YOGYAKARTA, WARTADESA. — Mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker (PKPA) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) mengikuti kegiatan Interprofessional Education (IPE) di Aula Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada Jumat, 28 Agustus 2026. Forum ini menjadi wadah kolaborasi strategis bagi calon tenaga kesehatan dalam menyimulasikan penanganan pasien secara terintegrasi.
Kegiatan IPE ini melibatkan kolaborasi mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi berbeda, yaitu UMPP, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Setia Budi (USB), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya), dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Dari pihak UMPP, terdapat empat mahasiswa yang tengah menjalani praktik kerja profesi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan terjun langsung sebagai peserta, yaitu:
-
Irfiana Dinta Kartika
-
Milfiana Putri Pratama
-
Putri Amelia Faiza
-
Sasi Suci
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibagi berdasarkan latar belakang profesinya—meliputi dokter muda, apoteker muda, ahli gizi, mahasiswa keperawatan, dan fisioterapi. Mereka berkolaborasi untuk mempresentasikan dan memecahkan kasus pasien dengan diagnosis demam tifoid (typhoid fever). Setiap kelompok profesi memaparkan perannya masing-masing, mulai dari penegakan diagnosis medis, optimalisasi terapi obat, penyesuaian kebutuhan nutrisi, asuhan keperawatan, hingga rencana penanganan fisioterapi.
Melalui diskusi lintas disiplin ini, mahasiswa PKPA UMPP mendapatkan pengalaman langsung dalam menyusun rencana asuhan pasien yang komprehensif. Pembelajaran metode IPE ini dirancang secara khusus untuk mendorong pemahaman antarprofesi sekaligus membekali mahasiswa dengan keterampilan komunikasi esensial.
Kegiatan yang berlangsung di Aula RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta ini berjalan lancar. Seluruh perwakilan mahasiswa dari ketujuh universitas menunjukkan antusiasme yang tinggi, mengukuhkan pentingnya kerja sama tim untuk membangun budaya kolaborasi demi keselamatan pasien di fasilitas layanan kesehatan dunia nyata. ***










