close
Pendidikan

BEDAH BUKU KOMUNIKASI EFEKTIF: SOROTI PERAN APOTEKER DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN PASIEN

berita web

PEKALONGAN, WARTADESA. — Komunikasi efektif menjadi faktor krusial dalam meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian serta keselamatan pasien. Hal tersebut menjadi pokok pembahasan utama dalam kegiatan Bedah Buku Kefarmasian yang diselenggarakan oleh Program Studi Sarjana Farmasi dan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) pada Jumat (16/10/2026).

Kegiatan bertema “Optimalisasi Pelayanan Kefarmasian Berbasis Herbal dalam Penanganan Penyakit Degeneratif” ini berlangsung secara hybrid di Gedung Rektorat Lantai 7 UMPP dengan menghadirkan Moch. Saiful Bachri, Ketua Program Studi S2 Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), sebagai narasumber.

Acara bedah buku tersebut mengulas karya berjudul Komunikasi Efektif dalam Pelayanan Kefarmasian yang ditulis oleh Ni Putu Udayana Antari, Fitria Megawati, Ryo Hastama, dan Anak Agung Vivi Noviyanti, terbitan Deepublish tahun 2023. Buku setebal 67 halaman ini membahas pentingnya interaksi antara tenaga kefarmasian dan pasien, mulai dari teori komunikasi, pelayanan informasi obat di apotek, hingga hasil penelitian terkait faktor-faktor keberhasilan komunikasi.

Salah satu poin penting yang disoroti adalah kemampuan komunikasi interpersonal petugas apotek. Hasil survei terhadap 100 pengunjung apotek di Denpasar mengungkapkan bahwa 45 persen responden merasa memahami penjelasan obat yang diberikan, sedangkan 51 persen menyatakan puas terhadap pelayanan yang diterima.

Temuan tersebut menegaskan bahwa keramahan dan kesopanan petugas apotek harus dibersamai dengan kemampuan menyampaikan informasi obat secara jelas serta memastikan pasien benar-benar memahami aturan penggunaannya.

Selain keterampilan petugas, faktor lain seperti suasana apotek, kondisi pasien, tingkat literasi kesehatan, dan kesempatan untuk bertanya turut memengaruhi keberhasilan komunikasi. Oleh sebab itu, pelayanan kefarmasian disarankan agar didukung lingkungan yang nyaman, privasi yang terjaga, serta komunikasi dua arah antara apoteker dan pasien.

Dalam diskusi, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya penyampaian informasi obat secara menyeluruh, mencakup nama obat, dosis, cara penggunaan, indikasi, kontraindikasi, efek samping, cara penyimpanan, stabilitas, hingga interaksi obat.

Melalui agenda bedah buku ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan komunikasi yang berorientasi pada kebutuhan pasien. Salah satu metode praktis yang disarankan adalah meminta pasien mengulangi penjelasan aturan minum obat menggunakan bahasa sendiri guna memastikan tidak ada kekeliruan pemahaman.

Di samping itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk menelaah hasil penelitian secara kritis, termasuk memahami keterbatasan metode dan pentingnya referensi ilmiah yang relevan demi mewujudkan pelayanan kefarmasian yang komunikatif, aman, dan responsif. ***

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Mendikbud apresiasi produk siswa SMK Muhammadiyah Kajen

Kajen, Wartadesa. - Di sela kegiatannya mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Pekalongan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : komunikasiumpp