close
Sosial Budaya

Rafi, Balita 4 Tahun Jadi Peserta Termuda Khitanan Massal Milad ke-114 Muhammadiyah Pekalongan

berita web(9)

PEKALONGAN, WARTADESA. — Meski baru berusia empat tahun, keberanian Rafi mencuri perhatian dalam kegiatan khitanan massal yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan di Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Pekajangan, Sabtu (7/11). Murid KB Aisyiyah Bligo ini menjadi peserta paling kecil di antara 51 anak yang mendaftar dalam perhelatan menyambut Milad Muhammadiyah ke-114 tersebut.

Orang tua Rafi menuturkan bahwa keputusan mengikutsertakan putranya di usia belia diambil demi penanganan medis. Terlepas dari usianya yang masih sangat muda, Rafi harus menjalani prosedur ini untuk mengatasi kendala kesehatan yang sedang dialaminya.

Kehadiran Rafi bersama puluhan anak lainnya dari berbagai penjuru Kabupaten Pekalongan membuat suasana rumah sakit padat sejak pagi hari. Ratusan anggota keluarga tampak setia mendampingi buah hati mereka hingga rangkaian acara usai.

Kegiatan sosial ini dihadiri oleh jajaran pimpinan organisasi setempat, seperti Mulyono Kastari selaku Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Sulaiman, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan, serta Ketua Aisyiyah.

Mulyono Kastari menyampaikan bahwa pelayanan sosial seperti khitanan massal merupakan wujud nyata kepedulian Muhammadiyah yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

“Dengan adanya khitanan massal ini, Muhammadiyah membuktikan tidak hanya membesarkan organisasi saja, tetapi di sini ada layanan kepedulian terhadap masyarakat di sekelilingnya. Bahwa khitan itu bukan hanya bagian dari adat, tetapi memang disyariatkan oleh Rasulullah ﷺ,” ujar Mulyono.

Untuk memastikan aspek medis berjalan aman dan cepat, Majelis Pelayanan Kesejahteraan Umum (MPKU) PDM Kabupaten Pekalongan mengerahkan 15 tenaga medis berpengalaman.

Casmudi selaku Ketua MPKU mengungkapkan bahwa kesiapan timnya sudah teruji karena penanganan khitanan rutin dilakukan dalam skala berkala.

“Kami sudah mempersiapkan kegiatan ini jauh-jauh hari dan menerjunkan 15 orang tenaga medis. Secara teknis kami telah mengantisipasi berbagai kemungkinan kendala, karena kegiatan seperti ini rutin kami lakukan sebulan sekali. Insya Allah semuanya berjalan lancar,” terang Casmudi.

Berkat kesiapan matang dari tim medis dan panitia, seluruh prosesi khitanan bagi 51 anak tersebut dapat rampung dengan tertib dan lancar menjelang waktu Dzuhur.

(Isa Anshori)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : khitanan massalMilad MuhammadiyahRSI