close

Daerah

Berita dari rekan-rekan pewarta warga suarakomunitas.net

DaerahSosial Budaya

Radio Komunitas jadi corong warga sampaikan kritik dan keluhan

jrka

Aceh, Wartadesa. – Kehadiran radio komunitas (rakom) di Aceh, dirasakan manfaatnya bagi pendengarnya. Ia mampu menjadi corong warga dalam menyampaikan segala keluhan, saran dan kritik warga kepada para pihak. Hal itu terungkap dalam podcast bersama Ketua Jaringan Radio Komunitas Aceh (JRKA) Iskandar, Jum’at (02/03).

Podcast berdurasi 2×30 menit tersebut bercerita tentang peran penting 60 rakom yang tersebar di seluruh Aceh. Menurut Iskandar, rakom di Aceh sudah menjalankan fungsinya serta membawa dampak positif bagi lingkungan komunitasnya.

“Diataranya, radio komunitas pernah berperan aktif untuk mempercepat rehap rekon pada bencana tsunami Aceh-Nias, 2004 lalu.” Tutur Iskandar.

Menurut Iskandar, radio komunitas juga berperan untuk mendorong transparansi akuntabilitas pada program PNPM Mandiri pada thn 2007 hinga akhir program.

“Dan banyak sekali program- program yang sudah dijalankan Rakom, sampai kerjasama program dengan Kanal KPK pada thn 2015 bahkan sampai saat ini Rakom masih memiliki hubungan baik dengan Kanal KPK kata ketua JRKA.” Lanjut Iskandar.

Menurut Iskandar, kehadiran rakom sangat membantu untuk menjadi corong warga dalam menyampaikan segala keluhan, saran dan kritikan kepada pihak-pihak terkait. (Syamsul KM)

Terkait
Kejurda JKI, anggota radio komunitas Kelengan Tanah Karo raih juara

Tanah Karo, Wartadesa. - Emkita Kerina Ginting (14) anggota Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) Radio Komunitas Kekelengan 107.9 MHz Tanah Karo Read more

Tugas Berat Pengurus Rumah Besar Radio Komunitas Indonesia

Oleh: Buono Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) baru saja menggelar Konggres III dengan menghasilakan kepengurusan baru periode 2017-2021. Terpilih secara Read more

Nazar! Bayi pasangan ini diberi nama Dinas Komunikasi Informatika Statistik

Brebes, Wartadesa. - Unik! Lantaran nazar (janji) pasangan Slamet Wahyudi (38) dan Ririn Linda Tunggal Sari (33), warga Dukuhturi, Kecamatan Read more

Nyadran, kini menarik hati kaum milenial

NYADRAN yakni bebesik (membersihkan) makam dan memanjatkan do'a-doa dan selamaetan dengan berbagi makanan, menjelang bulan Ramadan, atau dalam penanggalan Jawa, Ruwah, kini Read more

selengkapnya
DaerahOlahraga

Peringati HUT RI ke-73, turnamen bola volly digelar

volley

Simalungun, Wartadesa. – Menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI yang ke-73, Pemerintahan Nagori (Desa) Naga Dolok, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun kembali untuk kedua kalinya menggelar Turnamen Bola Volly Naga Dolok Cup II yang dimulai Ahad (29/7).

Turnamen yang  diikuti 20 klub tersebut, tujuh diantaranya dari Kabupaten Serdang Bedagai dan memperebutkan piala bergilir serta uang pembinaan total 4.5 juta. Demikian disampaikan ketua panitia, Roberth Sitohang.

Kapolsek Tapian Dolik, AKP Leston Siregar menyampaikan agar klub yang ikut bertanding di Turnamen Bola Volly Naga Dolok II untuk tetap menjungjung tinggi sportifitas dan bermain dengan tertib.

“Mudah-mudahan, turnamen ini menjadi momen  yang membuat kita bangga dengan merebut prestasi tanpa ditandai dengan kebrutalan atau keributan,” kata Siregar saat memberi sambutan.

Sementara itu, Pangulu (Kepala Desa) Naga Dolok, Solly Efendy mengungkapkan bahwa peminat turnamen sangat antusias.  “Cabang olahraga ini cukup banyak peminatnya di daerah ini, karena itulah kami terpanggil untuk menggelar turnamen ini,” ujarnya.

Turnamen Naga Dolok Cup II dibuka langsung oleh Camat Tapian Dolok, Kandance Naiborhu  yang didampingi Kapolsek Serbelawan AKP Leston Siregar  dan Danramil Kapt.Inf. Hamid yang disaksikan masyarakat, terutama dari kalangan generasi muda. (wd-bay)

Terkait
Candra: Setahun kedepan sepakbola tidak maju, saya mundur

Kajen, Wartadesa. - Candra Saputra siap mengundurkan diri dari Ketua Askab PSSI Kabupaten Pekalongan jika dalam setahun kedepan tidak dapat Read more

Candra daftarkan diri calon Ketua Askab PSSI Pekalongan

Kedungwuni, Wartadesa. - Candra Saputra hari ini, Rabu (10/02) mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Askab PSSI Pekalongan. Didampingi oleh pendukungnya, Read more

Laga Amal PDPM Kumpulkan 1,6 Juta

Kedungwuni, Wartadesa. - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Pekalongan, dalam upayanya mengumpulkan dana sosial untuk membantu korban bencana alam Read more

Tanpa hak suara, ini harapan suporter Persekap Pekalongan pada konggres mendatang

Kajen, Wartadesa. - Kongress Assosiasi PSSI Kabupaten Pekalongan (Askab Pekalongan) bakal dihelat pada Pebruari mendatang. Panitia akan membuka pendaftaran calon Read more

selengkapnya
DaerahLayanan Publik

Amran Sinaga prakarsai pembangunan Islamic Centre

amran

Simalungun, Wartadesa. – Wakil Bupati Simalungun,  Amran Sinaga memprakarsai pembangunan Islamic Centre (IC) di Simpang Mayang Perdagangan Kabupaten Simalungun Sumatera Utara. Lahan yang akan dibangun merupakan pembebasan dari Perkebunan PTPN III seluas dua hektar dan diperkirakan menelan biaya Rp. 10 miliar.

Hal tersebut dikatakannya saat memberi kata sambutan pada acara Tepung Tawar dan pemberangkatan jamaah calon haji asal Dolok Batu Nanggar di Masjid Jami’ Serbelawan Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun. Selasa (24/07).

Menurut Amran, pembangunan Islamic Centre tersebut nantinya untuk digunakan sebagai kegiatan-kegiatan islami, termasuk manasik haji.

Anggaran pembangunan IC tersebut berasal dari APBD Simalungun sebesar Rp. 2 miliar. Untuk itu pihaknya menghimbau warga Kabupaten Simalungun untuk membantu pembangunan dengan gerakan seribu rupiah yang akan dikoordinasikan dengan lembaga-lembaga islam termasuk kelompok pengajian.

“Saya optimis dengan pembangunan ini akan selesai pada  tahun 2021 bila kita bisa bekerjasama dan memberi perhatian dengan gerakan donasi kecil, seribu rupiah, namun dengan perkalian ribuan umat muslim se Kabupaten Simalungun,” ujar Amran semangat.  (wd-bay) 

Terkait
Warga sambut baik kegiatan praktik manasik haji SMPN 01 Pekalongan

Pekalongan, Wartadesa. - Tidak kurang 600 peserta praktik manasik haji memadati komplek Islamic Centre Kota Pekalongan, Kompleks Pondok Pesantren Modern Al-Qur'an, Read more

Tak punya Kartu Tani, serapan pupuk subsidi di Batang hanya 11 persen

Batang, Wartadesa. - Serapan pupuk besubsidi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah tergolong rendah, berkisar antara 5 hingga 11 persen. Sementara Read more

Stasiun Pekalongan buka layanan GeNose

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pelayanan pemeriksaan GeNose C19 bagi para penumpang kereta, kini dapat dinikmati di Stasiun Pekalongan mulai 30 Read more

2000 ton beras impor masih ngendon di gudang Bulog Pekalongan

Wiradesa, Wartadesa. - Sebanyak 2000 ton beras  asal Thailand, Vietnam, dan India yang diimpor tahun 2018 masih ngendon di Gudang Bulog Read more

selengkapnya
DaerahHukum & KriminalUncategorized

Rumah Pengedar Uang Palsu Digeledah

IMG-20180105-WA0000-picsay.jpg

       Bojong – Hasil pemeriksaan tersangka pengedar uang palsu warga Desa Getas Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan berbuah manis. 

        Seperti diberitakan sebelumnya, R pelaku pengedar uang palsu tertangkap tangan sedang melakukan aksi mengedarkan uang palsu miliknya di jalan raya Jetaklengkong Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan oleh gabungan personil Polsek Bojong dan wonopringgo Kamis (4/1) selepas maghrib.

        Kapolsek Bojong melalui Kanitintelkam Juli Purwantoro, SH menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan yang dilakukan kami bersama Polsek Wonopringgo  langsung bergerak melakukan penggeledahan dirumah tersangka. “Dari hasil penggeledahan kami dapati 72 lembar uang palsu pecahan 50 ribu dan 100 ribu senilai 5.250.000 milik tersangka”.

      “Pada saat kami lakukan penangkapan dari tangan tersangka kami dapatkan uang pecahan lima puluh ribu sejumlah 4 lembar” lanjut Juli

     Sementara itu menurut tersangka R uang palsu tersebut didapat dari temannya senilai 25 juta dan tersangka sendiri sudah melakukan aksinya lebih dari 50 kali mengedarkan uang palsu tersebut dengan cara dibelanjakan di pedagang-pedagang di wilayah Kecamatan Bojong dan Wonopringgo.

       “Kami harap masyarakat mau melaporkan ke pihak berwajib apabila menjadi korban uang palsu karena penangkapan ini bukan dari laporan korban namun justru kami yang jemput bola menanyakan perihal uang palsu yang saat ini sedang ramai dibicarakan masyarakat”.

      “Dalam kasus ini justru kami yang jemput bola menanyakan satu persatu kepada korban uang palsu padahal yang rugi dan menjadi korban itu kan masyarakat sendiri” pungkas Juli. (D12/JP)

Terkait
Residivis spesialis pembobol rumah kosong dan pengedar upal ditangkap

Kajen, WartaDesa. - Komplotan pembobol rumah kosong yang merupakan penjahat kambuhan (residivis) yang telah beroperasi lima kali berhasil dibekuk jajaran Read more

Sedang transaksi Upal di lapangan Bebekan, pengedar dibekuk

Kedungwuni, Wartadesa. - Akhmad Taufik (51) warga Jalan Brigjend Katamso Kertonegaran Rt. 02/03, Desa Proyonanggan Tengah, Kabupaten Batang dibekuk Tim Read more

Edarkan upal, seorang perempuan diamankan

Kedungwuni, Wartadesa. - Seorang perempuan, Sri Yinawati (47), warga Kedalduwur. Desa Sidorejo Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang harus diamankan pihak berwajib Read more

Pengedar Uang Palsu Berhasil Diringkus

           Bojong - Tua-tua keladi, semakin tua semakin menjadi, ungkapan tersebut patut disematkan kepada perempuan berinisial Read more

selengkapnya
DaerahHukum & Kriminal

Pengedar Uang Palsu Berhasil Diringkus

IMG-20180104-WA0026-picsay.jpg

           Bojong – Tua-tua keladi, semakin tua semakin menjadi, ungkapan tersebut patut disematkan kepada perempuan berinisial R warga Desa Getas Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan.

             Perempuan paruh baya tersebut berhasil di amankan gabungan personil Polsek Bojong dan Polsek Wonopringgo setelah  tertangkap tangan mengedarkan uang palsu (4/1/18).

             Unit Intel Polsek Bojong dan Wonopringgo setelah berkoordinasi dengan unit Reskrim langsung melakukan penyelidikan dan dalam waktu yang tidak terlalu lama identitas pelaku berhasil diketahui.

              Kapolsek Bojong melalui Kanitintelkam Juli Purwantoro, SH menyampaikan “setelah kami ketahui identitas pelaku kami bersama jajaran Polsek Wonopringgo melakukan pengintaian dan saat tersangka akan melaksanakan aksinya dapat kami ringkus”.

             “Tersangka R sudah bisa di pastikan merupakan pelaku pengedar uang palsu di wilayah Bojong dan itu di yakinkan dengan salah satu keterangan pedagang CFC yang menjadi korban yang berdagang di dekat pasar Bojong yang mengiyakan pelakunya sdri R setelah kami perlihatkan foto pelaku” lanjut Juli.

               Masih menurut Juli Sampai saat ini hampir ada sepuluh korban untuk wilayah Kecamatan Bojong yang terjadi dari bulan Desember 2017 sampai dengan sekarang.

                Saat ini pelaku di amankan di Polsek Wonopringgo beserta barang bukti uang palsu sekitar 5 juta guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

                “Di mungkinkan tersangka R tidak melakukan aksinya seorang diri karena menurut keterangan beberapa korban pelaku juga ada yang laki-laki” tutup Juli. (D12/JP)

Terkait
Residivis spesialis pembobol rumah kosong dan pengedar upal ditangkap

Kajen, WartaDesa. - Komplotan pembobol rumah kosong yang merupakan penjahat kambuhan (residivis) yang telah beroperasi lima kali berhasil dibekuk jajaran Read more

Sedang transaksi Upal di lapangan Bebekan, pengedar dibekuk

Kedungwuni, Wartadesa. - Akhmad Taufik (51) warga Jalan Brigjend Katamso Kertonegaran Rt. 02/03, Desa Proyonanggan Tengah, Kabupaten Batang dibekuk Tim Read more

Edarkan upal, seorang perempuan diamankan

Kedungwuni, Wartadesa. - Seorang perempuan, Sri Yinawati (47), warga Kedalduwur. Desa Sidorejo Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang harus diamankan pihak berwajib Read more

Rumah Pengedar Uang Palsu Digeledah

       Bojong - Hasil pemeriksaan tersangka pengedar uang palsu warga Desa Getas Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan berbuah manis.  Read more

selengkapnya
DaerahEducationPendidikan

Guru PAUD merasa dilecehkan oleh Oknum Pengawasnya

IMG-20171218-WA0004-1.jpg

Bojong, Wartadesa. – Etika  dalam berbicara sudah barang tentu sangat penting , jika asal bicara bisa jadi menyingung perasaan yang diajak bicara, dan berpotensi mengangu kenyamanan perasaan orang lain.

Salah satu guru PAUD berinisial ESM,  dilingkungan UPT Dindikbud Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan , beberapa waktu yang lalu merasa dilecehkan perasaan dan kenyamanan  sebagai seorang perempuan atas kata-kata yang dilontarkan oleh  oknum pengawas PAUD berinisial S yang berkantor di UPT Dindikbud Kecamatan Bojong  saat bertugas , Kata-kata yang berbau ajakan dan ” menjurus ” di sesalkan oleh ESM.

” Saya sangat kecewa dan menyesalkan ucapan Pak S yang seperti itu , emang saya di anggap wanita apaan ” Kata ESM.

Oknum pengawas PAUD,  S, ketika di konfirmasi atas kejadian tersbut mengakui adanya hal tersebut. ” Ya saya mengakui memang saya salah dan saya minta maaf, ini akan saya jadikan pengalaman saya kedepanya nanti ” Ucap S.

Sementara Kabid Paudni Dindikbud Kabupaten Pekalongan ketika hendak di konfirmasi, Senin (18/12) tidak ada di ruang kerjanya, menurut staf sedang ada kepentingan diluar kantor. (Eva Abdullah)

Terkait
Longsor hantam PAUD Angrek Wulan Curugmuncar Petungkriyono

Petungrkiyono, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi di Desa Curugmuncar Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan sejak Ahad siang (26/2) menjebabkan talud Read more

Pelatihan dasar tingkatkan kompetensi guru PAUD

Kajen, Warta Desa - Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Pekalongan diberi pelatihan selama tujuh hari.  Pelatihan yang berorientasi pada teknis Read more

Mengejutkan! Sekdes Babalanlor “buka-bukaan” terkait DD Tahun 2019 tahap 3

Kab. Pekalongan, Wartadesa. - Tim yang terdiri dari aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan media, Senin (27/04) lalu, mendatangi Kantor Read more

Main petasan, remaja SMP dilarikan ke rumah sakit

Bojong, Wartadesa. - FP 914) seorang pelajar kelas 2 SMP warga Desa Randumuktiwaren, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan musti dilarikan ke Read more

selengkapnya
DaerahEkonomiJalan-jalanLingkunganOpini Warga

​Proyek Jembatan “Siluman” di Sinangohprendeng di keluhkan warga

received_1196632937140428-picsay1491443133.jpg

    Kajen – Proyek jembatan yang ada di Desa Sinangohprendeng Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan di keluhkan warga dan pengguna jalan, bahkan di mediasosial.

     Proyek “Siluman” (tanpa papan proyek_red) ini, menurut penuturan warga sekitar sudah mulai dikerjakan sejak  beberapa bulan silam namun belum kelar , dari pantauan di lokasi, Selasa (07/11) tak nampak aktifitas pekerja di lokasi proyek. 

       Ketua Lsm Laskar Merah Putih Kabupaten Pekalongan,  Moch Fajari ketika memantau di lokasi mengatakan, proyek tersebut  sarat dengan keluhan warga karena terkesan lamban pengerjaannya. 

      “Saya mendengar keluhan warga kalau proyek jembatan ini di kerjakan sejak beberapa bulan lalu, saya tidak tahu kapan batas akhir pengerjaannya karena tidak ada papan proyek di sekitar jembatan ini” jelasnya.

     “Menurut informasi dari warga, mereka gotong royong untuk membuat jembatan darurat, bahkan jembatan darurat tersebut hanya bisa di lalui pejalan kaki dan sepeda motor saja, sedangkan untuk pengendara roda empat harus melalui jalan lain, tambah lagi kondisi jembatan darurat sudah sangat mengkhawatirkan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan” terang Fajari.

     Masih menurut Fajari, “Saya barharap pemerintah harus tegas menyikapinya, dengan mempertanyakan atau minimal menegur pihak rekanan, atas tanggung jawab pekerjaannya, karena jembatan ini sarana yang sangat vital  bagi masyarakat , untuk jembatan darurat juga harus lebih serius, standart jembatan darurat harus sesuai dengan kelas jalannya.

     Kepala desa Sinangohprendeng, Titi Istiyaningsing saat di temui mengatakan , pihaknya sudah menyampaikan keluhan warganya kepada pihak rekanan.

     “Rencananya Jum’at ini, warga juga akan gotong-rotong memperbaiki jembatan tersebut, saya juga heran  kenapa tidak ada papan proyek di lokasi” tutur Titi.

     Sampai dengan berita ini di turunkan, pihak rekanan belum terkonfirmasi. ( Eva Abdullah )

Terkait
Casmadi menangkan Pilkades antar waktu Pringsurat

Kajen, Wartadesa. - Gelaran pemilihan kepala desa (Pilkades) antar waktu Desa Pringsurat, Kecamatan Kajen, Pekalongan, Ahad (21/03) dimenangkan oleh Casmadi Read more

Warga Bandungan Wetan bunuh diri

Kenali tanda-tandanya dan Cegah Kajen, Wartadesa. - Warga di Bandungan Wetan Rt 08/03, Kelurahan Kajen, Pekalongan digegerkan dengan kejadian bunuh Read more

Ratusan warga Kecamatan Kajen ambil BST di GPU

Kajen, Wartadesa. - Ratusan KPM (keluarga penerima manfaat) BST (Bantuan Sosial Tunai) Kecamatan Kajen, Pekalongan menerima penyaluran bantuan yang digelar Read more

Klaster keluarga capai 20 kasus, warga dihimbau perketat protokol kesehatan

Kajen, WartaDesa. - Warga Kabupaten Pekalongan dihimbau untuk memperketat protokol kesehatan Covid-19 dengan cara 3M, yakni mencuci tangah dengan sabun, Read more

selengkapnya
DaerahEkonomiHiburanJalan-jalanOlahraga

​Jalan Sehat Launching BUMDes Bondan Mandiri

img-20171105-wa0001-picsay637107536.jpg

Wiradesa-wartadesa. Jalan sehat dalam rangka launching BUMDes Bondan Mandiri Desa Bondansari Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan dilaksanakan di halaman Balai Desa setempat (5/11).
Acara yang bertujuan untuk memberikan informasi akan keberadaan BUMDes kepada masyarakat ini dikemas dalam bentuk jalan sehat yang tentunya melibatkan seluruh lapisan masyarakat dari semua kalangan.


Menurut Aklaudin selaku Ketua Panitia menuturkan bahwa acara ini diikuti kurang lebih 1250 peserta “Syukur alhamdulillah masyarakat antusias mengikuti jalan sehat ini”.
“Panitia menyediakan berbagai macam hadiah dari lemari es, kipas angin, dan banyak hadiah lainnya untuk menarik masyarakat” tutur ketua panitia yang juga perangkat desa.
Sementara itu Kepala Desa Bondansari Wa’ut menyampaikan bahwa acara ini sebagai wujud komitmen pemerintah desa dalam mengelola dana desa dalam bentuk BUMDes yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan kami perlu mensosialisasikannya kepada seluruh masyarakat.
Adapun bidang usaha BUMDes Bondan Mandiri adalah Pengelolaan air minum dan peralatan pertanian. “Bidang usaha yang kita jalankan yang langsung mengena dan dibutuhkan oleh masyarakat, besar harapan masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam memajukan usaha desa yang nantinya akan kembali ke masyarakat lagi”. tutup Kepala Desa. (D12)

Terkait
Maling HP dimassa, pesan Polisi: Jangan main hakim sendiri

Tirto, Wartadesa. - Amuk massa terjadi di Pasar Darurat Dadirejo, Kecamatan Tirto, Pekalongan saat seorang berinisial AM (50), warga Kecamatan Read more

Terima pasang togel, dua warga diamankan

Wiradesa, Wartadesa. - Dua warga Wiradesa dan Siwalan, Kabupaten Pekalongan diamankan petugas Polsek Wiradesa lantaran menerima pemasangan judi togel (toto Read more

Curi motor, eh kepergok pemiliknya

Kajen, Wartadesa. - Apes menimpa Faturohman (25), warga Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, saat lagi menuntun motor curiannya, ia Read more

Mudik, Pantura dipadati motor

Pekalongan, Wartadesa. -  Pemudik yang menggunakan motor mendominasi arus mudik di Pekalongan Kota. Hingga Kamis (30/02) malam, tercatat 13.409 pemotor Read more

selengkapnya
DaerahEkonomiHiburanJalan-jalanLingkunganSosial Budaya

​Gunungan Jajan Pasar dari Desa Krandon Ramaikan Bukaaan Bendungan Gembiro

received_1193957557407966-1717852082.jpeg

Kesesi, Wartadesa. –  Gunungan jajan pasar yang dibuat oleh  warga Desa Krandon, Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan di sajikan dalam pesta pembukaan Bendungan Gembiro (01/11) lalu Gunungan jajan pasar (terdiri dari beragam jenis jajan di pasar_red)  tersebut memberi warna tersendiri dalam agenda tahunan yang melegenda  tersebut.

Ketua panitia,  Agus sulistiyo , mengatakan , Gunungan jajan pasar sengaja dibuat warga Desa Krandon. ” Prosesi arak gunungan jajan pasar tersebut  merupakan puncak dari festival bedah Bendungan Gembiro ,Tumpeng Jajan Pasar di berbentuk Gunungan, merupakan kesepakatan warga” Kata Agus.

“Ini  melambangkan harapan hadirnya kesejahteraan bagi masyarakat, berupa kehidupan dinamis yang guyup rukun saling berbagi sumber daya hidup untuk membentuk kehidupan yg tercukupi lahir dan batin bagi seluruh warga masyarakat” imbuhnya.

Andi Yus, salah satu pengunjung dari Kaloran, Kabupaten Temanggung, mengatakan, tahun ini bedah bendungan sangatlah lain dari tahun lalu.

“Tahun ini terasa lebih ramai karena ada festival arak gunungan jajan pasar setinggi 3 meter itu, saya  berharap tahun depan ada lagi , sehingga bisa  lebih banyak menarik minat  wisatawan dari luar daerah yang berkunjung ” terang Andi. (Eva Abdullah)

Terkait
​Gunungan Jajan Pasar dari Desa Krandon Ramaikan Bukaaan Bendungan Gembiro

Kesesi, Wartadesa. -  Gunungan jajan pasar yang dibuat oleh  warga Desa Krandon, Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan di sajikan dalam pesta Read more

Geger Bukaan Pintu Gembiro

Mbuka pintu Gembiro. Tradisi membuka pintu air Gembiro menjadi agenda tahunan yang akan digelar pada Selasa Read more

Sepekan tenggelam, warga Randumuktiwaren ditemukan

Kajen, Wartadesa. - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan bersama instansi terkait menyatakan seorang warga Desa Randumuktiwaren Kecamatan Bojong yang Read more

Polri Cabut Kewenangan Penyidikan di Tingkat Polsek

Termasuk Sejumlah Polsek di Pekalongan Raya  Pekalongan, Wartadesa - Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghapus kewenangan melakukan penyidikan Read more

selengkapnya
DaerahEkonomiHiburanJalan-jalanLingkunganSosial Budaya

​Gunungan Jajan Pasar dari Desa Krandon Ramaikan Bukaaan Bendungan Gembiro

received_1193957557407966-1717852082.jpeg

Kesesi, Wartadesa. –  Gunungan jajan pasar yang dibuat oleh  warga Desa Krandon, Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan di sajikan dalam pesta pembukaan Bendungan Gembiro (01/11) lalu. Gunungan jajan pasar (terdiri dari beragam jenis jajan di pasar_red)  tersebut memberi warna tersendiri dalam agenda tahunan yang melegenda  tersebut.

Ketua panitia,  Agus sulistiyo , mengatakan , Gunungan jajan pasar sengaja dibuat warga Desa Krandon. ” Prosesi arak gunungan jajan pasar tersebut  merupakan puncak dari festival bedah Bendungan Gembiro ,Tumpeng Jajan Pasar di berbentuk Gunungan, merupakan kesepakatan warga” Kata Agus.

” Ini  melambangkan harapan hadirnya kesejahteraan bagi masyarakat, berupa kehidupan dinamis yang guyup rukun saling berbagi sumber daya hidup untuk membentuk kehidupan yang tercukupi lahir dan batin bagi seluruh warga masyarakat” imbuhnya.

Andi Yus, salah satu pengunjung dari Kaloran, Kabupaten Temanggung , mengatakan, tahun ini bedah bendungan sangatlah lain dari tahun lalu.

” Tahun ini terasa lebih ramai karena ada festifal arak gunungan jajan pasar setinggi tiga meter itu, saya  berharap tahun depan ada lagi , sehingga bisa  lebih banyak menarik minat  wisatawan dari luar daerah yang berkunjung,” terang Andi. (Eva Abdullah)

Terkait
​Gunungan Jajan Pasar dari Desa Krandon Ramaikan Bukaaan Bendungan Gembiro

Kesesi, Wartadesa. -  Gunungan jajan pasar yang dibuat oleh  warga Desa Krandon, Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan di sajikan dalam pesta Read more

Geger Bukaan Pintu Gembiro

Mbuka pintu Gembiro. Tradisi membuka pintu air Gembiro menjadi agenda tahunan yang akan digelar pada Selasa Read more

Sepekan tenggelam, warga Randumuktiwaren ditemukan

Kajen, Wartadesa. - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan bersama instansi terkait menyatakan seorang warga Desa Randumuktiwaren Kecamatan Bojong yang Read more

Polri Cabut Kewenangan Penyidikan di Tingkat Polsek

Termasuk Sejumlah Polsek di Pekalongan Raya  Pekalongan, Wartadesa - Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghapus kewenangan melakukan penyidikan Read more

selengkapnya