close
KesehatanPendidikan

Transformasi Pelayanan Kefarmasian: UMPP Gelar Kuliah Umum Dorong Komunikasi Efektif dan Pemanfaatan Herbal

berita web(14)

PEKALONGAN, WARTADESA. — Program Studi Sarjana Farmasi dan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), sukses menyelenggarakan Kuliah Umum Kefarmasian bertema “Transformasi Pelayanan Kefarmasian: Komunikasi Efektif dan Pemanfaatan Herbal untuk Optimalisasi Terapi Penyakit Degeneratif” pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Gedung Rektorat Lantai 7 UMPP ini menghadirkan Moch. Saiful Bachri, Ketua Program Studi S2 Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), sebagai narasumber utama.

Kuliah umum ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan mahasiswa, dosen, serta tenaga kefarmasian mengenai pentingnya komunikasi efektif dan pemanfaatan herbal secara tepat dalam mendukung penanganan penyakit degeneratif.

Pentingnya Komunikasi Efektif dalam Pelayanan Kefarmasian

Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa komunikasi efektif merupakan fondasi penting dalam pelayanan kefarmasian. Seorang apoteker tidak hanya bertugas menyerahkan obat kepada pasien, tetapi juga memastikan pasien memahami aturan penggunaan, manfaat, potensi risiko, serta pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan.

Melalui komunikasi yang baik, apoteker dapat menggali informasi mendalam mengenai kondisi pasien, riwayat penggunaan obat, hingga kebiasaan mengonsumsi produk herbal. Pendekatan ini mendukung pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien (patient-centered care) sekaligus meningkatkan keselamatan penggunaan obat secara keseluruhan.

Pemanfaatan Herbal Berbasis Bukti Ilmiah

Selain komunikasi, kegiatan ini juga mengupas tuntas pentingnya pemanfaatan produk herbal yang didasarkan pada bukti ilmiah. Penggunaan herbal harus memperhatikan aspek mutu, keamanan, ketepatan dosis, serta kemungkinan interaksi dengan obat konvensional—terutama bagi pasien penyakit kronis yang menjalani terapi jangka panjang.

Tenaga kefarmasian memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi yang objektif agar pasien dapat mempertimbangkan manfaat dan risiko secara rasional. Diingatkan pula bahwa produk herbal tidak dapat secara otomatis menggantikan terapi medis yang telah diresepkan, sehingga penggunaannya wajib dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan yang kompeten.

Meningkatkan Kompetensi Calon Apoteker

Melalui kegiatan ini, UMPP terus mendorong mahasiswa farmasi untuk memperkuat kompetensi komunikasi, pemahaman farmakoterapi, serta literasi informasi kesehatan. Kompetensi tersebut sangat esensial agar calon apoteker mampu memberikan informasi obat dan herbal secara tepat, objektif, serta bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Acara yang dilaksanakan secara hybrid melalui tatap muka langsung, Zoom Meeting, dan siaran langsung YouTube ini diharapkan mampu memperkaya wawasan akademik dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dinamika serta tantangan pelayanan kefarmasian masa kini.

UMPP menegaskan komitmennya untuk terus mengintegrasikan kompetensi ilmiah, komunikasi efektif, dan keselamatan pasien demi mewujudkan pelayanan kefarmasian yang rasional, aman, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. ***

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : umpp