close

Lingkungan

BencanaLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Ruas Krandegan-Mendolo amblas 30 cm, Lolong tertutup longsor susulan

lebakbarang amblas

Lebakbarang, Wartadesa. – Ruas jalan Karanganyar-Lebakbarang di Dukuh Krandegan Desa Mendolo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan ambles sedalam 30 centimeter, mengakibatkan tiang listrik roboh. Hingga menyebabkan wilayah Lebakbarang listrik padam sejak semalam, Rabu (21/02).

Baca: Pembersihan material longsor di Lolong butuh 2-3 hari

Kembali longsor, Jalan Raya Karanganyar

jalan lebakbarang-karanganyar ditutup

Festival Durian Lolong bakal digelar, setelah absen

Obyek wisata Lolong Pekalongan kini makin cantik

Pantauan pewarta Wartadesa di lokasi kejadian, amblesnya jalan tersebut masih bisa dilalui pengguna kendaraan bermotor, namun demikian pengendara musti berhati-hati.

Sementara itu, longsor susulan terjadi di ruas jalan Karanganyar-Lebakbarang, tepatnya di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar. Seperti diberitakan Wartadesa, enam hari lalu. wilayah ini sebelumnya tertutup material longsor, hingga seluruh moda transportasi tidak lewat.

Warga setempat, pagi ini, Kamis (22/09) melakukan kerjabakti dengan membangun jembatan penghubung menggunakan kayu, agar pengendara motor bisa melewati ruas jalan tersebut.

Agus Trihandoko, petugas kepolisian Sektor Lebakbarang melaporkan, warga membangun jembatan sejak pukul 07.00 WIB. “Akses jalan menuju Lebakbarang tertutup longsor di daerah perbatasan Lebakbarang-Karanganyar, daerah Lolong … masyarakat membuat jembatan darurat agar motor bisa lewat, pukul 07.00 WIB,” tuturnya.

Hingga pukul 09.00 WIB, penanganan evakuasi material longsor masih menggunakan peralatan manual. Warga setempat masih menunggu bantuan alat berat dari pemerintah setempat. (Budi)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Rumah dokter di Kebonsari terbakar, satu meninggal

28377617_1739127376154950_1026637273118748963_n

Karangdadap, Wartadesa. – Kebakaran menimpa kediaman dokter Chairul Hadi, Dukuh Wora-wari, Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan, Senin (19/02.

Menurut seorang warga, Munir, kebakaran terjadi sejak selepas waktu sholat maghrib. Akibat kejadian tersebut, PLN langsung memutus arus untuk wilayah Karangdadap.

Tiga pembadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api di rumah dokter spesialis urologi tersebut.

Petugas pemadam kebakaran dibantu warga berusaha memadamkan api. Api baru bisa dipadamkan setelah tiga jam petugas bahu-membahu bersama warga.

Telah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh petugas Kepolisisan Resort Pekalongan, namun hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti kebakaran tersebut.

Satu orang korban meninggal dunia ditemukan dalam kebakaran tersebut, korban, Sri Purwatiningsih (70), warga Kebonsari. Jenazah korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam Pekajangan untuk dilakukan tindakan medis.

Kerugian material ditaksir mencapai Rp.200 juta.  (Eva Abdullah)

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Setelah pencarian seminggu, seluruh korban tenggelam Kali Lampir ditemukan

kali lampir

Batang, Wartadesa. –  Akhirnya korban ketiga bocah tenggelam di Kali Lampir beberapa waktu lalu akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan masuk desa Tedunan Gringsing, Ahad (18/2). Diketahui korban bernama NY (7 –wartadesa sebelumnya menyebut usia 8 tahun) warga dukuh Sobowangi Desa Plosowangi Kecamatan Tersono Batang.

Kapolsek Gringsing, AKP Sugiyanto menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari Kadus Dukuh Kluwung Desa Tedunan Kecamatan Gringsing, bahwa ada mayat tersangkut di bebatuan Kali Lampir.

“Kami dibantu oleh Tim SAR Batang, Polsek Tersono, Koramil Tersono serta Warga. Korban ditemukan warga terselip di bebatuan, proses evakuasi kurang lebih dua jam, jenazah berhasil di angkat dari dalam air,” kata Kapolsek Gringsing.

Setelah dilakukan Visum di RSUD Limpung selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga.

NY bersama dua rekannya, sebelumnya pada Ahad (11/02) lalu mandi di Kali Lampir, mereka ternggelam terseret arus. Rismawati (13) rekan NY berhasil ditemukan beberapa waktu setelah tenggelam.

Seperti diberitakan Wartadesa sebelumnya, satu siswa kelas 6 MI Plosowati Kecamatan Tersono Kabupaten Batang ditemukan oleh warga dalam kondisi meninggal dunia akibat tenggelam di Kali Lampir Desa Margosono Kecamatan Tersono. Ahad (11/02) sekitar pukul 11.30 WIB. Sementara dua lainnya masih dalam pencarian.

Petugas SAR dibantu warga langsung melakukan pencarian korban. Rismawati binti Sair (13), pelajar kelas 6 MI asal Dukuh Sobowangi Desa Sobowangi ditemukan warga dalam kondisi meninggal. Pencarian masih dilanjutkan hari ini, Senin (12/02) untuk menemukan dua korban lainnya, Ayu (8) dan Lia (8), semuanya warga Desa Plosowangi, Kecamatan Tersono.

Ngatinah (45), orang tua Rismawati, mengungkapkan bahwa anaknya pergi tanpa pamit, “Saya tidak tahu kemana anak saya pergi karena siang hari sekitar pukul 11.30 WIB saya cari sudah tidak ada dirumah,” katanya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Lima hari bocah tenggelam di Kali Sragi belum juga ditemukan

keli

Pemalang, Wartadesa. – Lima hari selepas tenggelamnya bocah berusia 13 tahun, Muhammad Helmi Rsmadi, yang tenggelam di Kali Sragi di Desa Samong Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang, belum ditemukan juga hingga pagi ini, Senin (19/02).

Muhammad Helmi Rusmadi, tenggelam pada Kamis (15/02). Saat itu ia bersama dua temannya, Dimas dan Anto bermain di sungai selepas pulang sekolah, pukul 14.00 WIB. Helmi yang menceburkan diri ke sungai tidak muncul kembali ke permukaan. Melihat hal demikian, kawannya, Dimas dan Anto meminta warga untuk menolong. Namun karena arusnya deras, warga tidak berani menolong.

Warga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat. “Warga yang mendengar teriakan langsung datang medekati Dimas dan Anto,namun arusnya deras tidak berani untuk menolong,dan warga langsung melapor keperangkat desanya yang selajutnya melapor ke polsek Ulujami,” tutur salah seorang warga.

BPBD, personal Polsek Ulujami dan Koramil, Tim SAR dari Brimob dan Basarnas yang menyusuri sungai untuk mencari korban, hingga Ahad (18/02) malam belum juga menemukan korban.

“Korban masih belum di temukan namun hingga saat ini kami berupaya mencari Helmi dengan warga.” Ujar Kapolsek Ulujami. (Eva Abdullah)

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Bocah 10 tahun hanyut di kali Tinap Wonobodro

hanyut

Batang, Wartadesa. – Farel Ramandani (10), putra pasangan bapak Tumin dan ibu Ngatini, warga Dukuh Jlamprang Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang  hanyut terseret arus kali Tinap Wonobodro, Ahad (18/02).

Menurut penuturan Tumin, anaknya pergi bersama-sama teman-temannya ke Pagilaran, “Anakku lunga karo kanca-kancane neng Pagilaran, sekitar jam 07.30 WIB. Tapi tekan sore jam 17.30 WIB durung bali (Anakku pergi bersama teman-temannya ke Pagilaran, sekitar jam 07.30 WIB. Namun hingga sore hari pukul 17.30 WIB beluk juga kembali,” tuturnya Senin (19/02).

Saat dicari oleh warga setempat, warga menemukan pakaian dan sepeda kayuh yang digunakan oleh korban di tepi sungai Tinap, “Dicari … ditemukan pakaian sama sepeda ontelnya di pinggir sungai Tinap, tapi anaknya tidak ada. Diperkirakan hanyut terbawa arus sungai Tinap,” tutur Umi, tetangga korban yang ikut mencari.

Melihat baju dan sepeda korban berada di tepi sungai Tinap, warga akhirnya memutuskan untuk mencari korban di sungai tersebut. Sejak pukul 17.30 WIB hingga pukul 19.45 WIB, tetangga korban dikerahkan untuk mencari. Puluhan warga dari Desa Blado, Bawang dan Wonolobo dikerahkan untuk mencari korban. Namun korban belum juga ditemukan.

Pencarian korban oleh warga, juga dibantu Tim SAR Batang. Tim SAR dan warga akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di sungai Tinap, Desa Wonobodro sekitar pukul 23.30 WIB. Korban selanjutnya langsung dievakuasi ke rumah duka untuk dimakamkan pagi ini. (Wahyani)

 

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Bupati: Pekalongan tanggap bencana

asip

Kajen, Wartadesa. – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menetapkan status tanggap bencana terkait dengan banyaknya bencana di wilayah tersebut. Cuaca ekstrem dan meningkatnya curah hujan yang tinggi dituding sebagai pemicunya.

Intensitas curah hujan yang cukup tinggi yang melanda sejumlah wilayah setempat telah menimbulkan bencana di Kecamatan Paninggaran, Lebakbarang, Petungkriono, dan Kandangserang.  “Curah hujan yang cukup tinggi telah menimbulkan longsor, amblesnya jalan yang menutup transportasi, dan putusnya jembatan di Desa Bubak dan Luragung Kecamatan Kandangserang,” ujar Asip.

Asip mengaku pihaknya akan melakukan respon cepat terhadap bencana yang datangnya mendadak, “Oleh karena, disamping melakukan tindakan cepat sebagai bentuk “Quick Respons” dari pemerintah. Ada yang tidak kalah pentingnya lagi yaitu melakukan koordinasi untuk menentukan skala prioritas penanganan bencana,” katanya.

Menurut Asip, empat kecamatan yang merupakan wilayah rawan bencana adalah Kandangserang, Lebakbarang, Paninggaran dan Petungkriyono. Penanganan bencana ini, masih menurut Asip, tidak ada istilah libur.  “Oleh karena, tidak ada istilah hari libur untuk menangani masalah bencana alam,” pungkasnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Ruas Jalan Bojong-Wiradesa kembali makan korban

jalan rusak

Bojong, Wartadesa. – Parahnya kondisi jalan ruas jalan Bojong-Wiradesa, utamanya di wilayah Babalanlor kembali memakan korban. Sebuah kecelakaan (laka) tunggal terjadi di ruas jalan tersebut. Korban, Niken Oktadiana Savitri (16), siswi SMA Negeri 01 Kedungwuni, sekitar pukul 13.45 WIB.

Niken mengalami laka tunggal saat melakukan perjalanan dari rumahnya di Perum Pisma II, Desa Bebel Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan menuju ke rumah neneknya di Babalankidul Kecamatan Bojong. Namun naas, sesampainya di ruas jalan Bojong-Wiradesa di Babalanlor, dia mengalami kecelakaan.

Saksi mata, Rusdianto (24), warga Bojong mengungkapkan bahwa saat itu di depan korban ada motor Ninja yang mengerem mendadak karena menghindari lubang jalan. “Niken bisa menghindari motor Ninja yang ada di depannya, namun motor dari belakang … tiba-tiba menabrak Niken, karena tidak bisa menghindar,” tuturnya.

Warga yang melihat kecelakaan tersebut, langsung menolong korban dan dibawa ke salah satu rumah warga untuk dilakukan penanganan. “Niken selanjutnya dibawa ke rumah warga. Oleh temen-temen, dia dipanggilkan dokter, untuk dilakukan penanganan segera,” lanjut Rusdianto.

Sementara itu, Iswantoro, ayah korban mengungkapkan bahwa seharusnya pihak berwenang segera melakukan perbaikan jalan, “Seharusnya pemerintah segera menangani ruas jalan yang rusak tersebut. Sudah banyak korban dari masyarakat. Pemerintah jangan saling lempar tanggung jawab untuk menangani hal tersebut, karena terkait dengan nyawa rakyat banyak,” tuturnya.

Menurut Iswantoro ruas jalan Bojong-Wiradesa merupakan Jalan Provinsi yang digunakan untuk hilir mudik truk proyek jalan tol, seharusnya penangannya lebih cepat. Pungkasnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Unik: Daerah pegunungan di Pemalang dan Pekalongan ini terkena banjir

lambanggelun

Pemalang, Wartadesa. – Desa Pedagung di Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang yang merupakan wilayah dataran tinggi alias pegunungan di Kota Ikhlas, ternyata tak lebas dari banjir. Banjir sempat merendam wilayah desa, Kamis (15/02) kemarin.

Suryanto, warga Pedagung mengungkapkan bahwa banjir di wilayahnya akibat curah hujan yang tinggi, “Curah hujan yang tinggi dan lama, hingga ber jam-jam. Akibatnya air sungai meluap ke perkampungan warga,” tuturnya.

Kali Polaga Desa Pedagung Kecamatan Bantarbolang meluap, Kamis (15/02). Foto diambil dari grub media sosial PBP

Meluapnya kali Pedagung ke perkampungan warga di sekitar bantaran juga pernah terjadi pada tahun 2014 lalu. Beberapa rumah yang berdekatan dengan kali Polaga Desa Pedagung rusak. Jembatan gantung yang menuju Desa Waringin hanyut terbawa banjir bandang. Selain itu, jembatan yang menuju Desa Karangtuang keadaanya sudah miring.

Banjir bandang juga pernah melanda Desa Pedagung pada tahun 2014 lalu.

Selain Pedagung, banjir juga melanda wilayah Moga,  “Kecamatan Moga, ngarep pasar Moga banjir juga,” tutur Sholeh, warga setempat.

Selain di Pemalang, wilayah pegunungan yang mengalami banjir yakni Desa Lambanggelun Kecamatan Paniggaran Kabupaten Pekalongan.

Banjir melanda Desa Lambanggelun Kecamatan Paninggaran, Kamis (15/02) sore akibat hujan deras selama beberapa jam.

“Dukuh Mendelun Desa Lambanggelun, Paninggaran juga terendam banjir,” tutur Heri Wiyono, warga setempat.

Fenomena aneh dan langka ini, yakni daerah pegunungan yang notabene daerah atas, namun dilanda banjir tersebut disikapi oleh Rohani, warga Sragi sebagai tanda-tanda alam, bahwa manusia harus menjaga keseimbangan alam.

“Daerah resapan sekarang jadi permukiman, bukit-bukit dipapras, tanahnya diambil untuk proyek. Hutan resapan digunduli jadi lahan. Ketika alam sudah tidak seimbang maka itulah yang akan terjadi,” tuturnya.

Melihat kondisi semacam itu, harusnya kita menjaga kembali keseimbangan alam. Pungkas Rohani. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Diterjang angin, dua rumah di Petarukan roboh

ambruk petarukan

Pemalang, Wartadesa. – Dua rumah di Dusun Kecapang, Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang roboh akibat diterjang angin kencang, Kamis (15/02) sekitar pukul 13.45 WIB, kemarin.

Rumah semi permanen milik Suharmo (45), berukuran 5 kali 16 meter yang masih berupa tembok pasangan bata merah, roboh, mengenai rumah tetangganya, Kuswono (65). Akibatnya rumah Kuswono pun ikut roboh.

“Rumah milik Suharno berukuran 5 x 16 meter, tembok pasangan batu bata merah belum di plester, atap genteng dan rangka kayu. Kerusakan pada tembok rumah sebelah kanan ambruk sepanjang 16 meter, atap ambruk dan menimpa rumah yang ada di sebelah kirinya,” turur Ka SPK Polsek Petarukan, Aiptu Suwarna, Jum’at (16/02).

Suwarna menambahkan bahwa selain tembok yang runtuh, perabotan milik  Suharno  juga rusak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian ditaksir hingga Ro. 35 juta.

Sedangkan rumah Kuswono yang tertimpa atap rumah Suharno, menurut Aiptu Suwarna berukuran 5,5 × 12 meter, tembok pasangan batu bata merah sudah di plester, atap genteng dan rangka kayu, kerusakan pada atap rumah ambruk.

“Kerusakan pada perabotan rumah karena tertimpa atap yang roboh, korban jiwa nihil. Kerugian materiil ditaksir Rp. 25 Juta,” tambahnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Pencongan meluap, Pesanggrahan terendam, Jambean jebol

jambean

Tirto, Wartadesa. – Hujan deras seharian di wilayah Pekalongan dan sekitarnya disertai dengan kiriman air dari daerah atas Kota Santri menyebabkan kondisi Kali Pencongan (Kali Sengkarang di wilayah Pantura) meluap, Siaga 1. Akibatnya sebelah selatan jalan Pantura di Desa Pacar Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan terendam banjir.

Luapan Kali Pencongan di Pacar sudah diketahui warga sejak sore hari, hingga saat air masuk ke perkampungan, warga sudah siap-siaga dan berjaga-jaga hingga malam hari.

Ahmad Bejo, warga Pacar mengungkapkan bahwa bagi warga yang mau melewati Sepacar (Pacar) dibawah jembatan kereta, hendaknya berhati-hati karena banyak motor yang sudah mogok, “Bawah rel kereta api Desa Pacar banjir, bagi pengendara yang mau lewat, lebih baik cari jalan lain, motor banyak yang mogok, mas,” tuturnya Kamis (15/02).

Meluapnya Kali Pencongan, juga membuat puluhan hektar sawah di Pesanggrahan Kecamatan Wonokerto terendam banjir, “Mau mbengi kaline Pencongan mincip-mincip, trus Pesanggrahan banyune kaline luber neng sawah (Semalam kali Pencongan airnya meluap, terus Pesanggrahan, air sungainya luber ke sawah),” tutur Laeli Khikmawati, warga Pesanggrahan, Jum’at (16/02).

Laeli menambahkan, pagi ini (Jum’at) kondisi air sudah tidak naik lagi, “Banyune wis ora munggah maneh, mugo-mugo bae ora ono opo-opo,” lanjutnya.

 

 

Sementara itu, akibat luapan dan derasnya arus Kali Pencongan, tanggul di Desa Jambean Kecamatan Wonokerto jebol.  Jebolnya tanggul kali tersebut membuat wilayah Desa Jambean dan sekitarnya langsung terendam banjir. (Eva Abdullah)

selengkapnya