close
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Komunitas Batang Rantau bagikan paket sembako anggota yang tidak mudik

kobaran
Jakarta, Wartadesa. – Komunitas Batang Perantauan (Kobaran) bersama Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Priok  memberikan 100 paket sembako buat warga terdampak COVID-19. Paket tersebut berisi beras, minyak sayur, mie instan, gula dan teh.
“Kebanyakan mereka adalah warga perantauan yang bekerja sebagai buruh pabrik, pekerja konveksi, ojek online, asisten rumah tangga yang tidak bisa mudik dan mengikuti anjuran pemerintah agar tetap stay di rumah akibat wabah COVID-19,” kata Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok, Capt. Pujo Kurnianto, Selasa (19/5).
Capt. Pujo mengatakan aksi sosial juga digelar dengan membagikan sebanyak 100 masker dan hand sanitizer kepada para anak buah kapal (ABK) yang berlabuh di sekitar perairan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Adapun mekanisme pendistribusian bantuan dimaksud, untuk paket sembako dibagikan langsung ke rumah warga yang sudah terdata untuk menerima bantuan oleh Kobaran, sedangkan untuk masker dan hand sanitizer dibagikan oleh kapal-kapal Patroli PLP Tanjung Priok pada saat melaksanakan Patroli Keselamatan Maritim (Patkesmar) di daerah operasinya masing-masing,” ujar Capt. Pujo.

Capt. Pujo memaparkan semua dana untuk kegiatan aksi sosial ini berasal dari para donatur dan penggalangan dana para pegawai Pangkalan PLP Tanjung Priok sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi COVID-19.

“Kami berharap aksi sosial ini ke depan bisa terus terlaksana dan akan semakin banyak para pengusaha dan donatur lainnya yang terketuk hatinya untuk membantu saudara-saudara kita yg membutuhkan bantuan secara ekonomi akibat terdampak wabah COVID-19,” tutup Capt. Pujo.

Sementara itu, Suminto, Ketua Umum Kobaran berharap agar bantuan tersebut bisa bermanfaat untuk anggota dan warga perantauan pada umumnya.

Seminggu sebelumnya, Bupati Batang Wihaji mengirim  bantuan 139 paket sembako melalui Tim Gugus Tugas kepada warga Batang di perantauan. Mereka tertahan di Jabodetabek karena penerapan Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik.

“Data yang dikirim ke kami melalui komunitas warga Batang rantau ada 139 orang yang memang terdampak”, kata Wihaji, Selasa (12/5/2020).  (Eva Abdullah)

Terkait
Pengurus Komunitas Batang Rantau terbentuk

Jakarta, Wartadesa. - Pengurus Komunitas Batang Rantau (Kobaran) Jakarta terbentuk setelah menggelar kopi darat (kopdar) yan dihelat di Monumen Nasional Read more

Mudahkan transaksi, Kobaran gandeng Bank Wori

Jakarta, Wartadesa. - Komunitas Batang Perantauan (Kobaran) menggandeng Bank Wori Saudara untuk memudahkan anggotanya bertransaksi dan saling mensupport (mendukung) kegiatan Read more

Kenalkan kampung halaman, Kobaran akan gelar kopdar

Jakarta, Wartadesa. - Komunitas Batang Perantauan (Kobaran) bakal menggelar Kopi Darat (Kopdar) untuk menjalin silaturahmi dan mengenalkan kampung halaman dengan Read more

Tren kasus Covid-19 Kota Pekalongan naik, Kabupaten bertambah klaster guru, Batang tembus 100 kasus

Pekalongan, Wartadesa. -  Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia belum ada tanda-tanda kecenderungan melandai, apalagi turun pada fase I ini. Read more

Tags : covid-19kobaran