close
OpiniSosial Budaya

Kala yang berserak di jalanan berbagi kebaikan

punk

Kamis malam, sehabis sholat Isya, Muhammad Zulfanoor Fahmi, remaja tanggung yang masih duduk di kelas 11 di salah satu SMA swasta di Pekalongan pamit keluar rumah kepada ibunya. Saat ditanya, ia mengatakan hendak menyiapkan ribuan masker kain yang hendak dibagikan bersama komunitas anak-anak punk dan metal Pekalongan, esok harinya, Jum’at (10/04) ba’da sholat duhur di sepanjang jalan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Sang ibu pun mengijinkan, meski ia selalu “bawel” wanti-wanti agar sang anak tidak keluar rumah.

Sebelumnya, putra kedua dari enam bersaudara ini sempat ngobrol bersama keluarganya. Ia bersama komunitasnya sedang menyiapkan paket bantuan masker kain gratis untuk warga yang membutuhkan. Ketika malam Jum’at, ia tidak pulang ke rumah lantaran sedang menyiapkan paket yang hendak dibagikan. Sang ibu pun mahfum.

Benar saja, saat pagi hari, Fahmi pulang. Ia bercerita bahwa siang ini selepas sholat Jum’at, komunitas anak-anak yang bagi banyak kalangan sering dipandang sebelah mata, karena penampilannya yang tak sedap dipandang mata akan berbagi kain masker gratis di daerah Ketitang.

Sang ibu yang baru mendengar kabar bahwa ada dua warga yang positif virus Korona di daerah Bojong, sempat khawatir. Namun dijawab oleh sang anak, “Kata Pak Polisi, tidak apa-apa, membagikan kain masker di Ketitang,” ujarnya.

Menurut Fahmi, komunitasnya sudah menghubungi dan ijin pihak kepolisian setempat untuk menggelar aksi berbagi masker gratis tersebut. Bahkan, “Pak Polisi” mendukung gerakan anak-anak yang berserak di jalanan tersebut.

Benar saja, siang ini, saya mendapat kiriman video dan beberapa foto, aksi anak-anak jalanan ini. Mereka sedang berbagi masker kain gratis kepada warga yang melintas ruas jalan raya Bojong. Kabupaten Pekalongan.

Dalam video tersebut, terlihat puluhan anak-anak punk dan metal dengan kaos serba hitam membagikan masker kepada para pengguna jalan yang melintas. Beberapa foto, terlihat para pengendara motor terlihat senang menerima paket bantuan tersebut.

“Tidak seberapa yang kami bagikan kepada warga Pekalongan, tapi setidaknya ini yang bisa kami lakukan untuk turut membantu pemerintah memutus rantai persebaran virus yang mematikan banyak orang,” ujar Fahmi, saat mengirimkan video dan foto.

 

Penulis: Buono

Pimpinan Redaksi Warta Desa

Terkait
PKK Desa Kebonrowopucang bagikan 4 ribu masker kain

Karangdadap, Wartadesa. -  Perempuan menjadi motor penting untuk menganggulangi persebaran wabah virus Korona (Covid-19). Selain melakukan edukasi terkait virus Korona, Read more

Dana Desa bisa digunakan untuk pengadaan masker

Pemalang, Wartadesa. - Bupati Pemalang Junaedi menegaskan bahwa anggaran Dana Desa bisa digunakan untuk pengadaan masker untuk kemudian dibagikan kepada Read more

Cegah Covid-19, Pemdes Bugangan bagikan seribu masker

Kedungwuni, Wartadesa. - Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Bugangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan layak mendapat acungan jempol. Untuk mencegah Read more

Putus rantai persebaran virus Korona, Heru Gunawan sumbang ratusan masker kain

Tirto, Wartadesa. - Tiga warga Kabupaten Pekalongan dinyatakan positif virus Korona (Covid-19) membuat Heru Gunawan, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan mendorong Read more

Tags : anak punkmasker kain