakuan tersebut disesuaikan dengan kondisi kepadatan arus lalu lintas.

Sedangkan untuk opsi jalur alternatif kedua yakni melewati Jalan Pemuda masuk ke dalam kota melintas Jalan Hayam Wuruk, Jalan Dr Cipto. Dari sana pemudik bisa memilih jalan Dr Wahidin atau berbelok ke Jalan Agus Salim. Dari Jalan Agus Salim, pemudik diarahkan berbelok ke Jalan Seruni, Jalan Ki Mangunsarkoro hingga ke wilayah Kabupaten Batang.

“Untuk Jalan Bandung, penerapan dua arah ini insidentil. Jika dibutuhkan maka kami akan buka dua arah untuk menampung kendaraan pemudik yang masuk dari Jalan Imam Bonjol, Jalan Manggis dan Jalan Salak. Tapi jika melalui Jalan Agus Salim, maka pemudik akan langsung mengakses ke Jalan Seruni,” jelas Kabid Lalu Lintas pada Dishub Kota Pekalongan, M Restu Hidayat.

Untuk memudahkan pemudik, Dishub juga akan memasang rambu jalur alternatif di titik-titik persimpangan. Dishub, kata Restu, sudah menyiapkan sarana dan fasilitas untuk rambu jalur alternatif, termasuk untuk memperlancar arus lalu lintas di jalur Pantura.

“Ada sekitar 300an sarana dan fasilitas yang disiapkan seperti traffic cone yang kami sambung sepanjang masing-masing 10 meter dan sudah disiapkan sepanjang 100 meter. Kemudian water barrier sebanyak 80 unit, barikade sebanyak 90 unit yang kami adakan baru dan 125 barikade yang merupakan pengadaan terdahulu,” katanya.

Pemasangan rambu jalur alternatif, sudah dilakukan sejak H-10 arus mudik. Sementara pemasangan water barrier, traffic cone dan barikade, akan dilakukan berkoordinasi dengan Kepolisian. “Fasilitas tersebut biasanya dipasang untuk menghindari kepadatan di Jalur Pantura. Kami akan berkoordinasi dengan Polres Pekalongan Kota untuk pemasangannya,” tandas Restu. (Humas Pemkot Pekalongan)

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Habis lebaran, warga sudah bisa ke Karimunjawa dari Pelabuhan Batang

pelabuhan-batang_20180123_193240

Batang, Wartadesa. – Pemkab Batang akan secara serius merealisasikan ide pembuatan rute Pelabuhan Batang-Karimunjawa untuk mendukung program pariwisata yang diusung. Hal ini akan diwujudkan sebagai respons kehadiran pembangunan pelabuhan niaga yang sekarang masih dalam proses pengerjaan.

”Kita ingin nanti ada kapal pariwisata yang membawa penumpang dari Batang ke Karimunjawa. Saya sudah berkomunikasi dengan Kepala Unit Penyelanggara Pelabuhan Kelas III Batang agar program ini bisa secepatnya dilakukan,” ujar Bupati Wihaji, Minggu (10/6).

Dia menyampaikan, ide-ide terobosan terus dilakukan dirinya untuk mendukung program pariwisata yang sekarang jadi prioritas. Salah satunya adalah membangun konektivitas pariwisata antara daerah. Dirinya melihat potensi yang besar dengan keberadaan pelabuhan niaga di Batang, apalagi tidak semua daerah memilikinya.

”Kita ingin mengembangkan pelabuhan Batang dengan konsep 4 in 1. Dalam satu kawasan pelabuhan tersebut, nantinya akan difungsikan untuk niaga, pengangkutan orang, pengangkutan ikan dan juga pariwisata. Salah satunya adalah menjadi rute akses Batang-Karimunjawa. Jadi bagi wisatawan yang ingin ke Karimunjawa tidak perlu ke Semarang atau daerah lain, cukup dari pelabuhan Batang saja,” tegasnya.

Kepala Unit Penyelanggara Pelabuhan Kelas III Batang, Cpt Hendrik Kurnia Adi, menyambut baik ide dari Bupati Wihaji. Menurut dia, pihaknya merespons apa yang menjadi keinginan bupati tersebut. Rencananya, uji coba kapal penumpang pariwisata Batang-Karimunjawa akan segera dilakukan.

”Habis Lebaran ini ujicoba kapal rute Batang-Karimunjawa akan direalisasikan. Kapal tersebut nantinya berupa kapal cepat dengan kapasitas untuk sekitar 300 orang,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pihaknya akan berkirim surat terlebih dahulu ke pusat terkait izin operasional hal ini. Dengan adanya uji coba, nantinya bisa diketahui kecepatan kapal, manuver sampai berapa lama waktu tempuh antara Batang-Karimunjawa. Jika rute Batang-Karimunjawa ini bisa benar-benar direalisasikan, maka kapal penumpang pariwisata nantinya dapat disediakan oleh para pengusaha kapal pariwisata.

”Kalau Pemkab Batang bisa menyediakan, juga tidak masalah. Salah satu konsekuensi dari program ini adalah penyedian fasilitas yang nyaman untuk para penumpang. Seperti terminal dan sarana penunjang lain. Ini agar para penumpang atau wisatawan benar-benar merasa nyaman,” tuturnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Tol Fungsional Pemalang-Pekalongan padat merayap

rest area kalangdepok

Kajen, Wartadesa. – Prediksi meningkatnya pemudik yang memanfaatkan pulang kampung pada Sabtu-Ahad ini terbukti. Pemudik yang melewati tol fungional wilayah Kabupaten Pekalongan meningkat. Laju kendaraan terlihat padat merayap.

Kendaraan pemudik setelah rest area Kalangdepok Pemalang hingga Pekalongan, Ahad (10/06) malam hanya bisa berjalan perlahan dengan kecepatan 10 kilometer perjam, bahkan lebih banyak tersendat.  Laju kendaraan yang lambat ini dirasakan sebelum KM 331, selepas rest area Kalangdepok, Pemalang.

Tersendatnya mobil yang melintasi ruas tol fungsional juga disebabkan banyaknya pemudik yang berhenti di rest area Kalangdepok untuk berbuka puasa. Hingga petugas menyarankan pemudik untuk tidak berhenti pada rest area tersebut.

Karena mereka tidak bisa menepi di rest area Kalangdepok, pemudik banyak yang menepikan kendaraan untuk beristirahat sembari buka puasa.

Kasatlantas Polres Pekalongan, AKP Bobby Anugrah Rachman mengatakan adanya penumpukan kendaraan terjadi karena antrean kendaraan menuju rest area. “Pada mengantre masuk ke rest area dan over capacity, akhirnya mengantre di jalan,” katanya.

Selain itu kata dia, penumpukan di jalur tol fungsional juga karena adanya peningkatan jumlah kendaraan yang masuk terutama waktu berbuka puasa hingga selepas pukul 19.00 WIB. (Sumber: Detik)

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Rawan tindak kriminalitas, petugas perketat pengamanan Pantai Depok

pantai depok

Siwalan, Wartadesa. – Pantai Depok dianggap sebagai daerah rawan tindak kriminal saat libur lebaran, hingga jajaran kepolisian Resort Pekalongan memperketat pengamanan obyek wisata tersebut.

Menurut Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, melalui Kasat Sabhara, AKP Prisandi Tiar, sejumlah obyek wisata, termasuk Pantai Depok Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan diprediksi dipadati pengunjung pada libur lebaran 2018. Untuk itu pihak kepolisian akan meningkatkan pengamanan di wilayah Pantai Depok.

“Objek wisata seperti Pantai Depok merupakan salah satu titik rawan terjadinya tindak kriminal saat libur lebaran sehingga perlu pengamanan dan kehadiran anggota Kepolisian.” Ujar AKP Prisandi, Sabtu (09/06)

Selain itu, upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian dimaksudkan untuk memberi rasa aman pengunjung. “Kami berharap dengan pengamanan yang dilakukan pihak Kepolisian nantinya dapat mencegah tindak kejahatan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang menikmati liburan,” jelasnya.

Kasat Sabhara juga menghimbau kepada masyarakat yang akan menikmati liburan di pantai Depok Kecamatan Siwalan dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun mobil, hendaknya untuk lebih berhati-hati karena akses jalan menuju ke objek wisata tersebut cukup sempit. Untuk itu kami harap masyarakat yang akan melintasi jalur tersebut agar lebih berhati-hati dan waspada agar terhindar dari kecelakaan, jelasnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya