Pekalongan, Wartadesa. — Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) terus memperkuat komitmennya dalam melaksanakan salah satu Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. Melalui program hibah pengabdian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), UMPP menghadirkan program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Mitigasi Bencana Rob dengan Hilirisasi Produk Padi di Desa Denasri Wetan.”
Program tersebut diarahkan untuk memberikan stimulus terhadap kemandirian masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Desa Denasri Wetan, khususnya dalam menghadapi dampak bencana rob yang selama ini turut mengancam lahan pertanian dan produktivitas tanaman padi.
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Ghoni Musyahar, dengan anggota tim Imam Prasetyo dan R. Kurniawan Dwi Septiady. Tim pengabdian UMPP bersama masyarakat desa mitra berupaya membangun pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada mitigasi dampak rob, tetapi juga pada penguatan nilai tambah hasil pertanian melalui proses hilirisasi produk padi.
Salah satu bentuk nyata pelaksanaan program tersebut diwujudkan melalui bantuan sarana pengolahan hasil pertanian. Pada akhir pekan lalu, tim pengabdian UMPP telah menyerahkan satu unit mesin rice milling kepada desa mitra untuk dapat dimanfaatkan dalam mendukung pengolahan hasil panen masyarakat.
Penyerahan mesin tersebut menjadi bagian dari rangkaian penguatan fasilitas produksi yang akan terus dikembangkan. Saat ini, tim juga tengah mempersiapkan dua perangkat pendukung lainnya, yakni mesin packing dan mesin dryer (pengering padi) berkapasitas 2,5 kuintal yang masih dalam proses perakitan.
Dengan hadirnya peralatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan padi sebagai komoditas pertanian, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengolah dan meningkatkan nilai tambah hasil panen. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan pangan di tengah ancaman bencana rob.
Program tersebut sekaligus menjadi wujud nyata komitmen UMPP terhadap salah satu tagline institusinya, yakni “Empowering” atau pemberdayaan. Bagi UMPP, perguruan tinggi tidak hanya memiliki peran dalam menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Bencana, termasuk rob, pada kondisi tertentu merupakan peristiwa yang sulit sepenuhnya dihindari. Namun, kemampuan masyarakat untuk beradaptasi, bangkit, dan membangun kembali kehidupan setelah bencana menjadi perhatian penting dalam proses pemberdayaan masyarakat.
Perspektif tersebut menjadi salah satu landasan tim pengabdian UMPP dalam menjalankan program di Desa Denasri Wetan. Mitigasi tidak hanya dipahami sebagai upaya mengurangi risiko bencana, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki kapasitas untuk tetap produktif dan mandiri ketika menghadapi tekanan akibat perubahan lingkungan dan bencana.
Melalui sinergi antara akademisi, masyarakat desa mitra, dan dukungan program hibah Kemdiktisaintek, UMPP berharap program ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Denasri Wetan.
Pengembangan fasilitas rice milling, packing, dan dryer diharapkan menjadi fondasi awal terbentuknya ekosistem pengolahan hasil pertanian yang lebih mandiri, sehingga masyarakat tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi mampu mengembangkan produk pertanian dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Bagi UMPP, pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar menjalankan program, melainkan menjadi bagian dari ikhtiar untuk memberdayakan masyarakat agar semakin tangguh, mandiri, dan mampu bangkit menghadapi berbagai tantangan. “Empowering” pun tidak berhenti sebagai tagline, melainkan diwujudkan melalui langkah nyata untuk menghadirkan pengetahuan, teknologi, dan pendampingan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (Redaksi)










