Kajen, Wartadesa. – Keberlanjutan kepemimpinan menjadi bagian penting dari organisasi berbasis kader, seperti Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) dan Pimpian Cabang Nasyi’atul Aisyiyah (PCNA) Kajen, Kabupaten Pekalongan. Guna menyiapkan keberlanjutan kepemimpan tersebut, digelar Baitul Arqom (BA) dengan memadukan tatap muka dan daring (blended).
“Baitul Arqam bersama Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Kajen ini merupakan upaya menyiapkan keberlanjutan kepemimpinan,” sambut Lutfi Maulana, Ketua Panitia Baitul Arqam PCPM-PCNA Kajen, dalam upacara pembukaan di Grha Muhamka, Gedung Pusat Baitut Tamwil Muhammadiyah Kajen. Ahad (02/05).
Menurut Lutfi, BA yang dihelat saat ini menggabungkan pertemuan tatap muka dan virtual melalui zoom metting, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk pengkaderan lebih lama dari biasanya. Jika biasanya cukup tiga hari, kini menjadi lebih lama yakni enam hari, dari tanggal 2 sampai dengan 7 Mei 2021.
“Meski Pandemi belum usai, tapi kaderisasi tetap harus berjalan, sehingga BA ini dilaksanakan,” lanjut Lutfi.
Pertemuan tatap muka dilakukan untuk upacara pembukaan, yakni pada hari Ahad, 2 Mei 2021, pukul 09.00-10.00 WIB. Kemudian penyampaian materi akan dilakukan secara daring dan luring, yakni penyampaian materi melalui zoom meeting, dan penugasan atau materi lainnya diberikan secara luring.
Sementara itu Ketua Cabang Muhammadiyah Kajen Achmad Sholeh mengungkapkan bahwa pelatihan dan perkaderan sangat penting bagi organisasi . “Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan, maka harus selalu bergerak melakukan perubahan yang bermanfaat,” ucapnya dalam sambutan pembukaan.
“Pelatihan-perkaderan seperti ini sangat penting artinya bagi kader, yang nanti akan menjadi penerus pimpinan Muhammadiyah di Kajen untuk masa yang akan,” sambung Achmat Sholeh.
Pembukaan Baitul Arqam bersama ini dihadiri sekitar 30-an peserta. Mereka berasal dari perwakilan pimpinan ranting baik PM maupun NA. Bahkan ada juga yang datang secara pribadi, karena di desanya belum ada rantingnya.
“Melalui Baitul Arqam ini, saya ingin mengenal lebih dan belajar lebih banyak tentang gerakan Muhammadiyah,” harap Khansa Muna Adnindhiya, peserta dari Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah Pekiringan Alit. (Fachrudin)










