CILACAP, Warta Desa – Upaya mendorong kemandirian ekonomi warga terus dilakukan di Desa Welahan Wetan, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Melalui program Desa Binaan, Universitas Al-Irsyad Cilacap (UNAIC) berkolaborasi dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendampingi warga setempat untuk “menaikkan kelas” potensi lokal berupa lebah madu dan Tanaman Obat Keluarga dalam Pot (TOGA-LAMPOT).
Program pemberdayaan ini menyasar dua kelompok kemitraan utama, yakni Kelompok Ternak Lebah Madu KUBE Banyu Aji (20 anggota) serta ibu-ibu PKK Desa Welahan Wetan (sekitar 30 anggota).
Ketua Tim Pelaksana, apt. Elisa Issusilaningtyas, M.Sc., mengungkapkan bahwa Welahan Wetan memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi selama ini terkendala teknik budidaya tradisional, keterbatasan teknologi, hingga masalah legalitas dan pemasaran.
“Program ini tidak sekadar memberikan bantuan alat, tetapi mendorong masyarakat agar memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan potensi lokal menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan,” terang Elisa.
Sentuhan Teknologi Tepat Guna dan Produk Berdaya Saing
Dalam pelatihan ini, tim akademisi UNAIC–Unsoed membekali warga dengan teknik budidaya modern, mulai dari pemilihan bibit, pemeliharaan, hingga tata cara panen dan pengolahan pascapanen.
Untuk menjaga mutu dan higienitas, diserahkan pula sejumlah peralatan Teknologi Tepat Guna (TTG), seperti:
-
Spinner madu stainless steel
-
Oven pengering simplisia
-
Mesin pemutus/perekat (sealer)
Dari pendampingan ini, warga mulai memproduksi ragam olahan bernilai tambah tinggi, di antaranya madu kemasan premium, teh herbal celup, minuman herbal instan, hingga simplisia kering. Tidak hanya fokus pada olahan, warga juga dibimbing dalam pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP), pencatatan keuangan, branding, hingga pengurusan izin legalitas produk.
Menembus Pasar Digital
Guna memperluas jangkauan penjualan, produk unggulan Welahan Wetan kini diarahkan menembus pasar digital. Warga mendapatkan pelatihan intensif mengenai pemasaran digital melalui platform WhatsApp Business, Instagram, hingga Shopee, lengkap dengan teknik fotografi produk dan materi promosi menarik.
Langkah ini dirancang secara berkelanjutan hingga mengarah pada pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) atau Koperasi Desa. Dosen dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi pun terlibat langsung mendampingi warga di lapangan.
“Yang terpenting adalah tumbuhnya kemampuan masyarakat untuk mengelola usaha secara mandiri, menjaga kualitas produk, dan memperluas pasar,” tambah Elisa.
Apresiasi Dukungan Kemdiktisaintek
Keberhasilan program pemberdayaan masyarakat ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah pusat. Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) atas bantuan pendanaan yang diberikan.
Dengan keterlibatan lintas sektor ini, Desa Welahan Wetan optimistis dapat bertransformasi menjadi Desa Mandiri Berbasis Madu dan TOGA-LAMPOT yang bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Cilacap. (Redaksi)










