close

tabligh akbar

tabligh akbar

KHUTBAH IDUL ADHA 1447 H: MENGHAYATI MAKNA PENGORBANAN NABI IBRAHIM

WhatsApp Image 2026-05-22 at 09.14.28

Oleh : Muhammad Amri Albani

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ الْقُرْاٰنَ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِ. وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ بِرَبِّهِ رَاضٍ وَعَلَى قَضَائِهِ مُوَافِقٌ. وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلَى جَنَّةِ عَدْنٍ وَسَاكِنٍ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.

فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Jamaah shalat ‘Idul Adha yang dirahmati oleh Allah SWT

Sampai saat ini kita dalam keadaan berislam, beriman, sehat, sempat, dan dapat hadir di tanah lapang ini untuk menunaikan shalat ’Idul Adha dengan segala rangkaiannya. Semua itu adalah kenikmatan yang hanya diberikan oleh Allah kepada orang-orang terpilih. Oleh karena itu, mari kita selalu bersyukur kepada-Nya.

Mari kita doakan yang sakit segera sembuh. Yang tertutup hatinya segera mendapat hidayah dari Allah sehingga kembali ke jalan yang benar. Yang meninggal, memperoleh ampunan-Nya. Aamiin

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, baik dalam keadaan terang maupun tersembunyi. Hanya dengan takwa, kita akan meraih kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat. Takwa adalah bekal terbaik yang akan mengantarkan kita menuju kebahagiaan abadi.

Jamaah shalat ‘Idul Adha yang dirahmati oleh Allah SWT

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaffat, ayat 102 hingga 107, mengisahkan dialog penuh keimanan antara Nabi Ibrahim dan putranya Ismail, yang menjadi puncak dari ujian pengorbanan:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ ۝١٠٢ فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِ ۝١٠٣ وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۝١٠٤ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَاۚ اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ ۝١٠٥ اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ ۝١٠٦ وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ  ۝١٠٧

Artinya:

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan putranya atas pelipisnya (untuk disembelih), lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”(Q.S. Ash-Shaffat, ayat 102-107)

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Jamaah shalat ‘Idul Adha yang dirahmati oleh Allah SWT

Ayat-ayat mulia ini merupakan inti dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim yang paling monumental, yaitu perintah untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail. Namun, sebelum membahas lebih jauh tentang peristiwa ini, penting bagi kita untuk memahami bahwa kehidupan Nabi Ibrahim secara keseluruhan adalah serangkaian episode pengorbanan yang tak putus-putus. Beliau adalah teladan sempurna dalam taslim (penyerahan diri) dan tawakkal (berserah diri) kepada kehendak Allah.

Pengorbanan pertama Nabi Ibrahim adalah terhadap keyakinan dan keluarganya. Beliau dilahirkan di tengah masyarakat penyembah berhala, bahkan ayahnya sendiri adalah pembuat patung. Dengan gagah berani, Ibrahim menolak dan menghancurkan berhala-berhala kaumnya, menyerukan tauhid (keesaan Allah) yang murni. Konsekuensinya, beliau diusir dari kampung halaman, bahkan dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud, namun Allah menyelamatkannya. Ini adalah pengorbanan akidah yang menuntut beliau melepaskan diri dari lingkungan yang bertentangan dengan kebenaran, bahkan mengorbankan ikatan darah demi tegaknya kalimat Allah.

Beliau meninggalkan negerinya dan kaumnya, hijrah ke tempat yang diperintahkan Allah. Ini adalah pengorbanan kenyamanan, tanah kelahiran, dan relasi sosial demi menjalankan perintah Ilahi. Beliau rela menjadi asing di negeri orang demi mempertahankan iman.

Setelah penantian panjang akan keturunan, Allah menganugerahkan Ismail kepada Ibrahim dan Hajar. Namun, kebahagiaan ini diikuti dengan ujian yang lebih berat. Ibrahim diperintahkan untuk menempatkan Hajar dan putranya Ismail yang masih bayi di lembah yang tandus dan tidak berpenghuni, yang kini kita kenal sebagai Makkah. Ini adalah pengorbanan yang amat berat bagi seorang ayah dan suami, meninggalkan keluarganya di tempat yang tiada kehidupan. Namun, dengan keyakinan penuh pada janji Allah, Ibrahim menjalankan perintah tersebut.

Kisah Siti Hajar yang berlari tujuh kali antara Safa dan Marwa mencari air untuk Ismail yang kehausan, menunjukkan puncak kepasrahan dan tawakkal. Dari kepasrahan itu, Allah kemudian memancarkan air Zamzam sebagai rezeki yang tak disangka-sangka. Ini pelajaran bahwa pengorbanan yang disertai keyakinan penuh kepada Allah tidak akan pernah sia-sia.

Dan puncaknya adalah ujian yang disebutkan dalam ayat-ayat Ash-Shaffat di atas: perintah untuk menyembelih Ismail. Bayangkanlah, seorang ayah yang telah menunggu puluhan tahun untuk memiliki putra, yang kemudian diperintahkan untuk mengorbankan putra satu-satunya itu dengan tangannya sendiri. Ini bukan hanya ujian terhadap cinta seorang ayah kepada anaknya, melainkan ujian terhadap kadar cinta Ibrahim kepada Allah SWT.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Jamaah shalat ‘Idul Adha yang dirahmati oleh Allah SWT

Di sinilah letak keagungan Nabi Ibrahim:

  1. Ketaatan Tanpa Syarat (Sami’na wa Atha’na)

Ibrahim tidak mempertanyakan perintah Allah, meskipun itu di luar nalar manusia. Beliau langsung memahami bahwa mimpi seorang Nabi adalah wahyu.

  1. Kepasrahan Putranya yaitu Ismail

Yang tak kalah menakjubkan adalah respons Ismail. Seorang anak remaja yang memahami bahwa dirinya akan dikorbankan, namun dengan penuh keteguhan menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” Ini adalah cermin dari keimanan yang luar biasa, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah, bahkan melalui ayahnya.

  1. Keikhlasan dan Ketulusan

Keduanya, ayah dan anak, menunjukkan keikhlasan dan ketulusan hati yang sempurna. Tidak ada sedikitpun keraguan atau penolakan dalam hati mereka. Mereka sepenuhnya berserah diri pada takdir Allah.

Ketika Ibrahim telah membaringkan Ismail, dan pisau siap diayunkan, Allah menyeru, “Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Allah tidak membutuhkan darah Ismail, melainkan Allah ingin melihat sejauh mana ketaatan dan kecintaan Ibrahim kepada-Nya. Dan sebagai gantinya, Allah menyediakan sembelihan yang besar, seekor domba jantan, yang hingga kini menjadi syariat qurban bagi umat Islam.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Jamaah shalat ‘Idul Adha yang dirahmati oleh Allah SWT

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail ini bukan hanya sekadar cerita masa lalu, melainkan pelajaran abadi yang sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini. Apa makna pengorbanan bagi kita ?

  1. Prioritas kepada Allah

Pengorbanan Nabi Ibrahim mengajarkan kita untuk selalu menempatkan cinta kepada Allah di atas segalanya, bahkan di atas cinta kita kepada harta, jabatan, keluarga, dan diri sendiri. Apa yang kita cintai dari dunia ini, jika berbenturan dengan perintah Allah, haruslah kita lepaskan demi keridaan-Nya.

  1. Ikhlas dalam Beramal

Setiap pengorbanan harus dilandasi keikhlasan. Bukan karena ingin dilihat atau dipuji manusia, melainkan semata-mata mengharap wajah Allah. Pengorbanan Nabi Ibrahim adalah puncak keikhlasan, tanpa pamrih, hanya untuk menaati perintah Illahi.

  1. Keberanian Mengambil Keputusan Demi Kebenaran

Nabi Ibrahim berani melawan arus masyarakat, bahkan keluarganya sendiri, demi menegakkan tauhid. Kita pun harus berani mengambil sikap yang benar meskipun itu berarti berhadapan dengan tekanan sosial atau kehilangan kenyamanan.

  1. Hakikat Qurban

Ibadah qurban yang kita laksanakan setiap tahun bukan hanya sekadar menyembelih hewan, melainkan simbol pengorbanan diri kita. Ia adalah manifestasi dari kesediaan kita untuk berkorban waktu, tenaga, harta, bahkan ego pribadi demi mendekatkan diri kepada Allah dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Jamaah shalat ‘Idul Adha yang dirahmati oleh Allah SWT

Marilah kita renungkan, sudahkah kita mampu berkorban demi Allah? Sudahkah kita mendahulukan perintah-Nya di atas kepentingan pribadi dan hawa nafsu? Apakah harta yang kita miliki, waktu yang kita punya, atau posisi yang kita genggam, siap kita korbankan di jalan-Nya? Sesungguhnya, kehidupan ini adalah ladang ujian. Setiap episode hidup kita adalah kesempatan untuk berkorban, untuk membuktikan cinta dan ketaatan kita kepada Allah. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa mengorbankan yang terbaik dari diri kita demi meraih keridaan-Nya.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Jamaah shalat ‘Idul Adha yang dirahmati oleh Allah SWT

Mari kita doakan muslim mukmin yang saat ini beribadah haji, menjadi haji mabrur. Kita doakan mereka yang belum beribadah haji karena belum mampu dalam hal biaya, tetapi telah mempunyai niat kuat, diberi rezeki yang cukup sehingga dapat mewujudkan niatnya itu. Kita doakan pula mereka yang telah mempunyai harta melimpah, tetapi belum tergugah, diberi hidayah sehingga termotivasi untuk segera beribadah haji. Dan kita juga doakan yang tahun ini belum diberi kesempatan untuk qurban semoga pada tahun depan bias melaksanakan qurban. Aamiin.

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةًۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَآ عَذَابَ النَّار

Penulis adalah Anggota Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah dan Anggota KMM PWM Jawa Tengah

Terkait
Tabligh akbar KH. Tengku Zulkarnain, ribuan umat akan padati Serbelawan

Serbelawan, Wartadesa. - Dalam rangka merayakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H/2018 M, Badan Kenaziran Mesjid (BKM) Al Ihklas Read more

Tabligh Akbar KH Tengku Zulkarnaen berjalan aman dan tertib

Simalungun, Wartadesa. - Tabligh Akbar yang dilaksanakan Badan Kenaziran Masjid (BKM) Al Ihklas Serbelawan Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun Read more

Perwiridan Akbar Khairunnisa Dobana gelar peringatan milad pertama

Simalungun, Wartadesa. -  Kelompok Perwiridan Akbar (PA) KHAIRUNNISA Dolok Batu Nanggar (Dobana) peringati Milad yang ke satu tahun bertempat di halaman Read more

Nenek Suryati Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Berharap Bantuan Tanpa Beban Tambahan

Warta Desa, Pekalongan – Di tengah kehidupan yang serba kekurangan, Nenek Suryati, seorang warga Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Read more

selengkapnya
tabligh akbar

Berikut 93 Lokasi Salat Idulfitri 1447 H Muhammadiyah se-Kabupaten Pekalongan

Ilustrtasi-Salat-Id-Dok.-Istimewa

Kajen, Wartadesa. – Menyambut Idulfitri 1447 H yang jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, PDM Kabupaten Pekalongan telah memetakan 93 titik pelaksanaan salat Id. Penambahan titik ini bertujuan untuk memecah kepadatan jamaah dan memberikan akses yang lebih dekat bagi masyarakat di pelosok desa.

Daftar Lokasi Utama per Cabang (PCM):

No Wilayah (PCM) Lokasi Utama Imam / Khatib
1 Kajen Halaman Gedung Dakwah Muhammadiyah Ust. H. Ahmad Sholeh
2 Pekajangan Lapangan HW Pekajangan K.H. M. Antono
3 Kedungwuni Lapangan Capgawen Ust. Dr. H. Hasan Tholabi
4 Wiradesa Lapangan Pencongan Ust. H. Sugiyanto
5 Bligo Lapangan HW Bligo Ust. Muhammad Khotib
6 Wonopringgo Lapangan Jetak Kidul Ust. H. Ir. Ahmad Sholeh
7 Bojong Lapangan Bojong Minggir Ust. H. M. Rofiq
8 Sragi Lapangan Sepak Bola Sragi Ust. H. Ahmad Muzaki
9 Doro Lapangan Mini Doro Ust. Samsul Huda
10 Kesesi Lapangan Kesesi Ust. H. M. Kusnan

Sebaran 93 Titik Lokasi:

Untuk memastikan kenyamanan, berikut sebaran jumlah lokasi di setiap Pimpinan Cabang:

  • Pekajangan & Bligo: Menjadi konsentrasi terbesar dengan total 18 titik lokasi.

  • Wiradesa & Wonokerto: Tersedia 12 titik di sepanjang pantura.

  • Kajen & sekitarnya: Terdapat 9 titik lokasi utama.

  • Kawasan Selatan (Doro, Talun, Petungkriyono): Total 10 titik untuk melayani warga di perbukitan.

  • Kawasan Barat (Kesesi, Kandangserang, Sragi): Tersedia 11 titik lokasi.

Waktu Pelaksanaan: Seluruh lokasi akan memulai prosesi salat Idulfitri secara serempak pada pukul 06.15 WIB. Berikut adalah lokasi lengkap salah idulfitri di Kabupaten Pekalongan

Informasi Penting bagi Jamaah:

  • Kapasitas Parkir: Mengingat jumlah jamaah yang diprediksi meningkat, mohon gunakan kendaraan roda dua jika memungkinkan dan ikuti arahan petugas KOKAM.

  • Infaq Ramadhan: Panitia menyediakan kotak infaq di setiap pintu masuk untuk mendukung program sosial dan pendidikan Muhammadiyah.

  • Kebersihan Lapangan: Dimohon tidak meninggalkan alas salat (koran/plastik) di lokasi setelah acara selesai.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan menghimbau agar seluruh warga tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan menjaga ukhuwah, meskipun terdapat potensi perbedaan waktu lebaran di tengah masyarakat. (Redaksi)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Sosial Budayatabligh akbar

Ribuan Jamaah Padati Masjid Transit Hj. Mutimah Dahlan Doro, Ki Kusnadi Bagikan Resep Makmurkan Masjid Lewat Sedekah

template berita foto warta desa (1)

PEKALONGAN, WARTA DESA. – Suasana khidmat sekaligus antusias menyelimuti kawasan Doro, Kabupaten Pekalongan, pada gelaran Pengajian Ahad Pagi di Masjid Transit Hj. Mutimah Dahlan. Ribuan peserta dari berbagai penjuru Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya tampak memadati area masjid hingga meluber ke halaman untuk mendengarkan tausiyah dari tokoh inspiratif asal Sragen, Ki Kusnadi Ikhwani.

Ki Kusnadi, yang merupakan Ketua Takmir Masjid Al Falah Sragen—sebuah masjid yang dikenal luas karena manajemennya yang progresif—hadir memberikan materi yang segar namun sarat makna mengenai cara mengelola jamaah dan menghidupkan semangat berkontribusi di rumah Allah.

Strategi “Makan-Makan” untuk Menggaet Jamaah

Dalam penyampaiannya, Ki Kusnadi menekankan pentingnya pendekatan yang menggembirakan jamaah, salah satunya melalui makan bersama. Beliau menceritakan pengalaman di Masjid Raya Al Falah saat penutupan Ramadhan lalu.

“Kami undang Bupati dan Kepala Dinas hadir di penutupan Ramadhan. Kami siapkan nasi kebuli dan kambing guling untuk seribu jamaah. Semuanya disajikan di nampan agar suasana kekeluargaan terasa,” ujar Ki Kusnadi disambut tawa dan decak kagum jamaah.

Uniknya, Ki Kusnadi memiliki cara diplomatis untuk mengajak tokoh penting berdonasi. Setelah acara makan selesai, ia mengumumkan bahwa biaya konsumsi sebesar Rp18 juta belum dibayar. Strategi “kejujuran” ini rupanya mengetuk hati Bupati Sragen yang langsung maju ke depan dan melunasi seluruh biaya tersebut secara spontan.

Memuliakan Imam dan Hafiz Quran

Tak hanya soal perut, Ki Kusnadi juga membagikan kisah bagaimana ia “mengikat” imam muda dan hafiz Quran agar betah mengabdi di masjid. Ia menceritakan kisah Ustadz Mufti Al-Habib yang berasal dari Lombok.

Agar sang imam tidak kembali ke kampung halaman, pihak takmir berinisiatif:

  1. Mencarikan Jodoh: Menjodohkan dengan warga lokal.

  2. Memberikan Fasilitas: Iuran takmir untuk membelikan sepeda motor dan rumah sebagai tempat tinggal.

  3. Memberangkatkan Umroh: Mengetuk hati Kapolres setempat untuk memberikan amal jariyah berupa biaya umroh sebesar Rp25 juta bagi sang imam.

Mengajak Kontribusi, Bukan Meminta

Prinsip utama yang ditekankan Ki Kusnadi adalah “mengajak untuk berkontribusi,” bukan sekadar meminta sumbangan. Baginya, fasilitas masjid—seperti karpet yang nyaman—harus diutamakan demi kenyamanan jamaah, terutama mereka yang sudah lanjut usia.

“Bukannya saya itu menodong, tapi mengajak untuk berikan yang terbaik. Saat ini bahkan karpet di Al Falah belum lunas, tapi kami pasang yang paling bagus agar jamaah sepuh (tua) merasa nyaman saat sujud,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung hingga menjelang siang ini ditutup dengan doa bersama. Kehadiran Ki Kusnadi diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi pengelola masjid di wilayah Pekalongan agar lebih inovatif dalam melayani jamaah dan memakmurkan tempat ibadah. (Isa Anshori)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Sosial Budayatabligh akbar

Tantangan Peran Ibu Dalam Mewujudkan Keluarga Muda yang Tangguh

IMG-20251005-WA0017

Warta Desa, Pemalang. 05 Oktober 2025. – Pimpinan Cabang Muhammasiyah (PCM) Ampelgading Kabupaten Pemalang melaksanakan kajian rutin bulanan yang dilaksanakan oleh tuan rumah PRM Sidokare dengan tema Peran Ibu Mewujudkan Keluarga Muda Tangguh dan Islami.

Pada kesempatan ini, Ainun Muthoharoh, Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan, menyampaikan tantangan peran ibu dalam mewujudkan keluarga muda tangguh, yaitu: era globalisasi, minim komunikasi, hingga ekonomi.

“Ibu ada madrasah pertama untuk anak, sehingga diharapkan rumah menjadi tempat yang nyaman, tempat bermain, belajar, serta pembentukan akhlak untuk mewujudkan generasi yang memiliki peradaban yang baik pula.” Ujar Ainun.

Di tengah kajian, Ainun membagikan Parfum Grow buatannya dan Sunscreen Halebella untuk memberikan hadiah kepada jamaah yang telah mempraktikkan keharmonisan keluarga seperti suami istri bersalaman/berpamitan ketika akan pergi keluar rumah.

Slamet Aji, Ketua PCM Ampelgading menyambut hangat dan memberikan kesempatan kepada muballighot muda untuk tampil dan memberikan warna kajian. “Kita berikan dukungan dan kesempatan kepada yang muda”

Pengajian dihadiri kurang lebih 1000 jamaah yang terdiri dari kalangan muda hingga tua. Tampak sinergisme antara PCNA, PCA, Kokam, dan PCPM Ampelgading mensukseskan acara tersebut. (Nanank Fahrudin)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Hukum & Kriminaltabligh akbar

Tabligh Akbar dan Haul KH. Muhammad Hasyim di Pemalang Ricuh, Puluhan Luka Akibat Bentrok Massa

IMG_20250724_114209

Warta Desa, PEMALANG – Kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1447 H dan Haul KH. Muhammad Hasyim di Kabupaten Pemalang pada Rabu (23/7/2025) berakhir ricuh. Acara yang menghadirkan Habib Rizieq Bin Syihab sebagai penceramah ini dihadiri sekitar 3.000 jamaah dan sejumlah pejabat daerah, namun bentrok antara massa Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Warga Islam Laskar Sabilillah (PWI LS) pecah hingga mengakibatkan puluhan orang luka-luka.

Tabligh Akbar tersebut dimulai pukul 13.00 WIB di Majlis Nurul Habib, Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, dengan agenda pembacaan maulid dan ratib, serta tausiyah oleh Habib Rizieq Bin Syihab pada pukul 15.15 WIB. Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Dandim 0711 Pemalang Letkol Inf Muhammad Arif, Kapolres Pemalang AKBP Eko Sunaryo, serta pimpinan Majlis Nurul Habib Habib Ali Bin Abdurrahman Assegaf.

Dalam tausiyahnya, Habib Rizieq mengingatkan jamaah untuk menjaga agama, negara, ulama, dan habaib, serta menolak perpecahan. Ia juga menyinggung soal PKI dan menegaskan bahwa yang menolak pengajian adalah bagian dari paham tersebut.

Namun, sekitar pukul 23.19 WIB sebelum Habib Rizieq hadir di lokasi pengajian kedua di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, bentrok terjadi saat anggota PWI LS menerobos area pengajian melalui jalan tikus. Bentrok pecah di depan panggung utama, kedua massa saling pukul dengan tongkat kayu dan melempar batu. Bentrokan berlangsung dua kali dan menyebabkan sejumlah korban luka serius.

Korban luka dalam kejadian ini antara lain:

Adi (Kab. Sragen): Luka robek kepala, dirawat di RS Islam.

Khaerul Farid (Demak): Luka robek kepala, RS Siaga Medika.

Rizki Nur Fauzi (Pemalang): Tangan kanan terkilir, RS Siaga Medika.

Ahmad Warsono (Brebes): Luka robek kepala belakang, RS Siaga Medika.

Khaerul Anam (Kebumen): Luka robek kepala belakang, RS Siaga Medika.

Mahmudi (Demak): Luka robek hidung, RS Siaga Medika.

Mono (Karanganyar): Luka robek punggung, RS Siaga Medika.

Bripka Muhammad Bintoro (Polres Pemalang): Luka robek pelipis kanan, RS Siaga Medika.

Bripda Nicolas Aji Wicaksono (Polres Pemalang): Luka robek kepala belakang, RS Siaga Medika.

Pono (Karanganyar): Luka robek bibir dan jari kiri, RS Islam.

Khoerul Huda (Bumiayu): Luka, dirawat di Puskesmas Petarukan.

Analisa kejadian menyebutkan, bentrok dipicu upaya PWI LS menerobos masuk lokasi pengajian melalui jalan setapak dan menyerang penjaga FPI. Meski sempat dilakukan negosiasi pada pukul 03.00 WIB antara PWI LS, Kapolsek Petarukan, anggota BIN, dan Kesbangpol, bentrok tetap terjadi akibat provokasi saat rombongan PWI LS melintasi lokasi dan meneriaki massa FPI.

Hingga pukul 03.15 WIB, sebagian massa PWI LS masih bertahan di Masjid Ukhuwah Islamiya Desa Klareyan, Petarukan, dengan jumlah sekitar 1.100 orang, sementara massa FPI sekitar 1.000 orang.

Kesbangpol Kabupaten Pemalang dan Pekalongan bersama aparat kepolisian melakukan langkah cepat, mengevakuasi korban ke RS Siaga Medika dan RS Islam Pemalang serta mendata seluruh korban luka untuk penanganan lebih lanjut.

Pihak panitia melalui Ustad Imron menyayangkan kericuhan tersebut, mengingat acara digelar untuk memperingati Tahun Baru Islam dan Haul KH. Muhammad Hasyim dengan tujuan menambah iman dan mempererat ukhuwah umat. (Rohadi)

 

QR Code

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

selengkapnya
Berita DesaSosial Budayatabligh akbar

Pekalongan Bersholawat: Kades se-Kecamatan Kesesi Gelar Sholawat Bersama di Desa Pantirejo

sholawat

Warta Desa, Pekalongan, Rabu 16 Juli 2025 – Dalam rangka kegiatan rutin bulanan bertajuk “Pekalongan Bersholawat”, para kepala desa se-Kecamatan Kesesi menggelar acara sholawat bersama yang kali ini diselenggarakan di Desa Pantirejo, bertempat di Masjid Nurul Huda.

Acara yang digelar pada malam Rabu Wage tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) Kesesi, seluruh perangkat desa, serta tokoh masyarakat dan warga sekitar yang datang dengan antusias.

Selain lantunan sholawat, kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah dari KH. Abdul Ghofar yang memberikan siraman rohani bagi seluruh jamaah yang hadir.

Camat Kesesi, Fuadi Jaman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. “Kegiatan rutinan seperti ini sangat bermanfaat untuk mempererat tali silaturahmi antar desa dan memperkuat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya dengan senyum hangat.

Kepala Desa Pantirejo, dalam pernyataannya, juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada seluruh warga Desa Pantirejo.
“Saya selaku Kepala Desa Pantirejo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat yang telah ikut serta membantu menyukseskan acara ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus mempererat silaturahmi antar warga dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.

Kegiatan Pekalongan Bersholawat ini akan terus bergilir diselenggarakan di desa-desa lain se-Kecamatan Kesesi sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di tengah masyarakat. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Orang Tua Wali Murid SMK di Kesesi Keluhkan Biaya Kegiatan Luar Kota Rp 1,2 Juta

Warta Desa, Pekalongan – Sejumlah orang tua wali murid  SMK NU Kesesi, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan pungutan biaya sebesar Rp 1,2 Read more

Ali Fahmi Penyiram Air Keras ke Mertua dan Adik Ipar di Pekalongan Divonis 12 Tahun Penjara

Warta Desa, PEKALONGAN, - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan menjatuhkan vonis pidana penjara selama 12 tahun dikurangi masa tahanan Read more

Keramba Ikan di Desa Getas Terbengkalai, Proyek Rp99 Juta Dipenuhi Semak Belukar

Warta Desa, Wonopringgo, 14 Juli 2025 – Bangunan keramba ikan di Desa Getas, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, terlihat terbengkalai dan Read more

Jalan Rusak di Desa Domiyang Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Keluhkan Minimnya Perhatian dari Pemerintah Desa

Warta Desa, Pekalongan – 14 juli 2025 Warga Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran, mengeluhkan kondisi jalan desa yang rusak parah dan Read more

selengkapnya
Cerita WargaLayanan Publiktabligh akbar

Nenek Suryati Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Berharap Bantuan Tanpa Beban Tambahan

suryati

Warta Desa, Pekalongan – Di tengah kehidupan yang serba kekurangan, Nenek Suryati, seorang warga Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, tinggal di rumah kuno yang sudah tidak layak huni. Lantai rumahnya masih berupa tanah, pagar rumah ambruk, dan kondisi bangunan secara keseluruhan jauh dari kata layak.

Dalam keterangannya kepada awak media, Nenek Suryati mengeluhkan kondisi rumah dan perekonomiannya yang sulit. Ia juga mengungkapkan harapannya agar ada bantuan dari pihak-pihak yang peduli tanpa mengharuskannya menambah biaya sendiri, seperti program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Kalau ada bantuan, tolong jangan setengah-setengah. Program RTLH dari desa itu, kami diminta menambahi untuk membangun rumah. Terus terang kami tidak mampu. Hidup kami saja sudah pas-pasan,” ujar Nenek Suryati dengan nada lirih.

Keseharian Nenek Suryati dihabiskan dengan membuat reyeng (wadah ikan pindang) dari bambu, yang menjadi salah satu sumber penghasilannya. Namun, penghasilan dari pekerjaan tersebut sangat kecil dan tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, suami Nenek Suryati bekerja sebagai buruh harian di sawah milik tetangga. Pendapatan yang dihasilkan suaminya juga tidak menentu, sehingga mereka harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan dasar.

“Saya berharap ada yang peduli dengan kondisi kami. Kalau bisa, bantuannya benar-benar tuntas agar kami bisa tinggal di rumah yang layak. Kami tidak ingin terus-terusan hidup seperti ini,” tambahnya.

Kondisi Nenek Suryati mencerminkan realitas banyak warga kurang mampu di pelosok desa yang membutuhkan perhatian dari pemerintah maupun pihak swasta. Dengan adanya program-program sosial yang tepat sasaran, diharapkan masyarakat seperti Nenek Suryati dapat hidup lebih layak.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi dari pihak pemerintah desa terkait keluhan Nenek Suryati soal program RTLH. Warga sekitar berharap ada langkah nyata untuk membantu keluarga ini keluar dari keterpurukan. (Tim Liputan)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Sosial Budayatabligh akbar

Perwiridan Akbar Khairunnisa Dobana gelar peringatan milad pertama

wiridan akbar

Simalungun, Wartadesa. –  Kelompok Perwiridan Akbar (PA) KHAIRUNNISA Dolok Batu Nanggar (Dobana) peringati Milad yang ke satu tahun bertempat di halaman Hall PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE) , Huta Emplasemen Dolok Merangir I Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun Selasa (26/3) pukul 15.00 Wib.

Pada Gelaran Milad (hari jadi) ini panitia pelaksana juga menyantuni 20 anak yatim dan mendaulat Ustadz Hambali Sitorus sebagai penyampai Tausyah yang diakhir acara juga sebagai pembawa do’a penutup.

Zaenah Sembiring SPd selaku pengurus Perwiridan Akbar Khairunnisa, mengatakan, “kelompok Perwiridan Akbar Kharinnisa ini di bentuk pada tanggal 26 Maret 2018 lalu dan pertama kali mengadakan Perwiridan Akbar di lapangan Sepak Bola Dobana Kelurahan Sebelawan dan sifat kelompok ini non- politik. Kata Zenah yang mantan Camat Dobana itu.

Kepala Desa Dolok Merangir I, Ahmad Khairuddin Siregar selaku panitia dan tuan rumah pada kata sambutan di peringatan Milad ini mengatakan “Selamat datang kepada seluruh anggota dan selamat ulang tahun kepada kelompok Perwirdan Akbar Khairunnisa.

Acara ini dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan kecamatan (Forkopincam) seperti Camat Dobana Susilo SH yang di ujung kata sambutanya berpesan agar pada pilkada nanti kita gunakanlah hak suara kita. jangan golput.katanya dihadapan ratusan ibu ibu perwiridan serta hadirin lainnya.

Tetlihat juga hadir Kepala KUA Dolok Batu Nanggar diwakili Ustadz Jumono SAg, ketua ranting Pemuda Pancasila Dolok Merangir, Edi Wasito, tokoh masyarakat dan agama, beberapa staff PT BSRE serta BKPRMI Dolok Batu Nanggar yang masing masing mengucapkan selamat hari jadi yang pertama. (wd-bay) *

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Sosial Budayatabligh akbar

Tabligh Akbar KH Tengku Zulkarnaen berjalan aman dan tertib

tengku zulkarnain

Simalungun, Wartadesa. – Tabligh Akbar yang dilaksanakan Badan Kenaziran Masjid (BKM) Al Ihklas Serbelawan Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun Sumatera Utara Kamis (27/12) berjalan aman dan tertib.

Acara yang berlangsung di jalan Mesjid tepatnya dekat alun alun Mesjid Al Ihklas dihadiri ribuan umat dari berbagai daerah di Simalungun, Tebing Tinggi Serdang Bedagai serta umat di sekitaran Dolok Batu Nanggar.

Selanjutnya yang hadir selain tokoh masyarakat dan agama tampak hadir saat memberi kata sambutan Anggota DPD RI Dedi Iskandar Batubara, Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga dan Asisten Administrasi Umum dan Aset Pemprov Sumut Jonni Waldy mewakili Gubernur Sumatera Utara.

Acara inti (tausyiah) dalam rangka Maulid Nabi SAW tahun 1440 H ini dibawa oleh KH Tengku Zulkarnain, ustazd kondang dari Jakarta mengalir segar dengan gelak tawa dari hadirin karena tausyiah yang disisipi dengan guyon bahasa lintas budaya nusantara.

Ketua BKM Mesjid Al Ihklas melalui ketua panitia Zulham Siregar SPd. menyampaikan ribuan terimakasih kepada umat yang sudah dengan ihklas hadir, kepada unsur pemerintahan Dolok Batu Nanggar khususnya Kepolisian Sektor Serbelawan,Ramil 05/SBL, Karang Taruna, PAC pemuda Pancasila Dolok Batu Nanggar yang sudah berupaya semaksimal mungkin menjaga keamanan acara. (wd-bay)••••

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Sosial Budayatabligh akbar

Tabligh akbar KH. Tengku Zulkarnain, ribuan umat akan padati Serbelawan

pengajian akbar

Serbelawan, Wartadesa. – Dalam rangka merayakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H/2018 M, Badan Kenaziran Mesjid (BKM) Al Ihklas jalan Mesjid Serbelawan kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun adakan Tabligh Akbar dengan mengundang KH DR Tengku Zulkarnain MBA sebagai Mubaligh hari ini Kamis (27/12).

Ustadz H. Muhammad Azim selaku pengasuh Majelis Ta’lim Masjid Al Ikhlas dan pimpinan Pesantren Al Imam Waki melalui Zulham Siregar selaku ketua panitia pelaksana mengatakan, acara Tabligh Akbar ini diprediksi akan dihadiri ribuan umat dari berbagai daerah dalam dan luar Kabupaten Simalungun.

Ditambah Zulham, acara ini juga akan dihadiri, anggota DPR RI Dr Dedi Iskandar Batubara, wakil Gebernur Sumatera Utara Musa Rajekshah dan selanjutnya pembaca ayat suci Al Qur’an Ahmad Ramadhani SPdI serta doa oleh Al Ustadz Latief Khan SAg.

Tabligh Akbar di mulai ba’da Isya hingga selesai di Mesjid Al Ihklas jalan Mesjid Serbelawan bekerjasama dengan Pemuda Muhammadyah, BKPRMI, Pemuda Alwasliyah, PAC Pemuda Pancasila Pondok Pesantren Al Imam Waki Kampung Lalang Serbelawan. Tutup Zulhan (wd-bay) *

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya