PEKALONGAN, WARTADESA. — Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) kembali menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-11 dan Sumpah Profesi di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan, Pekajangan, Kabupaten Pekalongan, Selasa (13/10/2026).
Dalam momen yang melantik 178 mahasiswa dari 10 program studi ini, pesan kuat mengenai peningkatan kualifikasi akademik menjadi sorotan utama dari pimpinan kampus.
Rektor UMPP, Nur Izzah, menegaskan bahwa para lulusan, khususnya dari jenjang diploma, tidak boleh cepat berpuas diri dengan kelulusan yang baru saja diraih. Ia mendorong agar para lulusan terus melanjutkan studi ke jenjang sarjana maupun profesi demi memperkuat kompetensi di bidang masing-masing.
“Di wisuda kali ini, untuk diploma tiga keperawatan dan diploma tiga kebidanan harapan kami harus lanjut ke sarjana dan profesi nantinya, sehingga benar-benar menjadi tenaga kesehatan yang profesional,” ujar Nur Izzah.
Meski sebagian lulusan diploma mungkin memilih untuk langsung terjun ke dunia kerja, pihak kampus tetap memotivasi agar mereka memiliki rencana jangka panjang untuk kembali menempuh pendidikan tinggi. Guna menjembatani hal tersebut, UMPP telah menyiapkan fasilitas pendukung yang fleksibel bagi para alumni yang ingin meningkatkan jenjang pendidikannya.
“Kami di UMPP ada program RPL, yaitu Rekognisi Pembelajaran Lampau. Ada pengakuan masa bekerja sesuai dengan kompetensinya, sehingga saat melanjutkan ke program sarjana tidak harus menempuh semua mata kuliah dari awal,” jelasnya.
Jalur RPL di UMPP ini dirancang secara blended dan memanfaatkan sistem LMS (Learning Management System), sehingga memudahkan lulusan yang sudah bekerja untuk tetap bisa berkuliah tanpa harus meninggalkan kewajiban profesional mereka di lapangan.
Dorongan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan tracer study institusi, tingkat penyerapan alumni UMPP di dunia kerja tergolong sangat tinggi dan cepat. Sebagian besar lulusan kesehatan berhasil memperoleh pekerjaan dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan setelah kelulusan, bahkan beberapa dari rumpun non-kesehatan telah terserap bekerja sebelum prosesi wisuda berlangsung. (Nanang)










