close
KesehatanSosial Budaya

Mengenal Inpari IR Nutri Zinc, padi pencegah stunting

inpari
Padi Inpari IR Nutri Zinc produksi BBPADI. Foto: BBPADI Media

Batang, Wartadesa. – Hingga Pebruari 2020, sedikitnya 156.549 balita di Jawa Tengah mengalami stunting (kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak). Pemenuhan gizi terutama Zn menjadi pencegah penyakit yang menyebabkan kekerdilan tersebut.

Saat ini, beras dengan kandungan Zn (Zinc/timah sari: salah satu mineral mikro yang dibutuhkan bagi setiap sel di dalam tubuh. Kecukupan mineral ini penting dalam menjaga kesehatan) ada dalam jenis padi Inpari IR Nutri Zinc yang merupakan hasil persilangan IR91153-AC 82/ IR05F102// IR 68144-2B-2-2-3-166 /// IRRI145, oleh BBPADI (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Balitbang Kementan RI), yang akan dikembangkan budi-dayanya di Kabupaten Batang.

Varietas ini dilepas oleh BBPADI pada 2019 lalu,  kaya kandungan Zn dan berfungsi untuk mengatasi kekerdilan (stunting), yang merupakan pengembangan rilis tahun 2018 sebelumnya yang dikhususkan bagi anak yang stunting atau lahir dalam kondisi pendek (cebol). Dalam upaya meningkatkan nilai gizi sekaligus untuk mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat, dilakukan biofortifikasi, yaitu perakitan varietas padi dengan kandungan Zn tinggi.

Kandungan Zn pada varietas ini sebesar 34,51 ppm sementara varietas lain seperti Ciherang memiliki kandungan 24.06 ppm. Keunggulan itulah diharapkan dapat turut mensukseskan program pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi Zinc dan meminimalisir stunting di Indonesia.

Kekurangan Zn dalam tubuh selain berakibat menurunnya daya tahan tubuh, produktifitas, dan kualitas hidup manusia, kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan atau stunting.

Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat. Varietas ini memiliki kadar amilosa 16,6 persen dan potensi kandungan Zn 34,51 ppm.

Selain kaya nutrisi, varietas ini juga memiliki produktivitas tinggi, tahan WBC, Blas, dan Tungro, serta rasa nasi enak.

Padi yang dapat ditanam pada lahan 0-600 mdpl ini akan budidayakan di Batang pada 2021 mendatanng. Menurut Kabid Pertanian dan Tanaman Pangan Dispaperta Kabupaten Batang, Dewi Wuriyanti,  program tersebut merupakan program swasembada pangan.

“Karena ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan pangan yang terjangkau untuk masyarakat sangat dibutuhkan, untuk itu program tersebut menjadi fokus kami,” ujar Dewi, Jum’at kemarin.

Dewi menambahkan, petani nantinya akan mendapat bantuan benih dari kementrian pertanian. Selain tanaman padi, menurutnya, ketahanan pangan dapat dilakukan melalui penanaman tanaman di pekarangan.

“Kami juga akan gencarkan tanaman lestari di pekarangan supaya keluarga dapat memenuhi kebutuhan pangan, dan hasilnya dapat dijual untuk menambah kebutuhan keluarga,” pungkas Dewi. (Bono)

 

Terkait
Budaya Ngapi’i jadi pemicu stunting di Kota Santri

Kajen, Wartadesa. - Budaya selepas melahirkan 'Ngapi'i' yakni ibu yang melahirkan hanya makan-makanan tertentu sebelum 40 hari kelahiran, tidak boleh Read more

Pandemi Covid-19, jumlah warga miskin Kota Santri naik, angka stunting 21%

Raih Peringkat 2 Penanganan Stunting Kajen, WartaDesa. - Pagebluk (pandemi) Covid-19 menjadi pemicu naiknya jumlah warga miskin di Kota Santri.Jika Read more

Pemalang masuk dalam 100 desa prioritas penanganan gizi buruk stunting

Pemalang, Wartadesa. - Kabupaten Pemalang masuk dalam 100 desa dari 10 kabupaten prioritas penanganan stunting (gizi buruk yang menyebabkan balita Read more

Pagelaran Wayang Kulit di Pantirejo Kesesi Dibubarkan

Kesesi, Wartadesa. - Pagelaran wayang kulit pada sebuah hajatan warta di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan dibuarkan oleh pihak Read more

Tags : inpari ir nutri zincstunting