close
Jalan-jalan

Obyek wisata di Pemalang, Pekalongan, Batang kembali dibuka

black canyon
Pengunjun Black Canyon di Desa Kayupurin, Petunkriyono terlihat ramai saat dibukanya kembali obyek wisata tersebut

Pemalang, Wartadesa. – Kepala pemerintahan di wilayah Pemalang, Pekalongan dan Batan kembali membuka obyek wisata yang beberapa bulan ini tutup akibat pandemi virus Korona. Pembukaan kembali obyek wisata kala masa pandemi menjadi dilema, satu pihak, tren positif Korona di Indonesia selalu naik, dilain pihak, warga sudah mulai bosan dan ingin refreshing menikmati indahnya alam raya. Pun bagi pelaku usaha pariwisata, pembukaan kembali obyek wisata menjadi angin segar, agar mereka tidak semakin terpuruk.

Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan pada Rabu (10/06) mengatakan akan pelan-pelan membuka obyek wisata di seluruh Kota Santri, dimulai dari Petungkriyono, yang merupakan zona hijau.

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Pemalang akan mulai membuka obyek wisata Pantai Widuri secara secara simulasi dan bertahap mulai Sabtu (13/06).

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso menjadikan Forest Kopi sebagai pilot project (percontohan) obyek wisata yang dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Lampu hijau dibukanya kembali obyek wisata di beberapa wilayah tersebut membawa angin segar bagi pelaku wisata di Kabupaten Pekalongan. Cahyono, salah seorang pengelola obyek wisata Black Canyon Petungkriyono mengunkapkan bahwa kondisi di negeri di atas awan saat ini aman, lantaran setiap wisatawan maupun warga yang naik ke Petungkriyono diwajibkan menengenakan masker. “Aman inshaAllah…. Seng munggah petung diwajibkan pake masker pak….” Ujarnya, Sabtu (13/06).

Cahyono menambahkan bahwa Black Canyon di Desa Kayupuring, Petunkriyono sudah menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjun maupun pengelola. “Terutama di setiap sudut warung disiapkan pancuran buat cuci tangan plus sabun cair.” Jelasnya

“Yang boleh masuk (ke obyek wisata) yang pake masker…. Dan (para wisatawan) diberi edukasi jaga jarak,” lanjut Cahyono.

Saat ini obyek wisata Black Canyon sudah dibuka sejak beberapa hari lalu, sedang obyek wisata lainnya, seperti obyek wisata Welo Asri baru akan dibuka Senin lusa.

Sebagai pelaku dunia pariwisata, Cahyono mengaku selama pandemi Korona ini pengunjung wisatawan ke Petungkriyono turun drastis, “90 % turun derastis… setelah adanya lampu hijau oleh pemerintah, membuka kembali obyek wisata, kami berharap agar pengunjung Petungkriyono kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. (Buono)

Terkait
Petani Petungkriyono ramai-ramai babat pohon kopi, ganti dengan kapulaga

MENJAMURNYA cafe yang menyediakan aneka minuman kopi 'mahal' di Pekalongan saat ini, tidak berkorelasi dengan petani kopi, khususnya petani kopi Read more

Selamatkan hulu Kali Kupang, Forum Kolaborasi Pengelolaan Hutan Petungkriyono gelar aksi konservasi

Petungkriyono, Wartadesa. - Perhutani KPH Pekalongan Timur, Cabang Dinas Kehutanan 4 Jawa Tengah dan SwaraOwa, menginisiasi aksi konservasi hutan dengan Read more

Santai sambil menikmati Lutung Jawa bersantai

Rapatnya pepohonan Sokokembang Petungkriyono menjadikan hutan ini menjadi habitat alami Lutung Jawa (Trachypithecus auratus). Hewan yang terancam punah dan dilindungi Read more

Hilang dua hari, pemancing asal Kayupuring ditemukan meninggal

Petungkriyono, WartaDesa. - Warga Dukuh Tinalum, Desa Kayupuring, Petungkriyono, Pekalongan berinisial (S) 50) yang hilang dua hari saat berpamitan memancing Read more

Tags : black canyonkoronanew normalobyek wisataPetungkriyono