KAJEN, WARTADESA, 17 JUNI 2026 – Kondisi aliran sungai di bawah Jembatan Jagung, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, kini tengah menjadi sorotan tajam. Tumpukan sampah yang mengapung bebas di kawasan tersebut dinilai merusak pemandangan dan mulai dikeluhkan oleh masyarakat serta pengguna jalan yang melintas. Jika dibiarkan tanpa penanganan cepat, kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu dampak lingkungan yang lebih serius.
Didominasi Limbah Kayu dari Hulu
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, berbagai material sampah tampak mengapung dan tersangkut di beberapa titik tiang jembatan. Aliran sungai tersebut didominasi oleh:
- Potongan kayu berukuran besar.
- Material sisa-sisa kegiatan pembangunan (konstruksi).
- Sampah domestik yang terbawa arus.
Sampah-sampah ini diduga kuat merupakan limbah dari wilayah hulu sungai yang hanyut dan terbawa arus saat debit air mengalami peningkatan beberapa waktu lalu.
Sudah Berlangsung Lama dan Belum Dibersihkan
Menurut penuturan warga setempat, pemandangan kumuh ini bukan hal baru. Tumpukan sampah tersebut diketahui sudah mengendap di lokasi dalam waktu yang cukup lama tanpa adanya tindakan pembersihan secara menyeluruh dari pihak terkait.
”Sampah itu sudah lama mengapung di sini. Kemungkinan terbawa arus dari atas saat debit air meningkat. Kebanyakan yang terlihat berupa kayu-kayu bekas bangunan,” ujar salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Ancaman Banjir dan Luapan Air
Keberadaan sumbatan sampah ini tidak hanya mengurangi estetika wilayah Kesesi, tetapi juga menyimpan potensi bahaya yang besar. Warga mengkhawatirkan dampak-dampak berikut:
|
Potensi Dampak |
Risiko Lingkungan |
|---|---|
|
Penyumbatan Arus |
Menghambat laju air sungai secara drastis, terutama di bawah konstruksi jembatan. |
|
Luapan Sungai |
Memicu banjir yang dapat merendam area pemukiman warga sekitar saat debit air naik drastis. |
|
Pencemaran Air |
Menurunkan kualitas air sungai akibat material sampah yang membusuk. |
Warga Desak Aksi Nyata PemerintahMenyikapi kondisi yang kian memprihatinkan, masyarakat berharap instansi terkait dapat segera turun tangan untuk melakukan normalisasi dan pembersihan sungai secara total. Selain itu, pengawasan terhadap kebersihan sungai di wilayah hulu juga perlu ditingkatkan. Di sisi lain, momentum ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dengan tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai. Sinergi dan kepedulian bersama antara pemerintah dan warga adalah kunci utama demi mewujudkan lingkungan Pekalongan yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman banjir. (Andi Purwandi) |
|
|---|---|










