DORO, WARTADESA. — IBM Insan Bikers Muda, komunitas bikers di bawah naungan PC BikersMU Doro, sukses menggelar kegiatan touring akbar dengan rute menantang Doro – Bawang – Dieng – Petung. Kegiatan yang memadukan hobi, silaturahmi, dan aksi sosial ini diikuti oleh 81 personel yang terdiri dari bikers laki-laki maupun perempuan, di mana mayoritas peserta merupakan pasangan suami istri.
Rombongan resmi dilepas tepat pukul 07.30 WIB dari depan Masjid Hj. Mutimah Dahlan, Doro. Mengawali perjalanan ke arah Talun, rombongan melakukan titik singgah pertama di Reban.
Misi Dakwah dan Aksi Sosial di Reban
Bukan sekadar ajang refresing, touring IBM kali ini mengusung misi dakwah dan kepedulian sosial. Saat singgah di Masjid Al-Firdaus Reban, para peserta menyempatkan diri untuk berdonasi.
“Di BikersMU kita bukan hanya cari senang-senang. Tapi juga cari pahala dengan berbagi dan berdonasi,” ujar salah satu panitia di lokasi.
Setibanya di wilayah Bawang, rombongan berhenti sejenak untuk menikmati sarapan bersama dengan sistem prasmanan di Rumah Makan Ayam Goreng Rahayu. Suasana keakraban begitu terasa di antara para anggota.
salah satu peserta, Pak H. Taufik, turut memuji suguhan hidangan di tempat tersebut. “Rumah makan ini memang enak. Saya kalau ada kerjaan di daerah sini pasti makannya di sini. Yang istimewa sambalnya enak,” ujarnya berseloroh dengan gaya khas marketing.
Ujian Berat di Tanjakan Krakalan dan Sikarim
Usai sarapan, perjalanan dilanjutkan ke arah selatan menuju Sigemplong. Momen ini menjadi awal ujian fisik dan kendaraannya. Di Tanjakan Krakalan, beberapa peserta sempat mengalami kesulitan—terutama pengguna motor matic dan PCX yang kurang bertenaga akibat jarak antar-kendaraan yang terlalu berdekatan.
“Banyak anggota kita yang jatuh di tanjakan Krakalan. Untung jatuhnya pas nanjak, coba kalau pas menurun pasti ada yang terluka,” ungkap salah seorang anggota IBM.
Setelah menyempatkan berfoto di Rest Area Sigemplong, rombongan melanjutkan perjalanan ke Dieng dan melaksanakan ibadah sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Dieng, dengan imam Bapak Salim Jufri yang juga ikut dalam rombongan.
Puncak keseruan perjalanan berlanjut ke Telaga Menjer. Rombongan menikmati makan siang di Bagas Luxury Camp yang menyajikan pemandangan indah Telaga Menjer dari ketinggian sekitar 1.300 mdpl. Di sana, para peserta juga mendapat cerita unik dari pelayan resto setempat mengenai asal-usul nama “Menjer” yang konon berasal dari kata menjerit, menggambarkan kondisi masa lalu daerah tersebut yang sering mengalami longsor sehingga warga berteriak minta tolong.
Jalur Pulang Ekstrem dan Kebersamaan Tanpa Batas
Perjalanan pulang via Tanjakan Sikarim, Wonosobo menjadi ujian mental tersendiri. Medan ekstrem membuat beberapa pembonceng harus turun demi keamanan. Bahkan, Ustadz Tarsono bersama istrinya sempat terjatuh dan terguling di jalur ini. Beruntung, tidak ada luka serius yang dialami.
“Ini adalah pengalaman touring yang luar biasa,” ungkap Ustadz Tarsono santai sambil membersihkan jaketnya yang kotor.
Tak hanya itu, salah satu sepeda motor anggota juga mengalami kendala mesin hingga harus ditinggalkan sementara, dan pemiliknya melanjutkan perjalanan dengan membonceng rekannya.
Meski diterpa berbagai tantangan medan, rombongan akhirnya berhasil kembali dan tiba di Doro dengan selamat pada pukul 21.00 WIB melalui rute Petung.
Lebih dari Sekadar Hobi
Kegiatan ini membuktikan bahwa touring bersama IBM Insan Bikers Muda bukan hanya ajang penyaluran hobi otomotif, melainkan wadah mempererat kebersamaan, dakwah, dan aksi nyata di masyarakat.
“Touring adalah kegiatan yang penuh uji nyali. Perlu persiapan motor yang sehat dan mental yang kuat,” pungkas panitia menutup rangkaian acara.
Laporan oleh: Isa Anshori










