close

Lingkungan

Lingkungan

Hutan Perhutani Kandangserang Terbakar, Sisa Bara Api Masih Diwaspadai

berita web(1)

KANDANGSERANG, PEKALONGAN, WARTADESA. — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Perhutani di wilayah Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, sejak Sabtu (19/9/2026) siang.

Berdasarkan hasil pemantauan hingga Minggu (20/9/2026), luas kawasan hutan yang terbakar diperkirakan mencapai 4 hektare. Angka tersebut merupakan akumulasi dari dua lokasi terdampak di RPH Sigugur, yaitu Petak 73C dan Petak 73G.

Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Sabtu sekitar pukul 13.00 WIB di Petak 73G RPH Sigugur, Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang. Cuaca kering dan tiupan angin kencang membuat api cepat merembet. Medan yang terjal juga sempat menyulitkan upaya pemadaman di lapangan.

Waka Perhutani KPH Pekalongan Timur, Toto Suwaranto, mengonfirmasi total luasan area yang terdampak tersebut.

“Kebakaran hutan di lahan Perhutani wilayah Kecamatan Kandangserang terjadi sejak Sabtu siang. Berdasarkan pemantauan, luas lahan yang terbakar secara keseluruhan diperkirakan mencapai 4 hektare,” ujar Toto, Ahad (20/9/2026).

Ia merinci, luasan tersebut terbagi menjadi sekitar 2 hektare di Petak 73C dan 2 hektare di Petak 73G RPH Sigugur.

Penanganan dan Kondisi Terkini

Meskipun kobaran api utama di kedua lokasi telah berhasil dipadamkan, petugas masih menemukan sisa bara api pada tunggak pohon pinus. Untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, penyisiran skala berkala terus dilakukan.

Proses penanganan karhutla ini melibatkan gabungan personel dari:

  • Polres Pekalongan & Polsek Kandangserang

  • Perhutani & Polisi Hutan (Polhut)

  • Pemadam Kebakaran & BPBD Pekalongan

  • PMI Kabupaten Pekalongan

  • Warga masyarakat setempat

Pemadaman dilakukan secara manual pada titik-titik yang terjangkau. Warga sekitar turut membantu dengan peralatan seadanya untuk membuat sekat bakar, membersihkan rumput, serta menyingkirkan dahan kering agar api tidak meluas.

Hingga Minggu, personel gabungan masih disiagakan di area lokasi. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian materiil masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian bersama Perhutani. (Redaksi)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Lingkungan

Darurat Tanah Gerak dan Kekeringan di Kandangserang: Sinergi Lintas Sektor Dorong Aksi Nyata Adaptasi-Mitigasi Perubahan Iklim

berita web

RINGKASAN UTAMA: Kecamatan Kandangserang resmi menjadi lokasi pilot project pertama
diseminasi hasil kajian aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Kabupaten Pekalongan.
Pertemuan strategis yang dihadiri jajaran DPRD Prov. Jawa Tengah, Bapperida, DLHK, BPBD,
akademisi Universitas Diponegoro, hingga para Kepala Desa se-Kecamatan Kandangserang ini
menegaskan komitmen bersama untuk bergeser dari penanganan bencana yang bersifat kuratif
menuju aksi mitigasi dan penataan ruang berbasis konservasi berkelanjutan.

PEKALONGAN, WARTADESA. — Kecamatan Kandangserang kini menjadi sorotan utama dalam penanganan bencana lingkungan di Provinsi Jawa Tengah. Menggabungkan risiko geologis dengan ancaman perubahan iklim, kawasan pegunungan ini menghadapi ancaman ganda berupa tanah gerak, tanah longsor, hingga kekeringan ekstrem.

Menanggapi kondisi tersebut, dilaksanakan kegiatan Peningkatan Kualitas Kebijakan melalui Media Tradisional dan Diseminasi Hasil Kajian Aksi Adaptasi dan Mitigasi Terhadap Dampak Perubahan Iklim serta Rencana Implementasi pada Sabtu (19/9/2026). Acara ini dihadiri oleh jajaran DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bapperida Kabupaten Pekalongan, Dinas Perkim & LH, BPBD, BPDAS Pemali Barat-Jratun, akademisi Universitas Diponegoro, perwakilan LSM/NGO, serta para Kepala Desa dan komunitas lingkungan se-Kecamatan Kandangserang.

1. Potret Kerentanan Wilayah & Estimasi Kerugian Ekonomi

Hasil kajian Komunitas Rakyat (KIR) di 10 desa (Bodas, Gembong, Garungwiyoro, Kandangserang, Klesem, Sukoharjo, Trajumas, Wangkelang, dan Karanggondang) memaparkan kondisi fisik geologi wilayah yang sangat rentan:

  • Geologi & Iklim: Topografi lereng terjal dengan struktur batu lempung dan tanah latosol/vertisol yang mudah jenuh air hujan. Curah hujan sangat tinggi berkisar antara 3.000 hingga 6.000 mm/tahun.

  • 4 Isu Utama Bencana: Tanah gerak, tanah longsor, kekeringan/krisis air bersih saat kemarau, serta penumpukan sampah liar di sungai.

  • Valuasi Kerugian Fantastis: Bencana tanah gerak menelan kerugian bernilai puluhan miliar rupiah[cite: 1].

    • Desa Bodas: Kerugian ditaksir mencapai > Rp34,71 Miliar.

    • Desa Karanggondang: Kerugian ditaksir mencapai Rp22 Miliar.

    • Kerugian terdiri dari kerusakan infrastruktur/SDA (~53-60%) dan dampak ekonomi warga (~40-41%).

2. Jeritan Hati Kepala Desa: Menuntut “Obat” Konkret

Mewakili para Kepala Desa se-Kecamatan Kandangserang, Ibu Jariyah (Kepala Desa Garungwiyoro) menegaskan bahwa hasil kajian dan buku laporan tidak boleh hanya berhenti di atas kertas.

“Ibarat tim medis, peneliti dan pemerintah sudah menganalisis dan mengetahui penyakitnya di Kandangserang. Karena itu, ada kewajiban moral untuk memberikan obatnya yang nyata,” tegas Ibu Jariyah.

Beliau membeberkan bahwa bencana tanah gerak tahun 2023 di Garungwiyoro merusak 41 rumah (10 rumah rata dengan tanah). Namun, proses relokasi warga terhambat oleh aturan administrasi penggunaan tanah kas desa dan regulasi Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD). Selain itu, krisis air bersih melanda selama 4 bulan hingga peternak terpaksa memberi makan sapi menggunakan batang (gedebog) pisang akibat kelangkaan rumput pakan.

3. Komitmen dan Solusi Lintas Sektor

A. DPRD Jawa Tengah & Pendekatan Hulu-Hilir

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Bpk. H. Harun Abdul Hafiz, menyampaikan bahwa kerusakan lingkungan di kawasan hulu Kandangserang berdampak langsung pada bencana rob dan banjir di kawasan hilir seperti Wiradesa dan Pekalongan. Beliau menekankan pergeseran paradigma dari sekadar kuratif menjadi mitigasi proaktif yang memadukan vegetasi dan bangunan sipil teknis (gully plug, sumur resapan).

B. Pemerintah Kabupaten Pekalongan (Bapperida, Perkim LH, BPBD, PMD)

  • Infrastruktur & Anggaran: Bapperida mengalokasikan anggaran perbaikan jalan sebesar Rp2,5 Miliar pada APBD Perubahan 2026 dan memproyeksikan Rp100 Miliar pada APBD 2027.

  • Relokasi & RTLH: Dinas Perkim LH dan Bapperida menginventarisir opsi lahan relokasi aman di luar zona merah bencana serta menyiapkan stimulan RTLH untuk rumah rusak ringan-sedang.

  • Teknologi Air & Destana: BPBD dan Dinas PMD mendorong adopsi teknologi Rainwater Harvesting, Pompa Hydram, serta pengaktifan kembali Desa Tangguh Bencana (Destana).

  • Regulasi Desa: Dinas PMD siap mengawal pembuatan Peraturan Desa (Perdes) Perlindungan Mata Air dan Perdes Tata Ruang Desa berbasis kearifan lokal.

C. Strategi Konservasi DLHK & CDK IV Kehutanan

Kepala DLHK Prov. Jateng (Ibu Rini) memaparkan beberapa inovasi dan solusi praktis:

  1. Agroforestry: Kombinasi pohon naungan dengan tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti Kopi Arabika dan Alpukat.

  2. Rumput Vetiver (Akar Wangi): Penanaman benteng vegetatif penahan erosi tebing dengan kedalaman akar menembus hingga >3 – 5 meter.

  3. Inovasi Gel Pampers Bekas: Pemanfaatan gel diapers bekas yang telah dibersihkan pada lubang tanam untuk mengikat kelembapan air di lahan kering/gambut.

D. Pendekatan Micro-DAS dan Filosofi “MANTAP”

Guru Besar UNDIP sekaligus Ketua Forum DAS Jateng, Prof. Sriyana, menekankan pembentukan kelembagaan pengelola DAS berbasis desa (Micro-DAS) dan menyuarakan gerakan “SOPAN” (Satu Omah Siji Sumur Resapan)[cite: 1]. Beliau merumuskan semangat kerja bersama melalui akronim MANTAP:

  • M: Menjalin kerja sama

  • AN: Antar pihak/pemangku kepentingan

  • T: Terintegrasi

  • A: Allah selalu merestui

  • P: Peduli mewujudkan Kandangserang Lestari

Rencana Aksi Tindak Lanjut (Action Plan)

  1. Penyusunan Rencana Aksi Bersama: Pemetaan titik rawan bencana, lokasi mata air aktif/mati, dan garis waktu eksekusi program

  2. Penyediaan Bibit Konservasi: Penyerahan proposal bantuan bibit tanaman buah dan Fikus/Beringin oleh desa kepada BPDAS dan Dinas Perkim LH

  3. Penguatan Lembaga Desa: Pengalokasian Dana Desa (APBDes) untuk kegiatan mitigasi bencana dan pembentukan Bank Sampah

***

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Lingkungan

Bantu Padamkan Karhutla di RPH Sigugur, Warga Kandangserang Dapat Apresiasi Perhutani

berita web(1)

PEKALONGAN, WARTADESA. — Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur memberikan apresiasi tinggi kepada warga Desa Bojongkoneng dan Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan. Masyarakat setempat dinilai sigap membantu tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan RPH Sigugur pada Sabtu malam (19/9/2026).

Proses pemadaman menghadapi tantangan berat akibat medan yang sulit dan angin kencang. Berbekal peralatan seadanya, puluhan warga bahu-membahu membabat rumput serta membersihkan dahan kering untuk memutus jalur rambatan api. Koordinasi penanganan bahkan digerakkan secara swadaya melalui pengeras suara masjid dan media sosial.

Wakil Kepala Perhutani KPH Pekalongan Timur, Toto Suwaranto, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian warga yang bergerak cepat mencegah api meluas.

“Perhutani KPH Pekalongan Timur mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang pada malam tanggal 19 September telah bahu-membahu membantu memadamkan api sekaligus memotong jalur perambatan api di lokasi kebakaran KPH Sigugur,” ujar Toto melalui pesan WhatsApp, Minggu (20/9/2026).

Toto menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, bukan hanya petugas di lapangan. Ia juga mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta menghindari kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.

Hingga Minggu, ancaman karhutla masih diwaspadai di sejumlah titik. Toto menyebutkan bahwa dirinya masih berada di wilayah Bandar, Kabupaten Batang, untuk mengawal proses penanganan kebakaran hutan yang tengah berlangsung di lokasi tersebut. (Andi Purwandi)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Lingkungan

Suasana Mencekam, Warga Bojongkoneng dan Bubak Berjibaku Potong Jalur Api Karhutla di Kandangserang

berita web(7)

PEKALONGAN, WARTADESA. — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan hutan di Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (19/9/2026). Kobaran api yang diduga dipicu dari wilayah Kecamatan Paninggaran tersebut merambat cepat hingga menciptakan suasana mencekam di pemukiman sekitar.

Api pertama kali terlihat warga sekitar pukul 12.00 WIB. Hembusan angin kencang serta kondisi medan yang terjal membuat api dengan cepat meluas ke kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan Kandangserang.

Menanggapi ancaman tersebut, warga Dukuh Harjosari (Desa Bojongkoneng) dan Desa Bubak bergerak cepat meluncur ke lokasi. Menggunakan pengeras suara masjid untuk menggalang massa, warga berbondong-bondong bergotong royong membakar sekat dan memotong jalur api.

Upaya Pemadaman di Lapangan

  • Penyekatan Jalur Api: Warga membabat rumput, semak, serta dahan kering untuk membuat sekat bakar agar api tidak terus merambat.

  • Sinergi Petugas dan Masyarakat: Warga bahu-membahu bersama personel Perhutani dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang terus berjibaku di lokasi terjal.

  • Peringatan Dini: Panggilan darurat disiarkan via pengeras suara tempat ibadah untuk mengumpulkan bantuan tenaga secara spontan.

Medan yang sangat terjal dan angin yang sering berubah arah menjadi kendala utama tim gabungan dalam menaklukkan si jago merah.

Hingga saat ini, proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan oleh petugas gabungan bersama warga. Masyarakat di sekitar kawasan hutan diimbau untuk tetap siaga dan mematuhi instruksi petugas jika arah angin sewaktu-waktu mendorong api mendekati pemukiman. (Andi Purwandi)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Musim Kemarau Tiba, Bau Menyengat Limbah Cucian Jins Kembali Resahkan Warga Pegaden Tengah Pekalongan

berita web(8)

PEKALONGAN, WARTADESA. — Memasuki musim kemarau, warga Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan kembali diresahkan oleh bau tak sedap yang menyengat dari limbah cair usaha pencucian (washing) jins. Debit air sungai yang menyusut saat kemarau memperparah konsentrasi limbah cair berwarna hitam pekat yang mengalir di saluran irigasi warga.

Berdasarkan foto-foto laporan warga setempat, aliran air yang melewati pemukiman tampak pekat dan mengendap, mengindikasikan tingginya kandungan bahan kimia pencelup dan pembersih kain tanpa proses pengolahan limbah (IPAL) yang memadai.

“Setiap musim kemarau baunya makin parah dan menyengat karena air sungai mengering, jadi limbahnya mengendap di saluran,” ungkap salah satu warga setempat.

Isu Berulang yang Belum Temukan Solusi

Masalah pencemaran limbah washing jins di wilayah Pegaden Tengah dan sekitarnya bukanlah hal baru. Berdasarkan catatan pemberitaan portal media lokal Warta Desa, persoalan pembuangan limbah tekstil dan usaha cucian jins di kawasan Wonopringgo dan sekitarnya telah berulang kali dikeluhkan warga dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa poin utama isu limbah yang sebelumnya mencuat di wilayah tersebut antara lain:

  • Pencemaran Saluran Irigasi: Limbah cair berkimia dibuang langsung ke selokan atau sungai yang melintasi pemukiman dan lahan pertanian warga.

  • Dampak Kesehatan dan Lingkungan: Selain menimbulkan bau busuk berhari-hari, limbah ini berpotensi merusak kualitas tanah pertanian serta mengancam sumber air bersih warga.

  • Pengawasan dan IPAL Komunal: Sebagian besar usaha pencucian jins skala rumah tangga belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar teknis.

Warga Desak Tindakan Nyata Pemerintah

Warga Desa Pegaden Tengah berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pekalongan beserta instansi terkait tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga mengambil langkah konkret dan tegas.

Masyarakat mendesak adanya penertiban terhadap pemilik usaha pencucian jins yang membuang limbah secara sembarangan, serta pemberian solusi jangka panjang seperti pembangunan IPAL komunal agar roda ekonomi usaha lokal tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan warga dan lingkungan. (Redaksi)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Dampak Kemarau Panjang, Warga Wonopringgo ‘Serbu’ Bantuan 5.000 Liter Air Bersih

berita web_20260910_115016_0000

PEKALONGAN, WARTADESA — Musim kemarau panjang kembali memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan. Merespons kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan segera menyalurkan bantuan dropping air bersih di RT 05 Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Pekalongan.

​Sebanyak 5.000 liter air bersih yang disalurkan pada hari ini langsung disambut antusiasme luar biasa dari warga setempat.

​Pengumuman di Musala, Warga Berebut Antre

​Pemerintah desa sebelumnya telah mengumumkan kedatangan armada bantuan air bersih ini melalui pengeras suara di musala setempat, agar warga dapat segera mempersiapkan wadah penampungan.

​Begitu truk tangki tiba dan parkir di halaman musala, lokasi langsung dipadati warga. Dengan gembira, warga—yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu—berbondong-bondong mengantre dengan tertib sembari membawa galon, ember, dan berbagai jenis jeriken untuk mendapatkan air bersih gratis tersebut.

​Dipantau Langsung Pejabat Polres Pekalongan, Polsek, dan Koramil Wonopringgo

​Guna memastikan distribusi air bersih berjalan lancar dan tepat sasaran, kegiatan dropping ini dipantau langsung oleh jajaran kepolisian dan TNI.

​Hadir langsung di lokasi, perwakilan dari Polres Pekalongan yang memantau jalannya penyaluran bantuan. Turut mendampingi, Kapolsek Wonopringgo, Agung Suryanto, serta Danramil 06/Wonopringgo, Kapten Eko Listiyo. Kehadiran mereka memastikan situasi di lapangan tetap kondusif meski warga sangat bersemangat mengantre air.

​Kehadiran aparat tersebut juga untuk membantu mengawasi tata cara pengambilan agar tidak terjadi gesekan antarwarga dan memastikan seluruh warga RT 05 yang membutuhkan mendapatkan giliran.

​Bantuan air bersih ini sangat krusial bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, minum, dan MCK, mengingat sumur-sumur warga telah mengalami kekeringan total akibat kemarau panjang. (Redaksi)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Lingkungan

Cegah Karhutla, Perhutani Bersama TNI-Polri dan BPBD Pekalongan Sosialisasi Larangan Membakar Hutan

berita web(1)

PEKALONGAN, WARTADESA. — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pekalongan terus diperketat. Langkah preventif ini diwujudkan melalui sosialisasi masif dan pemasangan spanduk peringatan keras mengenai larangan membakar hutan dan lahan pada Senin (31/8/2026).

Aksi sinergis ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, meliputi jajaran Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur, Polres Pekalongan, Kodim 0710/Pekalongan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan.

Melalui kegiatan lapangan ini, petugas gabungan turun langsung mengedukasi warga agar tidak melakukan pembakaran, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang sangat rentan memicu pemicuan api.

Pentingnya Peran Masyarakat dan Kesadaran Bersama

Administratur Perhutani KPH Pekalongan Timur, Haris Setiawan, menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan karhutla tidak bisa lepas dari peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena api dapat dengan mudah merambat dan menimbulkan kebakaran yang lebih luas,” ujar Haris.

Selain merusak ekosistem dan mengganggu kualitas lingkungan, tindakan pembakaran hutan dan lahan juga mengancam keselamatan jiwa serta menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan adanya titik api atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran.

Komitmen Lintas Sektor

Jajaran TNI, Polri, Perhutani, dan BPBD menguatkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan sinergi, baik dalam tahap pemantauan, sosialisasi, hingga penanganan jika terjadi titik api di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Melalui upaya kolaboratif ini, diharapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap bahaya karhutla semakin meningkat, sehingga potensi bencana kebakaran dapat ditekan dan diantisipasi sejak dini. (Andi Purwandi)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Lingkungan

Peringati HUT ke-81 RI, Perhutani KPH Pekalongan Timur Bagikan Bibit Pohon Gratis

berita web

PEKALONGAN, WARTADESA. — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur menggelar aksi pembagian bibit pohon secara gratis pada Senin (31/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong penghijauan di wilayah Pekalongan.

Tak berjalan sendiri, Perhutani KPH Pekalongan Timur menggandeng berbagai unsur strategis, mulai dari Polres Pekalongan, Kodim 0710/Pekalongan, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan.

Dorong Kesadaran dan Mitigasi Bencana

Dalam aksi sosial ini, masyarakat menerima berbagai jenis bibit tanaman produktif dan kayu secara cuma-cuma, seperti durian, sengon, dan nangka.

Administratur (Adm) Perhutani KPH Pekalongan Timur, Haris Setiawan, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen nyata Perhutani dalam mengedukasi masyarakat pentingnya menjaga ekosistem.

“Kami berharap bibit yang dibagikan dapat benar-benar dimanfaatkan dan ditanam, sehingga ke depan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat. Menanam pohon hari ini merupakan investasi untuk masa depan,” ujar Haris.

Ia menambahkan bahwa upaya merawat bumi tidak bisa dibebankan pada satu instansi saja. Keterlibatan TNI, Polri, dan BPBD dinilai sangat krusial untuk mengantisipasi potensi bencana alam akibat kerusakan lingkungan.

“Sinergi lintas sektor sangat penting. Dengan bersama-sama melakukan penghijauan, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga ikut mendukung upaya mengurangi risiko bencana seperti erosi dan longsor,” imbuhnya.

“Tanam Hari Ini, Hijaukan Masa Depan”

Berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, kegiatan ini mengusung semangat “Tanam Hari Ini, Hijaukan Masa Depan.” Melalui aksi nyata ini, Perhutani KPH Pekalongan Timur berharap budaya menanam dapat terus berakar kuat di tengah kehidupan masyarakat sehari-hari.

Sebagai penutup, Haris mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar menanam, tetapi juga merawatnya hingga tumbuh subur.

“Mari kita tanam dan rawat bersama. Karena lingkungan yang hijau dan lestari merupakan warisan berharga untuk generasi yang akan datang,” pungkasnya. (Andi Purwandi)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
LingkunganPendidikan

Sinergi UNAIC dan Unsoed Sulap Madu dan TOGA Welahan Wetan Masuk Pasar Digital

berita web(3)

CILACAP, Warta Desa – Upaya mendorong kemandirian ekonomi warga terus dilakukan di Desa Welahan Wetan, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Melalui program Desa Binaan, Universitas Al-Irsyad Cilacap (UNAIC) berkolaborasi dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendampingi warga setempat untuk “menaikkan kelas” potensi lokal berupa lebah madu dan Tanaman Obat Keluarga dalam Pot (TOGA-LAMPOT).

Program pemberdayaan ini menyasar dua kelompok kemitraan utama, yakni Kelompok Ternak Lebah Madu KUBE Banyu Aji (20 anggota) serta ibu-ibu PKK Desa Welahan Wetan (sekitar 30 anggota).

Ketua Tim Pelaksana, apt. Elisa Issusilaningtyas, M.Sc., mengungkapkan bahwa Welahan Wetan memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi selama ini terkendala teknik budidaya tradisional, keterbatasan teknologi, hingga masalah legalitas dan pemasaran.

“Program ini tidak sekadar memberikan bantuan alat, tetapi mendorong masyarakat agar memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan potensi lokal menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan,” terang Elisa.

Sentuhan Teknologi Tepat Guna dan Produk Berdaya Saing

Dalam pelatihan ini, tim akademisi UNAIC–Unsoed membekali warga dengan teknik budidaya modern, mulai dari pemilihan bibit, pemeliharaan, hingga tata cara panen dan pengolahan pascapanen.

Untuk menjaga mutu dan higienitas, diserahkan pula sejumlah peralatan Teknologi Tepat Guna (TTG), seperti:

  • Spinner madu stainless steel

  • Oven pengering simplisia

  • Mesin pemutus/perekat (sealer)

Dari pendampingan ini, warga mulai memproduksi ragam olahan bernilai tambah tinggi, di antaranya madu kemasan premium, teh herbal celup, minuman herbal instan, hingga simplisia kering. Tidak hanya fokus pada olahan, warga juga dibimbing dalam pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP), pencatatan keuangan, branding, hingga pengurusan izin legalitas produk.

Menembus Pasar Digital

Guna memperluas jangkauan penjualan, produk unggulan Welahan Wetan kini diarahkan menembus pasar digital. Warga mendapatkan pelatihan intensif mengenai pemasaran digital melalui platform WhatsApp Business, Instagram, hingga Shopee, lengkap dengan teknik fotografi produk dan materi promosi menarik.

Langkah ini dirancang secara berkelanjutan hingga mengarah pada pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) atau Koperasi Desa. Dosen dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi pun terlibat langsung mendampingi warga di lapangan.

“Yang terpenting adalah tumbuhnya kemampuan masyarakat untuk mengelola usaha secara mandiri, menjaga kualitas produk, dan memperluas pasar,” tambah Elisa.

Apresiasi Dukungan Kemdiktisaintek

Keberhasilan program pemberdayaan masyarakat ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah pusat. Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) atas bantuan pendanaan yang diberikan.

Dengan keterlibatan lintas sektor ini, Desa Welahan Wetan optimistis dapat bertransformasi menjadi Desa Mandiri Berbasis Madu dan TOGA-LAMPOT yang bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Cilacap. (Redaksi)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

selengkapnya
Lingkungan

Masuk Pemukiman Warga di Pagersari, Seekor Trenggiling Berhasil Dilepasliarkan Kembali ke Hutan

template berita foto warta desa(9)

KENDAL, Wartadesa, 18 Agustus 2026 – Seekor trenggiling (Manis javanica) yang sempat masuk ke area pemukiman warga di Dusun Paturen, Desa Pagersari, Kecamatan Patean, Kendal, akhirnya berhasil dievakuasi dan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya pada Senin malam (17/8/2026). Aksi cepat warga setempat dan koordinasi yang baik antarinstansi menjadi kunci keberhasilan penyelamatan satwa yang terancam punah tersebut.

Satwa pemalu tersebut pertama kali ditemukan warga saat berjalan masuk ke kawasan pemukiman pada Senin (17/8/2026). Guna menghindari bahaya maupun potensi stres pada hewan, warga bergegas mengamankannya. Seorang warga setempat yang juga bertugas di Pemadam Kebakaran (Damkar) Unit Sukorejo berinisiatif menyediakan tempat penampungan sementara yang aman.

Laporan penemuan ini segera diteruskan ke petugas Polsek Patean. Pihak kepolisian lantas berkoordinasi dengan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) untuk memeriksa kondisi kesehatan satwa, sekaligus melapor ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.

Berdasarkan rekomendasi BKSDA Jateng, trenggiling disarankan untuk segera dirilis kembali ke habitat terdekat. Relawan pemerhati satwa dari Kecamatan Sukorejo dan Patean bergerak cepat membawa satwa nocturnal tersebut ke kawasan hutan terdekat pada malam hari itu juga demi menjaga insting dan sifat alaminya.

Rokhimin, warga sekaligus petugas Damkar Unit Sukorejo yang terlibat langsung, mengungkapkan rasa syukurnya atas sinergi seluruh pihak.

“Saat melihat trenggiling masuk ke kampung, fokus utama kami adalah memastikan satwa ini aman dan tidak stres. Karena sifatnya yang sensitif, saya langsung siapkan kandang sementara yang kondusif sebelum berkoordinasi dengan pihak berwajib. Alhamdulillah, semua pihak bergerak cepat sehingga malam itu juga si trenggiling bisa langsung ‘pulang’ ke rumah aslinya di hutan,” ujar Rokhimin.

Status Konservasi Trenggiling

Masyarakat perlu memahami bahwa Trenggiling Jawa (Manis javanica) merupakan satwa yang dilindungi ketat oleh hukum karena populasinya yang kian kritis.

Berdasarkan Red List IUCN (International Union for Conservation of Nature), trenggiling berstatus Critically Endangered (Kritis atau satu langkah menuju kepunahan di alam liar). Satwa ini juga masuk dalam kategori Appendix I CITES, yang berarti dilarang total untuk diperdagangkan secara internasional dalam bentuk apa pun.

Ancaman Sanksi Pidana bagi Pelanggar

Pemerintah Indonesia melarang keras segala bentuk pemeliharaan, perburuan, maupun perdagangan satwa dilindungi ini. Berdasarkan regulasi terbaru dalam UU Nomor 32 Tahun 2024 (Perubahan atas UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya):

  • Ancaman Pidana Berat: Setiap orang yang sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memelihara, mengangkut, maupun memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup maupun mati (termasuk sisik dan bagian tubuh lainnya) diancam hukuman pidana penjara hingga 15 tahun serta denda maksimal Rp5 miliar.

  • Penegakan Hukum Tegas: Pengetatan sanksi ini bertujuan untuk memberikan efek jera yang kuat bagi pelaku perburuan liar maupun jaringan perdagangan ilegal bagian tubuh satwa.

Melalui aksi penyelamatan di Desa Pagersari ini, BKSDA Jawa Tengah bersama komunitas relawan berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan trenggiling dari ancaman kepunahan. (Redaksi)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya