close
Layanan PublikSosial Budaya

Sosok Pak Gareng “Raidi” baktikan diri tambal jalan rusak Lebakbarang

gareng

Lebakbarang, Wartadesa. – Masih ingat dengan Pak Gareng kan? Pria pekerja serabutan yang bekerja di Pasar Karanganyar ini sendirian menambal jalan yang rusak di ruas Lebakbarang-karanganyar. Lelaki renta yang pada Pebruari 2019 rumahnya ludes dilalap api dalam sebuah peristiwa kebakaran di Dukuh Petungkon, Desa Tembelanggunung, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan ini viral di media sosial lantaran aksinya.

Meski ia hanya kuli panggul, bahkan menjadi pencuci piring, mangkok di Pasar Karanganyar, ia peduli soal keselamatan warga yang melewati jalan rusak di Lebakbarang. Pak Raidi (53) lebih dikenal dengan sebutan Pak Gareng. Sejak awal ia peduli dengan kondisi jalan Lebakbarang-Karanganyar yang rusak hingga banyak memakan korban. Bersama Personek (Persatuan Sopir dan Kenek) Lebakbarang, warga, guru dan siswa terlibat dalam aksi gerakan semen rakyat pada 9 Maret 2019.

Pak Gareng (Raidi) dalam aksi Gerakan Semen Rakyat, Maret 2019 lalu.

Setiap hari, saat ia berangkat mencari nafkah di Pasar Karanganyar–sejak Maret hingga hari ini September 2019– dalam perjalanannya, jika melihat ruas jalan yang berlubang, ia akan segera menambalnya. Bukan alasan apa-apa, ia hanya tidak ingin melihat warga mengalami kecelakaan di ruas jalan tersebut akibat jalan rusak.

Kadang ia mendompleng (nunut/menumpang) mobil L300 yang lewat dari Lebakbarang ke Karanganyar untuk beraktifitas. Tak segan-segan ia akan turun ditengah perjalanan, tatkala melihat jalanan rusak, untuk ditambal.

Walau Pak Gareng termasuk golongan kaum lemah (warga miskin) tapi Pak Gareng juga ikut merasakan keadaan jalan yang rusak dan bertahun-tahun, dari zaman ke zaman tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Salah seorang warga, Wijaya Kusuma, melihat aksi Pak Gareng yang sedang menambal jalan, iapun mencoba menanyakan alasan Pak Gareng kekeuh (komitmen/istiqomah) melakukan aksi sunyinya. Alasan utama Pak Gareng melakukan aksinya lantaran hanya itulah yang ia bisa lakukan untuk berbagi manfaat dengan warga.

“Wong lewat yo ben ojo kangelan … aku ya ra bisa ngamal ngganggo duwit … ya kaya ngene,” tutur Pak Gareng.

Warga lainnya, Roizah, sempat bertanya kepada Pak Gareng, alasan mengapa ia melakukan aksi tambal jalan rusak padahal tidak ada yang membayarnya, Pak Gareng menjawab, “yo ora apa-apa, nyong nglakoni kaya kiye demi keselametane wong sing pada lewat, melas temen dalane pada njeglong, mulane nyong nambali dalan sing rusak,”  ujarnya.

Hingga saat ini warga Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan masih menunggu janji Pemkab Pekalongan, medio Maret 2019 lalu, Pemkab melalui DPU TARU berjanji akan memperbaiki jalan yang rusak pada Agustus 2019 ini.

Dan Agustus pun hari ini berakhir. Penuturan warga, hinga hari ini,  belum ada tanda-tanda perbaikan jalan akan dimulai. Tak ada material perbaikan jalan, tak ada penanda jalan berupa cat pilox pada ruas jalan yang rusak. (Budi R Setiawan/Eva Abdullah)

Tags : garengtambal jalan rusak lebakbarang