Pekalongan, Wartadesa. — Jamaah salat Jumat di Masjid Jami Nur Ali, Jalan Sedayu, Wonopringgo, menyimak pesan mendalam terkait krisis lingkungan dan kearifan mengelola air bersih pada ibadah Jumat hari ini. Khotbah tersebut disampaikan oleh dosen STAIKAP Pekalongan, K.H. Sabilal Rosyad.
Masjid Jami Nur Ali sendiri merupakan bangunan megah yang terletak di lokasi sangat strategis, tepatnya di sekitar pertigaan lampu merah Sedayu, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Kawasan ini dikenal ramai karena berdekatan dengan Rumah Sakit Ki Ageng Sedayu dan Kompleks Kampus Pendidikan YMI Wonopringgo.
Rumah ibadah yang dibangun atas pendanaan pribadi secara penuh dari tokoh masyarakat setempat, H. Tadi, ini resmi dibuka untuk umum setelah diresmikan oleh Bupati Pekalongan pada Februari 2020 lalu dalam momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berada persis di tepi jalur utama trans-kecamatan, Masjid Jami Nur Ali kini menjadi pusat ibadah sekaligus tempat istirahat favorit bagi para pengguna jalan dan pengendara yang melintasi wilayah Wonopringgo.
Air Bersih sebagai Amal Saleh dan Ujian Lingkungan
Di tengah ancaman musim kemarau panjang yang membuat pasokan air makin menipis, sosok yang akrab disapa Kyai Bilal ini menekankan pentingnya kepedulian sosial melalui ketersediaan air bersih.
-
Sedekah Air: Menyalurkan air bersih maupun berdonasi untuk pengadaan sarana air bersih bagi warga yang terdampak kemarau merupakan bentuk amal saleh yang bernilai pahala besar.
-
Akar Masalah Krisis: Kyai Bilal mengingatkan bahwa kelangkaan air bukan sekadar fenomena alam semata, melainkan dampak nyata dari perilaku manusia yang merusak lingkungan sebagai penyedia alami air bersih.
-
Anjuran Hemat dalam Beribadah: Jamaah diimbau untuk bijak menggunakan air seperlunya. Bahkan dalam bersuci seperti berwudhu, Islam mengajarkan untuk tidak berlebihan dan membuang-buang air, mengingat masih banyak orang lain yang kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.
“Jangan sampai kita berdoa memohon hujan diturunkan, tetapi di sisi lain perilaku sehari-hari kita justru boros air dan terus merusak lingkungan,” tegas Kyai Bilal di hadapan jamaah.
Mengakhiri khotbahnya, K.H. Sabilal Rosyad memimpin doa bersama agar Allah SWT segera menurunkan air hujan yang membawa berkah, rahmat, serta memberikan kesadaran bagi masyarakat untuk lebih menjaga kelestarian alam. ***










