PEKALONGAN, WARTADESA. — Pemandangan menyejukkan yang mencerminkan indahnya kebersamaan antardua organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia mewarnai Pengajian Umum yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pejaten, Cabang Doro, Kabupaten Pekalongan. Acara keagamaan dalam rangka takziman li maulidin Nabi Muhammad SAW ini menghadirkan penceramah utama ulama kondang asal Magelang yang notabene tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH Yusuf Khudlori (Gus Yusuf).
Pengajian yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban tersebut dihadiri ribuan jemaah dari berbagai lapisan masyarakat, baik warga Muhammadiyah maupun Nahdliyin. Kehadiran Gus Yusuf, Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Salaf Tegalrejo, Magelang, menjadi simbol nyata kokohnya ukhuwah islamiah di tingkat akar rumput.
Pesan Persatuan dan Penyelarasan SyariatDalam ceramah (mauidzah hasanah) yang disampaikannya, Gus Yusuf menekankan pentingnya persatuan umat dan tidak saling membesar-besarkan perbedaan kecil dalam menjalankan ritual ibadah. Menurutnya, esensi utama ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah penyempurnaan akhlak.
“Awak dewe iki ora keno takabur. Ojo rumangso bener-benero dewe sing NU, sing Muhammadiyah, sing apapun. Kita semua sedang berusaha berikhtiar mencari kebenaran tanpa harus menyalahkan yang lain,” tutur Gus Yusuf di hadapan para jemaah.
Ia juga mengingatkan bahwa ibadah syariat seperti salat dan puasa harus membuahkan hakikat perubahan perilaku menuju akhlak yang lebih baik, seperti sikap rendah hati (tawadhu), sabar, jujur, serta tingginya kepedulian sosial. Gus Yusuf mengapresiasi tinggi kontribusi kepedulian dan amal sosial warga Muhammadiyah yang dinilainya sangat luar biasa.
Apresiasi dari Pimpinan MuhammadiyahPengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Ustaz Muhammad Mirwan, menyambut hangat kehadiran pimpinan pondok pesantren NU tersebut.
Ia menyebut kolaborasi acara ini sebagai wujud nyata pengamalan kepribadian Muhammadiyah. Sifat Terbuka Muhammadiyah: Salah satu poin penting kepribadian Muhammadiyah adalah memperbanyak kawan dan mempererat tali ukhuwah islamiah dengan sesama muslim.
Fokus pada Persamaan: Ustaz Mirwan mengajak jemaah menyadari banyaknya persamaan dasar yang dimiliki, seperti Tuhan yang disembah, Nabi yang diteladani, Al-Qur’an sebagai kitab suci, serta kiblat yang sama.
Turut hadir dalam acara tersebut unsur pimpinan daerah dan cabang Muhammadiyah, jajaran Muspika, pengurus MWC NU Doro, kepala desa, serta tokoh masyarakat setempat. Acara ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah Sang Surya, serta diiringi lantunan selawat. Gelaran ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan ormas bukanlah penghalang untuk terus bersatu dan menebar kebaikan bersama. (Sanyoto)










