close
Pendidikan

Cegah Penurunan Kekuatan Otot Lansia, Tim Riset UMPP Uji Coba Latihan Fisioterapi di Kedungwuni

riset

PEKALONGAN, Warta Desa – Masalah kesehatan lansia, terutama penurunan massa dan kekuatan otot atau yang dikenal dengan istilah Sarkopenia, menjadi perhatian serius civitas akademika Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Kondisi ini sering kali menjadi penyebab utama lansia mudah jatuh dan kehilangan kemandirian dalam beraktivitas.

Guna menjawab tantangan tersebut, tim dosen dan mahasiswa UMPP melaksanakan riset khusus bertajuk “Efektivitas Modifikasi Kombinasi Latihan Strengthening dan Postural Kontrol pada Kejadian Sarkopenia”. Penelitian ini menyasar wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II, Kabupaten Pekalongan.

Kombinasi Latihan untuk Keseimbangan Lansia

Ketua tim peneliti, Dzikra Nurseptiani, S.Ftr., M.Fis, menjelaskan bahwa riset ini berfokus pada dua jenis latihan utama:

  1. Latihan Strengthening: Bertujuan untuk meningkatkan kembali kekuatan otot yang mulai melemah.

  2. Latihan Postural Kontrol: Difokuskan pada peningkatan keseimbangan dan stabilitas tubuh agar lansia tidak mudah goyah saat berdiri atau berjalan.

“Kombinasi kedua latihan ini diharapkan menjadi solusi yang mudah diterapkan di tingkat desa atau Puskesmas untuk menjaga kualitas hidup orang tua kita agar tetap sehat dan aktif,” ujar Dzikra.

Didanai Hibah RisetMu

Keseriusan tim UMPP dalam menangani kesehatan lansia ini membuahkan hasil dengan diraihnya pendanaan dari Hibah Penelitian RisetMu. Tim ini terdiri dari para pakar di bidangnya, yakni Muhammad Ghilang Maulud Setiawan, M.Fis dan Aisyah Dzi Kamalah, M.Kep, serta melibatkan mahasiswa prodi Fisioterapi, Nadine Honesty Kemilau dan Tri Asih Widiastuti.

Keterlibatan mahasiswa ini bertujuan agar mereka terjun langsung ke masyarakat (berbasis komunitas), memahami persoalan kesehatan di desa, dan mampu memberikan solusi klinis yang terbukti secara ilmiah.

Manfaat Bagi Masyarakat Kedungwuni

Pemilihan wilayah Kedungwuni II bukan tanpa alasan. Lokasi ini dinilai memiliki karakteristik populasi lansia yang sangat membutuhkan intervensi kesehatan mandiri. Hasil riset ini nantinya tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi akan menjadi panduan praktis bagi tenaga kesehatan di Puskesmas dan masyarakat umum.

Pihak UMPP berharap, model latihan fisioterapi ini dapat diterapkan secara luas di desa-desa lain. Dengan otot yang kuat dan keseimbangan yang terjaga, para lansia di Pekalongan diharapkan dapat menjalani masa tua dengan lebih bahagia, mandiri, dan minim risiko cedera. (Davina Aghisna)

Terkait
Agak risih sih dengernya, tapi ….

Wonopringgo, Wartadesa. - Agak risih juga sih dengernya, disebutin organ reproduksi, trus masa-masa remaja ... kadang mimpi basah, tapi karena Read more

Warga sambut baik kegiatan praktik manasik haji SMPN 01 Pekalongan

Pekalongan, Wartadesa. - Tidak kurang 600 peserta praktik manasik haji memadati komplek Islamic Centre Kota Pekalongan, Kompleks Pondok Pesantren Modern Al-Qur'an, Read more

Awas penipuan berkedok pengiriman data guru

Pekalongan, Wartadesa. Hati-hati terhadap email yang dikirim dari Hamid Muhammad dengan alamat email humasdikdasmen@gmail.com, email  berupa permintaan data guru dan Read more

Pensiunan guru diduga jadi korban pembunuhan

Kesesi, Wartadesa. - Sumarti  (60), pensiunan guru yang tinggal di desa Sidosari rt 04/02 Kec. Kesesi Kab. Pekalongan, diduga menjadi korban Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : risetumpp