close
Bencana

Rumah Produksi Batik di Pekalongan Terbakar, Petugas Berjibaku 4 Jam Padamkan Api

berita web(3)

PEKALONGAN, WARTADESA. — Sebuah rumah tinggal yang sekaligus difungsikan sebagai tempat produksi batik (pranggok) di Kebulen Gang 12A, RT 001/RW 014, Kelurahan Sapuro Kebulen, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, mengalami kebakaran hebat pada Senin (21/9/2026) dini hari.

Api diduga berasal dari kompor pemicu pemanas lilin atau malam batik yang lupa dimatikan oleh karyawan seusai kerja lembur. Petugas pemadam kebakaran bersama warga dan unsur BPBD membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk melumpuhkan si jago merah hingga situasi dinyatakan aman.

Dugaan Lupa Matikan Kompor Malam

Berdasarkan laporan kejadian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, rumah usaha batik tersebut milik Suripto. Sebelum peristiwa terjadi, karyawan di lokasi tersebut sempat menjalankan aktivitas kerja lembur sejak pukul 20.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

Diduga, salah satu tungku kompor pemanas malam tidak benar-benar mati saat ditinggal beristirahat. Api kemudian membesar dan merambat hingga menyambar bagian atap dan sekeliling bangunan.

Warga sekitar yang menyadari kepulan api dan asap pertama kali memergoki insiden ini saat pemilik dan penghuni rumah masih dalam kondisi tertidur. Sontak, warga langsung berteriak meminta tolong dan bergotong royong melakukan pemadaman secara mandiri dengan alat seadanya sembari menghubungi petugas Damkar dan BPBD.

Proses Pemadaman dan Kerusakan Bangunan

Laporan kebakaran diterima oleh petugas sekitar pukul 01.20 WIB hingga 02.07 WIB. Penanganan langsung dilakukan dengan menerjunkan tim pemadam ke lokasi kejadian.

Untuk memadamkan kobaran api yang kian membesar, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Satpol P3KP Kota Pekalongan mengerahkan 1 unit armada pancar (3.000 liter). Penanganan ini juga mendapat dukungan penuh dari BPBD Kota Pekalongan yang menerjunkan 1 unit armada tangki suplai dengan total pasokan air mencapai 10.000 liter.

Proses pemadaman, pembasahan, hingga pendinginan (size up) berlangsung ketat hingga pukul 05.20 WIB guna mencegah munculnya titik api susulan. Akibat kejadian ini, sekitar 60 persen fisik bangunan mengalami kerusakan berat. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Imbauan Bagi Pelaku Usaha Batik

Menanggapi musibah tersebut, Damkarmat Kota Pekalongan mengingatkan para pengusaha dan pelaku UMKM batik untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan sumber api kompor pemanas malam di tempat produksi.

Para pengusaha diimbau wajib memastikan seluruh tungku pemanas sudah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi serta melengkapi tempat usaha dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah awal pencegahan kebakaran. (Redaksi)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Akses jalan Lebakbarang-Karanganyar sudah bisa dilalui

Lebakbarang, Wartadesa. - Kerjabakti atau gotong-royong antara warga, pihak Koramil, Polsek Lebakbarang dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan membuahkan Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : kebakaran