close
PolitikSosial Budaya

Waspadai radikal kiri, radikal kanan dan radikal lainnya

radikalisasi

Kedungwuni, Wartadesa. – Paham radikal saat ini sedang berkembang di Indonesia, merupakan paham yang menghendaki perubahan secara mendasar, ada unsur revolusioner dan anti penguasa, perlu diwaspadai karena berpengaruh negatif dan dapat mengancam ideologi Pancasila. Demikian disampaikan Mayor Haryono, Kodim 0710 Pekalongan dalam Stadium General memperingati milad ke-34 Stikes Muhammadiyah Pekajangan, Ahad (19/3).

Haryono menambahkan bahwa faktor yang menyebabkan radikalisasi adalah instabilitas politik, ekonomi, sosial budaya, lemahnya penegakan hukum dan kurangnya wawasan kebangsaan. Paham radikal ini dibagi menjadi tiga yakni, radikal kanan (syariat Islam), radikal kiri (PKI), radikal lain (pro demokratisasi dan separatisme).

Organisasi keagamaan yang dianggap menganut paham radikal diantaranya FPI, LUIS, JAT, FII, HTI dan MMI dengan kegiatan seperti unjuk rasa, sweeping, latihan fisik dan pengajian yang bersifat provokatif. Tambah Haryono.

Sementara itu, IPTU Akrom dari Polres Pekalongan menyampaikan bahwa radikalisme atas nama agama di Indonesia muncul di masa orde lama yaitu adanya perekrutan anggota dengan cara memberikan doktrin gerakan radikal, manafsirkan Al Qur’an dan hadist dengan nafsunya, prosesnya yaitu melalui pendekatan, rekrut, baiat amaliyah jihad.

Sedang orang yang sudah terekrut dalam paham radikal akan mengalami perubahan signifikan pada sikap dan perilaku seperti mulai meninggalkan sekolah, sifat menjadi tertutup, minim empati dan menghalalkan segala cara. Tambah Akrom.

“Antisipasi untuk menghindari paham radikalisme/terorisme yaitu pelajari agama secara benar, optimalkan peran orang tua dan tanamkan rasa cinta tanah air.” Pungkas Akrom.

Kegiatan yang diikuti oleh 300 peserta ini berjalan dengan tertib dan lancar. (WD, tribratanewskajen)

Terkait
GNPF MUI Jateng tetap gelar gerakan subuh berjama’ah di Masjid Jami’ Kauman

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) Jawa Tengah tetap akan menyelenggarakan subuh berjama'ah di Masjid Read more

Tangkal Radikalisme, Ansor gelar Diklatsar

Paninggaran, Waradesa. - Radikalisme Agama yang sekarang merebak dan mulai menjangkiti generasi muda saat ini disebabkan minimnya pemahaman agama dan Read more

Hiburan boleh digelar pada siang hari dengan pembatasan

Pemalang, WartaDesa. - Pemkab Pemalang akhirnya memperbolehkan digelarnya kegiatan sosial budaya, seni pertunjukan dalam bidang keagamaan maupun hajatan, dengan membatasi Read more

Kabur saat ketahuan gasak toko kelontong, warga Ambowetan dibekuk

Pemalang, WartaDesa. - Meski sempat kabur saat ketahuan menggasak (mencuri) toko kelontong Jaya, AP (25), warga Ambowetan, Ulujami, Pemalang, berhasil Read more

Tags : fpijatmmiPaham Radikalpkiradikal kananradikal kiri