close
Pendidikan

​Mengubah Kegiatan Menjadi Cerita: Kala Dokumentasi Tak Lagi Sekadar Foto Seremonial

berita web(3)

​PEKALONGAN, WARTADESA.  — “Foto banyak tanpa nama, video tak sesuai standar, file tersebar di ponsel pribadi, hingga dokumentasi yang mendadak sulit dicari usai acara selesai.” Gambaran umum fenomena dokumentasi organisasi tersebut menjadi titik balik pembuka bagi para kader media dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Pelatihan Dokumentasi Media yang digelar oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan di SMK Muhammadiyah Karanganyar, Ahad (4/10/2026).

​Melalui materi bertajuk “Dari Kegiatan Jadi Cerita”, Mukhtarom—jurnalis TVMu dan TVRI sekaligus anggota MPI PWM Jawa Tengah—menegaskan bahwa dokumentasi sejatinya bukan sekadar pengambil gambar seremonial belaka. Dokumentasi adalah rekam jejak perjuangan, bukti nyata terlaksananya aksi, sarana syiar kepada masyarakat, serta arsip sejarah persyarikatan yang dapat digali kapan saja.

​”Jangan hanya foto seremonial seperti pejabat memegang surat keputusan. Dokumentasi yang hidup harus mampu menyuguhkan cerita lengkap—mulai dari persiapan, perjuangan, hingga hasil. Tangkaplah gambaran luas (wide), interaksi (medium), ekspresi emosional (close up), detail objek penting, hingga momen-momen langka yang tak bisa diulang,” ujar Mukhtarom saat memaparkan materi teknis di hadapan puluhan utusan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Pekalongan.

​Mengakselerasi Dakwah Digital Muhammadiyah

​Prinsip dasar dokumentasi yang mencerahkan tersebut sejalan dengan visi konsolidasi organisasi yang diusung MPI PDM Kabupaten Pekalongan. Dalam sambutannya, Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Ir. Ahmad Zaini, M.M., menekankan krusialnya tata kelola media publikasi yang terencana, profesional, dan berkesinambungan.

​”Muhammadiyah harus terus bertransformasi menjadi organisasi yang profesional, modern, dan maju,” tegas Ahmad Zaini. “Salah satu indikator pentingnya adalah keberhasilan kita dalam membangun serta mengelola media online secara konsisten. Seluruh platform digital yang kita miliki harus dimaksimalkan untuk menopang dakwah Muhammadiyah.”

​Ia menambahkan bahwa pemanfaatan platform digital—seperti situs web berita resmi dan media sosial—harus selalu diimbangi dengan etika jurnalistik serta penyampaian narasi positif agar nilai-nilai persyarikatan tersampaikan secara akurat dan tepercaya kepada masyarakat luas.

​Tiga Tahapan Penting Pengelola Media

​Untuk menjawab tantangan tersebut, peserta pelatihan dibekali panduan teknis yang terstruktur dalam tiga tahapan kerja dokumentasi:

​Sebelum Acara: Menguasai rundown, memahami tujuan kegiatan, serta mengenali narasumber dan tokoh penting.

​Saat Acara: Mengambil variasi foto/video (suasana, pembicara, peserta, momen penting), mencatat nama dan jabatan secara presisi, serta merekam kutipan kunci.

​Setelah Acara: Memilih karya visual terbaik, memverifikasi data, menentukan sudut pandang narasi (angle), menyusun berita atau konten media sosial, hingga menyimpan arsip secara rapi dan terintegrasi.

​Melalui integrasi antara Rakorda dan pelatihan dokumentasi ini, MPI PDM Kabupaten Pekalongan berharap para pengelola media di tingkat cabang (PCM) semakin adaptif dan terampil. Dengan begitu, setiap helatan kegiatan Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan tak lagi sekadar berlalu sebagai tumpukan foto bisu di memori ponsel, melainkan menjelma menjadi cerita dakwah yang menginspirasi dan mencerahkan publik. ***

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Mendikbud apresiasi produk siswa SMK Muhammadiyah Kajen

Kajen, Wartadesa. - Di sela kegiatannya mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Pekalongan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : dokumentasiMPI