close

Lingkungan

EkonomiHukum & KriminalLingkunganSosial Budaya

Buntut pembuangan limbah proyek, Bupati akan panggil pelaksana pembangunan PLTU

wihaji akan panggil pltu

Batang, Wartadesa. – Bupati Batang, Wihaji akan memanggil pelaksana pembanguna Pembangkit Listrik Tenaga Uap (batu bara) Batang, Rabu (11/07). Demikian disampaikannya saat menerima puluhan anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Batang, Selasa (10/07) sore.

Para nelayan asal Desa Roban Barat Kedungsegog, Tulis, Roban Timur, Sengon, Subah, Seklayu, Sidorejo, Gringsing datang ke kantor kabupaten, mengadukan limbah buangan (drijing) proyek PLTU Batang.

Menurut Ketua HSNI Batang, Teguh Tarmujo, nelayan Batang melaporkan adanya pembuangan limbah drijing pembangunan PLTU yang tidak sesuai dengan aturan. “Pembuangan drijing tersebut merusak ratusan alat tangkap nelayan, sehingga ikan sulit ditangkap, sehingga meresahkan nelayan,” ujarnya.

Teguh berharap agar Bupati Batang memfasilitasi keluhan tersebut. “Nelayan sudah menyampaikan aspirasi dengan baik. Kami berharap, Pak Bupati menegur keras pelaksana pembangunan proyek tersebut. Dengan demikian, nelayan tetap bisa menangkap ikan,” lanjut Teguh.

Menjawab keluhan para nelayan, Wihaji mengatakan akan menindaklanjuti keluhan tersebut. “Saya selaku kepala daerah besok (Rabu, 11/7-Red) akan memanggil pelaksana pembangunan PLTU terkait dengan keluhan nelayan. Pemkab akan berdiri di atas aturan, karena memiliki tim pengawalan amdal yang tiap enam bulan sekali ada evaluasi. Kalau memang nanti tidak sesuai dengan amdal, akan diberi teguran keras.” Ujarnya. (WD)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

1,3 KM geotube di Kandang Panjang ambles

ilustrasi geotube

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Geotube (tanggul penahan gelombang dengan menggunakan karung yang diisi dengan pasir) di pesisir Kelurahan Kandang Panjang dan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan ambles. Akibatnya, rob di wilayah tersebut masih tetap tinggi. Karena air dari laut langsung masuk ke permukiman warga.

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Pekalongan Slamet Miftahudin, sepanjang 1,3 KM geotube yang ambles teresebut, 200 meter diantaranya rusak, sehingga harus segera diperbaiki. Sedang yang mengalami ambles, harus segera ditinggikan.

Miftahudin menambahkan bahwa amblesnya geutube tersebut lantaran tergerus dari dua sisi. Geutube tergerus dari sisi belakang, yangki Kali Bitingan dan dari sisi depan, berupa terjangan ombak.

Walikota Pekalongan, Mochammad Saelany Machfudz, mengatakan bahwa ambles dan rusaknya geotube tersebut menjadi biang keladi rob di Kota Pekalongan yang tidak kunjung surut. Demikian disampaikan saat meninjau lokasi, Selasa (10/07).

Menurutnya, karena yang berwenang mengatasi permasalahan seputar pantai dan geotube adalah pemerintah provinsi. Pihaknya telah menyurati BBWS Pemali Juana. Dalam surat tersebut, Pemkot Pekalongan mengajukan bantuan dana untuk memperbaiki geotube yang rusak dan ambles tersebut.

”Saya sudah buat surat ke BBWS agar segera dibantu, diutamakan. Sebab, kalau menunggu pembangunan tanggul rob selesai, masih lama, Sehingga dalam rentang waktu tersebut masyarakat masih terkena rob. Untuk mengurangi hal itu, geotube harus segera diperbaiki,” paparnya. (WD)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Fakta menarik jembatan Kalikeruh Luragung Kandangserang

warga luragung menyeberang kali
  • Keindahan kalikeruh Desa Luragung Kandangserang Kabupaten Pekalongan

Kandangserang, Wartadesa. – Paska jembatan Kalikeruh Desa Luragung Kecamatan Kandangserang yang menghubungkan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang, ini putus, warga harus menyeberangi sungai untuk berinteraksi dan beraktivitas. Bertaruh nyawa.

Jembatan tersebut menghubungkan wilayah Desa Luragung, Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, dengan Kecamatan Watu Kumpul, Kabupaten Pemalang.

Putusnya jembatan DAS Kalikeruh tersebut, bukan hanya menghambat jalur akses ekonomi, namun meyulitkan warga kedua kabupaten yang bekerja dan bersekolah di Kabupaten Pekalongan maupun Pemalang.

Bupati Asip mengungkapkan bahwa jembatan Kali Keruh dibangun pada tahun 2003 oleh Pemerintah Propinsi (Pemprov) Jateng dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat. “Jembatan ini merupakan akses bagi anak-anak sekolah dan pedagang, baik warga Kabupaten Pekalongan dan Pemalang yang melakukan aktivitas perekonomian di kedua kabupaten. Karena itu, menuntut penanganan segera,” katanya, Ahad (18/02)

Asip berjanji  dalam waktu dekat atau minggu akhir bulan Februari, segera dibangun jembatan darurat. Sehingga, warga kedua kabupaten tidak lagi kesulitan, mengingat jalan di Kabupaten Pekalongan menuju Kabupaten Pemalang sudah sangat bagus dengan posisi dicor dan diaspal bagus. “Untuk kepentingan masyarakat, karena vital, akses dua kabupaten, paling tidak dibangun jembatan darurat dahulu,” tandas Bupati Asip. (Dokumentasi dari berbagai sumber)

 

 

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Tertutup longsor di Sidomulyo, 4 travel tak bisa lanjutkan perjalanan

longsor sidumulyo

Lebakbarang, Wartadesa. – Sebanyak 70 penumpang dari empat mobil travel jurusan Jakarta tidak bisa berangkat melanjutkan perjalanan lantaran ruas jalan Lebakbarang-Sidomulyo tertimbun longsor. Sabtu (23/06).

Pewarta Wartadesa di lokasi kejadian melaporkan bahwa hujan berintensitas sedang sejak siang hari, yang mengguyur selama dua jam lebih membuat tanah di wilayah Desa Sidomulyo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan yang labil dan retak-retak, menjadi penyebab longsor.

Lokasi longsor di Sidomulyo merupakan wilayah rawan longsor, berjarak kurang dari 50 meter dari lokasi longsor sebelumnya.

Longsor menutup akses jalan Sidomulyo-Lebakbarang, Sabtu (23/06). Foto: Budi Rahayu Setiawan/Wartadesa

Sutoyo (40), salah seorang penumpang travel jurusan Lebakbarng-Jakarta yang hendak kembali bekerja di Ibukota menceritakan, longsor terjadi sekira pukul 17.10 WIB. “Longsor sekitar jam 17.0 WIB mas … akibat hujan turus dari siang hari, … kami ada empat buah travel dengan total penumpang 70 orang tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Ditunda sampai besok mas … nunggu warga membersihkan material longsor,” tuturnya.

Hal yang sama diungkapka oleh Andi (32), warga Sidomulyo. “Terpaksa saya menunda keberangkatan travel saya yang membawa penumpang tujuan Jakarta,” ujarnya.

Sementara salah seorang sopir jurusan Lebakbarang-Karanganyar, Wastejo (50) mengungkapkan bahwa kemungkinan dirinya tidak bisa segera bekerja seperti biasa, mengingat pembersihan material oleh warga yang akan dilakukan besok hanya menggunakan cara manual.

 “Kemungkinan besok libur narik angkutan. Jika hanya menggunakan tenaga manusia akan memakan waktu berhari hari.” Ujar Wastejo.

Pewarta Wartadesa melaporkan bahwa material longsor berupa tanah dan batu, menutup badan jalan dengan ketinggian dua meter. Hingga tidak bisa dilalui moda transportasi apapun, Akibatnya akses warga terisolasi.

Longsor juga menyebabkan beberapa rumah di wilayah Desa Sidomulyo disekitar area, mengalami retak-retak. Hingga berita ini diturunkan, penghuni rumah yang mengalami retak-retak belum melakukan pengungsian. Meski demikian warga bersiap-siap dan waspada menjaga kemungkinan yang terjadi. (Budi Rahayu Setiawan)

Bacaan terkait

Longsor, Lebakbarang terisolir

Longsor di Petungkriyono dan Lebakbarang, akses jalan terputus

Longsor Lebakbarang, evakuasi material dilanjutkan pagi ini

 

 

selengkapnya
BencanaKesehatanLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Warga Panjang Baru dirikan tanggul darurat penahan gelombang

ilustrasi karungpasir

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Warga Kelurahan Panjang Baru Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan bergotong-royong membangun tanggul penahan gelombang tinggi dengan karung berisi pasir dan batu. Pembangunan tanggul tersebut untuk mengatisipasi tingginya gelombang yang diprediksi akan terjadi di wilayah Utara Pekalongan.

Tanggul yang dibuat oleh warga memang sangat sederhana. Warga memanfaatkan karung sebagai media. Karung diisi dengan pasir dan batu kemudian ditata sedemikian rupa, berjajar sepanjang pantai di Jalan Kunti.

“Dengan bahan seadanya, warga bergotong royong, karung-karung yang ada kemudian kita isi dengan pasir dan batu. Kemudian kita taruh di sepanjang pantai Jalan Kunti,” tutur Winoto, warga setempat.

Winoto menambahkan bahwa tujuan dibanggunnya tanggul tersebut untuk menghalangi gelombang tinggi langsung ke daratan, tetapi mengenai dulu tanggul.

Selain itu, masih menurut Winoto, pemasangan karung di sepanjang pantai Jalan Kunti tersebut jug ntuk mengantisipasi banjir rob susulan.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Panjang Baru, Aiptu Haryanto mengungkapkan bahwa keterlibatan pihak kepolisian dalam kegiatan pemasangan karung yang difungsikan sebagai penahan gelombang tinggi merupakan kebahagiaan tersendiri.

Pihak kepolisian turut bangga serta mendukung penuh atas apa yang dilaksanakan jajarannya khususnya untuk membantu kesulitan rakyat.  (Eva Abdullah)

 

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Lebaran dua hari, Pekalongan kembali direndam rob

rob depan tpi kota

Pekalongan, Wartadesa. – Banjir rob kembali merendam wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan dua hari selepas lebaran, Ahad (17/06). Pantauan Wartadesa, kondisi rob di depan TPI Kota Pekalongan mulai naik sejak pukul 13.00 WIB. Demikian juga di wilayah Panjang Wetan, genangan air rob terus naik.

Nurul Annisa, warga Panjang Wetan mengungkapkan bahwa sejak pagi, air mulai naik, “Belum sebesar banjir rob yang kemarin, tapi air mulai naik sejak pagi hari. Hingga siang ini air terus naik. Semoga pemerintah kota segera tanggap,” tuturnya.

Baca: Kota Santri diprediksi kembali dilanda rob besar pada 20 Juni mendatang

Ketinggian air rob saat ini sekitar 30 centimeter di jalan depan TPI Kota Pekalongan meski jalan sudah ditinggikan.

Winoto, warga Pasirsari menyebut bahwa tiga jam terakhir, air rob makin naik. “Sejak pagi tadi mas …. air mulai naik, tiga jam ini hampir seluruh wilayah Pekalongan Utara terkena dampak rob.” Tuturnya.

Winoto menambahkan bahwa saat ini ombak di pantai pasir sari tinggi, “Ombak saat ini tinggi, hingga melewati tanggul. Kami disini sudah mulai siaga satu mas …. jika bajir rob besar kembali terjadi.” Lanjutnya.

Namun demikian, menurut Winoto, sore hari ini, air kembali surut. “Alhamdulillah …. mulai pukul 15.00 WIB ini air mulai surut,” tambahnya.

Kondisi air laut pasang dan rob yang semakin tinggi juga terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan, Dyan Retnanti, warga Api Api Wonokerto mengungkapkan bahwa air di kampungya mulai tinggi. “Air rob makin tinggi mas, ketinggian air sekarang bertambah sekitar 20 hingga 30 centimeter dari sebelumnya,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP), memprediksi akan terjadi peningkatan air pasang yang cukup tinggi di wilayah Laut Jawa Pekalongan. Sesuai prediksi air laut periode tanggal 14 Juni sampai dengan 20 Juni 2018.

Elevasi air laut atau air pasang tertinggi 40,37 akan terjadi pada hari Ŕabu Legi, tanggal 20 Juni 2018 Jam 16.00 WIB. Dan akan mengalami surut terendah pada hari yang sama jam 23.00 WIB, mencapai – 39,55. Hal ini menjadi ancaman rob besar bagi warga pesisir Kota Santri dan sekitarnya, di saat Hari Lebaran berlangsung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko mengungkapkan, kajian riset dari BRSDM KP, menyebutkan, bahwa pada tanggal 20 Juni akan terjadi puncak kenaikan air pasang di wilayah PPN Pekalongan.

Dijelaskan, prediksi elevasi air laut di lokasi PPN Pekalongan untuk periode 14-20 Juni 2018, akan terjadi air pasang tertinggi, tepatnya pada 20 Juni 2018, pukul 16.00 WIB. Kemudian, akan terjadi pula surut terendah pada 20 Juni 2018, tepatnya pukul 23.00 WIB. (Ali Bana)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Kota Santri diprediksi kembali dilanda rob besar pada 20 Juni mendatang

rob pekalongan

Kajen, Wartadesa. – Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP), memprediksi akan terjadi peningkatan air pasang yang cukup tinggi di wilayah Laut Jawa Pekalongan. Sesuai prediksi air laut periode tanggal 14 Juni sampai dengan 20 Juni 2018.

Elevasi air laut atau air pasang tertinggi 40,37 akan terjadi pada hari Ŕabu Legi, tanggal 20 Juni 2018 Jam 16.00 WIB. Dan akan mengalami surut terendah pada hari yang sama jam 23.00 WIB, mencapai – 39,55. Hal ini menjadi ancaman rob besar bagi warga pesisir Kota Santri dan sekitarnya, di saat Hari Lebaran berlangsung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko mengungkapkan, kajian riset dari BRSDM KP, menyebutkan, bahwa pada tanggal 20 Juni akan terjadi puncak kenaikan air pasang di wilayah PPN Pekalongan.

Dijelaskan, prediksi elevasi air laut di lokasi PPN Pekalongan untuk periode 14-20 Juni 2018, akan terjadi air pasang tertinggi, tepatnya pada 20 Juni 2018, pukul 16.00 WIB. Kemudian, akan terjadi pula surut terendah pada 20 Juni 2018, tepatnya pukul 23.00 WIB.

“Dari BMKG belum mengeluarkan edaran resmi. Namun, BMKG sudah memprediksi juga bahwa akan terjadi gelombang tinggi di Laut Jawa,” terang Bambang, kemarin.

Atas dasar inilah, pihak BPBD akan melakukan antisipasi kesiapsiagaan bencana. Sehingga jangan sampai terjadi sesuaitu namun BPBD belum memberikan warning system kepada masyarakat. “Karena ini libur, maka perlu adanya koordinasi. Kami sudah beri surat kepada Bupati Pekalongan, Wabup, Sekda dengan dasar riset tadi, untuk mengambil langkah-langkah antisipasi,” ujar dia.

Pihak BPBD akan mempersiapkan Posko Pengungsian di Gedung IBC Wiradesa, Gedung KPRI Gemi Bebel Wonokerto, Gedung Eks Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Wiradesa, Gedung Pertemuan Kantor Camat Tirto dan Kantor Camat Siwalan.

Langkah antisipasi ini di antaranya melakukan sosialisasi kepada masyarakat, persiapan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, permohonan dukungan peralatan, sarana dan prasarana, serta personel kesiapsiagaan bencana.

“Adanya prediksi ini kita harus antisipasi. Jangan sampai kecolongan. Sebab, pada saat terjadinya rob tinggi 23 Mei lalu, kajian riset juga telah memprediksi hal tersebut sebelumnya,” ungkap Bambang.

Sementara untuk kondisi rob saat ini, genangan masih menyelimuti permukiman di 11 desa pesisir Kota Santri. “Hari ini sempat agak naik. Namun agak kecil. Genangan tidak terlalu tinggi dibanding sebelumnya. Hanya jalan-jalan yang rendah saja yang tergenang,” tandasnya. (Eva Abdullah) 

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Asip: Waskita tidak profesional

asip

Kedungwuni, Wartadesa. – PT Waskita, kontraktor pembangunan jalan tol trans Jawa dianggap tidak profesional oleh orang nomor satu di Kota Santri. Asip kecewa lantaran PT Waskita Karya tidak menjalankan komitmennya untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat pembangunan jalan tol.

“Saya minta Waskita untuk profesional, terus terang ini saya kecewa. Perbaikannya tidak usah bagus-bagus, dikembalikan seperti semula saja tidak masalah. Masyarakat sekarang ini kritis, terhadap maslah ini mereka mengetahui dan mengharapkan pertanggungjawaban,” tutur Asip, Kamis sore (07/06) saat meninjau ruas jalan Bugangan-Rengas Kecamatan Kedungwuni.

Asip menambahkan bahwa seharusnya PT Waskita menjalankan komitmennya untuk memperbaiki ruas jalan Rengas, karena ada pemasangan underpas. Namun hingga H-8 belum ada tanda-tanda perbaikan jalan dari perusahaan plat merah tersebut.

Orang nomor satu di Pekalongan tersebut berharap agar kegiatan perbaikan pada ruas tersebut dapat segera diselesaikan sebelum lebaran, agar dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat dalam merayakan hari raya Idul Fitri di kampung halaman. Lanjut Asip.

Menurut Asip, perbaikan jalan yang dilakukan oleh PT SMJ sudah dilakukan dengan baik, tidak seperti PT Waskita. ” Untuk ruas jalan yang ditangani SMJ sudah dilakukan komitmen pemulihan jalan secara baik.” Tuturnya.

Selain perbaikan jalan rusak akibat proyek pekerjaan jalan tol,  Asip juga melakukan pengecekan pelaksanaan perbaikan jalan dengan dana APBD tahun 2018, seperti di ruas Karangdowo-Bugangan yang sudah dimulai.

“Jadi ini kita cek kondisi kegiatan APBD tahun 2018, di ruas jalan Karangdowo-Bugangan yang sedang dimulai. Sekaligus melakukan kontrol terhadap kesesuaian spek pekerjaan, agar tidak terjadi penyimpangan di tingkat pekerjaan,” pungkas Asip.  (Eva Abdullah)

 

selengkapnya
BencanaLingkunganSosial Budaya

Terdampak rob, AMM Pencongan bantu jamaah dan Mushola an Nidhom

amm pencongan

Wiradesa, Wartadesa. – Banjir rob yang merendam wilayah Pesanggrahan Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan mendorong empati Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Cabang Pencongan Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan untuk memberikan bantuan kepada mushola dan jama’ah yang menjadi korban rob di wilayah tersebut.

Bantuan berupa perangkat alat sholat untuk jama’ah Mushola an Nidhom Desa Pesanggrahan Kecamatan Wonokerto, disampaikan oleh Pemuda muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah dan Ikatan Pelajar muhammadiyah yang tergabung dalam AMM Cabang Pencongan  dalam silaturahmi dan tarawih keliling (tarling), Jum’at (01/06).

“Saya mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada Angkatan Muda Muhammadiyah Pencongan yang telah banyak membantu jama’ah Mushola an Nidhom, diantaranya makan sahur, dan lain-lain, mudah-mudahan bantuan ini berguna untuk jamaah,” tutur Ustadz Ahmad Lazim, Ketua Takmir Mushola.

Fauzan Amin, Ketua Pemuda Muhammadiyah Cabang Pencungan mengungkapkan bahwa bantuan tersebut bertujuan untuk  membantu memulihkan kembali semangat para korban bencana rob.

“Kami AMM Pencongan bertanggung jawab secara moral atupun materiil ketika salah satu Ranting di Cabang Pencongan ini terkena bencana rob, kami berharap membangkitkan lagi semangat secara psikologi.” Ujar Fauzan Amin. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Separuh jalan di Kabupaten Pekalongan rusak

jalan rusak

Kajen, Wartadesa. – Kondisi jalan di wilayah Kota Santri sungguh memprihatinkan. Bagai mana tidak, separuh jalan yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan rusak. Hal demikian diungkap oleh Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rapat kerja dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (31/05) malam.

“Saat ini kondisi jalan di Kabupaten Pekalongan 50 persen mengalami kerusakan. Saya ingin tahun penjelasannya seperti apa? perencanaan perbaikkannya bagaimana?” Ungkap Munir. Sekretaris Komisi C.

Terkait rusaknya jalan yang mencapai separuh tersebut, dewan minta pencejalasn perwakilan Bappeda, terkait perencanaan perbaikan dari sejumlah ruas jalan yang rusak di Kabupaten Pekalongan.

Munir merasa kecewa karena dalam rapat kerja tersebut, dihadiri oleh orang kedua dalam OPD, bukan kepala masing-masing OPD. “Mestinya hari ini para kepala OPD hadir, karena pada rapat kali ini yang diundang adalah kepala OPD. Tapi yang hadir adalah orang nomor dua dan nomor tiga di OPD,” lanjutnya.

Ismail, perwakilan Bappeda membenarkan bahwa saat ini kerusakan jalan di wilayah Kota Santri, sedikitnya mencapai 50 persen, karena imbas proyek pembangunan jalan tol.

“Memang kondisi jalan di wilayah Kota Santri mengalami kerusakan paling tidak 50 persen ruas jalan di Kabupaten Pekalongan rusak. Hal itu dimungkinkan karena imbas dari proyek pembangunan jalan tol, sedangkan sisanya karena sebab lain.” Ujar Ismail.

Ismail mengungkap bahwa saat ini sudah ada perjanjian (MoU) antara Pemkab dengan pelaksana proyek pebangunan jalan tol, tapi, menurutnya pengalaman di daerah lain, setelah pembangunan jalan tol selesai, mereka (pelaksana) pergi.

“Meski antara Pemkab Pekalongan dengan pelaksana proyek pembangunan jalan tol sudah MoU. Tapi sebagaimana pengalaman di daerah lain, ada kekhawitiran usai pelaksanaan pembangunan jalan tol selesai, mereka (pelaksana pembangunan jalan tol) pergi.” Lanjut Ismail.

Untuk mengantisipasi pelaksana pembangunan jalan tol yang nakal (pergi setelah pembangunan jalan tol selesai), pemkab telah mengalokasikan anggaran perbaikan jalan yang rusak. (Eva Abdullah)

selengkapnya