PEKALONGAN, WARTADESA – Sebuah kebakaran hebat melanda Toko Pakaian Putra Sandang yang berlokasi di samping Masjid Jami’ Al Ikhlas, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, pada Rabu (17/6/2026) sore. Insiden yang terjadi sesaat sebelum waktu Maghrib tersebut diduga kuat dipicu oleh hubungan arus pendek (korsleting) pada mesin genset.
Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika aliran listrik di wilayah tersebut padam menjelang petang. Karyawan toko kemudian menyalakan genset sebagai penerangan darurat. Malangnya, muncul percikan api dari genset yang langsung menyambar jerigen berisi bensin di dekatnya.
Kondisi diperparah karena area di sekitar genset dipenuhi tumpukan kardus dan barang dagangan berupa pakaian. Akibatnya, api berkobar dengan cepat dan merambat dalam waktu singkat.
Aksi Heroik Warga Bahu-Membahu
Melihat kobaran api, karyawan toko dan warga sekitar langsung bergerak cepat. Dengan mengandalkan rasa kebersamaan, warga bahu-membahu menyelamatkan barang-barang pakaian dari dalam toko guna meminimalkan kerugian.
Mengingat posisi toko yang menempel langsung dengan Masjid Jami’ Al Ikhlas, warga juga memfokuskan upaya lokalisasi api agar tidak merembet ke rumah ibadah tersebut. Menggunakan ember dan selang seadanya, warga menyemprotkan air baik dari lantai bawah maupun lantai atas masjid.
Salah seorang warga di lokasi, Eran, membeberkan sulitnya proses evakuasi awal.
“Kami agak kesulitan karena posisi genset ada di dalam gudang, dan pintu depan terkunci dari dalam. Akhirnya kami menyiram air dari lantai atas dan masuk melalui sisi lain toko untuk menjangkau titik api,” ungkap Eran kepada awak media.
Imbauan dari Petugas Pemadam Kebakaran
Petugas Sektor Doro, Bapak Arya, yang berada di lokasi membenarkan kronologi tersebut. Ia mengapresiasi kesigapan warga sekaligus memberikan edukasi penting mengenai keamanan penggunaan genset bagi pemilik usaha dan masyarakat luas.
“Kami berharap warga lebih teliti. Penempatan genset sebaiknya di luar ruangan atau tempat terbuka yang aman, jauh dari bahan mudah terbakar. Selain risiko kebakaran, asap genset juga beracun. Lokasinya harus mudah dijangkau agar jika terjadi hal darurat, penanganan bisa dilakukan dengan cepat,” tegas Arya.
Kerugian Mencapai Puluhan Juta Rupiah
Tak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman menyeluruh dan proses cooling down (pendinginan). Dalam waktu sekitar 30 menit, api berhasil dikuasai sepenuhnya tanpa kendala berarti.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dan bangunan Masjid Jami’ Al Ikhlas berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah. Kendati demikian, pemilik toko pakaian diperkirakan mengalami kerugian materiil mencapai puluhan juta rupiah akibat hangusnya stok baju dan kerusakan fisik bangunan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi telah kondusif, dan petugas masih melakukan evaluasi keamanan pascakebakaran. (Isa Anahori)










