close

Seni Budaya

Seni BudayaSosial Budaya

Satu Suro: Nelayan Asemdoyong gelar Sedekah Laut, Bupati Batang arak Tombak Abirawa

sedekah laut

Pemalang, Wartadesa. – Meski ditenah pandemi Korona, nelayan Asemdoyong, KecamatanTaman, Pemalang tetap menggelar ritual Sedekah Laut pada Satu Suro (1 Muharram). Gelaran acara berlangsung meriah dengan tradisi melarung sesaji berupa ambeng laut. Kamis (20/08).

Rusdiapsri, panitia keiatan mengungkapkan bahwa kegiatan yang dihelat tetap memenuhi protokol kesehatan Covid-19. “Kami membatasi jumlah perahu yang membawa sesaji, yakni hanya tiga perahu. Sedang nelayan yang memanggul ambeng hanya 10 orang. Sementara perahu-perahu nelayan yang biasanya ikut mengiringi perahu pembawa ambeng laut diminta untuk tidak ikut berlayar.” Tuturnya.

Sementara, Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo Nuroho mengatakan bahwa pembatasan jumlah penumpang kapal dilakukan untuk menghindari over kapasitas. “Demi keselamatan, mohon jumlah penumpang kapal dibatasi untuk menghindari kelebihan muatan dan insiden, serta mengantisipasi penyebaran covid-19,” pesannya.

Tombak Abirawa Dijamas

Ritual malam Satu Suro di Kabupaten Batang digelar dengan penjamasan Tombak Abirawa. Jamasan pusaka merupakan salah satu cara merawat benda-benda yang memiliki sejarah, termasuk benda berupa senjata leluhur yang memiliki tuah.

Penjamasan digelar terbatas, yakni hanya ahli waris dan beberapa ASN saja, sebut Wihaji, Bupati Batang. Rabu (19/08). “Yang terpenting adalah tetap melestarikan tradisi budaya tahunan,” tutur Bupati Batang, Wihaji usai prosesi penjamasan,” lanjutnya.

Wihaji menyebut bahwa kegiatan tersebut bukan untuk menkultuskan Tombak Abirawa, melainkan untuk ‘nguri-uri’ (melestarikan) budaya. “Jadi kegiatan ini tidak bermaksud untuk mengkultuskan benda-benda pusaka peninggalan para leluhur hanya bagian dari nguri-uri budaya,” ujarnya.

Sebelum dilakukan penjamasan, tombak abirawa beserta puluhan benda pusaka lainnya dikirab mengelilingi halaman pendopo sebanyak tiga kali. “Untuk tombak abirawa ada 8, yang lain benda pusaka yang dijamas terdapat puluhan benda pusaka termasuk dari masyarakat yang menitipkan benda pusakanya,” pungkasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Baritan, prosesi larung sesaji laut di Asemdoyong tiap satu Suro

Pemalang, Wartadesa. - Tradisi Baritan, larung sesaji di TPI Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang digelar tiap tanggal 1 Suro atau Read more

Gudang reyeng terbakar, kerugian capai ratusan juta rupiah

Kajen, WartaDesa. - Kebakaran yang meluluhlantakkan gudang reyeng (anyaman bambu untuk tempat ikan) milik DL (54), Kepala Desa Kutorojo, Kajen, Read more

Warga Genting Gunung Prau tolak pemanfaatan mata air yang tidak kantongi PKS

Kendal, WartaDesa. - Warga Desa Genting Gunung, di lereng Gunung Prau, Sukorejo, Kendal menolak pemanfaatan mata air di wilayah Gunung Read more

Hiburan boleh digelar pada siang hari dengan pembatasan

Pemalang, WartaDesa. - Pemkab Pemalang akhirnya memperbolehkan digelarnya kegiatan sosial budaya, seni pertunjukan dalam bidang keagamaan maupun hajatan, dengan membatasi Read more

selengkapnya
PendidikanSeni Budaya

Paguyuban Seni Karawitan ‘Hijau Laras’ diluncurkan

asip tanpa masker

Keterangan Foto: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi (tanpa masker) meresmikan peluncuran (launching) Paguyuban Seni Karawitan “Hijau Laras” PGRI Kabupaten Pekalongan, Senin (03/08). Foto: PPID Kabupaten Pekalongan.

Kajen, Wartadesa. – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi meresmikan peluncuran Paguyuban Seni Karawitan “Hijau Laras” yang diinisiasi oleh para guru di wilayah Kecamatan Karanganyar, Senin (03/08). Gelaran acara dihadiri oleh Ketua PGRI  Rejo Herbeno, Kepala Dindikbud Sumarwati, Asisten 1 Setda Toto Budi Mulyanto dan Inpektorat Ali Riza.

Asip dalam sambutannya mengapresiasi penuh terbentuknya paguyuban kesenian Hijau Laras,  menurutnya paguyuban ini bisa menjadi ikon dari PGRI Kabupaten Pekalongan pada aspek pelestarian budaya. ‘’Ini paguyuban seni Ijo Laras itu luar biasa semua dari guru-guru Karanganyar. Saya sangat mengapresasi, dan mudah-mudahan ini menjadi ikon kita. Karena ini merupakan titik tolak kita untuk cinta terhadap budaya,’’ ujarnya.

Menurut pejabat publik yang bakal melaju dalam kontestasi Pemilukada Kabupaten Pekalongan ini, paguyuban Hijau Laras merupakan inisiasi para guru untuk menggairahkan semangat belajar siswa-siswi ditengah pandemi Covid-19.

‘’Monggo bapak ibu guru yang punya cara yang bisa menyentuh hati anak didik kita supaya tetap semangat belajar dengan kondisi apapun. Dan saya harap tetap dikontrol anak didiknya, supaya peran guru masih melekat pada siswa-siswi,’’ jelasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan Rejo Herbeno mengatakan bahwa Paguyuban Hijau Laras ini merupakan inisiasi dari PGRI Kabupaten Pekalongan cabang Karanganyar yang dipimpin langsung oleh ketua cabangnya.

‘’Atas nama PGRI Kabupaten Pekalongan dan seluruh guru saya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang selalu membantu dan memberikan dorongan kepada kita dalam menjalankan program,’’ ujar Rejo. (Eva Abdullah)

Terkait
Perwakilan warga gelar audiensi terkait gedung isolasi Covid-19

Pemalang, Wartadesa. - Perwakilan warga mendatangi posko Covid-19, di pendopo Kabupaten Pemalang, mereka meminta peninjauan kembali, gedung PGRI Mulyoharjo Pemalang Read more

Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur

Batang, Wartadesa. - Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur! Demikian disampaikan oleh penggiat seni hiburan Kabupaten Batang usai audiensi Read more

Korsleting, dua rumah di Wales Blado ludes terbakar

Batang, Wartadesa.- Berita duka menimpa Sari'ah (80) dan Siti Fatimah (47), ibu dan anak warga Dukuh Wales, Desa Wonobodro, Kecamatan Read more

Kegiatan seni budaya dalam hajatan boleh digelar di Pemalang

Pemalang, Wartadesa. - Warga Pemalang sudah diperbolehkan menggelar acara seni budaya dalam resepsi maupun hajatan. Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Read more

selengkapnya
Seni Budaya

Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur

entertain

Batang, Wartadesa. – Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur! Demikian disampaikan oleh penggiat seni hiburan Kabupaten Batang usai audiensi dengan Bupati Batang. Senin (15/06).

Audiensi digelar lantaran para pekerja seni hiburan di Kabupaten Batang selama tiga bulan masa pandemi Korona ini nir-penghasilan.

Menurut Ketua Batang entertainment bersatu, Sutarno, seluruh pekerja kesenian dan entertainment, seperti penyewaan sound system, rias manten, seni tradisional dan orkes dangdut, selam tiga bulan mereka tidak mendapat penghasilan. Mengingat selama pandemi Covid-19, seluruh pentas atau pertunjukan dan juga hajatqn dilarang.

Diperbolehkannya kembali para pekerja seni ini untuk manggung kembali disyukuri oleh insan seni Alas Roban. “Alhamdulillah bupati mendukung keinginan dan harapan kami untuk kembali pentas, dan juga ikut diajak merumuskan masalah teknis dalam penerapan protokol kesehata,” kata Sutarno.

Bupati Batang, Wihaji mengatakan bahwa pihaknya memperbolehkan orkes dan hajatan manten digelar mulai pekan depan. “Dari pertemuan tadi, kita sudah sepakat minggu depan orkes dan hajatan manten boleh kembali digelar, tetapi dengan syarat protokol kesehatanya harus tetap dijalankan,” jelasnya.

Wihaji mengaku bahwa pada Rabu depan (17/06) akan dibahas teknis protokol kesehatan hajatan dan pentas hiburan, agar tidak ada temuan klaster baru virus Korona. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

 

Kegiatan seni budaya dalam hajatan boleh digelar di Pemalang

Terkait
Kegiatan seni budaya dalam hajatan boleh digelar di Pemalang

Pemalang, Wartadesa. - Warga Pemalang sudah diperbolehkan menggelar acara seni budaya dalam resepsi maupun hajatan. Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Read more

Bagaimana pelaku seni dangdut Kota Santri bertahan ditengah pandemi Covid-19?

Dampak pandemi virus Korona (Covid-19) sudah dirasakan oleh pelaku seni dangdut di Kota Santri sejak Maret 2020. Tepatnya 4 Maret Read more

Paradise Pekalongan mendadak tilik bocah penderita sindrom nefrotik

Karanganyar, Wartadesa. - Paguyuban Artis dan Insan Seni (Paradise) Kabupaten Pekalongan yang terdiri dari musisi, artis, MC dan pekerja kesenian Read more

Komunitas pecinta dangdut gelar buka bersama, santuni anak yatim

Doro, wartadesa. - Ratusan pecinta musik dangdut wilayah Pantura dari Batang, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan menggelar buka bersama bertajuk Read more

selengkapnya
BencanaSeni Budaya

Korsleting, dua rumah di Wales Blado ludes terbakar

kebakaran wales

Batang, Wartadesa.- Berita duka menimpa Sari’ah (80) dan Siti Fatimah (47), ibu dan anak warga Dukuh Wales, Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Batang. Senin pagi sekitar pukul 08.30 WIB dua rumah milik satu keluarga di Rt 02 Rw 06 tersebut, luluh lantak akibat dilalap si jago merah.

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting arus listrik, mengingat dua pemilik rumah hari ini, Senin, sedang menjalani puasa sunah. “Dugaan penyebab kebakaran karena konsleting listrik mas (korsleting), karena pada hari Senin pemilik rumahnya sedang puasa sunah … otomatis masaknya sore hari. Jadi bukan dari tungku dapur penyebabnya,” tutur warga setempat. Nasuha saat dihubungi Wartadesa, Senin (15/06).

Menurut warga, api pertama diketahui saat ada kepulan asap pada atap rumah, warga kemudian langsung berteriak ada kebakaran. Pemilik rumah pun lansung keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Warga yang berdatangan kemudian berusaha memadamkan api dengan peralatan manual. Namun karena material rumah yang mudah terbakar, api merembet ke rumah milik Fatimah, anak korban.

Api semakin menggila akibat terpaan angin. Dua rumah tersebut luluh-lantak.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Kerugian material diduga mencapai puluhan juta rupiah.

Terpisah, kebakaran juga menimpa gudang rongsok milik Abdul Khodir, warga Desa Cemplik Rt 05/04, Pelutan, Kabupaten Pemalang. Ahad (14/06) tengah malam.

Penyebab kebakaran adalah sambaran api dari sampah yang dibakar dan melalap gudang rongsok tersebut.

Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Sapol PP Kabupaten Pemalang bersama warga memadamkan api yang membakar gudang tersebut.

Kerugian material dari kebakaran gudang rongsok sedang dihitung. (Eva Abdullah)

Terkait
Korsleting, rumah di Bondansari terbakar

Wiradesa, WartaDesa. - Terjadi kebakaran di Dukuh Kebonan RT 03/01, Desa Bondansari, Wiradesa, Pekalongan, Jawa Tengah, Jum'at pagi sekitar pukul Read more

Dugaan sementara kebakaran TPA Bojonglarang akibat ledakan gas metana

Kajen, WartaDesa. - Penyebab kebakaran hebat di Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Sampah Bojonglarang, Linggoasri, Kajen, Pekalongan pada Senin (14/09) sore hingga Read more

Listrik padam, lilin sambar rumah

Kesesi, Wartadesa. - Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB sebuah rumah milik AY (42) warga Dukuh Kedugblakan, Desa Sukorejo, Kesesi, Read more

Korsleting, rumah Ratini ludes dilalap api

Batang, Wartadesa. - Api melalap habis rumah milik Ratini (55) yang tinggal di Dukuh Kemadang RT 07/02, Desa Keteleng, Blado, Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSeni Budaya

Kegiatan seni budaya dalam hajatan boleh digelar di Pemalang

demo seni

Pemalang, Wartadesa. – Warga Pemalang sudah diperbolehkan menggelar acara seni budaya dalam resepsi maupun hajatan. Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Penanggulangan Percepatan Covid-19 Pemalang Tutuko Raharjo, Senin (15/06).

Menurut Tutuko dalam pelaksanaan hajatan, pihak menanggung jawab maupun yang punya hajat mesti mengatur di pintu masuk agar tamu undangan mengantre di luar dan tidak berdesak-desakan. “Penanggungjawab mesti mengatur agar tamu undangan antre, itu tatanan normal baru,” jelasnya.

Sebelumnya, Kamis (11/06) para pelaku seni dan hiburan di Pemalang menggelar aksi demo, agar mereka diperbolehkan menggelar acara pentas seni. Permohonan mereka kemudian diluluskan oleh Bupati Pemalang dengan menandatangani Perbub Nomor 28/2020 tentang pelaksanaan new normal.

“Saya baru saja menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) nomor 28/2020 tentang bagaimana yang harus dilaksanakan dalam kehidupan baru new normal,”kata Bupati. Perbup lanjutnya nanti akan disusul dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati.

Junaedi menambahkan, para seniman  boleh manggung dengan catatan mematuhi protokol kesehatan. Pada saat digelar panggung kesenian lanjut Bupati penontonnya hanya diperbolehkan 50% dari kapasitas gedung pertunjukkan. Panggung-panggung kata dia akan diawasi oleh TNI dan Polri, dan menjaga jarak minimal satu meter antar penonton.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian, Andi Rustono meminta agar para seniman diberikan ruang untuk membantu mensosialisasikan dan ikut mengedukasi Covid-19 dari panggung-ke panggung kepada warga.

Menurut Andi, para seniman meminta ruang aktivitas berkreasi baik dalam ruangan maupun diluar ruangan,  diberi izin kegiatan budaya, adat dan kesenian dan jadikan alat kesenian di pendapa Kabupaten sebagai sarana berkesenian aktif dan terarah,” lanjut Andi. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

Bupati Pemalang perbolehkan pentas seni

Terkait
Habis santap hidangan hajatan, ratusan orang keracunan

Pemalang, Wartadesa. - 112 orang harus menjalani rawat jalan, dan 11 orang harus menjalani perawatan di dua rumah sakit akibat Read more

Korsleting, dua rumah di Wales Blado ludes terbakar

Batang, Wartadesa.- Berita duka menimpa Sari'ah (80) dan Siti Fatimah (47), ibu dan anak warga Dukuh Wales, Desa Wonobodro, Kecamatan Read more

Bupati Pemalang perbolehkan pentas seni

Pemalang, Wartadesa. - Para pelaku seni di Kabupaten Pemalang patut bergembira. Pasalnya orang nomor satu di Kota Ikhlas tersebut memperbolehkan Read more

New Normal, tamu undangan hajatan dibatasi 20 orang bergilir

Batang, Wartadesa. - Pandemi Korona berdampak bagi pelaku seni hiburan. Pembatasan sosial (sosial/physical distancing) membuat para pekerja seni hiburan praktis Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSeni Budaya

Bupati Pemalang perbolehkan pentas seni

demo seni

Pemalang, Wartadesa. – Para pelaku seni di Kabupaten Pemalang patut bergembira. Pasalnya orang nomor satu di Kota Ikhlas tersebut memperbolehkan seniman menggelar panggung kreatifitas memasuki masa adaptasi kelaziman baru (new normal). Demikian disampaikan oleh Junaedi, Bupati Pemalang saat menemui peserta demo di Pendapa Kabupaten Pemalang, Kamis (11/06).

Dalam video demonstrasi unggahan Muhammad Reza Fahlevi Djunaedi di kanal Youtube diatas terlihat massa dari Pasukan Sound System berorasi di Pendopo dan disambut oleh Bupati, Ketua DPRD Pemalang, Agus Sukotco.

“Saya baru saja menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) nomor 28/2020 tentang bagaimana yang harus dilaksanakan dalam kehidupan baru new normal,”kata Bupati. Perbup lanjutnya nanti akan disusul dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati.

Junaedi menambahkan, para seniman  boleh manggung dengan catatan mematuhi protokol kesehatan. Pada saat digelar panggung kesenian lanjut Bupati penontonnya hanya diperbolehkan 50% dari kapasitas gedung pertunjukkan. Panggung-panggung kata dia akan diawasi oleh TNI dan Polri, dan menjaga jarak minimal satu meter antar penonton.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian, Andi Rustono meminta agar para seniman diberikan ruang untuk membantu mensosialisasikan dan ikut mengedukasi Covid-19 dari panggung-ke panggung kepada warga.

Menurut Andi, para seniman meminta ruang aktivitas berkreasi baik dalam ruangan maupun diluar ruangan,  diberi izin kegiatan budaya, adat dan kesenian dan jadikan alat kesenian di pendapa Kabupaten sebagai sarana berkesenian aktif dan terarah,” lanjut Andi. (Eva Abdullah)

Terkait
Meski diguyur hujan, kemah budaya pelajar tetap semarak

Karangdadap, Wartadesa. - Gelaran kemah budaya pelajar SMA dan SMK se-Kabupaten Pekalongan di lapangan Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan Read more

Tebarkan syiar Islam, grup hadroh SMA Islam YMI tampil di Kajen

Kajen, Wartadesa. - Grup Hadroh SMA Islam YMI Wonopringgo, Syauqul Mustofa, kembali tampil dalam pembacaan maulid nabi dan solawat pada Read more

Ultah Perak, SMA Islam Wonopringgo gelar pameran seni

Wonopringgo, Wartadesa. - Suasana meriah terlihat di SMA Islam YMI Wonopringgo, Selasa (28/2). Sebuah pagelaran pameran seni dan budaya digelar Read more

Seni Ndolalak masih diminati warga

Kebumen, - wartadesa. - Samudin, salah warga Desa Petukrejo Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen menyelengarakan hajatan, Jum'at (18/11). Hal yang lumrah Read more

selengkapnya
Seni BudayaSosial Budaya

New Normal, tamu undangan hajatan dibatasi 20 orang bergilir

sukarso

Batang, Wartadesa. – Pandemi Korona berdampak bagi pelaku seni hiburan. Pembatasan sosial (sosial/physical distancing) membuat para pekerja seni hiburan praktis tidak ada pemasukan.

Wacana kelaziman baru (New Normal) yang bakal diterapkan di Indonesia saat ini ditindaklanjuti Pemkab Batang dengan merumuskan konsep “menggelar pernikahan” dalam era new normal saat pandemi Covid-19. Benarkah bisa menolong pelaku seni hiburan?

“Gara – gara tidak boleh ada hajatan pernikahan, para seniman musik tidak laku. Maka rencana rumusan konsep kita boleh hajatan maksimal dihadiri 20 orang, Secara bergantian dan jeda waktunya serta protokol kesehatan harus jelas,” kata Wihaji, Bupati Batang belum lama ini.

Konsep tersebut, masih menurut Wihaji masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. “Ini masih rumusan konsep tatanan kehidupan baru atau new normal dalam beraktifitas saat pandemi covid-19. sambil menunggu petunujuk pemerintah pusat,” katanya.

Sukarso, pelaku seni hiburan yang berprofesi sebagai emsi berpendapat bahwa konsep pembatasan tamu undangan hajatan hanya 20 orang secara bergiliran tidak akan efektif saat hiburan digelar. Saat hiburan digelar, selain tamu undangan, pasti akan ada kerumunan warga diluar tamu undangan yang datang untuk “menonton” dan menikmati hiburan yang dihelat saibul hajat.

Menurut Sukarto, pelaku hiburan seni lebih memilih aturan baku dari pemerintah pusat bahwa segala aktivitas warga diperbolehkan semua. “Menanggapi konsep kelaziman baru terkait seni hiburan saat hajatan, ojo grusa-grusu, tungg sampai aturan dari pemerintah (pusat) memperbolehkan semua (aktivitas), kalau masih ada batasan, apa artinya hiburan,” tuturnya Ahad (31/05).

Sementara itu, Purwono Aji, pemilik Lintang Production menganggap bahwa pelaksanaan kelaziman baru bagi “pekerja seni” adalah mereka–para pelaku  seni hiburan– mendapatkan job normal–pekerjaan seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Kalau saya bicara sebagai pekerja seni, tentang pembatasan tamu undangan pada saat pemberlakuan new normal, sebetulnya enggak masalah karena sebetulnya yang jadi masalah dalam tanda petik “PEKERJA SENI” itu kan karena mata pencaharian selama pandemi ini benar-benar mati dan nyaris enggak ada pendapatan, maka yang diharapkan tentunya mendapatkan job normal dan pendapatannya yang selama ini diharapkan itu pulih sediakala sekalipun harus diperlakukannya protokol kesehatan, artinya saya tegaskan, bahwa kami para pekerja seni karena kebanyakan mata pencahariannya dengan mengais rezeki melalui pentas dan akan mendapatkan imbalan sesuai harapan itu bisa benar-benar terwujud, tidak peduli, ada yang nonton atau tidak, yang penting ada job dan ada pendapatan, clear….” Ujarnya.

Namun, menurut Purwono, konsep pembatasan saat kelaziman baru, membuat kepuasan para pekerja seni berkurang. “Lain bicara sebagai insan seni atau Jiwa Seni, yang tolok ukurnya lebih kepada penyaluran hobby yang pada akhirnya merupakan kepuasan tersendiri bisa tampil bagus dihadapan penonton, apalagi penonton begitu membludak dan membanjiri konser, artinya semakin banyak pengunjung bisa dikatakan pasti bahwa konser kita berhasil dan bisa memikat penonton,” lanjutnya.

Pembatasan “penonton” menurut Purwono Aji akan mengurangi ruh dari digelarnya seni pertunjukan tersebut. “Jadi lebih ke arah kepuasan diri dibanding imbalan yang diterima, nah kalau cuman 20 orang, ya mending ikuti cara saya yang selama ini menghibur penonton melalui streaming, toh kita bisa tampil untuk bisa menghibur penonton, pungkasnya. (Eva Abdullah)

Terkait:

Bagaimana pelaku seni dangdut Kota Santri bertahan ditengah pandemi Covid-19?

Terkait
Waspada! Banjir dan rob saat musim penghujan

Pekalongan, WartaDesa. - Perkiraan musim penghujan yang jatuh pada pertengahan bulan ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Read more

Gudang reyeng terbakar, kerugian capai ratusan juta rupiah

Kajen, WartaDesa. - Kebakaran yang meluluhlantakkan gudang reyeng (anyaman bambu untuk tempat ikan) milik DL (54), Kepala Desa Kutorojo, Kajen, Read more

Warga Genting Gunung Prau tolak pemanfaatan mata air yang tidak kantongi PKS

Kendal, WartaDesa. - Warga Desa Genting Gunung, di lereng Gunung Prau, Sukorejo, Kendal menolak pemanfaatan mata air di wilayah Gunung Read more

Hiburan boleh digelar pada siang hari dengan pembatasan

Pemalang, WartaDesa. - Pemkab Pemalang akhirnya memperbolehkan digelarnya kegiatan sosial budaya, seni pertunjukan dalam bidang keagamaan maupun hajatan, dengan membatasi Read more

selengkapnya
Seni BudayaSosial Budaya

Hormati Leluruh, Tim Kreatif PWSC 2020 gelar Mangelek Tao Toba

bay1

Simalungun, Wartadesa. – MANGELEK Tao Toba. Secara langsung bermakna Membujuk Danau Toba, satu kegiatan Kearifan Lokal untuk ungkapan penghargaan kepada tradisi leluhur dengan memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk kepentingan kebaikan bagi warga yang meyakininya.

Ada ritual lain, ‘Manguras Tao’ (menyucikan Danau). Hal ini dilakukan bila dirasakan ada hal yang mencemari kesucian sekitar perairan Danau, yang di anggap bisa menjadi bala kepada warga. Maka harus disyarati melalui ritual tertentu oleh tetua masyarakat adat yang memiliki kemampuan supranatural.

Ritual ‘Mangebang Solu Bolon’, kini dilakukan saat pelaksanaan event olah raga seperi lomba dayung, lomba sampan tradisional (solu bolon) dan lain sebagainya, tergantung kepentingan situasi yang bersentuhan/berkaitan dengan Danau Toba.

Konon semua ritual selalu dilakukan leluhur untuk hal hal kebajikan, pinta pinta (Pengharapan) agar masyarakat yang bermukim atau yang berkepentingan di sekitar Danau beroleh kesehatan, keselamatan dan lain sebagainya.

Mangelek Tao Toba, salah satu Kearifan Lokal yang sudah lama terlupakan dan tidak pernah dilakukan lagi saat event olah raga yang bersentuhan langsung dengan perairan Danau terbesar se-asia Tenggara ini.

Juni Tahun 2018, di gelar ritual ‘Mangelek Tao Toba’, oleh tetua adat leluhur di perairan antara Simanindo – Tigaras saat tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun dalam upaya pencarian jenazah korban di luar jangkauan kemampuan yang diperkirakan masih berada di dasar Danau. Ritual dilakukan agar jenazah korban bisa segera terlihat untuk di evakuasi. Katanya.

Namun untuk hajatan besar (pesta bolon), baru ini pernah terlaksana lagi. Dalam persiapan event bergengsi ‘Poldasu Water Ski Championship (PWSC) 2020’ pada tanggal 20 – 22 Maret 2020 nanti. Aku seorang tokoh Adat kota wisata Parapat.

Upacara Mangelek Tao Toba ini di gelar oleh tokoh Masyarakat Adat Pesisir Danau Toba dan pegiat budaya Yayasan Pusuk Buhit Sakti di perairan Pantai Bebas Parapat Rabu (4/3/2020) pukul 09.50 WIB.

Upacara diawali dari Pantai Bebas Parapat di atas satu kapal kayu dengan mempersiapkan perlengkapan upacara tradisi (ritual) yang kemudian bergerak menuju Batu Gantung.

Di Batu Gantung, sesepuh adat kembali melakukan ritual Mangelek Tao Toba, untuk memohon agar gelar PWSC 2020 bisa berlangsung aman dan sukses tanpa ada kendala maupun celaka bagi peserta kelak.

Setelahnya, rombongan kembali ke Pantai Bebas di sekitaran Wisma Pandu Parapat Kecamatan Girsang Simpangan Bolon Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara.

“Gelar Upacara Mangelek Tao Toba, satu kearifan lokal untuk menghargai lelehur. Saya mewakili masyarakat Simpangan Bolon mengucapkan banyak terima kasih kepada Panitia yang tidak melupakan tradisi. Ini sudah lama tidak pernah dilakukan. Sebut DH Sinaga tokoh masyarakat adat didampingi pegiat Budaya Yayasan Pusuk Buhit Sakti dan Tim Kreatif panitia PWSC 2020 Andi Sitompul

“Tadi dalam kegiatan ritual kita memanjatkan doa kepada Tuhan agar event Poldasu Water Ski Championship 2020, Kejuaraan Nasional maupun kejuaraan terbuka berlangsung dengan aman dan sukses. Kita semua sehat dan selamat dalam kegiatan ini.

Sekali lagi kami sangat berterimakasih kepada Kapoldasu dan Kapolres Simalungun yang telah membuat acara penghargaan kepada Leluhur. Upacara ini sangat penting untuk menjaga dan menghargai kearifan lokal,” tambahnya.
Sementara, Tim Kreatif Poldasu Water Ski Championship 2020 kepada awak media meenyampaikan bahwa persiapan kegiatan sudah mencapai 40%. Nanti, pada tanggal 6 maret 2020 sejumlah peralatan berasal dari Surabaya, Jakarata dan Pekanbaru yang akan mengikuti kejuaraan akan tiba di Parapat.

“Hari ini kita melaksanankan ritual budaya “Mangelek Tao Toba”, bersama dengan toko masyarakat dan penggiat budaya kita memberikan penghormatan kepada leluhur melalui upacara adat yang dilakukan, dimana yang kita lakukan ini juga menghormati kearifan lokal,”kata Andi Sitompul

Hadir pada gelar Upacara Mangelek Tao Toba, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Girsang Simpangan Bolon, Camat, Danramil 11/Parapat, ASN Pemkab Simalungun serta masyarakat adat kota Parapat. (wd-bay)

Terkait
Terungkap, Pelaku Curanmor di Areal Kebun PT BSRE Warga Serdang Bedagai

Simalungun, WartaDesa. - KASUS pencurian sepeda motor dari areal Perkebunan karet PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE) saat pemilik sedang Read more

Kerugian 18 Juta, 2 Maling Pembobol Sekolah di Bukit Maraja di Ringkus Polisi

Simalungun, Wartadesa. - TIDAK sampai 24 jam. Pelaku pembobol ruang Perpustakaan/Kantor Kepala Sekolah Dasar Negeri 091253 Bukit Maraja di Dusun Read more

Ditabrak Panther, Mahasiswa pemotor rombongan wisata asal Kisaran meninggal

Simalungun, Wartadesa. - SEORANG mahasiswa peserta rombongan wisata touring motor asal Kisaran M. Ibrahim A Pulungan (20) warga jalan Batu Read more

Nyambi jual sabu, penjaga malam nyangkut di Polres Simalungun

Simalungun, Wartadesa. - DIINFORMASIKAN masyarakat sering melakukan transaksi sabu, Suferi alias Feri alias Eri (33) di duga jaringan narkotika antar Read more

selengkapnya
Seni BudayaSosial Budaya

Gelaran Pulosari Development Festival meriah

pulosari

Pemalang, Wartadesa. – Pagelaran Pulosari Development Festival (PDF) yang dihelat di halaman kantor Kecamatan Pulosari, Sabtu-Ahad (08-09/02) berlangsung meriah. Acara yang dihelat untuk kali pertama tersebut menyajikan beragam pentas seni dan produk unggulan warga se-Kecamatan Pulosari.

Acara yang disiarkan langsung melalui kanal TV Desa oleh penggiat Puspindes Pemalang tersebut menyedot banyak perhatian warga.

Kemeriahan acara diapresiasi oleh Bupati Pemalang, Junaedi. “Kegiatan-kegiatan semacam ini harus kita lestarikan dan didukung penuh. Bukan sebatas hiburannya, tapi bagaimana mengenalkan potensi pedesaan di wilayah Pulosari dan produk-produk ungulannya,”  ujarnya.

Acara yang mengusung tema Rencana Pembangunan Kawasan Pedesaan Kecamatan Pulosari (RPKP), diskusi dengan narasumber Susana Ratih, Dosen Pembimbing Lapangan Fakultas Teknik Undip Semarang ini dihadiri Kepala OPD, Ketua DPRD, Kades se Kec Pulosari, Komunitas, Tokoh Masyarakat, Forkompinca dan mahasiswa KKN Undip.

Camat Pulosari, Ahmadi mengungkapkan bahwa perhelatan tersebut diharapkan dapat mengenalkan potensi wisata, UMKM maupun produk unggulan desa di wilayahnya. (Eva Abdullah)

 

 

Terkait
Warga Pulosari mulai kesulitan air bersih

Pemalang, Wartadesa. - Warga desa-desa di lereng Gunung Slamet Kabupaten Pemalang, khususnya Kecamatan Pulosari mulai kesulitan mendapatkan air bersih memasuki Read more

Ditinggal, rumah warga Gambuhan Pulosari dilalap api

Pemalang, Wartadesa. - Sijago merah melalap habis rumah milik Saudara Dedi Heryanto warga Dk Pelem Rt 04 Rw 02 Desa Read more

Habis santap hidangan hajatan, ratusan orang keracunan

Pemalang, Wartadesa. - 112 orang harus menjalani rawat jalan, dan 11 orang harus menjalani perawatan di dua rumah sakit akibat Read more

Kebakaran di Penakir Pulosari, kerugian capai 330 juta

Pulosari, Wartadesa. - Kebakaran di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang yang meluluhlantakkan rumah milik Zainal dan Tohirin warga RT Read more

selengkapnya
PendidikanSeni Budaya

Puluhan siswa di Pemalang meriahkan kemah budaya

kemah budaya

Pemalang, Wartadesa. – Puluhan siswa-siswi SMA sederajad Kabupaten Pemalang mengikuti gelaran kemah budaya di obyek wisata Pantai Widuri. Perhelatan yang merupakan wahana untuk menumbuhkan kecintaan dan meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap warisan budaya dan cagar budaya tersebut digelar Senin-Selasa (09-10/12/2019).

Kemah budaya mengambil tema ”Mewujudkan generasi muda yang mandiri berdaya saing dan berkarakte” dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang,  Supa’at. Sebelum dilaksanakan pembukaan kemah budaya, para peserta upacara, disuguhi pagelaran drama musikal berjudul gebyar merah-putih yang disajikan secara apik oleh para siswa SLB Negeri 1 Pemalang.

Menurut Supaat, kemah budaya tahun ini merupakan langkah awal dalam proses mewujudkan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 dari pasal yang berkaitan dengan program pelestarian.

Supa’at berharap partisipasi para peserta dalam upaya pelestarian warisan budaya melalui pengalaman dan pengetahuan agar  mampu mengantarkan masyarakat kabupaten Pemalang sadar dengan budayanya. Supa’at menambahkan, dengan kegiatan kemah budaya dapat membuka pikiran dan wawasan bahwa di Kabupaten Pemalang memiliki potensi warisan budaya dan kearifan lokal luar biasa dan perlu dilestarikan.

Kemah budaya yang digelar diisi beragam kegiatan separti ceramah/saresehan sejarah lokal dan cagar budaya, permainan puzzle, pentas seni, kunjungan lapangan, menulis dan presentasi essai /artikel. (Eva Abdullah)

Terkait
hendak ditangkap, ular sanca serang warga

Pemalang, WartaDesa. - Camin (60) petani asal Desa Sirangkang, Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah menjadi korban gigitan ular Sanca di pematang Read more

Hiburan boleh digelar pada siang hari dengan pembatasan

Pemalang, WartaDesa. - Pemkab Pemalang akhirnya memperbolehkan digelarnya kegiatan sosial budaya, seni pertunjukan dalam bidang keagamaan maupun hajatan, dengan membatasi Read more

Buron enam tahun, koruptor pupuk subsidi dibekuk

Pemalang, WartaDesa. - Dua tesangka pelaku tindak pidana korupsi pupuk subsidi PG Sumberharjo yang sempat buron selama enam tahun, berhasil Read more

Kabur saat ketahuan gasak toko kelontong, warga Ambowetan dibekuk

Pemalang, WartaDesa. - Meski sempat kabur saat ketahuan menggasak (mencuri) toko kelontong Jaya, AP (25), warga Ambowetan, Ulujami, Pemalang, berhasil Read more

selengkapnya