WARTA DESA, PEKALONGAN – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., memberikan sambutan yang menarik perhatian saat peresmian (Grand Opening) gedung enam lantai Rumah Sakit Islam (RSI) Pekajangan, Kabupaten Pekalongan. Dalam sambutannya, Dr. Agus melontarkan ‘sentilan’ halus yang ditujukan kepada kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, terutama terkait program Universal Health Coverage (UHC) yang diduga mewajibkan pelayanan kesehatan berjenjang ke RSUD.
Dr. Agus Taufiqurrahman menekankan bahwa harapan utama dari pendirian dan pengembangan rumah sakit, khususnya di bawah naungan Muhammadiyah, adalah agar “rumah sakit tidak sakit.” Pernyataan ini dinilai sebagai respons terhadap potensi dampak kebijakan UHC Pemkab yang mungkin membatasi pilihan pasien dan mengurangi kunjungan ke RSI Pekajangan.
“Kita harap, rumah sakit ini tidak sakit. Bahkan dalam guyonan (jokes) saya sebutkan, saking bersihnya (rumah sakit), sampai bersih tak ada pasiennya. Ini jangan sampai terjadi,” ujar Dr. Agus, yang juga seorang dokter spesialis, menyiratkan isu persaingan dan regulasi di sektor kesehatan.
Dr. Agus Taufiqurrahman juga menyoroti sejarah panjang amal usaha tersebut, menyebutkan bahwa Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan, yang menaungi RSI, telah berusia 103 tahun dan memiliki amal usaha yang lengkap.
Ia menggarisbawahi makna di balik penamaan rumah sakit-rumah sakit Muhammadiyah dengan singkatan PKU, yang merupakan kependekan dari Penolong Kesejahteraan Umum.
“Ini adalah spirit persyarikatan (Muhammadiyah). Nama PKU itu tujuannya jelas, yakni Penolong Kesejahteraan Umum. RSI Pekajangan harus merefleksikan spirit ini dengan melayani seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Dr. Agus menyampaikan dua harapan besar untuk pengembangan RSI Pekajangan ke depan.
Pertama, Amal usaha Muhammadiyah, termasuk RSI Pekajangan, harus terus memberikan kontribusi terbaik bagi pelayanan kesehatan masyarakat.
Kedua, RSI Pekajangan diharapkan dapat berkembang lebih jauh menjadi tempat pendidikan dokter spesialis, berkontribusi dalam mencetak tenaga medis ahli di Indonesia. (Red)










