PEKALONGAN, WARTA DESA. — Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) sukses menyelenggarakan kegiatan International Seminar pada Jumat, 22 Mei 2026. Mengusung tema “SmartEduTech for Physical Education: Education, Physical Fitness, and Learning Outcomes”, acara ini digelar secara hibrida, bertempat di Theater Room Lantai 7 Rektorat UMPP dan disiarkan secara daring melalui Zoom.
Kegiatan berskala internasional ini merupakan wujud kolaborasi akademik strategis antara tiga perguruan tinggi lintas negara, yaitu:
-
Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) – Indonesia
-
Universiti Malaya – Malaysia
-
Mindanao State University – Iligan Institute of Technology (MSU-IIT) – Filipina
Fokus pada Inovasi Teknologi dan Kebugaran di Era Digital
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya untuk mengupas tuntas perkembangan teknologi pendidikan dalam pembelajaran pendidikan jasmani, peningkatan kebugaran fisik, serta capaian hasil belajar di era digital. Para pembicara tersebut adalah:
-
Dr. Manil Kara Kauki (Malaysia)
-
Dr. M. Erika Rachman, M.Or. (Indonesia)
-
Dr. Harlyn Mae S. Ompoc (Filipina)
Komitmen Internasionalisasi Kampus
Acara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I UMPP, Dr. Mochamad Arifin. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa seminar internasional ini menjadi bukti nyata komitmen UMPP dalam memperluas jejaring global.
“Seminar internasional ini menjadi bentuk nyata komitmen UMPP dalam memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kualitas akademik, khususnya pada bidang pendidikan jasmani dan kesehatan,” ujar Dr. Mochamad Arifin.
Dukungan penuh terhadap implementasi teknologi dalam pembelajaran ini juga dihadiri langsung oleh Kepala LPBK UMPP serta Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMPP.
Langkah Strategis Menuju Lulusan Berdaya Saing Global
Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani UMPP, Dr. M. Riski Adi Wijaya, M.Pd., menyampaikan bahwa agenda ini merupakan langkah strategis untuk membuka cakrawala mahasiswa dan dosen terhadap perkembangan keilmuan penjas di level internasional.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap tercipta kolaborasi akademik berkelanjutan antar perguruan tinggi internasional, khususnya dalam pengembangan teknologi pembelajaran pendidikan jasmani, riset bersama, serta peningkatan kualitas lulusan yang berdaya saing global,” ungkap Dr. M. Riski.
Antusiasme peserta, baik yang hadir secara langsung (luring) maupun melalui ruang virtual (daring), terpantau sangat tinggi. Diskusi interaktif yang hidup antara pemateri dan peserta menunjukkan besarnya perhatian publik akademis terhadap inovasi pembelajaran pendidikan jasmani berbasis teknologi di era modern.
Melalui suksesnya seminar ini, UMPP kembali memperkokoh posisinya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat peran pendidikan jasmani untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan adaptif terhadap teknologi. (Redaksi)










