close

Layanan Publik

Hukum & KriminalLayanan Publik

Lagi, warga demo tuntut perbaikan jalan terdampak proyek Tol

demo tol

Bojong, Wartadesa, – Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Dampak Proyek Tol melakukan aksi unjuk rasa menuntut PBTR (PT. Pemalang Batang Toll Road) segera melakukan perbaikan jalan yang rusak akibat aktifitas kendaraan proyek tol di wilayah Kabupaten Pekalongan, Rabu (25/04).

Salah satu peserta aksi, Islah mengatakan bahwa warga sudah terlampau khawatir dengan kondisi kerusakan jalan yang selalu mengancan keselamatan pengguna jalan.

Warga menuntut perbaikan jalan dilakukan segera demi keselamatan pengguna jalan di wilayah tersebut karena sudah banyak memakan korban jiwa.

“Kami menuntut perbaikan jalan demi keselamatan warga pengguna jalan, tak sedikit korban berjatuhan, jangan mengatasnamakan proyek nasional namun menciderai hak rakyat kecil.” Lanjut Islah.

Islah mengungkapkan bahwa warga Kota Santri sudah bosan dengan janji-janji pelaksana proyek tol yang tidak juga dipenuhi,  “Kami bosan dengan janji-janji pihak yang mengerjakan proyek tol, namun sampai sekarang kita  malah melihat dan merasakan jalan yang makin bobrok,” imbuh Islah.

Hindun, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan yang hadir dalam aksi tersebut mengaku sepakat dengan tuntutan warga,   “Saya sepakat supaya jalan diperbaiki, hal tersebut sudah saya sampaikan setahun yang lalu, persis menjelang bulan Ramadhan seperti ini,” sebut Hindun.

Politisi perempuan tersebut meminta agar warga mengawasi, apakah pengembang tol benar-benar bertanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan jalan, atau malah sebaliknya.

“Mari kita awasi bersama apakah pengembang benar-benar mau bertangung jawab apa tidak.” Himbaunya.
Situasi aksi berjalan lancar dan tertip dibawah pengawasan pihak keamanan setempat. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Layanan PublikPolitik

Pencoretan 787 pemilih di Kota Pekalongan dicermati Panwas

dicoret dari dpt_indo election

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Pengawas Pemilu Gubernur Jawa Tengah 2018 (Panwas) Kota Pekalongan melakukan pencermatan pencoretan 787 pemilih dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub hasil rekapitulasi KPU Kota Pekalongan.

Sebelumnya, rapat rekapitulasi DPT KPU Kota Pekalongan sempat diskors selama 10 jam dan memutuskan untuk mencoret kelebihan 787 pemilih dalam DPT Pilgub 2018.  KPU menetapkan jumlah 216.632 sebagai DPT Pilgub 2018 di Lota Pekalongan dalam pleno, Kamis (19/4).

Sugiharto, ketua Panwas Kota Pekalongan meminta alasan pencoretan 787 data pemilih yang masuk DPT tersebut. “Kami sudah meminta data by name. Siapa saja yang dicoret beserta alasan pencoretannya. Ini akan menjadi data bagi kami untuk melakukan tracking kembali setelah DPT Pilgub 2018 ditetapkan,” tuturnya, Senin (23/04).

Sugiharto akan melakukan tracking dan konfirmasi langsung terhadap sampel pemilih yang dicoret.  “Kami akan coba turun ke lapangan dan mengkonfirmasi langsung apakah benar yang bersangkutan dicoret karena meninggal dunia, atau pindah domisili maupun alasan lainnya,” ujarnya.

Menurut Sugiharto, alasan KPU mencoret 787 nama tersebut karena alasan ganda dan pemilih meninggal dunia. Selain itu terdapat pemilih dengan kelahiran tahun 2018 dan 2017.  “Ini seharusnya sudah bisa menjadi perhatian sejak awal,” katanya.

Panwas berharap bahwa DPT yang telah ditetapkan oleh KPU Kota benar-benar bisa dijadikan pegangan,  “Sehingga setelah ditetapkannnya DPT sebanyak 216.632 pemilih benar-benar bisa dijadikan pegangan walaupun nanti ada tambahan-tambahan bisa masuk ke dalam daftar pemilih tambahan. Namun kami berharap keputusan pencoretan 787 pemilih kemarin sudah melalui verifikasi dan pencermatan yang optimal. Sehingga data yang dihasilkan juga baik,” harapnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Hukum & KriminalKesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Tak punya IPAL, usaha pencucian jins bakal tak diberi ijin

ijin pencucian jins

Kajen, Wartadesa. – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan meminta agar usaha pencucian jins yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk tidak diterbitkan ijin usahanya. Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi C, Heri Triyono Sabdo dalam audiensi dengan warga Desa Karangsari Kecamatan Bojong di ruang rapat dewan. Senin (23/04).

“Jika belum ada IPAL, jangan dikasih izinnya. Sebelum izin keluar kan ada kajian di lapangan terlebih dahulu,” ujar Heri menjawab tuntutan warga.

Permasalahan limbah di Desa Karangsari Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan merupakan permasalahan lama yang tidak juga terselesaikan. Terkait dengan hal tersebut dewan berharap agar permasalahan tersebut segera terselesaikan dan tidak berlarut-larut.

Aduan masyarakat ini sebenarnya persoalan lama yang belum terselesaikan. Banyak faktornya. Pada siang hari ini ingin diselesaikan agar tidak berlarut-larut. Dengan ketidakhadiran warga, jadi tak berdaya karena kita tidak tahu apa yang akan mereka sampaikan. Lanjut Heri.

Menurut Heri harus ada itikad baik dari pemilik usaha pencucian jins dengan membangun IPAL, agar ijin usahanya tidak dicabut.

Herri mengungkapkan, banyak usaha jins wash di Kabupaten Pekalongan, seperti di Tirto, Kedungwuni, Bojong, dan Wonopringgo, belum memiliki IPAL standar. Sehingga, limbah usaha jins wash tersebut larinya ke sungai. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi permasalahan yang mungkin muncul, ia meminta eksekutif untuk lebih ketat dalam mengeluarkan izin usaha tersebut.

“Agar tidak ada permasalahan, sebelum ada IPAL yang standar, jangan diizinkan dulu. Saya juga akan undang Pak Edi (Kepala Dinas Perizinan). Jika izin dikeluarkan dan IPAL belum ada, maka akan terjadi permasalahan-permasalahan berikutnya. Ini kan repot. Untuk antisipasi permasalahan, yang belum memiliki IPAL, izinnya dicabut dulu, dan yang belum berizin untuk ditutup,” tandas Heri.

Perwakilan Dinas Perkim dan LH Pratomo mengatakan, Dinas Perkim dan LH, pihak kecamatan, dan Satpol PP sudah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat Desa Karangsari. Menurutnya, di Desa Babalan dan Karangsari ada lima usaha jins wash yang sudah mengantongi izin, namun IPAL belum memenuhi persyaratan.

“IPAL belum memenuhi syarat, makanya kami beri teguran pertama. Isinya agar pengusaha segera membangun IPAL,” terang Pratomo. (Eva Abdullah)

selengkapnya
EducationLayanan PublikPendidikan

UNBK SMP molor, server maintenis

unbk smp

Pekalongan, Wartadesa. – Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer di beberapa wilayah di Jawa Tengah terkendala oleh server pusat yang maintenis (maintenance) alias down. Saat sesi pertama dimulai, kondisi server pusat sempat standby dan tidak konek dengan server lokal (sekolah). Sesi pertama server sempat tidak bisa diakses hingga satu jam sepuluh menit.

Di Kabupaten Pekalongan, beberapa sekolah tidak bisa mengakses soal Bahasa Indonesia, seperti di SMP N 1 Tirto yang menumpang di ruangan SMK Ma’arif Tirto dan SMP N 1 Wiradesa serta SMP N Sragi. Akibatnya siswa tidak bisa mengerjakan soal ujian pada hari tersebut.  Senin (23/04).

Di sesi kedua, server pusat sempat down sekitar 30 menit di beberapa sekolah. Hingga proktor dan teknisi harus melakukan beberapa kali restart komputer server lokal untuk mengatasi hal tersebut. Sementara untuk sesi ketiga pelaksanaan UNBK berjalan cukup lancara.

Menurut Bupati Pekalongan, secara keseluruhan pelaksanaan UNBK dan UNKP (Ujian Nasional berbasis Kertas Pensil) berjalan lancar dan baik.

“Secara keseluruhan, hari pertama ini cukup baik, namun memang ada kendala soal tidak bisa dibuka karena server di pusat atau nasional ada masalah. Untuk siswa yang terkendala soal tak bisa diakses, diberikan waktu sesuai yang ada atau tidak dipotong waktunya,”  ujar Asip.

Sebanyak 67   SMP/MTS Negeri dan Swasta yang mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Ada sebanyak 9.093 siswa mengikuti UNBK tersebut yang dibagi menjadi tiga termin yaitu pagi siang dan sore .

Sedangkan untuk ujian nasional berbasis kertas pensil (UNKP) ada 56 SMP/MTS dengan jumlah yang mengikuti ada 4.774 siswa. Mereka melaksanakan Ujian Nasional mulai Senin ini hingga empat hari ke depan atau Kamis (27/4/2018).

Kota Pekalongan

Pelaksanaan UNBK di Kota Pekalongan juga mengalami permasalahan serupa, server pusat sempat tidak bisa diakses hingga beberapa waktu. Seperti terjadi di SMP 4 Kota Pekalongan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Soeroso mengungkapkan bahwa 5.012 siswa mengikuti UNBK. “Di hari pertama penyelenggaraan UNBK mengalamj sedikit kendala, namun tidak mengganggu keberlangsungan UNBK,” ujarnya, Senin (23/04).

Adanya kendala tersebut, siswa yang mengikuti jadwal pada sesi kedua dan ketiga harus mundur dari jadwal sebelumnya.  “Hanya saja nanti pengaturan jadwal siftnya saja yang harus mundur sebab ada kendala tadi. Dan kami beri waktu hingga pukul 18.00 WIB, jadi jika ada kendala demikian siswa tetap bisa mengerjakan secara maksimal,” jelas Soeroso.

Sementara itu, dikutip dari CNN Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebut bahwa masalah server dalam penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) terjadi akibat akses yang membludak.

“Ya, namanya mesin. Siapa yang bisa mengontrol mesin? Kalau yang akses banyak, server jadi crowded dan ada yang bisa tersambung maupun tidak,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad, di kantornya, Jakarta, Senin (23/4).

Hamid menyebut ketika server down maka soal tidak bisa diakses. (Eva Abdullah, dan dari sumber CNN Indonesia)

selengkapnya
Layanan Publik

Pekalongan darurat ‘potensi’ kecelakaan

jalan bojong

Kedungwuni, Wartadesa. – Kondisi beberapa ruas jalan di Kabupaten Pekalongan darurat ‘potensi’ kecelakaan. Jalan tertutup dengan tanah merah yang basah hingga menyebabkan beberapa motor tergelincir saat melintasi jalan di Desa Tangkilkulon higga Karangdowo, sepanjang jalan Wiradesa hingga Bojong, dan ruas jalan Sragi-Bojong.

Rima, warga Desa Tangkilkulon Kecamatan Kedungwuni mengeluhkan kondisi jalan yang licin, “Hampir jatuh mas beberapa kali, karena kondisi jalan yang sangat licin. Seluruh badan jalan tertutup tanah merah yang tidak dibersihkan oleh kontraktor tol,” ujarnya, Senin (23/04).

Warga lainnya, Muhsidin, mengungkapkan bahwa sejak Ahad sore truk-truk besar beroda 10 melewati jalan kabupaten dengan membawa muatan tanah. “Sayangnya truk-truk besar yang bukan keperuntukannya melewati jalan Tangkilkulon-Karangdowo melewati jalan tersebut, akibatnya jalan rusak parah ditambah material tanah yang berceceran tidak dibersihkan hingga banyak warga yang jatuh terpeleset, ujarnya.

Hal yang sama dikeluhkan oleh Septian, warga Sragi. “Dalane ngeri bro … akeh sing do tibo, lunyu banget … koyo trek-trekan (Jalannya mengerikan bro … banyak yang jatuh, licin banget … seperti trek-trekan,” tuturnya.

Pantauan di lapangan, beberapa pengendara perempuan yang melintas jalan Tangkilkulon tergelincir jatuh. Beberapa warga jadi relawan disepanjang jalan untuk menolong warga yang terjatuh. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Layanan PublikSosial Budaya

Peringati Hari Buruh Sedunia, SPN Pekalongan bakal gelar Aksi Pra-May Day

spn

Kajen, Wartadesa. – Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional (DPC SPN) Kabupaten Pekalongan bakal menggelar aksi pra May Day. Aksi penyampaian aspirasi ketenagakerjaan ini akan dilangsungkah H-1 peringatan hari buruh sedunia atau tanggal 30 April 2018.

Tiga tuntutan utama yang diusung oleh DPC SPN Kota Santri adalah penghapusan Pekerja Kontrak, penyusunan Struktur Skala Upah Kabupaten dan Penegakan Supremasi Hukum Ketenagakerjaan.

Isa Hanafi, Sekretaris DPC SPN Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa, hasil rapat pleno DPC SPN mengenai kegiatan Hari Buruh Internasional adalah sebagai berikut, akan dilakukan aksi pra May Day yaitu penyampaian aspirasi ke Dinas Penanaman Modal terpadu Satu Pintu dan Naker Kabupaten Pekalongan, DPRD, BPJS Tenaga Kerja dan Kesehatan serta ke pengawasan ketenagakerjaan. Jum’at (20/04).

Hanafi menambahkan bahwa aksi penyampaian aspirasi ketenagakerjaan tersebut akan dilangsungkan pada H-1 Hari Buruh Sedunia.

Selepas aksi, para buruh yang tergabung dalam SPN akan menggelar doa bersama di Kantor DPC SPN Jalan Raya Samirejo No. 19 Coprayan Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan.

Sedang kegiatan peringatan Hari Buruh Sedunia akan digelar di PSP SPN Pajitex, Desa Watusalam Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan berupa pengajian umum, istighotsah dan donor darah.

Sebelumnya, Polres Pekalongan menggelar rapat koordinasi dalam rangka memperingati Hari Buruh Sedunia 2018 di Mapolres Pekalongan dengan dihadiri perwakilan serikat pekerja dan buruh, pengusaha dan pemerintah. Rabu (18/04).

Ali Reza atas nama Bupati meminta agar memperingati hari buruh sedunia dilakukan dengan kegiatan yang positif dan efektif.

Sementara itu, Wakapolres Pekalongan, Joko Wantoro menyampaikan perlu membangun hubungan yang harmonis antara  pekerja, pengusaha dan pemerintah. Dia meminta agar peringatan May Day 2018 diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Jalan rusak dikeluhkan wisatawan Petungkriyono

petungkriyono

Petungkriyono, Wartadesa. – Jumlah wisatawan di Petungkriyono menurun drastis lantaran akses jalan menuju obyek wisata Curug Muncar masih rusak. Rusaknya jalan akses menuju obyek wisata di Petungkriyono tersebut dikeluhkan oleh wisatawan.

“Pemandangannya indah, sejuk dan bikin seger … sayang jalan menuju ke obyek wisata Curug Muncar rusak dan sulit dilewati sehabis hujan atau ketika jalan basah,” ujar Arie Darmawan, wisatawan dari Pemalang, Jum’at (20/04).

Kondisi jalan yang belum segera diperbaiki tersebut juga dikeluhkan oleh pedagang di destinasi wisata unggulan Kabupaten Pekalongan tersebut.

“Kondisi jalan ke Curugmuncar yang rusak ikut menyokong sepinya pengunjung mas, warung dan cateringpun jadi sepi pesanan,” tutur Rahmawati, salah seorang pengusaha rumahan catering.

Menurut Rahmawati, sebelumnya saat jalan bagus dan banyak pengunjung ke Negeri diatas Awan, warung dan usaha katering yang dilakukan oleh warga setempat ramai.

“Dulu saat pengunjung banyak karena jalannya bagus, banyak yang pesan makanan dan snack dari tempat saya, Alhamdullihah bisa menutup kebutuhan sehari-hari. “Namun karena akhir-akhir ini pengunjung sedikit, kadang tidak ada pesanan,” lanjutnya.

Kerusakan parah terjadi di daerah Kasimpar hingga Kecamatan dan  dari Kota Kecamatan hingga Curug Muncar, Petungkriyono. Sementara bila pengunjung datang dari arah Karangdadap ke arah Doro, kerusakan parah terjadi di Jalan Raya Kedungkebo Kecamatan Karangdadap. Sedangkan pengunjung yang melewati jalur Kedungwuni-Doro, kerusakan jalan yang parah mulai dari Desa Langkap Kecamatan Kedungwuni.

Sebelumnya pada Juli 2017, Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro mengungkapkan, Tahun 2017, Pemkab Pekalongan membuka lelang untuk perbaikan jalan Petungkriyono dengan alokasi anggaran yaitu Jalan Kroyakan-Petung (12,3 miliar), Jalan Sikucing- Gumelem (4 miliar), Jalan Songgodadi – Curugmuncar (3,5 miliar), Jalan Yosorejo – Curugmuncar (2,5 miliar), serta jembatan Curug (250 Juta) dan jembatan Gondang (500 juta).

Beberapa kali proyek perbaikan jalan di Petungkriyono mengalami gagal lelang. Penyebab gagal lelang tidak disebutkan oleh pejabat berwenang di Kota Santri.

Kondisi sarana-prasarana obyek wisata menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk mendatangi obyek wisata, termasuk Petungkriyono yang ditetapkan sebagai National Nature Heritage tersebut. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Layanan PublikPolitik

3.250 pemilih di Batang terancam tak bisa gunakan hak pilihnya

rapat plenu kpu batang

Batang, Wartadesa. – Sekitar 3.250 pemilih di Batang terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub)  Jawa Tengah 2018, 27 Juni mendatang. Pasalnya mereka belum melakukan perekaman e-KTP ataupun tidak mengantongi surat keterangan (suket) pengganti KTP elektronik.

“Masih ada sekitar 3.250 pemilih yang sampai sekarang belum memiliki KTP-el ataupun surat keterangan telah melakukan perekaman KTP-el. Nah selama mereka belum memiliki mereka belum bisa menggunakan hak pilihnya.” Ujar Adi Pranoto, Ketua KPU Batang dalam Rapat Pleno Terbuka penetapan DPT Kabupaten Batang dalam Pilgub Jateng 2018. Kamis (19/04).

Namun demikian, menurut Adi, jika pada hari pencoklitan mereka mampu menunjukkan e-KTP atau suket, mereka diperbolehkan untuk menggunakan hak pilihnya.

Tercatat 588.311 menjadi DPT Kabupaten Batang dari Data Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) sebanyak 594.808 pemilih.

Terkait banyaknya warga Batang yang belum melakukan perekaman e-KTP,  KPU melalui PPK dan PPS juga membantu mendukung pelaksanaan perekaman KTP elektronik dengan mendahulukan warga yang sudah lanjut yang membutuhkan akses ke tempat perekaman e-KTP. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Layanan PublikOpini WargaTekno

Menikmati ‘real game’ dengan medan yang licin dan berdebu?

game

Bojong, Wartadesa. –  Bagi penggemar game dengan tema balapan rally yang menawarkan sensasi balap rally yang sebenarnya, seperti pemain yang seakan menikmati efek kotor, cipratan lumpur, debu yang membuat mata pedas dan lain-lain, banyak sekali developer game yang berhasil mengimplementasikan dengan baik. Pembaca cukup unduh, pasang dan memainkannya.

Itu hanyalah sebuah game. Di dunia nyata, kita dapat “menikmati” sensasi ‘game rally’ sebenarnya jika melewati Jalan Raya Bojong-Wiradesa. Track jalan yang licin dan berlumpur, dengan tingkat kesulitan medan yang membutuhkan skill  tinggi. Atau track jalan yang penuh debu hingga memedihkan mata, juga bisa dinikmati disini.

Banyak track jalan serupa bisa dijumpai di Kota Santri. Untuk sekedar menguji andrenalin kita. Sayang, warga tidak semuanya menyukai ‘game rally’ dalam kehidupan nyata. Apalagi hingga bertahun-tahun.

Rusaknya jalan di Jalan Raya Bojong-Wiradesa dan beberapa daerah lain, akibat pembangunan jalan tol dikeluhkan banyak warga. Bahkan saking kesalnya, warga beberapa kali melakukan aksi blokir jalan karena kerusakan jalan dirasakan semakin parah.

Baca: Bupati Pekalongan ultimatum pelaksana proyek tol

Sebelumnya, Wartadesa melaporkan bahwa Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengultimatum pelaksana proyek pembangunan jalan tol ruas Pemalang-Batang, PT BPTR. Orang nomor satu di Kota Santri tersebut langsung memanggil penanggung jawab pembangunan jalan tol di Mapolsek Bojong, Rabu (18/04).

Pemanggilan penanggung jawab pembangunan jalan tol dari PT BPTR di Mapolsek bojong tersebut dikarenakan wilayah Bojong mengalami kerusakan yang paling parah.

Asip menyampaikan agar pengelola pembangunan jalan tol bisa melihat langsung dampak kerusakan yang ada di wilayah tersebut.

Berita tersebut mendapat banyak respon dari warga. Mereka mengungkapkannya di kolom komentar laman media sosial Wartadesa.

Menurut Plind seharusnya Pemkab lebih tegas, mengingat kondisi kesehatan dan ekonomi warga yang menurun drastis akibat pembangunan jalan tol, karena debu. Menurutnya sudah berkali-kali (warga dan Pemkab melakukan protes) namun hasilnya sama saja (tetap rusak).

Wahyudin Wahyudin mengungkapkan kekecewaanya. Dia menulis bahwa jangan sampai warga melakukan pemblokiran jalan lagi, saat ini kondisi jalan yang dilalui proyek tol hancur dan sering makan korban.

Sementara Wastro Satria menulis bahwa penyiraman jalan yang dilakukan oleh kontraktor jalan tol menyebabkan banyak korban nyawa dari pengendara motor yang jatuh. Sesungguhnya mereka itu tidak membangun tapi merusak.

Dan, Hufron Ahmad mengungkapkan kekecewaanya, pajak kendaraan lancar tapi jalan rusak semua. Tulisnya.  (Eva Abdullah. Nama warga yang berkomentar sengaja tidak ditautkan langsung ke akun mereka)

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Bupati Pekalongan ultimatum pelaksana proyek tol

ultimatum tol

Bojong, Wartadesa. – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengultimatum pelaksana proyek pembangunan jalan tol ruas Pemalang-Batang, PT BPTR. Orang nomor satu di Kota Santri tersebut langsung memanggil penanggung jawab pembangunan jalan tol di Mapolsek Bojong, Rabu (18/04).

Pemanggilan penanggung jawab pembangunan jalan tol dari PT BPTR di Mapolsek bojong tersebut dikarenakan wilayah Bojong mengalami kerusakan yang paling parah.

Asip menyampaikan agar pengelola pembangunan jalan tol bisa melihat langsung dampak kerusakan yang ada di wilayah tersebut.

Jalan di wilayah ini mengalami dampak kerusakan jalan yang paling parah, dari sekitar depan Mapolsek Bojong sampai ke arah Wiradesa.

Bupati menyampaikan bahwa banyak laporan masuk dari masyarakat terkait dampak jalan yang rusak diantaranya korban jatuh maupun dampak kesehatan karena debu.

Setelah dipanggil di Mapolsek, PBTR selaku penanggungjawab utama pembangunan jalan tol menyatakan siap segera memperbaiki jalan yang rusak dan akan melakukan perbaikan secara kontinyu dan penyiraman sehingga mengurangi debu yang berhamburan daan berdampak pada kesehatan warga.

Ditegaskan oleh Bupati Pekalongan, bahwa pihaknya mendukung pembangunan jalan tol akan tetapi dampak pembangunan jalan tol jangan diabaikan dan merugikan masyarakat, itu yang ditekankan oleh Bupati Pekalongan kepada pelaksana proyek pembangunan jalan Tol. (Eva Abdullah)

selengkapnya