close
Sosial Budaya

Kisah Mistis di Pekalongan: Niat Liburan Berujung Teror Horor Usai Hadiri Karnaval Desa

berita web(5)

PEKALONGAN, WARTADESA. – Sebuah rentetan kisah horor mengerikan dialami oleh seorang pria asal Jakarta bernama Dimas saat menghabiskan waktu liburannya di Pekalongan, Jawa Tengah. Niat hati ingin mendapatkan ketenangan batin dengan mengunjungi sahabat lamanya yang bernama Fajar, kunjungannya justru berubah menjadi teror mistis yang mencekam.

Berdasarkan cerita yang dibagikan melalui kanal YouTube Hirotada Radifan, kejadian bermula ketika Dimas diajak menonton sebuah acara karnaval malam di Simbang Kulon. Acara yang awalnya disangka sebagai pasar malam biasa itu, ternyata menyajikan pertunjukan yang sangat ganjil dan mengundang kontroversi.

Dalam karnaval tersebut, terdapat rombongan orang berjubah putih yang melakukan atraksi menyerupai ritual pemujaan setan (satanic). Mereka membawa peti mati, berdiri melingkari lambang bintang pentagram, dan secara mengejutkan memotong kepala seekor kambing hidup di atas panggung. Nasib nahas menimpa Dimas ketika darah dari kepala kambing yang dipotong tersebut memuncrat ke arah penonton dan mengenai pipi kirinya serta kemeja yang ia kenakan.

Setelah malam karnaval tersebut, Dimas mulai mengalami berbagai rentetan peristiwa di luar nalar, terutama saat ia melewati kawasan Hutan Kesesi. Di sore hari yang masih terang benderang, saat sedang mengendarai motor sendirian, Dimas tiba-tiba tertimpa sebuah benda berat dari atas pohon. Benda tersebut ternyata adalah sebuah kepala kambing yang masih basah dan menatapnya dengan mata terbelalak.

Kejadian aneh tidak berhenti sampai di situ. Karena kaget dan terjatuh, motor Dimas mendadak mogok. Saat mencoba mencari bantuan, ia justru tersesat masuk ke dalam Hutan Kesesi karena mengikuti seorang nenek misterius dan mendengar suara keramaian. Di dalam hutan itu pula, ia melihat sosok perempuan misterius yang berdiri di atas batu di pinggir sungai.

Teror mencapai puncaknya ketika Fajar, sang sahabat, menerima panggilan telepon dari Dimas yang meminta tolong karena motornya mogok. Bukannya suara Dimas yang terdengar, Fajar justru mendengar suara rintihan mengerikan dari seberang telepon yang sempat berhasil ia rekam. Fajar yang akhirnya berhasil menyusul dan mengawal Dimas pulang, juga bersaksi melihat sosok gaib yang membonceng di belakang motor Dimas sebelum akhirnya sosok itu melompat hilang ke atas pohon.

Kengerian juga terjadi di rumah Fajar. Sang ibu mendapati air cucian yang merendam kemeja Dimas (yang sebelumnya terkena cipratan darah kambing) berubah menjadi warna merah pekat. Karena merasa janggal dan dianggap sebagai pembawa sial, kemeja tersebut akhirnya langsung dibakar oleh keluarga Fajar.

Menyusul kejadian-kejadian traumatis tersebut, Fajar akhirnya menyarankan Dimas untuk segera kembali ke Jakarta. Usut punya usut, acara karnaval yang ditonton oleh mereka tempo hari yang menjadi viral di media sosial, ternyata merupakan acara perayaan Maulid Nabi yang menuai banyak kritikan karena konsepnya yang melenceng jauh menjadi berbau ritual kegelapan.

Hingga saat ini sekembalinya ke Jakarta, Dimas mengaku masih sering dihantui mimpi buruk seakan-akan lehernya ingin dipotong layaknya kambing di karnaval tersebut, dan ia mengalami trauma berat terhadap kambing. ***

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : hirotada radifanhororsimbang kulonsimbang kulon night carnaval