close

Seni Budaya

Layanan PublikSeni Budaya

Suporter Persekap Tolak Konser Full Satru Dihelat di SWMK

satru1

Kajen, Wartadesa. – Suporter Persekap Pekalongan menolak acara Konser Full Satru yang bakal dihelat di Stadion Widya Manggala Krida (SWMK) Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Ahad, 17 Juli 2022. Gelaran tersebut disinyalir akan merusak rumput yang cukup bagus dan fasilitas lainnya yang saat ini sudah rusak. Hal demikian disampaikan oleh Supranoto yang dihubungi via ponsel, siang ini, Senin (11/07/2022).

“Adanya informasi akan digelarnya Konser Full Satru pada timeline media sosial, menandakan bahwa hingga saat ini fasilitas olahraga belum diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, apalagi acaranya di SWMK yang aktif digunakan warga Kota Santri untuk berolahraga. Bahkan tempat berlangsungnya Liga 3 PSSI, kemarin,” tutur pria yang akrab disapa Sipran ini.

Menurut Sipran, gelaran acara konser pada sarana olahraga menandakan tidak adanya tempat yang representatif bagi acara seni dan budaya di Kota Santri. “Ini menunjukkan ruang berekpresi seni dan budaya warga Pekalongan, masih kurang dan tidak ada tempat yang representatif untuk menggelar acara konser skala besar,” lanjut penggila Persekap ini.

Sipran menambahkan bahwa kekawatiran para suporter laskar Ki Ageng Cempaluk jika konser yang menghadirkan bintang tamu Deny Caknan, Velent Fun dan Evan Loss  tersebut akan merusak rumput SWMK dan fasilitas olahraga lainnya. “Kami menolak jika konser tersebut digelar di SWMK, terus terang kami khawatir akan terjadi kerusakan rumput yang saati ini sudah bagus dan kerusakan fasilitas SWMK lainnya, yang saat ini kondisinya sudah rusak,” tegasnya.

Sipran juga membandingkan dengan Stadion Kridosono Yogyakarta yang sering digunakan buat konser. Menurutnya, stadion tersebut saat ini sudah tidak aktif digunakan untuk bermain sepakbola.

“(Stadion) Kridosono dipakai buat konser karena sudah tidak digunakan untuk bermain sepak bola, terlebih untuk level kompetisi nasional seperti Liga 3. Beda dengan SWMK yang masih menjadi pusat kegiatan olahraga di Kabupaten Pekalongan, terkhusus sepak bola. Jadi, saya harap perizinan penggunaan SWMK untuk konser tidak diberikan, kalaupun sudah kadung diberikan, besar harapan dapat dibatalkan.” Pungkasnya.

Kekhawatiran senada diungkapan Imam Khasani dalam akun media sosialnya. Pria yang akrab disapa Katank Nusantara itu menulis bahwa sangat aneh jika Konser Full Satru dihelat di SWMK.

“… kabar stadion SWMK akan di buat untuk konser musik, hal yang mungkin bagi saya selaku masyarakat pecinta sepakbola lokal ini sangat aneh, karena stadion yang saat ini dengan kualitas rumput yang cukup bagus akan di gunakan untuk koser musik, padahal dalam waktu dekat ini kompetisi LIGA3 JATENG akan segera di gulirkan, tinggal menunggu hasil atau Kongres ASPROV Jateng.” Tulisnya.

Kilas balik gelaran konser di SWMK, masih menurut Katank, pada tahun 2006 lalu, terjadi tragedi yang merenggut korban jiwa, “sedikit kembali dan mengingat sejarah, seingat saya stadion SWMK terkhir di buat untuk konser musik th 2006, artis Ibu Kota dengan menelan korban jiwa 9 (sembilan) orang, tercatat sebagai peristiwa kelam sejarah musik indonesia. Dan SWMK menjadi pemberitaan nasional, tapi bukan karena pretasi olahraga akan-tetapi peristiwa kelam konser musik yang memang seharusnya stadion bola bukan tempat untuk dipergunnakan bagi gelaran musik karena stadion bola WMK kala itu masih sangat minim fasilitas penujang untuk kegiatan-kegiatan semacam itu.” Lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan Dan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Bambang Irianto saat dikonfirmasi Warta Desa menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada ijin yang masuk terkait konser tersebut, “sampai sekarang belum ada pihak-pihak  yang datang/mengajukan ijin penggunaan stadion WMK Kedungwuni.” Ujarnya. (Buono)

 

Terkait
Jamu Persekat Tegal, tuan rumah Persekap unggul

Kedungwuni, Wartadesa. - Tim kebanggan warga Kabupaten Pekalongan (Persekap) menjamu tamunya Persekat Kabupaten Tegal di Stadion Widya Manggala Krida Kedungwuni Read more

Menang atas PSISra, ini alasan mundurnya mantan pelatih Persekap Pekalongan

Kedungwuni, Wartadesa. - Tim kebanggaan warga Kota Santri, Persekap Kabupaten Pekalongan mampu menaklukkan PSISra Sragen. Sukses mengulung PSISra (4-0) kemarin Read more

Ribuan santri dan walisantri meriahkan Panggung Gembira IMBS Miftakhul Ulum Pekajangan

Kedungwuni, Wartadesa. - Ribuan walisantri dan santri Pondok Pesanten International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftakhul Ulum Pekajangan di Desa Ambokembang Read more

Tebarkan syiar Islam, grup hadroh SMA Islam YMI tampil di Kajen

Kajen, Wartadesa. - Grup Hadroh SMA Islam YMI Wonopringgo, Syauqul Mustofa, kembali tampil dalam pembacaan maulid nabi dan solawat pada Read more

selengkapnya
Seni Budaya

Jajaran Birokrasi Kota Santri Dirombak Besar-Besaran

pelantikan

Kajen, Wartadesa. – Kamis dinihari sekira pukul 03.00 WIB, Bupati Pekalongan, Fadia, melantik 478 jajaran birokrasi Kota Santri, mulai dari staf ahli Bupati, asisten, kepala bagian Setda, pejabat di sekretariat dewan, pejabat dinas, camat hingga lurah.

Pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan pimpinan tinggi pratama, adminstrator, dan pengaas di lingkungan Pemkab Pekalongan dilakukan pada Rabu malam (29/12) di Aula Setda Lantai 1. Sedang prosesi pelantikan 478 pejabat birokrasi berlangsung hingga Kamis dinihari. Sementara itu untuk pejabat fungsional, pelantikan dilakukan pada Kamis sore.

Dalam sambutannya, Fadia menyebutkan bahwa pejabat yang dilantik dalam rangka untuk mengisi kekosongan jabatan, pengukuhan kembali, mutasi dan promosi jabatan.

Istri dari Ashraff ini mengungkapkan bahwa perombakan besar-besaran jajaran birokrasinya merupakan tuntutan agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Santri dalam tanggungjawab dan tupoksinya (tugas pokok dan fungsi) bisa “berlari” bersama menuju Pekalongan yang lebih hebat.

Fadia meminta seluruh pejabat yang dilantik mampu mempertanggungjawabkan dan melaksanakan pekerjaanya dengan baik. “Bekerja ikhlas, tanpa mengenal waktu karena melayani publik dan harus berlari bersama,” tuturnya.

Adapun untuk jajaran camat Kabupaten Pekalongan, berikut daftar pengukuhan kembali, mutasi maupun promosi,

1. Tirto : Agus Dwi Nugroho, S.STP
2. Wiradesa : Fuadi Jaman, AP
3. Wonokerto : Drs. Sugino, M.Si
4. Siwalan : Siswanto, S.STP
5. Sragi : Rudi Sulaiman, S.Sos
6. Kesesi : Abdul Qoyum, SH
7. Kajen : Agus Purwanto, S.STP
8. Bojong : Farid Abdul Khakim, S.STP, MM
9. Kandangserang : Drs. Sutanto Hadi, MM
10. Paninggaran : Arif Nugroho, S.STP, MM
11. Petungkriyono : Hadi Surono, S.IP
12. Doro : Alif Nurfiyanto, SIP
13. Talun : Drs. Elyas Setyono
14. Karanganyar : Bambang Dwi Y, S.IP
15. Wonopringgo : Tuti Haryati, S.STP, M.Si
16. Karangdadap : Dra. Siti Arofah
17. Kedungwuni : Ajid Suryo Pratondo, S.STP, M.Si
18. Buaran : Drs. Syamsul Helmi
19. Lebakbarang : Paijal Imron, S.IP.

 

Pewarta dan Editor : Didiek Harahap/Buono 

 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Seni Budaya

Tari Ing Warno, bakal dihelat di Pantai Widuri

tari

Pemalang, Wartadesa. – Dewan Kesenian Daerah (DKD) Pemalang bakal menggelar acara bertajuk Tari ing Warno di parkiran Pantai Widuri Pemalang. Gelaran tersebut dalam rangka memperingati hari tari dunia ke-39, tanggal 29 April mendatang.

Acara berisi pentas seni tari dan lukis untuk mewadahi generasi muda pecinta seni di Kota Ikhlas. “Kegiatan ini dilaksanakan oleh DKD Pemalang khususnya dari komite seni tari dan lukis harapannya acara itu bisa mewadahi generasi muda dalam kegiatan positif,” ujar Ketua DKD Pemalang, Supendi, kemarin.

Perhelatan seni tersebut menurut Supendi dilakukan sebagai salah satu bentuk apresiasi pada kesenian khususnya tari di Pemalang. Selain itu sebagai langkah untuk menumbuhkembangkan tari di Pemalang dan merangsang kreativitas seniman dan penyaji tari di Pemalang agar terus berkreasi.

Supendi menyebut bahwa kegiatan mengusung  judul tari Ing Warno yang  merepresentasikan perjalanan berkesenian baik dari bidang tari maupun kesenian yang lain.

“Komite tari di bawah DKD Pemalang mempersembahkan tari-tarian yang popular dikalangan pelaku seni tari di daerah Pemalang. Konsep kemasan panggung yaitu dengan arena hal itu agar lebih dekat dengan masyarakat dan penonton,” tandas Supendi.

Dia mengatakan, pentas tersebut sebagai salah satu sarana untuk mengingatkan bahwa kesenian di Pemalang masih berjalan.

Tarian yang akan dipersembahkan oleh komite tari yaitu tari-tari popular di Pemalang. Para penari berasal dari salah satu sanggar di Pemalang, tari kontemporer yang berkolaborasi dengan seni lukis. (Eva Abdullah)

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Merawat kesenian Kabupaten Pekalongan

Sragi.wartadesa - Ada yang beda suasana malam minggu di Pujasera (pusat jajan masyatakat) Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Ratusan masyarakat, terdiri Read more

Seni Ndolalak masih diminati warga

Kebumen, - wartadesa. - Samudin, salah warga Desa Petukrejo Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen menyelengarakan hajatan, Jum'at (18/11). Hal yang lumrah Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

selengkapnya
Seni BudayaSosial Budaya

Satu Suro: Nelayan Asemdoyong gelar Sedekah Laut, Bupati Batang arak Tombak Abirawa

sedekah laut

Pemalang, Wartadesa. – Meski ditenah pandemi Korona, nelayan Asemdoyong, KecamatanTaman, Pemalang tetap menggelar ritual Sedekah Laut pada Satu Suro (1 Muharram). Gelaran acara berlangsung meriah dengan tradisi melarung sesaji berupa ambeng laut. Kamis (20/08).

Rusdiapsri, panitia keiatan mengungkapkan bahwa kegiatan yang dihelat tetap memenuhi protokol kesehatan Covid-19. “Kami membatasi jumlah perahu yang membawa sesaji, yakni hanya tiga perahu. Sedang nelayan yang memanggul ambeng hanya 10 orang. Sementara perahu-perahu nelayan yang biasanya ikut mengiringi perahu pembawa ambeng laut diminta untuk tidak ikut berlayar.” Tuturnya.

Sementara, Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo Nuroho mengatakan bahwa pembatasan jumlah penumpang kapal dilakukan untuk menghindari over kapasitas. “Demi keselamatan, mohon jumlah penumpang kapal dibatasi untuk menghindari kelebihan muatan dan insiden, serta mengantisipasi penyebaran covid-19,” pesannya.

Tombak Abirawa Dijamas

Ritual malam Satu Suro di Kabupaten Batang digelar dengan penjamasan Tombak Abirawa. Jamasan pusaka merupakan salah satu cara merawat benda-benda yang memiliki sejarah, termasuk benda berupa senjata leluhur yang memiliki tuah.

Penjamasan digelar terbatas, yakni hanya ahli waris dan beberapa ASN saja, sebut Wihaji, Bupati Batang. Rabu (19/08). “Yang terpenting adalah tetap melestarikan tradisi budaya tahunan,” tutur Bupati Batang, Wihaji usai prosesi penjamasan,” lanjutnya.

Wihaji menyebut bahwa kegiatan tersebut bukan untuk menkultuskan Tombak Abirawa, melainkan untuk ‘nguri-uri’ (melestarikan) budaya. “Jadi kegiatan ini tidak bermaksud untuk mengkultuskan benda-benda pusaka peninggalan para leluhur hanya bagian dari nguri-uri budaya,” ujarnya.

Sebelum dilakukan penjamasan, tombak abirawa beserta puluhan benda pusaka lainnya dikirab mengelilingi halaman pendopo sebanyak tiga kali. “Untuk tombak abirawa ada 8, yang lain benda pusaka yang dijamas terdapat puluhan benda pusaka termasuk dari masyarakat yang menitipkan benda pusakanya,” pungkasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
PendidikanSeni Budaya

Paguyuban Seni Karawitan ‘Hijau Laras’ diluncurkan

asip tanpa masker

Keterangan Foto: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi (tanpa masker) meresmikan peluncuran (launching) Paguyuban Seni Karawitan “Hijau Laras” PGRI Kabupaten Pekalongan, Senin (03/08). Foto: PPID Kabupaten Pekalongan.

Kajen, Wartadesa. – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi meresmikan peluncuran Paguyuban Seni Karawitan “Hijau Laras” yang diinisiasi oleh para guru di wilayah Kecamatan Karanganyar, Senin (03/08). Gelaran acara dihadiri oleh Ketua PGRI  Rejo Herbeno, Kepala Dindikbud Sumarwati, Asisten 1 Setda Toto Budi Mulyanto dan Inpektorat Ali Riza.

Asip dalam sambutannya mengapresiasi penuh terbentuknya paguyuban kesenian Hijau Laras,  menurutnya paguyuban ini bisa menjadi ikon dari PGRI Kabupaten Pekalongan pada aspek pelestarian budaya. ‘’Ini paguyuban seni Ijo Laras itu luar biasa semua dari guru-guru Karanganyar. Saya sangat mengapresasi, dan mudah-mudahan ini menjadi ikon kita. Karena ini merupakan titik tolak kita untuk cinta terhadap budaya,’’ ujarnya.

Menurut pejabat publik yang bakal melaju dalam kontestasi Pemilukada Kabupaten Pekalongan ini, paguyuban Hijau Laras merupakan inisiasi para guru untuk menggairahkan semangat belajar siswa-siswi ditengah pandemi Covid-19.

‘’Monggo bapak ibu guru yang punya cara yang bisa menyentuh hati anak didik kita supaya tetap semangat belajar dengan kondisi apapun. Dan saya harap tetap dikontrol anak didiknya, supaya peran guru masih melekat pada siswa-siswi,’’ jelasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan Rejo Herbeno mengatakan bahwa Paguyuban Hijau Laras ini merupakan inisiasi dari PGRI Kabupaten Pekalongan cabang Karanganyar yang dipimpin langsung oleh ketua cabangnya.

‘’Atas nama PGRI Kabupaten Pekalongan dan seluruh guru saya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang selalu membantu dan memberikan dorongan kepada kita dalam menjalankan program,’’ ujar Rejo. (Eva Abdullah)

Terkait

[caption id="attachment_1326" align="alignnone" width="800"] Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

IPNU IPPNU Wonokerto bentengi diri dengan Densus Aswaja

PAC IPPNU Wonokerto menggelar kegiatan Densus Aswaja di Masjid Hidayatullah, desa Semut (15/10). Foto Wahidatul Maghfiroh/wartadesa Read more

selengkapnya
Seni Budaya

Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur

entertain

Batang, Wartadesa. – Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur! Demikian disampaikan oleh penggiat seni hiburan Kabupaten Batang usai audiensi dengan Bupati Batang. Senin (15/06).

Audiensi digelar lantaran para pekerja seni hiburan di Kabupaten Batang selama tiga bulan masa pandemi Korona ini nir-penghasilan.

Menurut Ketua Batang entertainment bersatu, Sutarno, seluruh pekerja kesenian dan entertainment, seperti penyewaan sound system, rias manten, seni tradisional dan orkes dangdut, selam tiga bulan mereka tidak mendapat penghasilan. Mengingat selama pandemi Covid-19, seluruh pentas atau pertunjukan dan juga hajatqn dilarang.

Diperbolehkannya kembali para pekerja seni ini untuk manggung kembali disyukuri oleh insan seni Alas Roban. “Alhamdulillah bupati mendukung keinginan dan harapan kami untuk kembali pentas, dan juga ikut diajak merumuskan masalah teknis dalam penerapan protokol kesehata,” kata Sutarno.

Bupati Batang, Wihaji mengatakan bahwa pihaknya memperbolehkan orkes dan hajatan manten digelar mulai pekan depan. “Dari pertemuan tadi, kita sudah sepakat minggu depan orkes dan hajatan manten boleh kembali digelar, tetapi dengan syarat protokol kesehatanya harus tetap dijalankan,” jelasnya.

Wihaji mengaku bahwa pada Rabu depan (17/06) akan dibahas teknis protokol kesehatan hajatan dan pentas hiburan, agar tidak ada temuan klaster baru virus Korona. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

 

Kegiatan seni budaya dalam hajatan boleh digelar di Pemalang

Terkait
Sepi job dibulan Suro, musisi dangdut gelar latihan bareng

Kedungwuni, Warta Desa - Warga desa Tangkilkulon Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan Sabtu malam (15/10) tiba-tiba disuguhi hiburan musik dangdut. Musisi Read more

Pentas dangdut di Silirejo Tirto diwarnai bentrok, tiga orang babak belur

Tirto, Wartadesa. - Pentas musik dangdut, Caesar Musik di Desa Silirejo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan berujung ricuh. Bentro warga sesama Read more

Komunitas pecinta dangdut gelar buka bersama, santuni anak yatim

Doro, wartadesa. - Ratusan pecinta musik dangdut wilayah Pantura dari Batang, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan menggelar buka bersama bertajuk Read more

Ribuan santri dan walisantri meriahkan Panggung Gembira IMBS Miftakhul Ulum Pekajangan

Kedungwuni, Wartadesa. - Ribuan walisantri dan santri Pondok Pesanten International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftakhul Ulum Pekajangan di Desa Ambokembang Read more

selengkapnya
BencanaSeni Budaya

Korsleting, dua rumah di Wales Blado ludes terbakar

kebakaran wales

Batang, Wartadesa.- Berita duka menimpa Sari’ah (80) dan Siti Fatimah (47), ibu dan anak warga Dukuh Wales, Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Batang. Senin pagi sekitar pukul 08.30 WIB dua rumah milik satu keluarga di Rt 02 Rw 06 tersebut, luluh lantak akibat dilalap si jago merah.

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting arus listrik, mengingat dua pemilik rumah hari ini, Senin, sedang menjalani puasa sunah. “Dugaan penyebab kebakaran karena konsleting listrik mas (korsleting), karena pada hari Senin pemilik rumahnya sedang puasa sunah … otomatis masaknya sore hari. Jadi bukan dari tungku dapur penyebabnya,” tutur warga setempat. Nasuha saat dihubungi Wartadesa, Senin (15/06).

Menurut warga, api pertama diketahui saat ada kepulan asap pada atap rumah, warga kemudian langsung berteriak ada kebakaran. Pemilik rumah pun lansung keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Warga yang berdatangan kemudian berusaha memadamkan api dengan peralatan manual. Namun karena material rumah yang mudah terbakar, api merembet ke rumah milik Fatimah, anak korban.

Api semakin menggila akibat terpaan angin. Dua rumah tersebut luluh-lantak.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Kerugian material diduga mencapai puluhan juta rupiah.

Terpisah, kebakaran juga menimpa gudang rongsok milik Abdul Khodir, warga Desa Cemplik Rt 05/04, Pelutan, Kabupaten Pemalang. Ahad (14/06) tengah malam.

Penyebab kebakaran adalah sambaran api dari sampah yang dibakar dan melalap gudang rongsok tersebut.

Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Sapol PP Kabupaten Pemalang bersama warga memadamkan api yang membakar gudang tersebut.

Kerugian material dari kebakaran gudang rongsok sedang dihitung. (Eva Abdullah)

Terkait
Kebakaran di Binagriya hanguskan rumah

Pekalongan Barat, Wartadesa. -Rumah Rofi yang berada di Jalan Pesona Raya No. 510-511 komplek perumahan Bina Griya, Pekalongan Barat, hangus Read more

Korban kebakaran di Doro butuh bantuan

Doro, Wartadesa. - Kebakaran menyebabkan rumah Cashuri, warga Dukuh Sinutug Rt 03 Rw 02 Desa Pungangan Kecamatan Doro ludes dilalap si Read more

[Breaking News] Pabrik gondo H Kurni, Jenggot V terbakar

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kebakaran kembali menghanguskan pabrik gondo (malam) milik H. Kurniadi di Kelurahan Jenggot Gang V, Kecamatan Pekalongan Selatan. Read more

Kompor sambar pertamax, satu rumah ludes dilalap api

Pemalang, Wartadesa. - Rumah Waridin (60_ warga desa Surajaya Rt 01/06 Pemalang ludes dilalap api akibat keteledoran. Kejadian yang menimpanya Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSeni Budaya

Kegiatan seni budaya dalam hajatan boleh digelar di Pemalang

demo seni

Pemalang, Wartadesa. – Warga Pemalang sudah diperbolehkan menggelar acara seni budaya dalam resepsi maupun hajatan. Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Penanggulangan Percepatan Covid-19 Pemalang Tutuko Raharjo, Senin (15/06).

Menurut Tutuko dalam pelaksanaan hajatan, pihak menanggung jawab maupun yang punya hajat mesti mengatur di pintu masuk agar tamu undangan mengantre di luar dan tidak berdesak-desakan. “Penanggungjawab mesti mengatur agar tamu undangan antre, itu tatanan normal baru,” jelasnya.

Sebelumnya, Kamis (11/06) para pelaku seni dan hiburan di Pemalang menggelar aksi demo, agar mereka diperbolehkan menggelar acara pentas seni. Permohonan mereka kemudian diluluskan oleh Bupati Pemalang dengan menandatangani Perbub Nomor 28/2020 tentang pelaksanaan new normal.

“Saya baru saja menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) nomor 28/2020 tentang bagaimana yang harus dilaksanakan dalam kehidupan baru new normal,”kata Bupati. Perbup lanjutnya nanti akan disusul dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati.

Junaedi menambahkan, para seniman  boleh manggung dengan catatan mematuhi protokol kesehatan. Pada saat digelar panggung kesenian lanjut Bupati penontonnya hanya diperbolehkan 50% dari kapasitas gedung pertunjukkan. Panggung-panggung kata dia akan diawasi oleh TNI dan Polri, dan menjaga jarak minimal satu meter antar penonton.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian, Andi Rustono meminta agar para seniman diberikan ruang untuk membantu mensosialisasikan dan ikut mengedukasi Covid-19 dari panggung-ke panggung kepada warga.

Menurut Andi, para seniman meminta ruang aktivitas berkreasi baik dalam ruangan maupun diluar ruangan,  diberi izin kegiatan budaya, adat dan kesenian dan jadikan alat kesenian di pendapa Kabupaten sebagai sarana berkesenian aktif dan terarah,” lanjut Andi. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

Bupati Pemalang perbolehkan pentas seni

Terkait
Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia

Bekasi, Wartadesa. – Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia (PMGI) yang berdiri pada tahun 2016 yang lalu, menyelenggarakan Gathering dan Silaturrahim perdana Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Sejumlah orang tua tolak vaksinasi Rubella

Pekalongan Kota, Wartadesa. -  Setidaknya 15 orang tua siswa di beberapa SD di wilayah Kota Pekalongan menolak anaknya diimunisasi Measles Read more

Kasus HIV/AIDS di Kota Santri capai 40

Kajen, Wartadesa. - Kasus HIV/AIDS di Kota Santri sejak Januari hingga Juni 2017, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Komisi Penanggulangan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSeni Budaya

Bupati Pemalang perbolehkan pentas seni

demo seni

Pemalang, Wartadesa. – Para pelaku seni di Kabupaten Pemalang patut bergembira. Pasalnya orang nomor satu di Kota Ikhlas tersebut memperbolehkan seniman menggelar panggung kreatifitas memasuki masa adaptasi kelaziman baru (new normal). Demikian disampaikan oleh Junaedi, Bupati Pemalang saat menemui peserta demo di Pendapa Kabupaten Pemalang, Kamis (11/06).

Dalam video demonstrasi unggahan Muhammad Reza Fahlevi Djunaedi di kanal Youtube diatas terlihat massa dari Pasukan Sound System berorasi di Pendopo dan disambut oleh Bupati, Ketua DPRD Pemalang, Agus Sukotco.

“Saya baru saja menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) nomor 28/2020 tentang bagaimana yang harus dilaksanakan dalam kehidupan baru new normal,”kata Bupati. Perbup lanjutnya nanti akan disusul dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati.

Junaedi menambahkan, para seniman  boleh manggung dengan catatan mematuhi protokol kesehatan. Pada saat digelar panggung kesenian lanjut Bupati penontonnya hanya diperbolehkan 50% dari kapasitas gedung pertunjukkan. Panggung-panggung kata dia akan diawasi oleh TNI dan Polri, dan menjaga jarak minimal satu meter antar penonton.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian, Andi Rustono meminta agar para seniman diberikan ruang untuk membantu mensosialisasikan dan ikut mengedukasi Covid-19 dari panggung-ke panggung kepada warga.

Menurut Andi, para seniman meminta ruang aktivitas berkreasi baik dalam ruangan maupun diluar ruangan,  diberi izin kegiatan budaya, adat dan kesenian dan jadikan alat kesenian di pendapa Kabupaten sebagai sarana berkesenian aktif dan terarah,” lanjut Andi. (Eva Abdullah)

Terkait
Ratusan massa SPN gelar demo hari ini

Pekalongan Kota, Wartadesa - Empat ratus massa dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota dan Kabupaten Pekalongan, Senin (17/10)  menggelar demo Read more

Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Jalan rusak, warga Pegandon demo

Warga Desa Pegandon menutut perbaikan jalan yang rusak akibat proyek jalan tol Pemalang-Batang, Senin (31/10). Foto: Tribratanewskajen Karangdadap, Wartadesa. - Read more

Kesal dampak pembangunan tol, warga blokir jalan

Sragi, Wartadesa. - Kesal akibat dampak pembangunan tol Pemalang - Batang, malam tadi, Jum'at (18/11) sekitar sekitar pukul 22.00 wib, Read more

selengkapnya
Seni BudayaSosial Budaya

New Normal, tamu undangan hajatan dibatasi 20 orang bergilir

sukarso

Batang, Wartadesa. – Pandemi Korona berdampak bagi pelaku seni hiburan. Pembatasan sosial (sosial/physical distancing) membuat para pekerja seni hiburan praktis tidak ada pemasukan.

Wacana kelaziman baru (New Normal) yang bakal diterapkan di Indonesia saat ini ditindaklanjuti Pemkab Batang dengan merumuskan konsep “menggelar pernikahan” dalam era new normal saat pandemi Covid-19. Benarkah bisa menolong pelaku seni hiburan?

“Gara – gara tidak boleh ada hajatan pernikahan, para seniman musik tidak laku. Maka rencana rumusan konsep kita boleh hajatan maksimal dihadiri 20 orang, Secara bergantian dan jeda waktunya serta protokol kesehatan harus jelas,” kata Wihaji, Bupati Batang belum lama ini.

Konsep tersebut, masih menurut Wihaji masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. “Ini masih rumusan konsep tatanan kehidupan baru atau new normal dalam beraktifitas saat pandemi covid-19. sambil menunggu petunujuk pemerintah pusat,” katanya.

Sukarso, pelaku seni hiburan yang berprofesi sebagai emsi berpendapat bahwa konsep pembatasan tamu undangan hajatan hanya 20 orang secara bergiliran tidak akan efektif saat hiburan digelar. Saat hiburan digelar, selain tamu undangan, pasti akan ada kerumunan warga diluar tamu undangan yang datang untuk “menonton” dan menikmati hiburan yang dihelat saibul hajat.

Menurut Sukarto, pelaku hiburan seni lebih memilih aturan baku dari pemerintah pusat bahwa segala aktivitas warga diperbolehkan semua. “Menanggapi konsep kelaziman baru terkait seni hiburan saat hajatan, ojo grusa-grusu, tungg sampai aturan dari pemerintah (pusat) memperbolehkan semua (aktivitas), kalau masih ada batasan, apa artinya hiburan,” tuturnya Ahad (31/05).

Sementara itu, Purwono Aji, pemilik Lintang Production menganggap bahwa pelaksanaan kelaziman baru bagi “pekerja seni” adalah mereka–para pelaku  seni hiburan– mendapatkan job normal–pekerjaan seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Kalau saya bicara sebagai pekerja seni, tentang pembatasan tamu undangan pada saat pemberlakuan new normal, sebetulnya enggak masalah karena sebetulnya yang jadi masalah dalam tanda petik “PEKERJA SENI” itu kan karena mata pencaharian selama pandemi ini benar-benar mati dan nyaris enggak ada pendapatan, maka yang diharapkan tentunya mendapatkan job normal dan pendapatannya yang selama ini diharapkan itu pulih sediakala sekalipun harus diperlakukannya protokol kesehatan, artinya saya tegaskan, bahwa kami para pekerja seni karena kebanyakan mata pencahariannya dengan mengais rezeki melalui pentas dan akan mendapatkan imbalan sesuai harapan itu bisa benar-benar terwujud, tidak peduli, ada yang nonton atau tidak, yang penting ada job dan ada pendapatan, clear….” Ujarnya.

Namun, menurut Purwono, konsep pembatasan saat kelaziman baru, membuat kepuasan para pekerja seni berkurang. “Lain bicara sebagai insan seni atau Jiwa Seni, yang tolok ukurnya lebih kepada penyaluran hobby yang pada akhirnya merupakan kepuasan tersendiri bisa tampil bagus dihadapan penonton, apalagi penonton begitu membludak dan membanjiri konser, artinya semakin banyak pengunjung bisa dikatakan pasti bahwa konser kita berhasil dan bisa memikat penonton,” lanjutnya.

Pembatasan “penonton” menurut Purwono Aji akan mengurangi ruh dari digelarnya seni pertunjukan tersebut. “Jadi lebih ke arah kepuasan diri dibanding imbalan yang diterima, nah kalau cuman 20 orang, ya mending ikuti cara saya yang selama ini menghibur penonton melalui streaming, toh kita bisa tampil untuk bisa menghibur penonton, pungkasnya. (Eva Abdullah)

Terkait:

Bagaimana pelaku seni dangdut Kota Santri bertahan ditengah pandemi Covid-19?

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya