close
pkd-ansor

Paninggaran, Waradesa. – Radikalisme Agama yang sekarang merebak dan mulai menjangkiti generasi muda saat ini disebabkan minimnya pemahaman agama dan komitmen kebangsaan yang mulai meredup. Tertangkapnya pelaku bom bunuh diri merupakan bentuk nyata yang ada di depan mata kita. Demikian disampaikan Helmy, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Paninggaran, Jum’at (23/12) kepada Wartadesa.

Tangkal Radikalisme. Banser dan Ansor Paninggaran menggelar PKD dan Diklatsar guna menanggulangi paham radikal. Foto: M. Syaikhul Alim
Tangkal Radikalisme. Banser dan Ansor Paninggaran menggelar PKD dan Diklatsar guna menanggulangi paham radikal. Foto: M. Syaikhul Alim

“Dengan melihat fenomena tersebut Ansor Paninggaran mengambil sikap dengan menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser dengan harapan kegiatan tersebut mampu mencetak kader muda Nahdlatul Ulama yang mampu memahami agama secara menyeluruh, tidak radikal dan memegang teguh Pancasila serta UUD 1945.” Tambah Helmy.

Kegiatan yang diselenggarakan di Kompleks SMP Satu Atap Kaliombo Kec. Paninggaran dari tanggal 21-25 Desember 2016 diikuti sebanyak 100 orang dari perwakilan masing-masing desa se Kec.Paninggaran, ujar Helmy Ketua PAC Ansor Paninggaran. “Harapan kami dengan kegiatan ini Kec.Paninggaran bebas dari pemahaman Islam yang Radikal dan memiliki komitmen yang kuat terhadap Keutuhan NKRI,” tambah pria berwajah flamboyan tersebut.

Targetkan 2000 kader dalam periode ini
Kabupaten Pekalongan dengan slogan Kota Santri yang mayoritas berpenduduknya Islam memiliki tantangan tersendiri dalam mewujudkan wajah Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Ketua PC GP Ansor Kab. Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam periode ini dia menargetkan 2000 kader Ansor Banser baru.

Semakin banyak jumlah anggota Ansor Banser yang ada semakin jauh Radikalisme Agama dan Perpecahan Bangsa ini. Paninggaran merupakan kaderisasi pertama pada periode saya dan minggu depan akan diselenggarakan kegiatan yang sama di Kec. Tirto, ungkap Azmi Fahmi.

Dalam Pelatihan kepemimpinan Dasar (PKD) diberikan materi antara lain penguatan ahlussunnah waljamaah, wawasan kebangsaan, korganisasian, kepemimpinan, keansoran dan kebanseran, pengenalan peraturan organisasi juga ada analisis diri dan analisis sosial. ***(Aliem/Bono)

Terkait
GNPF MUI Jateng tetap gelar gerakan subuh berjama’ah di Masjid Jami’ Kauman

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) Jawa Tengah tetap akan menyelenggarakan subuh berjama'ah di Masjid Read more

Ratusan peserta ikuti kemah bakti GP Ansor se-Jawa Tengah

Batang, Wartadesa. - 790 peserta dari 32 cabang Gerakan Pemuda Ansor se-Jawa Tengah mengikuti kemah bakti dalam rangka memberikan wawasan Read more

Partisipasi Banser dalam pengamanan peringatan Hari Kartini

Kajen, Wartadesa. - Peringatan Hari Kartini yang menorehkan sejarah baru dalam rekor Muri 12 ribu Perempuan Berkebaya hari ini, Sabtu Read more

Perkuat ekonomi kerakyatan, Banser-Ansor luncurkan Sorban

Kajen, Wartadesa. - Melihat kondisi perekonomian Ansor-Banser di Kota Santri yang masih banyak dibawah rata-rata, menjadikan Pimpinan Cabang Ansor Kabupaten Read more

Tags : AnsorBanserPaham RadikalRadikal