close
LingkunganPendidikan

Sinergi UNAIC dan Unsoed Sulap Madu dan TOGA Welahan Wetan Masuk Pasar Digital

berita web(3)

CILACAP, Warta Desa – Upaya mendorong kemandirian ekonomi warga terus dilakukan di Desa Welahan Wetan, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Melalui program Desa Binaan, Universitas Al-Irsyad Cilacap (UNAIC) berkolaborasi dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendampingi warga setempat untuk “menaikkan kelas” potensi lokal berupa lebah madu dan Tanaman Obat Keluarga dalam Pot (TOGA-LAMPOT).

Program pemberdayaan ini menyasar dua kelompok kemitraan utama, yakni Kelompok Ternak Lebah Madu KUBE Banyu Aji (20 anggota) serta ibu-ibu PKK Desa Welahan Wetan (sekitar 30 anggota).

Ketua Tim Pelaksana, apt. Elisa Issusilaningtyas, M.Sc., mengungkapkan bahwa Welahan Wetan memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi selama ini terkendala teknik budidaya tradisional, keterbatasan teknologi, hingga masalah legalitas dan pemasaran.

“Program ini tidak sekadar memberikan bantuan alat, tetapi mendorong masyarakat agar memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan potensi lokal menjadi usaha yang mandiri dan berkelanjutan,” terang Elisa.

Sentuhan Teknologi Tepat Guna dan Produk Berdaya Saing

Dalam pelatihan ini, tim akademisi UNAIC–Unsoed membekali warga dengan teknik budidaya modern, mulai dari pemilihan bibit, pemeliharaan, hingga tata cara panen dan pengolahan pascapanen.

Untuk menjaga mutu dan higienitas, diserahkan pula sejumlah peralatan Teknologi Tepat Guna (TTG), seperti:

  • Spinner madu stainless steel

  • Oven pengering simplisia

  • Mesin pemutus/perekat (sealer)

Dari pendampingan ini, warga mulai memproduksi ragam olahan bernilai tambah tinggi, di antaranya madu kemasan premium, teh herbal celup, minuman herbal instan, hingga simplisia kering. Tidak hanya fokus pada olahan, warga juga dibimbing dalam pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP), pencatatan keuangan, branding, hingga pengurusan izin legalitas produk.

Menembus Pasar Digital

Guna memperluas jangkauan penjualan, produk unggulan Welahan Wetan kini diarahkan menembus pasar digital. Warga mendapatkan pelatihan intensif mengenai pemasaran digital melalui platform WhatsApp Business, Instagram, hingga Shopee, lengkap dengan teknik fotografi produk dan materi promosi menarik.

Langkah ini dirancang secara berkelanjutan hingga mengarah pada pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) atau Koperasi Desa. Dosen dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi pun terlibat langsung mendampingi warga di lapangan.

“Yang terpenting adalah tumbuhnya kemampuan masyarakat untuk mengelola usaha secara mandiri, menjaga kualitas produk, dan memperluas pasar,” tambah Elisa.

Apresiasi Dukungan Kemdiktisaintek

Keberhasilan program pemberdayaan masyarakat ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah pusat. Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) atas bantuan pendanaan yang diberikan.

Dengan keterlibatan lintas sektor ini, Desa Welahan Wetan optimistis dapat bertransformasi menjadi Desa Mandiri Berbasis Madu dan TOGA-LAMPOT yang bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Cilacap. (Redaksi)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : tanaman obattogaunaicunsoed