close

Seni Budaya

Seni Budaya

Tari Ing Warno, bakal dihelat di Pantai Widuri

tari

Pemalang, Wartadesa. – Dewan Kesenian Daerah (DKD) Pemalang bakal menggelar acara bertajuk Tari ing Warno di parkiran Pantai Widuri Pemalang. Gelaran tersebut dalam rangka memperingati hari tari dunia ke-39, tanggal 29 April mendatang.

Acara berisi pentas seni tari dan lukis untuk mewadahi generasi muda pecinta seni di Kota Ikhlas. “Kegiatan ini dilaksanakan oleh DKD Pemalang khususnya dari komite seni tari dan lukis harapannya acara itu bisa mewadahi generasi muda dalam kegiatan positif,” ujar Ketua DKD Pemalang, Supendi, kemarin.

Perhelatan seni tersebut menurut Supendi dilakukan sebagai salah satu bentuk apresiasi pada kesenian khususnya tari di Pemalang. Selain itu sebagai langkah untuk menumbuhkembangkan tari di Pemalang dan merangsang kreativitas seniman dan penyaji tari di Pemalang agar terus berkreasi.

Supendi menyebut bahwa kegiatan mengusung  judul tari Ing Warno yang  merepresentasikan perjalanan berkesenian baik dari bidang tari maupun kesenian yang lain.

“Komite tari di bawah DKD Pemalang mempersembahkan tari-tarian yang popular dikalangan pelaku seni tari di daerah Pemalang. Konsep kemasan panggung yaitu dengan arena hal itu agar lebih dekat dengan masyarakat dan penonton,” tandas Supendi.

Dia mengatakan, pentas tersebut sebagai salah satu sarana untuk mengingatkan bahwa kesenian di Pemalang masih berjalan.

Tarian yang akan dipersembahkan oleh komite tari yaitu tari-tari popular di Pemalang. Para penari berasal dari salah satu sanggar di Pemalang, tari kontemporer yang berkolaborasi dengan seni lukis. (Eva Abdullah)

Terkait
Merawat kesenian Kabupaten Pekalongan

Sragi.wartadesa - Ada yang beda suasana malam minggu di Pujasera (pusat jajan masyatakat) Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Ratusan masyarakat, terdiri Read more

Meski diguyur hujan, kemah budaya pelajar tetap semarak

Karangdadap, Wartadesa. - Gelaran kemah budaya pelajar SMA dan SMK se-Kabupaten Pekalongan di lapangan Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan Read more

Tebarkan syiar Islam, grup hadroh SMA Islam YMI tampil di Kajen

Kajen, Wartadesa. - Grup Hadroh SMA Islam YMI Wonopringgo, Syauqul Mustofa, kembali tampil dalam pembacaan maulid nabi dan solawat pada Read more

Ultah Perak, SMA Islam Wonopringgo gelar pameran seni

Wonopringgo, Wartadesa. - Suasana meriah terlihat di SMA Islam YMI Wonopringgo, Selasa (28/2). Sebuah pagelaran pameran seni dan budaya digelar Read more

selengkapnya
Seni BudayaSosial Budaya

Satu Suro: Nelayan Asemdoyong gelar Sedekah Laut, Bupati Batang arak Tombak Abirawa

sedekah laut

Pemalang, Wartadesa. – Meski ditenah pandemi Korona, nelayan Asemdoyong, KecamatanTaman, Pemalang tetap menggelar ritual Sedekah Laut pada Satu Suro (1 Muharram). Gelaran acara berlangsung meriah dengan tradisi melarung sesaji berupa ambeng laut. Kamis (20/08).

Rusdiapsri, panitia keiatan mengungkapkan bahwa kegiatan yang dihelat tetap memenuhi protokol kesehatan Covid-19. “Kami membatasi jumlah perahu yang membawa sesaji, yakni hanya tiga perahu. Sedang nelayan yang memanggul ambeng hanya 10 orang. Sementara perahu-perahu nelayan yang biasanya ikut mengiringi perahu pembawa ambeng laut diminta untuk tidak ikut berlayar.” Tuturnya.

Sementara, Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo Nuroho mengatakan bahwa pembatasan jumlah penumpang kapal dilakukan untuk menghindari over kapasitas. “Demi keselamatan, mohon jumlah penumpang kapal dibatasi untuk menghindari kelebihan muatan dan insiden, serta mengantisipasi penyebaran covid-19,” pesannya.

Tombak Abirawa Dijamas

Ritual malam Satu Suro di Kabupaten Batang digelar dengan penjamasan Tombak Abirawa. Jamasan pusaka merupakan salah satu cara merawat benda-benda yang memiliki sejarah, termasuk benda berupa senjata leluhur yang memiliki tuah.

Penjamasan digelar terbatas, yakni hanya ahli waris dan beberapa ASN saja, sebut Wihaji, Bupati Batang. Rabu (19/08). “Yang terpenting adalah tetap melestarikan tradisi budaya tahunan,” tutur Bupati Batang, Wihaji usai prosesi penjamasan,” lanjutnya.

Wihaji menyebut bahwa kegiatan tersebut bukan untuk menkultuskan Tombak Abirawa, melainkan untuk ‘nguri-uri’ (melestarikan) budaya. “Jadi kegiatan ini tidak bermaksud untuk mengkultuskan benda-benda pusaka peninggalan para leluhur hanya bagian dari nguri-uri budaya,” ujarnya.

Sebelum dilakukan penjamasan, tombak abirawa beserta puluhan benda pusaka lainnya dikirab mengelilingi halaman pendopo sebanyak tiga kali. “Untuk tombak abirawa ada 8, yang lain benda pusaka yang dijamas terdapat puluhan benda pusaka termasuk dari masyarakat yang menitipkan benda pusakanya,” pungkasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Baritan, prosesi larung sesaji laut di Asemdoyong tiap satu Suro

Pemalang, Wartadesa. - Tradisi Baritan, larung sesaji di TPI Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang digelar tiap tanggal 1 Suro atau Read more

Pemkot Pekalongan tak gelar Salat Id, anjurkan warga salat dirumah

Kota Pekalongan, Wartadesa. -  Pemerintah Kota Pekalongan tidak akan menggelar Salat Id di masjid maupun lapangan terbuka. Selain itu mereka Read more

Ini kebiasaan yang dilakukan para pemudik di kampung halaman

PEMERINTAH resmi memberlakukan larangan mudik dari tanggal 6-17 Mei 2021 untuk mencegah persebaran Covid-19. Meski demikian, ribuan warga tetap nekat Read more

10 pemudik Desa Kesesi hasil swabnya negatif

Kesesi, Wartadesa. - Sebanyak 10 orang pemudik yang tiba di Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Pekalongan, Selasa (04/05) langsung menjalani tes Read more

selengkapnya
PendidikanSeni Budaya

Paguyuban Seni Karawitan ‘Hijau Laras’ diluncurkan

asip tanpa masker

Keterangan Foto: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi (tanpa masker) meresmikan peluncuran (launching) Paguyuban Seni Karawitan “Hijau Laras” PGRI Kabupaten Pekalongan, Senin (03/08). Foto: PPID Kabupaten Pekalongan.

Kajen, Wartadesa. – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi meresmikan peluncuran Paguyuban Seni Karawitan “Hijau Laras” yang diinisiasi oleh para guru di wilayah Kecamatan Karanganyar, Senin (03/08). Gelaran acara dihadiri oleh Ketua PGRI  Rejo Herbeno, Kepala Dindikbud Sumarwati, Asisten 1 Setda Toto Budi Mulyanto dan Inpektorat Ali Riza.

Asip dalam sambutannya mengapresiasi penuh terbentuknya paguyuban kesenian Hijau Laras,  menurutnya paguyuban ini bisa menjadi ikon dari PGRI Kabupaten Pekalongan pada aspek pelestarian budaya. ‘’Ini paguyuban seni Ijo Laras itu luar biasa semua dari guru-guru Karanganyar. Saya sangat mengapresasi, dan mudah-mudahan ini menjadi ikon kita. Karena ini merupakan titik tolak kita untuk cinta terhadap budaya,’’ ujarnya.

Menurut pejabat publik yang bakal melaju dalam kontestasi Pemilukada Kabupaten Pekalongan ini, paguyuban Hijau Laras merupakan inisiasi para guru untuk menggairahkan semangat belajar siswa-siswi ditengah pandemi Covid-19.

‘’Monggo bapak ibu guru yang punya cara yang bisa menyentuh hati anak didik kita supaya tetap semangat belajar dengan kondisi apapun. Dan saya harap tetap dikontrol anak didiknya, supaya peran guru masih melekat pada siswa-siswi,’’ jelasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan Rejo Herbeno mengatakan bahwa Paguyuban Hijau Laras ini merupakan inisiasi dari PGRI Kabupaten Pekalongan cabang Karanganyar yang dipimpin langsung oleh ketua cabangnya.

‘’Atas nama PGRI Kabupaten Pekalongan dan seluruh guru saya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang selalu membantu dan memberikan dorongan kepada kita dalam menjalankan program,’’ ujar Rejo. (Eva Abdullah)

Terkait
Perwakilan warga gelar audiensi terkait gedung isolasi Covid-19

Pemalang, Wartadesa. - Perwakilan warga mendatangi posko Covid-19, di pendopo Kabupaten Pemalang, mereka meminta peninjauan kembali, gedung PGRI Mulyoharjo Pemalang Read more

Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur

Batang, Wartadesa. - Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur! Demikian disampaikan oleh penggiat seni hiburan Kabupaten Batang usai audiensi Read more

Korsleting, dua rumah di Wales Blado ludes terbakar

Batang, Wartadesa.- Berita duka menimpa Sari'ah (80) dan Siti Fatimah (47), ibu dan anak warga Dukuh Wales, Desa Wonobodro, Kecamatan Read more

Kegiatan seni budaya dalam hajatan boleh digelar di Pemalang

Pemalang, Wartadesa. - Warga Pemalang sudah diperbolehkan menggelar acara seni budaya dalam resepsi maupun hajatan. Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Read more

selengkapnya
Seni Budaya

Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur

entertain

Batang, Wartadesa. – Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur! Demikian disampaikan oleh penggiat seni hiburan Kabupaten Batang usai audiensi dengan Bupati Batang. Senin (15/06).

Audiensi digelar lantaran para pekerja seni hiburan di Kabupaten Batang selama tiga bulan masa pandemi Korona ini nir-penghasilan.

Menurut Ketua Batang entertainment bersatu, Sutarno, seluruh pekerja kesenian dan entertainment, seperti penyewaan sound system, rias manten, seni tradisional dan orkes dangdut, selam tiga bulan mereka tidak mendapat penghasilan. Mengingat selama pandemi Covid-19, seluruh pentas atau pertunjukan dan juga hajatqn dilarang.

Diperbolehkannya kembali para pekerja seni ini untuk manggung kembali disyukuri oleh insan seni Alas Roban. “Alhamdulillah bupati mendukung keinginan dan harapan kami untuk kembali pentas, dan juga ikut diajak merumuskan masalah teknis dalam penerapan protokol kesehata,” kata Sutarno.

Bupati Batang, Wihaji mengatakan bahwa pihaknya memperbolehkan orkes dan hajatan manten digelar mulai pekan depan. “Dari pertemuan tadi, kita sudah sepakat minggu depan orkes dan hajatan manten boleh kembali digelar, tetapi dengan syarat protokol kesehatanya harus tetap dijalankan,” jelasnya.

Wihaji mengaku bahwa pada Rabu depan (17/06) akan dibahas teknis protokol kesehatan hajatan dan pentas hiburan, agar tidak ada temuan klaster baru virus Korona. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

 

Kegiatan seni budaya dalam hajatan boleh digelar di Pemalang

Terkait
Kegiatan seni budaya dalam hajatan boleh digelar di Pemalang

Pemalang, Wartadesa. - Warga Pemalang sudah diperbolehkan menggelar acara seni budaya dalam resepsi maupun hajatan. Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Read more

Bagaimana pelaku seni dangdut Kota Santri bertahan ditengah pandemi Covid-19?

Dampak pandemi virus Korona (Covid-19) sudah dirasakan oleh pelaku seni dangdut di Kota Santri sejak Maret 2020. Tepatnya 4 Maret Read more

Paradise Pekalongan mendadak tilik bocah penderita sindrom nefrotik

Karanganyar, Wartadesa. - Paguyuban Artis dan Insan Seni (Paradise) Kabupaten Pekalongan yang terdiri dari musisi, artis, MC dan pekerja kesenian Read more

Komunitas pecinta dangdut gelar buka bersama, santuni anak yatim

Doro, wartadesa. - Ratusan pecinta musik dangdut wilayah Pantura dari Batang, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan menggelar buka bersama bertajuk Read more

selengkapnya
BencanaSeni Budaya

Korsleting, dua rumah di Wales Blado ludes terbakar

kebakaran wales

Batang, Wartadesa.- Berita duka menimpa Sari’ah (80) dan Siti Fatimah (47), ibu dan anak warga Dukuh Wales, Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Batang. Senin pagi sekitar pukul 08.30 WIB dua rumah milik satu keluarga di Rt 02 Rw 06 tersebut, luluh lantak akibat dilalap si jago merah.

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting arus listrik, mengingat dua pemilik rumah hari ini, Senin, sedang menjalani puasa sunah. “Dugaan penyebab kebakaran karena konsleting listrik mas (korsleting), karena pada hari Senin pemilik rumahnya sedang puasa sunah … otomatis masaknya sore hari. Jadi bukan dari tungku dapur penyebabnya,” tutur warga setempat. Nasuha saat dihubungi Wartadesa, Senin (15/06).

Menurut warga, api pertama diketahui saat ada kepulan asap pada atap rumah, warga kemudian langsung berteriak ada kebakaran. Pemilik rumah pun lansung keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Warga yang berdatangan kemudian berusaha memadamkan api dengan peralatan manual. Namun karena material rumah yang mudah terbakar, api merembet ke rumah milik Fatimah, anak korban.

Api semakin menggila akibat terpaan angin. Dua rumah tersebut luluh-lantak.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Kerugian material diduga mencapai puluhan juta rupiah.

Terpisah, kebakaran juga menimpa gudang rongsok milik Abdul Khodir, warga Desa Cemplik Rt 05/04, Pelutan, Kabupaten Pemalang. Ahad (14/06) tengah malam.

Penyebab kebakaran adalah sambaran api dari sampah yang dibakar dan melalap gudang rongsok tersebut.

Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Sapol PP Kabupaten Pemalang bersama warga memadamkan api yang membakar gudang tersebut.

Kerugian material dari kebakaran gudang rongsok sedang dihitung. (Eva Abdullah)

Terkait
Kebakaran di Pemalang, satu ruko ludes dilalap api

Pemalang, Wartadesa. - Api meluluh-lantakkan satu unit rumah toko (ruko) di Jalan Jenderal Sudirman, Pemalang akibat kebakaran pada Jum'at (26/03) Read more

Korsleting arus listrik, dua rumah di Pecalungan ludes

Batang, Wartadesa. - Rumah milik Surati (85) dan Suparti (65), warga Dukuh Derman, Desa Gumawang, Pecalungan, Batang ludes dilalap api. Read more

Korban kebakaran dapat bantuan dari Polsek Tersono

Batang, Wartadesa. - Korban kebakaran di Dukuh Tempuran, Desa Harjowinangun Barat, Tersono, Batang mendapatkan perhatian dari jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Read more

Dua rumah dipermukiman terbakar, kerugian capai Rp 150 juta

Batang, Wartadesa. - Kebakaran yang menimpa dua rumah warga Dukuh Tempuran, Desa Harjowinangun Barat, Tersono, Batang mengakibatkan dua korban yakni, Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSeni Budaya

Kegiatan seni budaya dalam hajatan boleh digelar di Pemalang

demo seni

Pemalang, Wartadesa. – Warga Pemalang sudah diperbolehkan menggelar acara seni budaya dalam resepsi maupun hajatan. Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Penanggulangan Percepatan Covid-19 Pemalang Tutuko Raharjo, Senin (15/06).

Menurut Tutuko dalam pelaksanaan hajatan, pihak menanggung jawab maupun yang punya hajat mesti mengatur di pintu masuk agar tamu undangan mengantre di luar dan tidak berdesak-desakan. “Penanggungjawab mesti mengatur agar tamu undangan antre, itu tatanan normal baru,” jelasnya.

Sebelumnya, Kamis (11/06) para pelaku seni dan hiburan di Pemalang menggelar aksi demo, agar mereka diperbolehkan menggelar acara pentas seni. Permohonan mereka kemudian diluluskan oleh Bupati Pemalang dengan menandatangani Perbub Nomor 28/2020 tentang pelaksanaan new normal.

“Saya baru saja menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) nomor 28/2020 tentang bagaimana yang harus dilaksanakan dalam kehidupan baru new normal,”kata Bupati. Perbup lanjutnya nanti akan disusul dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati.

Junaedi menambahkan, para seniman  boleh manggung dengan catatan mematuhi protokol kesehatan. Pada saat digelar panggung kesenian lanjut Bupati penontonnya hanya diperbolehkan 50% dari kapasitas gedung pertunjukkan. Panggung-panggung kata dia akan diawasi oleh TNI dan Polri, dan menjaga jarak minimal satu meter antar penonton.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian, Andi Rustono meminta agar para seniman diberikan ruang untuk membantu mensosialisasikan dan ikut mengedukasi Covid-19 dari panggung-ke panggung kepada warga.

Menurut Andi, para seniman meminta ruang aktivitas berkreasi baik dalam ruangan maupun diluar ruangan,  diberi izin kegiatan budaya, adat dan kesenian dan jadikan alat kesenian di pendapa Kabupaten sebagai sarana berkesenian aktif dan terarah,” lanjut Andi. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

Bupati Pemalang perbolehkan pentas seni

Terkait
Habis santap hidangan hajatan, ratusan orang keracunan

Pemalang, Wartadesa. - 112 orang harus menjalani rawat jalan, dan 11 orang harus menjalani perawatan di dua rumah sakit akibat Read more

Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur

Batang, Wartadesa. - Minggu ngarep wis iso nanggap orkes lur! Demikian disampaikan oleh penggiat seni hiburan Kabupaten Batang usai audiensi Read more

Korsleting, dua rumah di Wales Blado ludes terbakar

Batang, Wartadesa.- Berita duka menimpa Sari'ah (80) dan Siti Fatimah (47), ibu dan anak warga Dukuh Wales, Desa Wonobodro, Kecamatan Read more

Bupati Pemalang perbolehkan pentas seni

Pemalang, Wartadesa. - Para pelaku seni di Kabupaten Pemalang patut bergembira. Pasalnya orang nomor satu di Kota Ikhlas tersebut memperbolehkan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSeni Budaya

Bupati Pemalang perbolehkan pentas seni

demo seni

Pemalang, Wartadesa. – Para pelaku seni di Kabupaten Pemalang patut bergembira. Pasalnya orang nomor satu di Kota Ikhlas tersebut memperbolehkan seniman menggelar panggung kreatifitas memasuki masa adaptasi kelaziman baru (new normal). Demikian disampaikan oleh Junaedi, Bupati Pemalang saat menemui peserta demo di Pendapa Kabupaten Pemalang, Kamis (11/06).

Dalam video demonstrasi unggahan Muhammad Reza Fahlevi Djunaedi di kanal Youtube diatas terlihat massa dari Pasukan Sound System berorasi di Pendopo dan disambut oleh Bupati, Ketua DPRD Pemalang, Agus Sukotco.

“Saya baru saja menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) nomor 28/2020 tentang bagaimana yang harus dilaksanakan dalam kehidupan baru new normal,”kata Bupati. Perbup lanjutnya nanti akan disusul dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati.

Junaedi menambahkan, para seniman  boleh manggung dengan catatan mematuhi protokol kesehatan. Pada saat digelar panggung kesenian lanjut Bupati penontonnya hanya diperbolehkan 50% dari kapasitas gedung pertunjukkan. Panggung-panggung kata dia akan diawasi oleh TNI dan Polri, dan menjaga jarak minimal satu meter antar penonton.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian, Andi Rustono meminta agar para seniman diberikan ruang untuk membantu mensosialisasikan dan ikut mengedukasi Covid-19 dari panggung-ke panggung kepada warga.

Menurut Andi, para seniman meminta ruang aktivitas berkreasi baik dalam ruangan maupun diluar ruangan,  diberi izin kegiatan budaya, adat dan kesenian dan jadikan alat kesenian di pendapa Kabupaten sebagai sarana berkesenian aktif dan terarah,” lanjut Andi. (Eva Abdullah)

Terkait
Tari Ing Warno, bakal dihelat di Pantai Widuri

Pemalang, Wartadesa. - Dewan Kesenian Daerah (DKD) Pemalang bakal menggelar acara bertajuk Tari ing Warno di parkiran Pantai Widuri Pemalang. Read more

Meski diguyur hujan, kemah budaya pelajar tetap semarak

Karangdadap, Wartadesa. - Gelaran kemah budaya pelajar SMA dan SMK se-Kabupaten Pekalongan di lapangan Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan Read more

Tebarkan syiar Islam, grup hadroh SMA Islam YMI tampil di Kajen

Kajen, Wartadesa. - Grup Hadroh SMA Islam YMI Wonopringgo, Syauqul Mustofa, kembali tampil dalam pembacaan maulid nabi dan solawat pada Read more

Ultah Perak, SMA Islam Wonopringgo gelar pameran seni

Wonopringgo, Wartadesa. - Suasana meriah terlihat di SMA Islam YMI Wonopringgo, Selasa (28/2). Sebuah pagelaran pameran seni dan budaya digelar Read more

selengkapnya
Seni BudayaSosial Budaya

New Normal, tamu undangan hajatan dibatasi 20 orang bergilir

sukarso

Batang, Wartadesa. – Pandemi Korona berdampak bagi pelaku seni hiburan. Pembatasan sosial (sosial/physical distancing) membuat para pekerja seni hiburan praktis tidak ada pemasukan.

Wacana kelaziman baru (New Normal) yang bakal diterapkan di Indonesia saat ini ditindaklanjuti Pemkab Batang dengan merumuskan konsep “menggelar pernikahan” dalam era new normal saat pandemi Covid-19. Benarkah bisa menolong pelaku seni hiburan?

“Gara – gara tidak boleh ada hajatan pernikahan, para seniman musik tidak laku. Maka rencana rumusan konsep kita boleh hajatan maksimal dihadiri 20 orang, Secara bergantian dan jeda waktunya serta protokol kesehatan harus jelas,” kata Wihaji, Bupati Batang belum lama ini.

Konsep tersebut, masih menurut Wihaji masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. “Ini masih rumusan konsep tatanan kehidupan baru atau new normal dalam beraktifitas saat pandemi covid-19. sambil menunggu petunujuk pemerintah pusat,” katanya.

Sukarso, pelaku seni hiburan yang berprofesi sebagai emsi berpendapat bahwa konsep pembatasan tamu undangan hajatan hanya 20 orang secara bergiliran tidak akan efektif saat hiburan digelar. Saat hiburan digelar, selain tamu undangan, pasti akan ada kerumunan warga diluar tamu undangan yang datang untuk “menonton” dan menikmati hiburan yang dihelat saibul hajat.

Menurut Sukarto, pelaku hiburan seni lebih memilih aturan baku dari pemerintah pusat bahwa segala aktivitas warga diperbolehkan semua. “Menanggapi konsep kelaziman baru terkait seni hiburan saat hajatan, ojo grusa-grusu, tungg sampai aturan dari pemerintah (pusat) memperbolehkan semua (aktivitas), kalau masih ada batasan, apa artinya hiburan,” tuturnya Ahad (31/05).

Sementara itu, Purwono Aji, pemilik Lintang Production menganggap bahwa pelaksanaan kelaziman baru bagi “pekerja seni” adalah mereka–para pelaku  seni hiburan– mendapatkan job normal–pekerjaan seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Kalau saya bicara sebagai pekerja seni, tentang pembatasan tamu undangan pada saat pemberlakuan new normal, sebetulnya enggak masalah karena sebetulnya yang jadi masalah dalam tanda petik “PEKERJA SENI” itu kan karena mata pencaharian selama pandemi ini benar-benar mati dan nyaris enggak ada pendapatan, maka yang diharapkan tentunya mendapatkan job normal dan pendapatannya yang selama ini diharapkan itu pulih sediakala sekalipun harus diperlakukannya protokol kesehatan, artinya saya tegaskan, bahwa kami para pekerja seni karena kebanyakan mata pencahariannya dengan mengais rezeki melalui pentas dan akan mendapatkan imbalan sesuai harapan itu bisa benar-benar terwujud, tidak peduli, ada yang nonton atau tidak, yang penting ada job dan ada pendapatan, clear….” Ujarnya.

Namun, menurut Purwono, konsep pembatasan saat kelaziman baru, membuat kepuasan para pekerja seni berkurang. “Lain bicara sebagai insan seni atau Jiwa Seni, yang tolok ukurnya lebih kepada penyaluran hobby yang pada akhirnya merupakan kepuasan tersendiri bisa tampil bagus dihadapan penonton, apalagi penonton begitu membludak dan membanjiri konser, artinya semakin banyak pengunjung bisa dikatakan pasti bahwa konser kita berhasil dan bisa memikat penonton,” lanjutnya.

Pembatasan “penonton” menurut Purwono Aji akan mengurangi ruh dari digelarnya seni pertunjukan tersebut. “Jadi lebih ke arah kepuasan diri dibanding imbalan yang diterima, nah kalau cuman 20 orang, ya mending ikuti cara saya yang selama ini menghibur penonton melalui streaming, toh kita bisa tampil untuk bisa menghibur penonton, pungkasnya. (Eva Abdullah)

Terkait:

Bagaimana pelaku seni dangdut Kota Santri bertahan ditengah pandemi Covid-19?

Terkait
Syawalan Gunungan Linggo Asri tidak digelar

Kajen, Wartadesa. - Tradisi acara Syawalan (sepekan lebaran) Gunungan Sego Megono di obyek wisata Linggo Asri, Kajen tidak akan dihelat Read more

Pemkot Pekalongan tak gelar Salat Id, anjurkan warga salat dirumah

Kota Pekalongan, Wartadesa. -  Pemerintah Kota Pekalongan tidak akan menggelar Salat Id di masjid maupun lapangan terbuka. Selain itu mereka Read more

Ini kebiasaan yang dilakukan para pemudik di kampung halaman

PEMERINTAH resmi memberlakukan larangan mudik dari tanggal 6-17 Mei 2021 untuk mencegah persebaran Covid-19. Meski demikian, ribuan warga tetap nekat Read more

10 pemudik Desa Kesesi hasil swabnya negatif

Kesesi, Wartadesa. - Sebanyak 10 orang pemudik yang tiba di Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Pekalongan, Selasa (04/05) langsung menjalani tes Read more

selengkapnya
Seni BudayaSosial Budaya

Hormati Leluruh, Tim Kreatif PWSC 2020 gelar Mangelek Tao Toba

bay1

Simalungun, Wartadesa. – MANGELEK Tao Toba. Secara langsung bermakna Membujuk Danau Toba, satu kegiatan Kearifan Lokal untuk ungkapan penghargaan kepada tradisi leluhur dengan memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk kepentingan kebaikan bagi warga yang meyakininya.

Ada ritual lain, ‘Manguras Tao’ (menyucikan Danau). Hal ini dilakukan bila dirasakan ada hal yang mencemari kesucian sekitar perairan Danau, yang di anggap bisa menjadi bala kepada warga. Maka harus disyarati melalui ritual tertentu oleh tetua masyarakat adat yang memiliki kemampuan supranatural.

Ritual ‘Mangebang Solu Bolon’, kini dilakukan saat pelaksanaan event olah raga seperi lomba dayung, lomba sampan tradisional (solu bolon) dan lain sebagainya, tergantung kepentingan situasi yang bersentuhan/berkaitan dengan Danau Toba.

Konon semua ritual selalu dilakukan leluhur untuk hal hal kebajikan, pinta pinta (Pengharapan) agar masyarakat yang bermukim atau yang berkepentingan di sekitar Danau beroleh kesehatan, keselamatan dan lain sebagainya.

Mangelek Tao Toba, salah satu Kearifan Lokal yang sudah lama terlupakan dan tidak pernah dilakukan lagi saat event olah raga yang bersentuhan langsung dengan perairan Danau terbesar se-asia Tenggara ini.

Juni Tahun 2018, di gelar ritual ‘Mangelek Tao Toba’, oleh tetua adat leluhur di perairan antara Simanindo – Tigaras saat tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun dalam upaya pencarian jenazah korban di luar jangkauan kemampuan yang diperkirakan masih berada di dasar Danau. Ritual dilakukan agar jenazah korban bisa segera terlihat untuk di evakuasi. Katanya.

Namun untuk hajatan besar (pesta bolon), baru ini pernah terlaksana lagi. Dalam persiapan event bergengsi ‘Poldasu Water Ski Championship (PWSC) 2020’ pada tanggal 20 – 22 Maret 2020 nanti. Aku seorang tokoh Adat kota wisata Parapat.

Upacara Mangelek Tao Toba ini di gelar oleh tokoh Masyarakat Adat Pesisir Danau Toba dan pegiat budaya Yayasan Pusuk Buhit Sakti di perairan Pantai Bebas Parapat Rabu (4/3/2020) pukul 09.50 WIB.

Upacara diawali dari Pantai Bebas Parapat di atas satu kapal kayu dengan mempersiapkan perlengkapan upacara tradisi (ritual) yang kemudian bergerak menuju Batu Gantung.

Di Batu Gantung, sesepuh adat kembali melakukan ritual Mangelek Tao Toba, untuk memohon agar gelar PWSC 2020 bisa berlangsung aman dan sukses tanpa ada kendala maupun celaka bagi peserta kelak.

Setelahnya, rombongan kembali ke Pantai Bebas di sekitaran Wisma Pandu Parapat Kecamatan Girsang Simpangan Bolon Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara.

“Gelar Upacara Mangelek Tao Toba, satu kearifan lokal untuk menghargai lelehur. Saya mewakili masyarakat Simpangan Bolon mengucapkan banyak terima kasih kepada Panitia yang tidak melupakan tradisi. Ini sudah lama tidak pernah dilakukan. Sebut DH Sinaga tokoh masyarakat adat didampingi pegiat Budaya Yayasan Pusuk Buhit Sakti dan Tim Kreatif panitia PWSC 2020 Andi Sitompul

“Tadi dalam kegiatan ritual kita memanjatkan doa kepada Tuhan agar event Poldasu Water Ski Championship 2020, Kejuaraan Nasional maupun kejuaraan terbuka berlangsung dengan aman dan sukses. Kita semua sehat dan selamat dalam kegiatan ini.

Sekali lagi kami sangat berterimakasih kepada Kapoldasu dan Kapolres Simalungun yang telah membuat acara penghargaan kepada Leluhur. Upacara ini sangat penting untuk menjaga dan menghargai kearifan lokal,” tambahnya.
Sementara, Tim Kreatif Poldasu Water Ski Championship 2020 kepada awak media meenyampaikan bahwa persiapan kegiatan sudah mencapai 40%. Nanti, pada tanggal 6 maret 2020 sejumlah peralatan berasal dari Surabaya, Jakarata dan Pekanbaru yang akan mengikuti kejuaraan akan tiba di Parapat.

“Hari ini kita melaksanankan ritual budaya “Mangelek Tao Toba”, bersama dengan toko masyarakat dan penggiat budaya kita memberikan penghormatan kepada leluhur melalui upacara adat yang dilakukan, dimana yang kita lakukan ini juga menghormati kearifan lokal,”kata Andi Sitompul

Hadir pada gelar Upacara Mangelek Tao Toba, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Girsang Simpangan Bolon, Camat, Danramil 11/Parapat, ASN Pemkab Simalungun serta masyarakat adat kota Parapat. (wd-bay)

Terkait
Diduga Lepas Pengawasan Orang Tua, Nicholas Tenggelam di Danau Toba Dusun Sibaganding

PARAPAT (WARTADESA) - NICHOLAS Silitonga, warga Gang Sempurna Kecamatan Padang Hulu Bandarsono kota Tebing Tinggi Sumatera Utara, ditemukan meninggal di dasar Read more

Dilantik Gubsu, RHS – ZW Resmi Pimpin Kabupaten Simalungun

SIMALUNGUN (WARTADESA). - BERDASAR Surat Keputusan (SK) Mendagri Nomor: 131.12-354 Tahun 2021 tentang pengesahan pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Read more

Satu dari 3 Pelaku Curat di Ringkus Polsek Perdagangan dalam Operasi Sikat 2021

PERDAGANGAN (WARTADESA). - SATU dari 3 pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) di ringkus Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Perdagangan - Polres Read more

Cekcok di Warung Tuak, Nyawa Mananda Melayang

SIMALUNGUN (Wartadesa). -  SADIS. Gara gara cekcok mulut, nyawa Mananda Siadari melayang setelah dihujam senjata tajam milik pelaku AM warga Read more

selengkapnya
Seni BudayaSosial Budaya

Gelaran Pulosari Development Festival meriah

pulosari

Pemalang, Wartadesa. – Pagelaran Pulosari Development Festival (PDF) yang dihelat di halaman kantor Kecamatan Pulosari, Sabtu-Ahad (08-09/02) berlangsung meriah. Acara yang dihelat untuk kali pertama tersebut menyajikan beragam pentas seni dan produk unggulan warga se-Kecamatan Pulosari.

Acara yang disiarkan langsung melalui kanal TV Desa oleh penggiat Puspindes Pemalang tersebut menyedot banyak perhatian warga.

Kemeriahan acara diapresiasi oleh Bupati Pemalang, Junaedi. “Kegiatan-kegiatan semacam ini harus kita lestarikan dan didukung penuh. Bukan sebatas hiburannya, tapi bagaimana mengenalkan potensi pedesaan di wilayah Pulosari dan produk-produk ungulannya,”  ujarnya.

Acara yang mengusung tema Rencana Pembangunan Kawasan Pedesaan Kecamatan Pulosari (RPKP), diskusi dengan narasumber Susana Ratih, Dosen Pembimbing Lapangan Fakultas Teknik Undip Semarang ini dihadiri Kepala OPD, Ketua DPRD, Kades se Kec Pulosari, Komunitas, Tokoh Masyarakat, Forkompinca dan mahasiswa KKN Undip.

Camat Pulosari, Ahmadi mengungkapkan bahwa perhelatan tersebut diharapkan dapat mengenalkan potensi wisata, UMKM maupun produk unggulan desa di wilayahnya. (Eva Abdullah)

 

 

Terkait
Warga Pulosari mulai kesulitan air bersih

Pemalang, Wartadesa. - Warga desa-desa di lereng Gunung Slamet Kabupaten Pemalang, khususnya Kecamatan Pulosari mulai kesulitan mendapatkan air bersih memasuki Read more

Ditinggal, rumah warga Gambuhan Pulosari dilalap api

Pemalang, Wartadesa. - Sijago merah melalap habis rumah milik Saudara Dedi Heryanto warga Dk Pelem Rt 04 Rw 02 Desa Read more

Habis santap hidangan hajatan, ratusan orang keracunan

Pemalang, Wartadesa. - 112 orang harus menjalani rawat jalan, dan 11 orang harus menjalani perawatan di dua rumah sakit akibat Read more

Kebakaran di Penakir Pulosari, kerugian capai 330 juta

Pulosari, Wartadesa. - Kebakaran di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang yang meluluhlantakkan rumah milik Zainal dan Tohirin warga RT Read more

selengkapnya