close
nanam pohon

Siang itu, ketika membuka facebook, saya mendapati postingan yang menarik dari pemilik akun Wasduki Djazuli. Diakun fb-nya, Kepala Desa Wuled yang dikenal sederhana ini mengunggah foto dua calon pasangan pengantin yang sedang menyerahkan bibit tanaman ke Pemerintah Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Pekalongan.

Kontan, saya pun penasaran. Segera saya hubungi Pak Kades Wuled sekadar tanya-tanya. Ya, siapa tahu ada informasi menarik tentang hal itu. Saya langsung kontak beliau via Whatsapp.

Seperti wajarnya percakapan, mula-mula saya menanyakan kabar beliau. Maksudnya sih memastikan saja apakah beliau sedang sibuk atau tidak. Kalau pas sibuk, maka saya akan mengontak beliau lain waktu. Alhamdulillah, beliau cepat merespons japrian saya. Itu artinya, saya bisa melanjutkan pembicaraan via WA.

Hal yang saya tanyakan tentu soal postingan beliau yang menurut saya sangat menarik untuk diulik. Saya tanyakan maksud postingan foto itu. Beliau pun menjawab, kalau tradisi menanam bagi para calon pengantin di desanya itu sudah berlangsung cukup lama. Tepatnya, sejak beliau menjabat sebagai Kepala Desa Wuled (tahun 2014). Kurang lebih sudah berjalan selaman enam tahun.

Wah, saya pun makin tertarik dengan jawaban itu. Jika itu mulai dilakukan sejak beliau memimpin desanya, artinya itu adalah sebuah terobosan yang sangat luar biasa. (Ribut Achwandi)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : menikahpohon cintawasduki jazuli