close

Lingkungan

Layanan PublikLingkungan

Musim Kemarau Tiba, Bau Menyengat Limbah Cucian Jins Kembali Resahkan Warga Pegaden Tengah Pekalongan

berita web(8)

PEKALONGAN, WARTADESA. — Memasuki musim kemarau, warga Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan kembali diresahkan oleh bau tak sedap yang menyengat dari limbah cair usaha pencucian (washing) jins. Debit air sungai yang menyusut saat kemarau memperparah konsentrasi limbah cair berwarna hitam pekat yang mengalir di saluran irigasi warga.

Berdasarkan foto-foto laporan warga setempat, aliran air yang melewati pemukiman tampak pekat dan mengendap, mengindikasikan tingginya kandungan bahan kimia pencelup dan pembersih kain tanpa proses pengolahan limbah (IPAL) yang memadai.

“Setiap musim kemarau baunya makin parah dan menyengat karena air sungai mengering, jadi limbahnya mengendap di saluran,” ungkap salah satu warga setempat.

Isu Berulang yang Belum Temukan Solusi

Masalah pencemaran limbah washing jins di wilayah Pegaden Tengah dan sekitarnya bukanlah hal baru. Berdasarkan catatan pemberitaan portal media lokal Warta Desa, persoalan pembuangan limbah tekstil dan usaha cucian jins di kawasan Wonopringgo dan sekitarnya telah berulang kali dikeluhkan warga dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa poin utama isu limbah yang sebelumnya mencuat di wilayah tersebut antara lain:

  • Pencemaran Saluran Irigasi: Limbah cair berkimia dibuang langsung ke selokan atau sungai yang melintasi pemukiman dan lahan pertanian warga.

  • Dampak Kesehatan dan Lingkungan: Selain menimbulkan bau busuk berhari-hari, limbah ini berpotensi merusak kualitas tanah pertanian serta mengancam sumber air bersih warga.

  • Pengawasan dan IPAL Komunal: Sebagian besar usaha pencucian jins skala rumah tangga belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar teknis.

Warga Desak Tindakan Nyata Pemerintah

Warga Desa Pegaden Tengah berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pekalongan beserta instansi terkait tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga mengambil langkah konkret dan tegas.

Masyarakat mendesak adanya penertiban terhadap pemilik usaha pencucian jins yang membuang limbah secara sembarangan, serta pemberian solusi jangka panjang seperti pembangunan IPAL komunal agar roda ekonomi usaha lokal tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan warga dan lingkungan. (Redaksi)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Dampak Kemarau Panjang, Warga Wonopringgo ‘Serbu’ Bantuan 5.000 Liter Air Bersih

berita web_20260910_115016_0000

PEKALONGAN, WARTADESA — Musim kemarau panjang kembali memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan. Merespons kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan segera menyalurkan bantuan dropping air bersih di RT 05 Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Pekalongan.

​Sebanyak 5.000 liter air bersih yang disalurkan pada hari ini langsung disambut antusiasme luar biasa dari warga setempat.

​Pengumuman di Musala, Warga Berebut Antre

​Pemerintah desa sebelumnya telah mengumumkan kedatangan armada bantuan air bersih ini melalui pengeras suara di musala setempat, agar warga dapat segera mempersiapkan wadah penampungan.

​Begitu truk tangki tiba dan parkir di halaman musala, lokasi langsung dipadati warga. Dengan gembira, warga—yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu—berbondong-bondong mengantre dengan tertib sembari membawa galon, ember, dan berbagai jenis jeriken untuk mendapatkan air bersih gratis tersebut.

​Dipantau Langsung Pejabat Polres Pekalongan, Polsek, dan Koramil Wonopringgo

​Guna memastikan distribusi air bersih berjalan lancar dan tepat sasaran, kegiatan dropping ini dipantau langsung oleh jajaran kepolisian dan TNI.

​Hadir langsung di lokasi, perwakilan dari Polres Pekalongan yang memantau jalannya penyaluran bantuan. Turut mendampingi, Kapolsek Wonopringgo, Agung Suryanto, serta Danramil 06/Wonopringgo, Kapten Eko Listiyo. Kehadiran mereka memastikan situasi di lapangan tetap kondusif meski warga sangat bersemangat mengantre air.

​Kehadiran aparat tersebut juga untuk membantu mengawasi tata cara pengambilan agar tidak terjadi gesekan antarwarga dan memastikan seluruh warga RT 05 yang membutuhkan mendapatkan giliran.

​Bantuan air bersih ini sangat krusial bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, minum, dan MCK, mengingat sumur-sumur warga telah mengalami kekeringan total akibat kemarau panjang. (Redaksi)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Lingkungan

Cegah Karhutla, Perhutani Bersama TNI-Polri dan BPBD Pekalongan Sosialisasi Larangan Membakar Hutan

berita web(1)

PEKALONGAN, WARTADESA. — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pekalongan terus diperketat. Langkah preventif ini diwujudkan melalui sosialisasi masif dan pemasangan spanduk peringatan keras mengenai larangan membakar hutan dan lahan pada Senin (31/8/2026).

Aksi sinergis ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, meliputi jajaran Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur, Polres Pekalongan, Kodim 0710/Pekalongan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan.

Melalui kegiatan lapangan ini, petugas gabungan turun langsung mengedukasi warga agar tidak melakukan pembakaran, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang sangat rentan memicu pemicuan api.

Pentingnya Peran Masyarakat dan Kesadaran Bersama

Administratur Perhutani KPH Pekalongan Timur, Haris Setiawan, menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan karhutla tidak bisa lepas dari peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena api dapat dengan mudah merambat dan menimbulkan kebakaran yang lebih luas,” ujar Haris.

Selain merusak ekosistem dan mengganggu kualitas lingkungan, tindakan pembakaran hutan dan lahan juga mengancam keselamatan jiwa serta menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan adanya titik api atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran.

Komitmen Lintas Sektor

Jajaran TNI, Polri, Perhutani, dan BPBD menguatkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan sinergi, baik dalam tahap pemantauan, sosialisasi, hingga penanganan jika terjadi titik api di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Melalui upaya kolaboratif ini, diharapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap bahaya karhutla semakin meningkat, sehingga potensi bencana kebakaran dapat ditekan dan diantisipasi sejak dini. (Andi Purwandi)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Lingkungan

Peringati HUT ke-81 RI, Perhutani KPH Pekalongan Timur Bagikan Bibit Pohon Gratis

berita web

PEKALONGAN, WARTADESA. — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur menggelar aksi pembagian bibit pohon secara gratis pada Senin (31/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong penghijauan di wilayah Pekalongan.

Tak berjalan sendiri, Perhutani KPH Pekalongan Timur menggandeng berbagai unsur strategis, mulai dari Polres Pekalongan, Kodim 0710/Pekalongan, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan.

Dorong Kesadaran dan Mitigasi Bencana

Dalam aksi sosial ini, masyarakat menerima berbagai jenis bibit tanaman produktif dan kayu secara cuma-cuma, seperti durian, sengon, dan nangka.

Administratur (Adm) Perhutani KPH Pekalongan Timur, Haris Setiawan, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen nyata Perhutani dalam mengedukasi masyarakat pentingnya menjaga ekosistem.

“Kami berharap bibit yang dibagikan dapat benar-benar dimanfaatkan dan ditanam, sehingga ke depan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat. Menanam pohon hari ini merupakan investasi untuk masa depan,” ujar Haris.

Ia menambahkan bahwa upaya merawat bumi tidak bisa dibebankan pada satu instansi saja. Keterlibatan TNI, Polri, dan BPBD dinilai sangat krusial untuk mengantisipasi potensi bencana alam akibat kerusakan lingkungan.

“Sinergi lintas sektor sangat penting. Dengan bersama-sama melakukan penghijauan, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga ikut mendukung upaya mengurangi risiko bencana seperti erosi dan longsor,” imbuhnya.

“Tanam Hari Ini, Hijaukan Masa Depan”

Berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, kegiatan ini mengusung semangat “Tanam Hari Ini, Hijaukan Masa Depan.” Melalui aksi nyata ini, Perhutani KPH Pekalongan Timur berharap budaya menanam dapat terus berakar kuat di tengah kehidupan masyarakat sehari-hari.

Sebagai penutup, Haris mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar menanam, tetapi juga merawatnya hingga tumbuh subur.

“Mari kita tanam dan rawat bersama. Karena lingkungan yang hijau dan lestari merupakan warisan berharga untuk generasi yang akan datang,” pungkasnya. (Andi Purwandi)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
LingkunganPendidikan

Sinergi UNAIC dan Unsoed Sulap Madu dan TOGA Welahan Wetan Masuk Pasar Digital

berita web(3)

CILACAP, Warta Desa – Upaya mendorong kemandirian ekonomi warga terus dilakukan di Desa Welahan Wetan, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Melalui program Desa Binaan, Universitas Al-Irsyad Cilacap (UNAIC) berkolaborasi dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendampingi warga setempat untuk “menaikkan kelas” potensi lokal berupa lebah madu dan Tanaman Obat Keluarga dalam Pot (TOGA-LAMPOT).

Program pemberdayaan ini menyasar dua kelompok kemitraan utama, yakni Kelompok Ternak Lebah Madu KUBE Banyu Aji (20 anggota) serta ibu-ibu PKK Desa Welahan Wetan (sekitar 30 anggota).

Ketua Tim Pelaksana, apt. Elisa Issusilaningtyas, M.Sc., mengungkapkan bahwa Welahan Wetan memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi selama ini terkendala teknik budidaya tradisional, keterbatasan teknologi, hingga masalah legalitas dan pemasaran.

“Program ini tidak sekadar memberikan bantuan alat, tetapi mendorong masyarakat agar memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan potensi lokal menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan,” terang Elisa.

Sentuhan Teknologi Tepat Guna dan Produk Berdaya Saing

Dalam pelatihan ini, tim akademisi UNAIC–Unsoed membekali warga dengan teknik budidaya modern, mulai dari pemilihan bibit, pemeliharaan, hingga tata cara panen dan pengolahan pascapanen.

Untuk menjaga mutu dan higienitas, diserahkan pula sejumlah peralatan Teknologi Tepat Guna (TTG), seperti:

  • Spinner madu stainless steel

  • Oven pengering simplisia

  • Mesin pemutus/perekat (sealer)

Dari pendampingan ini, warga mulai memproduksi ragam olahan bernilai tambah tinggi, di antaranya madu kemasan premium, teh herbal celup, minuman herbal instan, hingga simplisia kering. Tidak hanya fokus pada olahan, warga juga dibimbing dalam pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP), pencatatan keuangan, branding, hingga pengurusan izin legalitas produk.

Menembus Pasar Digital

Guna memperluas jangkauan penjualan, produk unggulan Welahan Wetan kini diarahkan menembus pasar digital. Warga mendapatkan pelatihan intensif mengenai pemasaran digital melalui platform WhatsApp Business, Instagram, hingga Shopee, lengkap dengan teknik fotografi produk dan materi promosi menarik.

Langkah ini dirancang secara berkelanjutan hingga mengarah pada pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) atau Koperasi Desa. Dosen dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi pun terlibat langsung mendampingi warga di lapangan.

“Yang terpenting adalah tumbuhnya kemampuan masyarakat untuk mengelola usaha secara mandiri, menjaga kualitas produk, dan memperluas pasar,” tambah Elisa.

Apresiasi Dukungan Kemdiktisaintek

Keberhasilan program pemberdayaan masyarakat ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah pusat. Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) atas bantuan pendanaan yang diberikan.

Dengan keterlibatan lintas sektor ini, Desa Welahan Wetan optimistis dapat bertransformasi menjadi Desa Mandiri Berbasis Madu dan TOGA-LAMPOT yang bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Cilacap. (Redaksi)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

selengkapnya
Lingkungan

Masuk Pemukiman Warga di Pagersari, Seekor Trenggiling Berhasil Dilepasliarkan Kembali ke Hutan

template berita foto warta desa(9)

KENDAL, Wartadesa, 18 Agustus 2026 – Seekor trenggiling (Manis javanica) yang sempat masuk ke area pemukiman warga di Dusun Paturen, Desa Pagersari, Kecamatan Patean, Kendal, akhirnya berhasil dievakuasi dan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya pada Senin malam (17/8/2026). Aksi cepat warga setempat dan koordinasi yang baik antarinstansi menjadi kunci keberhasilan penyelamatan satwa yang terancam punah tersebut.

Satwa pemalu tersebut pertama kali ditemukan warga saat berjalan masuk ke kawasan pemukiman pada Senin (17/8/2026). Guna menghindari bahaya maupun potensi stres pada hewan, warga bergegas mengamankannya. Seorang warga setempat yang juga bertugas di Pemadam Kebakaran (Damkar) Unit Sukorejo berinisiatif menyediakan tempat penampungan sementara yang aman.

Laporan penemuan ini segera diteruskan ke petugas Polsek Patean. Pihak kepolisian lantas berkoordinasi dengan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) untuk memeriksa kondisi kesehatan satwa, sekaligus melapor ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.

Berdasarkan rekomendasi BKSDA Jateng, trenggiling disarankan untuk segera dirilis kembali ke habitat terdekat. Relawan pemerhati satwa dari Kecamatan Sukorejo dan Patean bergerak cepat membawa satwa nocturnal tersebut ke kawasan hutan terdekat pada malam hari itu juga demi menjaga insting dan sifat alaminya.

Rokhimin, warga sekaligus petugas Damkar Unit Sukorejo yang terlibat langsung, mengungkapkan rasa syukurnya atas sinergi seluruh pihak.

“Saat melihat trenggiling masuk ke kampung, fokus utama kami adalah memastikan satwa ini aman dan tidak stres. Karena sifatnya yang sensitif, saya langsung siapkan kandang sementara yang kondusif sebelum berkoordinasi dengan pihak berwajib. Alhamdulillah, semua pihak bergerak cepat sehingga malam itu juga si trenggiling bisa langsung ‘pulang’ ke rumah aslinya di hutan,” ujar Rokhimin.

Status Konservasi Trenggiling

Masyarakat perlu memahami bahwa Trenggiling Jawa (Manis javanica) merupakan satwa yang dilindungi ketat oleh hukum karena populasinya yang kian kritis.

Berdasarkan Red List IUCN (International Union for Conservation of Nature), trenggiling berstatus Critically Endangered (Kritis atau satu langkah menuju kepunahan di alam liar). Satwa ini juga masuk dalam kategori Appendix I CITES, yang berarti dilarang total untuk diperdagangkan secara internasional dalam bentuk apa pun.

Ancaman Sanksi Pidana bagi Pelanggar

Pemerintah Indonesia melarang keras segala bentuk pemeliharaan, perburuan, maupun perdagangan satwa dilindungi ini. Berdasarkan regulasi terbaru dalam UU Nomor 32 Tahun 2024 (Perubahan atas UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya):

  • Ancaman Pidana Berat: Setiap orang yang sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memelihara, mengangkut, maupun memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup maupun mati (termasuk sisik dan bagian tubuh lainnya) diancam hukuman pidana penjara hingga 15 tahun serta denda maksimal Rp5 miliar.

  • Penegakan Hukum Tegas: Pengetatan sanksi ini bertujuan untuk memberikan efek jera yang kuat bagi pelaku perburuan liar maupun jaringan perdagangan ilegal bagian tubuh satwa.

Melalui aksi penyelamatan di Desa Pagersari ini, BKSDA Jawa Tengah bersama komunitas relawan berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan trenggiling dari ancaman kepunahan. (Redaksi)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Lingkungan

Cegah Kebakaran Hutan di Musim Kemarau, Tim Gabungan Gelar Patroli di Kandangserang

template berita foto warta desa(7)

WARTADESA, KANDANGSERANG — Memasuki musim kemarau, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Pekalongan terus ditingkatkan. Sebagai langkah antisipasi, tim patroli gabungan yang terdiri dari personel Perhutani, Polres Pekalongan, dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menggelar patroli pencegahan di sejumlah titik rawan di Kecamatan Kandangserang pada Selasa (11/8/2026).

Patroli intensif ini dilakukan dengan menyisir kawasan hutan di beberapa desa, di antaranya Desa Lambur dan Desa Kutorojo. Langkah nyata ini bertujuan untuk memantau langsung kondisi lapangan sekaligus memetakan area yang berpotensi memicu kebakaran yang dapat meluas selama musim kering.

Sosialisasi dan Edukasi Warga

Tidak sekadar berkeliling melakukan pemantauan visual, tim gabungan juga memanfaatkan momentum ini untuk berdialog dan mengedukasi masyarakat setempat. Petugas secara humanis mengingatkan warga agar ekstra hati-hati dalam menggunakan api, terutama saat melakukan aktivitas sehari-hari seperti membakar sampah atau membuka lahan.

Selain itu, para pengendara dan warga yang beraktivitas di sekitar hutan diimbau keras untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan. Kondisi serasah dan ilalang yang mengering di musim kemarau sangat rentan terakar api. Percikan sekecil apa pun bisa dengan cepat memicu kebakaran hebat, terlebih jika dipicu oleh embusan angin yang kencang.

“Selain patroli, kegiatan ini juga kita gunakan untuk mengajak masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati saat menggunakan api, karena di musim seperti ini kebakaran rawan terjadi,” ungkap Mantri Perhutani, Rifki.

Butuh Sinergi Semua Pihak

Rifki menegaskan bahwa menjaga kelestarian dan keamanan hutan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Upaya pencegahan karhutla akan jauh lebih efektif jika didukung oleh kepedulian masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Warga diharapkan segera melapor ke pihak berwenang atau kepala desa setempat jika melihat adanya kepulan asap, titik api, maupun aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran hutan.

Dengan adanya patroli rutin yang dibarengi dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan potensi karhutla di wilayah Kandangserang dapat ditekan seminimal mungkin sehingga kawasan hutan tetap aman, lestari, dan terjaga. (Andi Purwandi)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Berita DesaLingkungan

Warga Terdampak Pembangunan PLTMH Lambur Tuntut Ganti Rugi, PT Indonesia Power Sepakat Lakukan Pengecekan Lapangan

template berita foto warta desa(8)

KANDANGSERANG, WARTADESA. – Pemerintah Desa Lambur memfasilitasi mediasi antara warga yang terdampak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Lambur dengan pihak PT Indonesia Power pada Rabu (22/7/2026). Pertemuan ini digelar untuk mencari titik terang atas dugaan kerusakan lahan dan tanaman milik warga akibat proyek tersebut.

Mediasi tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Lambur Cahyono, Plt Camat Kandangserang beserta unsur Forkopimcam, Polsek Kandangserang, Koramil Kandangserang, serta perwakilan manajemen PT Indonesia Power.

Warga Keluhkan Kerusakan Lahan dan Kepastian Ganti Rugi

Dalam forum tersebut, sejumlah warga menyampaikan kekecewaan mendalam atas lambatnya kepastian penyelesaian dampak proyek.

  • Wiharto, salah seorang warga, menyayangkan sikap perusahaan yang dinilai belum memberikan langkah pasti.

  • Jono, warga lainnya, mendesak agar lahan dan tanaman yang rusak segera didata dan diganti rugi karena masyarakat sudah cukup lama menunggu.

  • H. Ahsin, tokoh masyarakat setempat, menegaskan pentingnya keadilan bagi warga terdampak.

“Saya kasihan kepada masyarakat yang terdampak dan merasa dirugikan. Kerugian mereka harus segera diselesaikan agar tidak ada pihak yang dirugikan. Keadilan harus ditegakkan dan tidak boleh berlarut-larut,” tegas H. Ahsin.

Kades Lambur Tegaskan Transparansi Dana CSR

Sementara itu, Kepala Desa Lambur, Cahyono, memberikan klarifikasi terkait penggunaan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) di desanya. Ia menegaskan bahwa seluruh dana CSR dialokasikan untuk kegiatan kemasyarakatan secara terbuka—seperti program adat budaya dan santunan anak yatim—bukan untuk kepentingan pribadi.

Setiap pengajuan CSR, lanjutnya, selalu dilakukan melalui proposal resmi yang diketahui pihak pemerintah desa guna menjaga amanah masyarakat.

Tanggapan PT Indonesia Power dan Tanggung Jawab Proyek

Menanggapi tuntutan warga, perwakilan PT Indonesia Power menjelaskan alur tanggung jawab proyek:

  1. Sebelum Februari 2024: Pengelolaan dan tanggung jawab proyek sepenuhnya berada di bawah kontraktor pelaksana, yaitu PT HK.

  2. Setelah Februari 2024: Pengelolaan proyek secara resmi diserahkan dan berada di bawah PT Indonesia Power.

Meskipun secara hukum dampak sebelum tahun 2024 merupakan ranah PT HK, PT Indonesia Power menegaskan tidak akan lepas tangan. Perusahaan berkomitmen memfasilitasi komunikasi ke PT HK, atau mencari opsi alternatif melalui program CSR jika tidak ada tindak lanjut.

Namun, pihak perusahaan memberi catatan bahwa penyelesaian melalui dana CSR memiliki mekanisme tersendiri dan tidak bisa dikategorikan secara langsung sebagai “ganti rugi”.

Solusi dan Langkah Konkrit

Kapolsek Kandangserang, A. Tamerin, dalam kesempatan tersebut mengimbau agar kedua belah pihak terus mengedepankan dialog damai. Ia menekankan pentingnya kejelasan batasan tanggung jawab agar proses penyelesaian berjalan transparan tanpa memicu konflik baru.

Hasil Mediasi: Sebagai langkah nyata, pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa PT Indonesia Power akan segera menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pemetaan dan pemantauan langsung terhadap lokasi-lokasi lahan warga yang terdampak pembangunan PLTMH Lambur. (Andi Purwandi)

Terkait
Soal Dampak Pembangunan PLTMH, Pemdes Lambur Fasilitasi Mediasi Warga Terdampak dan Pihak Terkait

Kandangserang, WartaDesa – Pemerintah Desa (Pemdes) Lambur, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, mengambil langkah nyata untuk mengurai persoalan dampak pembangunan Pembangkit Read more

Asyiknya MPLS SD Muhammadiyah Tangkil Tengah: Belajar Literasi dan Main Game Seru di Perpustakaan UMPP

PEKALONGAN, WARTADESA. – Hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SD Muhammadiyah Tangkil Tengah Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung penuh inspirasi Read more

Warga Lambur Tuntut Ganti Rugi Dampak PLTMH, Sayangkan PT Indonesia Power Absen Audiensi

WartaDesa, Kandangserang – Polemik terkait dampak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Lambur, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Read more

Saling Silang “Borok” Absensi DPRD Kab. Pekalongan: Ketua BK Klaim Disiplin, Anggota Sebut Ada Teguran, Media Ungkap Taktik Akali Aturan

PEKALONGAN, Warta Desa – Aroma tak sedap mengenai kedisiplinan anggota DPRD Kabupaten Pekalongan kian menyengat. Alih-alih memberikan jawaban tunggal yang Read more

selengkapnya
Berita DesaLingkungan

Soal Dampak Pembangunan PLTMH, Pemdes Lambur Fasilitasi Mediasi Warga Terdampak dan Pihak Terkait

template berita foto warta desa(4)

Kandangserang, WartaDesa – Pemerintah Desa (Pemdes) Lambur, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, mengambil langkah nyata untuk mengurai persoalan dampak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Indonesia Power UBP Mrica. Pemdes setempat memfasilitasi kegiatan mediasi dan musyawarah bersama warga terdampak pada Rabu (22/07/2026).

Pertemuan yang digelar di Aula Balai Desa Lambur mulai pukul 13.00 WIB tersebut mengacu pada surat undangan resmi Pemdes Lambur Nomor 005.155/Ds.011/VII/2026 tertanggal 14 Juli 2026.

Agenda ini merupakan tindak lanjut dari Surat Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan Nomor 100.3.2/685 tertanggal 6 Juli 2026, sekaligus tindak lanjut atas audiensi yang sebelumnya telah dilakukan oleh warga terdampak bersama wakil rakyat di Komisi C DPRD.

Cari Solusi dan Jalan Tengah

Melalui musyawarah ini, Pemdes Lambur berupaya menjembatani berbagai aduan dan persoalan yang dialami masyarakat akibat pengerjaan proyek PLTMH tersebut. Pemerintah Desa berharap forum dialog ini menjadi ruang yang produktif untuk mencari solusi yang adil serta menguntungkan semua pihak.

Pihak Pemdes Lambur mengimbau agar seluruh warga yang terundang dapat hadir secara langsung dan tepat waktu. Kehadiran warga secara utuh dinilai sangat penting agar proses penyampaian aspirasi berjalan terbuka, lancar, dan melahirkan kesepakatan yang konkret.

Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi warga terdampak untuk menyuarakan aspirasi, kekhawatiran, serta harapan mereka secara langsung. Dengan adanya dialog terbuka ini, penyelesaian persoalan proyek PLTMH di Desa Lambur diharapkan bisa segera menemukan titik terang. (Andy Purwandy / WartaDesa)

Terkait
Ironis! Lubang Menganga Tanpa Rambu di Depan Kantor DPU Taru Kandangserang Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

KANDANGSERANG, WARTADESA – Sebuah lubang menganga di ruas jalan depan Kantor DPU Taru Kecamatan Kandangserang dikeluhkan oleh warga setempat. Pasalnya, Read more

Ironi Pembangunan Kandangserang: Jalan Rusak dan Longsor Diabaikan, Drainase Depan Rumah Dewan Malah Didahulukan

Kandangserang, Lambur – Jeritan warga Kecamatan Kandangserang yang setiap hari harus bertaruh nyawa melewati jalan rusak dan ancaman longsor tampaknya Read more

Status Masih Tutup, Wisata Sikujang Kandangserang Tetap Ramai Pengunjung dan Minim Pengawasan

KANDANGSERANG, TAJUR, WARTADESA. – Objek wisata Sikujang yang terletak di Desa Tajur, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, hingga saat ini diketahui Read more

Bantu Ringankan Beban Warga, Pemprov Jateng Salurkan Subsidi Pangan di Kandangserang

KANDANGSERANG, WARTA DESA. – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga pokok melalui program penyaluran subsidi Read more

selengkapnya
Lingkungan

Sampah Mengapung di Bawah Jembatan Jagung Kesesi: Ganggu Pemandangan dan Dikonsumsi Warga

template berita foto warta desa_20260617_183512_0000

KAJEN, WARTADESA, 17 JUNI 2026 – Kondisi aliran sungai di bawah Jembatan Jagung, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, kini tengah menjadi sorotan tajam. Tumpukan sampah yang mengapung bebas di kawasan tersebut dinilai merusak pemandangan dan mulai dikeluhkan oleh masyarakat serta pengguna jalan yang melintas. Jika dibiarkan tanpa penanganan cepat, kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu dampak lingkungan yang lebih serius.

​Didominasi Limbah Kayu dari Hulu

​Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, berbagai material sampah tampak mengapung dan tersangkut di beberapa titik tiang jembatan. Aliran sungai tersebut didominasi oleh:

  • ​Potongan kayu berukuran besar.
  • ​Material sisa-sisa kegiatan pembangunan (konstruksi).
  • ​Sampah domestik yang terbawa arus.

​Sampah-sampah ini diduga kuat merupakan limbah dari wilayah hulu sungai yang hanyut dan terbawa arus saat debit air mengalami peningkatan beberapa waktu lalu.

​Sudah Berlangsung Lama dan Belum Dibersihkan

​Menurut penuturan warga setempat, pemandangan kumuh ini bukan hal baru. Tumpukan sampah tersebut diketahui sudah mengendap di lokasi dalam waktu yang cukup lama tanpa adanya tindakan pembersihan secara menyeluruh dari pihak terkait.

​”Sampah itu sudah lama mengapung di sini. Kemungkinan terbawa arus dari atas saat debit air meningkat. Kebanyakan yang terlihat berupa kayu-kayu bekas bangunan,” ujar salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

​Ancaman Banjir dan Luapan Air

​Keberadaan sumbatan sampah ini tidak hanya mengurangi estetika wilayah Kesesi, tetapi juga menyimpan potensi bahaya yang besar. Warga mengkhawatirkan dampak-dampak berikut:

Potensi Dampak

Risiko Lingkungan

Penyumbatan Arus

Menghambat laju air sungai secara drastis, terutama di bawah konstruksi jembatan.

Luapan Sungai

Memicu banjir yang dapat merendam area pemukiman warga sekitar saat debit air naik drastis.

Pencemaran Air

Menurunkan kualitas air sungai akibat material sampah yang membusuk.

Warga Desak Aksi Nyata Pemerintah

​Menyikapi kondisi yang kian memprihatinkan, masyarakat berharap instansi terkait dapat segera turun tangan untuk melakukan normalisasi dan pembersihan sungai secara total. Selain itu, pengawasan terhadap kebersihan sungai di wilayah hulu juga perlu ditingkatkan.

​Di sisi lain, momentum ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dengan tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai. Sinergi dan kepedulian bersama antara pemerintah dan warga adalah kunci utama demi mewujudkan lingkungan Pekalongan yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman banjir. (Andi Purwandi)

 

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya