PEKALONGAN — Kuliah tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), mahasiswa memiliki kesempatan emas untuk terlibat langsung dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen melalui hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI).
Menariknya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman nyata, tetapi juga berpeluang mendapatkan rekognisi atau konversi ke mata kuliah dalam Kartu Rencana Studi (KRS) sesuai ketentuan akademik dan kurikulum program studi.
Untuk mendukung kebijakan ini, UMPP menyelenggarakan Pertemuan Konversi Mata Kuliah Mahasiswa MBKM Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Ruang Meeting 2 Lantai 3 Gedung Rektorat UMPP. Kegiatan ini melibatkan pimpinan universitas, LPPM, pimpinan fakultas dan prodi, dosen, serta mahasiswa dari berbagai program studi.
Dukungan Dosen Peraih Hibah Kemendiktisaintek 2026
Peluang emas bagi mahasiswa ini didukung oleh keberhasilan para dosen UMPP yang berhasil memperoleh pendanaan hibah penelitian dan pengabdian Kemendiktisaintek RI Tahun 2026. Berdasarkan data LPPM UMPP per April 2026, sebanyak lima dosen memperoleh hibah penelitian dan enam dosen memperoleh hibah pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai skema.
Mahasiswa yang dilibatkan dapat berperan aktif dalam berbagai tahapan, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pelaksanaan program, pengolahan data, hingga penyusunan laporan dan luaran kegiatan.
Pengalaman Nyata dan Pengakuan Akademik
Wakil Rektor I UMPP, Mokhamad Arifin, menekankan pentingnya integrasi antara pembelajaran, penelitian, dan pengabdian untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi.
“Pembelajaran di perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan penguasaan teori. Mahasiswa juga perlu mendapatkan kesempatan untuk menerapkan pengetahuannya dalam kegiatan nyata,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Pengembangan dan MBKM UMPP, Irnawati, menjelaskan bahwa rekognisi ini merupakan bentuk fleksibilitas pembelajaran tanpa mengabaikan standar akademik. Proses konversi dilakukan secara terencana melalui pemetaan dan verifikasi oleh program studi agar kompetensi mahasiswa benar-benar setara dengan capaian pembelajaran mata kuliah.
Kolaborasi Lintas Disiplin Ilmu
Dalam program ini, mahasiswa dari berbagai program studi—seperti Sarjana Keperawatan, Sarjana Farmasi, Sarjana Informatika, Sarjana Kebidanan, Diploma Tiga Keperawatan, dan Diploma Tiga Kebidanan—dapat saling berkolaborasi.
Mahasiswa bidang kesehatan dapat mengasah kemampuan penelitian dan edukasi masyarakat, sementara mahasiswa bidang teknologi dapat mendukung aspek pengolahan data maupun pengembangan sistem informasi.
Melalui program integrasi tridarma perguruan tinggi ini, UMPP terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang adaptif, di mana kuliah bukan sekadar mengejar SKS, melainkan kesempatan untuk belajar dari pengalaman, meneliti, berkarya, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. ***










