close
petasan
Ilustrasi. Ruas jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Banyuurip Ageng, Kecamatan Pekalongan Selatan ini setiap pagi selama bulan Ramadan digunakan oleh remaja untuk menyulut petasan di jalanan

Pekalongan Kota, Wartadesa. – 10 orang diamankan beserta tiga buah motor dan petasan berbagai ukuran dalam operasi Cipta Kondisi di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Banyuurip Ageng, Kota Pekalongan. Mereka diamankan setelah kedapatan bermain petasan di bilangan MAN Insan Cendekia, Pekalongan Selatan, Ahad (19/05).

“Kegiatan hari ini, petugas berhasil mengamankan 10 orang dan 3 Sepeda Motor, berikut petasan berbagai ukuran,” kata Iptu Suparji, Humas Polresta Pekalongan.

Kesepuluh orang yang tertangkap basah membawa petasan cabe rawit  tersebut masih berstatus pelajar SMP. Mereka kemudian diberikan pembinaan dan petasannya disita. Sementara tiga motor yang diamankan lantaran penggunanya masih anak-anak dan tidak membawa surat-surat kendaraan.

Operasi dengan melibatkan 90 orang personel gabungan diawali dengan apel di halaman MAN IC pukul 05.00 WIB. Selanjutnya petugas dengan pakaian preman mendatangi ruas jalanan yang biasa dipakai untuk meledakkan petasan.

Akibatnya, hampir tidak ada petasan yang dinyalakan disekitar lokasi tersebut. Satu dua petasan yang nyala diperkirakan bersumber dari tempat yang jauh dari lokasi petugas.

Hingga pukul 07.30 WIB, warga tidak ada yang berani menyulut petasan.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP ferry Sandy Sitepu menjelaskan operasi tersebut digelar dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, khususnya di bulan suci Ramadan. Kegiatan juga digelar untuk mencegah timbul korban akibat petasan.

“Kita berusaha mengamankan anak yang main petasan, tadi ada beberapa yang kedapatan bawa petasan. Kegiatan ini kita gelar demi menciptakan ketenangan dan kenyamanan masyarakat, agar tidak terganggu dalam menjalankan ibadah puasa dan mencegah adanya korban akibat petasan,” jelas Kapolres, didampingi Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol I Ketut Lanus.

Diketahui ruas jalan KH. Ahmad Dahlan, mulai dari pertigaan arah Banyuurip Alit ke Utara hingga lapangan SMPN 15 Kota Pekalongan, dari tahun ke tahun, setiap bulan Ramadan digunakan untuk ajang menyalakan petasan.

Salah seorang warga, Ilman (25) menyebut bahwa ruas jalan tersebut ramai oleh sulutan petasan setiap hari Jum’at dan Ahad. Menurutnya tingkat keramaian sulutan petasan terjadi pada hari Jum’at, ketimbang hari lainnya.

Sebelumnya, petugas kepolisian telah melayangkan himbauan kepada desa-desa di wilayah binaannya untuk tidak membuat, menjual, mengedarkan dan membunyikan petasan, kapanpun, dan dimanapun.

Petugas kepolisian akan melakukan survei dan razia tempat-tempat yang terindikasi melakukan penyimpangan penggunaan petasan.  (WD)

Terkait
Belasan obat dan petasan disita dalam razia Polsek Kedungwuni

Kedungwuni, Wartadesa. – Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan dan Polsek jajaran sedang gencar-gencarnya melaksanakan kegiatan razia petasan. Seperti yang dilakukan Polsek Read more

Main petasan, remaja SMP dilarikan ke rumah sakit

Bojong, Wartadesa. - FP 914) seorang pelajar kelas 2 SMP warga Desa Randumuktiwaren, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan musti dilarikan ke Read more

Di Batang, ratusan botol ciu dan sopir diamankan, Pemalang pembuat petasan dirazia

Batang, Wartadesa. - Ratusan botol ciu (minuman keras) berbagai ukuran disita petugas Polres Batang dalam operasi Cipta Kondisi di Alun-Alun Read more

Terjaring razia, petasan korek disita

Sragi, Wartadesa. - 150 butir petasan jenis korek disita dari lapak Faroza, warga Dukuh Ringinpitu, Kelurahan Sragi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Read more

Tags : petasan