close
personek

Lebakbarang, Wartadesa. – Perjuangan warga bersama Persatuan Sopir dan Kenek (Personek) Lebakbarang belum usai. Meski sejak akhir April 2019 hingga kini, gerakan Semen Rakyat terhenti, lantaran menunggu janji Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang akan memperbaiki sejumlah ruas jalan rusak di wilayan tersebut. Warga berjanji akan kembali menggelar Semen Rakyat setelah akhir tahun ini. Demikian disampaikan oleh Tejo, Ketua Personek, saat Warta Desa bersama Tim Penelitian dari Combine Resources Institution (CRI) Yogyakarta, yang kami sambangi di kediamannya, Desa Sidomulyo, Kecamatan Lebakbarang. Ahad (22/09) pekan lalu.

Selepas tim menempuh perjalanan yang terjal dan berliku, diselingi dengan jalanan yang berlubang. Dan bekas aksi warga, gerakan Semen Rakyat pada April 2019 lalu. Kami berbincang dengan tiga anggota Personek, terkait keinginan warga Lebakbarang.

Menurut Tejo, gerakan Semen Rakyat dihentikan sementara–setelah pada 08 Maret 2019 gerakan yang diinisiasi seluruh komponen warga ini mampu “nenampar”  kebijakan Pemkab Pekalongan untuk menyediakan sarana dan prasarana jalan yang baik–. “Sementara gerakan Semen Rakyat dihentikan pada April 2019, saat itu kami dijanjikan perbaikan jalan Lebakbarang pada bulan April, kemudian mundur menjadi bulan Agustus 2019. Bahkan pada upacara peringatan HUT RI di halaman kecamatan, kami dijanjikan bahwa perbaikan jalan akan dilakukan setelah ini (bulan Agustus-red.). Perjuangan kami belum usai,” ujar Tejo.

Meski gerakan Semen Rakyat dihentikan untuk sementara, perbaikan jalan rusak secara swadaya terus dilakukan. Pak Gareng “Raidi”, warga Dukuh Petungkon, Desa Tembelanggunung, Lebakbarang menjadi motor satu-satunya melakukan perbaikan jalan. “Ya sejak April hingga sekarang, Pak Gareng ini yang menambal jalan rusak secara swadaya dan alakadarnya. Karena hanya itu yang bisa kami lakukan,” lanjut Tejo.

Baca: Sosok Pak Gareng “Raidi” baktikan diri tambal jalan rusak Lebakbarang

Hingga saat ini kami masih menunggu komitmen dari Pemkab untuk membuktikan janjinya, memperbaiki ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar. Lanjut Tejo. Ia menambahkan, warga akan kembali menggelar aksi Semen Rakyat setelah bulan Desember mendatang. “Ya impian kami, jalan Lebakbarang-Karanganyar mulus. Jare bupatine dulu kan, Dalane Alus Rejekine Mulus, lha nek dalane rusak yo rejekine ilang,” tutur Tejo.

“Selama ini kami bertahan menunggu janji Pemkab Pekalongan hinga Desember mendatang, sementara Pak Gareng yang memperbaiki jalan yang rusak, namun jika sampai akhir tahun ini tidak ada realisasi janji pemerintah, kami akan menggelar gerakan Semen Rakyat lagi,” lanjut Tejo.

Seperti diketetahui, rusaknya infrastruktur jalan di wilayah Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan tak membuat warga berpangku tangan dan hanya menunggu bantuan dari pemerintah. Alih-alih menunggu Pemerintah Kabupaten Pekalongan melakukan perbaikan jalan yang rusak bertahun-tahun, warga malah menggalang dan menggelar aksi Semen Rakyat.

Aksi solidaritas warga ini turut melibatkan komunitas pengguna jalan ruas Karanganyar-Lebakbarang. Warga dan Komunitas Personek (Persatuan Sopir dan Kenek) Lebakbarang menggalang dana dan material semen dari warga. Donasi berupa uang dan semen kemudian dikumpulkan panitia untuk melakukan penambalan jalan rusak di sepanjang Lebakbarang, Kamis-Jum’at (7-8/03/2019).

Setelah gerakan Semen Rakyat bergulir, warga dijanjikan bahwa perbaikan jalan akan dilakukan pada April 2019. Diberitakan sebelumnya, paska tujuh hari, warga Lebakbarang menggelar aksi Gerakan Semen Rakyat, sebuah kritik sosial dengan melakukan penambalan jalan yang rusak secara swadaya. Akhirnya Pemkab Pekalongan memberi angin segar, bahwa jalan kabupaten di Lebakbarang akan dilakukan perbaikan pada April 2019 mendatang.

Gerakan Semen Rakyat ini mendapat dukungan dari seluruh warga Lebakbarang dan dukungan moral seluruh warga Kabupaten Pekalongan. Postingan tentang Gerakan Semen Rakyat di Warta Desa mendapat respon positif dari warga Kota Santri.

Hari ketujuh Gerkan Semen Rakyat, warga Lebakbarang makin semangat dan giat. Bahkan para kaum ibu turut serta membantu pengecoran jalan berlubang dengan semen.

Respon positif diungkapkan oleh Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro. Menurutnya pihaknya sudah mengajukan anggaran untuk perbaikan jalan Lebakbarang dan sedang menunggu lelang.

“Anggaran sudah kami ajukan untuk perbaikan jalan tersebut dan menunggu lelang, kemungkinan akan dikerjakan akhir April mendatang,” ujar Wahyu. Wahyu menambahkan bahwa perbaikan jalan ruas Lebakbarang akan dilakukan secara bertahap.

Namun, perbaikan jalan urung dilakukan pada bulan April. Pemkab menjanjikan pada Agustus 2019. Bahkan dalam upacara peringatan HUT ke-74 RI di halaman Kecamatan Lebakbarang, warga dijanjikan bahwa perbaikan jalan akan dilakukan pada bulan tersebut.

Hingga kini warga menunggu janji Pemkab Pekalongan. Adakah permasalahan yang penting (urgent) hingga perbaikan jalan di Lebakbarang mundur? (Buono)

 

 

Tak kunjung diperbaiki, warga Lebakbarang gelar aksi Semen Rakyat

Perbaikan jalan Lebakbarang direncanakan April mendatang

 

 

Tags : jalan rusaklebakbarangsemen rakyat