Wartadesa, Malang, 29 Oktober 2026 — Gelombang prestasi membanggakan kembali dipersembahkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) di panggung internasional. Kali ini, Saila Rizqiana, mahasiswa Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UMPP, sukses memukau dewan juri dan membawa pulang dua penghargaan sekaligus dalam ajang Ahmad Dahlan International Youth Camp (ADIYC) 2026.
Bertarung di antara ratusan mahasiswa dari berbagai penjuru nusantara dan mancanegara, Saila berhasil meraih Best Performance 1 pada kategori Cultural Night serta 2nd Winner pada kategori Digital Poster Competition. Capaian luar biasa ini membuktikan bahwa mahasiswa Farmasi tidak hanya cemerlang dalam dunia sains dan kesehatan, tetapi juga memiliki daya saing tinggi dalam bidang seni, budaya, dan inovasi digital.
Panggung Global Pemuda Penuh Aksi dan Kolaborasi
Diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 27–29 Oktober 2026, ADIYC 2026 mengusung tema “Youth in Action: Leading Change, Creating Impact”. Ajang bergengsi ini mempertemukan 265 mahasiswa dari 28 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) serta sekitar 50 mahasiswa internasional dari berbagai negara.
Selama tiga hari, para peserta dihadapkan pada berbagai agenda kolaboratif—mulai dari kompetisi, Focus Group Discussion (FGD), lokakarya, hingga pertukaran budaya. Kegiatan ini dirancang untuk menempa kepemimpinan, memperluas wawasan global, dan membangun jejaring lintas negara bagi generasi muda.
Kreativitas Tanpa Batas: Seni Budaya dan Desain Visual
Ketekunan dan eksplorasi diri yang mendalam membawa Saila menguasai dua bidang yang berbeda sekaligus. Pada malam puncak Cultural Night, penampilannya yang sarat akan ekspresi seni dan kekayaan budaya berhasil menyabet peringkat tertinggi sebagai Best Performance 1.
Tidak berhenti di situ, kreativitasnya dalam menuangkan gagasan solutif melalui media visual mengantarkannya meraih posisi 2nd Winner pada kompetisi Digital Poster. Melalui desain yang komunikatif dan informatif, Saila berhasil menerjemahkan ide-ide kreatif ke dalam bentuk karya digital yang memikat mata juri.
Inspirasi Nyata dari Dunia Kesehatan untuk Perubahan
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa batas ruang kuliah bukanlah halangan bagi mahasiswa UMPP untuk mengembangkan potensi secara holistik. Pengalaman berharga di kancah internasional ini tidak hanya mengasah soft skill seperti komunikasi dan adaptasi, tetapi juga memperluas jejaring pertemanan lintas budaya.
Keberhasilan Saila Rizqiana diharapkan mampu membakar semangat seluruh sivitas akademika UMPP, khususnya keluarga besar FIKes dan Prodi S1 Farmasi, untuk terus berani mengambil peluang, berkompetisi, dan mengharumkan nama almamater di kancah global.***










