close
LingkunganPendidikan

SMA N 1 Sukorejo dan Desa Genting Gunung Berkolaborasi Hijaukan Bumi

7

KEJADIAN bencana di Kabupaten Kendal yang terjadi berulang kali mulai menggelitik berbagai pihak, salah satunya Yoshi Rachmartdi, Kepala SMA N 1 Sukorejo. Desa tempat tinggalnya yang dulu tidak pernah terdampak banjir, tahun lalu harus menerima konsekuensi akibat mulai menurunya kualitas  lingkungan di Kabupaten Kendal.

SMA N 1 Sukorejo adalah salah satu sekolah favorit di Kecamatan Sukorejo, dan juga merupakan sekolah Adiwiyata yang sudah bergerak ke tingkat nasional. Tiga dekade lebih sekolah ini berdiri, namun sekolah ini belum pernah mengadakan ekstrakurikuler Pencinta Alam.

Dengan kepemimpinan Kepala sekolah yang baru, karena baru menjabat 6 bulan, akhirnya SMA N 1 Sukorejo menambah satu kegiatan tersebut untuk mewadahi minat dan bakat serta membentuk karakter siswa siswi agar lebih peduli akan kelestarian alam. Dunia pendidikan adalah kunci utama membangun mental generasi, salah satunya membentuk kader-kader konservasi. Tujuanya agar semakin banyak anak-anak yang mengerti akan pentingnya melestarikan lingkungan, dan diharapkan ilmu yang didapat bisa ditularkan ke keluarga, lingkungan tempat tinggal dan bahkan ke dunia yang lebih luas.

 Berbekal bibit pohon yang didapatkan dari BSPTH Jawa Tengah, melalui jalan kegiatan ekstrakurikuler Pencinta Alam ini, sekolah menggandeng salah satu desa di lereng Gunung Prau, untuk mengajarkan kepada anak didik bagaimana cara berkontribusi dalam perbaikan kualitas lingkungan Kendal. Desa Genting Gunung adalah desa tertinggi paling barat di Kecamatan Sukorejo. Di desa inilah kegiatan konservasi mulai bertumbuh. Organisasi Karang Taruna yang juga baru seumur jagung karena baru beberapa hari terbentuk, semangat bergeraknya luar biasa. Dengan dukungan Kepala Desa yang baru Rudi Darmawan, pergerakan pemuda pemudi desa ini diharapkan lebih banyak inovasi dan peran serta dalam pembangunan wilayah.

 “Tumbu ketemu tutup” istilah jawa yang sering digunakan untuk menggambarkan perjodohan yang serasi dan pada waktu yang tepat, seperti momentum kegiatan kolaborasi ini. Peluncuran perdana kegiatan Ekstrakurikuler Pencinta Alam, kegiatan pertama Karang Taruna Genting Gunung, yang juga di back up oleh Kepala Sekolah baru serta Kepala Desa baru pula menjadikan kegiatan kolaborasi ini berada di tempat dan waktu yang tepat.

Acara yang berlangung pada hari Sabtu, 21 Januari 2023 ini dihadiri pula oleh seluruh siswa-siswi MTs. Darul Islah Genting Gunung, MI Genting Gunung, dan SD N Genting Gunung. Bersama guru pendamping dari masing-masing sekolah, anak-anak mampu beradaptasi dalam kegiatan kolaborasi yang boleh dibilang mendadak tanpa persiapan, karena pemberitahuan hanya sehari sebelum acara. Maksud awal pemberitahuan kegiatan ke sekolah-sekolah tersebut adalah untuk mengajak perwakilan saja, namun pihak sekolah menerima dengan sangat antusias dan mengerahkan seluruh siswa-siswinya untuk terjun ke lapangan.

Acara dihadiri kurang lebih 350 peserta yang terdiri dari, anggota Pencinta Alam SMA N 1 Sukorejo, MTS Darul Islah, MI Genting Gunung, SD Genting Gunung, Karang Taruna, dan Relawan Garda Prau Indonesia. Diawali dengan upacara pembukaan yang diadakan di lapangan desa, sekaligus simbolis penyerahan bibit pohon dan penanaman oleh Kepala SMA N 1 Sukorejo dan Kepala Desa Genting Gunung.

 Dengan pendampingan dari Karang Taruna dan Relawan Garda Prau Indonesia, siswa siswi diarahkan menuju lokasi penanaman. Ada 5 titik yang menjadi target, yaitu 5 dusun yang ada di Desa Genting Gunung. Tak cuma menanam pohon di sepanjang jalan, siswa-siswi juga diajarkan untuk memungut sampah di sepanjang jalan agar jalanan terlihat bersih dan nyaman.

Kepedulian terhadap hal terkecil ini harus sering ditanamkan pada anak-anak sejak dini, agar ketika dewasa nanti mereka bisa menjadi pemimpin yang peduli akan kelestarian lingkungan.

Selesai menanam dan memungut sampah, semua  peserta berkumpul di aula balai desa, melanjutkan dengan kegiatan sarasehan. Salah satu narasumber yang hadir adalah Mbah Basri, relawan penjaga Gunung Prau peraih penghargaan Kalpataru. Beliau menceritakan kisah perjalananya selama mengabdikan diri di masyarakat. Hutan gunung adalah Bank Air yang perlu kita lestarikan. Dengan semangat yang berapi-api, anak-anak terkesima mendengar ceritanya. Narasumber lain, Kades Genting Gunung, Kepala SMA N 1 Sukorejo, Kepala MTs Darul Islah Genting Gunung, Bhabinkamtibmas Polsek Sukorejo, dan relawan senior Hernowo B.S, atau yang akrab dipanggil Pak Yoyok.


Sembari menikmati jamuan tradisional berupa makanan camilan khas pedesaan yang ramah lingkungan karena semua tanpa kemasan plastik, seluruh peserta larut dalam suasana yang interaktif. Setelah selesai acara, dilakukan sesi foto bersama di dalam, dan halaman aula balaidesa. (Andi Gunawan)
Terkait

[caption id="attachment_1326" align="alignnone" width="800"] Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

IPNU IPPNU Wonokerto bentengi diri dengan Densus Aswaja

PAC IPPNU Wonokerto menggelar kegiatan Densus Aswaja di Masjid Hidayatullah, desa Semut (15/10). Foto Wahidatul Maghfiroh/wartadesa Read more

Tags : aksi hijauKendalsma n 1 sukorejo