close
longsor kutorembet 1

Lebakbarang, Wartadesa. – Hujan deras dan kondisi tanah labil di wilayah Lebakbarang Kabupaten Pekalongan membuat wilayah tersebut kembali mengalami longsor. Setidaknya tiga lokasi titik longsor di wilayah tersebut sejak Ahad hingga Senin (11-12/02).

Pewarta Wartadesa  melaporkan bahwa lokasi longsor pertama berada di Desa Sidomulyo menuju arah Dukuh Parakandawa. Longsor menutup badan jalan sehingga jalan tidak dapat dilalui olwh warga, baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Akses warga tertutup.

Kepala Desa Sidomulyo, Suyanto, mengungkapkan bahwa longsor di wilayahnya terjadi pada Ahad (11/02) sekitar pukul 19.00 WIB. “Longsor pada malam Senin mas … seluruh jalan tertutup material longsor, akibatnya akses warga tertutup. Mereka tidak bisa melalui jalan tersebut, baik dengan motor maupun mobil,” ujarnya, Senin (12/02).

Warga saat ini sedang melakukan pembersihan material longsor dengan bergotong-royong, “Dengan peralatan seadanya, manual, mas … seluruh warga bergotong-royong membersihkan material longsor, mereka bekerja keras meski diguyur hujan,” lanjut Suyanto.

Menurut Suyanto, diperkirakan material longsor akan selesai dibersihkan dalam waktu dua hari, jika kondisi tidak hujan deras.

Titik longsor kedua, longsor terjadi di dalan Desa Kutorembet Kecamatan Lebakbarang. Material longsor berupa batu setinggi dua meter menutup akses jalan desa yang menghubungkan Desa Kutorembet menuju kota Kecamatan Lebakbarang.

Depyo, warga Kutorembet mengungkapkan bahwa longsor terjadi pada Senin (12/02) dinihari, pukul 02.00 WIB. “Akses jalan desa menuju ke Ibukota Kecamatan Lebakbarang terputus mas … tertutup batu dan material longsor,” ujar Depyo.

Selain itu, longsor juga terjadi di jalan Desa Lebakbarang yang menghubungkan Desa Lebakbarang dengan Desa Kutorembet. Longsor di wilayah ini merupakan longsor terbesar sejak beberapa bulan lalu. Jalan tertutup material longsor setinggi tiga meter.

Saat ini, pelajar dan warga harus mengambil jalan memutar, mengelilingi lokasi longsor, sejauh dua kilometer untuk sampai di sekolah.

Kebun dan sawah warga, pun, tak luput dari bencana ini. Lonsor menutup kebun warga. “Saya hanya bisa pasrah dan berusaha menata kembali kebun dan sawah yang sudah rata tertutup material lonsor. Semoga ada bantuan dari pemerintah setempat untuk memperbaharui tanaman cengkih dan durian yang tumbang,” tutur Ayek (27) warga Dukuh Montong Desa Lebakbarang.

Warga berharap agar pihak Pemerintan Kabupaten Pekalongan dan pihak terkait segera membantu evakuasi material longsor tersebut. (Budi)

Tags : longsor kutorembetlongsor lebakbarang