close

Lingkungan

BencanaLayanan PublikLingkungan

Bupati desak percepatan pembangunan tanggul melintang atasi rob

rob pekalongan

Tirto, Wartadesa. – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mendesak percepatan pembangunan tanggul melintang sepanjang 8,3 kilometer yang menghubungkan Kota dan Kabupaten Pekalongan untuk menangani banjir rob.

“Kita mendesak  agar pembangunan tanggul melintang sepanjang 8,3 km yang membentang dari Kota hingga kabupaten Pekalongan dapat dipercepat untuk diselesaikan, karena jika cepat jadi akan lebih baik.” tuturnya disela-sela rakor penanganan rob di Semarang, Jum’at (25/05) lalu.

Asip menyebut, untuk penanganan rob jangka pendek, pihaknya telah meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Propinsi Jawa Tengah  untuk meninggikan parapet. “Adapun dalam jangka pendek menengah, kami telah meminta pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Propinsi Jawa Tengah
untuk meninggikan parapet, karena indikasi ada beberapa Parapet yang sudah tidak dapat berfungsi dengan baik,” lanjutnya.

Percepatan pembangunan tanggul melintang penahan rob tersebut, sebelumnya pernah diungkapkan dalam surat terbuka untuk Presiden Jokowi dalam laman Wartadesa.

“Bapak presiden, kota kami sekarang hampir tenggelam, kampung kami sudah 3tahun terendam rob, jalan tol mungkin penting bagi kepentingan nasional, tp penanganan rob yg lebih komperhensif n cepat adalah yg paling / sangat kami butuhkan. Proyek tanggul memang sudah di mulai, tp tidak secepat proyek tol yg anda laksanakan. lebih dari 3 th kampung kami terendam, sabar sabar n sabar itulah yg sering kami dengar di minimnya penanganan musibah ini.” Tulis Andi Triyan.

Hingga saat ini, kondisi banjir rob di wilayah pesisir pantai utara Pekalongan masih merendam ribuan rumah warga. Bupati Pekalongan menetapkan masa tanggap darurat banjir rob dengan menyiapkan penanganan logistik bagi para pengungsi yang saat ini masih mengungsi di beberapa tempat penampungan, seperti TPQ Al Hidayah Karangjompo Kecamatan Tirto, Balaidesa desa terdampak rob  dan gedung Kopindo Wiradesa. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Longsor di Petungkriyono dan Lebakbarang, akses jalan terputus

longsor kasimpar

Petungkriyono, Wartadesa. – Hujan lebat yang mengguyur wilayah atas Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di ruas jalan Kasimpar-Yosorejo Petungkriyono dan jalan Timbangsari Lebakbarang. Akibatnya akses transportasi warga terputus.

“Terjadi longsor di  ruas Jalan Kasimpar-Yosorejo, tepatnya di Blok Jembatan Kali Bisu Kasimpar Petungkriyono,. Longsor terjadi pada hari ini sekitar pukul 14.30 WIB,”  tutur Hadi, warga setempat.

Kondisi longsor di Petungkriyono, Jum’at (25/05)

Lokasi longsor merupakan longsor lama, lanjut Hadi.

Hadi menyebut bahwa material longsor dan batu menutup jalan sehingga akses jalan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Inforamasi dari petugas Polsek Petungkriyono, tanah yang longsor merupakan tebing dengan tinggi kurang lebih 20 meter panjang kurang lebih 15 meter dan lebar kurang lebih 4 meter yang menutupi akses jalan dari Desa Kasimpar (dari arah Kec. Doro) menuju ke Desa Yosorejo dan Kecamatan Petungkriyono.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsor di Petungkriyono. Pihak BPBD juga telah berkoordinasi dengan Muspika agar material longsor segera disingkirkan dan dilakukan pengalihan arus lalu lintas.

“Tidak terdapat kerugian dan korban dalam kejadian tersebut. Untuk saat ini jalan belum bisa dilewati kendaraan roda empat maupun roda dua. Dan lalu lintas kendaraan dialihkan melewati jalan desa (Jalan tembus SMP 1 Perungkriyono). Tambah sumber dari Polsek Petungkriyono.

Saat ini sedang dilakukan pembersihan material tanah longsor sambil menunggu datangnya alat berat.

Longsor di Lebakbarang akibat hujan deras pada Jum’at (25/05). Foto: Budi Rahayu Setiawan

Sementara itu, tanah longsor di Lebakbarang juga terjadi kemarin karena hujan lebat. “Longsor terjadi karena hujan lebat higga menyebabkan ruas jalan Timbangsari tertutup longsor, dan jalan tidak dapat dilalui mobil,” tutur Budi Rahayu.

Pihak Muspika Lebakbarang, Kepaladesa serta DPU Taru Kabupaten Pekalongan langsung melakukan koordinasi untuk penanganan darurat wilayah terdampak longsor. (Eva Abdullah, Budi)

selengkapnya
Hukum & KriminalLayanan PublikLingkungan

Begini pengamanan mediasi warga Wiradesa dengan kontraktor tol

pengamanan

Wiradesa. Wartadesa. – Pengamanan super ketat dilakukan oleh Polres Pekalongan dalam mediasi warga Ketandan Desa Wiradesa Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan dengan pihak kontraktor jalan tol, Kamis (24/05).

Petugas pengaman dilengkapi dengan  membawa berbagai peralatan dalmas yaitu rompi dalmas, tameng, tongkat T, helm dalmas, 3 buah flash ball, 10 buah peluru gas air mata. Pengamanan juga ditambah dengan Unit K9 dalam pertemuan yang digelar pukul 12.00 WIB.

Hasil mediasi membuahkan hasil berupa surat pernyataan yang ditandatangani oleh perwakilan kontraktor tol dan warga.

Surat Pernyataan yang dihasilkan dari mediasi antara warga Wiradesa dengan kontraktor tol. Foto: Edi Sukarwo

Mediasi dihadiri oleh Bupati Pekalongan   Asip Kholbihi,  Kasat Intelkam AKP Gede Ngurah Simatupang, Kasat Sabhara AKP Prisandi Tiar,  kepala Dinas Perhubungan, Lurah Wiradesa, Camat Wiradesa, perwakilan dari pihak SMJ serta perwakilan dari supir truk SMJ.

Seperti diberitkan sebelumnya, warga Desa Babalanlor menggelar aksi demo pada Rabu, (23/04) akibat warga kesal terhadap kontraktor tol yang dianggap tutup mata dampak kerusakan jalan akibat pembangunan jalan tol.

“Kekesalan warga Desa Babalanlor sampai pada puncaknya, karena selama ini pihak SMJ tutup mata, yang mana jalan yang dilalui truk pengangkut tanah rusak parah, (pihak SMJ) terkesan acuh tak acuh.” Ujar Slamet Hadiprayono, salah seorang warga, Rabu (23/05).

Slamet menambahkan, warga menuntut perbaikan jalan secepatnya. Jika hari ini tanggal 23 Mei 2018 tidak ada tindakan  (perbaikan jalan) maka warga Desa Babalanlor tidak sungkan menutup akses truk SMJ. Lanjutnya.

Pada malam harinya, warga Ketandan atau Desa  Wiradesa Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan juga menggelar aksi demo. Sakdullah, warga setempat mengungkapkan bahwa tuntutan warga hanya satu yakni kontraktor tol segera melakukan perbaikan ruas jalan yang rusak akibat pembangunan jalan tol yang telah merenggut banyak korban kecelakaan.

Hingga dinihari tidak ada kata sepakat, warga melanjutkan aksi hingga siang kemarin. Hingga dilakukan mediasi antara warga dengan kontraktor tol kemarin. (Eva Abdullah)

 

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

400 warga Karangjompo masih mengungsi

mengungsi

Tirto, Wartadesa. – Sedikitnya 400 warga Pedukuhan Karangjompo Wetan Desa Karangjompo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan masih berada di pengungsian akibat banjir rob. Mereka menempati lantai dua TPQ Al Hidayah.

“Di Desa Jeruksari ribuan KK tergenang, di Desa Karangjompo Wetan ini 1 RW juga tergenang, ada sekitar 400 orang yang mengungsi di TPQ Al Hidayah, desa setempat karena ada lantai tingkatnya, sehingga aman,”  ujar Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan saat meninjau lokasi banjir rob, Kamis (24/05) kemarin.

Asip menambahkan bahwa banjir rob melanda hampir seluruh wilayah pesisir Pekalongan. “Ini kejadian rob yang terjadi hampir merata di sepanjang wilayah pesisir Pekalongan, semuanya terkena, baik Kota Pekalongan, maupun Kabupaten Pekalongan. Ketinggian airnya membuat warga harus mengungsi,” lanjutnya.

Wilayah Karangjompo Wetan  terendam rob dengan ketinggian lebih dari satu meter. Asip memerintahkan BPBD untuk segera melakukan pengamanan warga, membantu logistik terutama untuk sahur dan berbuka.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, langsung memerintahkan BPBD dan jajaran terkait segera melakukan pengamanan warga, kemudian membantu kebutuhan logistik warga terdampak, agar bisa memenuhi kebutuhan makan sahur dan buka puasa.

“Dalam kondisi seperti ini kita harus melangkah cepat, warga juga harus senantiasa siaga, begitu melihat kondisi kurang aman, air rob tinggi, jangan tunggu waktu langsung menyelematkan iri, mengungsi, dan kami dari Pemkab akan berusaha melakukan yang terbaik,” jelas bupati.

Sementara itu, banjir rob di wilayah Kota Pekalongan, terutama di Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat masih tinggi. Pemkot menyiapkan dapur umum untuk membantu logistik warga terdampak.

Sedikitnya 15 ribu bungkus nasi didistribusikan dapur umum yang telah disediakan Pemkot untuk  para korban terdampak rob.

Dapur umum terbesar yang berada di Gor Jatayu, dapat mendistribusikan makanan ke pengungsi sebanyak 5000 bungkus tiap kali distribusi.

“Dua hari ini kami membuat makanan berupa nasi bungkus untuk para pengungsi, setiap kali mendustribusikan 5.000 nasi bungkus, dan dalam sehari bisa dua kali karena untuk sahur dan berbuka puasa jadi total ada 15 ribu nasi bungkus yang sudah distribusikan,” ujar Amri Cusniaty Kabid Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial dari Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana  Kota Pekalongan. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Wilayah Kota Pekalongan ini diperkirakan macet saat mudik lebaran 2018

macet jalan pantura

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Jelang mudik lebaran 2018 ini, beberapa titik di pantai utara Pekalongan diperkirakan akan mengalami kemacetan. Data dari Dinas Perhubungan Kota Pekalongan, titik rawan kemacetan diperkirakan sepanjang jalan pantai utara.

Jalan Sudirman hingga kawasan jembatan Grogolan menjadi titik rawan macet, demikian disampaikan oleh Restu Hidayat, Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalulintas Dishup Kota Pekalongan, Kamis (24/05).

Kemacetan diperkirakan karena adanya proyek pelebaran jembatan Grogolan serta perbaikan sarana untuk pejalan kaki, lanjut Restu.

Selain jalan Sudirman, kemacetan diperkitakan bakal terjadi di Jalan Gajah Mada, Jalan Pemuda, KHM Mansyur, Jenderal Sudirman hingga jalan Dr. Sutomo.

Restu menghimbau warga pengguna jalan pantura Pekalongan untuk waspada, “Saya mengimbau masyarakat perlu waspada terhadap kepadatan lalu lintas di jalur pantura maupun jalan dalam kota. Arus lalu lintas kendaraan kini juga mulai meningkat,” katanya.

Menurut Restu, pihaknya saat ini tengah memperbaiki kabel sejumlah CCTV yang tersambung dengan monitor di ruang ATCS milik Pemkot yang mengalami putus akibat perbaikan jembatan Grogolan.

Untuk pemantauan arus lalu lintas, penempatan kabel FO digeser dari sebelumnya pada sisi Selatan ke sisi Utara jembatan. (Eva Abdullah, suber: Antara)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Kokam Pemuda Muhammadiyah Wuled bagi bantuan korban rob Karangjompo

kokam bantu warga rob
  • Dua Kecamatan di Kota Pekalongan terendam rob

Tirto, Wartadesa. – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhahammadiyah (Kokam) Pemuda Muhammadiyah Cabang Wuled Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan menggelar bakti sosial dengan membagikan paket bantuan makan sahur kepada warga terdampak rob di Desa Karangjompo Kecamatan Tirto, dinihari tadi. Kamis (24/05).

Heru Gunawan, Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Cabang Wuled yang juga Pimpinan Pemuda Wilayah Jawa Tengah  mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Kokam Pemuda Muhammadiyah Wuled untuk membantu meringankan beban korban banjir rob di Desa Karangjompo.

Bantuan  langsung disalurkan kepada warga terdampak dengan menggunakan Mobil Peduli Umat Pemuda Muhammadiyah Cabang Wuled. Anggota Kokam dengan berjalan kaki, kemudian membagikan paket bantuan tersebut langsung dari pintu ke pintu korban terdampak rob.

Sementara itu, kondisi banjir rob di Kota Pekalongan makin mengkhawatirkan. Dua kecamatan di wilayah tersebut terendam banjir rob. Dua kecamatan tersebut yakni Kecamatan Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat.

Permukiman warga di Kelurahan Panjang Wetan, Kandang Panjang, Panjang Baru, Bandengan, Krapyak, Padukuhan Kraton Kecamatan Pekalongan Utara dan Kelurahan Pasirkratonkramat dan Tirto di Kecamatan Pekalongan Barat terendam air.

Sedikitnya 2.000 warga mengungsi akibat banjir rob tersebut. “Tempat pengungsian dibagi di beberapa titik, ada di Kecamatan Pekalongan Utara, SD Panjang Wetan 3, Citra Garden, Rusunawa Panjang Baru, Gor Jatayu, Stadion Hoegeng, aula kelurahan kandang panjang dan Jalan Patriot,” ujar Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih, Kamis dinihari.

Sri Ruminingsih mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyediakan dapur umum dan logistik di Gor Jetayu, Makam Pahlawan dan Jalan Patriot untuk membantu korban bencana rob.

Saat ini kondisi bantuan yang dibutuhkan oleh warga adalah perlengkapan bayi, air minum dan selimut. Sri Ruminingsih meminta bantuan kepada seluruh pihak yang tergerak untuk membantu Pemkot Pekalongan mengingat dana darurat telah habis digunakan untuk pasar darurat.

“Kami butuh bantuan dari semua pihak, anggaran memang ada sebesar Rp 2 miliar tapi sudah digunakan untuk pasar darurat 1,5 miliar, kemungkinan sisanya masih Rp 300 juta,” pungka Sri Ruminingsih. (Eva Abdullah)

 

selengkapnya
Hukum & KriminalLayanan PublikLingkungan

Hot News: Warga Babalanlor dan Wiradesa gelar demo

demo ketandan

Wiradesa, Wartadesa. – Kekesalan warga Desa Babalanlor sampai pada puncaknya. Warga hari ini, Rabu (23/05) menggelar aksi demo terkait parahnya kondisi jalan yang rusak hingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Siang tadi sekira pukul 11.00 WIB, salah seorang mahasiswa IAIN Pekalongan mengalami kecelakaan setelah menyalip sebuah truk. Kondisi jalan yang berlubang membuat mahasiswa tersebut tertabrak truk.

Kekesalan warga juga dirasakan warga karena mereka menganggap selama ini pihak kontraktor pembangunan tol, PT SMJ terkesan tutup mata. “Kekesalan warga Desa Babalanlor sampai pada puncaknya, karena selama ini pihak SMJ tutup mata, yang mana jalan yang dilalui truk pengangkut tanah rusak parah, (pihak SMJ) terkesan acuh tak acuh.” Ujar Slamet Hadiprayono, salah seorang warga, Rabu (23/05).

Slamet menambahkan, warga menuntut perbaikan jalan secepatnya. Jika hari ini tanggal 23 Mei 2018 tidak ada tindakan  (perbaikan jalan) maka warga Desa Babalanlor tidak sungkan menutup akses truk SMJ. Lanjutnya.

Pantauan di lapangan, hingga malam ini warga Ketandan Desa Wiradesa Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan juga menggelar aksi demo. Sakdullah, warga setempat mengungkapkan bahwa tuntutan warga hanya satu yakni kontraktor tol segera melakukan perbaikan ruas jalan yang rusak akibat pembangunan jalan tol yang telah merenggut banyak korban kecelakaan.

Sementara itu, informasi yang didapatkan oleh Wartadesa, Aktivis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pekalongan akan menggelar aksi demo pada Kamis (24/05).

“Besok akan ada aksi demo terkait jalan tol dari seluruh aktivis FEBI. Demo akan dilakukan sejak pukul 08.00 WIB di Bojong. Titik kumpul di Kampus IAIN Kajen,” pesan singkat dari salah seorang aktivis FEBI, Ayu kepada Wartadesa hari ini. (Eva Abdullah)

 

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Tanggul Karangjompo jebol, rob makin tinggi

tanggul jebol

Tirto, Wartadesa. – Tanggul penahan sungai Bremi di Desa karangjompo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan jebol. Akibatnya air langsung meluap menggenangi rumah warga di sepanjang tujuh kilometer, wilayah yang dilanda banjir rob tersebut.

Jebolnya tanggul penahan sungai tersebut menambah ketinggian banjir rob di wilayah Tirto dan sekitarnya. Menurut warga, tanggul sungai Bremi jebol sudah dua hari lalu, hingga air meluap menggenangi permukiman warga.

“Memang kadang air hampir meluap tapi tak pernah parah seperti ini, sejak dua hari lalu air deras mengalir masuk ke pemukiman,”  tutur Kusrin, salah seorang warga.

Kusrin menambahkan bahwa jebolnya tanggul terjadi di beberapa titik karena tingginya air sungai Bremi hingga menutup jembatan yang sering digunakan aktivitas warga.

Wilayah Karangjompo berbatasan langsung dengan Jeruksari. Jebolnya tanggul jelas berimbas pada wilayah Jeruksari.

Ali Sahbana, warga Jeruksari mengungkapkan bahwa sudah lebih dari dua pekan, wilayah Jeruksari terendam lebih dari satu meter.   “Sudah dua pekan lebih pemukiman terendam, walaupun wilayah kami sering dilanda rob, tapi tidak separah kali ini,” ujarnya.

Hingga saat ini, sedikitnya 200 warga Kramatsari mengungsi. Seperti diberitakan Wartadesa sebelumnya, sedikitnya 2000 warga Jeruksari terendam banjir rob. Banjir rob terparah berada di RW 07 yang menggenangi 350 rumah sejak pukul 17.30 WIB dan akan surut pada pagi hari.

Ketinggian rob paling parah terjadi di RW 7 dengan tinggi lebih dari 1 meter yang dihuni sebanyak 350 rumah. Air pasang itu biasannya datang pada pukul 17.30 dan surut ketika pagi hari. Adanya fenomena pasang surut tersebut membuat petugas siaga bencana sempat mengalami kebingungan lantaran penanganannya tidak langsung selesai sekaligus. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Asip: Tiap industri wajib bikin IPAL

limbah-1

Kajen, Wartadesa. – Setiap pelaku industri wajib memenuhi ijin lingkungan berupa Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKP UKL) dan penyediaan instalasi pengelolaan limbah (IPAL). Demikian disampaikan oleh Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan menjawab pertanyaan anggota dewan terkait persoalan limbah tekstil di Kota Santri dalam rapat paripurna DPRD beberapa waktu lalu.

Menurut Asip Kholbihi, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 107 Tahun 2015 Tentang Izin Usaha Industri dan Ketentuan Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Air Limbah, setiap industri wajib mememenuhi ijin lingkungan berupa UKP UKL dan IPAL.

Rapat paripurna Bupati dengan DPRD Kabupaten Pekalongan membahas arah kebijakan rencana pembangunan industri di Kabupaten Pekalongan tahun 2018-2038 disusun berbasis pada potensi industri unggulan daerah.

Bupati menyebut sedikitnya ada empat jenis industri yang menjadi arah kebijakan rencana pembangunan industri di Kabupaten Pekalongan. Di antaranya pertama industri tekstil dan produk tekstil, kedua industri kerajinan, ketiga industri pengelohan berbasis pertanian dan perkebunan dan keempat industri pengeolahan ikan.

“Tentu tidak hanya empat jenis industri saja, pemerintah tetap mengakomodir industri lain yang potensial dan merupakan potensi daerah,” kata Bupati Asip Kholbihi.

Terkait penanganan limbah di Kabupaten Pekalongan, sebelumnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan meminta agar usaha pencucian jins yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk tidak diterbitkan ijin usahanya. Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi C, Heri Triyono Sabdo dalam audiensi dengan warga Desa Karangsari Kecamatan Bojong di ruang rapat dewan. Senin (23/04).

“Jika belum ada IPAL, jangan dikasih izinnya. Sebelum izin keluar kan ada kajian di lapangan terlebih dahulu,” ujar Heri menjawab tuntutan warga.

Permasalahan limbah di Desa Karangsari Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan merupakan permasalahan lama yang tidak juga terselesaikan.  Bahkan Pemkab telah menganggarkan Rp. 8 miliar untuk pembuatan IPAL Komunal yang kemudian dana tersebut tidak terserap lantaran ditolak oleh warga.

Buruknya kesadaran pengusaha Pekalongan dalam mengelola limbah tekstil, sering dikeluhkan oleh warga. Seperti beberapa kasus di wilayah  Karangsari Bojong, Pegaden Tengah Wonopringgo dan beberapa daerah lain.

Limbah cair tekstil cucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan, J  yang langsung dibuang ke sungai tanpa olah terlebih dahulu, dikeluhkan oleh warga setempat.

Ahad (24/9) sebuah fanspage media lokal Pekalongan mengunggah keluhan warga bernama Achsan Wonopringgo. Dia mengeluhkan sungai di Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo yang tercemar limbah cucian jins. “Pk Asip Kholbihi tlg sungai Desa Pegaden Tengah, Wonopringgo di pantau pak.sudah parah benar.tercemar limbah cucian jeans.mereka lgsung membuang ke sungai tnpa melakukan proses.” Tulis admin fanspage tersebut.

Permasalahan lainnya, keberadaan IPAL Komunal masih belum dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku industri rumahan di Kecamatan Tirto, khususnya Desa Tegaldowo.

Menurut Kabid  Pencegahan dan Pengawasan Lingkungan Dinas Perkim LH Kabupaten Pekalongan, Ir Yarochim, IPAL Komunal di beberapa tempat fungsinya masih kurang dioptimalkan. Seperti di Desa Tegaldowo Tirto.

Menurut Yarochim, hal tersebut dikarenakan kesadaran pengusaha untuk pengolahan limbah masih rendah. Sebenarnya pihak dinas sudah melakukan sosialisasi. Hanya saja masyarakat cenderung berpikir beban produksi akan semakin bertambah dengan adanya IPAL.

Kesadaran warga akan bahaya limbah industri tekstil sebetulnya sudah bagus. Beberapa kali warga melakukan aksi demo menolak ulah pengusaha yang membuang limbah tekstil langsung ke sungai. Diperlukan kesungguhan dari pemerintah setempat untuk menegakkan Peraturan Pemerintah Nomor 107 Tahun 2015 Tentang Izin Usaha Industri dan Ketentuan Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Air Limbah, setiap industri wajib mememenhi ijin lingkungan berupa UKP UKL dan IPAL. (Eva Abdullah, disusun dari berbagai sumber)

 

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Dua ribu rumah warga Jeruksari terendam rob hingga satu meter

rob jeruk sari

Tirto, Wartadesa. – Sedikitnya 2000 rumah warga di Desa Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan terendam air rob hingga satu meter. Banjir rob terparah berada di RW 07 yang menggenangi 350 rumah sejak pukul 17.30 WIB dan akan surut pada pagi hari.

Salah seorang warga setempat, Warkuni mengungkapkan bahwa banjir rob surut, namun datang langi. “Nek surut yo mesti surut..tapi mengko teko meneh.” Tuturnya, Ahad (20/05).

Data dari BMKG memprediksikan bahwa kenaikan air pasang terjadi pada 18 hingga 21 Mei 2018. Sebelumnya pada April lalu, banjir rob juga menggenangi wilayah RW 07 Desa Jeruksari hingga lebih dari satu meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan Bambang Sujatmiko, mengungkapkan bahwa pihaknya mendirikan dua posko darurat beserta logistik dan perahu karet untuk berjaga-jaga.

Dijelaskan, ketinggian rob paling parah terjadi di RW 7 dengan tinggi lebih dari 1 meter yang dihuni sebanyak 350 rumah. Air pasang itu biasannya datang pada pukul 17.30 dan surut ketika pagi hari. Adanya fenomena pasang surut tersebut membuat petugas siaga bencana sempat mengalami kebingungan lantaran penanganannya tidak langsung selesai sekaligus.

‘’Meskipun demikian kami tetap siaga dengan menyediakan dua posko darurat beserta logistik dan perahu karet. Kami juga akan melakukan perbaikan tanggul,’’ tuturnya.

Dengan adanya posko, secara otomatis masyarakat bisa melakukan evakuasi secara mandiri jika sewaktu-waktu air pasang meninggi. ‘’Air pasang ini setiap hari mengalami pasang surut sehingga juga menyulitkan masyarakat beraktivitas utamannya pada bulan Ramadan,’’ tuturnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya