close
Layanan Publik

Tak punya Kartu Tani, serapan pupuk subsidi di Batang hanya 11 persen

kartu tani
ilustrasi

Batang, Wartadesa. – Serapan pupuk besubsidi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah tergolong rendah, berkisar antara 5 hingga 11 persen. Sementara itu, disisi lainnya, masih banyak petani yang mengaku kesulitan mendapatkan pupuk di Kota Berkembang tersebut.

“Berdasar serapan dari beberapa jenis pupuk bersubsidi dengan luasan lahan ini hingga akhir Februari hanya masih rendah yaitu sekitar 5-11 persen,”  ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Heru Yuwono, Selasa (30/03).

Menurut Heru, jika saat ini petani di Batang mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, itu lantaran mereka tidak tergabung dalam kelompok tani dan tidak memiliki kartu tani.

“Jika petani yang menyatakan pupuk bersubsdi langka, itu karena mereka tidak tergabung dalam kelompok tani dan tidak memiliki kartu tani,” lanjut Heru.

Heru mengungkapkan bahwa pengajuan alokasi pupuk bersubsidi sudah sesuai dengan  elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK) yang berdasarkan serapan tahun sebelumnya dengan luasan lahan.

“Memang pengajuan pupuk tidak bisa terpenuhi semua sesuai dengan e-RDKK. Dalam menentukan alokasi pupuk bersubsidi sesuai hasil rapat dan koordinasi dengan distributor,” katanya.

Pada musim tanam II ini Pemkab Batang menjamin ketesediaan pupuk bersubsidi bagi para petani. Alokasi pupuk bersubsidi jenis urea sebanyak 14.735 ton, SP-36 1.442 ton, ZA 1.136 ton, NPK 10.092 ton, organik granul 4.053 ton, dan organik cair sebanyak 9.092 ton.

Menurut Heru, hingga akhir Maret 2021 belum ada relokasi sehingga ketersediaan pupuk masih mencukupi kebutuhan para petani. “Kecuali ada gejolak, misalnya di Kecamatan Banyuputih tidak ada barang maka nantinya akan ada pergeseran pupuk dengan mengganti surat keputusan (SK) yang serapanya masih rendah,” katanya.

Ia menambahkan adapun rencana tanam padi pada Maret 2021 luasanya lahan mencapai 2.416 hektare dan masa tanam April 2021 mencapai 2.799 hektare. (Bono)

Terkait
Mengisi ronda dengan catur dan jimpitan

Reban. Batang. Wartadesa - Menjaga kemamanan lingkungan di pos kamling (keamanan lingkungan) kadang menjenukan. Nah, warga Reban Kabupaten Batang mempunyai Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Bus wisata yang ditumpangi warga Batang masuk jurang

Purbalingga, Wartadesa. - Naas, bus pariwisata Metropolitan E 7599 V yang membawa 64 warga Batang yang hendak berwisata ke objek Read more

Hidup sebatangkara, kakek ini makan seadanya

Batang, Wartadesa. - Tinggal sebatangkara, di rawa-rawa sebelah timur Mencawak, Sigandu Kabupaten Batang dengan gubuk berdinding terpal, itulah kondisi kakek Ra'adi Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : Batangkartu tanipupuk subsidi