PEKALONGAN – Ada yang berbeda dan unik dari kemeriahan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Pekalongan. Sepanjang Jalan Raya Kedungwuni hingga Podo mendadak riuh dan dipadati warga pada Kamis (13/8/2026).
Sebanyak 317 siswa SMK Muhammadiyah Kedungwuni turun ke jalan dengan penampilan yang mencuri perhatian. Mereka mengenakan berbagai pernak-pernik karnaval yang unik, estetik, dan megah. Menariknya, busana dan aksesori yang mereka pamerkan bukanlah barang mahal, melainkan hasil kreativitas mendaur ulang limbah dan sampah di sekitar mereka.
Tantangan Kreativitas di Tengah Darurat Sampah
Kegiatan karnaval yang berlangsung meriah ini merupakan bagian dari agenda Semarak HUT ke-81 RI yang diinisiasi oleh pihak sekolah. Alih-alih membeli bahan baku baru yang menguras kantong, para siswa ditantang untuk mengasah kreativitas dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai.
Kepala SMK Muhammadiyah Kedungwuni, Muhammad Pasa Hidayat, secara resmi membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia memberikan pesan mendalam mengenai kondisi lingkungan saat ini dan menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar hiburan musiman, melainkan kepedulian nyata.
“Kegiatan ini mengarahkan kita untuk mendaur ulang benda yang tidak terpakai di sekitar kita. Kita tahu Pekalongan ini darurat sampah, jangan sampai malah kita menambah kedaruratan tersebut. Silakan optimalkan barang yang tidak terpakai di sekitar kalian, misal beli hanya bahan pendukung saja,” tegas Muhammad Pasa Hidayat.
Apresiasi dari Masyarakat
Langkah inovatif para siswa ini pun mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat setempat yang memadati sepanjang rute karnaval dari Kedungwuni hingga Podo. Warga mengaku kagum melihat bagaimana sampah plastik, kardus, hingga kain perca bisa disulap menjadi busana karnaval bernilai seni tinggi.
Melalui kegiatan ini, SMK Muhammadiyah Kedungwuni berharap dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme yang kuat pada diri siswa. Lebih dari itu, agenda ini diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang peduli, kreatif, serta solutif terhadap permasalahan lingkungan di daerahnya.
(Ma’ruf Syifa)










