close
Kesehatan

Mahasiswa Fisioterapi UMPP Terjun Langsung Layani Anak Berkebutuhan Khusus Lewat Program Mobile Therapy

berita web(7)

PEKALONGAN, WARTADESA. — Proses pembelajaran bagi mahasiswa kesehatan tidak hanya berhenti di ruang kelas dan laboratorium. Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) membuktikannya dengan terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Mobile Therapy bersama Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan di Kantor Kecamatan Wiradesa, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan dan Prodi Fisioterapi FIKES UMPP dalam menghadirkan pelayanan rehabilitasi bagi penyandang disabilitas, khususnya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai bagian dari tenaga pelayanan dengan supervisi langsung dari dosen dan tenaga profesional.

Pengalaman Nyata dan Penguatan Kompetensi Lapangan

Keterlibatan mahasiswa dalam program ini memberikan kesempatan berharga untuk menjembatani teori akademik dengan realitas di tengah masyarakat. Mereka dapat memahami langsung proses pelayanan fisioterapi, mengenali ragam kebutuhan rehabilitasi anak, serta mengasah keterampilan komunikasi dan kepekaan sosial.

Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam membentuk calon fisioterapis yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan profesional, tetapi juga kepekaan tinggi terhadap kebutuhan pasien, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus.

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan wawasan mendalam mengenai pelayanan kesehatan berbasis komunitas, kerja sama lintas profesi, serta pentingnya pendekatan yang berpusat pada pasien dan keluarga (patient and family-centered care).

Mobile Therapy: Inovasi Layanan “Jemput Bola”

Mobile Therapy sendiri merupakan program inovatif dari Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan yang digelar secara rutin setiap bulan dengan konsep jemput bola. Program ini dirancang untuk mengatasi kendala jarak, transportasi, serta keterbatasan ekonomi yang sering kali dihadapi keluarga penyandang disabilitas untuk mendapatkan layanan secara berkala.

Dengan menyambangi berbagai kecamatan, program ini bertujuan mendekatkan akses rehabilitasi sosial, medis, dan psikologis bagi ABK di wilayah Kabupaten Pekalongan. Layanan yang disediakan meliputi:

  • Fisioterapi dan rehabilitasi medis

  • Terapi wicara dan terapi okupasi sesuai kebutuhan

  • Skrining awal kedisabilitasan

  • Layanan psikologi

  • Edukasi serta pendampingan bagi orang tua dan guru

Aspek edukasi kepada keluarga menjadi salah satu fokus utama, di mana para orang tua dibekali pengetahuan mengenai pola pengasuhan, stimulasi tumbuh kembang, hingga tata cara mendukung proses rehabilitasi anak secara mandiri di rumah.

Wujud Nyata Tridarma Perguruan Tinggi

Kegiatan Mobile Therapy dilaksanakan secara bergilir di berbagai kecamatan di Kabupaten Pekalongan dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari Dinas Sosial, institusi pendidikan, Puskesmas, fasilitas kesehatan, hingga tenaga profesional. Secara berkelanjutan, program ini menargetkan dapat menjangkau lebih dari 1.000 Anak Berkepartuhan Khusus di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan.

Bagi UMPP, keikutsertaan dosen dan mahasiswa Prodi Fisioterapi FIKES merupakan wujud nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen UMPP dalam menghadirkan sistem pendidikan yang aplikatif, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat luas. ***

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : umpp