PEKALONGAN. WARTADESA. — Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Pekalongan resmi merumuskan strategi bisnis agresif untuk menggenjot kinerja lembaga. Kali ini, BTM Pekalongan membidik sektor kesehatan dengan menyatakan kesiapan mendanai pengadaan alat kesehatan (alkes) canggih serta proyek ekspansi jaringan Rumah Sakit Islam (RSI) di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Komitmen strategis tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pengurus KSPPS BTM Pekalongan, Rusman Effendi, dalam Rapat Evaluasi Kinerja Keuangan yang berlangsung di Ruang Rapat KSPPS BTM Pekalongan, Jalan Pahlawan No. 10 Gejlig, Kajen, Pekalongan, Sabtu (10/10/2026).
Rusman menjelaskan bahwa langkah ini dirumuskan langsung oleh jajaran top manajemen BTM Pekalongan yang dihadiri lengkap oleh unsur Pengurus, Pengawas, Dewan Pengawas Syariah (DPS), General Manager, hingga para Manager Divisi.
“Fokus utama kami mencakup pendanaan pengadaan alkes canggih serta pembiayaan proyek ekspansi jaringan Rumah Sakit Islam (RSI) di berbagai wilayah Jawa Tengah,” tutur Rusman di sela-sela forum evaluasi.
Menurutnya, ekspansi pembiayaan ke sektor kesehatan ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak baru untuk mendongkrak performa dan pertumbuhan finansial lembaga secara berkelanjutan. Di saat yang sama, langkah ini juga bertujuan memperkuat kontribusi sosial-ekonomi berbasis syariah bagi masyarakat luas.
Strategi ini dinilai tidak hanya berfokus pada peningkatkan profitabilitas BTM Pekalongan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata dalam memperkuat ekosistem layanan kesehatan Islami yang andal dan modern di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. (Nanang)










