close

Lingkungan

LingkunganSosial Budaya

Aneh! Sungai di Lereng Gunung Prau Tiba-tiba Berwarna Merah Darah

kali merah

Warta Desa, Temanggung.Warga Dusun Siklatak, Desa Sigedong, Tretep Kabupaten Temanggung digegerkan dengan fenomena aneh, air kali yang melewati perkampungan seketika berubah warna seperti warna darah (11/03/2024). Kejadian itu berlangsung sekitar 10 menit pada pukul 17.00 WIB hingga 17.10 WIB.

“Tiba-tiba saja warna airnya menjadi merah, warga pada keluar dan menyaksikan fenomena itu karena penasaran” Tutur Misri (43), Warga Dusun Siklatak yang rumahnya dekat sungai.

“Mulanya berasal dari atas dusun, sekitar 10 menitan kemudian warna air berubah normal kembali” pungkasnya.

Menurutnya, setelah kejadian itu warga tidak ada yang mencari tahu penyebabnya, meskipun kejadian ini baru pertama kali terjadi. Sempat ada yang mengambil air untuk diamati, namun saat ini air sample tersebut sudah dibuang.

Mujahidin, Kepala Desa Sigedong ketika ditemui di rumahnya menjelaskan bahwa kejadian ini sempat membuatnya panik, sebagai orang yang dituakan tentu ada rasa cemas dengan berubahnya warna air sungai di desanya. “Tadinya saya sempat cemas, tapi setelah dimusyawarahkan di masjid bersama beberapa warga, kami sepakat untuk berfikir positif tentangnya”.

“Kalau analisa saya pribadi, itu disebabkan oleh reaksi semacam pupuk atau zat kimia tertentu yang mengalir ke sungai” terang Mujahidin. “Memang ada yang menghubungkan kejadian ini dengan hal-hal mistis, tapi itu hak mereka, karena pada kenyataannya belum ada bukti yang valid mengenai penyebab fenomena ini”.

Sampai berita ini terbit, belum ada pihak yang meneliti penyebab memerahnya air sungai di dusun Siklatak, apalagi di atas dusun tidak ada industri, hanya ladang dan di atasnya langsung hutan Gunung Prau. (Andi Gunawan)

 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Kerja Bakti Evakuasi Tanah Longsor di Desa Sidomulyo, Kecamatan Lebakbarang: Solidaritas dalam Menghadapi Bencana Alam

IMG-20240305-WA0002

WARTA DESA, LEBAKBARANG. – Desa Sidomulyo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, masih dalam bayang-bayang kejadian tragis tanah longsor yang terjadi pada malam hari tanggal 3 Maret 2024. Namun, semangat gotong royong dan kerja bakti segera menjawab panggilan kebutuhan bencana alam.

Ratusan relawan dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk anggota TNI, Polri, BPBD, dan relawan lainnya, bergabung dalam upaya evakuasi. Solidaritas menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana ini.

Meskipun insiden ini menyebabkan kerugian materiil yang signifikan, namun, berita baiknya adalah tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Tiga ternak sapi dilaporkan hanyut, sementara lima rumah warga mengalami kerusakan akibat dampak langsung dari tanah longsor.

Sri Handayani, Camat Lebakbarang, turun langsung memantau proses evakuasi, menunjukkan perhatian dan keprihatinan penuh terhadap kondisi warganya. Tindakannya memperlihatkan komitmen yang kuat dalam memberikan bantuan dan dukungan kepada warga yang terdampak.

Kusnoyo, Sekretaris Desa Sidomulyo, mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang turut serta dalam proses evakuasi. Solidaritas dan kerjasama semua pihak menjadi pilar utama dalam mengatasi bencana ini.

Warga Desa Sidomulyo berharap agar setelah proses evakuasi, langkah-langkah rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera dilaksanakan untuk mengembalikan kondisi desa ke keadaan semula dan membantu warga yang terdampak agar dapat kembali beraktivitas dengan normal. Semoga kejadian ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk semakin meningkatkan kesiapsiagaan dan kerjasama dalam menghadapi bencana alam di masa yang akan datang. (Rohadi)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Lingkungan

Hutan Lindung Kab. Banyumas kok jadi Ladang Sayur?

FB_IMG_1709417089829

WARTA DESA, BANYUMAS. – Ketika hujan turun di Gunung Slamet di bagian barat, maka air hujan yang tidak terserap oleh tanah akan melimpas mengikuti bentuk muka bumi yang ada sesuai hukum gravitasi.

Semua air yang melimpas ke arah utara akan menuju Kab. Brebes, sedangkan yang melimpas ke arah selatan akan menuju Kab. Banyumas. Ya, begitulah cara pemerintah kolonial membuat garis bagi wilayah yaitu dengan garis bagi air baik berupa daerah tangkapan hujan maupun sungai.

Hal ini tak hanya berlaku di Brebes dan Banyumas tapi hampir berbagai perbatasan daerah di Indonesia baik Provinsi, Kabupaten, Kecamatan bahkan Desa didasarkan pada garis bagi air.

Mengapa garis bagi air? Karena Belanda sadar betul bahwa air adalah biang keladi banyak konflik antar masyarakat. Secara filosofi seperti itu.
Tak hanya pembagian secara administratif wilayah saja, garis bagi air ini juga membagi wilayah pangkuan hutan, misal KPH di Gunung Slamet terdiri dari KPH Banyumas Timur, KPH Pekalongan Barat dan KPH Pekalongan Timur.

Begitu juga pangkuan wilayah sungai, garis bagi air membagi gunung Slamet dalam 2 area kerja BBWS; pada bagian selatan merupakan area kerja BBWS Serayu Opak, sementara bagian utara masuk area kerja BBWS Pemali Juana.

Ada hal yang memprihatinkan di Kab. Banyumas. Jika kita mencermati Peta Wilayah Kehutanan KLHK ternyata tak sepenuhnya hutan lindung di Kab. Banyumas terlindungi.

Pada beberapa spot tertentu dekat perbatasan Brebes dan Banyumas tepatnya dekat perbatasan Kec. Paguyangan, Brebes dan Kec. Pekuncen serta Kec. Cilongok, Banyumas terjadi konversi hutan lindung menjadi ladang sayur, entah dimulainya sejak kapan tetapi hal ini masih berlangsung hingga sekarang.

Jika mencermati peta yang ada, ekspansi ladang sayur tersebut hanya memungkinkan jika dilakukan melalui Desa Pandansari, kec. Paguyangan, Brebes. Hal ini sangat merugikan bagi masyarakat Banyumas yang berada di area hilir karena dampak dari konversi hutan lindung di area terjal tersebut berpotensi jadi bom waktu.

Hal ini tentu tak bisa dibiarkan. KPH Banyumas Timur harus bisa memberi klarifikasi karena ini dalam wilayah pangkuannya. Pemkab Banyumas harus menyatakan protes keras kepada Pemkab Brebes mengingat potensi dampak yang ada mengancam rakyat Banyumas yang berada di bawah lereng.

Kemakmuran di suatu wilayah tetapi merugikan wilayah lain tentunya bukanlah sesuatu yang arif dan bijak. Kalau dampak limpasan air tak melimpas ke Banyumas ya monggo saja.

Kita tunggu apakah pihak2 terkait tergerak untuk mencari solusi atas permasalahan ini atau melakukan pembiaran.

KPH Banyumas Timur, Pemkab Banyumas, Pemkab Brebes, beserta instansi terkait harap segera sikapi. Deadline kami sampai lebaran tahun ini. Dan kami siap bras-bres! (Budi Ari Tartanto/Save Gunung Slamet)

Terkait
Pendaki asal Lebaksiu Tegal tersambar petir di Gunung Slamet

Purbalingga, Wartadesa. - Dua pendaki Gunung Slamet dilaporkan tersambar petir. Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Purbalingga, Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Api Lalap Curugsewu Siang Ini

kebakaran curug sewu

Wartadesa, Kendal. – Bunyi sirine mobil pemadam kebakaran kembali memecah lalulintas ruas jalan Kecamatan Patean Kamis, 28/09/2023. Pasalnya si jago merah beraksi di kawasan Obyek Wisata Curugsewu, Desa Curugsewu, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal pada pukul 12.00 WIB.

Curugsewu merupakan Obyek Wisata alam yang menjual keindahan air terjun serta pemandangan alam yang asri. Banyak wahana di dalamnya, sehingga setiap hari ramai pengunjung. Ada dua pengelola di wisata tersebut, yaitu dari pemda sendiri dan area bawah masuk pemangkuan hutan KPH Kendal, RPH Sojomerto. Dulu memang ada dua loket masuk, pertama loket wisata yang dikelola pemda, dan untuk turun ke dekat air terjun perlu membayar tiket lagi melewati loket yang dikelola Perhutani Kendal. Sekarang tiket cukup beli satu kali di pintu masuk utama, pengunjung tak perlu lagi repot merogoh kantung untuk turun mendekati air terjun.

Selain keindahan alam dan air terjun, puluhan monyet ekor panjang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin melihat tingkah para primata berwarna kelabu tersebut. Sayangnya, pada Kamis siang pengunjung dan beberapa pedagang di area dekat air terjun panik berhamburan karena melihat api menjalar begitu cepatnya di tebing sisi barat dekat dengan air terjun.

“Pagi itu memang ada kepulan asap di seberang sungai sekitar pukul 09.30, tapi karena posisi api jauh dari kawasan wisata dan tidak terlalu besar maka kami tidak hiraukan” terang Rubiyem, pedagang yang berjualan di dekat air terjun. Hembusan angin yang kencang dan cuaca yang panas membuat api membesar, banyak percikan terbawa angin ke seberang sungai. “Untung ada anak-anak KKN, jadi saya dibantu usung-usung(evakuasi) dagangan ke atas, dan warga berdatangan mengupayakan pemadaman” Tambah Rubiyem.

Damkar meluncur dengan cepat dan sampai di lokasi api sudah melahap kurang lebih satu hektar lahan yang didominasi tanaman bambu dan semak belukar. Api berhasil dipadamkan satu jam kemudian. Meskipun lokasi dekat dengan sungai, tapi karena medan yang curam dan terjal membuat proses pemadaman cukup sulit menjangkau beberapa titik yang masih membara. Beruntung tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut.

Sapari, warga yang tinggal dekat dengan kawasan wisata menyebutkan, api dari bawah cepat sekali menjalar ke atas sekitar pukul 12.00 WIB, kemudian kami bahu membahu memadamkan api sebelum tim damkar sampai lokasi.

Himbauan untuk tidak membakar seresah ketika pembersihan lahan selalu saja digaungkan, namun masih saja ada warga yang menganggap sepele himbauan tersebut, apalagi mereka yang beraktivitas di dekat hutan. Salah satu antisipasi mencegah kebakaran adalah mematuhi himbauan yang sudah disampaikan pemerintah setempat, karena bila terjadi kebakaran yang direpotkan bukan hanya seorang.(Andi Gunawan)

 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Tiga Bulan Sudah Kendal Alami krisis Air

pmi kendal

Wartadesa, Kendal.Bencana kekeringan di Kabupaten Kendal telah berlangsung tiga bulan sejak Juli 2023. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah sudah mengupayakan pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang terdampak. Armada yang dimiliki BPBD sendiri ada dua truk tangki, berkapasitas masing-masing 5000 liter. Pendistribusian air bersih awalnya dua hari sekali, namun dengan bertambahnya daerah terdampak maka BPBD sendiri belum bisa mengcover seluruh wilayah.

Berbeda dengan kondisi di lereng Gunung Ungaran, wilayah eks Kawedanan selokaton yang meliputi empat kecamatan yang notabene daerah dataran tinggi, lereng Gunung Prau yang awalnya hanya Desa Curugsewu Kecamatan Patean saja yang mengalami kelangkaan air bersih, yaitu Dusun Sendang dan Dusun Robyong, kini ada desa-desa yang menyusul mengalami kekeringan. Hampir merata di masing-masing kecamatan ada dusun yang mengalami kelangkaan air bersih.

PMI Kabupaten Kendal sebagai lembaga yang bergerak untuk kegiatan sosial kemanusiaan turut andil menjawab keresahan warga melalui keterlibatan pendistribusian air bersih. Sejak 4 September 2023, PMI telah melakukan droping air di Dusun Ngargo, Desa Ngargosari Kecamatan Sukorejo. Sebanyak 85 KK dengan 340 jiwa yang tersebar di enam RT telah disuplay air bersih yang diambilkan dari PT Radik Jaya Kaliwungu.

Bersama beberapa ormas di Patean, PMI juga lakukan distribusi air pada hari Kamis, 07/09/2023 ke Desa Sidokumpul, yaitu Dusun Kalidukuh dengan pengiriman dua kali sebanyak 10.000 liter. Total penerima bantuan di Kalidukuh adalah 424 Jiwa yang merupakan warga RT 27 dan RT 29, RW 09.

Kemarau makin memperparah keadaan dengan bertambahnya daerah terdampak. Masih di Desa Sidokumpul, yaitu dusun Krandegan PMI lakukan droping air bersih untuk mencukupi kebutuhan 480 jiwa di tiga RT dengan 10.000 liter air bersih. Dusun Kalikunal Desa Sidokumpul sebanyak 200 KK juga dapat bantuan air bersih pada Rabu, 27/09/2023. Satu Dusun di Kecamatan Pageruyung tak mau kalah, 600 jiwa di Dusun Pencar, Desa Gebangan juga memerlukan bantuan air bersih meliputi 180 KK warga RT 1, 2, 3, dan RT 4 RW 01.

Dusun Pilangsari di Desa Sidodadi Kecamatan Patean juga menerima dampak cuaca ekstrim tahun ini. Warga di enam RT, RW 09 sebanyak 237 KK dengan total 948 Jiwa terancam kekurangan air bersih. Tidak hanya dari PMI, beberapa kali dusun ini telah menerima kiriman air bersih dari lembaga lain secara swadaya.

Agung Dwi Setyawan sebagai Penanggung Jawab Bidang Kebencanaan PMI menyebutkan, Proses pendistribusian air ini tentu tidak selalu mudah, di samping jarak yang cukup jauh, akses untuk mencapai titik pengambilan air pun memakan waktu lama. “Sempat satu kali PMI diijinkan mengambil air dari Perkebunan Buah Plantera di Desa Sidodadi, namun karena stok air di sana juga semakin sedikit akhirnya tidak diperbolehkan lagi mengambil air ke Plantera. BPBD sendiri mengambil air dari saluran PDAM yang ada di Desa Ngadiwarno, Kecamatan Sukorejo, jika jadwalnya bersamaan PMI bisa ikut mengambil dari situ”. Pungkasnya.

Saat ini sumber air terbesar yang masih memungkinkan untuk di ambil selain dari saluran PDAM adalah di Depo Air Sumber Abadi yang ada di Desa Manggungmangu, Kecamatan Plantungan. Tentu jarak yang ditempuh semakin jauh untuk target distribusi di Dusun Pilangsari misalnya, tapi karena tidak ada sumber air lain yang bisa diambil maka sementara sumber air ini yang bisa diandalkan untuk melancarkan kegiatan pendistribusian air demi meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan di Kabupaten Kendal. (Andi Gunawan)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Penggiat Lingkungan Gunung Slamet Dihadang Oknum Warga Hingga Dianiaya saat Sweeping

gunung slamet

Wartadesa, Brebes. – Aksi penghadangan relawan penggiat lingkungan #SaveGunungSlamet yang sedang melakukan sweeping alih fungsi lahan Hutan Lindung menjadi lahan pertanian di lereng Gunung Slamet wilayah Barat, Desa Dawuhan, berujung pada penganiayaan penggiat oleh oknum warga, Kamis (21/09/2023).

Wartadesa hari ini, Selasa (26/09/2023) mendapatkan rilis media melalui pesan Whats App dari narasumber relawan lingkungan Gunung Slamet yang tidak bersedia disebutkan identitasnya. Berikut kronologi kejadian yang kami terima.

Berdasarkan hasil keputusan musyawarah bersama antara (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) Forkompimcam Sirampog, Pemdes Dawuhan, relawan, dan warga Sirampog hari Senin, 11 September 2023 dilakukan penutupan Hutan Lindung yang digarap oleh warga secara besar-besaran, diputuskan juga dalam rapat tersebut akan dilakukan sweeping di lokasi.

Dalam pertemuan tersebut Camat Sirampog menyampaikan kepada beberapa petani dan tokoh masyarakat Dukuh Kaliwadas bahwa sebelum dilakukan sweeping, dipersilahkan warga yang menyimpan benih, pupuk, rabuk kandang, dan peralatan yang ada di garapan atau di gubuk agar dibawa pulang ke rumah masing-masing. Supaya ketika ada sweeping barang-barang atau perlengkapan pertanian tidak dirusak atau dibawa oleh tim sweeping. Namun himbauan tersebut ternyata tidak di indahkan.

Menurut penggiat lingkungan,  sweeping yang dilakukan bersama aparat berwenang sudah sesuai prosedur yang berlaku.

Tim sweeping dan penggiat lingkungan, berangkat dari titik kumpul awal Balai Desa Dawuhan menuju Dukuh  Kaliwadas, dilanjutkan ke kawasan Hutan Lindung Mbaru, wilayah Barat Gunung Slamet.
Dari Dukuh Kaliwadas menuju Hutan Lindung berjarak satu kilometer berjalan kaki. Pukul 09.00 WIB sebanyak 200 orang relawan naik ke Hutan Lindung, didapati banyak gubuk dan rabuh/pupuk tanaman masih ada di Hutan Lindung. Tim dan relawan berada di Hutan Lindung mengamankan dan membersihkan area hutan lindung.

Pada saat pembersihan hutan, ada beberapa warga Sawangan, Desa Cigedong, Kecamatan Bumijawa menginfokan kepada warga lain ada aliran pipa air untuk warga Sawangan yang dirusak. Diduga info ini hoax (berita bohong).

Berita cepat menyebar dan terjadi aksi penghadangan relawan yang akan turun ke bawah. Ada sekitar 100 orang warga penghadang dan 70 orang relawan tidak bisa melintas  Dukuh Kaliwadas Desa Dawuhan Brebes. Sebagian relawan lainnya dapat menuruni area penghadangan sebelumnya.

Lantas terjadi tindak kekerasan yang dilakukan oleh (oknum) warga penggarap ladang. Peristiwa kekerasan tersebut terjadi ketika Tim sweeping, hendak pulang. Tim yang berjalan paling depan dikeroyok, sementara yang di belakangnya ditahan agar tidak bisa pulang bahkan diancam motornya akan dibakar.

Salah satu korban pengeroyokan yakni Muhaimin, anggota MDMC, ia mendapatkan pukulan dibeberapa bagian tubuh terutama pada bagian mata, mengalami luka paling parah. Selain itu, ada beberapa lagi korban pemukulan diantaranya Rasum, warga pegiat lingkungan. Abdul Khaliq, Kades Dawuhan, Syaiful, Mantri Hutan.

Setelah negosiasi panjang, relawan baru bisa lolos, selanjutnya Tim sweeping melaporkan kejadian tersebut ke kantor Polsek Sirampog. Relawan disambut baik oleh Kapolres Brebes, AKBP Guntur Muhamad Thariq,) beserta beberapa Kasat Reserse, Shabara, dan Kasat Intel.

Selanjutnya dilakukan BAP dan akan dilaksanakan Olah TKP (pada Senin, 25 September 2023 –kemarin), serta prosedur-prosedur lain guna tindakan hukum bagi para provokator dan pelaku pemukulan.

Atas kejadian tersebut, Kapolres Brebes memutuskan status quo untuk Hutan Lindung sebelah Barat Gunung Slamet, selanjutnya akan dipasang garis polisi agar tidak ada siapapun yang boleh melintas di area tersebut.  (Buono)

Referensi:
video  dan tautan dibawah ini.

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Telat Sedikit Kebun Ludes, Untung Warga Sigap

kebakaran

Wartadesa, Kendal. – Hampir saja kebakaran bakal meludeskan sebuah kebun di tepi jalan Parakan-Sukorejo KM 03, Dusun Bungkaran Pagersari, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Senin (25/09/2023). Beruntung kejadian tersebut dapat diantisipasi.

Pantauan di lokasi kejadian, awal muncul api yang membakar rerumputan dan pepohonan di ruas jalan tersebut, berasal dari tumpukan sampah yang dibakar.

Api dari tumpukan sampah sempat dipadamkan oleh warga dengan ranting kayu dan air dari ember. Warga mengira api sudah padam, namun kemudian api mulai merembet.

Karena nyalanya tidak terlalu besar kemudian dipadamkan oleh warga menggunakan peralatan seadanya. Tadinya sempat ditinggal karena dikira api sudah padam, ternyata api cepat membesar dan membakar pepohonan di sekitarnya tak terkecuali kabel Telkom yang ada di atasnya,” tutur Suhari, salah seorang warga setempat.

Musim kemarau dan tiupan angin yang cukup kencang saat kejadian, membuat api susah dipadamkan.  Api menyambar ujung pohon hingga kobaran api makin membesar.

Lantaran kobaran api tidak terjangkau  warga untuk dipadamkan. Warga menghubungi pihak pemadam kebakaran setempat.

Damkar Unit Sukorejo kemudian meluncur  segera dan berhasil mencapai lokasi dalam beberapa menit. Api dapat dipadamkan selang beberapa menit kemudian. 

Aman Wahyudi, petugas Pemadam Kebakaran Unit Sukorejo di lokasi kejadian menyampaikan himbauan agar warga tidak membakar sampah saat musim kemarau.

“Kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah ataupun melakukan pembersihan lahan dengan membakar, apalagi kondisi sekitar sangat rawan ikut terbakar. Bagi masyarakat yang mengetahui adanya kebakaran untuk segera menghubungi Damkar terdekat.” Pungkas Wahyudi.  (Andi Gunawan)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Distribusikan Air ke Terdampak Kekeringan

mdmc

Wartadesa, Kajen – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan mendistribusikan air bersih ke masyarakat terdampak kekeringan.

Berdasarkan koordinasi dengan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan bahwa ada beberapa wilayah desa di kabupaten Pekalongan yang terdampak kekeringan hingga kekurangan air bersih akibat musim kemarau untuk itu pada Selasa, 12 September 2023 Lazismu dan MDMC Kabupaten Pekalongan menyerahkan bantuan guna mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.

Distribusi air bersih dilaksanakan selama dua hari, pada hari jum’at 15 September 2023 Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan dilaksanakan distribubusi untuk tiga desa terdampakn yaitu desaSastrodirjan Kecamatan Wonopringgo , Desa Wonosari Kecamatan Karanganyar dan Desa Sambiroto Kecamatan Kajen.

Kemudian hari sabtu, 16 September 2023 terlaksana distribusi air bersih untuk Desa Kedungkebo dan Desa Kaligawe kecamatan Kerangdadap serta Desa Jetak Kidul Kecamatan Wonopringgo..

Wiharyono Kepada Dusun Desa Sambiroto kecamatan Kajen mengatakan “Desa kami yang mengalami kekeringan dan kekuarangan air bersih terdapat beberapa wilayah yaitu RT. 01 sampai RT. 05 , kurang lebih dampak dari musim kemarau ini kami rasakan sudah 5 minggu ini, Alhamdulillah hari ini dapat bantuan air bersih dari Muhammadiyah, kami mengucapkan terimakasih”

Warga RT. 05 Desa Sambiroto bernama Bapak Korep menuturkan “kami merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih ini , rencana air akan saya gunakan untuk keperluan air minum dan cuci pakaian selama 1 hari , harapan kami untuk rutin dilaksanakan kegiatan distribusi air bersih ini untuk mencukupi kebutuhan kamis sehari-hari”

Anggota Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Pekalongan Fahri Diky menjelaskan “Muhammadiyah berkomitmen untuk selalu hadir membantu masyarakat, salah satu kegiatan hari ini adalah distribusi air bersih untuk warga kabupaten Pekalongan yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau dengan berkolaborasi dengan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan agar distribusi merata dan tepat sasaran”. (Fahrudin)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Lingkungan

Keren Banget! Mancing Sekaligus Beramal

lomba mancing

Wartadesa, Kendal. – Aksi yang digalang oleh Wader & Ucenger’s Mania Sukorejo (WUM’S) berkolaborasi dengan Komunitas Mancing Mania Sukorejo (KMMS) ini sungguh keren banget. Bagaimana tidak! Ratusan penghobi mancing dari Kendal, Temanggung dan Batang memadati Sungai Teguru di perbatasan Kabupaten Kendal-Temanggung pada Ahad, 10 September 2023. Selain aksi berburu ikan dengan kail, mereka juga beramal pada pembangunan Masjid di wilayah tersebut.

Kemeriahan Lomba Mancing yang bertajuk Micro Fishing Part 1 dengan target ikan Uceng terpanjang. Ikan uceng adalah spesies ikan bersirip pari, tergolong kedalam famili Balitoridae dan genus Nemacheilus. Ikan ini hidup di sungai yang airnya mengalir agak deras dengan dasar bebatuan sebagai tempat perlindungannya. Ukuran tubuhnya kecil, panjang maksimalnya hanya mencapai 10 cm saja.

Teguru merupakan habitat ikan Uceng, meskipun populasinya semakin sedikit. Sungai Teguru yang berhulu di Gunung Prau dan mengalir hingga Sungai Bodri di Kabupaten Kendal ini debitnya terlihat menurun saat musim kemarau seperti sekarang. Banyaknya sampah yang dibuang warga ke sungai menambah ancaman bagi kelestarian ekosistem sungai tersebut. Sebelumnya, batuan di sungai ini juga diambil masyarakat namun sekarang sudah tidak lagi.

Kampanye untuk melestarikan ikan endemik terus dilakukan berbagai kalangan, tentunya akibat maraknya ilegal fishing yang mengancam populasi ikan-ikan tersebut. Teguru juga masuk dalam Sub DAS Bodri yang merupakan sungai terpanjang di Kendal. Luas DAS nya 599, 90 Km² dengan panjang sungai mencapai 171 Km, sungai ini juga menjadi penyumbang kerawanan banjir untuk daerah hilir.

“Dengan menggelar kegiatan mancing amal ini panitia juga bermaksud menyisipkan kampanye untuk sesama penghobi mancing agar turut menjaga kelestarian ekosistem sungai” tutur Nur Hamid, perwakilan dari WUM’s. Ia juga menambahkan, “Kita mancing kan tujuanya agar mendapat ikan, kalau sungainya tercemar dan ikanya habis oleh ilegal fishing tentunya itu membuat kita tidak nyaman”. Gelaran event mancing ini tentunya banyak mengurangi jumlah ikan, maka dari itu setelah acara ini akan ada kegiatan tebar benih ikan di Sungai Teguru juga bersih sampah dan pemasangan spanduk larangan membuang sampah di sungai.

Mancing Amal yang dihadiri 550 peserta ini sebagian keuntunganya akan didonasikan untuk pembangunan Masjid Miftahul Huda di Dusun Tamansari, Desa Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo Kendal. Solikhun sebagai salah satu peserta yang juga merupakan warga asli Tamansari menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh panitia dan peserta karena sudah membantu pembangunan masjid di desanya melalui donasi mancing amal tersebut. Warga Tamansari yang mengikuti acara ini sebanyak tujuh puluh lima orang, sebagian berkontribusi dengan membeli tiket yang terjual lebih dari 200 tiket. “Untuk temen-temen mancing semoga bisa memberi motivasi terutama bagi warga Tamanrejo sendiri untuk beramal baik dalam ajang mancing atau ajang apa saja dan dari pemuda Tamansari juga banyak menyampaikan terimakasih kepada panitia”.

Acara mancing berakhir pukul 12.00 WIB dan dimenangkan oleh peserta yang mendapatkan ikan uceng terpanjang yaitu sepanjang 9,1 cm lima menit sebelum penilaian lomba ditutup dan membawa pulang hadiah sebesar Rp 2 juta . Juara ke dua dengan panjang 8,8 cm, dan juara ke tiga 8,5 cm. Selain itu ada juga satu pemenang kategori penilaian untuk peserta yang mendapat ikan mahseer tercepat yaitu enam belas menit setelah acara dibuka pada pukul 09.16 WIB.  (Andi Gunawan)

Terkait
Pasien miskin yang dipulangkan RSUD Soewondo akhirnya meninggal

Kendal, Wartadesa. - Toha (60),  pasien miskin, pemegang Kartu Indonesia Sehat, warga Rt. 05 Rw. 03 Dusun Wonokerto, Desa Sendangdawung Read more

Terpeleset saat memancing, Khaerudin tenggelam

Tirto, Wartadesa. - Nasib naas menimpa pemuda warga Desa Karangjompo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, saat hendak memanfaatkan faktu luangnya dengan Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

selengkapnya
Lingkungan

Sumur Bor Jadi Jawaban Kekeringan di Sendang Curugsewu?

foto berita

Wartadesa, Kendal, – Bencana kekeringan yang terjadi di Desa Curugsewu sudah mengetuk pintu berbagai pihak, salah satunya dari Komisi D DPRD Jateng. Intervensi yang di tujukan ke Dinas ESDM Jateng, oleh Komisi D memunculkan satu kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana Kekeringan di Desa Curugsewu Kecamatan Patean, Kendal.

Hadir sebagai Narasumber  . Agus Azis, ST.M.Si Seksi Geologi, Mineral, dan Batubara lalu dari Komisi D DPRD Jateng   H. Benny Karnadi, S.Ag dan  Danie Budi Tjahyono. Acara yang dilaksanakan Rabu, 30 Agustus 2023 tersebut juga mengundang tokoh masyarakat dusun terdampak dan beberapa pemerhati lingkungan di daerah Kendal Selatan.

Sendang yang sebagian masyarakat kenal adalah sebagai tempat air, tapi tidak dengan dusun di Curugsewu ini. “Baru tahun ini dusun Sendang mengalami kekeringan, kalau dusun Robyong memang setiap tahun lengganan” ujar Bp. Kaeri selaku Kades Curugsewu. Sampai saat ini kebutuhan air bersih di Sendang dan Robyong mengandalkan kiriman dari BPBD Kendal, jelas tidak selamanya mengandalkan hal tersebut, perlu ada langkah kongkrit untuk menghindari kondisi serupa di masa depan. Masih satu dukuhan dengan Robyong, warga di Regeng juga mengeluhkan hal serupa sehingga ada tiga Dusun yang terdampak saat ini.

Degradasi lahan yang terjadi di sebagian besar wilayah Kendal juga harus mulai diperhatikan pemerintah daerah. Penuturan beberapa warga bahwa saat ini banyak mata air yang mati di sekitar Curugsewu, tentunya bukan suatu kebetulan. Dulu banyak terdapat pohon-pohon besar dan sekarang pohon-pohon tersebut perlahan mulai hilang ini bisa jadi satu perhatian untuk kita semua. Fungsi pohon sebagai penyimpan cadangan air perlu kita kembalikan lagi, meskipun butuh waktu puluhan tahun tetapi itu wajib dilakukan.

Air terjun Curugsewu yang merupakan Ikon Wisata Kabupaten Kendal ketika musim kemarau juga terlihat menurun debitnya. Masih satu aliran dengan Sungai Blukar yang di daerah hulunya sekarang mengalami penurunan fungsi, yaitu fungsi resapan karena banyak lahan gundul yang diakibatkan kegiatan perambahan hutan maupun aktifitas perusakan lain yang tidak terkendali.

Keresahan masyarakat sementara ini terjawab oleh bantuan dari Pemprov Jateng berupa sumur bor, yang nantinya akan di buat di Dusun Sendang dan Dusun Regeng. Namun, untuk Dusun sendang masih akan dimusyawarahkan lagi karena ada pro dan kontra. Sedangkan di Dusun Regeng, proyek tersebut tidak mendapat hambatan dan bisa segera dilaksanakan.

Apakah Sumur Bor satu-satunya solusi? Tentu tidak, masyarakat harus memikirkan juga dampak negatif jangka panjang proyek tersebut. Selain rusaknya permukaan tanah, dampak yang paling berbahaya dari penggunaan sumur bor yaitu adanya rongga di bawah tanah yang terjadi karena eksploitasi air tanah berlebih. Rongga ini tercipta akibat berkurangnya air tanah lebih cepat dari pengisian kembali. Maka dari itu perlu diimbangi dengan kegiatan lain yang bisa menambah debit air yang terserap ke tanah.

Jika dalam jumlah sedikit mungkin tidak terasa dampaknya namun, ketika itu dibuat dalam jumlah yang banyak maka akan menjadi masalah dikemudian hari. Rongga di bawah tanah tersebut menyebabkan tekanan tanah menjadi tidak seimbang, karena cadangan air yang berguna untuk menyeimbangkan kontur tanah habis di eksploitasi, akibatnya terjadi longsor dan bergesernya batuan yang menyanggah tanah sehingga terjadi amblas. Amblasnya permukaan tanah membuat ketinggian tanah menjadi semakin rendah, jika ketinggian tanah semakin rendah, dampak yang akan terjadi yaitu seringnya banjir di tempat-tempat tertentu.

Pada daerah dataran rendah, dampak yang paling parah dari eksploitasi air tanah besar-besaran yaitu air laut yang lebih tinggi dari permukaan, karena ketinggian tanah yang terus menurun akibat tidak adanya air tanah sebagai penyeimbang. Kota-kota besar di pesisir utara Jawa sudah menjadi contoh dampak eksploitasi air tanah, akibatnya beberapa daerah di Pantura “tenggelam” oleh air laut yang lebih tinggi dari tanah selain itu, minimnya daerah resapan air juga mempercepat “tenggelamnya” sebagian Pesisir Pantura. (Andi Gunawan)

Terkait
Pasien miskin yang dipulangkan RSUD Soewondo akhirnya meninggal

Kendal, Wartadesa. - Toha (60),  pasien miskin, pemegang Kartu Indonesia Sehat, warga Rt. 05 Rw. 03 Dusun Wonokerto, Desa Sendangdawung Read more

27 Desa di Pekalongan alami kekeringan

Kajen, Wartadesa. - Sedikitnya 27 Desa di Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah mengalami kekeringan saat musim kemarau. Tersebar di 12 Kecamatan. Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

selengkapnya