close
Sosial Budaya

Masyarakat Langkap Pertanyakan Kejelasan Surat PTDH Oknum Kepsek, Minta Salinan Resmi

berita web_20260919_083856_0000

LANGKAP, WARTADESA — Warga Desa Langkap terus mengawal ketat penanganan kasus dugaan pelanggaran disiplin dan etik yang melibatkan seorang oknum kepala sekolah di wilayah mereka. Setelah mendapat kabar bahwa Plt Bupati telah menandatangani surat Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), warga kini mempertanyakan bukti fisik surat keputusan tersebut yang tak kunjung mereka terima.

Ali Usman, perwakilan warga Desa Langkap, mengungkapkan bahwa informasi penandatanganan PTDH tersebut awal mula disampaikan oleh pihak Pemkab (melalui Pak Sa’im). Menurut informasi awal, surat pemecatan itu rencananya dikirimkan ke sekolah bersangkutan pada Jumat lalu.

“Kemarin kami bersama teman-teman mendatangi Pak Sa’im untuk menanyakan kepastiannya. Saat itu, Pak Sa’im sempat melakukan video call langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan (Pak Olet). Pihak dinas menyampaikan bahwa surat PTDH dikirimkan hari ini,” ujar Ali Usman saat memberikan keterangan kepada media.

Meski telah ada jaminan lisan dari pejabat instansi terkait, warga mengaku masih meragukan proses tersebut selama belum melihat dokumen resminya. Sampai saat ini, belum ada salinan surat yang diterima oleh perwakilan warga.

“Cuma kami belum dapat salinannya, entah itu bentuk fotokopi atau foto yang dikirim via WhatsApp. Belum ada sama sekali. Kami minta hal ini bisa di-cross-check langsung ke dinas terkait agar jelas dan transparan,” tegas Ali.

Kilas Balik Penolakan Warga

Sebelumnya, kasus ini sempat memicu reaksi keras dan aksi protes dari warga serta wali murid di Desa Langkap. Oknum kepala sekolah tersebut dinilai telah melakukan pelanggaran berat yang merusak citra dunia pendidikan di lingkungan setempat.

Gelombang desakan masyarakat agar oknum tersebut dijatuhi sanksi tegas hingga pemecatan telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Warga menilai pemecatan secara tidak dengan hormat merupakan langkah mutlak untuk menjaga moralitas serta keberlangsungan kegiatan belajar-mengajar di sekolah tersebut.

Masyarakat menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga surat keputusan PTDH benar-benar diserahkan dan dipublikasikan secara transparan. (WD)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : asusilagurulangkap