BANYUMAS, WARTADESA. – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit kronis, Nurfika Oktaviani, mahasiswa angkatan ke-5 Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Al-Irsyad Cilacap (UNAIC), menggelar Program Penyuluhan Kesehatan mengenai diabetes melitus. Kegiatan ini ditujukan kepada peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Baturraden II, Kabupaten Banyumas, pada Rabu (14/10/2026).
Kegiatan edukasi ini terlaksana berkat kolaborasi antara mahasiswa UNAIC, Tim Apotek Kimia Farma 437 Purwokerto, dan Puskesmas Baturraden II. Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran sekitar 300 peserta Prolanis yang antusias mengikuti jalannya acara. Penyuluhan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan diabetes secara berkelanjutan, penggunaan obat yang benar, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat.
Dalam pemaparannya, peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai pengertian diabetes, faktor risiko, hingga tanda dan gejala yang perlu diwaspadai. Mengingat diabetes merupakan penyakit jangka panjang, keberhasilan terapinya tidak hanya bergantung pada konsumsi obat-obatan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pengaturan pola makan, aktivitas fisik teratur, pemantauan kadar gula darah secara berkala, serta kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.
Sebagai calon tenaga kefarmasian, Nurfika memberikan penekanan khusus pada prinsip penggunaan obat yang bijak. Ia mengimbau agar para peserta selalu mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter atau tenaga kesehatan. Peserta diingatkan untuk tidak menghentikan, menambah, mengurangi dosis, maupun mengganti jenis obat secara mandiri tanpa konsultasi medis.
Acara berlangsung interaktif dan komunikatif. Selain mendengarkan materi, peserta juga mendapatkan pemahaman lebih luas mengenai peran vital tenaga kefarmasian dalam mendampingi pasien penyakit kronis selama masa terapi.
Sinergi yang terjalin antara UNAIC, Apotek Kimia Farma 437 Purwokerto, dan Puskesmas Baturraden II menjadi bentuk nyata kolaborasi lintas sektor—antara institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, dan apotek—dalam memperkuat pelayanan edukasi kefarmasian bagi masyarakat.
Melalui edukasi langsung ini, diharapkan para peserta Prolanis dapat menerapkan pola hidup sehat dan lebih disiplin dalam mengontrol kondisi kesehatannya. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa Profesi Apoteker UNAIC dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi penderita penyakit kronis di wilayah Banyumas dan sekitarnya. ***










